Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PROBIOTIK SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTOR (AGP) PADA UNGGAS (Artikel Review) Dwi Cahyono Putra; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotic growth promotor (AGP) sudah banyak dilakukan terutama sejak pelarangan penggunaan AGP oleh pemerintah Indonesia. AGP memiliki potensiresistensi antibiotik. Tujuan penulisan ini adalah mereview artikel pemanfaatan probiotik pada unggas. Pemanfaatan probiotik pada unggas menunjukkan peningkatan performa produksi. Penggunaan probiotik pada unggas dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pakan, konsumsi ransum, protein daging, pertambahan bobot badan serta  menurunkan konversi pakan. Mikroba yang sering digunakan dalam probiotik adalah bakteri dan jamur. Bakteri Asam Laktat (BAL) seperti Lactobacillus sp dan bifidokbateria sp dan jamur seperti Saccharomyces sp, Rhizopus spdanMucor sp. Mikroba dalam probotik bekerja pada saluran pencernaan. Mekanisme kerja probiotik berbeda dengan antibiotik. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri patogen dan non patogen di dalam saluran pencernaan serta meninggalkan residu antibiotik pada jaringan. Probiotik bekerja dengan memperbaiki sistim dan saluran pencernaan. Mikroba probiotik bekerja dengan menempel dan berkolonisasi di epitel usus. Zona epitel usus yang sudah ditempeli mikroba baik tersebut mengurangi kesempatan bakteri patogen untuk menempel dan berkembang biak. Mikroba probiotik menghasilkan enzim lipase, amilase dan protease yang membantu pencernaan sehingga proses metabolisme dan penyerapan nutrisi lebih baik. Mikroba probiotik juga menghasilkan bacteriocin yang dapat membunuh bakteri patogen sehingga ekosistim mikroflora saluran usus seimbang. Hal inilah yang menyebabkan kekebalan unggas optimal sehingga proses penyerapan nutrisi berjalan dengan baik dan performa produksi meningkat.kata kunci : probiotik, agp, baktericin, produksi, unggas
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DENGAN PENGENCER SITRAT DAN KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM PETARUNG MAGON Lutfi Hakim; Sunaryo sunaryo; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen pada suhu ruang dalam pengencer sitrat dan kuning telur terhadap kualitas spermatozoa ayam Magon. Materi yang digunakan adalah pengencer sitrat dan kuning telur, semen ayam Magon umur 12 bulan. Metode penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuanadalah lama penyimpanan (menit) yaitu P0= 0, P1= 30, P2= 60 dan P3= 90. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diamati adalah kualitas spermatozoa meliputi : konsentrasi, motilitas, viabilitas dan abnormalitas sprematozoa. Data yang diperoleh dianalisis varian dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan semen padasuhu ruang dalam pengencer Sitrat dan kuning telur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas spermatozoa. Nilai rata-rata (%) konsentrasi (106) P0 = 322,4 ; P1= 285,0 ; P2 = 254,0 dan P3= 229,4. motilitas P0= 77,4 ; P1= 54,00 ; P2= 46,20 dan P3= 34,00. viabilitas (%) adalah P0= 45,40 ; P1= 41,6 ; P2= 41,0 dan P3= 35,4. abnormalitas (%) adalah P0= 10,00 ; P1= 13,40 ; P2=14,00 dan P3= 19,00. Kesimpulan adalah lama penyimpanan semen pada suhu ruang dalam pengencer sitrat dan kuning telur berpengaruh terhadap kualitas spermatozoa dan penyimpanan semen sampai 60 menit masih layak digunakan untuk Inseminasi Buatan.Kata Kunci : Ayam Magon, lama penyimpanan, kualitas semen, pengencer
STUDI KASUS HIPOKALSEMIA (Milk Fever) PADA SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) di WILAYAH KERJA KOPERASI AGRO NIAGA (KAN) JABUNG Syahdan syahdan; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor yang terkait dengan kejadian hipokalsemia yang terjadi diwilayah Kerja Koperasi Agro Niaga Jabung. Materi yang digunakan adalah data 100 ekor sapi hipokalsemia di wilayah KAN Jabung Kabupaten Malang. Metode yang digunakan Metode Survey. Analisa yang digunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Kasus Hipokalsemi di Wilayah KAN Jabung sering terjadi pada ternak 1-3 hari pasca partus, periode laktasi ke 4-6, produksi susu 16-20 liter. Faktor pakan memegang peran utama berdasarkan data : ternak yang terkena BCS 1-2 sebesar 70%, jumlah pakan yaitu hijauan 30-35 kg dan konsentrat 6-10 kg dan merupakan kasus ternak yang pertama kali terkena hipokalsemi 79%, Faktor sosial ekonomi yang mencakup tingkat pendidikan, pengalaman, jeniskelamin serta jumlah kepemilikan sapi bukan menjadi faktor utama hipokalsemi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Faktor Manajemen Pakan berpengaruh terhadap kasus hipokalsemia di KAN Jabung. Saran perlu dilakukan perbaikan manajemen pakan dan Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang ada tidaknya hubungan dan tingkat keeratan antar variabel yang diamati.Kata Kunci : studi kasus, hipokalsemia, sapi PFH, KAN Jabung
