Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : EJIP BIOL

Daya Hambat Ekstrak Daun Tembelek (Lantana camara L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli. Lestari, Ayu -; Jamhari, Mohammad -; Kundera, I Nengah
e-JIP BIOL Vol 1, No 1 (2013): e-Jipbiol Jurnal elektronik Prodi Biologi
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.043 KB)

Abstract

Abstract Escherichia coli is a species of pathogen bacteria in human body. Lantana camara L. is a plant which used emprically to cure swelling and diarrhoea. The research on the inhibition of extracts of leaf of Lantana camara L was conducted to determine the effect of the inhibition of leaf extract of Lantana camara L on the growth of Escherichia coli and to determine the concentration of leaf extract of Lantana Camara L which has the best inhibitory effects on the growth of Escherichia coli bacteria. And as a contribution to the world of education, research results made ​​in the medium of learning in the form of posters. The method used is disk difussion method, thinning method and calculation of colony. This research used Completely Randomized Design (CRD) followed by smallest reality difference. The results showed that the leaf extract of Lantana camara L has inhibitory effects on the growth of Escherichia coli bacteria. Inhibition zone formed at a concentration of 50% which is 17.635 mm, a concentration of 25% inhibition zone is 21.732 mm, inhibition zone concentration of 12.5% which is 24.294 mm and 6.25% concentration of inhibition zone is 28.401 mm. Best concentration of leaf extract of Lantana camara L which can inhibit the growth of bacteria Escherichia coli is 50%. F value is calculated on the bacteria Escherichia coli is 757, 817, the value of F table at the level of 5% is 3.06 and at the level of 1% is 4.89. Thus, hypothesis of research of Lantana camara L leaf extract had no inhibitory effects on the growth of Escherichia coli was rejected and research hypothesis Lantana camara L leaf extract has inhibitory effects on the growth of Escherichia coli bacteria is received. Key words: Inhibition, ekstract, Lantana camara L., Escherichia coli. Abstrak Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang bersifat patogen pada tubuh manusia. Lantana camara L. merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris digunakan untuk mengobati penyakit kulit dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun Lantana camara L. terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun Lantana camara L. yang memiliki daya hambat terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian dibuat dalam suatu media pembelajaran dalam bentuk poster sebagai sumbangsih pada dunia pendidikan. Penelitian menggunakan teknik sumur, teknik pengenceran dan teknik perhitungan koloni. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun Lantana camara L. memilki daya hambat pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi 6,25% yaitu 17,635 mm, zona hambat konsentrasi 12,5% yaitu 21,732 mm, zona hambat konsentrasi 25% yaitu 24,294 dan zona hambat konsentrasi 50% yaitu 28,401 mm. Konsentrasi terbaik ekstrak daun lantana camara L. yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yaitu 50%. Hasil analisis statistik diperoleh bahwa nilai F hating pada bakteri Eschercia coli adalah 757, 817, nilai F tabel pada taraf 5% yaitu: 3,06 dengan demikian hipotesis penelitian H1 diterima. Kata Kunci: Daya hambat, ekstrak, Lantana camara L., Escherichia coli.
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutescen L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium Acnes dan Implementasinya Sebagai Media Pembelajaran Rodiah, Rodiah Rodiah; Kundera, I Nengah; Shamdaz, Gamar Binti Non
e-JIP BIOL Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.463 KB)

Abstract

Propionibacterium acnes termasuk bakteri flora normal  pada  kulit. Bakteri ini berperan dalam  pembentukan acne, dengan  menghasilkan  lipase  yang  memecah  asam  lemak  bebas  dari lipid  kulit  sehingga  menyebabkan  peradangan (jerawat). Daun cabai rawit memiliki zat antimikroba yang mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya terpenoid dan saponin. Daun cabai rawit telah terbukti melalui hasil-hasil penelitian sebelumnya efektif sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas ekstrak daun cabai rawit dalam menghambat dan membunuh bakteri Propionibacterium acnes dan menentukan konsentrasi efektif dari ekstrak daun cabai rawit yang dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen laboratorium dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (100%, 75%, 50%, 25% dan 0%) dan 4 kali ulangan. Teknik yang digunakan adalah teknik sumur, teknik pengenceran dan teknik perhitungan koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescen L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 75% dan 50%, sedangkan membunuh pada konsentrasi 100%. Ekstrak daun cabai rawit efektif menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 50% dan merupakan MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Ekstrak daun cabai rawit efektif membunuh bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 100%  dan merupakan MBC (Minimum Bakterisidal Concentration). Hasil penelitian dijadikan suatu media pembelajaran dalam bentuk poster.  Kata Kunci: Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.); Propionibacterium acnes; Media Pembelajaran
Daya Hambat Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Rizkiayanti, Rizkiayanti; Kundera, Nengah; Shamdas, Gamar
e-JIP BIOL Vol 4, No 2 (2016): e-jipbiol Jurnal online Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCandida albicans adalah spesies cendawan (Jamur) patogen dari golongan Deuteromycota. Spesies cendawan ini merupakan penyebab infeksi oportunistik yang disebut kandidiasis pada kulit, mukosa, dan organ dalam manusia. Penelitian ini bertujuan menentukan kemampuan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan memperoleh data tentang ekstrak daun Averrhoa bilimbi L.dengan konsentrasi terbaik dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (100%,75%, 50%, 25% dan 0%)  dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian pada teknik sumur diperoleh diameter hambat berturut-turut dari konsentrasi 0% sampai 100% yaitu, 8 mm, 11,575 mm, 12,8375 mm, 14,35 mm dan 17,875 mm. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) sehingga diperoleh  nilai F Hitung sebesar 155,123, dengan demikian H0 ditolak maka H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan ekstrak yang terbaik digunakan pada konsentrasi 100%, serta ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) ini sudah efektif digunakan mulai dari konsentrasi 25 %, sehingga ada pengaruh yang nyata dari perlakuan ekstrak daun belimbing wuluh terhadap terbentuknya zona hambat pada jamur Candida albicans. Kata Kunci : Ekstrak, Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Candida albicans. ABSTRACTCandida albicans is a pathogen fungus belong to class Deuteromycota. This species are responsible for certain opportunistic infection that is called candidiasis in skin, mucosa, and infection the vitality organs human. This research Aimto decide the ability of leaf extract belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). To inhibit growth Candida albicans and to obtain the data about the best concentration of leaf extract belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) can inhibit growth of Candida albicans.  The method used in this experiment with Completely Randomized Design with 5 with five treatment of difference concentration at (0%, 25%, 50%, 75%, and 100%) and 4 times replication.  The results showed with using Well diffusions  method  decided  inhibitory zone diameter continually  in 0% until 100% concentration there were 8 mm, 11,575 mm, 12,8375, 14,35 mm, and 17,875mm. The data was analyzed with of Analysis Variance(ANAVA) showed  F- value amount 155,123, so that hypothesis 0 was not acceptance, therefore hypothesis 1 was accepted. So that can be concluded leaf extract of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) could inhibit the growth of Candida albicans with the better resistance respectively at concentrations of 100%, and leaf extract of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) has been effective begin from at concentrations of 25%, so that, there were significant different from treatment given leaf extract belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) toward forming inhibitory zone diameter in Candida albicans. 
Daya Hambat Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus Heterophyllus L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus) Selviana, Selviana; Shamdas, Gamar; Kundera, Nengah
e-JIP BIOL Vol 4, No 2 (2016): e-jipbiol Jurnal online Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun nangka dalam  menghambat  pertumbuhan  bakteri  S.  aureus,  dan  menentukan  konsentrasi ekstrak terbaik terhadap penghambatan pertumbuhan serta daya bunuh bakteri S aureus. Metode   penelitian   yang   digunakan   adalah   metode eksperimen  laboratorium  dengan  teknik  sumur,  teknik  pengenceran  dan  teknik  hitung  koloni, dengan  parameter  amatan  daerah  zona  hambat  serta  jumlah  koloni  bakteri.  Penelitian  ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dengan 6 perlakuan (0%, 6,25%, 12,5%. 25%, 50%, dan 75%) dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun nangka dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, dengan daya hambat terbaik terdapat pada konsentrasi 50%. MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) pada konsentrasi 75%. Kata Kunci: Antimikroba, Ekstrak, Daun Nangka, Staphylococcus aureus. ABSTRACTThis research aimed to be known the inhibition of jackfruit leaf extract to inhibiting the growing of bacteria S. aureus, and select the best concentration of extract as well as potency eradicate of them. The research using laboratory experiment method by pitting technique, deluting technique, and colony counting. The colony counting parameter was view area of inhibited zone and the number of colony. The research using randomized completely design by 6 treatment (0%, 6,25%. 12,5%, 25%, 50%, and 75%) and 4 replications. The result showed that the extract of jackfruit leaf could inhibit the growing of bacteria Staphylococcus aureus with the best potency was concentration 50% Minimum inhibitory concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC)  75%.Keywords: Antimicrobial, Jackfruit Leaf Extract, Staphylococcus aureus.
EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicansDANPEMANFAATANNYA SEBAGAIMEDIA PEMBELAJARAN Sukmawati, Sukmawati; Kundera, I Nengah; Shamdas, Gamar Binti Non
e-JIP BIOL Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1814.209 KB)

Abstract

Candida albicans adalah spesies jamurpatogen dari golongan Deuteromnycota. Spesies jamur ini merupakan penyebab infeksi oportunistik yang disebut kandidiasis pada kulit, mukosa dan organ bagian  dalam pada manusia. Secara empiris dan telah dibuktikan dengan beberapa hasil penelitian bahwa daun tanaman jarak pagar memiliki manfaat untuk mengobati infeksi pada gingiva, dan anti pendarahan.Daun jarak pagar mengandung metabolit sekunder yang merupakan senyawa aktif yaitu saponin, senyawa flavonoida antara lain kaempferol, nikotoflorin, kuersetin, astragalin, risinin, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas antimikroba ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) menghambat perumbuhan jamur Candida albicans dan memperoleh data tentang konsentrasi efektif dari ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicansdan pemanfaatannya sebagai media pembelajaran dalam bentuk poster. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (100%, 75%, 50%, 25% dan 0%) dan 4 kali ulangan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) efektif  menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Pada konsentrasi 12, 5% hanya dapat menghambatpertumbuhan jamur Candida albicans sedangkan konsentrasi 75% sudah mampu membunuh jamur Candida albicans.Berdasarkanhasilvalidasi media pembelajarandaritimahli dosen dan kelompokmahasiswa bahwa hasil penelitian ini layak di jadikan sebagai media pembelajaran berbentuk poster. Kata Kunci : Ekstrak, Daun Jatropha curcas L., Candida albicans
Co-Authors A, Aulanniam Abd Hakim Laenggeng Abd Hakim Laenggeng, Abd Hakim Abd Rauf Abd Rauf Abd. Hakim Laenggeng, Abd. Hakim Abd. Rauf Abdul Muluk Abdurahman Rifai Abdurahman, Faisal Achmad Ramadhan Achmad Ramadhan Achmad Ramadhan Ahdal Ahdal Ahmad Ramadhan Akram, Akram Almira Rayyah Shadriah Fahru Amalia Buntu Amiruddin Kasim Amram Rede Anak Agung Gede Sugianthara Andi Tanra Tellu Ashari, Abd. Ashari, Abdul Asifah, Nur Astija Aulanni'am, Aulanni'am Ayu - Lestari, Ayu - Banne, Fenia Rensa Betty Sunaryanti Bialangi, Mursito S. Biung, Yelsan Kanan Brilyan Anindya Dayfi Burhanuddin, Alga Patricia Bustamin Bustamin Dewi Purwasi Samaela Dewi Tureni Eka Gusti Randani Elza, Tiara Evasari Herman Sapu Fajri Marisa Fatmah Dhafir Gamar B. N. Shamdas Gamar Binti Non Shamdas Hadijah S. Pago Hamsah, Muhammad Hayyatun Mawaddah Hj. Musdalifah Nurdin I Made Budiarsa I Made Budiarsa Isnainar Isnainar Kusumaningati, Lilis Tri Laksono Trisnantoro Landewang, Laora Cecilia Lestari M.P Alibasyah Lilies Lilies Lilies Lilies M.Tangge Lilies N Tangge Maharani, Mirfadz Manap Trianto Mardhiyah, Wa Ode Sitti Marisa, Fajri Masriani . Mauruh, Renindya Marchelly Mery Napitupulu Minarni Mohamad Jamhari Mohammad Jamhari Muhamad Erwin Muhammad Rivai Mursito S. Bialangi Mursito S. Bialangi Nabila, Putri Najma AR. Talamoa Ni Gusti Ayu Galuh Candra Kirana NOVITASARI Novriadi Novriadi Nur, Atipa Nurasyah Dewi Napitupulu Nurchamidah Nurhalimah, Rizki Pramasanti, Desak Ketut Ramadhan, Suchin Randani, Eka Gusti Ratman Raya Agni Renindya Marchelly Mauruh Rizka Fardha Rizki Nurhalimah Rizkiayanti, Rizkiayanti Rodiah, Rodiah Rodiah rofiqoh rofiqoh S. Bialangi, Mursito Samsurizal, M. Sulaeman Sanarto Santoso Saridewi, Uut Sarjan N. Husain Selviana Selviana Septianingsih, Siti Fathonah Shadriah Fahru, Almira Rayyah Siti Helmyati Sri Winarsih Suchin Ramadhan Sukmawati Sukmawati Sulistyani Prabu Aji Sutrisnawati Mardin Syech Zainal Tandi, Jenifa Arisa Tanryale, Masni Halimin Windarsih, Yulia WULANDARI Yusdin Gagaramusu Yusril Ihza Mahendra Yusril Ihza Mahendra Zasmita, Eka Zulaikhah Dwi Jayanti