p-Index From 2021 - 2026
5.301
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Industri Pertanian Jurnal Penyuluhan Jurnal Manajemen dan Agribisnis Forum Pasca Sarjana SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Trikonomika: Jurnal Ekonomi Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Forum Agribisnis Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Agro Industri Perkebunan Informatika Pertanian Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Jurnal Organisasi Dan Manajemen Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Creative Research Journal Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Economics and Finance in Indonesia Jurnal Bisnis Tani Jurnal Agro Ekonomi Business Review and Case Studies Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Agroteksos Journal of Applied Agricultural Science and Technology Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia IJAE AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efisiensi Usahatani Padi di Jawa dan Luar Jawa: Kajian Prospek Peningkatan Produksi Padi Nasional Rivani Hilalullaily; Nunung Kusnadi; Dwi Rachmina
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.143-153

Abstract

Padi dapat tumbuh di hampir seluruh pulau di Indonesia, tetapi 57 persen padi di produksi di Pulau Jawa, dengan luasan kurang dari 10 persen dari total luasan di Indonesia. Studi mengenai prospek peningkatan produksi padi nasional penting dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya konsumsi beras, terkhusus dengan memanfaatkan lahan di luar Pulau Jawa. Tujuan penelitian ini yaitumengidentifikasi prospek peningkatan produksi beras nasional, terutama di luar Jawa, dari perspektif faktor produksi padi dan efisiensin teknis ditingkat petani. Dengan menggunakan stochastic frontier, fungsi produksi translog menunjukan bahwa peningkatan input (lahan, benih, pupuk dan pestisida) tidak banyak meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa (inelastis), sedangkan tenaga kerja bertanda negatif. Berdasarkan hasil efisiensi teknis, potensi petani untuk meningkatkan produksi padi di Jawa dan luar Jawa sebesar 28 dan 39 persen. Selain itu, analisis menunjukan irigasi, status lahan, kelompok tani dan pendidikan petani memengaruhi efisiensi teknis. Penelitian ini dapat disimpukan bahwa prospek peningkatkan produksi padi dengan efisiensi teknis di luar Pulau Jawa lebih tinggi daripada di Pulau Jawa. Namun, peningkatan produksi padi di luar Pulau Jawa dapat dilakukan dengan membangun lahan irigasi. Selain itu, untuk meningkatkan produksi padi secara signifikan diperlukannya teknologi produksi padi baru baik di Jawa dan luar Jawa.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Literasi E-Marketing pada Petani Vinira Hesta Fharaz; Nunung Kusnadi; Dwi Rachmina
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.169-179

Abstract

E-marketing has various advantages and can be used as an alternative for marketing. However, the use of e-marketing in the agricultural sector is still low even though the agricultural sector has the potential to be developed in the form of e-marketing. The use of e-marketing requires farmers to have the ability to master technology or known as digital literacy skills. The higher digital literacy of farmers is expected to increase e-marketing literacy in the agricultural sector. The study aims to measure the level of digital literacy and e-marketing literacy of farmers and analyze the effect of digital literacy on the e-marketing literacy of farmers. The sample used in the study was a Sayurbox company partner farmer for 21 samples. The level of digital literacy and e-marketing literacy among farmers is measured using Partial Least Square Path Modeling (PLSPM). In addition, the analysis of factors affecting digital literacy and e-marketing literacy of farmers uses multiple linear regressions. The results showed that farmers' level of digital literacy and e-marketing literacy was in the moderate category. In the digital literacy section, farmers have weaknesses in the sub-construct of information retrieval and the security and use of technology. Meanwhile, in e-marketing literacy, farmers have weaknesses in sub-construct developing the information they get. Then, digital literacy has a significant positive effect on e-marketing literacy. It shows that digital literacy can measure a farmer's e-marketing literacy. Meanwhile, education significantly affects digital and e-marketing literacy, while age has a significant positive effect on e-marketing literacy.
Kelayakan Finansial Pabrik Tahu dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Shabrina Shafa Qatrunada; Nunung Kusnadi; Tursina Andita Putri
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.1.159-173

Abstract

Industri tahu menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu solusinya adalah mengolah air limbah menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penggunaan IPAL akan menambah beban biaya (biaya investasi dan biaya operasional) pabrik tahu, namun tidak menambah penerimaan pabrik tahu karena penggunaan IPAL tidak berhubungan dengan aktivitas produksi pabrik tahu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial pabrik tahu dengan IPAL dan menganalisis peningkatan maksimum harga kedelai dan upah tenaga kerja. Penelitian dilakukan dengan studi kasus pada Pabrik Tahu Bapak Narman dan menggunakan dua alternatif penerapan IPAL dengan empat tipe: IPAL mandiri (tipe HK 1) dan IPAL terpadu (tipe HK 3, 5, atau 10). Penelitian menggunakan kriteria investasi (NPV, IRR, Net B/C, dan Payback Period) dan analisis nilai pengganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pabrik tahu dengan IPAL tidak layak untuk dijalankan. Pabrik tahu dengan IPAL dapat layak jika pabrik tahu menerima insentif dari kenaikan harga jual tahu sebesar 1,26% hingga 2,82% dan jika harga kedelai turun menjadi Rp9.521/kg hingga Rp9.787/kg. Pabrik tahu dengan IPAL lebih sensitif terhadap perubahan daripada pabrik tahu tanpa IPAL. Pabrik tahu dengan IPAL lebih sensitif terhadap perubahan harga bahan baku kedelai daripada perubahan upah tenaga kerja
Tata Kelola Rantai Nilai Gula Aren di Kabupaten Tasikmalaya Nuri Nabila Nurohmah; Nunung Kusnadi; Andriyono Kilat Adhi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.1.106-119

Abstract

Tingginya harga gula aren dibandingkan gula merah non-aren di tingkat konsumen menimbulkan pertanyaan aktivitas penciptaan nilai mana yang menyebabkan harga gula aren relatif lebih mahal. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi aktor dan peran masing-masing aktor yang terlibat dalam rantai nilai gula aren; dan (2) menganalisis tata kelola yang terbentuk dalam rantai nilai. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan kuisioner dan observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 53 petani aren dan 10 pengepul gula aren. Data dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif yang merujuk pada analisis rantai nilai global (VCGs) yang dikemukakan oleh Gereffi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktor yag teridentifikasi dalam rantai nilai gula aren terdiri atas petani aren, pengolah gula aren, pengepul gula aren, pedagang, layanan pendukung, social entreprise, dan konsumen. Pengolah gula aren dan pengepul merupakan aktor yang paling berperan dalam rantai nilai gula aren di Kabupaten Tasikmalaya; (2) secra keseluruhan, tipe tata kelola yang terbentuk dalam rantai nilai gula aren di Kabupaten Tasikmalaya adalah tata kelola modular.
Determinants Of Off-Farm Household Income: Evidence From Rice Farmers In Indonesia Harmini Harmini; Harianto Harianto; Nunung Kusnadi; Herawati Herawati
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.214-222

Abstract

Sebagian besar rumah tangga petani, khususnya petani padi skala kecil di Indonesia, memperoleh pendapatan usahatani setara dengan di bawah garis kemiskinan. Sumber pendapatan dari luar usahatani (off-farm) menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan off-farm rumah tangga petani. Dengan menggunakan data survei Kementerian Pertanian RI tahun 2016, hasil estimasi model two-step Heckman selection menunjukkan bahwa pendapatan off-farm rumah tangga petani dipengaruhi oleh kondisi pasar tenaga kerja di luar sector pertanian. Penelitian ini juga menemukan bahwa terbatasnya penguasaan faktor produksi usahatani mendorong petani untuk meningkatkan pendapatannya dari kegiatan off-farm, sedangkan rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan rendahnya pendapatan rumah tangga dari kegiatan off-farm. Untuk mendorong peningkatan pendapatan off-farm rumah tangga petani, diperlukan intervensi kebijakan yang mampu mendorong berkembangnya industri berbasis pertanian di pedesaan, dan meningkatkan akses petani terhadap pendidikan dan pelatihan.
Optimizing MSE Partnerships: Assessing Partnership Intensity By Partnership Types Amanda Anggi Purwanti; Feryanto; Nunung Kusnadi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.2.292-303

Abstract

Partnership practices in Indonesia are highly diverse, encompassing various forms of support for Micro and Small Enterprises (MSEs), including capital, capital goods, marketing, and raw materials. This diversity reflects the Intensity of partnerships, a key determinant of collaboration effectiveness. High partnership intensity is expected to strengthen competitiveness, broaden market access, and accelerate business growth. Despite these potential benefits, participation of MSEs in partnerships remains relatively limited, highlighting the need for further investigation into their dynamics. This study aims to assess the Intensity of MSE partnerships in Indonesia by examining variations in both the number of partnership types adopted and their relevance to business needs. The analysis is based on secondary data from Statistics Indonesia's 2021 Micro and Small Industry Survey, covering 6,951 business units in the food and non-food sectors. Descriptive statistical methods were applied to map the distribution of partnership intensity across industries and business scales. The results show that small enterprises, particularly in the non-food sector, tend to have higher partnership intensity. In contrast, microenterprises in the food sector demonstrate limited involvement in multidimensional cooperation. These differences are influenced by managerial capacity, network access, and sector-specific needs. The findings underscore the importance of designing partnership strategies that are diversified and aligned with MSE needs to enhance effectiveness. This research contributes to understanding partnership intensity and provides policymakers with practical insights for supporting sustainable MSE development.
Enhancing Farmers' Insurance Literacy: Key To Improving AUTP Accessibility in Aceh Province Liston Siringo Ringo; Hermanto Siregar; Nunung Kusnadi; Harianto Harianto
Jurnal Manajemen dan Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2025): JMA, Vol. 22 No. 1, March 2025
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jma.22.1.120

Abstract

Background: Insurance literacy is crucial in improving farmers' access to insurance. Lack of understanding of insurance products and inability to process information hinder farmers from making the right decisions, resulting in low insurance utilization.Purpose: This research aims to (1) analyze farmers' insurance literacy levels and influencing factors and (2) analyze the effect of farmer insurance literacy and other variables on the accessibility of AUTP.Design/methodology/approach: Data from 251 respondents, including those who accessed and did not access AUTP in Aceh Province. To elucidate the research objectives, an analysis of the level of insurance literacy was conducted using multiple regression analysis and an analysis of accessibility to AUTP using binary logistic regression.Findings/Result: The results show that the level of farmer insurance literacy is in the less literate category. The variables of age, education duration, and bank account ownership significantly affect farmer insurance literacy. The variables that affect AUTP accessibility are age, education duration, farm revenue, land ownership, farmer insurance literacy value, farmer group activity, perception of farm risk, insurance claim experience, and AUTP premiums. These results can describe the condition of farmer insurance literacy and AUTP access in other regions of Indonesia with similar farmer characteristics.Conclusion: Farmers' insurance literacy has a significant impact on AUTP access. Therefore, the government and stakeholders need to conduct regular socialization and training to increase farmers' knowledge and awareness of insurance so that more farmers can take advantage of the AUTP program.Originality/value (State of the art): This study focuses on farmer insurance literacy. This study links farmer insurance literacy with AUTP access. Keywords: accessibility, Aceh, AUTP, insurance literacy, farmers
Co-Authors ., Harianto A. Faroby Falatehan A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdullah Usman Aditya Arief Rachmadhan Adreng Purwoto Almuttaqin Almuttaqin Amanda Anggi Purwanti Amzul Rifin Andriyono Kilat Adhi Ariska Rosadi Al Rasyid Shodiq Ariska Rosadi Al Rasyid Shodiq Bagio, Bagio Bambang Hendro Trisasongko Bella Septiana Bonar M. Sinaga Bonar M. Sinaga BONAR M. SINAGA Bonar M. Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar Marulitua Sinaga Boyke T. H. Situmorang Burhanuddin Burhanuddin Cramon-Taubadel, Stephan von Demitria Dewi Devi Agustia Dewi Nur Asih Didik Suryadi Dira Asri Pramita Dwi Rachmina Eka Denny M Eka Monika Manihuruk Elys Fauziyah Elys Fauziyah Endang Tri Astutiningsih Endriatmo Soetarto Etriya Etriya Fariyanti, Anna Fathimah Sholihah Femi Hadidjah Elly Feryanto Feryanto Feryanto Firna Varina Firza Maudi Firza Maudi Fitriyani Mir`ah Aliyatillah Fitriyani Mir`ah Aliyatillah Freshty Yulia Arthatiani Hafid Raharjo Halil (1 Handewi P. Saliem Harianto Harianto . Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harmini Harmini Harmini, Harmini Hartoyo Hartoyo Herawati Herawati Herawati Herawati Hermanto Siregar Hertomo, Eko Yulianto Widhi I Ketut Kariyasa Indah Maharani Innike Abdillah Fahmi Jaka Sumarno Juniar Atmakusuma Khoiru Rizqy Rambe Khoiru Rizqy Rambe Lailandra, Andjani Layyinatul Kholiqoh Lepi Ali Firmansyah, Lepi Ali Lia Fauziah Syam Liston Siringo Ringo Liston Siringo Ringo Lukman M. Baga M Firdaus M. Yogi Riyantama Isjoni Ma'mun Sarma Mahfudlotul 'Ula Mangara Tambunan Manihuruk, Eka Monika Martokoesoemo, Dewi Ratna Sjari Medita Ivanni Mega Amelia Putri, Mega Amelia Muhammad fauzan Muhammad Surya Fadhlurrohman Mulyani, Een Nasution, Siti Sarah Almuizzah Netti Tinaprilla Norfahmi, Femmi Nunung Nuryartono Nuri Nabila Nurohmah Nurlela Machmudin Nurul Iski Parulian Hutagaol Purwoto, Adreng Putri, Tursina Andita Rachmadhan, Aditya Arief Raharjo, Hafid Ratna Winandi Ratna Winandi Rayhana Jafar Reny Hidayati Rianzani, Citra Rita Nurmalina Rivani Hilalullaily Rusidi Ansyari Harahap Sari Rachmawati Shabrina Shafa Qatrunada Sholihah, Fathimah Silaban, Soeripto Simanjuntak, Josua Desmonda Sinaga, Bonar M. Siti Jahroh Sjafri Mangkuprawira Sri Hartoyo Sri Hartoyo Sri Hartoyo Sri Hery Susilowati Sri Utami Kuntjoro Sri Utami Kuntjoro Suharno Suharno Suharno Suharno Suprehatin Suprehatin Surahman, Taufiq Surahman, Taufiq Susanti Susanti Susilowati, Sri Hery Tb. Sjafri Mangkuprawira Tian Mulyaqin Tita Nursiah Ulya Zainura Vinira Hesta Fharaz Wahyu Budi Priatna Wajar Mey Handani WH Limbong Widyastutik Winandi, Ratna Wiyanto - Wiyanto Wiyanto Yanti N. Muflikh Yanto Togi Ferdinand Marpaung Yohana Julina Sinaga Yuhendra Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Zednita Azriani Zednita Azriani