Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERBEDAAN LAMA WAKTU THAWING PADA SUHU 37⁰C TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU KAMBING BOER Mochammad Bahrudin; Sumartono Sumartono; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu thawing pada suhu 30ºC terhadap kualitas semen beku kambing Boer. Materi yang digunakan adalah 40 straw semen beku Kambing Boer yang berasal dari BBIB Singosari Malang. Penelitian eksperimental. Dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan P0= (30 detik), P1= (20 detik), P2=(40 detik), P3= (50 detik). Masing-masing perlakuan 10 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Variabel yang diamati adalah Motilitas, viabilitas, dan abnormalitas post thawing. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa persentase motilitas tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Rata-rata motilitas sebagai berikut: P0=54.5%±3,69, P1=54.0%±4.45, P2=56.4%±3.03, P3=52.8%±3.36. Hasil analisis ragam menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap viabilitas spermatozoa. Rata-rata viabilitas spermatozoa P1=46.1%±4.29a, P3=56.9%±9.93b,, P0=57.6%±4.29b, P2=72.5%±8.86c. Hasil analisis ragam tidak berpengaruh nyata terhadap abnormalitas (P>0.05). Rata-rata abnormalitas sebagai berikut: P0=4.7%±1.08, P1=3.9%±1.64, P2=4.1%±0.87, P3=4.6%±2.30. Kesimpulan dari hasil penelitian ini lama waktu thawing 40 detik masih memberikan kualitas semen yang layak digunakan untuk Inseminasi Buatan (IB).
PERBANDINGAN LEUKOSIT DAN LAJU ENDAP DARAH KAMBING PE DENGAN F1 BoerPE Ayu Rahmanda; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas ternak dapat dicapai dengan perbaikan mutu genetik ternak melalui persilangan (cossbreeding). Profil darah dapat digunakan untuk melihat kinerja fisiologis tubuh, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan profil leukosit dan laju endap darah Kambing PE dan F1 BoerPE. Materi yang digunakan yaitu sampel darah Kambing PE dan F1 BoerPE. Metode penelitian adalah survey. Pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu sampel darah berasal dari Induk Kambing dan anak seketurunan keturunan langsung. Variabel yang diamati adalah leukositdan laju endap darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji t tidak berpasangan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai leukosit dan Laju Endapa Darah Indukan PE tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan F1 BoerPE. Nilai Lekosit (ribu sel/mm3) adalah 14,697 ± 16, sedangkan F1 BoerPE 14,617± 16. Nilai Laju endap darah (mm/jam) Indukan PE 0,49 ± 0,33, sedangkan F1 BoerPE 0,57 ± 0,33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai leukosit dan laju endap darah antara Indukan PE dengan F1 BoerPE relatif sama walaupun umur berbeda.
