p-Index From 2021 - 2026
7.185
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Irfani Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Yupa: Historical Studies Journal Naditira Widya Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam JURNAL ILMIAH EDUKATIF Didaktika: Jurnal Kependidikan JENTRE Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Majority Science Journal El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Multidisciplinary Indonesian Center Journal Journal of Arabic Studies Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) EDULEC
Claim Missing Document
Check
Articles

QUR’ANIC VALUES AS THE FOUNDATION OF ISLAMIC WORK ETHIC: A THEMATIC STUDY ON THE CONCEPTS OF ‘AMAL, AMANAH, AND ISTIQĀMAH Ahmad M. Latief; Achmad Abubakar; Mardan
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 3 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i3.7033

Abstract

This study aims to examine the Qur’anic perspective on work ethics, focusing on three core values: amanah (trust and responsibility), istiqāmah (consistency), and ikhlāṣ (sincerity). Using a thematic exegesis (tafsīr maudhu‘ī) approach combined with a comprehensive literature review, this research identifies Qur’anic verses related to work (‘amal) and contextualizes them within contemporary discussions on the Islamic Work Ethic (IWE). The findings reveal that, in Islam, work is regarded as an integral form of worship that must be carried out with honesty, consistency, and moral integrity. The value of amanah plays a central role in fostering trust and loyalty within organizations, while istiqāmah ensures the sustainability of ethical conduct, and ikhlāṣ instills a transcendental motivation that elevates professional dedication beyond material goals. Furthermore, the study demonstrates that the application of Qur’anic values in professional and educational settings can enhance productivity, job satisfaction, and the development of an ethical and healthy organizational culture. Overall, the study concludes that the Qur’anic work ethic remains profoundly relevant in addressing the professional and moral challenges of the contemporary global era.
Prospects and Challenges of Zakat in the Modern Economy Jalaluddin Rum; Wa Ode Ramla; Muh. Suwardi; Farid Rahman Hamsa; Mardan
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.8968

Abstract

This study aims to comprehensively analyze the prospects and challenges of implementing zakat as an instrument of Islamic philanthropy in the modern economic system. Using a literature review method, this article synthesizes findings from various scientific literature. The analysis shows that zakat's prospects lie in its great potential as an economic stabilizer, a tool for wealth distribution, and a driver of inclusive growth, supported by the digitalization of management (Zakat Fintech) and its application to contemporary assets (such as professional zakat and digital assets). However, the main challenges faced include harmonizing Islamic jurisprudence regulations regarding new financial instruments, increasing zakat payer compliance, issues of accountability and institutional governance, and the urgent need for measurable impact measurement. Optimizing the role of zakat requires institutional synergy, technological innovation, and policy reforms that support the transformation of zakat funds from consumptive to productive.
Peran Ulama Qur’ani dan Implikasinya bagi Pendidikan Agama Islam Moderatif: The Role of Qur’anic Scholars and Its Implications for Moderate Islamic Religious Education Bohari, Nasri; Muhammad Mukhtar S; Muhammad Yusuf; Mardan
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9313

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran ulama Qur’ani dan implikasinya terhadap penguatan Pendidikan Agama Islam moderatif. Ulama Qur’ani dipahami sebagai figur yang tidak hanya menguasai teks Al-Qur’an secara mendalam, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai ilahiah ke dalam realitas sosial dengan sikap moderat, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur tafsir, karya ulama, serta penelitian kontemporer untuk menggali karakter ulama Qur’ani dan relevansinya bagi pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama Qur’ani berperan sebagai pendidik inklusif yang menjembatani idealitas teks dan kebutuhan masyarakat majemuk. Nilai-nilai Qur’ani seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i‘tida?l dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum, metode pedagogis, dan kultur lembaga pendidikan untuk membentuk peserta didik yang berakhlak, toleran, dan berwawasan luas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran ulama Qur’ani merupakan strategi penting dalam membangun pendidikan Islam yang moderatif, adaptif, dan relevan dalam menghadapi tantangan radikalisme serta intoleransi di era global.
Interaksi Sosial Dengan Non Muslim Dalam Perspektif Al-Quran syahrir syahrir; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1136

Abstract

Penelitian ini membahas tentang interaksi sosial dengan non muslim dalam perspektif Al-Quran. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya interaksi sosial antara muslim dan non muslim dalam kerangka kehidupan beragama dan bermasyarakat yang senantiasa diwarnai dengan keberagaman. Memahami interaksi ini tidak hanya penting untuk memperkuat hubungan antar umat beragama, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang merupakan bentuk penelitian yang berkaitan dengan analisis teks berupa sumber-sumber primer seperti ayat-ayat Al-Qur'an beserta terjemahannya. Kemudian sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang membahas tema interaksi sosial dengan non-muslim. Hasil penelitian menunjukkan Al-Qur'an memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana umat muslim seharusnya berinteraksi dengan non muslim, dengan menekankan nilai-nilai keadilan, toleransi, dan saling menghormati. Dalam surah Al-Mumtahanah (60:8) menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, bahkan terhadap mereka yang berbeda keyakinan. Kemudian dalam surah Al-Baqarah (2:256) menegaskan bahwa setiap individu berhak memilih keyakinan mereka sendiri tanpa tekanan dari pihak lain. Sedangkan pada surah Al-Anfal (8:61) menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk mencari jalan damai dan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk non muslim.
Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat Kesetaraan Gender) Saniasa saniasa; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1377

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur'an melalui pendekatan tafsirtematik untuk menggali isu-isu tentang kesetaraan gender menurut ajaran Islam. Penelitian dilatarbelakangi oleh urgensi memahami landasan qur'ani bagi implementasi kesetaraan gender di tengah arus perubahan sosial dan tuntutan akan keadilan gender pada masyarakat Muslim kontemporer. Berbeda dengan kajian sebelumnya yangcenderung membahas tentang kesetaraan gender secara umum, penelitian ini menawarkan analisis komprehensifterhadap terminologi, konteks historis, dan implementasi konsep kesetaraan gender dalam karir berdasarkan ayat-ayatAl-Qur'an yang relevan. Metodologi yang digunakan adalah metode tafsir tematik dengan mengidentifikasi danmenganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan kesetaraan gender dalam karir, terutama dalam surah Q.S AN Nisa (4) ayat 1, Al-Ahzab (33) ayat 35, An-Nisa (4) ayat 7 , dan Al-Hujrat (49) ayat 13. serta didukung pendekatan semantik-hermeneutis dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak mendiskriminasi gender dalam urusan amal, tanggung jawab, dan kontribusi sosial. Penegasan prinsip keadilan dan penghargaan atas kerja keras menjadi dasar bagi kesetaraan dalam karir.
Konsep Musyawarah dalam Perspektif Al Qur’an (Kajian Tafsir Tematik tentang Musyawarah) Muthmainnah Muthmainnah; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai dasar yang terkandung dalam praktik musyawarah menurut ajaran Islam melalui perspektif Al-Qur'an. Dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer yang menghadapi tantangan implementasi nilai-nilai demokrasi terdapat pemahaman terhadap landasan qur'ani bagi praktik musyawarah menjadi sangat penting. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir tematik, di mana peneliti mengidentifikasi dan menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan musyawarah, khususnya dalam Qur’an pada Surah Ali 'Imran ayat 159, Surah Asy-Syura ayat 38, dan Surah Al-Baqarah ayat 233. Pendekatan semantik-hermeneutis dan analisis kontekstual juga diterapkan untuk memperdalam pemahaman terhadap konteks historis dan terminologi yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musyawarah di dalam Al-Qur'an merupakan prinsip yang fundamental dalam pengambilan keputusan kolektif. Konsep ini menekankan aspek partisipatif, keterbukaan, dan penghargaan terhadap keberagaman pendapat. Meskipun Al-Qur'an tidak memberikan mekanisme baku untuk pelaksanaan musyawarah, namun menetapkan nilai-nilai etis yang harus dijunjung tinggi. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam implementasi musyawarah sesuai dengan konteks sosial-politik masyarakat Muslim.Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa musyawarah adalah bagian integral dari ajaran Islam yang dapat diadaptasi dalam berbagai konteks, sehingga dapat memperkuat praktik demokrasi dalam masyarakat Muslim. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam musyawarah, diharapkan masyarakat dapat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan kolektif yang mencerminkan prinsip-prinsip Islam.
Doa sebagai Spiritualitas Qur’ani: Analisis Teologis dan Psikologis Gishar Hamka Gishar; Muhammad Yusuf; Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1933

Abstract

Doa merupakan salah satu aspek fundamental dalam ajaran Islam yang mencerminkan hubungan eksistensial antara manusia dan Tuhannya. Dalam Al-Qur’an, doa tidak hanya dipahami sebagai sarana permohonan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah, ketundukan, dan pengakuan terhadap keterbatasan diri manusia di hadapan Allah SWT. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap konsep, ragam, serta nilai-nilai teologis doa dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī). Penelitian ini menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan doa, baik yang berasal dari ungkapan para nabi, orang-orang beriman, maupun bentuk-bentuk doa umum yang diajarkan untuk umat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa doa dalam Al-Qur’an mengandung dimensi yang sangat luas dan mendalam, di antaranya nilai tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), tawakal, kesadaran terhadap qadar, serta etika spiritual. Doa juga diposisikan sebagai medium penguatan psikologis dalam menghadapi tekanan hidup. Dalam konteks kontemporer, doa Qur’ani terbukti relevan sebagai terapi spiritual dan mental bagi individu muslim, seperti yang dikaji dalam penelitian-penelitian mutakhir. Doa menjadi ekspresi keyakinan, harapan, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah secara holistik. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap makna dan kandungan doa dalam Al-Qur’an sangat penting untuk membangun kesadaran spiritual, memperkuat karakter religius, dan meningkatkan ketahanan jiwa umat Islam dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Kajian ini menyimpulkan bahwa doa tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga merupakan mekanisme pembentukan kepribadian dan kestabilan emosional dalam bingkai nilai-nilai ilahiyah yang diajarkan oleh Al-Qur’an. Kata kunci: Doa, Al-Qur’an, tafsir tematik, spiritualitas Islam, nilai teologis
Nikah dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat tentang Nikah) Ridwan Sahrani; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan; Abdul Rachman Sahrani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1978

Abstract

Marriage is a sacred institution in Islam that functions not only as a physical bond between a man and a woman, but also embodies profound spiritual, moral, and social values. This study aims to analyze the concept of marriage in Islam through both normative and contextual approaches. The research uses a qualitative method with library research as the primary approach. Data sources include the Qur’an, Hadith, classical and contemporary fiqh literature, and Islamic family law documents in Indonesia. The findings reveal that marriage in Islam represents the implementation of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in preserving lineage, honor, and religion. On the other hand, various social phenomena—such as early marriage, unregistered marriages without valid guardians, and rising divorce rates—indicate a significant gap between normative teachings and social practices. Therefore, an educational approach and continuous community development are essential to restore the ideal function of marriage in Islam as the foundation of a dignified family and society
Mengurai Keindahan Isti’arah: Analisis Struktur Retoris dan Fungsinya dalam Penafsiran Al-Qur’an Megawati, Megawati; Harjum, Mohammad; Mardan, Mardan
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 1 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studies of isti‘ārah in balāghah often limit themselves to formal definitions and classifications, so that its rhetorical function and role in interpreting the Qur’an have not been comprehensively explored. Previous studies generally treat isti‘ārah as a linguistic ornament, without linking it deeply to the formation of meaning and spiritual messages in verses. This weakness prompted this study to present an approach that emphasizes the integration between the structure of isti‘ārah and its rhetorical function in the interpretation of the Qur'an. The purpose of this study is to explain the concept, form, and function of isti‘ārah and its contribution in clarifying meaning, strengthening moral messages, and displaying the beauty of the language of the Qur'an. This study uses a qualitative-descriptive method through literature study and text analysis of Qur'anic verses. The results show that isti‘ārah plays an important role as a pedagogical, rhetorical, and aesthetic medium in the interpretation of the Qur'an. In conclusion, isti‘ārah is a primary instrument for meaning formation, not merely a figure of speech.
Narrative Construction of the Qur'anic Story: A Structural and Functional Approach Mardan, Mardan
Jurnal Adabiyah Vol 26 No 1 (2026): June (Islamic Humanities)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v26i1a1

Abstract

In addition to containing teachings on faith, worship, and morals, the Quran also presents stories that have educational, persuasive, and transformative functions for human life. These stories are not intended as historical writing in the chronological sense, but rather as a means of preaching to provide guidance, warnings, and admonition. This study aims to examine the meaning, existence, scope, and characteristics of stories in the Quran, focusing on the nature of the stories, their types, their constituent elements, and the purpose of their presentation. This study uses a structural-semiotic approach and structural-functional analysis, placing Quranic verses containing stories as the main text of the study. The results of the discussion indicate that Quranic stories are true events and contain key narrative elements in the form of events, characters, and dialogue, presented in a sophisticated style and rich with symbolic meaning. These stories serve to reinforce religious values, clarify the principles of da'wah (Islamic propagation), provide moral examples, and strengthen belief in the truth of the Quranic message. Thus, the study of Quranic stories is not only important from a religious perspective but is also relevant in literary and linguistic studies as a manifestation of the miraculous nature of the Quranic language. ملخص يحتوي القرآن الكريم، بالإضافة إلى تعاليمه في الإيمان والعبادة والأخلاق، على قصص ذات وظائف تعليمية وإقناعية وتغييرية في حياة الإنسان. هذه القصص ليست سردًا تاريخيًا بالمعنى الزمني، بل هي وسيلة للدعوة والتوجيه والتحذير والنصح. تهدف هذه المقالة إلى دراسة معنى القصص في القرآن الكريم، ووجودها، ونطاقها، وخصائصها، مع التركيز على طبيعتها، وأنواعها، ومكوناتها، والغاية من عرضها. يستخدم هذا البحث المنهج السيميائي البنيوي والتحليل الوظيفي البنيوي، مع اعتبار آيات القرآن الكريم التي تتضمن قصصًا النص الرئيسي للدراسة تشير نتائج المناقشة إلى أن القصص القرآنية أحداثٌ حقيقية، وتحتوي على عناصر سردية أساسية في شكل أحداث وشخصيات وحوار، مُقدَّمة بأسلوبٍ راقٍ وغني بالمعاني الرمزية. تُسهم هذه القصص في ترسيخ القيم الدينية، وتوضيح مبادئ الدعوة، وتقديم الأمثلة الأخلاقية، وتعزيز الإيمان بصدق رسالة القرآن. لذا، فإن دراسة القصص القرآنية لا تقتصر أهميتها على الجانب الديني فحسب، بل تتعداه إلى الدراسات الأدبية واللغوية، باعتبارها تجليًا لطبيعة اللغة القرآنية العجيبة. Abstrak Al-Qur’an selain memuat ajaran akidah, ibadah, dan akhlak, juga menyajikan kisah-kisah yang memiliki fungsi edukatif, persuasif, dan transformatif bagi kehidupan manusia. Kisah-kisah tersebut tidak dimaksudkan sebagai penulisan sejarah dalam arti kronologis, melainkan sebagai sarana dakwah untuk memberikan petunjuk, peringatan, dan i‘tibar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna, eksistensi, cakupan, serta karakteristik kisah dalam Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada hakikat kisah, jenis-jenis kisah, unsur-unsur pembentuk, serta tujuan penyajiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural semiotik dan analisis struktural fungsional dengan menempatkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung kisah sebagai teks utama kajian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kisah Al-Qur’an merupakan peristiwa yang benar-benar terjadi dan memiliki unsur-unsur naratif utama berupa peristiwa, tokoh, dan dialog, yang disajikan dengan gaya bahasa tinggi dan sarat makna simbolik. Kisah-kisah tersebut berfungsi untuk meneguhkan nilai-nilai keimanan, memperjelas prinsip-prinsip dakwah, memberikan keteladanan moral, serta memperkuat keyakinan terhadap kebenaran risalah Al-Qur’an. Dengan demikian, kajian terhadap kisah Al-Qur’an tidak hanya penting dari perspektif keagamaan, tetapi juga relevan dalam kajian sastra dan linguistik sebagai wujud kemukjizatan bahasa Al-Qur’an.
Co-Authors Abd Rahim Abd. Rahman Abdul Mannang Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Abu Bakar Achmad Abu Bakar Achmad Abubakar Afrisusnawati Rauf Ahmad M. Latief Aisyah Arsyad Aksa Aksa, Aksa Alamsyah Halim AMIN, ROSMINI Amrah Kasim Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Fadhil Andi Aderus Asriadi Asriadi Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayub, Satry Baharuddin Baharuddin Bahrah, Mena Bakar, Achmad Abu Basri, Syamsuriana Bohari, Nasri Djunaidi, RasyifWildan Ernawati Farhani, Aan Farid Rahman Hamsa Gishar Hamka Gishar Hafid, Hapsah Hapsah Hafid Hasyim, Junaedi Herlin Pebrianti Yuanita Ponto Herlin Pebrianti Yuanita Ponto HL, Muh. Nur As'ad Isriany Ismail Jalaluddin Rum Jelita Inayah Sari Kamaluddin Abunawas Kamaluddin Nurdin Marjumi Kasjim Salenda Lukman Lukman Lukman Lukman Syamsuddin M. Yusuf Masuwd, Mowafg Megawati - Milawati Milawati Moge, Romi Mohamad Harjum Muh Yusuf Muh. Suwardi Muh. Yusuf Muh.Yusuf Muhaeminah Muhaeminah, Muhaeminah Muhamamd Yusuf Muhammad Irham Muhammad Mukhtar S Muhammad Sadik Muhammad Yusuf MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muthmainnah Muthmainnah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdiyah Nahdiyah Nur Apriyani Nurfadilah Nurfadilah Nurul Aqidatul Izzah Poppy Hippy Rahmat. R Rahmi Damis Ramli L. Rauf, Afrisusnawati Ridwan Sahrani Rusydi Khalid RUWIAH ABDULLAH BUHUNGO Sabry, Sadik Said, Muhammad Fikran Saleh, Ummu Sulaimah Saniasa saniasa Sembiring, Rinawati Soga, Zainuddin Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Nilawati Syahran, Muhammad syahrir syahrir Tola, Achmad Umar Umar Veraferial Muchtar Wa Ode Ramla