Claim Missing Document
Check
Articles

Meta-Analysis: The Relationship Of Gender And Smoking Habits With The Event Of Hypertension Armuni Armuni; Bahrul Ilmi; Syamsul Arifin; Husaini Husaini; Meitria Syahadatina Noor
Healthy-Mu Journal Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v5i1.54

Abstract

Hypertension is a hidden threat because it often occurs without symptoms. The high mortality rate due to hypertension is recorded at 45% according to WHO. Factors that trigger hypertension include age, gender, family history, smoking habits, salt consumption, saturated weak consumption, alcoholic beverages, obesity, lack of physical activity, stress and estrogen disorders. Gender and smoking variables are interesting to study because Indonesia is one of the countries with the largest number of smokers in the world. From WHO data in 2008, Indonesia ranks third after China and India in the ten largest smoking countries. The number of smokers reaches 65 million people. The purpose of this study was to determine the tendency of the relationship between sex and smoking habits on the incidence of hypertension using the meta-analysis method. Article used as datasource from Google Scholar and PUBMED. Of the 299 articles that were screened based on the specified inclusion criteria, 12 articles were used as the database of this study. The results showed that there was a relationship between smoking habits and gender with the incidence of hypertension with the incidence of hypertension was 1.397 with a 95% CI: 1.212-1.611. The combined effect also resulted in a Z value of 4.611 and a p value of 0.000 and the relationship between sex and the incidence of hypertension was 1.384 with a 95% CI: 1.074-1.784. The combined effect also produces a Z-value of 2.510 and a p-value of 0.012.
PERBEDAAN KARAKTERISTIK PASIEN EMERGENSI BEDAH TRAUMA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RSUD ULIN BANJARMASIN Andro Refans Kaharap Marianes Rasad; Agung Ary Wibowo; Meitria Syahadatina Noor; Ardik Lahdimawan; Nika Sterina Skripsiana
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9976

Abstract

Trauma adalah kerusakan jaringan hidup akibat benturan fisik pada anggota badan. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mempengaruhi sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan karakteristik pasien emergensi bedah trauma sebelum dan selama pandemi COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin berdasarkan usia, lama datang, penyebab, dan waktu penanganan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cohort retrospektif. Subjek penelitian ini adalah pasien emergensi bedah trauma di RSUD Ulin Banjarmasin bulan September 2018 – Agustus 2021 sesuai kriteria inklusi. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling. Hasil menunjukan rerata usia pada pasien emergensi bedah trauma sebelum dan selama pandemi COVID-19 adalah 32,25±14,27 dan 32,9±19,06 (p=0,918), rerata lama datang 12,88±21,74 dan 26,25±60,61 (p=0,250), rerata waktu penanganan 1,59±0,88 dan 1,38±0,73 (p=0,236), dan uji Chi-Square pada variabel penyebab didapatkan p=0,513. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan usia, lama datang, penyebab, dan waktu penanganan pasien emergensi bedah trauma sebelum dan selama pandemi COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin.
Hubungan Beban Kerja, Durasi Kerja, dan Ritme Sirkadian terhadap kelelahan Kerja Perawat Ulandari, Anita; Noor, Meitria Syahadatina; Noor, Ihya Hazairin; Nisa, Mufatihatul Aziza
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7737

Abstract

Data kelelahan kerja dari National Safety Council (NSC) tahun 2018 menunjukkan bahwa dari 2.010 tenaga kerja di Amerika Serikat menunjukkan sekitar 13% kecelakaan kerja di tempat kerja disebabkan oleh faktor kelelahan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 80% hingga 97% pekerja memiliki satu dan dua faktor resiko kelelahan kerja. Teori Grandjean menyebutkan kelelahan kerja dipengaruhi berbagai faktor diantaranya yaitu intensitas dan lamanya kerja fisik dan mental, keadaan lingkungan, circadian rhytm, tanggung jawab, status kesehatan, dan keadaan gizi. Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 91 dengan teknik simple random sampling. Uji analisis data menggunakan uji chi-square. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2), kuesioner beban kerja, dan kuesioner morningness eveningness questionnaire (MEQ). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja (P-value = < 0,0001) dan durasi kerja (P-value =< 0,0001), sedangkan tidak terdapat hubungan antara ritme sirkadian (P-value = 0,939) dengan kelelahan kerja pada perawat RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
GAMBARAN HASIL LABORATORIUM PASIEN COVID-19 YANG DIRAWAT DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE 2021-2022 Maulidya, Andini Bena; Muthmainah, Noor; Skripsiana, Nika Sterina; Noor, Meitria Syahadatina; Rahmiati, Rahmiati
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13179

Abstract

Abstract: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The purpose of this study was to determine the description of the laboratory results of COVID-19 patients treated at RSUD Ulin Banjarmasin in 2021-2022. This research was descriptive study by collecting data on medical records of COVID-19 sufferers who were treated and confirmed positive at the RSUD Ulin Banjarmasin for the 2021-2022 period and using a total sampling technique by taking the entire population. The results showed that in 2021 the abnormal laboratory results were segment neutrophilia (62,9%), trunk neutrophilia (99,9%), lymphopenia (57,8%), CRP increased (80,6%) and LDH increased (73,3%). Meanwhile in 2022 the abnormal laboratory results were anemia (71,5%), hemodilution (73,1%), erythropenia (54,9%), neutrophilia segment (60,1%), trunk neutrophilia (100%), lymphopenia (61,7%), CRP increased (73,9%) and LDH increased (70,4%). The average laboratory results for COVID-19 patients in 2021 were male hemoglobin (12,95 gr/dL), female hemoglobin (11,65 gr/dL), male hematocrit (38,73%), female hematocrit (35,38%), male erythrocytes (4,60 x 106 cells/mm3), female erythrocytes (4,22 x 106 cells/mm3), platelets (317.559 cells/mm3), leukocytes (11,250 cells/mm3), neutrophils (75.97%), lymphocytes (15,61%), CRP (58,10 mg/L), LDH (452,26 U/L). Meanwhile, the average in 2022 were male hemoglobin (11,40 gr/dL), female hemoglobin (11,65 gr/dL), male hematocrit (34,40%), female hematocrit (31,70%), male erythrocytes (4,10 x 106 cells/mm3), female erythrocytes (3,78 x 106 cells/mm3), platelets (321,652 cells/mm3), leukocytes (12.870 cells/mm3), neutrophils (75,37%), lymphocytes (14,52%), CRP (70,20 mg/L), LDH (402,36 U/L). The conclusion was that the transition period (2022) showed more variable abnormal laboratory results. Keywords: COVID-19, Laboratory Results, Infectious Disease Abstrak: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil  laboratorium pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2021-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data rekam medis penderita COVID-19 yang dirawat dan terkonfirmasi positif di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2021-2022 dan menggunakan teknik total sampling dengan cara mengambil seluruh populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2021 hasil laboratorium adalah yang abnormal neutrofilia segmen (62,9%), neutrofilia batang (99,9%), limfopenia (57,8%), CRP meningkat (80,6%) dan LDH meningkat (73,3%). Sedangkan tahun 2022 hasil yang abnormal laboratorium adalah anemia (71,5%), hemodilusi (73,1%), eritropenia (54,9%), neutrofilia segmen (60,1%), neutrofilia batang (100%), limfopenia (61,7%), CRP meningkat (73,9%) dan LDH meningkat (70,4%). Rerata hasil laboratorium pasien COVID-19 tahun 2021 yaitu hemoglobin laki-laki (12,95 gr/dL), hemoglobin perempuan (11,65 gr/dL), hematokrit laki-laki (38,73%), hematokrit perempuan (35,38%), eritrosit laki-laki (4,60 x 106 sel/mm3), eritrosit perempuan (4,22 x 106 sel/mm3), trombosit (317.559 sel/mm3), leukosit (11.250 sel/mm3), neutrofil (75,97%), limfosit (15,61%), CRP (58,10 mg/L), LDH (452,26 U/L). Sedangkan rerata tahun 2022 yaitu hemoglobin laki-laki (11,40 gr/dL), hemoglobin perempuan (11,65 gr/dL), hematokrit laki-laki (34,40%), hematokrit perempuan (31,70%), eritrosit laki-laki (4,10 x 106 sel/mm3), eritrosit perempuan (3,78 x 106 sel/mm3), trombosit (321.652 sel/mm3), leukosit (12.870 sel/mm3), neutrofil (75,37%), limfosit (14,52%), CRP (70,20 mg/L), LDH (402,36 U/L). Kesimpulannya adalah pada masa peralihan (2022) menunjukkan lebih banyak variabel hasil laboratorium yang abnormal. Kata-Kata kunci : COVID-19, Hasil Laboratorium, Penyakit Menular
PENGARUH MUSIK PANTING TERHADAP STRES PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM ANGKATAN 2019 Ridho, Anisa Rifka; Khairiah, Siti; Noor, Meitria Syahadatina; Noorsifa, Noorsifa; Fujiati, Fujiati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12358

Abstract

Abstract: Stress is a physical and psychological reaction that arises when individuals are faced with something threatening or when they are subjected to high pressure or demands. Stress can be prevented and overcome by listening to music. One of the music found in South Kalimantan is panting music which is instrumental music and according to research can reduce stress more quickly. This study aims to analyze the effect of panting music on stress. This research is a quasi-experimental study with the one group pretest-post test design method. Subjects in this study amounted to 30 people, determined by the theory of Gay and Diehl, with a correction factor of 20%. Research subjects were selected using simple random sampling method. Stress measurement was carried out using the PSS-10 questionnaire and the average before treatment was 21.3±7.022 and the average after treatment was 15.75±4.391. The analysis was carried out using the paired t test to obtain a value of p=0.000 so that it can be concluded that panting music has a significant effect on reducing stress in research subjects. Keywords: stress, PSS-10, music, panting Abstrak: Stres adalah merupakan suatu reaksi fisik dan psikis yang ditimbulkan apabila individu dihadapkan pada sesuatu yang mengancam atau ketika mendapatkan tekanan maupun tuntutan yang tinggi. Stres dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mendengarkan musik. Salah satu musik yang terdapat di Kalimantan Selatan adalah musik panting yang merupakan musik instrumental dan menurut penelitian dapat menurunkan stres lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh musik panting terhadap stres. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan metode one group pretest- post test design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 orang, yang ditetapkan dengan teori Gay dan Diehl, dengan faktor koreksi 20%. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengukuran stres dilakukan dengan menggunakan kuesioner PSS-10 dan didapatkan rata-rata sebelum perlakuan 21,3±7,022 dan rata-rata setelah perlakuan 15,75±4,391. Analisis yang dilakukan dengan uji t berpasangan mendapatkan nilai p=0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa musik panting memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan stres pada subjek penelitian. Kata-kata kunci: stres, PSS-10, musik, panting
GAMBARAN KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI VAKSIN COVID-19 JENIS CORONAVAC PADA SISWA SDN MELAYU 2 BANJARMASIN Karoma, Juarta Pulung; Skripsiana, Nika Sterina; Muthmainah, Noor; Noor, Meitria Syahadatina; Rahmiati, Rahmiati
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13229

Abstract

Abstract: The Coronavac vaccine contains dead viruses and is inactivated with beta-propiolactone with an aluminum compound as an adjuvant which causes AEFI for children. The purpose of this study was to description of the following events after immunization with the Coronavac type COVID-19 vaccine in students at SDN Melayu 2 Banjarmasin. This study was descriptive research using primary data with questionnaire. The research results showed that of the 80 students at SDN Melayu 2 Banjarmasin, (42,5%) of the first dose of vaccination experienced AEFI, with the majority being 8 years old (26,5%) and male (55,9%), while at the second dose,(20%) of students experienced AEFI, with the majority being in the 7, 8 and 11 year age group (18,8%) and female (56,3%). Local reactions at the first dose (62.12%) and systemic reactions at the first dose (37.88%), while local reactions at the second dose (35%) and systemic reactions at the second dose (65%). Other reactions were not found in the first dose and the second dose.  Keywords : AEFI, Coronavac, Children. Abstrak: Vaksin Coronavac mengandung virus mati yang dinonaktifkan  oleh  beta-propiolactone dan senyawa aluminium menjadi adjuvan yang menimbulkan  KIPI pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian ikutan pasca imunisasi vaksin COVID-19 jenis Coronavac pada siswa SDN Melayu 2 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 80 siswa SDN Melayu 2 Banjarmasin, pada vaksinasi dosis pertama yang mengalami KIPI sebanyak (42,5%), dengan usia terbanyak 8 tahun (26,5%) dan jenis kelamin laki-laki (55,9%), sedangkan pada dosis kedua siswa yang mengalami KIPI sebanyak (20%) dengan usia terbanyak pada kelompok usia 7, 8, dan 11 tahun (18,8%), dan jenis kelamin perempuan (56,3%). Reaksi lokal pada dosis pertama (62,12%) dan reaksi sistemik pada dosis pertama (37,88%), sedangkan reaksi lokal pada dosis kedua (35%) dan reaksi sistemik pada dosis kedua (65%). Reaksi lain tidak ditemukan pada dosis pertama maupun dosis kedua. Kata – Kata Kunci : KIPI, Coronavac, Anak.
HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 12 BANJARMASIN Kireyna, Ervia; Noor, Meitria Syahadatina; Rosida, Azma; Heriyani, Farida; Muthmainah, Noor
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13218

Abstract

Abstract: Adolescents are impacted by the worldwide health issue of anemia. Inadequate consumption of vitamin C through diet is one of the causes of anemia. The purpose of this study was to find out if vitamin C consumption and the incidence of anemia in teenage girls attending Banjarmasin Junior High School were related. Analytical observational research methodology using a cross-sectional approach is used. According to the research findings, 37,8% of cases were non-anemic, while 62.2% of cases had anemia. Of the individuals, 71.1% reported consuming enough amounts of vitamin C daily, while 28.9% reported inadequate intake. The chi-square test statistical analysis results in a p-value of 0.03 and a probability ratio of 3.5. Therefore, it is clear that vitamin C intake and the incidence of anemia in adolescents girls attending Banjarmasin Junior High School 12 are significantly correlated. Keywords: vitamin C intake, anemia, adolescents girls Abstrak: Kondisi anemia merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia terutama pada remaja. Menurut data dari Dinkes Kota Banjarmasin (2022), 43,05% remaja putri di Banjarmasin mengalami anemia. Rendahnya asupan vitamin C merupakan salah satu penyebab anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan vitamin C dengan angka kejadian anemia pada remaja putri yang bersekolah di SMP Negeri 12 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Purposive sampling digunakan untuk memilih 90 remaja putri dari SMP Negeri 12 Banjarmasin yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian didapatkan kejadian anemia sebesar 62,2% dan tidak anemia sebesar 37,8%, asupan vitamin C memenuhi kecukupan harian sebesar 71,1% dan yang kurang sebesar 28,9%. Setelah diuji statistik dengan uji chi square didapatkan nilai p = 0,03. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan asupan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri SMP Negeri 12 Banjarmasin.   Kata-kata kunci: asupan vitamin C, anemia, remaja putri
PERBEDAAN KARAKTERISTIK PASIEN PERITONITIS SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RSUD ULIN BANJARMASIN Tinjauan Terhadap Usia, Lama Datang, Jenis Penanganan, dan Penyebab Fadhilah, Nur; Wibowo, Agung Ary; Noor, Meitria Syahadatina; Lahdimawan, Ardik; Skripsiana, Nika Sterina
Homeostasis Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i3.11465

Abstract

Peritonitis is an inflammation that occurs in the peritoneal organs. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has been declared a pandemic. This study aims to analyze the characteristics of peritonitis patients before and during the COVID-19 pandemic at RSUD Ulin Banjarmasin which were reviewed based on age, length of arrival, type of treatment, and causes. This research is an analytic observational study using a retrospective cohort study design. The subjects of this study were peritonitis patients at RSUD Ulin Banjarmasin from March 2018 – February 2022 who fit the inclusion criteria. The sampling method before the COVID-19 pandemic used simple random sampling and during the COVID-19 pandemic used total sampling. The results showed that the mean age of peritonitis patients before and during the COVID-19 pandemic was 33.75 ± 16.92 and 40.05 ± 19.99 (p=0.185), the average length of arrival was 4.26 ± 4.70 and 3 .40 ± 3.91 (p=0.234), and the Chi-Square test on the variable type of treatment obtained p value =0.320 and the cause obtained p value=0.558. It can be concluded that there is no difference in age, length of arrival, type of treatment, and causes of peritonitis patients before and during the COVID-19 pandemic at RSUD Ulin Banjarmasin. 
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN KEJADIAN SELF-HARM PADA MAHASISWA PSKPS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN Rahma, Rizkia Alifa; Khairiah, Siti; Noor, Meitria Syahadatina; Noorsifa, Noorsifa; Fujiati, Fujiati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12405

Abstract

Abstract: Self-harm is the behavior of injuring or poisoning oneself, regardless of the underlying motivation, but not aiming to end one’s life. Depression is a risk factor for self- harm. When a person cannot bring up adaptive coping mechanisms to deal with depression, then someone will bring up maladaptive coping mecanisms, one of which is self-harm. This study aimed to explain and analyze the relationship between depression and self-harm in PSKPS students, Faculty of Medicine, University of Lambung Mangkurat, Banjarmasin. The research method is analytic observation with cross sectional approach and sampling technique using proportional random sampling technique using beck depression inventory (BDI) and self-harm inventory (SHI) questionnaires. The data analysis using the chi- square test showed a p value of 0,000 (p<0,05), which means that there is a significant relationship between depression and the incidence of self-harm in college student. The depression can increase the risk of self-harm in PSKPS student, Faculty of Medicine, University of Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Keywords: depression, self-harm, beck depression inventory (BDI), self-harm inventory (SHI) Abstrak: Self-harm merupakan perilaku melukai atau meracuni diri sendiri terlepas dari apapun motivasi yang mendasarinya tetapi tidak bertujuan untuk mengakhiri hidup. Depresi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya self-harm. Ketika seseorang tidak dapat memunculkan mekanisme koping adaptif untuk mengatasi depresi yang dialami, maka seseorang akan memunculkan mekanisme koping maladaptif diantaranya adalah self- harm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis hubungan depresi dengan kejadian self-harm pada mahasiswa PSKPS Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling dengan menggunakan kuisioner beck depression inventory (BDI) dan self-harm inventory (SHI). Jumlah sampel sebanyak 260 mahasiswa. Hasil analisis data menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p value 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara depresi dengan kejadian self-harm pada mahasiswa. Depresi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya self-harm pada mahasiswa PSKPS Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Kata-kata kunci: depresi, self-harm, beck depression inventory (BDI), self-harm inventory (SHI)
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM ANGKATAN 2019 Najiha, Aisya; Khairiah, Siti; Noor, Meitria Syahadatina; Noorsifa, Noorsifa; Fujiati, Fujiati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12357

Abstract

Abstract: Stress is the ability to adapt, which, if not handled, will lead to destructive behavior or psychiatric disorders. Risk factors that can affect stress include peer support. Peer support is a helping assistance based on certain principles that involve aspects including information, attention, and assistance with tools that a person gets through interaction with the environment so that they can help someone solve their problems. This study aimed to explain the relationship between peer support and stress levels in the PSKPS FK ULM students of 2019. This research was conducted using a cross-sectional design on 60 students with a simple random sampling technique. The study showed that as many as 44 people (73%) who received moderate peer support experienced moderate stress. The relationship between peer support and stress levels has a p- value of 0.726 (p>0.05). These results can be concluded that there is no relationship between peer support and stress levels in the PSKPS FK ULM students of 2019. Keywords: stress level, peer support, Abstrak: Stres adalah kemampuan dalam menyesuaikan diri yang jika tidak dapat menangani akan menyebabkan perilaku yang tidak baik atau gangguan kejiwaan. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi stres diantaranya adalah dukungan teman sebaya. Dukungan teman sebaya adalah pertolongan yang melibatkan aspek termasuk informasi, perhatian, dan dukungan bantuan dengan alat yang didapat seseorang melalui interaksi dengan sekitar sehingga dapat memberikan pertolongan dalam menangani masalahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2019. Metode penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional pada 60 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 orang (73%) yang mendapat dukungan teman sebaya sedang yang mengalami stres sedang. Hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat stres memiliki p value sebesar 0,726 (p>0,05). Hasil yang didapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2019. Kata kunci : tingkat Stres, dukungan teman sebaya
Co-Authors Adelina, I Dewa Ayu Yulia Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Aditya Pradipta Hernanda Aditya Pradipta Hernanda, Aditya Pradipta Agung Ary Wibowo Agung Ary Wibowo, Agung Ary Agustina, Supianti Akbar, Arief Rahmad Maulana Al-Audhah, Nelly Alfi Yasmin Alfi Yasmin, Alfi Alfi Yasmina Ali Assagaf Ananda, Rosa Andini Octaviana Putri Andini Octaviana Putri, Andini Octaviana Andriyani, Putri Dwi Andro Refans Kaharap Marianes Rasad Annisa Halida Husna Annisa Halida Husna, Annisa Halida Ardik Lahdimawan Ardik Lahdimawan, Ardik Ariati, Haji Arifin Syamsul Armuni Armuni Aryani, Siti Raihanah Atikah Rahayu Auliah, Nurul Azhari, Rahmila Azlina, Fitri Ayatul Azma Rosida, Azma Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Chairiyanti, Chairiyanti Chellyadiza, Alfitri Connyvera Di Hanggarawati Dharmawan, Hendra Didik Dwi Sanyoto Dimas Ikhsan Airlangga Dita Apriliana Sari Djallalluddin Djallalluddin Dwiyani Sudaryanti Edi Hartoyo Eko Suhartono Endah Ayu Rahmadhani Endah Ayu Rahmadhani, Endah Ayu Eriana, Nisa Nur Agistni Ernina Puspa Isnanda Fahrini Yulidasari Fakhriyah Fakhriyah Farida Heriyani Farida Heriyani Fatimatuzzahrah Fatimatuzzahrah Fauzie Rahman Fina Fakhriyah Fitria, Yanti Fujiati ., Fujiati Hardyan Sauqi Haryati Haryati Hasanah, Sophia Herawati Herawati Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Ihya Hazairin Noor Illiandri, Abdullah Oski Irpan, M. Isa Ansori Isa Ansori Isa, Mohamad Istia Arisandy Istiana Izaak Zoelkarnain Akbar Jeni Susyanti Junaidy, Junaidy Karoma, Juarta Pulung Khuzaini, Khuzai Kireyna, Ervia Laksono Trisnantoro Lena Rosida Lenie Marlinae Lucky Bintang Kharismawati Lucky Bintang Kharismawati, Lucky Bintang Mariyatul Mariyatul, Mariyatul Maulidya, Andini Bena Misna Tazkiah Mohammad Bakhriansyah Muhamad Muslim Muhamad Taufiqurrahman, Muhamad Muhammad Abdan Shadiqi Multiansyah, Multiansyah Musafaah Musafaah Muthmainah, Noor Nadila, Nadila Naisya Balela Naisya Balela, Naisya Najiha, Aisya Neka Erlyani Nelly Al Audhah Nelly Al Audhah Nia Kania Nika Sterina Skripsiana Nisa, Mufatihatul Aziza Noorsifa, Noorsifa Nugroho, Adi Nugroho Nur Fadhilah Nur Qamariah Nur Salam Nur, Radian Nurhidayah Nurhidayah Nurmilawati, Nurmilawati Nurul Aulia Rahmi Oktarina, Lelly Persadha, Galih Prawiro, Andi Agung Rahma, Amelia Rahma, Rizkia Alifa Rahmayanti, Aminah Rahmiati Rahmiati Rahmini, Assyifa Aulia Renny Ismaya, Renny Restiana Kartika Mantasti Hapsari Ridho, Anisa Rifka Rini, Kusuma Hati Purnama Rino Rino Risnawati Risnawati Riva’atul Mahmudah, Riva’atul Riva’atul Mahmudah Rizka Yuli Wahyuni Roselina Panghiyangan Roselina Panghiyangani Rosihan Adhani, Rosihan Sanyoto, Didik Dwi Saputra, Riki Welli Sari Dianita Purnama Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Siti Asiyah Siti Khairiah, Siti Skripsiana, Nika Sterina Suhartono , Eko Sulastini, Sulastini Sumi Kartika Surya, Adhi Syahrial Shaddiq Syamsul Arifin Syamsul Arifin Taupik Rahman Triawanti Triawanti Ulandari, Anita Valerin, Frediko Okta Vina Yulia Anhar Widya Nursantari Wulan, Mutiara Octa Sandra Wydiamala, Erida Xena Asterina Susilo Yolanda, Zuhrufa Wanna Yulia Margareth Yulia Margareth, Yulia Yulida Rahmi, Yulida Yunita Suwarni1, Yunita Zairin Noor ZairinNoor Zoelkarnain, Izaak