Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERBEDAAN DOSIS TEPUNG RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum) TERHADAP PERFORMANCE REPRODUKSI KELINCI BETINA LOKAL Riyadi riyadi; Nurul Humaidah; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh suplemen tepung rumput kebar (Biophytum petersianum) terhadap performan reproduksi kelinci betina local. Materi penelitian adalah 16 kelinci indukan lokal yang telah melahirkan 2 kali, dengan bobot badan 2-2,5 Kg. Pakan berupa konsentrat dan hijauan sebagai pakan pokok dengan jumlah konsentrat 85 gram dan hijauan500 gram ekor/hari. Metode Penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan pemberian dosis tepung rumput kebar yaitu P0=0 gr, P1 = 3 gr, P2 = 5 gr, P3 = 7 gr. Variabel yang diamati adalah jumlah dan bobot anak sekelahiran. Data yang diperoleh dianalisa varian (ANOVA) dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperbedaan dosis tepung rumput kebar memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Jumlah anak yang dilahirkan dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot badan anak yang dilahirkan. Bilai rataan jumlah anak yang dilahirkan yaitu P0=4,25a; P1=5a; P3=7,50ab, P2=8,75b. Sedangkan rataan bobot badan anak yang dilahirkan yaitu P0=52,19; P1=49,62; P2=51,40;P3=56,21. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemberian Tepung Rumput Kebar berpengaruh terhadap jumlah anak sekelahiran pada induk kelinci betina local dan Pemberian Tepung Rumput Kebar sebesar 5 gram meningkatkan jumlah anak sekelahiran yaitu rata-rat 8-9 ekor dengan ratarata bobot badan 51,40 gramKata kunci : tepung, rumput kebar, pakan, kelinci, performa reproduksi
PENGARUH LAMA FERMENTASI RUMPUT RAJA (Pennnisetum purpureophoides) DENGAN FERMENTOR SAUS BURGER PAKAN TERHADAP KUALITAS RUMPUT Muzayyin Ilmana; Nurul Humaidah; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan bahan pakan untuk meningkatkan kualitas pakan salah satunya dengan fermentasi. Lama fermentasi mempengaruhi kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama fermentasi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) dengan fermentor saus burger pakan terhadap kualitas rumput. Materi yang digunakan  hijauan king grass, bran gandum, tetes tebu, mineral Premix, saus burger pakan, air. Metode adalah eksperimen. Rancangan adalah Rancangan Acak Lengkap. Terdapat 3 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan adalah lama fermentasi yaitu P5 = 5 hari, P10 = 10 hari, P15 = 15 hari. Variabel yang diamati yaitu kualitas   rumput berupa warna, aroma/bau, tekstur, jamur dan pH. Penilaian warna pakan dilakukan dengan memberikan nilai  warna yaitu hijau kekuningan = 3, kekuningan = 2, coklat = 1. Penilaian aroma/bau dengan memberikan nilai  sebagai berikut : Bau khas fermentasi =3, asam= 2, sedikit asam = 1. Penilaian tekstur pakan dengan nilai  sebagai berikut : tekstur lembut = 3, tekstur sedikit lembut = 2, tekstur kasar = 1. Penilaian jamur pakan sebagai berikut :  tidak ada = 3, jamur tepung = 2, ada mengumpal = 1. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus. Analisis data menggunakan kuantitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan lama penyimpanan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap aroma, jamur dan pH, tetapi berpengaruh (P<0,05) terhadap warna dan tekstur. Kesimpulan lama fermentasi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) dengan fermentaor saus burger pakan mempunyai pengaruh terhadp kualitas   rumput. Lama penyimpanan terbaik adalah 5 hari. kata kunci: rumput raja; saus burger pakan; fermentasi; kualitas ; waktu penyimpanan