PENGARUH LAMA FERMENTASI RUMPUT RAJA (Pennnisetum purpureophoides) DENGAN FERMENTOR SAUS BURGER PAKAN TERHADAP KUALITAS RUMPUT Muzayyin Ilmana; Nurul Humaidah; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan bahan pakan untuk meningkatkan kualitas pakan salah satunya dengan fermentasi. Lama fermentasi mempengaruhi kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama fermentasi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) dengan fermentor saus burger pakan terhadap kualitas rumput. Materi yang digunakan  hijauan king grass, bran gandum, tetes tebu, mineral Premix, saus burger pakan, air. Metode adalah eksperimen. Rancangan adalah Rancangan Acak Lengkap. Terdapat 3 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan adalah lama fermentasi yaitu P5 = 5 hari, P10 = 10 hari, P15 = 15 hari. Variabel yang diamati yaitu kualitas   rumput berupa warna, aroma/bau, tekstur, jamur dan pH. Penilaian warna pakan dilakukan dengan memberikan nilai  warna yaitu hijau kekuningan = 3, kekuningan = 2, coklat = 1. Penilaian aroma/bau dengan memberikan nilai  sebagai berikut : Bau khas fermentasi =3, asam= 2, sedikit asam = 1. Penilaian tekstur pakan dengan nilai  sebagai berikut : tekstur lembut = 3, tekstur sedikit lembut = 2, tekstur kasar = 1. Penilaian jamur pakan sebagai berikut :  tidak ada = 3, jamur tepung = 2, ada mengumpal = 1. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus. Analisis data menggunakan kuantitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan lama penyimpanan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap aroma, jamur dan pH, tetapi berpengaruh (P<0,05) terhadap warna dan tekstur. Kesimpulan lama fermentasi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) dengan fermentaor saus burger pakan mempunyai pengaruh terhadp kualitas   rumput. Lama penyimpanan terbaik adalah 5 hari. kata kunci: rumput raja; saus burger pakan; fermentasi; kualitas ; waktu penyimpanan.
STUDI TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) DITINJAU DARI INDUK BREED MURNI DAN PERSILANGANNNYA PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN PROBOLINGGO Moh. Zainul Arifin; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) ditinjau dari induk breed murni dan persilangannya pada sapi potong di Kabupaten Probolinggo. Materi yang digunakan adalah 40 ekor sapi potong induk breed murni dan persilangannya. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu induk dengan breed murni dari bangsa Limousin dan PO sedangkan Sapi persilangan dari Limpo dan Pegon, pernah beranak minimal satu kali, status birahi baik. Analisa data dengan menggunakan uji Chi-Square. Variabel yang diamati adalah Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR),Non Return Rate (NRR), dan Body Condition Score (BCS). Hasil analisis uji Chi-Square terhadap S/C, CR, dan NRR pada Sapi Limousin dengan Limpo dan PO dengan Pegon menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan nilai S/C Sapi Limousin, Limpo, PO dan Pegon adalah 1,67; 2,0; 1,25; dan 1,67. Rataan nilai CR Sapi Limousin, Limpo, PO dan Pegon adalah 60%, 50%, 80%, dan60%. Nilai NRR Sapi Limousin, Limpo, PO dan Pegon adalah 70%, 70%, 90%, dan 70%. Rataan BCS pada Sapi Limousin, Limpo, PO dan Pegon adalah 3,63; 3,18; 3,13; dan 3,08. Kesimpulan penelitian bahwa tingkat keberhasilan IB induk breed murni dan persilangannya pada sapi potong di Kabupaten Probolinggo tidak berbeda nyata.Kata kunci : Keberhasilan IB, Sapi potong, breed murni, persilangan
