p-Index From 2021 - 2026
7.176
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial ISTORIA Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Teknik Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Jurnal Pendidikan Indonesia Paramita: Historical Studies Journal Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS REKAYASA AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA REFLEKSI EDUKATIKA Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Sejarah dan Budaya Al Ishlah Jurnal Pendidikan MUDRA Jurnal Seni Budaya Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan JURNAL WALENNAE JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Diakronika Jurnal Eduscience (JES) JURNAL REKAYASA Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya Journal of Social Studies (JSS) Jurnal Wahana Pendidikan Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Chronologia Jurnal Engineering Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Social Pedagogy: Journal of Social Science Education HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN Analisis Sejarah Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri Jurnal Pendidikan Progresif Jurnal Penelitian Pendidikan Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Tradisi Peusijuek Sebagai Pembelajaran Sejarah Berbasis Kearifan Lokal: Indonesia Okhaifi Prasetyo; Dyah Kumalasari
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 3 (2021): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i3.1387

Abstract

Pembelajaran sejarah mengintegrasikan beberapa unsur nyata yang terdapat di lingkungan untuk mencapai sebuah tujuan. Unsur tersebut bisa didapatkan melalui sebuah kearifan lokal yang ada pada masyarakat. Tujuan penulisan ini yaitu mengetahui nilai-nilai yang ada dalam Tradisi Peusijuek sebagai pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal. Menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan teknik pengumpulan data kepustakaan, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa Kearifan lokal merupakan gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakat. Hal ini selaras dengan masyarakat Aceh yang percaya, bahwa tradisi Peusijuek merupakan hasil kearifan lokal yang diajarkan nenek moyang mengenai budaya dan agama yang harus dijalankan secara berdampingan dengan segala kebaikan yang ada di dalamnya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai yang muncul pada tradisi Peusijeuk sebagai pembelajaran sejarah yaitu meliputi nilai toleransi, nilai religius, nilai sosial dan nilai kerjasama.
PENGARUH KETELADANAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER: TINJAUAN PERSPEKTIF PESERTA DIDIK Kristoforus Bagas Romualdi; Dyah Kumalasari
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 5, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v5i2.9151

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pengaruh keteladanan guru terhadap upaya implementasi penanaman pendidikan karakter ditinjau dari perspektif peserta didik. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah studi literatur dan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dan mengolah sumber bacaan seperti buku dan refrensi lain yang terkait dengan topik penelitian. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan empat peserta didik dari gender, sekolah, dan daerah yang berbeda. Setelah melakukan penelitian, peneliti menemukan bahwa keteladanan yang diperlihatkan oleh guru memberi persepsi dan pengaruh terhadap cara berpikir dan perilaku peserta didik. Penanaman pendidikan karakter tidak cukup jika hanya sebatas retorika dari guru karena peserta didik juga mengharapkan adanya sinkronisasi antara perkataan dan tindakan guru itu sendiri untuk memberi inspirasi keteladanan. Empat narasumber juga mengaku bahwa ada cara berpikir dan perilaku dalam dirinya yang terpengaruh dari keteladanan guru.Abstract:  This study aims to obtain information about the influence of teacher model on efforts to implement character education in the perspective of students. A literature review and descriptive research are the research methods used by the researcher. Collecting and analyzing reading sources such as books and other references relating to the research topic are used as data gathering approaches. In addition, the researcher conducted interviews with four students of various genders, schools, and geographical locations. After performing the investigation, the researcher discovered that the teacher's model had an impact on the students' way of thinking and behavior. Character education is insufficient if it is restricted to rhetoric from the teacher, because students need the teacher's words and deeds to be in sync in order to encourage exemplary behavior. Four interviewees also admitted that there are ways of thinking and behavior in them that are influenced by the teacher's model.
Online learning implementation in the faculty of social sciences during the covid-19 pandemic Dyah Kumalasari; Suhadi Purwantara; Suranto Aw; Supardi Supardi; Grendi Hendrastomo
Journal of Social Studies (JSS) Vol 18, No 2 (2022): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v18i2.46870

Abstract

The COVID-19 pandemic has revolutionized the field of education. Online learning is the right solution to replace in-person learning. Improvement and development of the online learning process are really needed to provide a meaningful learning experience for students. This study aimed to examine the implementation of online learning in the Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta/FIS UNY during the pandemic. The quantitative observational approach with a cross-sectional survey was employed with the qualitative method done in group discussions. The respondents were selected using proportional stratified random sampling on all study programs in FIS UNY. Data were collected through an online survey and limited interviews to investigate students’ and lecturers’ experiences of online learning more deeply. In FIS UNY, online learning was mostly conducted through online synchronous learning. Besides, online learning was done using a learning management system developed by the university (BeSmart). There were several factors that influenced the practice of online learning at the faculty, namely the availability of learning devices, speed and stability of internet connection, and conducive learning environment. As many as 25.6% of students had issues related to learning devices. Then, 66.9% of the students stated that they did not have a stable internet connection which caused problems during the learning process. At last, 62.79% of the students admitted that it was difficult to focus on the learning process because their learning environment was not conducive. Besides IT skills, students’ independence and learning motivation were the internal factors influencing the online learning process. Another issue related to online learning was the lack of responses and feedback from the lecturers on the activities done by the students.  
Perjuangan KH. Ghalib dalam Penerapan Pendidikan Karakter di Pringsewu, Lampung Dwi Gesti Jayanti; Dyah Kumalasari; Suranto Suranto
CHRONOLOGIA Vol 4 No 1 (2022): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v4i1.9017

Abstract

Indonesia's struggle against the colonial powers, namely Japan and the Netherlands, began in the period between 1945 and 1949. In this case, the previous fighters fought for all their souls and bodies to seize and defend the Unitary State of the Republic of Indonesia from the shackles of the colonial invaders. Not only that, the economic, social, and psychological conditions were felt by the community and had a very large impact due to colonialism. The call of his conscience does not make him waver, the spirit does not waver, even though life is a bet between life and death at the last drop of blood. The generation of young people, especially students or students, is expected to be able to regenerate the values "‹"‹of the struggle of a figure who has fought for Indonesian independence, one of which is the struggle of a KH figure. Ghalib in Pringsewu, Lampung Province. The research aims to identify specifically the Struggle of KH. Ghalib in the Application of Character Education in Pringsewu Lampung. This study uses a qualitative descriptive research method, with a biographical approach. The struggle of KH. Ghalib is one of the fighters from Pringsewu Lampung, along with other fighters fighting in the way of Allah, with Laskar Hezbollah, Sabillah, and Garuda Hitam fighters for the benefit of the people, defending the truth, and seizing independence from the Dutch colonialists. The exemplary values "‹"‹of struggle from the figure of KH. Ghalib can be a role model for the younger generation, especially for students or students. The values "‹"‹of the struggle of KH. Ghalib can be implemented in the application of character education in Pringsewu Lampung, one of which is always doing good, respecting the sick, maintaining inter-religious harmony, and being responsible for the interests of the people.
INTEGRATING MODELS CHARACTER EDUCATION IN HISTORY LEARNING Dyah Kumalasari
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.54755

Abstract

This article is the result of the 3rd year research. The research was designed into two phases (three years). The first stage has obtained results in the form of identification of the method of learning History in high schools in Yogyakarta, as well as whether or not character education has been integrated into the learning process. Based on this identification, a model of integrating character education into history learning in high school was found and a limited trial was carried out at MAN 1 Yogyakarta. In the second year, the developed model was implemented in three selected schools, namely SMAN 9 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, and SMAN 6 Yogyakarta. In the third year, the dissemination of research results was carried out through training and mentoring activities for history teachers who are members of the DIY Province history MGMP.The dissemination of the research results was carried out in several activities, namely: (1) inviting 100 history teachers who are members of the DIY provincial history MGMP; (2) participated as a co-speaker in an international seminar at the University of Indonesia with the theme "interpreting of Indonesian Independence admist Global Changes in Historical Perspective". Based on the results of the socialization that had been carried out, input was obtained that in general the model was very well received by history teachers. In addition to receiving training, teachers also receive learning videos and guidebooks for implementing learning models in schools. Some things that can be noted during socialization activities are: (1) the role playing model for the material about the events surrounding the proclamation of independence was considered by the teacher to be very appropriate and applicable in the learning process in order to explore the positive characters of each character played; (2) the students who happened to be assigned to play the characters looked excited and enthusiastic, even at SMAN 9 the characters Sukarno, Wikana, and Sukarni seemed to really live their roles; (3) students who just watched, looked enthusiastic to follow until the end of the round and showed interested and not bored faces because the performance time was not long, only about 30-45 minutes, their enthusiasm was also shown when without being coordinated they stood up and enthusiastically sang Indonesia Raya anthem together during the flag-raising scene; (4) the success or failure of this role playing model is applied in the learning process very much depends on the role of the teacher. Teachers who direct and motivate optimally from the start will be followed by student enthusiasm. The success of this model is also determined by the way the teacher reflects on every event that has been played by his students.
SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL TAHUN 1950-1959 Johan Setiawan; Wahyu Ida Permatasari; Dyah Kumalasari
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.393 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1250

Abstract

This study aims to find out how the basic foundation of the Indonesian state administration system, the completeness of state tools and the cabinets that ruled during the liberal democracy of 1950-1959. This study uses historical method with the following steps: (1) heuristics, (2) source critic, (3) interpretation, (4) historiography. The results of the research are: (1) The basic foundation used in liberal democracy is UUDS 1950, (2) State apparatus according to UUDS 1950 namely President and Vice President, Ministers, House of Representatives, Supreme Court and Supervisory Board, (3) Cabinet governing the period of liberal democracy in Indonesian 1950-1959 is Natsir Cabinet, Sukiman Cabinet, Wilopo Cabinet, Ali Satromidjojo I Cabinet, Burharuddin Harahap Cabinet, Ali Satromidjojo II Cabinet and Djuanda Cabinet. Keywords: indonesian state administration system, liberal democracy, 1950-1959.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana landasan dasar sistem ketatanegaraan Indonesia, kelengkapan alat-alat negara dan kabinet-kabinet yang memerintah pada masa demokrasi liberal tahun 1950-1959. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah sebagai berikut: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Landasan dasar yang digunakan dalam demokrasi liberal yaitu UUDS 1950,(2) Alat-alat kelengkapan negara menurut UUDS 1950 yaitu Presiden dan Wakil Presiden, menteri-menteri, Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung dan Dewan Pengawas Keuangan, (3) Kabinet yang memerintah masa demokrasi liberal di Indonesia 1950-1959 yaitu Kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali Satromidjojo I, Kabinet Burharuddin Harahap, Kabinet Ali Satromidjojo II dan Kabinet DjuandaKata kunci: sistem ketatanegaraan indonesia, demokrasi liberal, 1950-1959.
Penguatan Pendidikan Karakter Religius Melalui Program Sertifikasi Keagamaan Bagi Peserta Didik di MAN 1 Boyolali Metrahultikultura Metrahultikultura; Dyah Kumalasari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i1.4436

Abstract

Penanaman karakter religius bagi peserta didik merupakan bagian penting yang harus ditanamkan sejak dini kepada mereka di sekolah. Terdapat berbagai program yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah dalam menunjang penguatan karakter religius bagi peserta didik, satu diantaranya melalui program sertifikasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara narasi yang dilakukan MAN 1 Boyolali dalam menanamkan karakter religius dan penguatan teknik karakter religius melalui  program sertifikasi  keagamaan bagi peserta didik MAN 1 Boyolali. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Sertifikasi Keagamaan Peserta didik di MAN 1 Boyolali melalui tiga tahapan, yang pertama Matrikulasi atau pemberian materi oleh para Guru Penguji kepada para peserta didik, yang kedua yaitu Pelaksanaan Ujian Sertifikasi oleh para peserta didik kepada masing-masing Guru Penguji tiap bidang, dan yang ketiga ialah pemberian sertifikat. adanya sertifikasi keagamaan ini menambah kuatnya karakter religius pada Peserta didik MAN 1 Boyolali yang tercermin dari perilaku, sikap kebiasaan kegiatan mereka yang syarat akan kompetensi keagamaan.
Karakteristik Fisiko-Kimia dan Organoleptik Donat Tinggi Serat Tersubstitusi Tepung Kelapa (Cocos Nucifera L.) dengan Pemanis Daun Stevia (Stevia rebaudiana) Ika Dyah Kumalasari; Hafida Galuh Aurisa
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 1 Maret 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.238 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v7i1.15388

Abstract

Tepung kelapa memiliki kadar serat yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk pangan, terutama untuk konsumen yang berisiko tinggi terhadap obesitas, kardiovaskuler dan diabetes. Daun stevia merupakan pemanis alami yang memiliki 0 kalori sehingga aman bagi penderita diabetes dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan formulasi donat tersubstitusi tepung kelapa dengan penambahan daun stevia terhadap karakteristik sifat fisiko-kimia, dan sifat organoleptik. Rancangan yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbedaan persentase tepung kelapa dan tepung terigu yaitu A1 (100%: 0%), A2 (80%: 20%), A3 (70%: 30%), A4 (60%: 40%), A5 (50%: 50%) dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi karakteristik fisik warna, karakteristik kimia kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, kadar gula total, kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak dan uji organoleptik tekstur, aroma, rasa dan warna. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beda nyata dengan nilai kadar air terendah 11.88%  (A5), kadar abu tertinggi 0.70% (A5), kadar protein tertinggi 8.74% (A5), kadar lemak tertinggi 28.61% (A5), kadar karbohidrat tertinggi 57.93% (A1), kadar serat kasar tertinggi 12.33% (A5), lightness terendah 17.77 (A5), redness terendah -10.08 (A1), yellowness terendah 0.20 (A5), kadar gula total terendah 8.60 (A5), kalori tertinggi 517.9 pada A5. Semakin tinggi formulasi tepung kelapa berpengaruh pada peningkatan kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, kadar kalori dan aroma donat. Penerimaan donut dengan subtitusi tepung kelapa yang penerimaan mendekati cookies komersial adalah substitusi 20% tepung kelapa.
Pengaruh Tokoh Pahlawan Nasional Dalam Pembelajaran Sejarah Terhadap Pembentukan Pendidikan Karakter Anak Rivaldy Aprianto; Dyah Kumalasari
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 4 No 2 (2023): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v4i2.7716

Abstract

Penelitian ini berfokus terhadap pembentukan karakter pada peserta didik melalui pembelajaran dengan memperkenalkan tokoh-tokoh nasional sebagai penunjang untuk anak-anak meneladani perilaku tokoh pahlawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan karakter pada anak melalui pembelajaran sejarah yang telah diterapkan pada proses pelaksanaan. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif studi pustaka dengan cara pengumpulan data melalui pemahaman dari teori-teori dari berbagai literature. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter merupakan faktor pelopor utama dalam pengembangan moral manusia. Kehadiran pendidikan karakter telah menjadi wajah baru berdasarkan nilai-nilai yang terkandung, yang mempunyai pengaruh besar dalam tatanan kehidupan sehari-hari. Pembentukan pendidikan karakter telah berkembang sejak lama di Indonesia, terutama diperkenalkan oleh Ki Hajar Dewantara melalui Taman Siswa. Proses pendidikan karakter pribadi meliputi pengenalan etika berupa nilai-nilai moral luhur yang kemudian dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi pendidikan karakter yang dilakukan pemerintah Indonesia telah diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran di pendidikan Indonesia. Pendidikan karakter kolaboratif melalui pembelajaran sejarah merupakan salah satu proses pembentukan karakter. Hal ini mengarah pada pengaruh pahlawan nasional dengan memberikan kontribusi berupa nilai-nilai karakter yang dapat diterapkan dalam praktik khususnya pada anak-anak agar terhindar dari perilaku yang menyimpang dari standar yang berlaku saat ini.
Analisis Muatan Karakter Kewarganegaraan Dalam Sejarah Pergerakan Nasional Siti Walidah Wijayanti, Finna; Maulana, Wildhan Ichzha; Astana, Cornelius Bayu; Syafiq, Amirul; Kumalasari, Dyah
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 9, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v9.n1.2024.pp43-53

Abstract

Tujuan penelitian adalah menyajikan analisis muatan nilai karakter kewarganegaraan dalam sejarah pergerakan Siti Walidah dan potensi integrasinya dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini termasuk dalam kajian kualitatif yang menggunakan model studi pustaka untuk mengidentifikasi maupun menganalisis data-data terkait nilai karakter kewarganegaraan dalam sejarah pergerakan Siti Walidah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dalam sejarah pergerakan Siti Walidah terindentifikasi dua ranah karakter kewarganegaraan, yakni karakter privat meliputi (bertanggung jawab moral, disiplin, dan menghargai harkat dan martabat manusia) serta karakter publik meliputi (kepedulian, berkompromi, kesopanan, dan berfikir kritis) yang seluruhnya relevan dengan kondisi saat ini dan dapat dijadikan sumber pembelajaran karakter kewarganegaraan bagi generasi muda. (2) Dalam rangka memperkuat pemahaman serta aktualisasi karakter kewarganegaraan pada generasi muda, maka salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah melalui aktivitas pembelajaran di sekolah formal. Potensi sejarah pergerakan Siti Walidah ini dapat diintegrasikan ke dalam capaian pembelajaran (CP) Fase F dalam Kurikulum Merdeka materi sejarah pergerakan Indonesia kelas XI SMA sebagai alternatif sumber pembelajaran karakter kewarganegaraan.
Co-Authors Abdullah, Rabaah Abiyoga, Nurza Purwa Ade Nurdin Ajat Sudrajat Ajat Sudrajat Alfatikha Ainia Prihadi Alfernando, Oki Aman Aman Amirul Syafiq Aprianto, Rivaldy Arfaton Arfaton Arfaton, Arfaton Arifiyanti, Fitria Arrazaq, Naufal Raffi Astana, Cornelius Bayu Astasya, Nita Aulia Mutiara Putri Bahar, Fetty Febriasti Cahya, Dewi Dadan Rosana Danu Eko Agustinova * Devi, Nur Amelia Dila Oktarise Dwina Dimas Aditia Dimas Aldi Pangestu Dwi Gesti Jayanti Dwina, Dila Oktarise Fadli, Muhammad Rijal Fahri, Ardian Fathurrahman Fathurrahman Fetty Febriasti Bahar Fevriasti Bahar, Fetty Galih Prabasari, Ira Galih, Ira Grendi Hendrastomo Gunartati, Gunartati Hafida Galuh Aurisa Hafizatul Anisa Hamdani, Reza Renggana Hapsari, Nendri Hariestya Viareco Haris Firmansyah Harmes, Harmes Hutagalung, Winny Laura Christina Ilman, Dzulfanur Irawan, Ria Isham, Najuan Ita Mutiara Dewi Jamal, Nurman Kamarudina, Azni Yati Kinanti, Ajeng Diah Kristoforus Bagas Romualdi Laura Christina Hutagalung, Winny Lestari, Nurul Ismi Maulana, Wildhan Ichzha Metrahultikultura Metrahultikultura Mhd Asrian Syah Miftahuddin Miftahuddin Mikhail, Reguel Mohammad Rikaz Prabowo Muhamad Abdu Musa, La Nazarudin Nuklirullah, M. Nur Hasanah Nurul Ismi Lestari Nurul Kusuma Whardani, Putri Okhaifi Prasetyo Oktarise Dwina, Dila Permata, Niken Pusparani Permatasari, Wahyu Ida Pertiwi, Nurul Reza Prabasari, Ira Prabasari, Ira Galih Prayoga, Septian Yudi Purba Abiyoga, Nurza Putri, Niken Tasya Clara Rahmat Sudrajat, Rahmat Revis Asra Rinaldi Rinaldi Rivaldy Aprianto Rodhiyah, Zuli Sandy Maulana Yusuf Yusuf Saputro, Eko Prasetyo Nugroho Setiawan, Johan Sinaga, Haposan Siti Irene Astuti D Suciati, Rahmadiah Suhadi Purwantara Supardi Supardi Suranto Syafiq, Amirul Syah, Mhd Asrian trisnawati, diana Viareco, Hariestya Wahyu Ida Permatasari Wijayanti, Finna Wilis, Roro Wulandari, Ana Yafi, Reyhan Ainun Yoga Ardy Wibowo Zakariaa, Abd Razak Zulkarnain Zulkarnain