PENGARUH PEMBERIAN JAMU HERBAL PLUS MULTI PROBIOTIK TERHADAP PRODUKSI DAN LEMAK SUSU SAPI PERAH PASCA PENYAKIT MULUT KUKU (PMK) Rizki Ramadhani setyawan; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian multi-probiotik bersama dengan obat herbal terhadap produksi susu dan lemak setelah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penelitian dilaksanakan di Desa Pujon Lor Dusun Watu Gong Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi yang digunakan yaitu jamu herbal plus multiprobiotik meliputi kunyit, temulawak, jahe, kencur, temuireng, kunci, lengkuas, bawang putih dan asem. Metode penelitian menggunakan metode percobaan. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap RAL. Ada 4 perlakukan masing-masing perlakuan mempunyai 3 ulangan. Perlakuan adalah P0 = kontrol yaitu tanpa pemberian jamu herbal plus multi probiotik, P1=  Pemberian jamu herbal plus multi probiotik sebanyak 100 ml/ekor/hari, P2= 150 ml/ekor/hari dan P3= 200 ml/ekor/hari. Analisa data menggunakan Uji Anova dan dilanjut dengan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamu herbal plus multi probiotik menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap produksi, dan berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap lemak susu sapi perah pasca PMK. Rata-rata produksi susu (Liter) perlakuan P0 = 4,67a, P1= 5,73a, P2 = 8,33b, P3 = 10,50c. Rata-rata lemak susu (%) P0= 3.76a, P1= 4.3ab, P2= 4.50ab, P3= 5.43c. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian jamu herbal plus multiprobiotik dengan jumlah 200 ml/ekor/hari merupakan dosis terbaik digunakan untuk meningkatkan produksi susu dan lemak susu. Disarankan melakukan penelitian lanjutan terkait peningkatan dosis jamu herbal plus multiprobiotik pada sapi perah pasca PMK.Kata Kunci : pmk, produksi, lemak, jamu herbal, multiprobiotik 
PENGARUH HYGIENE PEMERAHAN TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN pH SUSU SAPI PERAH Achmad Yusuf; Inggit Kentjonowaty; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hygiene pemerahan terhadap jumlah mikroba dan pH susu sapi perah. Materi yang digunakan adalah 15 ekor sapi perah, metode penelitian  adalah eksperimental dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan kriteria bangsa sapi PFH, laktasi ketiga, bulan laktasi ke 3-4, pakan rumput dan ampas tahu. Variabel yang diamati adalah jumlah mikroba dan nilai pH. Analisa data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan untuk mengetahui perbedaan perlakuan dilakukan Uji beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses hygiene pemerahan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah mikroba dan nilai pH. Rata-rata jumlah mikroba (CFU/ml ) adalah P0= 3x104(a), P1= 1,5x105(a) , P2 = 5,8x105(ab). Rata-rata nilai pH adalah P0 = 6,72a, P1= 6,96b dan P2= 6,96b. Kesimpulan adalah  hygiene pemerahan berpengaruh terhadap jumlah mikroba dan pH susu sapi perah. Jumlah mikroba dengan minimal 5 kriteria hygiene pemerahan masih memenuhi Standar Nasional Indonesia. Kriteria tersebut adalah : pembersihan kandang, pembersihan peralatan, menggunakan pelicin, penuntasan pemerahan, serta pembersihan ambing dan puting. Saran sebaiknya peternak menerapkan prosedur hygiene pemerahan sesuai standar kriteria hygiene pemerahan yang baik minimal pada 5 kriteria prosedur hygiene pemerahan. Kata Kunci :  Hygiene, pemerahan, mikroba, susu, pH
ANALISIS KONFIRMASI HASIL IB SEXING DAN PERFORMA REPRODUKSI SAPI PFH DI KAN JABUNG Dwi Priyo Utomo; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil konfirmasi inseminasi buatan (IB) sexing dan performa reproduksi sapi Peranakan Fries Holland (PFH) di KAN Jabung. Materi yang di gunakan sebanyak 129 ekor sapi PFH dengan nilai Body Condition Score (BCS) 3 dengan status laktasi 1 sampai 3. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif. Jenis data dikumpulkan dari catatan recording 420 dosis penggunaan semen sexing dari berbagai pejantan, dengan fokus pada jumlah dosis yang digunakan, hasil kelahiran, Conception Rate (CR), dan Service per Conception (S/C).Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata kelahiran betina hanya mencapai 55% dari penggunaan semen sexing (X). Kode pejantan 30157-X menggunakan 63 dosis dengan 17 kelahiran (10 betina, 7 jantan), CR sebesar 60%, dan S/C 4. Kode pejantan 30160-X dengan 121 dosis, menghasilkan 20 kelahiran (12 betina, 9 jantan), CR sebesar 17%, dan S/C 5. Kode pejantan 30156-X dengan 53 dosis menghasilkan 17 kelahiran (9 betina, 8 jantan), CR sebesar 32%, dan S/C 3. Kode pejantan 30153-X memiliki 23 dosis dengan 8 kelahiran (4 betina, 4 jantan), CR sebesar 34%, dan S/C 3. Kode pejantan 30782-X menunjukkan peningkatan performa dengan 54 dosis menghasilkan 27 kelahiran (15 betina, 12 jantan), CR sebesar 50%, dan S/C 2. Kode pejantan 30569-X menunjukkan hasil dengan 26 dosis menghasilkan 12 kelahiran (6 betina, 6 jantan), CR sebesar 47%, dan S/C 2. 