p-Index From 2021 - 2026
7.851
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL GIZI INDONESIA Journal of Nutrition College BULETIN PENELITIAN SISTEM KESEHATAN e-Journal Pustaka Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education UNEJ e-Proceeding Health Notions Journal Of Vocational Health Studies Ilmu Gizi Indonesia AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal SOLMA Multidiciplinary Journal GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Journal of Health Policy and Management Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) BULETIN AL-RIBAATH Amerta Nutrition J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Kesehatan Medical Technology and Public Health Journal J-Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat (Indonesian Journal of Public Health) Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE) ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Dunia Gizi AloHA International Journal of Health Advancement (AIJHA) JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat GANESHA MEDICINA ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Amanah Jurnal of Community Health Development (JCHD) Bhakti Community Journal Journal for Quality in Public Health Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Jurnal Medika: Medika PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR ENABLING PENYEBAB KEMATIAN IBU HAMIL PADA MASA PANDEMIK COVID-19 KECAMATAN AJUNG Astikah; Farida Wahyu Ningtyias; Dewi rokhmah
Ganesha Medicina Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.662 KB) | DOI: 10.23887/gm.v2i1.42772

Abstract

Kematian ibu adalah kematian seorang ibu sewaktu hamil atau dalam waktu 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan. Kematian ibu menjadi isu internasional dan menjadi indikator penting dalam mengukur derajat kesehatan masyarakat yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di segala usia. Setiap negara memiliki tanggung jawab untuk mencegah meningkatnya kematian ibu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor enabling sebagai penyebab kematian ibu hamil pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus, dilakukan dengan teknik wawancara serta observasi. Faktor enabling terdiri dari protokol kesehatan bagi petugas kesehatan berdasarkan hasil didapatkan semua petugas sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan SOP. Jarak/waktu tempuh pelayanan didapatkan semua ibu hamil dapat mengakses pelayanan pemeriksaan tanpa ada kendalan jarak dan waktu tempuh. Sarana kesehatan sudah terpenuhi semua antara lain puskesmas pembantu, pondok kesehatan desa, poli KIA, posyandu dan untuk prasarananya sendiri antara lain laborat, usg, ekg, apd sudah tercukupi untuk pelayanan persalinan difasilitas kesehatan. Jarak/waktu tempuh ibu hamil ke layanan kesehatan rata-rata 10 menit.Kepatuhan ibu dan keluarga dalam melaksanakan protokol Kesehatan didapatkan semua ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan yang merupakan hal yang wajib dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.
Analisis Faktor Risiko Maternal terhadap Keluarga Berisiko Stunting: Studi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia Dr. Elok Permatasari, M.Kes.; Leersia Yusi Ratnawati; Ni'mal Baroya; Globila Nurika; Farida Wahyu Ningtyias; Andrei Ramani
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.161-167

Abstract

Background. In 2021, stunting in Indonesia remains high at 24.4%. Indonesian government has a target to decrease stunting prevalence become 14% in 2024. Jember is one of district in East Java with high stunting prevalence 23,4%. First thousand days of life influenced stunting, and maternal risk factor is one of determinants of stunting. In Indonesia was known as 4T, which is Too young, Too old, Too closed and Too much. Objectives. To analyze Maternal Risk Factor (4T) in families at risk of stunting in Jember district, East Java, Indonesia. Method. This research was ecological study by using secondary data with unit of analysis were 286344 families with stunting risk in Jember district. Source data collection using PK21 (Family Data base 2021) and child monitoring status 2019-2021. Data was analyzed by pearson and spearman correlation. Result. Based on Family data base 2021 in Jember showed that there were 84.19% family at risk of stunting. Maternal risk factor (4T) showed: Too young (age of wife < 19 years) 1.18%; Too old (age of wife > 35 years) 52.50%; too close (birth spacing < 2 years) 1.34%; too much (number of birth > 3) 18.03%. And there were corellation between maternal risk factor too young (0,003), too old (0,000), too close (0,000) and too much (0,000) with family at stunting risk. Conclusion. Stunting in Jember remains high and need prevention by reducing maternal risk factor including: too young, too old, too close, and too much. Keywords: Stunting, Maternal Risk Factor, 4T
Upaya Pencegahan Gizi Buruk Melalui Edukasi Pemberian Makan Sehat (Pekan Sehat) dengan Metode Emotional Demonstration (Emo-Demo) pada Ibu Baduta Muhammad Dandi Kusuma Putra; Farida Wahyu Ningtyias; Dhuha Itsnanisa Adi; Tima Rahayu; Fisabililla Budianti; Aisha Excelia Suryawan; Kurnia Suci Pratiwi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 1 MARET 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i1.9875

