Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENANGANAN CACING SUTERA Tubifex sp. DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMBENIHAN IKAN Andri Hendriana; Dian Eka Ramadhani; Cecilia Eny Indriastuti; Andri Iskandar; Nabilla Putri Endrassanto; Muhammad Fajar Rejcky
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL MINA SAINS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i1.5467

Abstract

Kendala dalam cacing sutera yaitu penanganan yang masih belum optimal sehingga ketersediaan untuk kegiatan pembenihan terhambat. Untuk itu perlu penanganan yang efisien, efektif dan ramah lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode penanganan cacing sutera yang terbaik untuk menunjang kinerja pembenihan ikan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lapang Perikanan Sekolah Vokasi IPB. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan yang terdiri dari perlakuan dan penanganan cacing sutera. Penelitian perlakuan cacing terdiri dari 6 perlakuan yaitu A (cacing dengan plastik packing tertutup), B (cacing dengan plastik packing tertutup dan diberi oksigen 1:2), C (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambah air 2 cm), D (cacing dengan plastik packing tertutup ditambahkan air 2 cm dan oksigen 1:2), E (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambahkan es batu di dalam plastik), dan F (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambahkan es batu di luar plastik). Sedangkan penelitian penanganan cacing sutera terdiri dari 4 perlakuan yaitu G (penanganan cacing di wadah terbuka dan diberi air), H (penanganan cacing di wadah terbuka dan diberi aliran air sedikit), I (penanganan cacing di wadah terbuka dan ditambah air 2 cm), dan J (penanganan cacing di wadah terbuka diberi air 2 cm dan aerasi). Hasil penelitian perlakuan dan penanganan cacing sutera menunjukkan bahwa perlakuan D dan J menghasilkan biomassa rata-rata cacing 19,70±0,46 g dan 19,77±0,21 g. Sedangkan nilai SR tertinggi sebesar 98,67±2,31% dan 98,83±1,04%. Nilai terendah rata-rata biomassa pada perlakuan A sebesar 0,77±0,68 g dan 4,13±0,42 g sedangkan SR terendah sebesar 3,83±3,40% dan 20,67±2,08%. Nilai kualitas air parameter suhu sebesar 26,5-27,6°C dan nilai pH berkisar 7,7-8,0 pada semua perlakuan penelitian. Nilai kualitas air tersebut masih dalam standar untuk cacing sutera.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pada perlakuan D dan penelitian penanganan perlakuan J untuk cacing sutera merupakan perlakuan terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.
STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBENIHAN IKAN KAKAP PUTIH DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) SITUBONDO, JAWA TIMUR Ima Kusumanti; Andri Iskandar; Syifa Sesaria; Ahmad Bohari Muslim
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 47, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v47i2.6270

Abstract

The production of white snapper, Lates calcarifer is mostly the result of high seas catching and still a little is obtained from aquaculture. The spawning technique at the Situbondo Brackish Water Cultivation Center is naturally by applying environmental manipulation with the spawning process occurring at night. The seed is sown in the morning or evening, with an acclimatization process for 5-10 minutes. The seeds that were stocked were 10 cm in size with an average weight of 100 g head-1, stocking density of 19 individuals m-3. The results showed that hatchery production was 531 360 fish per year consisting of 6 cycles with 450 000 stocking using 3 rearing tanks. The results of the study carried out showed that the analysis of the effort carried out at the BPBAP Situbondo for 3 months was an intensive activity seen from the production results which reached 472 320 3 cm 3 cm fry in 1 year, and the consumption size of white snapper. 500 g reaches 3 180 kg per year. The hatchery activities carried out at BPBAP Situbondo are feasible to be used as a business because the R/C Ratio obtained is about 2.3.
Pengaruh Dosis Ekstrak Daun Jeruju (Acanthus ilicifious) Pada Pakan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Wahyu Puji Astiyani; Muhammad Akbarurrasyid; Ega Aditya Prama; Andri Iskandar; Galang Pandji Kurniawan
Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i1.32334

Abstract

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan konsumsi yang masih banyak di gemari oleh masyarakat. Produksi ikan nila saat ini terus dikembangkan guna untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya. Ikan nila mempunyai keunggulan antara lain pertumbuhan yang cepat, toleran terhadap lingkungan dan tahan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jeruju yang diberikan pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium basah Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan dan menggunakan 20 ekor ikan pada setiap ulangan perlakuan. Perlakuan A 50 ml ekstrak daun jeruju + 1kg pelet ikan, Perlakuan B 100 ml ekstrak daun jeruju + 1kg pelet ikan ,Perlakuan C 150 ml ekstrak daun jeruju  + 1kg pelet ikan dan (K) kontrol (tanpa pemberian ekstrak daun jeruju). Parameter yang diamati antara lain SGR (Spesific Growth Rate), pertumbuhan panjang mutlak, dan kelangsungan hidup (SR). Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun jeruju memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan spesifik (SGR) ikan nila, pertumbuhan panjang mutlak dan SR ikan nila. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terjadi pada perlakuan C yaitu dengan dosis pemberian ekstrak daun jeruju 150 ml pada pelet ikan sebesar 0,16%, diikuti dengan panjang mutlak sebesar 2,42 cm dan Survival Rate 75%. Tilapia (Oreochromis niloticus) is a edible fish that many people still favorite. Tilapia production is currently being developed to increase aquaculture production. Tilapia has advantages such as rapid growth, environmental tolerance and disease resistance. This study aims to determine the effect of jeruju leaf extract given to feed to increase the growth of tilapia. This study was conducted in the wet laboratory of Pangandaran Marine and Fisheries Polytechnic with 4 treatments and 3 replications and with 20 fish in each treatment replication. Treatment A 50 ml jeruju leaf extract +1 kg fish pellets, Treatment B 100 ml jeruju leaf extract +1 kg fish pellets, Treatment C 150 ml jeruju leaf extract +1 kg fish pellets and (K) control (without administering jeruju leaf extract). The parameters observed were SGR (specific growth rate), absolute height growth and survival (SR). The results showed that jeruju leaf extract had an effect on the specific growth (SGR) of tilapia, absolute height growth and SR of tilapia. The highest specific growth rate occurred with treatment C with a 150 ml dose of jeruju leaf extract on fish pellets of 0.16%, followed by an absolute length of 2.42 cm and an Survival Rate of 75%.
Manajemen Pembenihan Ikan Kerapu Bebek (Chromileptes Altivelis) Untuk Menghasilkan Benih Yang Optimal Andri Iskandar; M. Arif Mulya; Ahmad Tsaqifur Rifqi; Dwi Handoko Putro; Arif Rahman Rifaie
Barakuda'45 Vol 4 No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.782 KB) | DOI: 10.47685/barakuda45.v4i1.207

Abstract

Humpback grouper Chromileptes altivelis is a marine fish that lives in tropical waters, especially in Indonesia. This fish has a high economic value and is the most expensive type of grouper in Indonesia. It can be used as ornamental fish or raised for consumption. Hatchery activities were started from brood rearing to produce productive broodstock, proper broodstock selection, multivitamin administration, and good environmental management. Humpback grouper was spawned en masse with a male to female ratio of 1:2. Fecundity of 1 female humpback grouper >300,000 eggs with a rematuration period of 20-30 days. Spawning using natural techniques accompanied by environmental manipulation, fish spawn for seven days during the dark moon. The number of eggs obtained was 560,000-2,000,000 eggs, with fertilization rate was 30-60%, and the hatching rate was 65-88%. The eggs that hatch into larvae were stocked with a density of 15-25 L-1. The larvae were transferred to a seed container at a size of 2-3 cm with a maintenance period of 40-45 days. Feeding at satiation using pellets measuring 1.1-2.0 mm with a protein content of 52-54% and 9-12% fat. Seeds were harvested at the age of 60 days when they reached a size of 5-6 cm, the survival rate was 3-5%.
ASPEK MANAJERIAL TEKNIS BUDIDAYA IKAN BOTIA INDIA Botia lohachata UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA PRODUKSI BENIH Andri Iskandar; Odang Carman; Giri Maruto Darmawangsa; Andri Hendriana
Techno-Fish Vol 6 No 2 (2022): TECHNO-FISH
Publisher : TECHNO-FISH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v6i2.5084

Abstract

Indonesia memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan usaha budidaya perikanan khususnya ikan hias air tawar, karena posisi geografis Indonesia yang berada di wilayah tropis, sehingga sangat cocok dalam budidaya berbagai jenis ikan hias. Sebagian dari jenis ikan hias merupakan ikan yang bisa hidup pada iklim tropis yang memungkinkan dapat bereproduksi sepanjang tahun. Ekspor ikan hias Indonesia ke mancanegara mencapai puluhan juta ekor setiap bulannya, kemudian pencapaian produksi ikan hias pada tahun 2018 sebesar 1.869.533 ribu ekor sedangkan pada tahun 2015 mencapai 1.314.798,5 ribu ekor. Data tersebut menunjukkan bahwa dalam produksi ikan hias mengalami peningkatan 13,7% setiap tahunnya. Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini telah menekan berbagai sektor usaha, namun disisi lain juga membuka berbagai peluang usaha baru bagi sebagian orang. Bisnis budidaya ikan hias termasuk salah satu peluang usaha baru yang banyak dilirik oleh masyarakat karena menjanjikan keuntungan yang besar apabila ditekuni. Salah satu jenis ikan hias yang banyak diminati pasar domestik maupun internasional adalah ikan botia india Botia lohachata. Ikan ini merupakan jenis ikan yang banyak dikembangbiakkan di negara-negara yang memiliki iklim tropis termasuk Indonesia. Studi ini dilakukan untuk mengkaji secara teknis aspek manajerial budidaya ikan botia india pada segmentasi pembenihan dan pendederan di Bogorian Aquatics Farm, agar informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pembudidaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pengelolaan budidaya ikan hias secara berkelanjutan, khususnya ikan botia india.
FIRST GENERATION REPRODUCTIVE PERFORMANCE AND SECOND GENERATION LARVAL PRODUCTION ON THE DOMESTICATED TINFOIL BARB, Barbonymus schwanenfeldii (BLEEKER, 1854) Kusmini, Irin Iriana; Cahyanti, Wahyulia; Gustiano, Rudhy; Sundari, Sri; Iskandar, Andri; Radona, Deni; Kurniawan, Kurniawan; Prakoso, Vitas Atmadi; Putri, Fera Permata; Arifin, Otong Zenal; Subagja, Jojo; Kristanto, Anang Hari; Prihadi, Tri Heru; Mulyasari, Mulyasari; Yosmaniar, Yosmaniar; Subaryono, Subaryono
Indonesian Aquaculture Journal Vol 18, No 2 (2023): (December, 2023)
Publisher : Center for Fisheries Research, Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resource

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.18.2.2023.97-104

Abstract

Tinfoil barb, Barbonymus schwanenfeldii (Bleeker, 1854), is a potential freshwater fish for Indonesian aquaculture. Before widely used, the candidate needs to be evaluated. This research aimed to evaluate the reproductive performance of the first generation (G1) and larval performance of the second generation (G2) of domesticated tinfoil barb. A total of 68 female and 24 male broodstocks were selected for the artificial breeding program. The gonadal maturity test was carried out by canulating the eggs every month. Before spawning, GnRHa hormone was injected into the dorsal area (0.5 mL/kg for female and 0.2 mL/kg for male). Fecundity, fertility rate, hatching rate, embryogenesis, and larvae ontogeny were recorded. The results showed that the first matured G1 males of tinfoil barb were at the standard length of 16.01 ± 1.18 cm, while females at 15.79 ± 1.23 cm. The mature broodstock indicated by the gonad maturity stage III and IV confirming higher estradiol concentration (above 400 pg mL-1). The fecundity of two mature broodstock-sized of 217.2 g and 197.3 g were 12,495 and 15,782 eggs, respectively. The spawning season of G1 tinfoil barb was in October and November (rainy seasons). The fertilized eggs latency time was 10 hours 44 minutes at 25°C and hatched after 23 hours 7 minutes. The fertility rate was 96.96 % and the hatching rate was 95.16 %. The survival rate of G2 normal larvae was 100 % at three days of the rearing period. The G2 larvae production in this experiment provides an excellent opportunity for fish diversification both for aquaculture and restocking.
Performa Pertumbuhan Ikan Kerapu Bebek Cromileptes Altivelis Yang Dibudidayakan Dengan Sistem Keramba Iskandar, Andri; Mulya, M. Arif; Rifqi, Ahmad Tsaqifur; Putro, Dwi Handoko; Rifaie, Arif Rahman
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v6i1.4838

Abstract

Humpback grouper Cromileptes altivelis is seawater that lives in tropical waters, especially in Indonesia. This fish has high economic value and is the most expensive grouper fish in Indonesia. Humpback grouper seeds can be used as ornamental fish or raised for consumption fish. This study aimed to evaluate the growth performance of humpback grouper cultivated with the cage system. During the maintenance, fish were fed with 1-5% feed ratio. Fish were reared from 30g to 200g in size, and a feed conversion ratio of 2 was obtained with a survival rate of 94%. The fish were started to be given mixed feed with a 3-4% feed ratio, consisting of 15% pellets and 85% fresh fish which had been cut according to the fish mouth opening. The next maintenance starts from fish measuring 200g to reaching 500g with a survival rate of 93%. The profit obtained from harvesting 12 times in one year is IDR 590 587 187 years-1, R/C Ratio 1.80, the payback period is 1.7 years, break event point IDR 376 100 576, BEP unit 895kg, and price cost of production (HPP) Rp 233 312kg-1.
Optimalisasi Pembenihan Ikan Koi Cyprinus rubrofuscus di Mina Karya Koi, Sleman, Yogyakarta Iskandar, Andri; Amalia, Diana; Aji, Harjuna Setiawan; Hendriana, Andri; Darmawangsa, Giri Maruto
SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 3 No 1 (2021): SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/siganus.v3i1.1029

Abstract

Ikan koi Cyprinus rubrofuscus merupakan spesies ikan hias air tawar yang telah dibudidayakan dan terdomestikasi dengan baik di dunia. Ikan koi telah menjadi komoditas budidaya yang bernilai ekonomis tinggi di pasar internasional dan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembenihan ikan koi yang dikembangbiakan secara alami. Studi pembenihan ikan koi dilakukan selama 3 bulan di Mina Karya Koi, Sleman Yogyakarta. Calon induk ikan koi dipelihara di dalam wadah berupa bak-bak beton selanjutnya diseleksi berdasarkan standar calon induk yang diinginkan. Derajat pembuahan telur (FR) yang dihasilkan selama kegiatan sebesar 70% dengan tingkat penetasan telur (HR) sebesar 82,3%. Dalam satu siklus kegiatan pembenihan, dihasilkan benih ikan koi sebanyak 105,000 ekor tahun-1 dan R/C rasio sebesar 2,1. Cyprinus rubrofuscus is a freshwater ornamental fish species that has been cultivated and well-domesticated in the world. Koi fish has been a sought-after aquaculture commodity in the International dan domestic market. The present study aimed to investigate the series of koi fish hatchery processes that are bred naturally. Koi fish hatchery study was conducted for 3 months in Mina Karya Koi, Sleman Yogyakarta. The broodstocks were firstly selected based on broodstock quality standards and reared at concretes tank. The fertilization rate (FR) of koi was at 70% with an egg hatching rate (HR) of 82.3%. In one cycle of breeding, koi fish can produce about 105,000 years-1 and an R/C ratio of 2.1.
Analisis Ekonomi Produksi Ikan Mikro Rasbora Galaxy Danio margaritatus Skala Komersil Untuk Optimalisasasi Usaha Kecil dan Menengah (Studi kasus di Tetra Aquaria Sukabumi, Jawa Barat) Iskandar, Andri; Supriyantoro, Wowo; Darmawan, Budi; Hendriana, Andri; Ramadhani, Dian Eka
Jurnal Salamata Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.007 KB) | DOI: 10.15578/salamata.v4i2.11614

Abstract

Ikan mikro rasbora galaxy Danio margaritatus merupakan jenis ikan hias yang banyak disukai oleh hobbies ikan hias baik di dalam maupun luar negeri. Ikan ini memiliki potensi sangat tinggi untuk dikembangkan karena memiliki nilai jual dan permintaan di pasar internasional yang cukup tinggi. Selain itu teknologi pembudidayaannya relatif mudah untuk dikuasai oleh pelaku usaha perikanan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi proses produksi ikan mikro rasbora galaxy skala komersil, serta kelayakan usahanyauntuk optimalisasi usaha kecil dan menengah. Hasil analisis kelayakan usaha dengan ketersediaan induk yang dipijahkan sebanyak 2.400 ekor bahwa dalam 1 siklus pemeliharaan, diperoleh fekunditas telur sebanyak 4.509 butir, dengan FR rata-rata 66%, HR rata-rata 70 % serta persentase SR benih rata-rata sebesar 84%. Hasil perhitungan kelayakan finansial diperoleh keuntungan sebesar Rp 49.989.977/tahun, R/C rasio 1,87, BEP (Rp) Rp 39.854.876, BEP (unit) sebanyak 26.570 ekor, dan HPP Rp 803 per ekor. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa semua aspek finansial usaha budidaya ikan mikro rasbora galaxy layak untuk dijalankan.
Water Quality in the Habitat of Sembilang Fish (Plotosus canius) in the Estuary of Langsa City: Kualitas Air pada Habitat Ikan Sembilang (Plotosus canius) di Estuari Kota Langsa Dari, Try Oelan; Haser, Teuku Fadlon; Putriningtias, Andika; Darsiani, Darsiani; Febri, Suri Purnama; Harahap, Antoni; Nurdin, Muh Saleh; Iskandar, Andri
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 7 No 2 (2023): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v7i2.48146

Abstract

Ikan Sembilang (Plotosus canius) adalah salah satu ikan yang terdapat di perairan estuari yang cukup digemari oleh masyarakat. Penangkapan yang berlebihan dapat menyebabkan stok ikan sembilang terancam mengalami pengurangan jumlah. Tujuan dari penelitian ini adalah kualitas air serta mengkaji kondisi lingkungan habitat ikan sembilang pada musim kemarau dan musim penghujan di perairan estuari Kota Langsa. Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi informasi awal untuk kegiatan domestikasi ikan sembilang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melakukan pengumpulan data kualitas air pada 3 (tiga) titik stasiun penelitian, baik secara insitu maupun uji laboratorium. Pengumpulan data diperoleh dari pengukuran sampel ikan hasil tangkapan nelayan di perairan estuari Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air pada musim kemarau dan musim penghujan pada perairan estuari Kota Langsa masih berada pada kondisi yang layak bagi kehidupan dan mendukung kelestarian ikan sembilang. Musim sangat mempengaruhi bobot tubuh ikan baik jantan maupun betina, musim kemarau bobot betina berkisar 120-220 g dan jantan 120-240 g sedangkan musim penghujan bobot betina berkisar 134-572 g dan jantan 136-260 g.
Co-Authors A Sujangka AB Jannar Abdullah , Ega Abdurahim, Abdurahim Abuzzar Abuzzar Addurrohim , Muhammad Febian Afrizal Rizki Ahmad Bohari Muslim Ahmad Tsaqifur Rifqi Aji, Harjuna Setiawan Ali Johardi Aljauharie Tantowie , Tanto AM, NM Fatih Asror Amalia, Diana Anassyahtira, Aliffia Andri Herdiana Andri, Hendriana Annisa Apriliani Wahyudi Ansarullah, Habib Arianto, Achib Dannar Arif Rahman Rifaie Arya Maulana, Fauzan Asep Permana, Asep Asep Syamsul Munawar Astiyani, Wahyu Puji Ayuningtias, Astri Bio Prasetyo Budi Darmawan Budi Dermawan, Budi Cahyanti, Wahyulia Cecilia Eny Indriastuti Chandra , Agus Dari, Try Oelan darsiani, Darsiani Deni Lugina Deni Radona, Deni Dian Eka Ramadhani Dian Eka Ramadhani Djunaedi, Muhamad Erlan Hafid Dwi Handoko Putro Ellys Triyani Eny Indriastuti, Cecilia Erni Sulistiawati Fachrezi, Muhammad Hafidz Fajar Ridwansyah Fataya, Salsabilla Galby Fauzi , Rizal Febri, Suri Purnama Fera Permata Putri, Fera Permata Firdausi, Amalia Putri Florentina Ratih Wulandari Fuadi , Muhammad Galang Pandji Kurniawan Giri Maruto Darmawangsa Giri Maruto Darmawangsa Giri Maruto Darmawangsa Giri Maruto Darmawangsa Giri Maruto Darmawangsa, Giri Maruto Hafidah, Riva Harahap, Antoni Harsono, Agus Harton Arfah Haser, Teuku Fadlon Hendriana, Andri Hermawan, Imza Hernawan, Systa Ambar Wangi Hikmah, Poppy Nurul Husamuddin, Miqdad Ikhsan Khasani Ima Kusumanti Ima, Kusumanti Imam Tri Wahyudi Imam Tri, Wahyudi Indriastuti, Cecilia Eny Iqbal Kurniawinata, Mohamad Irin Iriana Kusmini, Irin Iriana Ishma Nurfauziyyah Jamhari Jamhari Jojo Subagja Juanda, Tatang Khairunisa, Tazkia Putri Khoerullah Khoerullah Kristanto, Anang Hari Kurniawan Kurniawan Kusumanti , Ima Lesmanawati, Wida Lutfi Lutfi M. Arif Mulya M. Arif Mulya M. Muslim M. Zairin Junior Maha, Indah Permata Sari Br Maha, Indah Permatasari Mariah Bellina Maruto Darmawangsa, Giri Maynanda, Rebecca Mizuyuki Inoue Muh. Saleh Nurdin Muhamad Erlan Hafid Djunaedi Muhammad Akbarurrasyid Muhammad Arif Mulya Muhammad Fajar Rejcky Muksin Muksin Mulya, M. Arif Mulya, Muhammad Arif Mulyasari, Mulyasari Muslim Muslim Muslim Muslim Nabilla Putri Endrassanto Naily, Alifah Nazla Wafi Nurfauzi, Eka Haris Nurrafa, Nazla Wafi Odang Carman Otong Zenal Arifin Permatasari, Sheny Prakoso, Vitas Atmadi Prama, Ega Aditya Prasetyo, Bio Pratiwi, Salsabila Kusumaning Priatna, Moh. Fahri Aulia Priatna, Mohamad Fahri Putriningtias, Andika Putro, Dwi Handoko R Tresia Pinem Rafiuddin, Muhammad Ahya Rahmat Hidayat Ramadhan, Rahma Zulfa Ramadhani, Dian Eka Rangkuti, Gavrilan Hafiz Rifaie, Arif Rahman Rifqi, Ahmad Tsaqifur Rivasa, Varel Raihan Riza Septyanigar Islamay Rizky Fadilla Agustin Rangkuti Robin Robin, Robin Rozak , Dedi Abdul Rudhy Gustiano Ruliaty, Lisa Rusmawan , Deni Saefullah Saefullah Sari , Sifa Fauziah Ganda Setiawan, Wahyu Dwi Sheny Permatasari Simanungkalit, LV Siregar, Budyansah Situmeang, Tulus Romora Subaryono Subaryono, Subaryono Sundari, Sri Supriyantoro, Wowo Syifa Sesaria Thoriq, Fatanul Tri Heru Prihadi Tri Wahyudi, Imam Trianto, Y Tunisa, Risma Arafah Ulzanah, Nida Wafi, Nazla Wahyudi , Imam Tri Wahyudi, Imam Tri Wandanu, Dias Wida Lesmanawati Wida Lesmanawati Wiyoto Wiyoto Wiyoto Wiyoto Wiyoto Wiyoto, Wiyoto Y Trianto Y. Hadiroseyani Yosmaniar, Yosmaniar Yudi Kasmono Yuli Yulianti Yulianti, Yuli Yuniar, Virda Ratna Zacharias, Tehubijuluw Zacharias, Tihubijuluw Zufar, Habiibii Tarish