p-Index From 2021 - 2026
9.233
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Media Komunikasi Geografi Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan GEA, Jurnal Pendidikan Geografi JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Jurnal SOLMA Educatio Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Geografi Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) WIDYA LAKSANA Journal of Education Action Research Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Perdikan: Journal of Community Engagement MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Jambura Geo Education Journal JPIG Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Journal of Educational Management Research FENOMENA: Journal of Social Science Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Innovation and Teacher Professionalism Future Space: Studies in Geo-Education Geosfera Indonesia JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Curricula: Journal of Curriculum Development
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan teknologi spasial dalam identifikasi hutan sosial untuk menunjang perhutanan sosial di desa Wonorejo kecamatan Singosari kabupaten Malang Alfi Sahrina; Fatiya Rosyida; Heni Masruroh; Devy Prasetyono; Muhammad Rafif Fadihilah; Mohammad Yusril Abidin; Ilham Adenan Hidayatullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21298

Abstract

Abstrak Desa Wonorejo merupakan desa yang berada di Kecamatan Singosari. Pada wilayah desa ini terdapat area hutan produksi. Hutan tersebut merupakan hutan milik pemerintah. Melalui program Perhutanan Sosial masyarakat Desa Wonorejo dapat mengelola hutan mengingat Perhutanan Sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam Kawasan Hutan Negara. Tujuan dari pengabdian ini yaitu pendampingan dalam melakukan pengukuran dan pemetaan batas Hutan Desa, serta pendampingan pemetaan area pemanfaatan Hutan Desa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu partisipatory community dengan melibatkan masyarakat secara partisipatif dan memanfaatkan teknologi spasial dalam identifikasi kawasan hutan sosial. Adapun langkah-langkah pengabdian ini dilakukan dengan cara survei pendahuluan, sosialisasi program pengabdian, pemanfaatan teknologi geospasial seperti penggunaan GPS dan Drone, pembuatan peta dasar dengan menggunakan softwere pemetaan, pendampingan pengukuran dan pemetaan batas hutan desa, pendampingan pemetaan area pemanfaatan hutan desa. Hasil pengabdian menunjukkan kawasan hutan produksi yang ada di dalam wilayah Desa Wonorejo seluas 81,7 ha dan berada dalam PIAPS. Pada area hutan yang ada di Desa Wonorejo terdapat sumber air yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil pemotretan foto udara menunjukkan area hutan desa wonorejo masih alami dan memiliki lereng yang curam hingga landai Kata kunci: teknologi spasial; hutan sosial; perhutanan sosial Abstract Wonorejo Village is a village in Singosari District. In this village area there is a production forest area. This forest is a government-owned forest. Through the Social Forestry program, the Wonorejo Village community can manage forests considering that Social Forestry is a sustainable forest management system implemented in the State Forest Area. The purpose of this service is assistance in measuring and mapping Village Forest boundaries, as well as assistance in mapping Village Forest utilization areas. The method used in this service is participatory community by involving the community in a participatory manner and utilizing spatial technology in identifying social forest areas. The steps for this service are carried out by means of a preliminary survey, socialization of the service program, use of geospatial technology such as the use of GPS and Drones, making base maps using mapping software, assistance with measuring and mapping village forest boundaries, assistance with mapping village forest utilization areas. The results of the service show that the production forest area within the Wonorejo Village area is 81,7 ha and is within PIAPS. In the forest area in Wonorejo Village there is a water source which is used by the local community for their daily needs. The results of aerial photography show that the Wonorejo village forest area is still natural and has steep to gentle slopesKeywords: spatial technology; Social forest; social forestry
Designing Fieldwork Material in Geography Learning through Potential Tourism and Landscape Feature (Case Study in Srigonco Village) Sahrina, Alfi; Rosyida, Fatiya; Wirahayu, Yuswanti Ariani; Mahanani, Putri; Ngoc, Ho Nhu
Geosfera Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v10i1.47186

Abstract

The landscape appearance of Srigonco Village is unique. This uniqueness can be used as a means of learning geography. This study aims to analyze the tourism potential and landscape appearance of Srigonco Village as a means of supporting geography learning. The method used is a field survey by making a working map which is then used to identify tourism potential and landscape appearances. Analysis of natural tourism potential was carried out using neighborhood analysis and analysis of landscape appearance using qualitative descriptive. The study's findings indicate that the tourism potential of Srigonco village is dispersed, with clusters of caves and ponor in the center, an elongated area to the south with beaches, and scattered springs around the community. In addition, the research location has fluvial, karst, and marine landscape elements such as caves, rivers, beaches, waterfalls, and biodiversity preservation, can also be utilised for natural tourism. Srigonco Village's topography can be utilized to teach geography, particularly in the study of geomorphology, hydrology, biogeography, disasters, tourism, and socio-culture. The application of geography learning can be carried out through field activities, research, or project-based learning to provide students with the opportunity to learn directly from the environment.  
Designing Fieldwork Material in Geography Learning through Potential Tourism and Landscape Feature (Case Study in Srigonco Village) Sahrina, Alfi; Rosyida, Fatiya; Wirahayu, Yuswanti Ariani; Mahanani, Putri; Ngoc, Ho Nhu
Geosfera Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v10i1.47186

Abstract

The landscape appearance of Srigonco Village is unique. This uniqueness can be used as a means of learning geography. This study aims to analyze the tourism potential and landscape appearance of Srigonco Village as a means of supporting geography learning. The method used is a field survey by making a working map which is then used to identify tourism potential and landscape appearances. Analysis of natural tourism potential was carried out using neighborhood analysis and analysis of landscape appearance using qualitative descriptive. The study's findings indicate that the tourism potential of Srigonco village is dispersed, with clusters of caves and ponor in the center, an elongated area to the south with beaches, and scattered springs around the community. In addition, the research location has fluvial, karst, and marine landscape elements such as caves, rivers, beaches, waterfalls, and biodiversity preservation, can also be utilised for natural tourism. Srigonco Village's topography can be utilized to teach geography, particularly in the study of geomorphology, hydrology, biogeography, disasters, tourism, and socio-culture. The application of geography learning can be carried out through field activities, research, or project-based learning to provide students with the opportunity to learn directly from the environment.  
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA KRISIK KABUPATEN BLITAR Farandy Imantaka; Putri Agustina Nurbaiti; Alfi Sahrina; Putri Ulandari; Veronika Ernestin Delarosa; Restu Bintang Mahardika; Sitti Muwakkira; Muhammad Jimly Assiddicky; Anang Yuliyanto; Nafisah Fitriana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4346-4353

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal. Terkait dengan potensi pariwisata, Desa Krisik telah berhasil mengembangkan beberapa lokasi wisata unggulan yang menarik perhatian wisatawan. Namun, meskipun potensi wisata Desa Krisik begitu besar dan beragam, pengelolaan serta pemasaran wisata masih menghadapi tantangan. Salah satu masalah yang dihadapi adalah kurangnya integrasi dalam pengelolaan wisata, yang tercermin dalam ketidakseimbangan jumlah pengunjung di berbagai destinasi wisata. Selain itu, strategi promosi yang belum optimal dan ketiadaan paket wisata yang terstruktur menjadi kendala lain dalam perkembangan pariwisata di wilayah ini. Oleh karena itu, pengabdian ini akan membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengoptimalkan potensi pariwisata di Desa Krisik. Salah satu solusi yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah konsep integrasi informasi wisata, yang diharapkan dapat meningkatkan pemasaran dan pengelolaan wisata secara efisien. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan bertempat di Desa Krisik. Terdapat tiga tahap pelaksanaan yaitu diskusi masalah, pelatihan dan pendampingan, dan penyusunan konten promosi. Hasil yang didapatkan memperlihatkan Desa Krisik memiliki potensi wsiata alam, edukasi, dan religi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Media promosi dilakukan dengan menekankan pada pengambilan video pada setiap objek wistaa yang sudah berkembang maupun yang memiliki potensi wisata untuk berkembang. Aspek edukasi dilakukan dengan memberikan pemahaman melalui pelatihan dan pengembangan softskill bagi pengelola wisata di Desa Krisik. Dengan adanya edukasi dan potensi wisata diharapkan wisata di Desa Krisik dapat menuju wisata yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar
DIGITALISASI DOKUMEN PERTANAHAN DESA BERBASIS WEBGIS DI DESA SUKOREJO KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG Alfi Sahrina; Purwanto Purwanto; Fatiya Rosyida; Devy Prasetyono; Ivan Sulistio; Ciptaningrat Erdi Pamungkas
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4299-4306

Abstract

Abstrak Desa Sukorejo merupakan desa yang berada di Kecamatan Gondanglegi. Desa ini memiliki lanskap yang datar. Desa memiliki dokumen berupa dokumen tanah salah satunya yang berbentuk 2 dimensi. Tentunya dokumen tersebut dapat di digitalkan dengan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan bantuan perangkat lunak. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk melakukan pendigitalan dokumen tanah Desa Sukorejo Kecamatan Gedangan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan melihat dokumen tanah yang ada di desa, selanjutnya di digitalisasi, dan di jadikan bentuk Webgis. Hasil yang di dapatkan yaitu dokumen yang ada di Desa Sukorejo memiliki 14 area blok persil tanah di Desa Sukorejo yang terbagi dalam 25 lembar peta dengan skala 1:1000. Peta persil tanah yang ada di Desa Sukorejo berbentuk analog/cetak dengan ukuran kertas A3. Sedangkan Kegiatan pemetaan batas administrasi dilakukan dengan teknik digitation on screen untuk menentukan batas berdasarkan citra foto udara. Selanjutnya area blok tersebut dilakukan pendigitalan dengan menggunakan ArcGis. Hasil yang didaptkan berupa vector yang nantinya dihubungkan untuk membuat peta digital tanah berbasis WebGis. Sistem Informasi ini disusun untuk membantu pelayanan administrasi pertanahan di desa agar lebih mudah, cepat dan efisien. Memiliki fitur pencarian bidang tanah berdasarkan nomor objek pajak. Menunjukan lokasi spasial, letak blok tanah sesuai SPPT PBB, dan letak blok tanah sesuai letter C sehingga mempermudah pelayanan administrasi permohonan kutipan letter C.
Understanding Sustainability Through Socio-Ecological Trade-Offs: Field Evidence of Traditional Oil Mining and Groundwater Quality Toward the SDGs Ifan Deffinika; Alfi Sahrina; Dicky Arinta; Inanditya Widayana Putri; Adelisa Rizki Zaharani; Novi Silvia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.13828

Abstract

This study explores human-nature relationships through a socio-ecological perspective, focusing on traditional oil mining in Wonocolo, Indonesia, widely known as “Little Texas”. The analysis was conducted through field observations, in-depth interviews with 40 local stakeholders, and laboratory analysis of 40 groundwater samples collected from community dug wells. Results show residents rely on dug wells, piped-water, and artesian springs, with significant seasonal scarcity. Water quality assessment indicates that most physical parameters remain within acceptable limits (pH 6.40–8.00; electrical conductivity 0.43–2.26 mS/cm; temperature 22.00–31.00 °C). However, localized elevations in electrical conductivity at several sampling points suggest potential hydrochemical alterations in the shallow aquifer that may be associated with traditional oil extraction activities, particularly in a karst-dominated landscape. Although direct measurements of TPH and Oil & Grease were not available for a comprehensive ecotoxicological assessment, these findings highlight a critical socio-ecological trade-off in which short-term economic benefits from oil production may increasingly pressure long-term groundwater security. The study concludes that managing these interdependencies requires participatory governance and waste-stream regulation tailored to the karst landscape. Integrated policies are essential to ensure that economic benefits do not undermine the community's fundamental access to clean water, aligning with SDG 6 and SDG 12.
Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan: Pendampingan Alumni PPG UM dalam Mengembangkan Modul Pembelajaran Deep learning Berbasis Gamifikasi Mutia, Tuti; Rosyida, Fatiya; Sahrina, Alfi; Wahyu Pratama, Bima
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20722

Abstract

Background: Mengembangkan kompetensi guru merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, karena guru yang kompeten mampu merancang kegiatan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan berpusat pada siswa. Pendampingan dan pelatihan memainkan peran penting dalam mendukung guru dalam merancang modul pengajaran yang inovatif, dapat diterapkan, dan selaras dengan kurikulum, sehingga meningkatkan profesionalisme dan kualitas proses pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi alumni PPG dalam menyusun dan membuat modul ajar Deep learning berbasis Gamification. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan alumni PPG UM secara langsung. Tahapan pertama adalah persiapan, termasuk identifikasi kebutuhan, koordinasi tim, dan penyusunan pedoman penyusunan perangkat ajar. Tahap kedua adalah pelaksanaan yang mencakup sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan intensif dalam menyusun perangkat pembelajaran dengan pendekatan deep learning berbasis Gamification. Tahapan terakhir adalah evaluasi untuk mengukur peningkatan kompetensi dan profesionalisme peserta. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang kurikulum, penilaian, dan langkah-langkah pembelajaran yang selaras dengan indikator penilaian, sehingga modul pengajaran yang dihasilkan lebih relevan, kreatif, dan aplikatif. Kesimpulan: Integrasi Deep learning berbasis Gamifikasi membuat pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan, dan memotivasi partisipasi aktif siswa. Selain itu, pendampingan ini membantu guru mengatasi berbagai kendala teknis dan kreatif, mendorong pengembangan profesional, dan memberikan kontribusi penting terhadap implementasi kurikulum yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
PENGARUH GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA ARTICULATE STORYLINE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Rivaldi, Cintya Fandani; Sahrina, Alfi; Rosyida, Fatiya; Wiwoho, Bagus Setiabudi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECT OF ARTICULATE STORYLINE ASSISTED GUIDEDDISCOVERY LEARNING ON STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITY INLEARNING GEOGRAPHY Critical thinking is a skill that must be honed and developed in 21st-century learning because it isuseful in studying and solving problems that arise. Based on its advantages, the Guided DiscoveryLearning model is able to improve the ability to think critically. On the other hand, the use ofarticulate storyline media is able to clarify the information or message conveyed so that it canfacilitate the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of GuidedDiscovery Learning assisted by articulate storyline media on students' critical thinking skills ingeography learning. The research design used a Quasi-Experimental design with a post-test-onlygroup design. The research subjects included students of grade X5 and grade X6, withexperimental class (class X5) and control class (class X6). The determination of the class is doneby means of Random Sampling through a lottery. The results showed that the mean value of thepost-test of critical thinking skills of experimental class students with Guided Discovery Learningmodel treatment assisted by articulate story media was higher (86.09) than the control class(79.87). The results of hypothesis testing with an independent sample test showed a significancevalue of 0.000 less than 0.05. These results prove that the Guided Discovery Learning model,assisted by articulate storyline media, has a positive impact on students' critical thinking skills.There are other findings in this study, namely the stimulus and proof stages as the most dominantstages affecting critical thinking skills. Pemikiran yang kritis menjadi suatu keterampilan yang harus diasah dan dikembangkan dalampembelajaran abad 21, karena berguna dalam mengkaji dan menyelesaikan permasalahan yangmuncul. Berdasarkan keunggulan yang dimilikinya, model Guided Discovery Learning mampumeningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis. Disisi lain, penggunaan media articulate storylinemampu memperjelas informasi atau pesan yang disampaikan, sehingga dapat memperlancarproses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Guided DiscoveryLearning berbantuan media articulate storyline terhadap kemampuan berpikir kritis bagi siswapada pembelajaran geografi. Desain penelitian menggunakan rancangan Quasi Experimentalwith post-test only group design. Adapun subjek penelitian meliputi siswa kelas X5 dan kelas X6,dengan kelas eksperimen (kelas X5) dan kelas kontrol (kelas X6). Penentuan kelas tersebutdilakukan dengan cara random sampling melalui undian. Hasil penelitian menunjukkan bahwanilai rerata post-test kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan perlakuan model Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline lebih tinggi (86.09)dibandingkan kelas kontrol (79.87). Hasil uji hipotesis dengan independent sample testmemperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 kurang dari 0.05. Hasil tersebut membuktikanbahwa model Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline berpengaruhterhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Terdapat temuan lain pada penelitian ini, yaitu tahapanstimulus dan pembukt
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES (CUPS) TERHADAP KEMAMPUAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN METACOGNITIVE SKILL PESERTA DIDIK Nurhidayati, Eka; Sumarmi, Sumarmi; Sahrina, Alfi; Wiwoho, Bagus Setiabudi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECT OF THE CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCESS (CUP) LEARNING MODEL ON STUDENTS' CREATIVE PROBLEM SOLVING AND METACOGNITIVE SKILLSThe current curriculum changes anticipate that students will possess problem-solving skills, metacognitive skills, and critical and creative thinking. One of the principal challenges currently facing educators is the lack of comprehension of the concepts being taught and the methods for solving problems. It is, therefore, necessary to adopt a learning approach that emphasises deeper conceptual understanding. The research was conducted at MAN Kota Mojokerto to determine the impact of the CUPs learning model on students' creative problem-solving abilities and metacognitive skills. This research employs a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The sampling technique employed was purposive sampling, whereby class XI F7 was selected as the experimental class and class XI F8 was designated as the control class for comparison purposes. The research instruments comprised a description question for creative problem-solving ability, an inventory questionnaire for the measurement of metacognitive ability, and an observation sheet. The results of the MANOVA test indicate a significance value of 0.000, which is less than 0.05. Consequently, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted. The results demonstrate that the implementation of the CUPs learning model has a notable impact on enhancing creative problem-solving abilities and metacognitive skills in students from class XI F7 of MAN Kota Mojokerto. The considerable effect can be substantiated by the improvement in test outcomes, indicating that the CUPs model effectively activates indicators on both dependent variables.Perubahan kurikulum saat ini mengharapkan kemampuan memecahkan masalah, keterampilan metakognitif, dan berpikir secara kritis serta kreatif dapat dimiliki oleh peserta didik. Salah satu hambatan utama sekarang ini adalah kurangnya pemahaman terhadap konsep yang diajarkan dan cara mengatasi permasalahan. Oleh karena itu, model CUPs dipilih sebab menekankan pemahaman konseptual yang lebih mendalam. Penelitian dilakukan di MAN Kota Mojokerto dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CUPs terhadap kemampuan creative problem solving dan metacognitive skill peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen pretest posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, di mana kelas XI F7 dipilih sebagai kelas eksperimen, dan kelas XI F8 menjadi kelas kontrol untuk perbandingan. Instrumen penelitian melibatkan soal uraian untuk kemampuan pemecahan masalah secara kreatif, angket inventori untuk mengukur kemampuan metakognitif, dan lembar observasi. Hasil uji MANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CUPs secara bersamaan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan creative problem solving dan keterampilan metakognitif pada peserta didik dari kelas XI F7 MAN Kota Mojokerto. Pengaruh signifikan tersebut dapat dibuktikan melalui peningkatan hasil pengujian, menunjukkan bahwa model CUPs berhasil mengaktifkan indikator-indikator pada kedua variabel dependen.
INVENTARISASI SUMBER DAYA ALAM BERBASIS MASYARAKAT DENGAN MENGGUNAKAN SMARTPHONE Sahrina, Alfi; Sumarmi, Sumarmi; Yudha Irawan, Listyo; Arianti Wirahayu, Yuswanti; Tanjung, Ardyanto; Fitriani, Dwi; Fajar Sukoco, Galih
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COMMUNITY-BASED INVENTORY OF NATURAL RESOURCES USINGSMARTPHONE Tambakrejo Village has a unique landscape appearance. The landscape’s appearance needs to be identified to determine the potential of natural resources. The purpose of this study is to inventory the potential of natural resources using smartphones so they can be used sustainably by local communities. The method used in this study is a field survey by collecting data related to natural resources with a spatial approach. The applications used are Avenza Maps and Kobo Collect. The results showed that Tambakrejo Village has several types of landforms, including karst, coastal, old volcanic hills, and alluvial plains (fluvial). These landforms have different natural resource potentials from other landforms. The karst area has land, water, landscape, mineral, and biological resources. Alluvial plains have water and land resources. Meanwhile, in the old volcanic hills, there are forest and land resources, and the coastal areas are in the form of mangrove resources, coral reefs, and seagrass beds. These resources must be managed wisely and carefully so that their sustainability can be maintained. This is because inappropriate natural resource management can cause drought in limestone areas, flooding in alluvial plains, and land degradation in limestone and hilly areas. Desa Tambakrejo memiliki kenampakan bentang alam yang cukup unik. Kenampakan bentang alam tersebut perlu diidentifikasi untuk mengetahui potensi sumber daya alam. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi potensi sumber daya alam dengan menggunakan telepon pintar agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat lokal. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah survei lapangan dengan melakukan pendataan terkait sumber daya alam dengan pendekatan keruangan. Aplikasi yang digunakan yaitu Avenza Maps dan Kobo Collect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Tambakrejo memiliki beberapa jenis bentuk lahan antara lain karst, kepesisiran, perbukitan vulkanik tua, dan dataran aluvial (fluvial). Bentuk lahan tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang berbeda dengan bentuk lahan yang lain. Adapun daerah karst memiliki sumber daya lahan, air, lanskap, mineral, dan sumber daya hayati. Pada dataran aluvial memiliki sumber daya air dan lahan. Sementara pada perbukitan vulkanik tua berupa sumber daya hutan dan lahan, dan daerah kepesisiran berupa sumber daya mangrove, terumbu karang, dan padang lamun. Sumber daya tersebut harus dikelola bijaksana dan penuh kehati-hatian agar kelestariannya dapat terjaga. Hal ini dikarenakan pengelolaan sumber daya alam yang tidak sesuai dapat menyebabkan bencana kekeringan pada daerah batu gamping, banjir pada dataran aluvial, dan degradasi lahan pada daerah batu gamping dan daerah perbukitan.
Co-Authors A, Andika Aulya A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Seftian Hardianto Adelisa Rizki Zaharani Adip Wahyudi Agung Suprianto Agung Suprianto Agung Suprianto Aini, Zubaidah Nur Ainul Labib, Mohammad Ajeng Ayu Prinandari Akbar Wiguna Alfyananda Kurnia Putra Alief Dean Rama Almira, Nikita Jasmine Amatullah, Aulia Anang Yuliyanto Andika Aulia Ahmad Andika Aulya Andika Aulya A Anggara, Arik Annisa Rizki Riyandini Ardiansyah, Ahmad Irfan Ardyanto Tanjung Ardyanto Tanjung Arianti Wirahayu, Yuswanti Asyarifah, Runing Fikriyah Atmaja, Martha Abymanyu Ragil Ayu Romadhoni Ayu Romadhoni Bagus Setiabudi Wiwoho Bayu Wijayanto Bayu Wijayanto Choirul Anam AM Diponegoro Cinde Ririh Windayu Ciptaningrat Erdi Pamungkas Devi Prasetyo Devi Prasetyo Devy Prasetyono Devy Prasetyono Dicky Arinta Didik Gunawan Diky Al Khalidy Dwi Fitriani Dwi Fitriani Dwi Fitriani Dwi Fitriani Dwi Raudatul Jannah Dwiyono Hari Utomo Elvada, Erisa Eny Nur Aisyah Evalia Nurul Kholifah Fadalena, Triya Fadlan, Muhammad Sainul Fajar Sukoco, Galih Fakhruddin, Mohammad Thofiqo Farandy Imantaka farizaika cahyani Fatchur Rohman Fatiya Rosyida, Fatiya Febria Ika Rustyana Febrian Arrya Withuda Febrian Arrya Withuda Febrian Arrya Withuda Feri Fahrian Maulana Filia Rani Artanti Fitri Nur Indra Swari Galih Fajar Sukoco Galih Fajar Sukoco Galih Fajar Sukoco Galih Sukoco Galuh Maulidiyahwarti Gea Aliajanah Gea Habibah, Khoirul Hadi Soekamto heppy mafudhotul auwaliyah Hidayatullah, Ilham Adenan Ho Nhu Ngoc Ibrahim, Mohd Hairy Ifan Deffinika Ihdina Rifkanisa Maharani Ike Sari Astuti Ilham Adenan Hidayatullah Inaisya Putri Hartono Inanditya Widayana Putri Indayani, Ninik Sri Indriani, Yuristya Dyah Intan Bigita Kusumawati, Intan Bigita Irianto, Prasetyo Adi Islami, Miranda Ivan Sulistio Izzati Farhatun Nisa Jannah, Dwi Raudatul Joko Agus Triyono Joko Agus Triyono Khairul Naafi, Ahmad Khoirul Habibah Khoirul Hidayat Khoirul Hidayat Kholid, Rafly Kholifah, Evalia Nurul Krisna Rendi Awalludin Labib, Mohammad Ainul Listyo Yudha Irawan Luly Triningsih M. Hadi Satria Maria Emerita Indraningrum Shrestha Masruroh, Heni Mika Talita Gabriele Mohammad Ainul Labib Mohammad Ainul Labib Mohammad Ainul Labib Mohammad Firzon Ainur Roziqin Mohammad Yusril Abidin Mohammad Yusril Abidin Muhamad Fuad Chabib Muhammad Ilham Athalla Naufal Susantyo Muhammad Jimly Assiddicky Muhammad Rafif Fadihilah Muhammad Rafif Fadihilah Muhammad Sainul Fadlan Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Mukhammad Solikhin Munasifah, Ika Laily Lailatun Nafisah Fitriana Nailul Insani Naqia Min Ma asika Neni Wahyuningtyas, Neni Ngoc, Ho Nhu Ninik Sri Indayani Nita Laura Pratama Novi Silvia Novita Selviana Nurdin, Iqbal Nurhidayati, Eka Nurhijjah, Suci Prasetyo Adi Irianto Pratiwi, Shintya Prinandari, Ajeng Ayu Purnamasari Safriani Wulan Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri Agustina Nur Baiti Putri Agustina Nurbaiti Putri Mahanani, Putri Putri Ulandari Putri, Rivela Dwi Kharisma Rachma Aulia Hasan Rafif Fadihilah, Muhammad Rafli Tegar Hati, Muhammad Restu Bintang Mahardika Retnosari, Rini Riska Aprilia Riska Aprilia, Riska Rivaldi, Cintya Fandani Rizki Dwi Anggraini Rony, Zahara Tussoleha Rosniza Aznie Che Rose Sandy Tegariyani Putri Santoso Septiana, Wahyu Dwi Sitti Muwakkira Slamet Arifin Soelistijo, Djoko Sri Wulandari Sri Wulandari Sumarmi Syaiful Effendi Syaiful Effendi Syamsul Bachri Syamsul Bachri Triata Mahendra Pesona Putra Tuti Mutia Veronika Ernestin Delarosa Wahyu Dwi Septiana Wahyu Pratama, Bima Yanti, Restu Ade Yudha Irawan, Listyo Yuristya Dyah Indriani Yusril Abidin, Mohammad Yusuf Suharto Yuswanti Ariani Wirahayu Yuswanti Arianti Wirahayu Zumrotus Sholichah Zutiasari, Ika