HUBUNGAN KUALITAS ESTRUS BERDASARKAN PROFIL SITOLOGI SWAB VAGINA DAN GEJALA ESTRUS TERHADAP KEBERHASILAN IB INTRACERVICAL KAMBING PERANAKAN ETAWA Dede Saputra; Sumartono Sumartono; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas estrus berdasarkan gambaran sitologi swab vagina dan gejala estrus terhadap keberhasilan IB intracervical Kambing Peranakan Etawa. Materi penelitian yaitu 15 ekor Kambing PE betina dewasa, umur 2-3 tahun, sudah beranak 2-3 kali, Bobot badan antara 30-40 kg. Kambing disinkronisasi dengan PGF2a 0.5 ml/ekor. Metode penelitian ekperimental. Data dianalisa dengan analisa ragam (ANOVA). Perlakuan percobaan yaitu P0= Kawin Alam, P1= IB pertama, P2= IB ketiga. Pengambilan data dimulai ketika kambing betina diam diendus jantan (0 jam). Pengamatan dibatasi hingga 72 jam. Variabel pengamatan gejala estrus : warna vulva, sifat lendir (skor 1, 2, 3), pengukuran celah vulva (cm) dan suhu vagina (0C). Pelaksanaan swab vagina: indentifikasi jenis sel epitel vagina dan presentase gambaran sel epitel dominan serta Non Return Rate (NRR). Data pengukuran gejala estrus secara deskriptif dan grafik. Identifikasi jenis sel epitel menggunakan mikroskop digital (pembesaran 40x) disajikan secara deskriptif. Hasil analisis ragam gejala estrus: warna vulva, sifat lendir, perubahan celah vulva, suhu vagina, identifikasi jenis sel epitel vagina saat estrus tidak berbeda nyata (P>0.05) pada ternak kawin alam atau IB. Hasil rataan dan grafik gejala estrus: perubahan celah vulva dan suhu vagina nilai tertinggi pada 12-24 jam dari awal estrus. Hasil rataan presentase jenis sel epitel vagina ditemukan sel dominan pada 12 jam dari awal estrus adalah Parabasal dan pada 24 jam dari awal estrus adalah Intermediet. Hasil nilai NRR tertinggi pada ternak kawin alam dengan NRR 80%. Kesimpulan kualitas estrus tidak berbeda ternak kawin alam atau IB.Kata Kunci : Kualitas Estrus, Kambing PE, IB, Kawin Alam, NRR
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN MINERAL PADA PAKAN TERHADAP PRODUKSI TERNAK RUMINANSIA (ARTICLE REVIEW) Imam Suprayitno; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral merupakan bagian dari tubuh  yang me;megang peran,an yang sangat penting dalam Pemeliharaan fungsi tubuh Mineral berperan d;alam  proses fisiologis yaitu pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan Mineral berperan dalam proses fisiologis yaitu pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan Substitusi mineral pada pakan berperan penting pada produksi ternak melalui beberapa mekanisme dengan target pertumbuhan yang berbeda Penelitian Penambahan mineral pada pakan dengan target produksi ternak telah banyak dilakukan dengan hasil yang bervariasi Mineral dalam meningkatkan pertumbuhan/produksi ternak melalui berbagai macam jalur yaitu : Sebagai ko faktor dalam proses metabolisme Karbohidrat, Protein dan Lemak, Sebagai kation sel, pengatur osmotik cairan dan  keseimbangan  asam basa, dan kekebalan tubuh melalui respon imun yaitu berperan dalam perkembangan serta menjaga aktivitas sel imun Kecukupan mineral dari Pakan ternak ruminansia tergantung dari struktur geologi tanah tempat hijauan tersebut ditanam
PENGARUH PEMBERIAN FEED ADDITIVE TEPUNG BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) PADA PAKAN TERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER Azwar Bahi; Nurul Humaidah; Inggit kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian feed addative tepung Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) terhadap produksi karkas broiler meliputi bobot karkas serta presentase lemak abdominal. Materi adalah pakan komersil, tepung Bawang Dayak dan ayam pedaging (broiler) 48 ekor umur 15 – 35 hari (fase finisher). Metode digunakan kali ini adalah,  eksperimen dan menggunakan, Rancangan Acak Lengkap ada empat perlakuan dan tiga ulangan; masing – masing perlakuan, ada empat ekor. Perlakuan adalah P0: pakan basal, tanpa tambahan Bawang Dayak. P1 dengan tambahan Bawang Dayak 1,5% , P2: 2,0% dan P3: 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang dayak pada pakan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap karkas dan persentase lemak abdominal. Persentase karkas   P0 = 63,96; P1 = 64,23; P2 = 65,24 dan P3 = 66,97%. Persentase lemak abdominal, P0 = 0,98; P1 = 0,96; P2 = 0,84 dan P3 = 0,76%. Kesimpulan penelitian adalah penambahan campuran tepung bawang dayak 2,5%  dalam pakan Broiler umur 15 – 35 hari  mampu meningkatkan  persentase karkas 66,97% dan menurunkan lemak abdominal 0,76%.Kata kunci : Bawang, Dayak, Feed, Additive , Broiler.
