p-Index From 2021 - 2026
8.974
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Irfani Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Yupa: Historical Studies Journal Naditira Widya Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam JURNAL ILMIAH EDUKATIF Didaktika: Jurnal Kependidikan Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat JENTRE TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) An-Nur : Jurnal Studi Islam Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Kompetensi Madani: Multidisciplinary Scientific Journal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Konseling Pendidikan Islam Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Majority Science Journal El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Multidisciplinary Indonesian Center Journal Journal of Arabic Studies Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) EDULEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat Kesetaraan Gender) Saniasa saniasa; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1377

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur'an melalui pendekatan tafsirtematik untuk menggali isu-isu tentang kesetaraan gender menurut ajaran Islam. Penelitian dilatarbelakangi oleh urgensi memahami landasan qur'ani bagi implementasi kesetaraan gender di tengah arus perubahan sosial dan tuntutan akan keadilan gender pada masyarakat Muslim kontemporer. Berbeda dengan kajian sebelumnya yangcenderung membahas tentang kesetaraan gender secara umum, penelitian ini menawarkan analisis komprehensifterhadap terminologi, konteks historis, dan implementasi konsep kesetaraan gender dalam karir berdasarkan ayat-ayatAl-Qur'an yang relevan. Metodologi yang digunakan adalah metode tafsir tematik dengan mengidentifikasi danmenganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan kesetaraan gender dalam karir, terutama dalam surah Q.S AN Nisa (4) ayat 1, Al-Ahzab (33) ayat 35, An-Nisa (4) ayat 7 , dan Al-Hujrat (49) ayat 13. serta didukung pendekatan semantik-hermeneutis dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak mendiskriminasi gender dalam urusan amal, tanggung jawab, dan kontribusi sosial. Penegasan prinsip keadilan dan penghargaan atas kerja keras menjadi dasar bagi kesetaraan dalam karir.
Konsep Musyawarah dalam Perspektif Al Qur’an (Kajian Tafsir Tematik tentang Musyawarah) Muthmainnah Muthmainnah; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai dasar yang terkandung dalam praktik musyawarah menurut ajaran Islam melalui perspektif Al-Qur'an. Dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer yang menghadapi tantangan implementasi nilai-nilai demokrasi terdapat pemahaman terhadap landasan qur'ani bagi praktik musyawarah menjadi sangat penting. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir tematik, di mana peneliti mengidentifikasi dan menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan musyawarah, khususnya dalam Qur’an pada Surah Ali 'Imran ayat 159, Surah Asy-Syura ayat 38, dan Surah Al-Baqarah ayat 233. Pendekatan semantik-hermeneutis dan analisis kontekstual juga diterapkan untuk memperdalam pemahaman terhadap konteks historis dan terminologi yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musyawarah di dalam Al-Qur'an merupakan prinsip yang fundamental dalam pengambilan keputusan kolektif. Konsep ini menekankan aspek partisipatif, keterbukaan, dan penghargaan terhadap keberagaman pendapat. Meskipun Al-Qur'an tidak memberikan mekanisme baku untuk pelaksanaan musyawarah, namun menetapkan nilai-nilai etis yang harus dijunjung tinggi. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam implementasi musyawarah sesuai dengan konteks sosial-politik masyarakat Muslim.Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa musyawarah adalah bagian integral dari ajaran Islam yang dapat diadaptasi dalam berbagai konteks, sehingga dapat memperkuat praktik demokrasi dalam masyarakat Muslim. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam musyawarah, diharapkan masyarakat dapat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan kolektif yang mencerminkan prinsip-prinsip Islam.
Doa sebagai Spiritualitas Qur’ani: Analisis Teologis dan Psikologis Gishar Hamka Gishar; Muhammad Yusuf; Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1933

Abstract

Doa merupakan salah satu aspek fundamental dalam ajaran Islam yang mencerminkan hubungan eksistensial antara manusia dan Tuhannya. Dalam Al-Qur’an, doa tidak hanya dipahami sebagai sarana permohonan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah, ketundukan, dan pengakuan terhadap keterbatasan diri manusia di hadapan Allah SWT. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap konsep, ragam, serta nilai-nilai teologis doa dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī). Penelitian ini menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan doa, baik yang berasal dari ungkapan para nabi, orang-orang beriman, maupun bentuk-bentuk doa umum yang diajarkan untuk umat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa doa dalam Al-Qur’an mengandung dimensi yang sangat luas dan mendalam, di antaranya nilai tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), tawakal, kesadaran terhadap qadar, serta etika spiritual. Doa juga diposisikan sebagai medium penguatan psikologis dalam menghadapi tekanan hidup. Dalam konteks kontemporer, doa Qur’ani terbukti relevan sebagai terapi spiritual dan mental bagi individu muslim, seperti yang dikaji dalam penelitian-penelitian mutakhir. Doa menjadi ekspresi keyakinan, harapan, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah secara holistik. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap makna dan kandungan doa dalam Al-Qur’an sangat penting untuk membangun kesadaran spiritual, memperkuat karakter religius, dan meningkatkan ketahanan jiwa umat Islam dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Kajian ini menyimpulkan bahwa doa tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga merupakan mekanisme pembentukan kepribadian dan kestabilan emosional dalam bingkai nilai-nilai ilahiyah yang diajarkan oleh Al-Qur’an. Kata kunci: Doa, Al-Qur’an, tafsir tematik, spiritualitas Islam, nilai teologis
Nikah dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat tentang Nikah) Ridwan Sahrani; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan; Abdul Rachman Sahrani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1978

Abstract

Marriage is a sacred institution in Islam that functions not only as a physical bond between a man and a woman, but also embodies profound spiritual, moral, and social values. This study aims to analyze the concept of marriage in Islam through both normative and contextual approaches. The research uses a qualitative method with library research as the primary approach. Data sources include the Qur’an, Hadith, classical and contemporary fiqh literature, and Islamic family law documents in Indonesia. The findings reveal that marriage in Islam represents the implementation of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in preserving lineage, honor, and religion. On the other hand, various social phenomena—such as early marriage, unregistered marriages without valid guardians, and rising divorce rates—indicate a significant gap between normative teachings and social practices. Therefore, an educational approach and continuous community development are essential to restore the ideal function of marriage in Islam as the foundation of a dignified family and society
Narrative Construction of the Qur'anic Story: A Structural and Functional Approach Mardan, Mardan
Jurnal Adabiyah Vol 26 No 1 (2026): June (Islamic Humanities)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v26i1a1

Abstract

In addition to containing teachings on faith, worship, and morals, the Quran also presents stories that have educational, persuasive, and transformative functions for human life. These stories are not intended as historical writing in the chronological sense, but rather as a means of preaching to provide guidance, warnings, and admonition. This study aims to examine the meaning, existence, scope, and characteristics of stories in the Quran, focusing on the nature of the stories, their types, their constituent elements, and the purpose of their presentation. This study uses a structural-semiotic approach and structural-functional analysis, placing Quranic verses containing stories as the main text of the study. The results of the discussion indicate that Quranic stories are true events and contain key narrative elements in the form of events, characters, and dialogue, presented in a sophisticated style and rich with symbolic meaning. These stories serve to reinforce religious values, clarify the principles of da'wah (Islamic propagation), provide moral examples, and strengthen belief in the truth of the Quranic message. Thus, the study of Quranic stories is not only important from a religious perspective but is also relevant in literary and linguistic studies as a manifestation of the miraculous nature of the Quranic language. ملخص يحتوي القرآن الكريم، بالإضافة إلى تعاليمه في الإيمان والعبادة والأخلاق، على قصص ذات وظائف تعليمية وإقناعية وتغييرية في حياة الإنسان. هذه القصص ليست سردًا تاريخيًا بالمعنى الزمني، بل هي وسيلة للدعوة والتوجيه والتحذير والنصح. تهدف هذه المقالة إلى دراسة معنى القصص في القرآن الكريم، ووجودها، ونطاقها، وخصائصها، مع التركيز على طبيعتها، وأنواعها، ومكوناتها، والغاية من عرضها. يستخدم هذا البحث المنهج السيميائي البنيوي والتحليل الوظيفي البنيوي، مع اعتبار آيات القرآن الكريم التي تتضمن قصصًا النص الرئيسي للدراسة تشير نتائج المناقشة إلى أن القصص القرآنية أحداثٌ حقيقية، وتحتوي على عناصر سردية أساسية في شكل أحداث وشخصيات وحوار، مُقدَّمة بأسلوبٍ راقٍ وغني بالمعاني الرمزية. تُسهم هذه القصص في ترسيخ القيم الدينية، وتوضيح مبادئ الدعوة، وتقديم الأمثلة الأخلاقية، وتعزيز الإيمان بصدق رسالة القرآن. لذا، فإن دراسة القصص القرآنية لا تقتصر أهميتها على الجانب الديني فحسب، بل تتعداه إلى الدراسات الأدبية واللغوية، باعتبارها تجليًا لطبيعة اللغة القرآنية العجيبة. Abstrak Al-Qur’an selain memuat ajaran akidah, ibadah, dan akhlak, juga menyajikan kisah-kisah yang memiliki fungsi edukatif, persuasif, dan transformatif bagi kehidupan manusia. Kisah-kisah tersebut tidak dimaksudkan sebagai penulisan sejarah dalam arti kronologis, melainkan sebagai sarana dakwah untuk memberikan petunjuk, peringatan, dan i‘tibar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna, eksistensi, cakupan, serta karakteristik kisah dalam Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada hakikat kisah, jenis-jenis kisah, unsur-unsur pembentuk, serta tujuan penyajiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural semiotik dan analisis struktural fungsional dengan menempatkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung kisah sebagai teks utama kajian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kisah Al-Qur’an merupakan peristiwa yang benar-benar terjadi dan memiliki unsur-unsur naratif utama berupa peristiwa, tokoh, dan dialog, yang disajikan dengan gaya bahasa tinggi dan sarat makna simbolik. Kisah-kisah tersebut berfungsi untuk meneguhkan nilai-nilai keimanan, memperjelas prinsip-prinsip dakwah, memberikan keteladanan moral, serta memperkuat keyakinan terhadap kebenaran risalah Al-Qur’an. Dengan demikian, kajian terhadap kisah Al-Qur’an tidak hanya penting dari perspektif keagamaan, tetapi juga relevan dalam kajian sastra dan linguistik sebagai wujud kemukjizatan bahasa Al-Qur’an.
AL-IHSAN AL-QUR'AN PERSPECTIVE (A Study of Thematic Interpretation) Umar, Umar; Mardan, Mardan; Salenda, Kasjim; Farhani, Aan
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.22866

Abstract

This study aims to provide a comprehensive understanding of al-Ihsan in the view of the Koran. The less harmonious relationship in society encourages researchers to conduct research on the concept of al-Ihsan from the perspective of the Koran. The main problem of this research is how is al-Ihsan the perspective of the Qur'an? The main problems, namely 1) What is the nature of al-Ihsan from the perspective of the Koran?; 2) What is the form of al-Ihsan in the study of the Koran?; and what is the urgency of al-Ihsan in the view of the Qur'an? This research is library research or library research that is descriptive qualitative. The sources of data used are verses of the Qur'an, books of interpretation and hadith as well as other scientific books. This research uses a science of interpretation approach with thematic interpretation method (maudu'i). The data obtained were collected and sorted accordingly. The technique of analyzing and presenting data is done by content analysis. From the description and analysis carried out in the research, it is concluded that al-Ihsan from the perspective of the Koran is the best form of human action performed perfectly. Al-Ihsan is a plus (more) value of the best deed done according to its level. The best deeds are carried out both towards God, fellow human beings, and the natural environment. The actualization of ihsan is carried out with knowledge, solemnity, and sincerity and is manifested in the form of his personality integrity. All actions taken will be intended as a form of worship to Allah swt. For humans and other creatures created by Allah, it will provide more benefits and favors than doing justice. All these best deeds will continue to be improved for the sake of self-perfection.
THE APPLICATION OF THE SEMIOTICS OF QUR’AN TOWARD THE STORY OF THE CHOSEN SERVANTS IN SURAH MARYAM Soga, Zainuddin; Mardan, Mardan; Tola, Achmad; Kasim, Amrah; Abunawas, Kamaluddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.22868

Abstract

This study elaborates the application of semiotic theory in Surah Maryam (Maryam). This study is library research. The library research was conducted through various literature studies related to the problem investigated. The approach used is a semiotic approach. The data sources are divided into two; primary and secondary data. The primary data source is the Qur'an (surah Maryam) and the secondary data sources are books of interpretation, semiotics and linguistics. The data collection is done by quoting, adapting, and analyzing the representative literature and relevant to the problems discussed, then reviewing and concluding. The study results showed three forms of semiotic application in Surah Maryam: first, semiotics of significance from Ferdinand de Saussure's (synchronic-diachronic theory). Second, semiotics of communication from Charles S. Peirce's includes iconic, indexical, and symbolic theories. Third, connotative semiotics from Roland Barthes' which consists of denotative meaning and connotative meaning. This study implies that the semiotic reading of the Qur’an prioritizes the interpretation of the text in a synchronic and diachronic, denotative and connotative way. Hopefully, by this reading, religious and Islamic moderation could be achieved.
The Concept of Divine Justice in The Quran Thematic Analysis of Al Adl Ayub, Satry; M. Yusuf; Mardan, Mardan
MSJ : Majority Science Journal Vol. 4 No. 1 (2026): MSJ - February
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v4i1.519

Abstract

The Quran, as the holy scripture of the Islamic community, not only provides spiritual guidance but also emphasises the importance of justice in various aspects of life. The research method employed in this study is a qualitative approach with thematic analysis. Several verses of the Quran elucidate the concept of justice, one of which is found in Surah An-Nisa, verse 129, which explains that although a husband may have multiple wives, absolute justice among them is challenging to achieve. The intrinsic nature of Allah as the Most Just reflects that His justice is not influenced by external factors or specific conditions. The active attributes of divine justice focus on Allah's actions and decisions in governing human life. In the context of social relations, justice encompasses equal treatment of all individuals regardless of their background, social status, or wealth. The divine justice taught in the Quran serves not only as a moral guideline but also as a foundation for the formulation of public policies and improved social systems. It is essential for Muslims to continuously explore and comprehend the principles of justice in the Quran and to apply them in their daily lives.
Determinants of Postpartum Depression among Mothers at the Kassi-Kassi Community Health Center Djunaidi, RasyifWildan; Jelita Inayah Sari; Abd. Rahman; Veraferial Muchtar; Mardan
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 10 No 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v10i1.64598

Abstract

Background: Postpartum depression (PPD) affects approximately one in seven postpartum mothers and may lead to serious complications, including impaired child growth, psychotic disorders, and infanticide if left untreated. Data regarding PPD and its associated factors in South Sulawesi Province remain limited. Objective: This study aimed to determine the relationship between maternal age, occupation, family income, education level, and religiosity among mothers with postpartum depression. Methods: This study used a quantitative cross-sectional design. A total of 62 postpartum mothers were selected using a random sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The chi-square test was applied to assess the relationship between independent variables and postpartum depression. Results: The analysis showed a significant relationship between maternal age and postpartum depression (p = 0.048). Religiosity was also significantly associated with postpartum depression (p = 0.037). No significant relationship was found between family income and postpartum depression (p = 0.731) or between education level and postpartum depression (p = 0.620). Conclusion: Maternal age and religiosity were significantly associated with postpartum depression, while education level and family income showed no significant association.
Hubungan Ilmu dan Akhlak Dalam Al-Qur’an Herlin Pebrianti Yuanita Ponto; Muhammad yusuf; Mardan
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 4 No 1 (2024): Vol. 4 No. 1 (2024): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v4i1.214

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hubungan antara ilmu dan akhlak dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan panduan lengkap dan terbaik dalam menjalani hidup dan mencari keridhaan Allah, Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam, memnerikan penekana yang besar pada pengembangan ilmu pengetahuan (ilmu) dan perilaku baik (akhlak). Ilmu dan akhlak merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam membentuk manusia beriman dan bertakwa. Ilmu merupakan dasar dari segala Tindakan manusia, berbuat tanpa ilmu segala perbuatan manusia menjadi tidak terarah dan tidak bertujuan. Ilmu memang memiliki derajat yang tinggi di hadapan Allah, namun akhlak adalah buah nyata dari ilmu itu sendiri. Akhlak adalah hal terpenting dalam kehidupan manusia karena akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku, tabiat, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Khaliq atau sesama makhluk. This article discusses the relationship between knowledge and morals in the Koran. The Al-Qur'an is the complete and best guide in living life and seeking Allah's pleasure. The Al-Qur'an as the main source of Islamic teachings, places great emphasis on the development of knowledge (ilmu) and good behavior (akhlak). Knowledge and morals are two elements that complement each other in forming a man of faith and piety. Knowledge is the basis of all human actions, without knowledge all human actions become directionless and aimless. Knowledge indeed has a high degree before God, but morals are the real fruit of knowledge itself. Morals are the most important thing in human life because morals include all understanding of good and bad human behavior, habits, temperament, character in relation to the Khaliq or fellow creatures.
Co-Authors Abd Rahim Abd. Rahman abdul Ghany Abdul Khalik Abdul Mannang Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Abu Bakar Achmad Abu Bakar Achmad Abubakar Afrisusnawati Rauf Ahmad M. Latief Aisyah Arsyad Aksa Aksa, Aksa Alamsyah Halim Alfian Nugraha Rauf Alia Sugira Amrah Kasim Andi Bangsawan Tolere Andi Dian Wulandari Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Fadhil Andi Aderus Andi Miswar Asriadi Asriadi Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayub, Satry Baharuddin Baharuddin Bahrah, Mena Bakar, Achmad Abu Basri, Syamsuriana Djunaidi, RasyifWildan Ernawati Farhani, Aan Gishar Hamka Gishar Hafid, Hapsah Hapsah Hafid Hartina Hartina Herlin Pebrianti Yuanita Ponto Herlin Pebrianti Yuanita Ponto HL, Muh. Nur As'ad Isriany Ismail Jelita Inayah Sari Junaedi Hasyim Kamaluddin Abunawas Kamaluddin Nurdin Marjumi Kasjim Salenda Lukman Lukman Lukman Lukman Syamsuddin M. Yusuf Maswan Ahmadi Megawati Megawati Milawati Milawati Moge, Romi Mohammad Harjum Mowafg Abrahem Masuwd Muariva Muzakkir Muh Yusuf Muh. Nur As'ad HL Muh. Yusuf Muh.Yusuf Muhaeminah Muhaeminah, Muhaeminah Muhamamd Yusuf Muhammad Asmariadi Arsyad Muhammad Fauzan Akmal Muhammad Fikran Said Muhammad Irham Muhammad Sadik Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhmmad Yusuf Muhsin Mahfud Muhsin Muhsin Mukhtar S, Muhammad Musfirah Musfirah Muthmainnah Muthmainnah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdiyah Nahdiyah Nur Afni Handayani Nur Apriyani Nurfadilah Nurfadilah Nurul Aqidatul Izzah Nurwahid Syam Poppy Hippy Rahmat. R Rahmi Damis Ramli L. Rauf, Afrisusnawati Ridwan Sahrani Rosmini Amin Rusydi Khalid RUWIAH ABDULLAH BUHUNGO Sabran Kamal Sabry, Sadik Said Usman Umar Saleh, Ummu Sulaimah Saniasa saniasa Sembiring, Rinawati Soga, Zainuddin Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Nilawati Syahran, Muhammad syahrir syahrir Tola, Achmad Umar Umar Ummu Sulaimah Saleh Veraferial Muchtar Widiawati