PREVALENSI RECOVERY PENYAKIT MULUT DAN KUKU BERDASARKAN ASPEK MANAJEMEN PENANGANAN DI DESA BENDOSARI PUJON Feri Widodo; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bendosari dii Kecamatan Pujon merupakan salah satu desa yang ternak sapinyatidak luput terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di bulan Mei 2022. Wabah PMKpertama kali terjadi yang dialami peternak. Belum ada pengalaman dalam penanganan PMK.TujuanpenelitianadalahmenghitungtingkatprevalensirecoveryPMKberdasarkanaspekmanajemen penanganan luka yang dilakukan peternak Desa Bendosari. Materi yang digunakanmeliputi data peternak, status PMK, pengobatan PMK yang dilakukan peternak, produksi susu danmanajemen penangan luka PMK. Metode yang digunakan adalah survey. Survey dilakukan denganterjun langsung ke lokasi peternak untuk mengambil data primer melalui kegiatan wawancara danpengamatan secara langsung. Hasil penelitian adalah jumlah sapi 2.020 ekor, sapi dengan PMK205 ekor, sapi yang sembuh dari PMK 1.585 ekor, sapi mati karena PMK 136 ekor dan yang dijual94 ekor. Produksi susu turun dari 5000 l/hari menjadi 2000 l/hari. Manajemen penanganan PMKyang dilakukan peternak meliputi penanganan luka mulut dengan mengoleskan campuran air gulagaram, penangan luka kuku dengan penyemprotan obatPK (Kalium Permanganat) dan pasta kukuyang mengandungcuprisulfatluka digluteus mediusdan siku kaki sapi denganPK (KaliumPermanganat),tumbukankunirmaupunsupertetra.Pemberianpakan30kg/ekor/haridanmenerapakan biosecurity yang tepat. Kesimpulan adalah manajemen penanganan sapi PMK diDesa Bendosari cukup memenuhi standar dasar berdasarkan penanganan luka, manajemen pakandan biosecurity sehingga prevalensi recovery PMK mencapai 78%.Kata Kunci:pmk ; bendosari ; penanganan ; prevalensi; recovery
ANALISIS PENGARUH GANGGUAN REPRODUKSI (REPEAT BREEDER) DAN MASTITIS PADA INDUK SAPI PFH TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) DENGAN SEMEN BEKU SEXING Alwin Fitroh Yovananta; Nurul Humaidah; Nisa’us Sholikah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh gangguan reproduksi (repeat breeder) dan mastitis pada induk Sapi PFH terhadap keberhasilan inseminasi buatan (IB) dengan semen beku sexing. Materi yang digunakan adalah 20 ekor Sapi PFH yang terdiri dari 15 ekor dengan riwayat gangguan reproduksi (repeat breeder) dan 5 ekor mastitis serta straw semen beku sexing. Metode penelitian ini adalah metode survey. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh pada saat survey ke kandang serta catatan hasil inseminasi buatan (IB) dan data sekunder diperoleh dari koperasi susu SAE Pujon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi dengan riwayat gangguan reproduksi repeat breeder memiliki nilai Service per Conception (S/C) 3,75, Non Return Rate (NRR) 0%, Conception Rate (CR) 0%. Sapi dengan riwayat mastitis memiliki nilai Service per Conception (S/C) 1, Non Return Rate (NRR) 100%, Conception Rate (CR) 100%. Hasil S/C pada Sapi PFH dengan riwayat angguan reproduksi lebih tinggi dibandingkan dengan Sapi PFH dengan riwayat mastitis. Hasil NRR dan CR pada Sapi PFH dengan riwayat gangguan reproduksi repeat breeder lebih rendah dibandingkan hasil dari Sapi PFH dengan riwayat mastitis. Kesimpulan penelitian adalah Sapi PFH dengan riwayat mastitis memiliki nilai bermakna terhadap keberhasilan inseminasi buatan (IB) dengan semen beku sexing dibandingkan Sapi PFH dengan riwayat gangguan reproduksi repeat breeder. Kata kunci: gangguan reproduksi, mastitis, inseminasi buatan, semen beku, sexing.
STUDI KAJIAN PREVALENSI SCABIES PADA KAMBING DI KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Yogi Dwi Nugroho; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi scabies dan menganalisa penyebab scabies. Materi yang digunakan adalah data dari 50 responden peternak kambing di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Metode penelitian survey. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan pemeriksaan scabies secara langsung.  Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif.  Variabel yang diamati adalah data personal, hasil pemeriksaan ternak scabies, manajemen pemeliharaan, pengetahuan peternak tentang penyakit scabies dan service dari petugas keswan. Hasil penelitian adalah semua peternak memelihara kambing dalam kandang panggung, intensitas sinar matahari yang dapat masuk di kandang adalah sedang sebanyak 88%, Pemeliharaan kambing semuanya secara koloni. Semua peternak tidak pernah melakukan pembersihan feses, pakan yang diberikan semuanya adalah hijauan dan yang ad libitum sebanyak 92%, ternak dipelihara dengan mengandangkan dan melepas di padang penggembalaan sebanyak 92%, Tidak ada kontak fisik kambing dengan kambing tetangga sebanyak 96%, air hujan yang dapat masuk di kandang sebanyak 56%, semua peternak tidak pernah memandikan kambing dan melakukan pembersihan kandang, peternak yang tidak tahu tentang Scabies sebanyak 94%, peternak tidak mengetahui bahwa scabies dapat menular ke kambing lain sebanyak 96%, semua peternak tidak tahu bahwa scabies dapat menular ke peternak, semua peternak tidak tahu pencegahan scabies, peternak tidak tahu pengobatan scabies sebanyak 98%, service petugas keswan berupa pengobatan dilakukan ke semua peternak, penyuluhan tentang scabies oleh petugas keswan dilakukan tetapi pemeriksaan scabies tidak pernah dilakukan petugas keswan. Kesimpulan yaitu prevalensi scabies yaitu 14,53%, prevalensi kecil karena pemberian hijauan ad libitum, penggunaan kandang panggung, sinar matahari dapat masuk ke kandang, adanya penggembalaan ternak serta pengobatan scabies dari petugas.Kata kunci : scabies, kambing, kesehatan, ternak, prevalensi
PROSPEKTIF USAHA PETERNAKAN BROILER POLA KEMITRAAN (Article review) Chrisna Irfandy; Dedi Suryanto; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola kemitraan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) dilaksanakan dengan pola inti plasma. Kelompok mitra bertindak sebagai plasma dan perusahaan mitra sebagai inti. Industri mitra menyiapkan instrumen produksi peternakan seperti DOC, pakan, obat-obatan/vitamin, pembimbing teknis serta pemasaran hasil sedangkan kandang dan tenaga kerja disediakan plasma. Dalam menjalin mitra pihak pengusaha atau perusahaan harus memiliki posisi yang sejajar dengan pihak peternak untuk terwujudnya tujuan bersama. Pola kemitraan memberikan hasil keuntungan yang tidak sama di setiap peternak. Hal tersebut tergantung persetujuan kerjasama awal dengan inti, modal awal peternak, jumlah populasi ayam yang dipelihara, fluktuasi harga dan pengetahuan dan keterampilan manajemen. Hal-hal tersebut berpengaruh terhadap jumlah keuntungan yang diperoleh peternak. Peternakan Broiler pola kemitraan inti – plasma dengan pola PIR (Perusahaan Inti Rakyat) dapat diikuti oleh peternak dengan kemampuan ekonomi lemah sehingga terdapat jaminan akan modal, kepastian harga dan kuantitas. Model kemitraan merupakan kerjasama bisnis yang wajib memiliki tujuan dan posisi yang sejajar. Masalah terkait kolaborasi mitra yang tidak saling menguntungkan karena Inti memiliki kekuasaan dalam hal permodalan, teknologi, pasar, dan manajemen. Peternak lemah dalam posisi harga kontrak dan kualitas DOC. Keberhasilan kemitraan usaha sangat ditentukan oleh adanya kepatuhan di antara yang bermitra dalam menjalankan etika berbisnis. Secara umum bisnis broiler dengan model kemitraan lebih menguntungkan dibandingkan dengan peternak model mandiri. Dengan skala pemeliharaan yang sama peternak plasma memerlukan modal pribadi yang lebih sedikit daripada peternak mandiri. Hasil kajian kelayakan bisnis peternakan ayam broiler pola mitra skala lebih dari 3000 ekor menunjukkan profitabilitas yang baik dan layak dipertahankan atau dilanjutkan. Kata kunci : prospekif, usaha, broiler, pola, kemitraan
ANALISIS RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN) DAGING SAPI DARI RPH SAMPAI DI PASAR SRIMANGUNAN KOTA SAMPANG Mahayu Hikmatul Haq; Irawati Dinasari; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran produk dan nilai  efisiensi pemasaran daging sapi di Pasar Srimangunan Kota Sampang. Materi yang digunakan yaitu data dari hasil wawancara dengan Responden di Pasar Simanginan. Metode penelitian survey. Sampel diambil dengan cara snowball sampling. Data yang diperoleh dianalisis deskriptiv. Hasil adalah pedagang besar pada rantai pasok I mempunyai margin sebesar Rp. 22.000 dan pedagang pengecer  memiliki margin pemasaran sebesar Rp 10.000. Pada rantai pasok II mempunyai margin pemasaran sebesar Rp 32.000 karena pedagang besar menjual daging sapi tanpa perantara pedagang pengecer. Nilai efisiensi pemasaran rantai pasok I daging sapi tingkat pedagang besar sebesar 1,9% dan tingkat pengecer sebesar 0.7%, nilai efisiensi pedagang besar pada rantai pasok II  senilai 1,4%. Rantai pasok I dan II memiliki nilai efisiensi lebih kecil dari 50 %. Kesimpulan penelitian adalah (1) Terdapat dua saluran dalam rantai pasokan daging sapi yang berbeda tetapi harga daging ke konsumen tetap sama. (2) rantai pasok II mempunyai margin pemasaran lebih besar dibandingkan rantai pasok I, (3) tingkat efisiensi pemasaran daging sapi dari dua saluran rantai pasok adalah efisien. Saran adalah pedagang sebaiknya menggunakan saluran rantai pasok II yang mempunyai nilai efisiensi pemasaran lebih baik dan lebih menguntungkan dan perlu dilakukan penelitian serupa dengan lokasi RPH berbeda di Kabupaten Sampang.kata kunci : Efesiensi, pemasaran, margin, saluran, Sampang.
PENGARUHlPENAMBAHANlCAMPURANlSARIlBUAH MENGKUDU DANlMULTIlENZIM DALAMlAIRlMINUMlTERHADAPlBOBOT DAN KOMPONEN TELUR PUYUH PERIODE LAYER M. Walad Alfadlilatul; Usman Ali; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianniniibertujuannuntuk menguji pengaruh penambahan sari buah mengkudu (Morinda citrifolia) plus multienzim terhadap bobot dan komponen telur puyuh. Materi penelitian ini menggunakan sari buah mengkudu, multienzim dan ternak puyuh betina umur 6 bulan..Metodeepenelitiannini menggunakann percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan..,Data dianalisa ragam (ANOVA) dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan 4 perlakuan yaitu P0 = air minum tanpa sari buah mengkudu dan multienzim, P1= 3 ml, P2= 6 ml, P3= 9 ml. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa penambahanncampurannsari buah mengkudu dan multienzim pada bobot telur berpengaruh nyata (P<0,05), bobot putih telur berpengaruh sangat nyata (P<0,01), bobot kuning telurrberpengaruhhnyata, (P<0,05), dan tidak ,berpengaruhh,nyata ,(P>0,05). terhadap bobot .cangkang.. Rataan, nilai berat telur (g/ekor/hari) pada P0 : 11,27a, P1 : 11,30a, P2: 11,43a, P3: 11,76b,. nilai berat putih telur (g/ekor/hari) pada P0 : 6,04a, P1 : 6,09 a, Pe2: 6,33b, P3: 6,40b, rataan kuning telur (g/ekor/hari) pada P0: 3,57a, P1 : 3,73b, P2: 3,74b, P3: 3,82b,. dan rataan kerabang telur (g/ekor/hari) pada P0:, 1,52, P1:, 1,54, P2:, 1,55, P3: 1,62. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pada variabel kerabang telur tidak berpengaruh nyata sedangkan pada variabel putih telur, kuning telur dan bobot telur memiliki pengaruhnyata. Disarankan menggunakan campurannsari buah mengkudumdanmmultimenzim sebanyak 99ml/l air minummuntuk meningkatkan kualitas telur puyuh.Kata kunci : Puyuh, layer, mengkudu, enzim, telur.
