Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI PUSKESMAS LAMTEUBA KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR Chairanisa Anwar; Fauziah Andika; Eva Rosdiana; Soviawati Soviawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The United Nations Children's Fund (UNICEF) said as many as 30 thousand infant mortality and 10 thousand deaths of children under five in the world in one year prevented through breastfeeding for 6 months, without giving additional food and drink to the baby so that breast care very important in increasing the production of breast milk. The number of babies in Indonesia who receive exclusive breastfeeding tends to decline because more and more babies under the age of 6 months are given formula milk. According to the Indonesian Health Demographic Survey (IDHS), the coverage of exclusive breastfeeding for infants 0-6 months in 2002 was 40%, in 2007 it fell to 32% and in 2010 it fell again to 27.2%. The cause of a pregnant woman not doing breast care, between others are caused by the following factors lack of information obtained from health workers, fear and laziness, and the availability of time to perform breast care during pregnancy. Breast Care It is very important that complications do not occur when breastfeeding the baby later. So a level of behavior is needed, especially for primigravida mothers, regarding the importance of breast care during pregnancyKeywords: breast care, pregnant women
PENGARUH PERILAKU PICKY EATER TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Zelfiana Rahmi; Eva Rosdiana; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5765

Abstract

Latar Belakang : Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat karena masa balita merupakan periode emas yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi balita adalah perilaku makan, khususnya perilaku picky eater, yang ditandai dengan kebiasaan pilih-pilih makanan dan keterbatasan variasi konsumsi pangan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku picky eater terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun sebanyak 986 orang, dengan jumlah sampel 92 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi normal (54,3%) dan lebih dari setengah balita menunjukkan perilaku picky eater (55,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku picky eater terhadap status gizi balita dengan nilai p = 0,009 (p < 0,05). Balita dengan perilaku picky eater cenderung lebih banyak mengalami status gizi kurang dibandingkan dengan balita non picky eater. Kesimpulan dan saran : kesimpulan penelitian ini adalah perilaku picky eater berpengaruh terhadap status gizi balita. Oleh karena itu, disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan pengelolaan perilaku makan anak melalui pemberian makanan yang beragam dan bergizi seimbang, serta kepada tenaga kesehatan untuk memperkuat kegiatan edukasi dan promosi gizi guna mencegah terjadinya masalah gizi pada balita.
INKOMPATIBILITAS INJEKSI DEXAMETHASONE DENGAN BEBERAPA LARUTAN INTRAVENA Syarifah Rahmatika; Siti Samaniyah; M. Rizal K; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.4998

Abstract

Penggunaan injeksi dexamethasone sodium phosphate secara intravena merupakan terapi yang umum dalam pengobatan berbagai kondisi inflamasi dan imunologis. Namun, pencampuran injeksi ini dengan larutan intravena lain seperti NaCl 0,9%, Dextrose 10%, dan Ciprofloxacin dapat menimbulkan risiko inkompatibilitas fisik dan kimia yang membahayakan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompatibilitas pencampuran injeksi dexamethasone dengan ketiga larutan tersebut melalui dua metode: pencampuran dalam satu wadah dan penyuntikan bolus menggunakan infus set. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter warna dan kekeruhan secara visual, pH, ukuran dan morfologi partikel menggunakan mikroskop digital. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah identifikasi potensi inkompatibilitas yang dapat muncul akibat interaksi antar sediaan injeksi dan larutan infus, serta memberikan rekomendasi praktis dalam pengelolaan pemberian obat secara intravena di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini berkontribusi pada praktik farmasi klinik yang lebih aman dan rasional. The intravenous use of dexamethasone sodium phosphate injection is a common therapy in the treatment of various inflammatory and immunologic conditions. However, mixing this injection with other intravenous solutions such as NaCl 0.9%, Dextrose 10%, and Ciprofloxacin may pose a risk of physical and chemical incompatibility that endangers patients. This study aimed to evaluate the compatibility of mixing dexamethasone injection with these three solutions through two methods: mixing in one container and bolus injection using an infusion set. The evaluation was based on visual color and turbidity parameters, pH, particle size and morphology using digital microscopy. The expected results of this study are the identification of potential incompatibilities that can arise due to interactions between injection preparations and infusion solutions, and provide practical recommendations in the management of intravenous drug administration in health care facilities. This research contributes to safer and more rational clinical pharmacy practice. 
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI Nani Evila; Eva Rosdiana; Febri Yusnanda; Marniati Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5755

Abstract

Latar Belakang: Malnutrisi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global dan nasional, khususnya pada kelompok ibu dan balita. Tingginya prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu memiliki peran penting dalam pencegahan malnutrisi. Edukasi gizi merupakan salah satu upaya promotif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang kebutuhan gizi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental melalui rancangan one group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Uteun Pulo Kabupaten Nagan Raya pada tanggal 20 Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan ibu dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi gizi menggunakan media leaflet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu dari 12,13 pada pretest menjadi 14,87 pada posttest. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan edukasi gizi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi. Kesimpulan dan Saran: Edukasi kesehatan melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Oleh karena itu, media leaflet disarankan untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai salah satu strategi promosi kesehatan di puskesmas guna mendukung pencegahan masalah gizi pada balita. Kata Kunci : Edukasi gizi, pengetahuan, Status Gizi
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Alamsyah Alamsyah; Eva Rosdiana; Rahmat Akbar; Febri Yusnanda; Mira Abdullah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5949

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada balita masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Gizi buruk berkontribusi besar terhadap angka kematian anak, dan kekurangan gizi pada usia di bawah lima tahun berdampak pada wasting, underweight, dan stunting. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, angkanya masih berada di atas target nasional. Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, masih mencatat adanya kasus gizi buruk balita yang menunjukkan perlunya upaya penanganan berkelanjutan. Peran ibu sebagai pengasuh utama anak, khususnya terkait pengetahuan dan sikap terhadap pemenuhan gizi, sering dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan status gizi balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya tahun 2026. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,752) maupun antara sikap ibu dengan status gizi balita (p = 0,313). Mayoritas balita berada pada kategori gizi kurang, baik pada ibu dengan pengetahuan dan sikap yang rendah maupun tinggi. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu bukan merupakan faktor determinan langsung terhadap status gizi balita. Diperlukan pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor pola asuh makan, sosial ekonomi, penyakit infeksi, dan lingkungan.