30572-X, dengan 14 dosis, menghasilkan 5 kelahiran (3 betina, 2 jantan), CR sebesar 36%, dan S/C 3. Kode pejantan 30774-X, dengan 8 dosis, menghasilkan 2 kelahiran (1 betina, 1 jantan), CR sebesar 21%, dan S/C 4. Kode pejantan 30781-X dengan 60 dosis menghasilkan 22 kelahiran (12 betina, 10 jantan), CR sebesar 37%, dan S/C 3. Days open selama penggunaan semen sexing adalah 170 hari, menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kebuntingan. Dibandingkan dengan penelitian sexing sebelumnya, temuan ini memberikan wawasan tentang efektivitas dan tantangan IB sexing. Kesimpulan penelitian Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas IB sexing sangat bervariasi di antara berbagai pejantan, dengan kode pejantan 30782-X dan kode pejantan 30572-X menunjukkan performa terbaik. Prosentase kelahiran betina masih 55% dari target penggunaan sexing (X). Days open yang relatif tinggi menunjukkan perlunya peningkatan manajemen reproduksi dan teknik IB untuk meningkatkan efisiensi reproduksi sapi PFH di KAN Jabung.Saran penelitian perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang penyebab prosentase kelahiran betina masih 55% dari target penggunaan semen sexing (X) dan juga penyebab performa reproduksi IB semen sexing yang masih belum memuaskan serta perbaikan management reproduksi di peternak anggota KAN JABUNG. *Kata Kunci:* Inseminasi Buatan, Sexing, Conception Rate, Service per Conception, Peranakan Fries Holland, Performa Reproduksi, KAN Jabung
PENGARUH PEMBERIAN FEED ADDITIVE TEPUNG BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) MELALUI PAKAN TERHADAP HISTOMORFOLOGI USUS HALUS BROILER Saiful Rijal; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa)adalah tanaman liar yang sering tumbuh dihutan. Bawang Dayak merupakan tanaman herbal yang mempunyai zat bioaktif bermanfaat seperti flavonoid dan saponin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian FeedAddittive tepung Bawang Dayak melalui pakan terhadap Histomorfologi Usus Halus.Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tepung Bawang Dayak, pakan dan Day Old Chiks (DOC) Broiler dengan umur 15 hari sebanyak 48 ekor serta alat alat yang digunakan seperti tempat pakan, tempat minum dan kaca objek, mikroskop cahaya, silet,pipet tetes, timbangandan alat tulis.Broiler dipelihara selama 20 hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Broiler akan dipelihara selama 35 hari dan dibagi menjadi 4 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap unit percobaan terdapat 4 ekor ayam dan setiap perlakuan diberikan campuran tepung Bawang Dayak dengan ketentuan sebagai berikut: P0= pakan komersial (sebagai control), P1= pakan komersial ditambah tepung Bawang Dayak 1,5%, P2= pakan komersial ditambah tepung Bawang Dayak 2,0%, P3= pakan komersial ditambah tepung Bawang Dayak 2,5%. Variabel yang diamati yaitu tinggi vili, lebar vili dan kedalaman crypta. ANOVA digunakan untuk menganalisis data dalam analisis data. Untuk menguji perbedaan antar perlakuan dilakukan uji BNT (Beda Nyata TerkecilHasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang dayak pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi vili, lebar vili dan kedalaman crypta. Adapun rata rata nilai Tinggi Vili (µm) yaitu P0=756,39a; P1=774,26b; P2=800,56b; P3=844,72b, sedangkan Lebar Vili (µm) yaitu P0=1512,01a; P1=1623,84b; P2=1635,02b; P3=1668,72b, Kedalaman Crypta (µm) yaitu P0=257,07a; P1=272,36a; P2=291,10ab; P3=345,03b. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan campuran tepung Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) dalam pakan Broiler pada umur 15 – 35 hari dalam pakan komersil mampu meningkatkan kuantitas ukuran usus halus yang meliputi tinggi vili, lebar vili, dan kedalaman crypta.Kata kunci: broiler, bawang dayak, histomorfologi, usus halus.
PENGARUH ANTISEPTIK HERBAL BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia L. Merr) SEBAGAI TEAT DIPPING TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN pH SUSU KAMBING SAANEN Vina Anisa Rokhim; Nurul Humaidah; Sri Sulistyowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh antiseptik herbal bawang dayak sebagai teat dipping terhadap jumlah mikroba dan pH susu Kambing Saanen. Materi yang digunakan  12 ekor Kambing Saanen umur 3, 4 dan 5 tahun, antiseptik kimia (Iodium 5%), Bawang Dayak, aquades, Plate Count Agar (PCA), larutan buffer pH 4 dan 9. Metode penelitian menggunakan metode percobaan, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Ada 4 perlakuan dan 3 kelompok. Perlakuan adalah P0 = Teat dipping antiseptik kimia (Iodium 5%), P = Teat dipping antiseptik herbal bawang dayak konsentrasi 10%, P2= konsentrasi 20%, P3= konsentrasi 30%. Variabel yang diamati meliputi total bakteri dan pH. Data yang telah diperoleh dianalisis ragam (ANOVA). apabila hasilnya menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata pada perlakuan, maka dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antiseptik herbal Bawang Dayak sebagai teat dipping pada hari ke-7 berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah mikroba. Rata- rata total bakteri (CFU/ml) berturut- turut adalah adalah P0=1,3 × 1010, P1= 2,5 × 1010, P2=1,3 × 1011, P3= 5,5 × 1010. Pada hari ke-14 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah mikroba. Rata- rata total bakteri (CFU/ml) berturut- turut adalah P0=8,3 × 108, P1=1,5 × 109, P2=1,6 × 108, P3=3,4× 107.  Antiseptik herbal bawang dayak sebagai teat dipping hari ke-7 dan hari ke-14 tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH susu Kambing Saanen dengan rata- rata nilai pH pada hari ke-7 diperoleh rataan nilai pH sebesar P0=6,4, P1=6,4, P2=6,4, P3=6,7, Pada hari ke-14 diperoleh rataan sebesar P0=6,7, P1=6,5, P2=6,4, P3=6,7.Kata Kunci: bawang dayak, susu kambing saanen, teat dipping, total bakteri, pH 
STUDI KASUS KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN DENGAN STRAW BELGIAN BLUE PADA AKSEPTOR SAPI PFH DAN PO Johan Sumarsono; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan daging yang cenderung meningkat salah satunya dilakukan dengan introduksi jenis sapi baru.  Introduksi melalui Inseminasi Buatan dengan menggunakan straw Belgian Blue. Sapi Belgian Blue dikenal memiliki prosentase karkas tinggi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan dengan straw Belgian Blue pada akseptor breed berbeda. Breed akseptor adalah Sapi PFH dan PO. Materi yang digunakan adalah Data recording akseptor yaitu Conception Rate (CR) dan Service per conception (S/C). Jumlah data masing-masing sapi adalah 36. Metode yang digunakan studi kasus. Data dianalisis dengan uji Chi square untuk melihat perbedaan tingkat keberhasilan IB pada masing-masing akseptor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan IB dengan straw Belgian Blue pada Induk breed PFH tidak berbeda nyata (P˃0,05) dengan Induk breed PO. Rata-rata nilai SC Sapi PFH = 2,6 ; Sapi PO = 5,1. Rata-rata nilai CR Sapi PFH=39% dan PO=19%. Kesimpulannya adalah Tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) dengan menggunakan straw Belgian Blue tidak berbeda antara Induk PFH dan PO.
STUDI KASUS MASTITIS SUBKLINIS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DENGAN MANAJEMEN PEMERAHAN YANG BAIK DI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Ahmad Uzairon Alfachrozi; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian dengan survey melalui data primer kuisioner yang ditabulasikan untuk menganalisis prosentasi kasus mastitis subklinis pada peternakan sapi perah dengan manajemen pemerahan yang baik di peternakan sapi perah di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi penelitian sapi PFH sekitar umur 6 tahun sebanyak 50 ekor yang ada di Desa Pandesari. Data primer ditabulasikan dalam bentuk prosentase. Pengambilan sampel dengan kriteria sapi yang sedang laktasi 4-5. Variabel kasus mastitis subklinis pada peternakan sapi perah dengan manajemen pemerahan yang baik di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini dinyatakan bahwa peternak di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang mayoritas Lama Beternak >5 tahun (90%), Tingkat Pendidikan Lulus SMA (60%), Sapi yang dimiliki >6 ekor (52%), Jumlah Sapi Laktasi >4 ekor (54%), Penyuluhan Mastitis Ada dilaksanakan (82%), Bulan Laktasi >10 bulan (58%), Produksi Susu/hari >16 liter (84%), Perlakuan Teat Dipping dengan Antiseptik(54%) ,Tidak Pernah kena mastitis (56%), Uji CMT 1 bulan sekali (58%), Pemberian Minum diberikan Ad libitum (94%), Jumlah Pakan Hijaun10 – 12 % dari berat badan (72%), Jumlah Pakan Konsentrat 2% dari berat badan (68%), Pembersihan kandang sebelum diperah (98%), Memandikan ternak (74%), Pemberian konsentrat (88%), Pengikatan ekor (96%), Menyiapkan peralatan pemerahan(100%), Pemberian pelicin (100%) Pemerahan(100%), Pemberian teat dipping (98%), Pemberian hijauan (100%),Uji CMT (negatif) 56%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peternakan dengan manajemen pemerahan yang baik masih terdapat kasus mastitis subklinis sebesar 44% karena tidak pernah melakukan uji CMT ada 42%. Saran hasil penelitian ini Peternak dengan menejemen pemerahan yang baik harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus mastitis subklinis dengan rutin melakukan Uji CMT seminggu sekali terutama pada saat produksi susu tinggi (˃16 l/hr) dan pada bulan laktasi ke 1-4 setelah beranak jangan terlalu banyak pakan.
PREVALENSI MASTITIS SAPI PERAH DAN GOODWILL PETERNAK TERHADAP MASTITIS DI PETERNAKAN RAKYAT DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Yunus Ansori Purwanto, Maulana; Humaidah, Nurul; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui prevalensi mastitis sangat diperlukan dalam manajemen pemelihaan sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prevalensi mastitis klinis dan subklinis serta menganalisis goodwill peternak terhadap prevalensi mastitis di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Materi penelitian adalah data data 99 ekor sapi dari 30 peternak. Pengambilan sampel data dilakukan secara purposive sampling yaitu sapi laktasi bulan 8-10 dengan periode laktasi 8-10. Metode penelitian survey. Variabel yang diteliti adalah prevalensi mastitis klinis dan subklinis serta Goodwill peternak terhadap kejadian mastitis. Data yang diperoleh dianalis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada profil peternak menunjukkan bahwa pendidikan peternak 66,67% adalah SD dan kepemilikan ternak 1-3 ekor sebesar 66,3%. Data Potensi fisik terkait manajemen kesehatan adalah 83,33% peternak melakukan teta dipping, 86,67% melakukan uji CMT. Manajemen pemeliharaan dilakukan dengan baik yaitu peternak yang memberikan air minum adlibitum sebanyak 76,67%, pemberian pakan hijauan dua kali sehari sebanyak 70%, pemberian konsentrat dua kali sehari 53,33%, melakukan sanitasi kandang 50%. Peternak juga memperhatikan aspek goodwill yaitu melakukan pemeriksaan untuk mastitis sebanyak 63,33%, memperhatikan manajemen pemeliharaan dengan baik sebanyak  80%, dan mengikuti penyuluhan mastitis sebanyak 70%. Peternak mendapatkan fasilitas yang diperlukan sebanyak 83,33%. Prevalensi mastitis subklinis 23,23 % dan klinis 11,11 %. Kesimpulan penelitian adalah Goodwill peternak terhadap pencegahan mastitis di Desa Kemiri cukup baik.Kata Kunci : prevalensi, mastitis, goodwill, sapi perah
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad