p-Index From 2021 - 2026
7.176
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial ISTORIA Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Teknik Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Jurnal Pendidikan Indonesia Paramita: Historical Studies Journal Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS REKAYASA AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA REFLEKSI EDUKATIKA Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Sejarah dan Budaya Al Ishlah Jurnal Pendidikan MUDRA Jurnal Seni Budaya Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan JURNAL WALENNAE JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Diakronika Jurnal Eduscience (JES) JURNAL REKAYASA Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya Journal of Social Studies (JSS) Jurnal Wahana Pendidikan Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Chronologia Jurnal Engineering Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Social Pedagogy: Journal of Social Science Education HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN Analisis Sejarah Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri Jurnal Pendidikan Progresif Jurnal Penelitian Pendidikan Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations
Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI KEMANDIRIAN EKONOMI : PENGEMBANGAN DESA ECO-EDU-WISATA TANGKIT MELALUI PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA ALAM BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA RT. 26. DESA TANGKIT KECAMATAN SUNGAI GELAM KABUPATEN MUARO JAMBI Asra, Revis; Alfernando, Oki; Oktarise Dwina, Dila; Kumalasari, Dyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.159-164

Abstract

Pengrajin bata merupakan mata pencaharian utama Masyarakat RT 26 di Desa Tangkit, namun dengan habisnya syumber bahan baku menyebabkan peningkatan biaya produksi sehingga keuntungan yang diperoleh menurun. Hal ini menyebabkan berkurangnya pendapatan masyarakat. Oleh karena itu perlu dikembangkan alternatif penghasilan untuk meningkatkan kembali perekonomian masyarakat tersebut. Salah satu langkah yang dapat diambil yaitu melalui pengembangan desa tangkit melalui pengembangan menjadi desa Eco-Edu-Wisata Berbasis Tanaman Obat Keluarga memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang ada di desa. Melalui kegiatan ini diharapkan Desa Tangkit bisa menjadi desa percontohan yang masyarakatnya mampu mengelola desa secara mandiri teknologi dan ekonomi sehingga dapat menunjang perekonomiannya. Melalui kegiatan ini diharapkan hadir sumber perekonomian baru dari pemberdayaan desa Eco-Edu-Wisata, masyarakat yang terampil dan produktif serta mandiri secara ekonomi.
PEMBUATAN HYDRAM (HYDRAULIC RAM PUMP) BERTEKNOLOGI HYDRO POWER UNTUK MENGALIRI SAWAH TANPA LISTRIK DAN RAMAH LINGKUNGAN DI KELURAHAN PENYENGAT RENDAH Kumalasari, Dyah; Nurdin, Ade; Febriasti Bahar, Fetty; Nuklirullah, M.; Jamal, Nurman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4493-4498

Abstract

Kelurahan Penyengat Rendah memiliki Persawahan yang cukup luas, dengan adanya persawahan tersebut masyarakat setempat bekerja sebagai petani dengan menanam padi pada persawahan tersebut. Persawahan di kelurahan Penyengat Rendah termasuk perswahan yang sulit air, dimana persawahan tersebut hanya mengandalkan air dari hujan. Jika tidak ada hujan atau musim kemarau terjadi maka persawahan tidak mendapatkan air yang membuat persawahan tersebut kering dan mengakibatkan petani gagal panen. Selain persawahan yang masih tadah hujan persawahan di Kelurahan Penyengat Rendah dekat dengan sungai Batanghari yang bisa menyebabkan persawahan banjir akibat luapan air yang terjadi maka diperlukannya sistem irigasi persawahan yang bagus, sistem persawahan tersebut seperti adanya pintu air yang bertujuan untuk mengontrol banyaknya air yang diperlukan untuk area persawahan. Melihat permasalahan perairan yang masih tadah hujan di persawahan tersebut maka tim Pengabdian Prodi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi akan melakukan pengabdian masyarakat mengenai “pembuatan hydram (hydraulic ram pump) berteknologi hydro power tanpa listrik dan ramah lingkungan”. Dengan adanya pompa hydraulic ram diharapkan dapat meningkatkan produktivitas persawahan disana karena masyarakat dapat menanam dan melakukan panen lebih dari satu kali setiap tahunnya karena tidak hanya mengandalkan hujan atau persawahan tadah hujan tersebut sudah mendapatkan perairan melalui pompa hydraulicram. Pompa hydraulic ram saat ini menghasilkan 0,2 liter/detik. Untuk membuang air di sawah dengan hidup 24 jam dalam waktu 2 hari air dalam petak sawah sudah berkurang, sehingga petani dapat lebih awal menanam padi
Multicultural History Education and Character Formation: A Case Study at SMAN 1 Prambanan Alfatikha Ainia Prihadi; Dyah Kumalasari; Amirul Syafiq; Fathurrahman Fathurrahman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8232

Abstract

Indonesia’s cultural plurality presents ongoing challenges related to intolerance and disintegration. Schools must adopt multicultural educational strategies to cultivate character and harmony among students from diverse backgrounds. This study explores how multicultural-based history education supports character formation at SMAN 1 Prambanan. A qualitative case study approach was employed over three months (February–April 2024). Data were collected through observation, interviews, and document analysis. Participants included two history teachers and six students of varied religious and ethnic backgrounds, selected via purposive sampling. Triangulation ensured data credibility. The study found that the integration of multicultural values in history learning—through material selection, inclusive group assignments, and participatory discussions—fostered six core character traits: reverence for God, global diversity, cooperation, critical thinking, patriotism, and compassion. Teachers facilitated inclusive classroom dynamics and encouraged critical engagement with historical narratives. Students displayed tolerance and active participation across religious and ethnic differences. However, challenges included outdated teaching methods, limited instructional resources, and insufficient multicultural training for teachers. Multicultural history education can serve as an effective platform for character building in pluralistic settings. Teachers’ roles in modeling inclusive behavior and designing context-sensitive learning activities are pivotal. Institutional support for teacher training and digital resource integration is necessary to enhance implementation. Multicultural values embedded in history education at SMAN 1 Prambanan promote character formation and intergroup tolerance. This model has potential for broader application in similar educational contexts.
Leveraging Local Historical Heritage to Strengthen Students' National Insight and Nationalism Aulia Mutiara Putri; Dyah Kumalasari; Dimas Aditia
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.6599

Abstract

This study investigates how local cultural heritage sites in Metro City—specifically the Dokterswoning House and Santa Maria Hospital—contribute to fostering national insight and strengthening nationalism. As historical assets, these sites hold educational value and play a crucial role in shaping national identity and public appreciation for historical and cultural values.A qualitative research approach was employed, using in-depth interviews to gather insights from local residents, site managers, and historians. The study aimed to explore community perceptions and experiences regarding the educational and nationalistic potential of these heritage sites. Data were analyzed through qualitative descriptive methods to examine the link between heritage use and national awareness.Findings indicate that the Dokterswoning House and Santa Maria Hospital serve as effective mediums for historical education, promoting national values through organized educational programs, heritage tourism, and active community participation. These initiatives have enhanced public awareness of national identity and deepened emotional ties to the nation.The integration of local heritage into community life not only preserves cultural memory but also cultivates patriotism and civic responsibility. Familiarity with historical narratives associated with these sites was found to significantly influence individuals’ sense of national belonging.This research highlights the strategic role of cultural heritage in advancing national insight at the local level. It advocates for sustained heritage management and educational programming as essential tools for nation-building and identity formation.
Integrating Mrs. Ruswo's Leadership Values into History Learning through a Contextual Approach Nurul Ismi Lestari; Dyah Kumalasari; Arfaton Arfaton; Mhd Asrian Syah; Muhamad Abdu
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.6493

Abstract

This study explores the leadership values of Mrs. Ruswo, a key figure in the March 1, 1949, General Offensive during Indonesia’s struggle for independence. It aims to examine how her leadership can be integrated into contextual history learning to support character education, particularly in developing students’ leadership qualities. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, data were gathered through literature review, semi-structured interviews with historians and educators, and field observations at relevant historical sites. The study focused on extracting leadership traits exemplified by Mrs. Ruswo and their pedagogical applications in secondary education. Findings reveal that Mrs. Ruswo demonstrated exceptional leadership through community mobilization, logistical support, and women's empowerment during the independence struggle. Her core leadership values include courage, social care, perseverance, vision, and empowerment. These values are aligned with the goals of character education and can serve as practical models in history teaching. Integrating Mrs. Ruswo’s leadership into history education through a contextual approach—such as reflective discussions, leadership projects, and field-based learning—enables students to relate historical content to real-life leadership challenges. This method fosters deeper engagement, critical thinking, and personal development. Educational implications highlight that incorporating local female figures like Mrs. Ruswo in curriculum design not only enriches historical understanding but also promotes inclusive and value-based education.
Intercultural Sensitivity Perceptions among Graduate Students in Indonesia and Malaysia Trisnawati, Diana; Kamarudina, Azni Yati; Zakariaa, Abd Razak; Kumalasari, Dyah
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.21151

Abstract

The aim of this study was to measure the level of intercultural sensitivity (IS) exhibited by graduate students, explore their perceptions of IS, and analyze the strategies employed by graduate students to enhance their IS. The mixed methodologies employed to address the objectives of the study. The Intercultural Sensitivity Scale (ISS) developed by Chen and Starosta (2000) and two reflective items were included in the online questionnaire. The findings revealed there is no significant different level of IS among graduate students in Indonesia and Malaysia. The participants suggested various aspects of IS perceptions were proposed, encompassing the Perspective of Life: Acceptance, appreciation, and comprehension of cultural differences; Respect for multiple cultures; and Proficient guidance on encounters with different cultures. Multicultural educational environments within universities have the capacity to implement various strategies aimed at fostering IS among graduate students. These strategies include participation in multicultural classrooms, engagement in students' activities, cultivation of students' self-awareness, enhancement of communication skills, and provision of support services by the university
PERENCANAAN ANGGARAN MITIGATIF SEBAGAI PILAR PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TANGGAP BANJIR : INOVASI KOLABORATIF DENGAN DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN MUARO JAMBI Kumalasari, Dyah; Nurdin, Ade; Nurul Kusuma Whardani, Putri; Astasya, Nita; Mikhail, Reguel
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Kabupaten Muaro Jambi memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir musiman, dengan lebih dari 15 desa terdampak setiap tahun. Data BPBD 2023 menunjukkan lebih dari 2.500 rumah tergenang air hingga ketingguian 100 cm, yang menyebabkan kerugian material dan nonmaterial, terganggunya aktivitas sosial-ekonomi, serta meningkatnya risiko kesehatan. Faktor-faktor ini diperburuk oleh alih fungsi lahan yang mengurangi daya serap air dan infrastruktur publik yang kurang adaptif terhadap banjir. Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan ruang komunal multifungsi di Dusun Tuo, Desa Pematang Jering, Kecamatan Jaluko. Ruang komunal ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas publik sehari-hari, tetapi juga sebagai ruang evakuasi darurat selama bencana, dirancang untuk menghadapi dinamika banjir. Penyusunan RAB melibatkan partisipasi masyarakat dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM), untuk memastikan akuntabilitas dan relevansi terhadap kebutuhan lokal. RAB yang disusun mencakup perencanaan desain, material, dan pelaksanaan pembangunan secara sistematis dan efisien. Melalui program ini, diharapkan ruang komunal multifungsi dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan masyarakat, mengurangi dampak bencana, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, program ini memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan infrastruktur yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Muaro Jambi
INTEGRASI KETERAMPILAN BERPIKIR SEJARAH DALAM KURIKULUM MERDEKA: ANALISIS KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTASI DI SEKOLAH DASAR Syah, Mhd Asrian; Kumalasari, Dyah; Devi, Nur Amelia; Lestari, Nurul Ismi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.js.2026.v16.i1.p31-41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi keterampilan berpikir sejarah dalam Kurikulum Merdeka serta implementasinya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap dokumen Capaian Pembelajaran (CP) IPAS Fase B dan C serta wawancara mendalam dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur berpikir sejarah telah tercermin secara konseptual dalam CP melalui elemen kemampuan memahami perubahan dan keberlanjutan, kronologi peristiwa, serta nilai-nilai sosial dari pengalaman masa lalu. Namun, implementasinya di tingkat kelas masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara sistematis dalam seluruh komponen pembelajaran. Modul ajar, buku teks, dan LKPD cenderung menekankan hafalan fakta dibandingkan penalaran historis, sementara strategi berbasis proyek lokal dan wawancara keluarga menunjukkan potensi besar dalam menumbuhkan kesadaran temporal dan empati historis. Hambatan utama terletak pada keterbatasan pemahaman guru, kesiapan pedagogis, dan minimnya media pembelajaran kontekstual. Meskipun demikian, Kurikulum Merdeka menyediakan peluang strategis melalui fleksibilitas kurikulum, ruang Projek Profil Pelajar Pancasila, serta kekayaan sejarah lokal untuk menguatkan keterampilan berpikir sejarah sejak dini.
Co-Authors Abdullah, Rabaah Abiyoga, Nurza Purwa Ade Nurdin Ajat Sudrajat Ajat Sudrajat Alfatikha Ainia Prihadi Alfernando, Oki Aman Aman Amirul Syafiq Aprianto, Rivaldy Arfaton Arfaton Arfaton, Arfaton Arifiyanti, Fitria Arrazaq, Naufal Raffi Astana, Cornelius Bayu Astasya, Nita Aulia Mutiara Putri Bahar, Fetty Febriasti Cahya, Dewi Dadan Rosana Danu Eko Agustinova * Devi, Nur Amelia Dila Oktarise Dwina Dimas Aditia Dimas Aldi Pangestu Dwi Gesti Jayanti Dwina, Dila Oktarise Fadli, Muhammad Rijal Fahri, Ardian Fathurrahman Fathurrahman Fetty Febriasti Bahar Fevriasti Bahar, Fetty Galih Prabasari, Ira Galih, Ira Grendi Hendrastomo Gunartati, Gunartati Hafida Galuh Aurisa Hafizatul Anisa Hamdani, Reza Renggana Hapsari, Nendri Hariestya Viareco Haris Firmansyah Harmes, Harmes Hutagalung, Winny Laura Christina Ilman, Dzulfanur Irawan, Ria Isham, Najuan Ita Mutiara Dewi Jamal, Nurman Kamarudina, Azni Yati Kinanti, Ajeng Diah Kristoforus Bagas Romualdi Laura Christina Hutagalung, Winny Lestari, Nurul Ismi Maulana, Wildhan Ichzha Metrahultikultura Metrahultikultura Mhd Asrian Syah Miftahuddin Miftahuddin Mikhail, Reguel Mohammad Rikaz Prabowo Muhamad Abdu Musa, La Nazarudin Nuklirullah, M. Nur Hasanah Nurul Ismi Lestari Nurul Kusuma Whardani, Putri Okhaifi Prasetyo Oktarise Dwina, Dila Permata, Niken Pusparani Permatasari, Wahyu Ida Pertiwi, Nurul Reza Prabasari, Ira Prabasari, Ira Galih Prayoga, Septian Yudi Purba Abiyoga, Nurza Putri, Niken Tasya Clara Rahmat Sudrajat, Rahmat Revis Asra Rinaldi Rinaldi Rivaldy Aprianto Rodhiyah, Zuli Sandy Maulana Yusuf Yusuf Saputro, Eko Prasetyo Nugroho Setiawan, Johan Sinaga, Haposan Siti Irene Astuti D Suciati, Rahmadiah Suhadi Purwantara Supardi Supardi Suranto Syafiq, Amirul Syah, Mhd Asrian trisnawati, diana Viareco, Hariestya Wahyu Ida Permatasari Wijayanti, Finna Wilis, Roro Wulandari, Ana Yafi, Reyhan Ainun Yoga Ardy Wibowo Zakariaa, Abd Razak Zulkarnain Zulkarnain