Claim Missing Document
Check
Articles

PEMINJAMAN DAN PENYERAPAN KOSAKATA KULINER DALAM BAHASA INDONESIA: REPRESENTASI BUDAYA MILENIAL DAN Z Yermia Nugroho Agung Wibowo; Syamsul Sodiq; Heny Subandiyah; Mixghan Norman Antono
Jurnal Online Baradha Vol. 22 No. 2 (2026): Vol 22 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v22n2.p65-79

Abstract

Culinary vocabulary continues to develop along with the development of culinary arts in Indonesia. This vocabulary is used by the public and has become a popular vocabulary, especially vocabulary related to food, along with the interest of millennials and Z generations in culinary that is "contemporary". Unfortunately, the development of culinary vocabulary is not comparable to the culinary vocabulary in the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Therefore, this study aims to describe the borrowing and absorption of culinary vocabulary in Indonesian that represents millennial and Z culture. Research data collection was carried out using reading-noting and listening-noting techniques. The research data is culinary vocabulary used by the Indonesian people. Data sources are online KBBI, culinary magazines, and culinary videos on YouTube. Data analysis used intralingual and extralingual matching techniques. The results of the study consist of (1) there is borrowing of culinary vocabulary in the fields of meaning of food ingredients, tools, food processing, texture and taste, food names; (2) absorption of culinary vocabulary is carried out by adopting and adapting writing; (4) variations in culinary vocabulary are found in the form of combinations with other words; (5) borrowing and absorption of culinary vocabulary are dominated by food names from Japanese and Korean vocabulary which also represent millennial and Z culture. Keywords: vocabulary borrowing, vocabulary absorption, culinary, millennial and Z culture Abstrak Kosakata kuliner terus berkembang seiring dengan perkembangan kuliner di Indonesia. Kosakata tersebut digunakan masyarakat dan menjadi kosakata populer, terutama kosakata yang berkaitan dengan makanan, seiring dengan minat generasi milenial dan Z terhadap kuliner yang bersifat “kekinian”. Sayangnya, perkembangan kosakata kuliner tersebut tidak sebanding dengan kosakata kuliner di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peminjaman dan penyerapan kosakata kuliner dalam bahasa Indonesia yang merepresentasikan budaya milenial dan Z. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik baca-catat dan simak catat. Data penelitian adalah kosakata kuliner yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Sumber data adalah KBBI daring, majalah kuliner, dan video kuliner di youtube. Analisis data menggunakan teknik padan intralingual dan ekstralingual. Hasil penelitian terdiri atas (1) terdapat peminjaman kosakata kuliner pada medan makna bahan makanan, alat, pengolahan makanan, tekstur dan rasa, nama makanan; (2) penyerapan kosakata kuliner dilakukan dengan cara adopsi dan adaptasi penulisan; (4) ditemukan variasi kosakata kuliner berupa penggabungan dengan kata lain; (5) peminjaman dan penyerapan kosakata kuliner didominasi oleh nama makanan dari kosakata Jepang dan Korea yang sekaligus merepresentasikan budaya milenial dan Z. Kata kunci: Peminjaman kosakata, penyerapan kosakata, kuliner, budaya milenial dan Z
Perempuan Minang Pada Novel Segala Yang Diisap Langit Karya Pinto AnugrahKajian Strukturalisme Genetik Goldmann Kamila Nur Azizah; Syamsul Sodiq
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): BASADYA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i2.1781

Abstract

This study aims to reveal the worldview of Minang noblewomen, the socio-historical context, and the homological relationship between the conflict in Pinto Anugrah’s novel Segala yang Diisap Langit and the historical reality of the Padri War. Employing a qualitative approach and Lucien Goldmann’s genetic structuralism theory, data comprising narrative excerpts, dialogue, and events from the novel were collected through reading-and-noting techniques and literature review. The analysis proceeded in three stages: understanding the text’s structure, explaining the socio-historical context, and analyzing the homological relationship. The study yielded three main findings. First, the worldview of Minang noblewomen is represented through the characters Rabiah and Jintan Itam as guardians of the lineage, women who boldly make decisions, and women living amidst beliefs in myths and curses. Second, the novel’s socio-historical context depicts the decadence of the nobility, the emergence of the Padri movement, and the ideological conflict between matrilineal custom and the patriarchal value system. Third, a homological relationship was identified between the conflict in the novel and the history of the Padri War, particularly regarding characters, value systems, symbols of violence, and conflict resolution. Through this relationship, the author conveys a critique of violence while honoring the resilience of Minang women in preserving their cultural identity.
Representasi Romantisme Dalam Lirik Lagu Karya For Revenge: (Kajian Semiotika Peirce) Samuel Dhody Pratama; Syamsul Sodiq; Prima Vidya Asteria
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i2.31994

Abstract

This study aims to describe the representation of romanticism in the song lyrics of For Revenge using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. The research employed a qualitative descriptive method, with data sourced from six songs: Jentaka, Jakarta Hari Ini, Sadrah, Ada Selamanya, Pulang, and Serana. The data consisted of words, phrases, and sentences containing signs in the form of icons, indexes, and symbols that represent romanticism. Data were collected through documentation and note-taking techniques, while data analysis was conducted through sign identification, object interpretation, and meaning interpretation. The findings reveal that romanticism is represented through six major patterns: loss and emotional wounds, longing, maturity, sacrifice, enduring memories, and the search for life’s meaning. These representations are constructed through the interaction of icons, indexes, and symbols, producing complex, reflective, and philosophical meanings of romanticism. The study concludes that romanticism in For Revenge’s song lyrics is not only associated with love but also with broader existential human experiences.
Literasi Digital dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah Pada Mahasiswa Eni Nurhayati; Suyanto Suyanto; Syamsul Sodiq; Roni Roni
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2024): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v9i2.2856

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran penting literasi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan karya ilmiah di kalangan mahasiswa, khususnya di era Society 5.0. Meskipun AI menawarkan alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas penulisan, seperti DeepL, Humata, dan ChatGPT, penggunaannya juga menimbulkan risiko plagiarisme dan pelanggaran etika. Artikel ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang materi penelitian dan penggunaan AI secara etis, termasuk memanfaatkan AI hanya untuk draf awal, memparafrase dan mengedit output, serta mencantumkan sumber referensi yang kredibel. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya keterampilan seperti human focus skill dan sistem thinking untuk menghadapi tantangan kompleks di dunia modern. Pengembangan keterampilan ini di institusi pendidikan dianggap krusial untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja dan masyarakat.
Co-Authors ., Darni Adi Purnomo Ahmad Bayu Prastyo Alfarobby, Mufti ALFI SYAHRIYAH, NUR Alisiananda Dewi Nurani Anas Ahmadi Astuti, Sri Sakti Wahyu Bambang Yulianto Bambang Yulianto Bambang Yulianto Bella Nindi Hariatin Putri Berlanti Ifada Alfinalin Cahyo, Anggoro Abiyyu Ristio Chitra Dewi Pertiwi Darni Dawudi, Dandy Ashghor Didik Nurhadi Diding Wahyudin Eni Nurhayati Fedora Daka Syam Aminullah Haris Supratno Haris Supratno Harris Rizki, Harris Rizki Henry Trias Puguh Jatmiko Hilda Hilaliyah I Gusti Bagus Wiksuana inayatillah, fafi Indrawan, Adam Indrawati, Dianita IRWANSYAH Isroyati, Isroyati Istri May Astuti Kafrawi, Fatkur Rohman Kamila Nur Azizah Kisyani Kisyani Kisyani Laksono Kisyani, Kisyani LAILA, IZATUL Lilik Uzlifatul Jannah Listyan Purwo Nugroho Lutfiyah Alindah Makhfudz Sidiq, Mukhammad Ali Malika Zuhrotun Nisak Maratussholihah, Zuhrotul Miftachul Amri Mintowati Mintowati Mintowati, Mintowati Mixghan Norman Antono Mochamad Arifin Alatas Mohammad Rokib Mohammad Rokib MUAZIZAH, RISALATUL MUFIDA, MASADATUL Mulyono Mulyono Mulyono Mulyono Mulyono Noor Komari Pratiwi Noor Komari Pratiwi Noor Komari Pratiwi, Noor Komari NOR MIFTAH FARIDL, MUHAMMAD Nur Fadilah, Malika Okta Diana Anggrayni Pratita, Ina Ika Prima Vidya Asteria Puji Anto RIFQI AZIZAN, YOGA Riki Nasrullah RONI Roni Roni Ryzalia Maf'ulin Ashila Irmal Samuel Dhody Pratama Subandiyah, Heny Suhartono . Suhartono Suhartono Supratno, Haris Suyanto Suyanto SUYATNO Suyatno Suyatno Titik Indarti Utami, Alvidya Nisa Wisma Kurniawati Yermia Nugroho Agung Wibowo Yuniseffendri Yuniseffendri . Zuhrotul Maratussholihah