Claim Missing Document
Check
Articles

Effects of L-Isoleucine Supplementation in the Diet on the Growth Performance of Kampong Chicken at the Starter Phase (1-6 Weeks) Lisnahan, Charles Venirius; Pardosi, Lukas; Nahak, Oktovianus Rafael
Buletin Peternakan Vol 48, No 3 (2024): BULETIN PETERNAKAN VOL. 48 (3) AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v48i3.91596

Abstract

This study aimed to determine the effect of L-isoleucine supplementation in the diet on the growth performance of Kampong chickens at the starter phase (1-6 weeks). This study was conducted at Kefamenanu, East Nusa Tenggara Province, Indonesia, from May to June 2023. A total of two hundred and fifty-week-old Kampong chickens with an average initial weight of 59.03±0.52 g were used in the study. The chickens were divided into five treatments with five replications based on a completely randomized design. The diet treatments were: T0 (control feed); T1 (T0 + 0.20% L-isoleucine, NRC, 1994 for broilers); T2 (T0 + 0.30% L-isoleucine); T3 (T0 + 0.40% L-isoleucine); and T4 (T0 + 0.50% L-isoleucine). The parameters observed were body weight, weight gain, feed intake, feed conversion ratio, carcass weight, and carcass percentage. The data obtained were analyzed using variance analysis and the Duncan test. The study result showed that the groups T3 and T2 had the highest body weight (330.76±1.29; 334.48±1.47 g/bird, respectively). The highest weight gain was in group T2 (275.54±1.39 g/bird/5 weeks). Group T3 had the highest feed intake (613.15±5.79 g/bird/5 weeks) and the lowest feed conversion ratio (2.22±0.02). The highest carcass weight was in groups T2 and T3 (189.95±1.17 and 189.32±0.65 g/bird, respectively), while the highest carcass percentage was in group T2 (57.43±0.47 %/bird). The statistical analysis indicated that body weight, weight gain, feed conversion ratio, and carcass weight were affected by the level of L-isoleucine (p<0.05). In contrast, feed intake and carcass percentage were not significant. It was concluded that supplementation with 0.40% L-isoleucine to the diet of Kampong chicken resulted in optimal growth performance at the starter phase (1-6 weeks).
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DI LAHAN KERING PADA KELOMPOK TANI PEREMPUAN SION MELALUI PENERAPAN PEKARANGAN LESTARI Sipayung, Boanerges Putra; Tobing, Wilda Lumban; Bria, Deseriana; Ndua, Natalia Desy Djata; Kia, Kristoforus Wilson; Neonbeni, Eduardus Yosef; Tefa, Azor Yulianus; Kadju, Fransiskus Yulius Dhewa; Pardosi, Lukas; Adu, Risna Erni Yati
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11117

Abstract

Kelompok tani Perempuan Sion aktif dalam kegiatan bercocok tanam di lahan kering. Namun terdapat kesulitan dalam mengelola lahannya. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan ketahanan pangan kelompok tani Perempuan Sion melalui penerapan pekarangan lestari. Pelaksanaan dilakukan melalui sistem learning by doing dengan sosialisasi dan demonstrasi yang melibatkan kelompok tani Perempuan Sion dan mahasiswa sebagai implementasi MBKM. Kegiatan berlangsung dengan durasi 3 (tiga) bulan mulai dari Juli – September 2022. Tahapan kegiatan dimulai dari persiapan lahan, pembuatan pupuk bokashi berbahan dasar limbah dan kotoran ayam, persemaian benih pakcoy, pemupukan, penanaman, perawatan tanaman, dan pemanenan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, kelompok tani Perempuan Sion mampu mengubah limbah menjadi bokashi, mampu mengelola lahan kering sebagai lahan pertanian yang lebih efektif dan efisien baik secara waktu dan tenaga, serta mampu meningkatkan ketahanan pangan.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI RHIZOSFER DARI TANAMAN KACANG GUDE (Cajanus cajan L) SEBAGAI PENGHASIL HORMON IAA (Indole Acetic Acid) DAN APLIKASINYA PADA BENIH PADI (Oryza sativa L) Fallo, Gergonius; Banusu, Maria Sarliana; Pardosi, Lukas; Tefa, Anna
Berita Biologi Vol 22 No 1 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.803

Abstract

Indole Acetic Acid (IAA) merupakan hormon tumbuh yang memegang peranan penting pada semua tanaman dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkarakterisasi bakteri rhizosfer penghasil IAA dari tanaman kacang gude (Cajanus cajan L) sebagai penghasil IAA dan mengetahui pengaruh isolat bakteri tersebut terhadap perkecambahan benih padi (Oryza sativa L). Penelitian diawali dengan pengambilan sampel, isolasi bakteri menggunakan media Nutrient Agar (NA) dan seleksi isolat bakteri penghasil IAA. Seleksi isolate baketri penghasil IAA dilakukan dengan cara menumbuhkan isolat bakteri pada media Nutrient Broth (NB) + triptofan dan direaksikan dengan reagen Salkowski. Hasil isolasi diperoleh tujuh isolat dengan karakter morfologi koloni berukuran kecil dan sedang, warna koloni putih, bentuk koloni bundar, berserabut, tidak teratur, elevasi koloni datar, umbunate, pulvinate, dan cembung. Tepi koloni rata, bergelombang dan berlekuk. Hasil seleksi didapatkan tiga isolat yaitu RTG-01, RTG-02 dan RTG-03 yang menghasilkan IAA. Hasil identifikasi mikroskopis isolat RTG-01 dan RTG-02 bentuk sel bulat Gram negatif dan isolat RTG-03 bentuk sel batang Gram positif. Isolat bakteri penghasil IAA diaplikasikan pada benih padi dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan ketiga isolat bakteri penghasil IAA tidak berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, dan berat kering kecambah normal padi, namun berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap daya berkecambah.
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI ENZIM ENDONUKLEASE RESTRIKSI KASAR DARI BAKTERI Escherichia coli Pardosi, Lukas; Tode, Sonya Yuniarsi; Fallo, Gergonius
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.1077

Abstract

Enzim Endonuklease diisolasi dari beberapa jenis bakteri termasuk Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik enzim endonuklease restriksi kasar dari bakteri E. coli yang dipengaruhi kondisi suhu dan pH. E. coli diisolasi dari sampel air sumur dan ditumbuhkan pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Isolat bakteri E coli digunakan dalam pengukuran kurva pertumbuhan untuk mengetahui fase pertumbuhan bakteri serta mendapatkan waktu yang optimum untuk memproduksi ekstrak kasar enzim endonuklease. Proses produksi enzim endonuklease dengan metode sentrifugasi pada kecepatan 10000 rpm selama 30 menit pada suhu 4°C dan diulang 4 kali. Hasil sentrifugasi dikarakterisasi dengan fraksinasi menggunakan ammonium sulfat dengan tingkat kejenuhannya berbeda-beda yaitu, (0-20%, 20-40%, 40-60%, 60-80%, 80-100%) dan diukur aktivitas enzimnya menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 600 nm. Hasil fraksinasi yang aktivitasnya paling optimum pada fraksi 0-20%. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas enzim dengan variasi suhu dan Ph menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 600 nm. Hasilnya pada variasi suhu aktivitas enzim paling optimum terjadi pada suhu 37°C, sedangkan pada variasi pH aktivitas optimum enzim terjadi pada pH 7.
ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK KASAR BAKTERI ENDOFIT DARI BIJI DAN BUNGA TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI BIOKONTROL TERHADAP Fusarium oxysporum Isolat TLPI Fallo, Gergonius; Manalu, Adelya I; Pardosi, Lukas
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8935

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lam) marupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Semua bagian tanaman kelor mengandung senyawa metabolit sekunder. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui kandungan senyawa bioaktif dari ekstrak heksana bakteri endofit dari bunga dan biji kelor. Isolat bakteri endofit yang diperoleh dikarakterisasi morfologi koloni, mikroskopis, pengujian biokimia dan diidentifikasi molekuler. Kandungan kimia bakteri endofit dianalisis dengan metode standar untuk skrining senyawa kimia. Uji aktivitas biokontrol dilakukan terhadap penyebab penyakit layu Fusarium dengan difusi agar. Hasil isolasi menujukkan adanya 8 isolat, dan 2 isolat yaitu BiK.1 dan BiK.3 menghasilkan senyawa bioaktif yang mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium sp. Dua isolat BiK.1 dan BiK.3 memiliki golongan senyawa alkaloid, terpenoid dan saponin. Ekstrak kasar BiK.1 mempunyai zona hambat 3.1% terhadap Fusarium oxisporum TLPI, sedangkan isolat BiK.1 sebesar 1,2%.   Identifikasi secara molekuler berdasarkan gen 16S rRNA diketahui bahwa isolat BiK.1 memiliki kemiripan genetik dengan Bacillus sp. dan BiK.3 dengan Bacillus cereus dengan nilai query cover mencapai 100%.
Inventory of Macroscopic Fungi in Protected Forest Areas Malaka District Chartery Lukas Pardosi; Natalia Hoar; Gergonius Fallo; I Gede Arya Wiguna
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 16 No 2 (2024): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v16i2.315

Abstract

Mushrooms are eukaryotic organisms with spores, without chlorophyll that reproduce sexually and asexually, mushrooms can be used by humans as food ingredients and ingredients for traditional and modern medicine. The purpose of this study was to determine the type and habitat characteristic of macroscopic fungi conducted in the kateri procted forest area Malaka Regency. Using exploration and  identification methods where the plant identification process is a process of matching a plant according to a particular taxonomi  on each research transect line. There are 28 species of macroscopic fungi namely Dacrymyces stilatus, Auricularia auricula-judae, Xylaria hypoxylon, Daldinia concentrica, Microporus xanthopus, Earliella scabrosa, Pycnoporus sanguineus, Polyporus alveolaris, Lentinus squarrosulus, Hexagonia tenuis, Trametes pubescens, Tyromyces chioneus, Marasmius oreades, Marasmius haematocephalus, Baespora myosura, Marasmius rotula, Marasmius andorsaceus, Trogia infundibiliformis, Leucocoprinus brebissonii, Lepiota helveola. Agaricus micromegathus, Bolbitius vitelinus, Mycena albicocapilaris, Crepidotus variabilis, Parasola plicatilis, Coprinopsis fragilisimus, Lycoperdon pyriforme, Pleurotus djamor. Divided into 5 Orders namely Dacrymycetales, Auriculariales, Xylariales, Polyporales, Agaricales. And 12 family namely Dacrymycetaceae, Auriculariaceae, Xylariaceae, Polyporaceae, Marasmiaceae, Agaricaceae, Bolbitiaceae, Mycenaceae, Crepidotaceae, Psathyrellaceae, Schizophyllaceae, Pleurotaceae. The most abundant habitat Characteristics were on rotten wood branches as many 9 species, on dead  wood stem many as 8 species, in leaf little many as 4 species and in soil with hums many as 7 species.
Pelatihan dan Pendampingan Teknik Akuaponik Kelompok Tani Ani’fu Desa Fatuneno Lukas Pardosi; Welsiliana; I Gede Arya Wiguna; Kamaluddin; Dira Asri Pramita; Desta Gloria Siahaan; Charles Venirius Lisnahan; Didi Prasetyo Benu; Cindy Claudia Christanti; Florian Mayesti P.R. Makin; Budiman Baso; Risald; Dimas Agustian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i3.13190

Abstract

Aquaponics is an agricultural system that combines fish farming (aquaculture) with soilless plant cultivation (hydroponics), which mutually support each other and provide dual benefits. When compared to conventional agricultural cultivation, aquaponics offers advantages in terms of efficient water use, minimal use of chemical fertilizers, and high yield productivity. The purpose of this community service is to provide training and mentoring in aquaponic cultivation systems to the Ani'fu farmer group in Fatuneno Village. The activity methods include site observation, preparation (aquaponic tools and materials), training, mentoring, and evaluation. The results obtained after the activity are that partners become aware of aquaponic technology, meet community needs, and provide economic impacts (savings on food expenditure or additional income from harvests). The application of aquaponic cultivation provides tangible results in increasing the knowledge and skills of partners, thereby greatly supporting food independence and enabling the development of new businesses for the local community.
Kualitas Mikrobiologi Daging Se’i Sapi melalui Metode Curing menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona Grandis L.f.) pada Penyimpanan Suhu Ruang Kristoforus. W. Kia; Kaprisius G. Fobia; Lukas Pardosi
Pro-Life Vol. 10 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/pro-life.v10i2.4723

Abstract

Tanaman jati (Tectona Grandis L.f.) merupakan salah satu tanaman alami jenis pepohonan yang hanya dimanfaatkan batangnya dalam bidang industri, sedangkan daunnya yang memiliki segudang manfaat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga menjadi limbah yang terbuang. Daun jati secara tradisional sering digunakan untuk membungkus bahan makanan seperti daging, ikan dan tempe selama proses fermentasi untuk mencegah terjadinya pembusukan karena mengandung senyawa antibakteri. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas antimikrobial ekstrak daun jati terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan kualitas mikrobiologis daging se’i sapi. Variabel yang diteliti yaitu uji aktivitas antimikrobial ekstrak daun jati terhadap bakteri E. coli, perhitungan jumlah koloni (TPC) dan pengamatan keberadaan bakteri E. coli. Data diolah dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang diuji yaitu: P0 = pembuatan dengan penambahan aquades (Kontrol -), P1 = pembuatan se’i dengan penambahan nitrat 0,6 g (kontrol +) dan P2 = pembuatan se’i ditambahkan ekstrak daun jati 0,5%. Hasil menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak daun jati 0,5%, 1% dan 1.5% memiliki kemampuan bakteriostatik dengan kategori kuat dan rerata zona bening yang diperoleh yaitu 12.6 mm, 15.4 mm, dan 19.5 mm. Kontrol tidak memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil uji mikrobiologi dengan perhitungan TPC menunjukkan bahwa ekstrak daun jati memiliki kemampuan bakteriostatik dengan rerata yang diperoleh 92.0 CFU/g pada konsentrasi 0.5%. Sedangkan pada kontrol (-) dan (+) menunjukan nilai tertinggi yaitu 201.3 CFU/g dan 169.7 CFU/g. Hasil uji cemaran bakteri E. coli menunjukkan bahwa ekstrak daun jati memiliki kemampuan bakteriostatik dengan nilai rerata yang diperoleh 13.3 CFU/g pada konsentrasi 0.5%. Sedangkan pada kontrol (-) dan (+) menunjukan nilai tertinggi yaitu 55.4 CFU/g dan 38.0 CFU/g. Disimpulkan bahwa ekstrak daun jati memiliki kemampuan antimikrobial terhadap bakteri E. coli dengan terbentuknya zona bening pada konsentrasi 0,5%, 1% dan 1.5%, memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan koloni bakteri pada se’i sapi. Kata kunci: Antimikrobial, E. coli, ekstrak daun jati, se’i, zona hambat
Identifikasi senyawa biosurfaktan dari isolat bakteri tanah mangrove yang diaplikasikan pada remediasi limbah rumah tangga dan limbah perbengkelan Antonia Meni Sareng; Adelya Manalu; Gergonius Fallo; Lukas Pardosi
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.549

Abstract

Biosurfaktan adalah senyawa aktif permukaan yang diproduksi mikroorganisme dan berperan penting dalam remediasi limbah minyak karena sifatnya yang ramah lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa biosurfaktan dari isolat bakteri tanah mangrove Atapupu serta menguji potensinya dalam remediasi limbah rumah tangga dan limbah perbengkelan. Produksi biosurfaktan dilakukan melalui fermentasi menggunakan media Mineral Salt Medium (MSM) dengan penambahan sumber karbon dan nitrogen optimum. Biosurfaktan yang dihasilkan diekstraksi,kemudian dikarakterisasi menggunakan uji KLT dan FTIR. Hasil karakterisasi menunjukan gugus fungsi khas biosurfaktan berupa gugus glikolipid dan lipopolisakarida. Uji potensi remediasi dilakukan dengan menambahkan biosurfaktan pada limbah minyak jelantah dan oli bengkel dengan variasi konsentrasi 1% , 2% , 3%. Hasil uji spektrofotometri menunjukan bahwa biosurfaktan tanah mangrove mampu menurunkan konsentrasi oli bengkel secara signifikan,dengan aktivitas optimum pada konsentrasi 3% dengan nilai OD tertinggi 1,607 pada oli bekas (isolat AMPN 2.1) dan pada konsentasi 2 % 1,725 dengan nilai OD teringgi 1,725 (isolat AMDN 2.2). penelitian ini membuktikan bahwa biosurfaktan dari isolat bakteri mangrove berpotensi di aplikasikan sebagai agen bioremidiasi limbah hidrokarbon yang ramah lingkungan
Training and Mentoring on the Use of Kahoot to Increase Student Engagement and Motivation at SMAN 1 Kefamenanu Jonris Tampubolon; Desta Gloria Siahaan; Fitra Ramadhan; Lukas Pardosi
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 5 No. 1 (2026): Januari, 2026
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v5i1.615

Abstract

This Community Service Activity aims to increase the engagement and motivation of students at SMAN 1 Kefamenanu through training and mentoring using Kahoot as an interactive gamification-based learning medium. The activity was carried out in three main stages: training, mentoring, and evaluation, involving 50 teachers and 50 students. The training focused on improving teachers' abilities in designing and managing Kahoot quizzes, while mentoring was provided to ensure that teachers could implement the use of Kahoot in the classroom learning process. Evaluation was carried out through observation, questionnaires, interviews, and analysis of quiz results to obtain quantitative data. The results of the activity showed a very high level of participant enthusiasm with an attendance rate of 97%. 93% of teachers were able to create and manage quizzes well and 86% were able to implement them in the classroom learning process. From a student perspective, 95% said Kahoot could increase their engagement in learning and 96% experienced increased learning motivation and 82% were able to answer quiz questions correctly. The level of participant satisfaction reached 85% and 78% of teachers expressed a commitment to using Kahoot continuously. Based on these results, it can be concluded that training and mentoring on the use of Kahoot are effective in improving teacher competence, student engagement, and learning quality, and have good potential for sustainability if supported by continued mentoring and school policies that support the use of learning technology.Keyowords: Student Engagement, Motivation, Kahoot, Gamification, Training, Mentoring
Co-Authors Adelya Manalu agustina viktoria tae Agustina Yovita Boluk Alfred Nubatonis Alfred Nubatonis Anastasia Buak Anggelina Mokos Anjelina M. da Cruz Antonia Meni Sareng Arkianti, Maria Maxmilla Yoche Azor Yulianus Tefa Banusu, Maria Sarliana Baso, Budiman Batu, Matius S Benu, Didi Prasetyo Bria, Deseriana Charles V. Lisnahan Charles Venirius Lisnahan Christanti, Cindy Claudia Desta Gloria Siahaan Dimas Agustian Dira Asri Pramita Eduardus Yosef Neonbeni Eliyah Acantha Manapa Sampetoding Elmalinda Moensaku Emanuel M. Y. Hano’e Emanuel M. Y. Hano’e Emilia Juliyanti Bria Faesal, Andi Fallo, Gergonius Fitra Ramadhan Fitra Ramadhan Florian Mayesti P.R. Makin Florian Mayesti Prima Remba Makin Fransiskus Yulius Dhewa Kadju Gergonius Fallo Gerson Frans Bira Hanas, Dicky Frengky Hano’e, Emanuel M. Y. Hermina Manlea Hermina Manlea I Gede Arya Wiguna Jefry Presson jefry Presson Jefry Presson Jendri Mamangkey Jonris Tampubolon Josua Sahala Jusanty Antoneta Pakh Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kaprisius G. Fobia Kia, Kristoforus W Kia, Kristoforus Wilson Kolo, Maria Magdalena Korbafo, Elisabeth Kristoforus W Kia Kristoforus Wilson Kia Kristoforus. W. Kia Lidya, Christie Liem, Noviana Animra Lisnahan, Charles V. Lusiana Yeni Akoit Mada, Grandianus Seda Manalu, Adelya I Mardit N Nalle Maria Ernalinda Seran Matius S Batu Matius Stefanus Batu Meta Permata Putri Metriana Leon Moensaku, Elmalinda Nahak, Oktovianus Rafael Naimuni, Fransiskus Xaverius Natalia Desy Djata Ndua Natalia Hoar Neonbeni, Eduardus Yosef Nugraha K. F. Dethan Pakh, Jusanty Antoneta Pramita, Dira Asri Pramusita, Santa Maya Presson, Jefry Respati Tri Swasono Risald Riska Septia Wahyuningtyas Risna Erni Yati Adu Sabirin Matsjeh Sefrinus Maria Dolfi Kolo Seuk, Mariana Septiani Siahaan, Desta Gloria Sine, Yuni Sio Stefanus, Sio Sipayung, Boanerges Putra SITUMORANG, KOMILIE Steffanie Merlin Clyricia Noach Tae, Lidwina Felisima Tahulending, Peggy Tea, Marselina Theresia Djue Tefa, Anna tnunay, ite morina yostianti Tode, Sonya Yuniarsi Welsiliana Welsiliana Widhya Faustina Wiguna, Gede Arya Wilda Lumban Tobing Yakobus Pffeferius Edvend Saba Agu Yohana Fatmawati Usfinit Yos Bobi A. Olla Yuliana Kolo Yuliana Naisali Yuni Sine Yuni Sine Zulfah Az Zahra