p-Index From 2021 - 2026
7.185
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Irfani Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Yupa: Historical Studies Journal Naditira Widya Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam JURNAL ILMIAH EDUKATIF Didaktika: Jurnal Kependidikan JENTRE Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Majority Science Journal El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Multidisciplinary Indonesian Center Journal Journal of Arabic Studies Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) EDULEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Ulama dalam Tafsir Klasik dan Modern: Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Mishbah: مفهوم العلماء في التفسير القديم والمعاصر: دراسة مقارنة بين تفسير ابن كثير وتفسير المصباح HL, Muh. Nur As'ad; Yusuf, Muhammad; Mardan; Saleh, Ummu Sulaimah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v9i2.367

Abstract

Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk meninjau kembali konsep “ulama” dalam cahaya Al-Qur’an guna menjawab tantangan intelektual dan sosial kontemporer. Penentuan karakteristik ulama dan pemahaman terhadap peran mereka sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an berkontribusi dalam membangun kesadaran ilmiah dan spiritual yang seimbang di tengah masyarakat Islam. Di antara ayat yang menonjol dalam mendukung konsep ini adalah firman Allah Ta‘ala: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama” (QS. Fāṭir [35]: 28), yang menegaskan hubungan esensial antara ilmu dan rasa takut kepada Allah serta menjadikannya tolok ukur utama dalam mendefinisikan ulama. Penelitian ini bertujuan memahami karakteristik ulama dalam perspektif Al-Qur’an, mengidentifikasi padanan makna kata “ulama”, serta menganalisis metode penafsiran yang digunakan oleh Ibnu Katsir dan Quraish Shihab. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis. Tafsir Ibnu Katsir menerapkan metode riwayah dan salaf, dengan tahapan sistematis: mengaitkan ayat-ayat terkait, mengutip hadis, serta menggunakan pendapat sahabat dan tabi‘in sebelum melakukan tarjih berdasarkan kekuatan sanad dan konsistensi makna.  Adapun Tafsir Al-Mishbah menggunakan pendekatan analisis kontekstual melalui kajian linguistik, sebab turunnya ayat, konteks sosial-historis, dan relevansi makna kemanusiaan.Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika penafsiran terhadap konsep ulama dalam Islam serta relevansinya menghadapi tantangan zaman modern, sekaligus mendorong pemahaman yang kritis dan komprehensif terhadap teks-teks suci Al-Qur’an.
WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI DALAM KELUARGA Buhungo, Ruwiah Abdullah; Achmad Abubakar; Mardan
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tematik ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan pendidikan karakter Islami dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu‘i (tematik) yang menelusuri ayat-ayat relevan seperti Q.S. al-Nisā’ [4]:19, al-Rūm [30]:21, dan al-Mā’idah [5]:8. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dari kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikologis, dengan menegaskan nilai rahmah (kasih sayang), ‘adl (keadilan), dan mu‘āsyarah bil ma‘rūf (pergaulan yang baik) sebagai fondasi relasi keluarga. Kekerasan dalam rumah tangga dipandang bukan sekadar persoalan sosial, tetapi kegagalan dalam pendidikan moral dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki tanggung jawab epistemologis untuk membangun kesadaran nilai dan menanamkan budaya non-kekerasan dalam keluarga. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keluarga Qur’ani adalah entitas pendidikan pertama yang harus mencerminkan nilai kasih, kesetaraan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Dengan demikian, pendidikan karakter Islami berbasis Al-Qur’an tidak hanya berfungsi membentuk individu berakhlak, tetapi juga menjadi sarana pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui penanaman spiritualitas, dialog, dan keteladanan. Kata kunci: Wawasan Al-Qur’an, Kekerasan Rumah Tangga, Pendidikan Karakter Islami
Konsep Al-Ukhuwah dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Tematik) Sri Nilawati; Mardan; Muhammad Sadik
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v2i1.494

Abstract

Brotherhood in the Qur'an is a bond of brotherhood caused by similarities in various aspects, such as descent, ethnicity, religion, profession and character, which forms an inner bond so that each other feels close. Even though they are different people and have different beliefs, the Koran explains that all people are brothers. In the Al-Quran there are several types of ukhuwwah, including Ukhuwah 'ubudiyah which states that all who are created as creatures have a sibling relationship. Ukhuwah Insaniyah that all humans are brothers, because all humans originate from one father and mother, namely Adam and Eve. Ukhuwah Wathaniyah wa Nasabiyah that, Brothers in one lineage and one nationality. Ukhuwah Fiddin wal Islam means, sibling relationships between fellow Muslims
Poetry of the Bima Kingdom as a Counter-Narrative to Colonialism, Scientism, Anthropocentrism and Radicalism Umar, Umar; Mardan, Mardan; Aksa, Aksa
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v8i4.4356

Abstract

This article discusses Syair Kingdom Bima, a 19th-century Malay poem from the Bima Sultanate, as a counter-narrative that challenges dominant discourses of colonialism, scientism, anthropocentrism, and radicalism. Through a new historicism and intertextuality approach, this article examines the narrative strategy of the Bima Kingdom Syair in guiding power dynamics. By focusing on the internal conflict and ethical complexity within the Bima Sultanate, the poem implicitly rejects colonial narratives. This emphasizes the importance of local knowledge systems and the importance of ethical leadership rooted in Islamic principles.  Bima Kingdom Poetry's depiction of the relationship between humans, nature and God is in sharp contrast to the Western scientific and anthropocentric view which prioritizes human power over nature. The poem interprets the eruption of Mount Tambora as being caused by a cosmic imbalance caused by human actions (the Sultan of Tambora's violation of the moral and spiritual order). By advocating spiritual transformation and moral introspection, Syair Kingdom Bima offers a solution to radicalism.
Konsep Al-‘Adl dalam Perspektif Al-Qur’an Rahman, Abdul; Yusuf, Muhammad; Mardan, Mardan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29881

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep al-'adl (keadilan) dalam perspektif Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan tematik. Keadilan merupakan salah satu nilai fundamental dalam ajaran Islam yang memiliki urgensi tinggi dalam kehidupan individual maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif-kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menggunakan dua term utama untuk mengungkapkan konsep keadilan, yaitu al-'adl dan al-qisth. Meskipun keduanya memiliki makna tekstual yang sama yakni "keadilan", namun secara kontekstual memiliki perbedaan mendasar. Term al-'adl dengan arti dasar "sama rata" (السوية) lebih umum cakupannya dan digunakan untuk hal-hal yang dapat dicapai dengan mata batin seperti persoalan hukum, sedangkan al-qisth dengan arti dasar "lurus" (استقامة) digunakan untuk objek yang lebih terukur dan indrawi seperti takaran dan timbangan. Penelitian ini mengidentifikasi empat makna keadilan menurut Al-Qur'an: (1) adil dalam arti "sama", (2) adil dalam arti "seimbang", (3) adil dalam arti "perhatian terhadap hak-hak individu", dan (4) adil dalam arti "dinisbatkan kepada Ilahi". Prinsip-prinsip keadilan yang dituntut dalam kehidupan meliputi berlaku adil dalam timbangan dan ucapan, berlaku adil dalam kesaksian, dan berlaku adil terhadap lawan sekalipun. Penegakan keadilan memiliki urgensi tinggi karena bertujuan menciptakan kesejahteraan yang luas melalui pemeliharaan martabat kemanusiaan.
PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF ULAMA TAFSIR AL QUR’AN Nurul Aqidatul Izzah; Muh.Yusuf; Mardan
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.370

Abstract

Perkawinan beda agama masih saja menjadi topik yang selalu diperbincangkan oleh para pemikir Islam sampai saat ini seiring dengan masih banyaknya umat Islam di Indonesia yang melaksanakannya. Tulisan ini akan mencoba meneliti ulang tentang bagaimana sebenarnya status pernikahan beda agama dalam perspektif ulama tafsir, fatwa Majlis Ulama Indonesia dan hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber data kepustakaan (library reseaach). Indonesia sendiri, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan Fatwa tentang keharaman bagi umat Islam baik laki-laki dan perempuan untuk menikahi wanita dan laki-laki non-muslim baik mereka yang Ahli Kitab maupun tidak. Fatwa MUI ini menyatakan setelah mempertimbangkan bahwa perkawinan beda agama sering menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat dan mengundang perdebatan di antara sesama umat Islam. Fatwa MUI ini masih sejalan dengan sumber hukum keluarga Islam di Indonesia yakni UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam yang juga melarang perkawinan beda agama.
The Impact of Qiraah on the Determination of Fiqh Law According to Al-Alusi Lukman; Mardan; Kasim, Amrah; Irham, Muhammad
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i6.9983

Abstract

The purpose of this study is to reveal the relationship between Qiraah and Jurisprudence, the method of Determining the Law of Jurisprudence according to Al-Alusi, and the impact of Qiraah on the Verses of Worship on Determining the Law of Jurisprudence according to Al-Alusi. This research is a qualitative research, the type of research is library research. The data collection method used is literature study. The results showed that; 1). The close relationship between fiqh and qiraah has had a significant impact on the understanding and development of Islamic law. The understanding and expertise in qiraah by the fuqaha provided an additional dimension in the interpretation and application of Islamic law. Thus, the close relationship between fiqh and qiraah became one of the hallmarks of the Islamic tradition of thought. 2) In exploring the verses to find istinbat law, imam al-Alusi uses two main methods, namely bayani and qiyasi methods. 3) The differences in qiraah that affect the istinbat law have given birth to different legal status. This has a significant impact on the process and results of determining the law, such as in the case of worship issues
ECOLOGICAL EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF THE QUR’AN: ISLAMIC SOLUTIONS TO ENVIRONMENTAL CRISIS AND CLIMATE CHANGE Moge, Romi; Achmad Abubakar; Mardan
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6996

Abstract

The phenomenon of ecological damage and climate change has developed into a multidimensional crisis that threatens the sustainability of human life on earth. This crisis is not only ecological, but also reflects a moral and spiritual crisis due to the loss of human awareness of the Divine mandate in preserving nature. This research aims to examine the concept of ecological education in the perspective of the Qur'an as an Islamic solution to the global environmental crisis. The focus of research is directed at the values of monotheism, the principle of balance (mīzān), and the prohibition of damage (fasād) as the basis for the development of ecological awareness oriented towards responsibility and sustainability.Using a qualitative approach based on thematic interpretation (maudhu'i), this study analyzes the verses of the Qur'an that discuss the earth (ardh) and the relationship between humans and nature. The results of the study show that the Qur'an places the earth as a Divine mandate that must be maintained through the principles of responsibility, balance, and sustainability. These findings led to the construction of a Qur'anic ecological education model that emphasizes the spiritual and ethical dimensions in human interaction with the environment. The implications of the study affirm the importance of integrating ecotheological education into the Islamic curriculum as well as the formulation of global environmental policies based on Qur'anic values as a preventive step in dealing with contemporary ecological crises.
The Gender Equality in Education According to Quran : Analysis of Women's Educational Access Rights Gintari, Ayu; Abubakar, Achmad; Mardan
Jurnal Ilmiah Edukatif Vol. 11 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v11i2.4378

Abstract

The issue of gender equality in education remains a multidimensional problem encompassing theological, social, and cultural aspects. Although Islam normatively affirms the spiritual and intellectual equality between men and women, empirical realities within many Muslim societies continue to reflect patriarchal biases that restrict women’s access to education. This study aims to analyze the concept of gender equality in education based on the Qur’anic perspective, emphasizing women’s rights to acquire knowledge. Employing a qualitative approach through thematic interpretation (tafsīr maudhū‘ī) and the sociology of education framework, the study finds that the Qur’an regards education as a universal human right, not limited by gender. The persistence of inequality stems not from Islamic teachings but from socio-cultural structures and patriarchal interpretations of religious texts. Within this framework, Islamic education should function as a means of liberation, in line with Paulo Freire’s critical pedagogy, by fostering critical consciousness against social and gender injustices. The findings imply the need for reformulating Islamic education curricula with a gender-equitable perspective, strengthening teachers’ gender awareness, and developing contextual Qur’anic interpretations. Such reforms are essential to transform Islamic education into an instrument for building a civilized, egalitarian, and socially just society.
PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP AYAT-AYAT TENTANG PERINTAH MENJAGA KESEHATAN Aswan, Ahmad Rathomi; Abubakar, Achmad; Mardan
Jurnal Ilmiah Edukatif Vol. 11 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v11i2.4450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun kerangka konseptual pendidikan kesehatan yang komprehensif melalui analisis sistematis dan tematik (maudhu'i) terhadap ayat-ayat al-Qur'an tentang perintah menjaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Penelitian ini menganalisis data primer dari al-Qur'an dan kitab tafsir klasik-kontemporer, didukung sumber sekunder dari literatur keislaman dan kesehatan modern. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa al-Qur'an mempresentasikan paradigma kesehatan holistik yang mengintegrasikan empat dimensi: jasad (fisik), nafs (psiko-emosional), aql (intelektual-kognitif), dan ruh (spiritual-transendental). Penelitian ini mengidentifikasi empat prinsip dasar pendidikan kesehatan Qur'ani: pencegahan (al-wiqaayah), keseimbangan (al-tawazun), kemurnian (al-thaharah), dan tanggung jawab (al-mas'uliyyah), yang diimplementasikan melalui metode multidimensi berupa keteladanan (al-qudwah), nasihat tepat (al-mau'izhah), dan pembiasaan (al-ta'wid). Penelitian menunjukkan konvergensi signifikan antara wisdom kesehatan dalam al-Qur'an dengan temuan ilmiah modern, sekaligus meneguhkan landasan spiritual-etika yang melengkapi pendekatan sekuler. Kerangka yang dihasilkan menawarkan model pendidikan kesehatan integratif yang relevan untuk pengembangan strategi promosi kesehatan kultural-sensitif, kurikulum kesehatan berbasis nilai, dan kebijakan kesehatan holistik, khususnya bagi populasi Muslim.
Co-Authors Abd Rahim Abd. Rahman Abdul Mannang Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Abu Bakar Achmad Abu Bakar Achmad Abubakar Afrisusnawati Rauf Ahmad M. Latief Aisyah Arsyad Aksa Aksa, Aksa Alamsyah Halim AMIN, ROSMINI Amrah Kasim Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Fadhil Andi Aderus Asriadi Asriadi Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayub, Satry Baharuddin Baharuddin Bahrah, Mena Bakar, Achmad Abu Basri, Syamsuriana Bohari, Nasri Djunaidi, RasyifWildan Ernawati Farhani, Aan Farid Rahman Hamsa Gishar Hamka Gishar Hafid, Hapsah Hapsah Hafid Hasyim, Junaedi Herlin Pebrianti Yuanita Ponto Herlin Pebrianti Yuanita Ponto HL, Muh. Nur As'ad Isriany Ismail Jalaluddin Rum Jelita Inayah Sari Kamaluddin Abunawas Kamaluddin Nurdin Marjumi Kasjim Salenda Lukman Lukman Lukman Lukman Syamsuddin M. Yusuf Masuwd, Mowafg Megawati - Milawati Milawati Moge, Romi Mohamad Harjum Muh Yusuf Muh. Suwardi Muh. Yusuf Muh.Yusuf Muhaeminah Muhaeminah, Muhaeminah Muhamamd Yusuf Muhammad Irham Muhammad Mukhtar S Muhammad Sadik Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muthmainnah Muthmainnah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdiyah Nahdiyah Nur Apriyani Nurfadilah Nurfadilah Nurul Aqidatul Izzah Poppy Hippy Rahmat. R Rahmi Damis Ramli L. Rauf, Afrisusnawati Ridwan Sahrani Rusydi Khalid RUWIAH ABDULLAH BUHUNGO Sabry, Sadik Said, Muhammad Fikran Saleh, Ummu Sulaimah Saniasa saniasa Sembiring, Rinawati Soga, Zainuddin Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Nilawati Syahran, Muhammad syahrir syahrir Tola, Achmad Umar Umar Veraferial Muchtar Wa Ode Ramla