Abstract

Pola asuh Ibu merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak karena berkaitan erat dengan terjadinya berbagai masalah gizi pada anak. Permasalahan gizi buruk di Kabupaten Lumajang merupakan salah satu  kasus yang diakibatkan adanya kesalahan Ibu dalam melakukan pola asuh terkait pemenuhan gizi anak. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Sehingga diperlukan upaya edukasi untuk menambah pengetahuan Ibu yaitu dengan metode Emo-Demo. Tujuan dilakukan kegiatan edukasi “PEKAN SEHAT” yaitu untuk meningkatkan pengetahuan Ibu terkait pemenuhan gizi anak yang bervariasi dan sesuai kebutuhan sehingga dapat mengubah perilaku Ibu dalam  memberikan makanan yang sehat, bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan gizi, porsi, dan usia anak. Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang pada hari Selasa, 29 Desember 2020. Sasaran yang diambil dalam kegiatan pelatihan ini yaitu sebanyak 7 orang. Metode yang digunakan adalah metode Emo-Demo. Metode Emo-Demo adalah metode edukasi kesehatan dengan menggunakan cara yang imajinatif dan provokatif untuk mengubah perilaku masyarakat di bidang kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu terkait pemberian MP-ASI sebesar 10%. Hal ini menunjukkan bahwa metode Emo-Demo berhasil dan efektif sebagai alternatif media untuk menambah pengetahuan orang tua terkait pemberian MP-ASI.
Upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengolahan menu mpasi: Effort to incrase the knowledge and skills of cadres in processing the mpasi menu Farida Wahyu Ningtyias; Maudy Chintania Ekyta Putri; Rahayu Titis Indrawati; Maudy Adinda Revinadewi; Ivana Ika Cahya Putri; Dhuha Itsnanisa Adi
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.295 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i2.11

Abstract

Stunting di Indonesia mencapai angka prevalensi sebesar 24,42% dan menjadi perhatian pemerintah untuk penyelesaiannya. Kecamatan Jelbuk, merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Jember dengan prevalensi stunting tertinggi sebesar 27,5% dengan Desa Panduman yang menempati urutan pertama balita stunting sejumlah 118 balita. Stunting memiliki dampak fungsional yang merugikan pada anak-anak utamanya pada 1000 hari pertama sejak pembuahan hingga usia dua tahun.  Kejadian stunting meningkatkan risiko penyakit kronis terkait gizi yang akan di manifestasi di masa dewasa sehingga menjadikan penderitanya menjadi tidak produktif. Penyebab stunting yakni  asupan energi rendah, adanya penyakit infeksi yang menjangkit, dipengaruhi pula oleh  jenis kelamin dengan sebagaian besar balita stunting laki-laki, tingkat pendidikan orang tua rendah dan ibu bekerja sehingga berpengaruh pada pemenuhan asupan gizi dan pola asuh. MPASI menjadi penting karena dapat memenuhi kebutuhan gizi yang baik. Lomba memasak menu sehat yang dilaksanakan di Balai Desa Panduman pukul 09.00-11.00 di awali dengan memberikan booklet 18 resep menu sehat dan materi pengantar tentang menu yang dapat dikonsumsi ibu hamil, balita dan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu kader, ibu hamil dan ibu balita di Desa Panduman dalam mengelola MPASI dan menu sehat keluarga. Efektifitas kegiatan sebesar 1,13% dan adequacy of performance > 75% sehingga diharapkan dengan kegiatan yang baik ini dapat menurunkan angka stunting di Desa Panduman.   Stunting in Indonesia reaches a prevalence rate of 24,42% and is the government’s concern for it solution. Jelbuk District, is a sub-district in Jember Regency with the highest stunting prevalence of 27.5% with Panduman Village which ranks first with 118 stunting toddlers. Stunting has a detrimental functional impact on children mainly in the first 1000 days from conception to two years of age. The incidence of stunting increases the risk of chronic diseases related to nutrition which will be manifested in adulthood so that the sufferer becomes unproductive. The causes of stunting are low energy intake, the presence of infectious diseases that are contagious, also influenced by gender with the majority of toddlers being male stunting, low maternal education, low father education and working mothers so that it affects the fulfillment of nutritional intake and parenting patterns. MPASI is important because it can meet the needs of good nutrition. The healthy menu cooking competition which was held at the Panduman Village Hall at 09.00-11.00 was started by giving a booklet of 18 healthy menu recipes and introductory materials about menus that can be consumed by pregnant women, toddlers and families with the aim of increasing the knowledge and skills of cadres, pregnant women and mothers of children under five in Panduman Village in managing MPASI and family healthy menus. The effectiveness of the activity is 1.13% and the adequacy of performance is > 75% so it is hoped that this good activity can reduce the stunting rate in Panduman Village
Hubungan pola asuh pemberian makan dan skor keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan Aisha Excelia Suryawan; Farida Wahyu Ningtyias; Manik Nur Hidayati
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i1.310

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak yang diakibatkan kurangnya asupan zat gizi kronis dalam periode waktu yang panjang. Salah satu dari empat penyebab utama stunting adalah masalah penerapan pola asuh orang tua yang salah. Skor keragaman pangan dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh balita. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Lumajang sebesar 34,01%. Kejadian stunting tertinggi pada tahun 2019 dan 2020 berada di Wilayah Kerja Puskesmas Klakah. Tujuan: Menganalisis hubungan pola asuh pemberian makan dan skor keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Klakah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita berusia 24–59 bulan yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Klakah, Kecamatan Klakah dengan besar sampel sebanyak 43 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling. Variabel yang diteliti adalah pola asuh pemberian makan dan skor keragaman pangan. Pengambilan data menggunakan pengukuran antropometri, kuesioner pola asuh pemberian makan, dan kuesioner Individual Dietary Diversity Score (IDDS). Hasil: Pola asuh pemberian makan tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,127) dan skor keragaman pangan berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,027; OR=5,143). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Klakah dan terdapat hubungan antara skor keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Klakah. 
The Effectiveness Of Android Based Applications An Adherence Monitoring System For Adolescent Female Consumption Fe Tablets Yuni Handayani; Sugeng Winarso; Farida Wahyu Ningtyias
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v9i2.293

Abstract

Introduction: The level of adherence of adolescent female to the consumption of Fe tablets is an indicator of the success of the program of giving Fe tablets. Objective: To analyze the effectiveness of the use of android-based applications as a monitoring system for adherence with adolescent female consuming Fe tablets . Methods: This research approach is quantitative Quasi Experimental using Pre-Post Control Group Design. This study observes or measures the independent variable and the dependent variable at the same time or at one time. The population of this study was the female youth of SMAN 5 Jember grade 3 with a total of 123 respondents. The technique of taking simple random sampling consisted of 2 groups, 39 adolescent female became the experimental group by being given an android application and 39 adolescent female became the control group. The technique of collecting data is in the form of questionnaires and observations to determine the respondent's adherence with consuming Fe tablets . Results: Data analysis used a comparison test between the control and experimental groups with a P value of 0.000 less than 0.05. There is a significant difference between the adherence of adolescent female to take Fe tablets between the experimental group and the control group. Conclusion: It can be concluded that there is an effective use of android-based applications that can increase the adherence of adolescent female in consuming Fe tablets compared to the provision of activities that have been running previously. It is hoped that there will be development on an Android-based application to add blood to be used as a monitoring system.
HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DAN TINGKAT KONSUMSI ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA DAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA PUTRI Novita, Tri Liana; Ningtyias, Farida Wahyu; Ratnawati, Leersia Yusi
Journal of Nutrition College Vol 13, No 3 (2024): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i3.41955

Abstract

ABSTRACTBackground: Low learning achievement is one of the impacts of anemia. Factors causing anemia in adolescent girls include family food security and iron consumption levels. Anemia in adolescent girls requires special attention, considering that the impact is very detrimental so can be prevented and overcome to increase productivity and cognitive abilities.Objectives: This study aims to analyze the relationship between family food security and iron consumption level with the incidence of anemia and learning achievement in adolescent girls.Methods: The study used observational analytics with a cross sectional approach. The sample was high school adolescent girls in Pakusari District as many as 86 subjects aged of 16-18 years using proportional random sampling and carried out in March-May 2023. The independent variables in this study are family food security and iron consumption levels, and the dependent variables are anemia and learning achievement in adolescent girls. Data collection was conducted by interview using 2x24 hour food recall questionnaire and Self-Administered Food Security Survey Module for Children Ages 12 Years and Older, measurement of hemoglobin levels and documentation of student report cards. Bivariate analysis was conducted using chi-square and coefficient contingency.Results: Statistical results showed a relationship between family food security (p=0.001; C=0.343) and iron consumption level (p=0.000; C=0.595) with the incidence of anemia. Food security showed a weak relationship while the level of iron consumption was moderately strong. There was also a weak relationship between family food security (p=0.004; C=0.338) and iron consumption level (p=0.005; C=0.333) with learning achievement.Conclusion: There is a relationship between family food security and iron consumption level with the incidence of anemia and learning achievement among high school girls in Pakusari District, Jember Regency.Keywords : Food security; iron; anemia; learning achievement, adolescent girls                                                    ABSTRAKLatar belakang: Capaian prestasi belajar yang rendah merupakan salah satu dampak dari anemia. Faktor penyebab anemia pada remaja putri diantaranya adalah ketahanan pangan keluarga dan tingkat konsumsi zat besi. Anemia remaja putri memerlukan perhatian khusus mengingat dampak yang ditimbulkan merugikan sehingga dapat dicegah dan ditanggulangi untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan kognitif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketahanan pangan keluarga dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia dan prestasi belajar pada remaja putri.Metode: Penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah remaja putri SMA/sederajat di Kecamatan Pakusari sebanyak 86 subjek dengan rentang usia 16-18 tahun menggunakan proportional random sampling dan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Veriabel bebas pada penelitian ini adalah ketahanan pangan keluarga dan tingkat konsumsi zat besi, variabel terikat adalah anemia dan prestasi belajar pada remaja putri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam dan Self-Administered Food Security Survey Module for Children Ages 12 Years and Older, pengukuran kadar hemoglobin dengan Easy Touch (GCHb) dan dokumentasi rapor siswa. Analisis bivariat menggunakan chi-square dan coefficient contingency.Hasil: Hasil statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ketahanan pangan keluarga (p=0,001; C=0,343) dan tingkat konsumsi zat besi (p=0,000; C=0,595) dengan kejadian anemia. Dimana ketahanan pangan menunjukkan hubungan yang lemah sedangkan tingkat konsumsi zat besi berhubungan cukup kuat. Hubungan yang lemah juga pada ketahanan pangan keluarga (p=0,004; C=0,338) dan tingkat konsumsi zat besi (p=0,005; C=0,333) dengan prestasi belajar.Simpulan: Terdapat hubungan antara ketahanan pangan keluarga dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia dan prestasi belajar pada remaja putri SMA/sederajat di Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.Kata Kunci : Ketahanan pangan; zat besi; anemia; prestasi belajar, remaja putri
ANALISIS DETERMINAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DAERAH PERKEBUNAN (STUDI DI DESA SILO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER) Ishomuddin, Muhammad; Ningtyias, Farida Wahyu; Ratnawati, Leersia Yusi
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.40899

Abstract

ABSTRACTBackground: In comparison to obesity and malnutrition, stunting is the most significant nutritional issue that toddlers face. Stunting has several fundamental, indirect, and indirect causes. Stunting may be brought on by the traits of plantation communities that resemble those of villages, such as low levels of education, employment, and income. It is necessary to understand the root causes of stunting in order to implement the right preventative strategies.Objective: This study's goal was to determine the reasons behind stunting in children between 24 and 59 month old in Silo Village, Silo District, and Jember Regency.Methods: Cross-sectional research was the method used in this field. The study’s population in this research was 467 families in Silo Village, a sample of 89 households and families with toddlers aged 24-59 months taken randomly using binominal proportions. Data collection on the determinants of stunting in the form of mother's education level, mother's occupation, family income, history of infectious diseases among toddlers, history of exclusive breastfeeding among toddlers, utilization of health services, and distance to health access was carried out by interview using a questionnaire. Bivariate Chi Square Test analysis of the data was done using α=0.05 significance level. If p-value<0.05, the study's findings are linked.Results: According to the findings of this study, there was no correlation between the incidence of stunting in toddlers aged 2 to 4 and the mother's education level (p=0.329), her occupation (p=0.618), the family's income (p=0.984), their history of infectious diseases in toddlers (p=0.713), their history of exclusive breastfeeding for toddlers (p=0.133), their use of health services (p=0.216), and their distance from a health facility (p=0.595).Conclusion: There is no significant relationship between the causes of stunting studied and the incidence of stunting in Silo Village, Silo District, Jember Regency. There are other causes that are thought to be more related to the incidence of stunting, namely the nutritional intake of toddlers. In future research, it is expected to examine the relationship between toddler nutritional intake and the incidence of stunting.Keywords: Determinants; Plantation Area; Stunting; Toddler ABSTRAKLatar belakang: Stunting merupakan masalah gizi terbesar yang diderita balita dibandingkan gizi buruk dan obesitas. Penyebab stunting terdiri dari penyebab dasar, penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Karakteristik masyarakat perkebunan yang mirip dengan masyarakat desa yaitu pendidikan rendah, jenis pekerjaan, dan pendapatan yang rendah dapat menjadi potensi penyebab kejadian stunting. Oleh karena itu penyebab stunting perlu dicari dan diketahui agar dapat dilakukan penanggulangan dan dilakukan upaya pencegahan yang tepat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penyebab stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Silo Kecamatan Silo Kabupaten Jember.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah keluarga dengan balita usia 24-59 bulan di Desa Silo berjumlah 467 keluarga dan sampel berjumlah 89 keluarga yang diambil secara acak dengan menggunakan rumus binominal. Pengumpulan data determinan stunting berupa tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi balita, riwayat pemberian ASI eksklusif balita, pemanfaatan layanan kesehatan, dan jarak menuju akses kesehatan dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan Uji Chi Square dengan α=0,05. Hasil penelitian dinyatakan berhubungan apabila α <0,05.Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara penyebab stunting yaitu tingkat pendidikan ibu (α=0,329), pekerjaan ibu (α=0,618), pendapatan keluarga (α=0,984), riwayat penyakit infeksi balita (α=0,713), riwayat ASI eksklusif balita (α=0,133), pemanfaatan layanan kesehatan (α=0,216), dan jarak menuju akses kesehatan (α= 0,595) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Silo Kecamatan Silo Kabupaten Jember.Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penyebab stunting yang diteliti dengan kejadian stunting di Desa Silo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Terdapat penyebab lain yang diduga lebih memiliki keterkaitan dengan kejadian stunting yaitu asupan gizi balita. Pada penelitian selanjutnya diharapkan meneliti hubungan antara asupan gizi balita dengan kejadian stunting.Kata Kunci: Balita; Daerah Perkebunan; Faktor Penyebab; Stunting
FAKTOR PREDISPOSISI IMPLEMENTASI SUAMI SIAGA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN JEMBER Kusumawardani, Devi Arine; Wahyuningtyias, Farida
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Special Issue: December 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v0i0.27174

Abstract

Angka kematian Ibu meningkat selama masa pandemic COVID-19 pada tahun 2020 sebagai dampak kebijakan pembatasan kegiatan sosial. Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan maternal menjadi terbatas sehingga penanganan komplikasi ibu hamil, bersalin, dan nifas menjadi terlambat. Suami memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya keterlambatan tersebut melalui implementasi program Suami Siaga. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor predisposisi yang berhubungan dengan implementasi suami siaga. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross-sectional di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat Panti, kabupaten Jember selama Agustus sampai dengan November 2020. Sampel penelitian sejumlah 170 orang yang dipilih secara acak menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur implementasi suami siaga kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar suami termasuk dalam kategori suami tanggap dan siaga (85,88%). Faktor predisposisi yang berhubungan dengan implementasi suami siaga antara lain usia suami (p-value = 0,008), pengetahuan suami tentang persiapan persalinan dan pencegahan komplikasi (p-value = 0,002), dan jarak tempat tinggal ke fasilitas kesehatan (p-value = 0,000). Oleh karena itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu meningkatkan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait program Suami Siaga pada ibu hamil dan suami selama antenatal care sebagai pencegahan kematian ibu selama pandemic COVID-19.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KADAR ZAT BESI, KALSIUM, DAN DAYA TERIMA PADA DAWET Kumalasari, Ike; Ningtyias, Farida Wahyu; Sulistiyani, Sulistiyani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 19 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v19i1.30566