PENGARUH PERBEDAAN LAMA PENYIMPANAN SEMEN AYAM JOPER DENGAN PENGENCER NaCl FISIOLOGI DAN AIR KELAPA MUDA PADA SUHU RUANG TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA Moh. Toib; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh perbedaan Lama Penyimpanan Semen dengan Pengencer NaCl Fisiologi dan Air Kelapa Muda Pada Suhu Ruang terhadap Kualitas Spermatozoa Ayam Joper. Materi adalah semen Ayam Joper, NaCl fisiologi, air kelapa muda, Eosin Negrosin. Peralatan yang digunakan yaitu tabung penampung, object glass, gelas ukur, mikroskop,mikropipet, thermometer, alat ukur pH dan tabung reaksi, Metode penelitian Metode Eksperimental dengan Rancangan Pola Tersarang (RPT). Perlakuan adalah Lama penyimpanan dan Jenis Pengencer. Penyimpanan terdiri dari L1=15 Menit, L2=30 Menit, L3=45 Menit dan L4=60 Menit. Jenis pengencer yaitu P1= Air Kelapa Muda P2=NaCl fisiologi. Perlakuan di ulang sebanyak 4 kali.Variabel yang diamti adalah motilitas dan viabilitas spermatozoa Ayam Joper. Data yang diperoleh dianalisa varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan lama penyimpanan dengan berbagai bahan pengencer berpengaruh sagnat nyata (P<0,01) terhadap Motilitas dan Viabilitas semen ayam Joper. Hasil uji BNT 1% didapatkan rataanmotilitas (%) semen Ayam Joper sebagai berikut : P1L4; 42a, P2L4; 53,75b, P1L3;59bc P2L3;67,25cd P1L2;70de P2L2;74,25def P1L1;78,75ef P2L1;82,5f. Sedangkan Rataan Viabilitas (%) adalah sebagai berikut : P1L4;53,75ab P2L4;49a P1L3;63bcd P2L3;59,50abc P1L2;71de P2L2;68,50cde P1L1;78,50eP2L1;e. Kesimpulan adalah Perbedaan lama penyimpanan semen pada suhu ruang berpengaruh terhadap Motilitas dan Viabilitas semen Ayam Joper dan Pengencer Air kelapa muda. Penyimpanan semen pada suhu ruang selama 60 menit masih memberikan hasil yang optimal terhadap motilitas dan viabilitas karena masih memenuhi standart semen untuk IB. Disarankan untuk mempertahankan kualitas semen padas penyimpanan suhu ruang selama 60 menit dengant menggunakan pengencer Air Kelapa.Kata Kunci : ayam joper, pengencer, Air Kelapa muda, kualitas, spermatozoa.
TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA BERBAGAI BANGSA KAMBING DAN DOMBA (Article Review) Firman Dwi Arisandi; Nurul Humaidah; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kesuksesan Inseminasi Buatan (IB) pada ruminansia kecil yakni kambing dan domba, relatif rendah. Hal ini diduga terkait dengan anatomi dari alat reproduksi yang kecil dan bentuknya berbelok ke bawah yang menyulitkan gun dalam mencapai lokasi deposisi semen. Tujuan article review ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan IB kambing dan domba yang dikaitkan dengan persentase keberhasilan IB, betina akseptor IB, metode IB, semen beku, sinkronisasi birahi, waktu pelaksanaan IB, dan manajemen reproduksi IB. Telaah review diperoleh hasil sebagai berikut:  Keberhasilan IB pada ruminansia kecil secara intra uterine 78,9% dan intracervix 47,6%. Pelaksanaan IB harus memperhatikan kesehatan betina akseptor, siklus birahi normal , berumur minimal 10 bulan dengan  bobot badan mencapai 14-17kg, Skor Kondisi Tubuh (SKT) minimal 3. Jumlah spermatozoa motil pada semen beku 150 juta. Thawing dilakukan pada suhu 37°C selama 15-30 detik. Sinkronisasi birahi dengan PGF2α 0,25 ml atau hormon progesteron (spons progestagen/MAP) dengan diiringi hormon gonadotropin. Waktu pelaksanaan IB adalah 14-23 jam setelah estrus atau 56-61 jam setelah pencabutan spons. Manajemen Reproduksi IB yang harus diperhatikan adalah usia pubertas, usia kawin, pemilihan betina yang produktif dengan baiknya siklus reproduksi, ketepatan dosis dalam sinkronisasi hormonal, dilanjutkan dengan ketepatan deteksi estrus, pakan yang digunakan serta penanganan kesehatan jika terdapat gangguan reproduksi. Kata kunci : IB, keberhasilan, kambing, domba
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah USMAN ALI Usman Ali Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad