p-Index From 2021 - 2026
8.974
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Irfani Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Yupa: Historical Studies Journal Naditira Widya Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam JURNAL ILMIAH EDUKATIF Didaktika: Jurnal Kependidikan Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat JENTRE TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) An-Nur : Jurnal Studi Islam Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Kompetensi Madani: Multidisciplinary Scientific Journal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Konseling Pendidikan Islam Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Majority Science Journal El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Multidisciplinary Indonesian Center Journal Journal of Arabic Studies Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) EDULEC
Claim Missing Document
Check
Articles

The Gender Equality in Education According to Quran : Analysis of Women's Educational Access Rights Gintari, Ayu; Abubakar, Achmad; Mardan
Jurnal Ilmiah Edukatif Vol. 11 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v11i2.4378

Abstract

The issue of gender equality in education remains a multidimensional problem encompassing theological, social, and cultural aspects. Although Islam normatively affirms the spiritual and intellectual equality between men and women, empirical realities within many Muslim societies continue to reflect patriarchal biases that restrict women’s access to education. This study aims to analyze the concept of gender equality in education based on the Qur’anic perspective, emphasizing women’s rights to acquire knowledge. Employing a qualitative approach through thematic interpretation (tafsīr maudhū‘ī) and the sociology of education framework, the study finds that the Qur’an regards education as a universal human right, not limited by gender. The persistence of inequality stems not from Islamic teachings but from socio-cultural structures and patriarchal interpretations of religious texts. Within this framework, Islamic education should function as a means of liberation, in line with Paulo Freire’s critical pedagogy, by fostering critical consciousness against social and gender injustices. The findings imply the need for reformulating Islamic education curricula with a gender-equitable perspective, strengthening teachers’ gender awareness, and developing contextual Qur’anic interpretations. Such reforms are essential to transform Islamic education into an instrument for building a civilized, egalitarian, and socially just society.
PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP AYAT-AYAT TENTANG PERINTAH MENJAGA KESEHATAN Aswan, Ahmad Rathomi; Abubakar, Achmad; Mardan
Jurnal Ilmiah Edukatif Vol. 11 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v11i2.4450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun kerangka konseptual pendidikan kesehatan yang komprehensif melalui analisis sistematis dan tematik (maudhu'i) terhadap ayat-ayat al-Qur'an tentang perintah menjaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Penelitian ini menganalisis data primer dari al-Qur'an dan kitab tafsir klasik-kontemporer, didukung sumber sekunder dari literatur keislaman dan kesehatan modern. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa al-Qur'an mempresentasikan paradigma kesehatan holistik yang mengintegrasikan empat dimensi: jasad (fisik), nafs (psiko-emosional), aql (intelektual-kognitif), dan ruh (spiritual-transendental). Penelitian ini mengidentifikasi empat prinsip dasar pendidikan kesehatan Qur'ani: pencegahan (al-wiqaayah), keseimbangan (al-tawazun), kemurnian (al-thaharah), dan tanggung jawab (al-mas'uliyyah), yang diimplementasikan melalui metode multidimensi berupa keteladanan (al-qudwah), nasihat tepat (al-mau'izhah), dan pembiasaan (al-ta'wid). Penelitian menunjukkan konvergensi signifikan antara wisdom kesehatan dalam al-Qur'an dengan temuan ilmiah modern, sekaligus meneguhkan landasan spiritual-etika yang melengkapi pendekatan sekuler. Kerangka yang dihasilkan menawarkan model pendidikan kesehatan integratif yang relevan untuk pengembangan strategi promosi kesehatan kultural-sensitif, kurikulum kesehatan berbasis nilai, dan kebijakan kesehatan holistik, khususnya bagi populasi Muslim.
Epistemologi Qawa'id Tafsir Dalam Dialektika Antara Otoritas Teks Dan Fluiditas Makna Muhammad Fikran Said; Mardan Mardan; Rosmini Amin
Jurnal Ilmu Agama Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JIGAMNA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jigamna.v2i2.1457

Abstract

This study discusses the epistemology of qawa’id tafsir in the dialectic between textual authority and the fluidity of meaning in Qur’anic interpretation studies. The study is motivated by the emergence of various interpretative approaches that seek to preserve the sacredness of the Qur’anic text while responding to the social dynamics of modern society. This research employs a qualitative approach using library research methods. Data were obtained from classical tafsir books, tafsir methodology references, scientific journals, and various literature related to contemporary tafsir epistemology. Data collection techniques were carried out through documentation studies and literature analysis, while data analysis used descriptive-analytical methods with a hermeneutic approach. The results indicate that the epistemology of qawa’id tafsir has evolved from a textual approach toward contextual and multidisciplinary approaches. Qawa’id tafsir functions as a methodological instrument to maintain balance between the authority of the Qur’anic text and interpretative dynamics influenced by social, cultural, and scientific developments. The dialectic between textual authority and the fluidity of meaning has produced diverse forms of interpretation that enrich Islamic intellectual traditions, although it also raises challenges regarding the legitimacy of interpretation. This study concludes that the development of adaptive, moderate, and contextual qawa’id tafsir is essential to ensure that Qur’anic interpretation remains relevant to contemporary societal issues without losing the fundamental values of Islamic teachings.
The ETOS KERJA DALAM AL-QUR’AN SEBAGAI PILAR PRODUKTIVITAS DALAM PERSPEKTIF WAHYU DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN Mukhtar S, Muhammad; Yusuf, Muhammad; Mardan, Mardan
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 19 No 1 (2026): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/kompetensi.v19i1.414

Abstract

Etos kerja merupakan faktor strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia. Dalam masyarakat Muslim, Al-Qur’an berperan sebagai sumber nilai yang membentuk sikap, motivasi, dan perilaku kerja. Namun, dalam realitas sosial, nilai-nilai etos kerja Qur’ani belum sepenuhnya terinternalisasi sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas, integritas dan kedisiplinan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etos kerja dalam Al-Qur’an sebagai pilar produktivitas dalam perspektif wahyu serta mengkaji implementasinya dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui tafsir tematik (maudhu’i). Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kerja, didukung oleh tafsir klasik dan kontemporer serta literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja Qur’ani tidak hanya menekankan aspek teknis dan material, tetapi juga memuat dimensi spiritual, moral, dan sosial sebagai fondasi produktivitas dan profesionalitas. Kerja dipahami sebagai bagian dari ibadah, manifestasi keimanan, dan sarana aktualisasi potensi manusia sebagai khalifah di bumi. Nilai-nilai itqan, ihsan, amanah, istiqamah, dan ta’awun menjadi kerangka normatif produktivitas yang adil dan berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini bahwa etos kerja Qur’ani merupakan alternatif konstruktif atas krisis etika kerja modern dan relevan untuk diimplementasikan secara holistik dalam pendidikan.
Struktur Kebahasaan dan Fungsi Retoris Uslūb Nidā’ dalam Al-Qur`an: Kajian Balāgah dan Tafsir Musfirah Musfirah; Andi Miswar; Mardan Mardan
Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Vol. 5 No. 1 (2026): Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/lathaif.v5i1.16941

Abstract

This study examines uslūb nidā’ (the rhetorical vocative style) in the Qur`an, addressing two research questions: (1) what are the linguistic structural forms of uslūb nidā’ in the Qur`an, and (2) what are the rhetorical functions of uslūb nidā’ from the perspectives of balāghah and Qur`anic exegesis? The study adopts a qualitative approach through library research. Seven verses were purposively selected from a total of 527 nidā’ verses in the Qur`an based on three criteria: representativeness of nidā’ particles, variety of munādā (addressees), and diversity of rhetorical functions. Primary data were drawn from Qur`anic verses and major exegetical works, including al-Tahrīr wa al-Tanwīr, Rūh al-Ma'ānī, and al-Kasysyāf, and were analyzed using a descriptive-analytical method informed by balāghah and tafsīr frameworks. The findings reveal that the Qur`an consistently employs يَا and يَا أَيُّهَا as its primary vocative particles across varied structural patterns, including nidā’-amr-khabar, nidā’-amr-nahy, nidā’-khabar, and istifhām-nidā’-khabar. The rhetorical functions identified include tanbīh (attention-drawing), takrīm (dignification), talattuf (tenderness), takhwīf (instilling awe), ta'kīd (emphasis), and taqrīr wa ilzām (argumentative assertion). A comparative analysis further reveals that Meccan nidā’ tends to serve functions of takhwīf and barā'ah, whereas Medinan nidā’ is predominantly characterized by takrīm and normative tanbīh. These findings indicate that uslūb nidā’ constitutes a structured and contextually sensitive rhetorical system rather than a mere grammatical device, with practical implications for Arabic language pedagogy, exegetical methodology, and Islamic preaching discourse.
PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF ULAMA TAFSIR AL QUR’AN Nurul Aqidatul Izzah; Muh.Yusuf; Mardan
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.370

Abstract

Perkawinan beda agama masih saja menjadi topik yang selalu diperbincangkan oleh para pemikir Islam sampai saat ini seiring dengan masih banyaknya umat Islam di Indonesia yang melaksanakannya. Tulisan ini akan mencoba meneliti ulang tentang bagaimana sebenarnya status pernikahan beda agama dalam perspektif ulama tafsir, fatwa Majlis Ulama Indonesia dan hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber data kepustakaan (library reseaach). Indonesia sendiri, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan Fatwa tentang keharaman bagi umat Islam baik laki-laki dan perempuan untuk menikahi wanita dan laki-laki non-muslim baik mereka yang Ahli Kitab maupun tidak. Fatwa MUI ini menyatakan setelah mempertimbangkan bahwa perkawinan beda agama sering menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat dan mengundang perdebatan di antara sesama umat Islam. Fatwa MUI ini masih sejalan dengan sumber hukum keluarga Islam di Indonesia yakni UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam yang juga melarang perkawinan beda agama.
Uslub Al-Jinas dalam Surah Al-Insyirah Widiawati; Mardan; Andi Miswar
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9764

Abstract

This study discusses uslub al-jinās in Surah al-Insyirah with a focus on the beauty of language and the meaning contained in it. Surah al-Insyirah is a Makkiyah surah that has a beautiful style of balaghah language and gives psychological and spiritual influences to readers. This study uses Tafsir al-Munir as the main reference in analyzing the form of al-jinās in the verses of the surah. The results of the study show that there are several forms of al-jināsthat describe the transition from difficulty to ease as the main theme of the surah. The use of words that have similar sounds but different meanings provides a strong language rhythm and emphasizes the message of optimism, fortitude, and peace of mind. In addition, the style of language shows the miracles of the Qur'an in terms of balaghah. This study uses a qualitative method with the approach of ma'nawi and balaghi interpretation. The results of the research are expected to contribute to the development of the study of the Qur'anic balaghah, especially related to uslub al-jinās in the Makkiyah surahs
Ījāz dan Iṭnāb sebagai Strategi Retoris untuk Memperkuat Pesan Ilahi dalam Al-Qur'an Nur Afni Handayani; Andi Miswar; Mardan
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 1 (2026): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Jawa Timur: Prodi. Ilmu Al Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin IAI Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqan.v9i1.4929

Abstract

The rhetorical excellence of the Qur'an has long been recognized as one of its defining characteristics. However, contemporary Qur'anic scholarship has predominantly emphasized theological, legal, and semantic dimensions, while the communicative functions of classical rhetorical devices remain comparatively underexplored. This study examines ījāz (conciseness) and iṭnāb (elaboration) as rhetorical strategies for reinforcing divine messages in the Qur'an. Employing a qualitative library-based research design, the study applies the analytical framework of classical Arabic balāghah to examine selected Qur'anic verses that exemplify both rhetorical styles. The findings reveal that ījāz reinforces divine messages through linguistic economy, semantic density, and expressive precision, enabling profound meanings to be conveyed with maximum rhetorical impact. Conversely, iṭnāb strengthens divine communication through purposeful elaboration, contextual clarification, persuasive emphasis, and emotional engagement, facilitating deeper cognitive and spiritual internalization of Qur'anic teachings. Rather than representing contrasting rhetorical styles, ījāz and iṭnāb function as complementary communicative strategies whose effectiveness depends on the communicative context and intended persuasive purpose of the discourse. This study contributes to contemporary Qur'anic rhetoric by demonstrating that the persuasive power of the Qur'an emerges not only from the theological content of its messages but also from the strategic deployment of rhetorical forms that optimize meaning, persuasion, and spiritual transformation. These findings extend the study of balāghah beyond stylistic description toward a functional and discourse-oriented understanding of Qur'anic rhetoric.
Konsep Ulama dalam Tafsir Klasik dan Modern: Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Mishbah: مفهوم العلماء في التفسير القديم والمعاصر: دراسة مقارنة بين تفسير ابن كثير وتفسير المصباح Muh. Nur As'ad HL; Muhammad Yusuf; Mardan; Ummu Sulaimah Saleh
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v9i2.367

Abstract

Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk meninjau kembali konsep “ulama” dalam cahaya Al-Qur’an guna menjawab tantangan intelektual dan sosial kontemporer. Penentuan karakteristik ulama dan pemahaman terhadap peran mereka sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an berkontribusi dalam membangun kesadaran ilmiah dan spiritual yang seimbang di tengah masyarakat Islam. Di antara ayat yang menonjol dalam mendukung konsep ini adalah firman Allah Ta‘ala: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama” (QS. Fāṭir [35]: 28), yang menegaskan hubungan esensial antara ilmu dan rasa takut kepada Allah serta menjadikannya tolok ukur utama dalam mendefinisikan ulama. Penelitian ini bertujuan memahami karakteristik ulama dalam perspektif Al-Qur’an, mengidentifikasi padanan makna kata “ulama”, serta menganalisis metode penafsiran yang digunakan oleh Ibnu Katsir dan Quraish Shihab. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis. Tafsir Ibnu Katsir menerapkan metode riwayah dan salaf, dengan tahapan sistematis: mengaitkan ayat-ayat terkait, mengutip hadis, serta menggunakan pendapat sahabat dan tabi‘in sebelum melakukan tarjih berdasarkan kekuatan sanad dan konsistensi makna.  Adapun Tafsir Al-Mishbah menggunakan pendekatan analisis kontekstual melalui kajian linguistik, sebab turunnya ayat, konteks sosial-historis, dan relevansi makna kemanusiaan.Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika penafsiran terhadap konsep ulama dalam Islam serta relevansinya menghadapi tantangan zaman modern, sekaligus mendorong pemahaman yang kritis dan komprehensif terhadap teks-teks suci Al-Qur’an.
Analysis of Kalam Nahy in Qur’an Surah Al-Isra Verse 36 Regarding the Ethics of Artificial Intelligence (AI) Usage Muariva Muzakkir; Andi Miswar; Mardan
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 18 No. 01 (2026): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/annur.v18i01.2799

Abstract

The use of artificial intelligence (AI) is becoming increasingly widespread and is being applied in various aspects of modern life. The use of AI requires moral awareness and a critical mindset to ensure that users are not easily influenced by information from unclear or unverifiable sources. This study aims to analyze the kalam nahy in the Qur’an, Surah Al-Isra’ verse 36, and examine its relevance to the ethics of Artificial Intelligence (AI) usage. This type of research uses a qualitative approach, specifically a literature review (library research) with a descriptive analysis method. The findings indicate that Surah Al-Isra’ verse 36 prohibits following something without a clear and valid basis of knowledge. This verse emphasizes the importance of tabayyun, caution, and responsibility in receiving and disseminating information. In the context of AI use, these values can serve as ethical guidelines to ensure that technology is used wisely, critically, and in accordance with Islamic moral principles.
Co-Authors Abd Rahim Abd. Rahman abdul Ghany Abdul Khalik Abdul Mannang Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Abu Bakar Achmad Abu Bakar Achmad Abubakar Afrisusnawati Rauf Ahmad M. Latief Aisyah Arsyad Aksa Aksa, Aksa Alamsyah Halim Alfian Nugraha Rauf Alia Sugira Amrah Kasim Andi Bangsawan Tolere Andi Dian Wulandari Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Fadhil Andi Aderus Andi Miswar Asriadi Asriadi Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayub, Satry Baharuddin Baharuddin Bahrah, Mena Bakar, Achmad Abu Basri, Syamsuriana Djunaidi, RasyifWildan Ernawati Farhani, Aan Gishar Hamka Gishar Hafid, Hapsah Hapsah Hafid Hartina Hartina Herlin Pebrianti Yuanita Ponto Herlin Pebrianti Yuanita Ponto HL, Muh. Nur As'ad Isriany Ismail Jelita Inayah Sari Junaedi Hasyim Kamaluddin Abunawas Kamaluddin Nurdin Marjumi Kasjim Salenda Lukman Lukman Lukman Lukman Syamsuddin M. Yusuf Maswan Ahmadi Megawati Megawati Milawati Milawati Moge, Romi Mohammad Harjum Mowafg Abrahem Masuwd Muariva Muzakkir Muh Yusuf Muh. Nur As'ad HL Muh. Yusuf Muh.Yusuf Muhaeminah Muhaeminah, Muhaeminah Muhamamd Yusuf Muhammad Asmariadi Arsyad Muhammad Fauzan Akmal Muhammad Fikran Said Muhammad Irham Muhammad Sadik Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhmmad Yusuf Muhsin Mahfud Muhsin Muhsin Mukhtar S, Muhammad Musfirah Musfirah Muthmainnah Muthmainnah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdiyah Nahdiyah Nur Afni Handayani Nur Apriyani Nurfadilah Nurfadilah Nurul Aqidatul Izzah Nurwahid Syam Poppy Hippy Rahmat. R Rahmi Damis Ramli L. Rauf, Afrisusnawati Ridwan Sahrani Rosmini Amin Rusydi Khalid RUWIAH ABDULLAH BUHUNGO Sabran Kamal Sabry, Sadik Said Usman Umar Saleh, Ummu Sulaimah Saniasa saniasa Sembiring, Rinawati Soga, Zainuddin Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Nilawati Syahran, Muhammad syahrir syahrir Tola, Achmad Umar Umar Ummu Sulaimah Saleh Veraferial Muchtar Widiawati