PENGARUH EKSTRAK PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L) SEBAGAI HERBAL ANTIVIRAL INFECTIOUS BRONCHITIS (IB) TERHADAP PERFORMA EMBRIO PADA TELUR AYAM BEREMBRIO (TAB) Freih Jailani; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Infectious bronkitis (IB) adalah penyakit yang  dapat menyerang saluran pernapasan ayam yang disebabkan oleh virus Coronavirus. Patikan Kebo (Euphorbia hirta L) adalah tanaman herbal berkhasiat obat. Patikan kebo mengandung Flavonoid, Mirisil, Alkaloid, Laraserol, Hentriakontanol dan Komositin sebagai anti bakteri, anti virus, anti cacing. Tujuan Penelitian dirancang untuk mengetahui kemampuan aktivitas antiviral ekstrak Patikan Kebo  terhadap virus IB. Metode riset adalah eksperimental. Variabel yang diamati lesi makroskopis embrio dan berat embrio. Perlakuan berupa dosis ekstrak Patikan Kebo yang diinjeksikan pada Telur Ayam Berembrio (TAB) umur 9 hari. Ada lima perlakuan yaitu P1= 0,01%, P2= 0,1%, P3= 1 %, k+ = kontrol tanpa ekstrak Patikan Kebo dan K- = kontrol tanpa virus. Masing-masing perlakuan ada lima ulangan. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji independent sample T-test dengan program SPSS. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian Patikan Kebo berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap lesi makroskopis embrio dan berat embrio. Ekstrak Patikan Kebo dengan dosis 0,1%  memiliki sifat antiviral yang paling bagus dengan  reratan presentasi embrio hidup paling tinggi yaitu 80% dan berat badan embrio 4,58 gram ± 0,65 gram. Kesimpulan adalah ekstrak Patikan Kebo mempunyai potensi antiviral herbal terhadap virus Infectious Bronchitis (IB).Kata kunci : Antiviral, Infeksius, Bronkhitis, embrio, ayam 
PERBANDINGAN PRODUKSI SUSU, KADAR PROTEIN, DAN SOLID NON FAT (SNF) SAPI PERAH PASCA PMK Yena Arifa; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas susu. PMK juga menyerang ternak yang berada di bawah naungan KUD Dadi Jaya. Jumlah sapi yang terpapar PMK di KUD Dadi Jaya hampir mencapai 90%. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan dan menganalisis dampak PMK terhadap perbedaan produksi susu, kadar protein, kadar Solid Non Fat (SNF) sebelum terdampak  PMK tahun 2021 dan pasca PMK tahun 2022. Penelitian ini dilakukan di KUD Dadi Jaya. Materi yang digunakan adalah data produksi dan kualitas susu sapi perah Peranakan Frisien Holsten dari 15 penampungan yang disetor di KUD Dadi Jaya. Metode yang digunakan yaitu studi kasus. Variabel penelitian yaitu produksi susu, kadar protein dan Solid Non Fat (SNF). Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu, kadar protein dan SNF sebelum PMK berbeda (P<0,5) dengan sesudah PMK.  Rata- rata produksi susu sebelum PMK yaitu  30,79 ton dan pasca PMK menurun menjadi 25,41 ton, protein susu sebelum PMK 2,92%  dan  setelah adanya PMK 2,87%, kadar SNF sebelum PMK 8,23% dan setelah PMK 8,18%. Kesimpulannya adalah produksi dan nilai gizi susu sebelum PMK berbeda dengan pasca PMK. Pasca PMK terjadi penurunan produksi susu 5,4 ton, dan penurunan nilai gizi susu yaitu kadar protein 0,025%, , serta penurunan kadar SNF 0,05%.Kata kunci : PMK, produksi, susu, protein, SNF
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad