Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Chatgpt: Peluang dan Tantangan bagi Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib pada Kurikulum Perguruan Tinggi Noor Komari Pratiwi; Bambang Yulianto; Mintowati, Mintowati; Haris Supratno; Syamsul Sodiq; Mulyono, Mulyono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3931

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan gambaran kuantitatif tentang persepsi mahasiswa terhadap penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yang merupakan mata kuliah wajib di kurikulum perguruan tinggi. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner dengan skala Likert mengenai persepsi mahasiswa terhadap penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Selanjutnya, prospek dan hambatan penggunaan AI dalam pembelajaran bahasa Indonesia didasarkan pada hasil deskriptif kuantitatif dari persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dianggap mudah digunakan untuk mengerjakan tugas, dapat memberikan informasi tambahan dan meningkatkan pemahaman mahasiswa, dapat memberikan jawaban yang tepat sehingga mahasiswa merasa puas dengan jawabannya, dan dapat meningkatkan dorongan dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosen harus membatasi dan membantu mahasiswa agar alat bantu berbasis kecerdasan buatan membantu pembelajaran, bukan menghambatnya. Dosen diharapkan dapat berfungsi sebagai fasilitator dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis proyek.
Representasi konten budaya pada buku ajar bahasa Prancis Super Francais kelas X SMA/MA Indrawan, Adam; Yulianto, Bambang; Sodiq, Syamsul
LingTera Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Applied Linguistics, FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lt.v8i2.41091

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbandingan luasan representasi dari kemunculan domain dan aspek budaya serta menemukan kategori domain dan aspek budaya yang paling dominan muncul pada buku ajar Super Francais kelas X SMA/MA yang diterbitkan oleh penerbit lokal Erlangga. Analisis buku tersebut menggunakan metode konten analisis dalam bentuk deskriptif kualitatif. Elemen kuantitatif pada penelitian ini digunakan untuk mengidentifikasi jumlah dan persentase kemunculan konten budaya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ketidakseimbangan representasi konten budaya yang disajikan pada sisi domain dan aspek budaya. Konten yang disajikan secara keseluruhan mencakup domain budaya yang diajukan (Indonesia, Prancis, negara frangkofon dan Internasional). Luasan kemunculan pada keseluruhan empat aspek budaya yang diajukan oleh Yuen hanyak mencakup domain budaya Indonesia dan Prancis, sedangkan domain budaya internasional dan frangkofon terbatas pada aspek produk dan penokohan. Represenrasi domain budaya Prancis menjadi paling dominan yang terdiri atas 48,64% dari total konten budaya yang ditemukan. Sedangkan representasi aspek budaya yang ditonjolkan adalah aspek produk dengan total temuan sebesar 78,37% dimana 37.5% merupakan aspek produk budaya Prancis yang paling sering muncul dibanding domain budaya Indonesia dan domain lainnya. Secara keseluruhan, luasan dan kategori domain dan aspek budaya yang disajikan merepresentasikan lapisan dasar / pengetahuan umum mengenai negara Prancis. The representation of cultural contents  in the textbook Super Francais for senior high school grade X AbstractThis study aims to identify the appearing comparison of the wide representation and to find out the most appearing categories in cultural aspects and cultural domains from Super Francais Textbook for Senior High School grade X published by local publisher Erlangga. Content analysis is used as the methodology in form of qualitative descriptive. Quantitative element is used to investigate the number and percentage appearances of the cultural contents. The results indicate that there is an imbalance in the representation of cultural content presented in the domain and cultural aspects. The contents generally have covered the whole cultural domain (Indonesia, France, francophone countries and International). The wide appearance in all four cultural aspects proposed by Yuen only covers the cultural domains of Indonesia and France, while for international and francophone countries are limited, only on the aspects of product and person. The most representation is dominated by French culture which made up 48.64% of the total cultural appearances. While the highlighted cultural aspects is an aspect of product with a total finding 78.37% in which 37.5% is the French domain as the most appearing compared to the Indonesian and others. Overall, the extent and category of domains and cultural aspects presented represent the basic layer/general knowledge of French.
Inferioritas dan Pendidikan Merdeka dalam Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer Dawudi, Dandy Ashghor; Suyatno, Suyatno; Sodiq, Syamsul
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1695

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki riwayat panjang sebagai bangsa terjajah, pendidikan merdeka diperlukan dalam rangka dekolonisasi alam pikiran yang dilakukan pada ruang pendidikan, khususnya melalui pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inferioritas dan pendidikan merdeka Ki Hajar Dewantara dalam roman tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif kritis dengan pendekatan kontekstual. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam roman tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan kisah perjalanan hidup tokoh Minke mengandung unsur inferioritas poskolonial dan pendidikan merdeka sebagaimana yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Adapun unsur inferioritas berupa perilaku hibriditas, ambivalensi dan mimikri, sedangkan unsur kemerdekaan yang dimaksudkan yakni kemerdekaan eksistensial dan intelektual sesuai dengan kodrat alam, kehalusan akal budi, dalam bingkai semangat kebangsaan yang berdasar dalam taman sari kemanusiaan bersifat universal. Penelitian ini menghasilkan implikasi bahwa roman tetralogi Buru yang mengandung unsur inferioritas poskolonial dan pendidikan merdeka dapat diterapkan sebagai media pendidikan dalam rangka menyembuhkan menanamkan jiwa merdeka pada generasi bangsa secara reflektif melalui pembelajaran sastra.
ANALISIS ONE-MINUTE PAPER DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 23 KEDUNGPRING Okta Diana Anggrayni; Syamsul Sodiq; Miftachul Amri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24900

Abstract

Assessment is the process of collecting and assessing information to evaluate students' understanding, skills, and development in various aspects of learning. This study aims to analyze One-Minute Paper (OMP) as an assessment model in learning to read poetry in grade VIII of SMP Muhammadiyah 23 Kedungpring. The background of this research is based on the limited assessment instruments that are able to record the reflective and affective aspects of students in literary learning, especially poetry. The approach used is descriptive qualitative by involving OMP sheets and performative observations as the main instruments. The results of the analysis show that OMP is able to explore the understanding of the meaning of poetry, foster emotional involvement, and encourage students' reflective thinking skills. Students show an interest in poems that contain strong imagery and symbolic meaning, and begin to build a personal relationship with the text. In addition, observations of reading performance show that there are developments in the aspects of fluency, intonation, articulation, expression, and student participation in the classroom
Ideologi Radikal Dalam Puisi “Nggahi Dana” Dalam Permainan Masyarakat Kabupaten Dompu: Kajian Hermeneutik Irwansyah; Suyatno; Syamsul Sodiq; Roni
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6127

Abstract

Tempatkan abstrak berbahasa Indonesia pada bagian ini. Abstrak memberikan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi makna ideologi radikal dalam puisi “Nggahi Dana” dalam permainan masyarakat di Kabupaten Dompu. Oleh karena itu untuk mengetahui permasalahan tersebut digunakan teori hermeneutika Hans-george Gadamer dan teori-teori lain seperti teori poststruktural dan sosiologi sastra untuk melengkapi instrumen I yang menjadi teori bedah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi analitis. Interpretasi data dilakukan melalui metode kepustakaan dan observasi lapangan dengan teknik perekaman video pada permainan masyarakat di Kabupaten Dompu yang selanjutnya ditranskrip dengan pembukuan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa konstruksi ideologi puisi “Nggahi Dana” dalam permainan masyarakat di Kabupaten Dompu mengacu pada nilai, filosofi, norma, keyakinan agama, sentimentalitas, aturan etika, pengetahuan atau persepsi tentang dunia dan etos.
Kesalahan Kosakata dan Tata Bahasa Ragam Tulis Mahasiswa BIPA Level 3 Maratussholihah, Zuhrotul; Sodiq, Syamsul; Inayatillah, Fafi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i1.4352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan kosa kata dan tata bahasa pada tulisan pemelajar BIPA level 3 di UNESA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyadian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan kosa kata paling banyak ditemukan dalam penggunaan prefiks yang ditemukan sebanyak enam data. Selain itu, juga ditemukan pada kesalahan penggunaan akhiran sebanyak satu data, konjungsi sebanyak satu data, pemborosan kata sebanyak empat data, kata dasar sebanyak lima data dan kata ulang sebanyak satu data. Adapun kesalahan tata bahasa paling banyak ditemukan pada kesalahan struktur kalimat sebanyak lima data. Terdapat juga pada kesalahan ejaan sebanyak dua data dan tanda baca sebanyak satu data. Hal ini menandakan bahwa pemelajar BIPA level 3 di UNESA membutuhkan pemahaman lebih dalam terkait penggunaan kosakata dan tata bahasa pada keterampilan menulis. Kesalahan penggunaan kosakata dan tata bahasa dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman kosakata dan tata bahasa serta faktor inferensi bahasa pertama pemelajar BIPA.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN PORTOFOLIO DIGITAL PADA PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI KELAS XI SMA Adi Purnomo; Syamsul Sodiq; Miftachul Amri; Henry Trias Puguh Jatmiko
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v9i2.26255

Abstract

This study aims to explore teachers' experiences in using digital portfolio assessment for biography texts in grade XI SMA. The research focuses on three main issues: (1) psychological and pedagogical changes in the application of technology, (2) technical and substantial problems encountered, and (3) the positive impact on students' writing ability. The subjective experiences of four Indonesian teachers were explored through interviews and portfolio document analysis. A qualitative research method with a phenomenological approach was used in this study. Results showed that teachers experienced a dilemma between enthusiasm for the benefits of digital portfolios and anxiety about the technology due to limited capabilities. One of the main issues included infrastructure problems, the problem of designing an assessment rubric that matches the features of biographical texts, and the additional task of providing feedback. However, digital portfolios have been shown to improve students' writing skills, especially in terms of text organisation, language use, and analysis of characters' values. This study suggests creating a broad teacher training model that incorporates technology based on contextual needs, and creating guidelines for assessing digital portfolios of biography texts more specifically. These results enhance the literature on evaluation for learning in the Indonesian educational context and aid the development of authentic assessment practices in the digital era.
Pembelajaran Inklusif Berbasis Kecerdasan Majemuk dalam Novel Totto-Chan: Relevansi untuk Pendidikan Berkelanjutan Alatas, Mochamad Arifin; Suyatno, Suyatno; Sodiq, Syamsul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107369

Abstract

An ideal education should respect the uniqueness of every child, each of whom possesses different intelligences and potentials. However, in practice, education often remains uniform and discriminatory. This article aims to describe the practice of inclusive learning based on multiple intelligences as represented in the novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi, and its relevance to sustainable education in Indonesia. This study employs a descriptive qualitative approach using content analysis of both the Indonesian and English versions of the novel, supported by the theories of progressivism-humanism (Dewey, Rogers) and critical pedagogy (Freire). Data collection techniques include intensive reading, note-taking, and thematic coding, followed by hermeneutic analysis to interpret the educational meanings within the narrative. The data were analyzed by identifying key themes representing values of inclusion and multiple intelligences, then interpreted contextually based on the applied theoretical framework. The findings reveal that Tomoe Gakuen School in the novel demonstrates an inclusive, flexible, and contextual educational practice that embraces “different” children like Totto-Chan and supports the development of character and multiple intelligences through experiential learning, freedom of expression, and egalitarian teacher-student relationships. The educational values reflected in the novel strongly align with the principles of the Merdeka Curriculum and offer inspiration for sustainable and humane learning practices in Indonesia. This study concludes that literature can serve as a reflective and educational medium in designing inclusive and transformative education systems.Pendidikan ideal seharusnya menghargai keunikan setiap anak yang memiliki kecerdasan dan potensi berbeda, namun realitas di lapangan masih menunjukkan praktik pendidikan yang seragam dan diskriminatif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran inklusif berbasis kecerdasan majemuk direpresentasikan dalam novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window karya Tetsuko Kuroyanagi, serta relevansinya terhadap pendidikan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap teks novel versi Indonesia dan Inggris, didukung teori progresivisme-humanisme (Dewey, Rogers) serta pendidikan pembebasan (Freire). Teknik pengumpulan data meliputi pembacaan intensif, pencatatan, dan pengkodean tematik, dengan analisis hermeneutik terhadap makna pendidikan dalam narasi. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tema-tema kunci yang merepresentasikan nilai-nilai inklusi dan kecerdasan majemuk, kemudian ditafsirkan secara kontekstual berdasarkan kerangka teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah Tomoe Gakuen dalam novel menghadirkan praktik pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan kontekstual, yang menerima anak “berbeda” seperti Totto-Chan, serta mendukung perkembangan karakter dan kecerdasan majemuk melalui pembelajaran berbasis pengalaman, kebebasan berekspresi, dan relasi guru-murid yang setara. Nilai-nilai pendidikan dalam novel ini memiliki relevansi kuat dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan dapat menjadi inspirasi pembelajaran yang berkelanjutan dan manusiawi di Indonesia. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sastra dapat menjadi media reflektif dan edukatif dalam merancang sistem pendidikan yang inklusif dan transformatif.
Representasi Trauma Novel “Aku Tak Membenci Hujan” Karya Sri Puji Hartini: Kajian Psikologi Sastra Cathy Caruth Malika Zuhrotun Nisak; Syamsul Sodiq
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): BASADYA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i2.1745

Abstract

This study aims to describe the forms of trauma experienced by the character Karang and the development process of the trauma until the process of walking through. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The research data source is the novel "Aku Tak Memenang Hujan" by Sri Puji Hartini, while the research data are in the form of narrative excerpts and dialogues that indicate the traumatic experience of the character Karang. Data collection techniques were carried out through two main techniques, namely documentation and listening and taking notes. The data analysis technique used in this study is the content analysis technique. The results of the study show that the character Karang experienced trauma and developed through several interrelated forms. These forms of trauma include intrusive thoughts, avoidance, and self-defense (hyperarousal), then there is a process of walking through as a form of self-acceptance. This study shows that trauma not only has a psychological impact on individuals, but also influences how individuals understand themselves and their surroundings. The trauma experienced by the character Karang develops gradually until it leads to a process of recovery.
Genre-Based Approach (GBA) sebagai Terobosan dalam Keterampilan Menulis Pemelajar BIPA Fedora Daka Syam Aminullah; Syamsul Sodiq; Fafi Inayatillah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 2 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i2.139

Abstract

Menulis adalah salah satu kemampuan berbahasa yang dipelajari oleh siswa BIPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengeksplorasi model pembelajaran Genre Based Approach (GBA) untuk meningkatkan keterampilan menulis pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asingn (BIPA) karena keterampilan menulis merupakan salah satu aspek penting dalam pemahaman dan pemahaman bahasa. Studi literatur dilakukan sebagai metode penelitian. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan literatur yang terkait dengan model pembelajaran Genre Based Approach (GBA). Model Miles dan Huberman akan digunakan untuk menganalisis data dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Genre Based Approach (GBA) bisa menjadi model pembelajaran terpilih untuk meningkatkan keterampilan menulis pemelajar BIPA yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan berbasis genre (GBA) efektif dan inventif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Co-Authors ., Darni Adi Purnomo Ahmad Bayu Prastyo Alfarobby, Mufti ALFI SYAHRIYAH, NUR Alisiananda Dewi Nurani Anas Ahmadi Astuti, Sri Sakti Wahyu Bambang Yulianto Bambang Yulianto Bambang Yulianto Bella Nindi Hariatin Putri Berlanti Ifada Alfinalin Cahyo, Anggoro Abiyyu Ristio Chitra Dewi Pertiwi Darni Dawudi, Dandy Ashghor Didik Nurhadi Diding Wahyudin Eni Nurhayati Fedora Daka Syam Aminullah Haris Supratno Haris Supratno Harris Rizki, Harris Rizki Henry Trias Puguh Jatmiko Hilda Hilaliyah I Gusti Bagus Wiksuana inayatillah, fafi Indrawan, Adam Indrawati, Dianita IRWANSYAH Isroyati, Isroyati Istri May Astuti Kafrawi, Fatkur Rohman Kamila Nur Azizah Kisyani Kisyani Kisyani Laksono Kisyani, Kisyani LAILA, IZATUL Lilik Uzlifatul Jannah Listyan Purwo Nugroho Lutfiyah Alindah Makhfudz Sidiq, Mukhammad Ali Malika Zuhrotun Nisak Maratussholihah, Zuhrotul Miftachul Amri Mintowati Mintowati Mintowati, Mintowati Mixghan Norman Antono Mochamad Arifin Alatas Mohammad Rokib Mohammad Rokib MUAZIZAH, RISALATUL MUFIDA, MASADATUL Mulyono Mulyono Mulyono Mulyono Mulyono Noor Komari Pratiwi Noor Komari Pratiwi Noor Komari Pratiwi, Noor Komari NOR MIFTAH FARIDL, MUHAMMAD Nur Fadilah, Malika Okta Diana Anggrayni Pratita, Ina Ika Prima Vidya Asteria Puji Anto RIFQI AZIZAN, YOGA Riki Nasrullah RONI Roni Roni Ryzalia Maf'ulin Ashila Irmal Samuel Dhody Pratama Subandiyah, Heny Suhartono . Suhartono Suhartono Supratno, Haris Suyanto Suyanto SUYATNO Suyatno Suyatno Titik Indarti Utami, Alvidya Nisa Wisma Kurniawati Yermia Nugroho Agung Wibowo Yuniseffendri Yuniseffendri . Zuhrotul Maratussholihah