p-Index From 2021 - 2026
7.875
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kejadian dan Distribusi Kelainan Kongenital Pada Bayi Baru Lahir di RS dr. Moehammad Hoesin Palembang Periode Januari-November 2015 Ziske Maritska; Siti Rahma Anissya Kinanti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1639

Abstract

Kelainan kongenital merupakan suatu kelainan struktur maupun kelainan fungsi yang timbul akibat gangguan pada periode intrauterine. Penegakkan diagnosa kelainan kongenital dapat dilakukan baik sebelum lahir, saat lahir, ataupun setelahnya. Angka kejadian kelainan kongenital bervariasi di setiap negara, di Indonesia angka kejadian kelainan kongenital mencapai 5 dari 1000 kelahiran (5%). Kelainan kongenital dapat terjadi pada semua sistem tubuh. Berbagai studi mengindikasikanbahwa sistem kardio-toraks, sistem saraf pusat dan kelainan kromosom merupakan jenis kelainan kongenital yang banyak dijumpai di seluruh dunia. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi angka kejadian kelainan kongenital pada bayi baru lahir di RSMH Palembang periode Januari-November 2015 serta untuk mengidentifikasi jenis kelainan kongenital yang paling banyak dijumpai di RSMH Palembang. Seluruh bayi yang lahir dan dirawat serta dinyatakan menderita kelainan kongenital oleh dokter spesialis anak yang berkompeten di RSMH Palembang pada periode penelitian dijadikan sampel. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 108 bayi yang terdiagnosa dengan berbagai jenis kelainan kongenital pada periode Januari-November 2015 di RSMH Palembang. Adapun jenis kelainankongenital yang dijumpai pada 108 sampel penelitian meliputi kelainan pada sistem susunan saraf pusat, sistem kardiotoraks, sistem gastro-intestinal, sistem kranio-fasial, sistem muskuloskeletal dan juga kelainan kromosom. Kasus-kasus kelainan kongenital pada sistem gastro-intestinal merupakan jenis kelainan kongenital yang paling banyak dijumpai diRSMH Palembang (50%), diikuti oleh kasus-kasus kelainan kongenital pada sistem kardio-toraks (29,63%). Simpulan : kejadian kelainan kongenital di RSMH Palembang paling banyak mengenai sistem gastro-intestinal. [JK Unila. 2016;1(2)]Kata kunci: bayi baru lahir, distribusi, kejadian, kelainan kongenital
A Study of Knowledge, Attitude, and Practice of Nasal Irrigation During the COVID-19 Pandemic Riri Juliantika; Fiona Widya Sari; Rachmat Hidayat; Puspa Zulaika; Ziske Maritska
Natural Sciences Engineering and Technology Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Natural Sciences Engineering and Technology Journal
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/nasetjournal.v2i1.12

Abstract

COVID-19 is a respiratory tract infection caused by the novel coronavirus (nCov). Nasal irrigation is one of the efforts to prevent COVID-19. Nasal irrigation is an act of flushing saline solution into the nasal cavity. This research aims to determine level of knowledge, attitudes, and practices of the community regarding nasal irrigation during the COVID-19 pandemic. This study was a descriptive observational study. The sample of this research was the people of Palembang who were eligible for the inclusion and exclusion criteria with the consecutive sampling technique as many as 398 respondents. Data were obtained through primary data in the form of questionnaires, processed using the SPSS program, and analyzed using univariate analysis. The majority of respondents were aged 18-25 years old (65.5%) and had senior high school 58.0%. The level of public knowledge about nasal irrigation during the COVID-19 pandemic was in the moderate category of 36.2%. The level of public attitudes regarding nasal irrigation during the COVID-19 pandemic was in the good category at 83.4%. The level of nasal irrigation practice was included in the bad category of 75.6%. In conclusion, the community of Palembang had moderate level of knowledge, a good level of attitude, and a bad level of practice regarding nasal irrigation during COVID-19 pandemic.
Hubungan antara Lama Terpasang Kateter Tenchkoff, Status Gizi, Jenis Pembedahan, dan Komplikasi pada Anak dengan Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis Tinton Ardiyan; Eka I Fitriana; Shalita Dastamuar; Ziske Maritska
Sari Pediatri Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.1.2022.36-43

Abstract

Latar belakang. Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan yang merugikan pada anak dengan angka kesakitan dan kematian yang terus meningkat. Continous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD)sebagai pilihan terapi pengganti ginjal memberikan manfaat yang lebih baik dibandingkan hemodialisis konvensional pada anak dengan penyakit ginjal terminal. Namun, efektivitas CAPD dalam jangka panjang perlu diantisipasi karena risiko komplikasi infeksi dan non-infeksi.Tujuan. Mengetahui hubungan faktor risiko dengan komplikasi CAPD pada pasien anak di Rumah Sakit Mohammad Hoesin.Metode. Studi cross-sectional ini dilakukan di RSMH. Sampel penelitian adalah pasien anak dengan CAPD pada bulan Juni (2016-2021) dengan rekam medis lengkap. Sampel penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hubungan antara faktor risiko dan komplikasi dianalisis menggunakan uji Chi-square.Hasil. Subjek berjumlah 14 orang berjenis kelamin laki-laki, usia>5 tahun, status gizi normal (42,9%), memiliki kelainan anatomi ginjal (57,1%), dan pembedahan secara laparoskopi (71,4%). Komplikasi infeksi terbanyak adalah peritonitis (50%), Komplikasi non infeksi adalah drainase yang buruk (42,9%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor risiko terhadap komplikasi pada pasien anak yang mengalami CAPD di RSMH (p > 0,05).Kesimpulan. Secara deskriptif setiap faktor berperan terhadap kejadian komplikasi. Namun, tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor risiko pada komplikasi infeksi dan non infeksi.
Risk Factors of Children with Autism Spectrum Disorder (ASD) in Palembang, Indonesia Leonardo Satria; Ziske Maritska; Nita Parisa
Scientia Psychiatrica Vol. 1 No. 4 (2020): Scientia Psychiatrica
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/scipsy.v1i4.21

Abstract

Background: Autism Spectrum Disorder (ASD) is a group of nervous system development disorders with polygenic inheritance patterns, characterized by a type of dysfunctional in social communication and limited also repetitive behaviors. Risk factors for ASD can be divided into two categories in general: genetic, and environmental factors. To date, a study about risk factors of ASD in Indonesia, let alone Palembang, is limited. Therefore, this study wished to investigate the risk factors of children with ASD in Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang. Methods: This study is an observational descriptive study. Samples were children with ASD who went to Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang. The primary data obtained from a semi-structured interview with parents/guardians of children with ASD, while secondary data obtained from their medical records. Results: The most common risk factors identified in this study are the paternal age and maternal age ≥ 30 years at the time of conception (59,8% and 40.2%), and the history of cesarean delivery (27,8%). Conclusion: This study concludes that the occurrence of ASD in Palembang is multifactorial, involving both genetic and environmental risk factors.
Use of Antipsychotic in Dementia Patients: A Desriptive Study Muhammad Hilal Atthariq Ramadhan; Bintang Arroyantri Prananjaya; Ziske Maritska
Scientia Psychiatrica Vol. 1 No. 4 (2020): Scientia Psychiatrica
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/scipsy.v1i4.22

Abstract

Introduction: Dementia is a chronic progressive syndrome in which there is a decrease in the function of cognitive abilities including memory impairment, thinking ability, orientation, understanding, calculation, language, and assessment but without impaired consciousness. Apart from cognitive impairment, dementia is often accompanied by psychological symptoms and behavioural symptoms so that antipsychotic therapy is needed to overcome this. This study aims to identify the description of the use of antipsychotics in patients with dementia at Dr Mohammad Hoesin General Hospital Palembang in the period 1 January 2014-31 December 2018. Methods: This research was a descriptive study using secondary data in the form of medical records of dementia patients receiving antipsychotic therapy at Dr Mohammad Hoesin General Hospital Palembang. Samples were taken using a total sampling method. Results: There were 29 dementia patients (38.67%) receiving antipsychotic therapy. Most of the dementia patients who received antipsychotic therapy were in the late elderly age (27.59%) and were female (55.17%). The most commonly administered antipsychotic drug is haloperidol from the dopamine receptor antagonist (60%) with the most frequent dose of 0.5 mg (34.48%). Risperidone from the serotonin-dopamine antagonist class is the second most frequently prescribed antipsychotic drug (34.28%) at a dose of 1 mg (17.28%). The mean of haloperidol was 425 days, and risperidone was 295.5 days. Conclusion: Although in theory, psychological and behavioural symptoms are often found in dementia cases, not all dementia patients in Dr Mohammad Hoesin General Hospital Palembang received antipsychotic therapy. People living with dementia who receive antipsychotic treatment get various types of drugs, dosages, and frequencies.
Efforts to Maintain the Health of Children with Special Needs (ABK) During the Pandemic through Online Education Seminars Ziske Maritska
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 2 No. 1 (2020): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.364 KB)

Abstract

Sudden changes that cover all aspects of life in a short time, such as what happened during the current COVID-19 pandemic, can pose challenges to not only the children with special needs, but also their parents / guardians. This community service activity is carried out in the form of online educational seminars on efforts to maintain the health of children with special needs during the pandemic for parents / guardians of children with special needs who attend SLB C Karya Ibu Palembang and also common populace. This activity aims to provide a better understanding to parents / guardians of children with special needs about what children with special needs may face and live with during the pandemic.
PROMOTING MENTAL HEALTH AMONG CAREGIVERS OF PEOPLE WITH MENTAL DISORDERS DURING PANDEMIC THROUGH WHATSAPP GROUP Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya; Puji Rizki Suryani; Raden Ayu Mulya Liansari; Adam Triyoga; Rizka Fathia
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 3 No. 1 (2021): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.317 KB)

Abstract

Changes in all aspects of life due to the pandemic affect all levels of society without exception, including vulnerable populations such as people with mental disorders. Sudden changes in a short time can create challenges for both the patients and the families. A better understanding of the course of their illness and what preventive and promotive efforts can be made by families/caregivers during the pandemic can help improve their quality of life. Online education for caregivers/families aims to shape a better understanding of mental health and mental disorders.
CRISPR-Cas9 Potential in Eradicating HIV Latent Reservoir as The Up-to-date Therapy For HIV-1 Jessica Putri Salim; Friska Anggraini; Safa Nabila Putri; Ziske Maritska
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 1 (2021): Vol 4, No 1, 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v4i1.92

Abstract

According to the Ministry of Health in Indonesia, in 2018, there are about 640 thousand cases of people with HIV within the death rate of 38 thousand people. This number grows annually, in fact, according to WHO, there are approximately 38 million people who are diagnosed with HIV in the world in 2019. Thus, HIV-AIDS is a dangerous health problem and needs to be taken care of as soon as possible. HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a retrovirus that got its name from the infecting immune cells in the human body. There are two types of HIV, named HIV-1 and HIV-2. Both have the same basic gene arrangement, transmission process, intracellular replication lane, and both cause AIDS. The differences between them are the HIV-1 spreads globally, while HIV-2 locally happens in West Africa. Currently, ART (Antiretroviral Therapy) is the most commonly used method of treatment for HIV-1. Treatment for HIV-1 with ART is effective in controlling HIV-1 virus replication but has not been able to completely eradicate the latent viral reservoir. In the past few years, it is known that there is a CRISPR (Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeat) method that can modify genes (DNA) in the body of an organism. However,apart from its potential in handling HIV-1, there are still obstacles in the mechanism.
Profil Hormon Penderita Disorder of Sex Development (DSD) di RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya; Nita Parisa; Rovania Yantinez Quardetta
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain berdasarkan temuan klinis, penentuan diagnosis Disorders of sex development (DSD) juga didukung oleh ragam pemeriksaan penunjang seperti analisis kromosom, radiologi, dan pemeriksaan laboratorium yang salah satunya berupa pemeriksaan kadar hormon. Pemeriksaan kadar hormon dapat memberikan gambaran fungsi gonadal dan adrenal, yang bermanfaat baik untuk penapisan dan juga penentuan diagnosis DSD. Studi yang bertujuan untuk mengidentifikasi profil hormon pasien DSD di Indonesia masih sangat minim, dan studi ini merupakan studi pertama yang meninjau profil hormon DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Studi ini merupakan studi deskriptif menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien DSD yang menjalani pemeriksaan hormon selama periode 2013-2017. Dari total 173 pasien DSD yang datang berobat ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama lima tahun terakhir, hanya 22 (12.72%) pasien yang menjalani pemeriksaan hormon. Ada 13 profil hormon yang diperiksa pada pasien DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dengan hormon testosteron (54.54%) sebagai hormon yang paling sering diperiksa. Pemeriksaan profil hormon sebagai salah satu alat bantu penapisan dan penegakkan diagnosa DSD belum menjadi salah satu pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Profil risiko sindrom metabolik pada komunitas Majelis Taklim Nurul Hikmah Palembang Nita Parisa; Masagus Irsan Saleh; Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya; Veny Larasati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V1I1.2

Abstract

The incidence of Metabolic Syndrome is 20-25% in the world and 13.13% in Indonesia. Metabolic syndrome is not a diagnosis but a collection of various symptoms that can develop into diseases or chronic conditions such as hypertension, hypercholesterolemia and diabetes mellitus (DM), which results in cardioserebrovascular disease. Metabolic Syndrome is more common in women than men. This community service is carried out at the request of the Taklim Assembly ladies Nurul Hikmah in the neighborhood of RW.15 Unsri lecturer’s residents, Bukit Lama, Ilir Barat 1 Palembang, mostly aged over 40 years. In this activity it was found that the majority of participants' awareness of the dangers of Metabolic Syndrome was still low. This is indicated by the number of participants who had excess body weight and waist circumference (44.29%), increased blood pressure (45.71%) and increased cholesterol levels (77.14%). The participants felt very helped and hoped that these community service activities or similar could be routinely carried out in the future.
Co-Authors Abdullah Sahab Achmad Zulfa Juniarto Adam Triyoga Aditya Rafrenda Agustina Septi Hijir Aisyah Izzatinisa Al Farisi Sutrisno, Muhammad Ali Rabbani, Muhammad Iqbal Alya Rahmadani Amalia Salsabilla Amirah Adillah Amirah Dhia Nabila Sinum Andhika Diaz Maulana Anggraini, Friska Anggraini, Ratna Maila Dewi Ardesy Melizah Kurniati Ardesy Melizah Kurniati Ardy Oktaviandi Ardy Santosa Ardy Santosa Arroyantri Prananjaya, Bintang Arroyantri, Bintang Arroyantri, Bintang Atikah M. Ihsan Awang Budi Saksono Ayeshah A Rosdah Azalia Talitha Zahra Azizah Hanun Yasmin Baharudin Baharudin Balqis Wulandari Basir, Salni Beauty Novianty Benny Issakh Benny Issakh Bintang Arroyantri Bintang Arroyantri P Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bunga Anggreini Sari Carissa Delania Cendy Legowo Ching Leng Kee Chris Alberto Amin Citra Wulandari Citra Wulandari Clinton F.M Sitanggang Corinna Faustina Dastamuar, Shalita Defa Pratama Diah Andini Dian Puspita Sari Dian Puspita Sari Dian Widia Lestari Didit Pramudhito Dipta Anggara Diyaz Syauki Ikhsan Diyaz Syauki Ikhsan Eka Febri Zulissetiana Eka Febri Zulissetiana Eka I Fitriana Eka I Fitriana Eka Kurniawan Perangin-Angin Ella Amalia, Ella Emelda Emelda Endah Rahmadani Endi Taris Pasaribu Endi Teris Pasaribu Ernes Putra Gunawan Fachmi Idris Fakhri Abdurrahman Fakhri Abdurrahman Febryana Ramadhani Machyar Ferdy Rahadiyan Fiona Widyasari Firmansyah Basir Fitri Az-Zahrah Fitri Mareta Elzandri Friska Anggraini Ganda Purba Tasti Grady Christian Hartati Hartati Hawari Martanusa Husada, Abdillah Ignatius Aldo Winardi Ina Rahmawati Inggarsih, Rara Irfan Ferdinand Tambunan Irga, Muhammad Irsan Saleh issakh, Benny Jayawarsa, A.A. Ketut Jessica Putri Salim Jessica William Joko Marwoto Joko Marwoto Julius Anzar Karina, Mathius Kemas Yusuf Effendi Khairunnisa, Tyas Citra Khumaisiyah Khumaisiyah Lathifah Nudhar Lawrencia Toline Layal, Kamalia Leonardo Satria Lovina Lovina Lusia Hayati Lusia` Hayati M. Khairul Kahfi Pasaribu MA Husnil Farouk Mahayu Dewi Ariani Manurung, Maya Rina Santara Masagus Irsan Saleh Hasani Mayasari Mayasari, Mayasari Mgs Irsan Saleh Mgs. A. Rifqi Murtadho Mgs. Irsan Saleh, Mgs. Irsan Mohammad Hilal Atthariq Ramadhan Mufida Muzakkie Mufida Muzakkie Muhammad Adib Dwitamma Muhammad Adib Dwitamma Putra Muhammad Barkah Muhammad Fakhri Altyan Muhammad Febriandi Djunaidi Muhammad Fikri Aulia Muhammad Hilal Atthariq Ramadhan Muhammad Irsan Saleh Muhammad J. Aldwin Muhammad Rizky Hidayatullah Muhammad Yusuf Wijahaska Muzakkie, Mufida Nabila Rizki Sakinah Najla Khairunnisa Nita Parisa Novita Angkirani Novita Sari Noviyanti Eliska, Noviyanti Nudhar, Lathifah Nur Rakhman Pratama Pasaribu, Endi Taris Pasaribu, M. Khairul Kahfi Peby Maulina Lestari, Peby Maulina Perawati Perawati Prananjaya, Bintang Arroyantri Puji Rizki Suryani Puji Rizki Suryani Puji Rizki Suryani Purnamasari, Septi Puspa Zulaika Putra, Marco Manza Quardetta, Rovania Yantinez RACHMAT HIDAYAT Rachmat Taufan Raden Ayu Mulya Liansari rahman, Khaidir Yusuf Rahmat Afif Rahmi Isman Rani Iswara Rara Inggarsih Ratna Sari Devi, Ratna Sari Ricky Fajar Adiputra Rini Nindela Rini Nindela Rini Nindela, Rini Riri Juliantika Rizka Fathia Robby Pardiansyah Rosalie Dorothea Rovania Yantinez Quardetta Rovania Yantinez Quardetta S.N.A Ratna Sari Devi S.N.A. Ratna Sari Devi Safa Nabila Putri Safa Nabila Putri Safa Putri Nabila Salim, Jesica Putri Salni Salni Salni Salni Sanely Saphira Nada Khalishah Saputra, Andre Sarah Sari H. S., Maharani Puspita Sarmoko Sarmoko Sativandi Riza Savero Evan Abisha Evan Abisha Sendy Aditya Nugraha Septi Purnamasari Setiadi Winata Shalita Dastamuar Siti Rahma Anissya Kinanti SNA Ratna Sari Devi Sri Nita Sri Nita Stevanny, Bella Sultana MH Faradz Suryani, Puji Rizki Sutandar, Vivi Hendra Syarif Husin Syarifah Aini Syarifah Aini Syarinta Adenina Syauki Ikhsan, Diyaz Syifa Syifa Alkaf Syifa Syifa Syulthoni, Zain Budi Tan Yue Ming Theofilus Aswadi Tiara Fatrin Tinton Ardiyan Tinton Ardiyan Toline, Lawrencia Tri U. Pratiwi Trijoso Permono Triwani Triwani Triwani Triwani Triwani Triwani Trizky Nataza Putra Try Merdeka Puri Tryvanie R Putra Uswati Uswati Venny Patricia Veny Larasati Victor Pulpa Seda Vienna Dwinda Putri Villicia Angellika Yulianto kusnadi Yundari, Yundari Yuni Dwi Marantika Yusuf, Khaidir Yusuf Yuwono Zabila Adwie Prilishia Zabrina Zerlinda Zen Hafy Zulkifli