Abstract

Ibu hamil memiliki kebutuhan gizi yang lebih besar karena kehamilan merupakan masa tumbuh kembang janin. Pemenuhan zat gizi makro dan mikro penting bagi ibu hamil, salah satu pemenuhan zat gizi mikro pada ibu hamil adalah memodifikasi dawet dengan ditambahkan tepung daun kelor untuk memenuhi asupan zat besi serta kalsium ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kandungan kalsium, zat besi, dan daya terima pada dawet dalam pencegahan anemia defisiensi besi gizi besi pada ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian eksperimen dengan Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol (X0), penambahan tepung daun kelor sebesar 10% (X1), 15% (X2), dan 20% (X3). Kadar besi dianalisis dengan spektrofotometri serapan atom kalsium (AAS) menggunakan metode permanganometri dan uji penerimaan menggunakan skala hedonik. Data besi dan kalsium diperoleh dari hasil pengujian dianalisis dengan uji One-Way Anova dan daya terima diuji dengan menggunakan uji Friedman dan uji Wilcoxon Sign-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dawet dengan penambahan tepung daun kelor meningkatkan konsentrasi besi dan kalsium dan mempengaruhi daya terima terhadap rasa(p<0,05). Penambahan 20gram (X3) bubuk daun kelor memiliki kandungan zat besi dan kalsium yang tertinggi. Dawet pada kelompok perlakuan X2 merupakan produk yang direkomendasikan karena merupaka produk yang paling disukai oleh panelis dan telah memenuhi persyaratan PMT dan Kecukupan Gizi (AKG). Secangkir Dawet 15 gram dengan penambahan 15% (X2) serbuk daun kelor mengandung 5,4 mg zat besi dan 332,88 mg kalsium. 3-5 cangkir sehari sudah mencukupi kebutuhan zat besi dan kalsium harian ibu hamil usia 19-49 tahun. Saran agar Dawet Moringa dapat dijadikan alternatif minuman lokal sehat untuk ibu hamil.
Co-Authors Adi Purwanto Adistha Eka Noveyani Affandi, Euvia Kusuma Rachmy Afif Hamdalah Afifatul Maulida Mufidah Afthon Ilman Huda Ahmad Husain Asdie Ahmad Husain Asdie Ahmad Husain Asdie Aisha Excelia Suryawan Al Munawir Alfi Khusnul Laily Andrei Ramani Anggraini, Risma Devita Anita Dewi Prahastuti Sujoso Annisa, Dwi Ayu Antika , Ruli Bahyu Antika, Ruli Bahyu Ari Arty Abriani Aryatika, Karera Astikah Astuti, Nur Fitri Widya Aulia Windi Shaharany Ayu Puji Lestari Azhari, Rakhmi Aliffiyah Aziz, Laudil Machfud Al Baiq Dewi Sukma Septiani Betty Kurniawati Betty Kurniawati, Betty C, Puteri Midah Candra Bumi Choirunnisa, Intan Christyana Sandra Cindik Pratiwi Damaris, Stella Nataly Dedek Sutinbuk Delina Krisnauli Safitri Devi, Almira Aisha Dewi Rokhmah Dhuha Itsnanisa Adi Dhuha Itsnanisa Adi Dhuha Itsnanisa Adi Dian Septiawati Endariadi Endariadi Dian Septivita Diana Febriyanti Quraini Dzati, Yasmin Ihza Aula Eka Lutfiatul Hasanah Elok Anisa Rahmayanti Elsa Alifia Yahya Eva Andani Zulvita Eva Yuniritha, Eva Fadli Thoriq Alfaris Fahrun Faradila Fatin Setia Anindita Febriana Widyasari Dewi Fidia, Andryana Martha Finda Khoirun Nisa Fisabililla Budianti Fitriyah, Holif Furoidah, Nida Asni FX Ady Soesetijo, FX Ady Giovanda Wahyu Andika Globila Nurika Hayati, Bening Hayyu Putri Utami Heppy Martin Susetyowati Holilah, Siti Huda, Afton Ilman Ida Srisurani Wiji Astuti Ida Srisurani Wiji Astuti Ika Putri Maharani, Ika Putri Ike Kumalasari, Ike Iken Nafikadini Imamah, Dina Yusrotul Irma Prasetyowati Irmayanti, Selvi Irsya Gresyana Fitria Isa Marufi Ishomuddin, Muhammad Ivana Ika Cahya Putri Jamil, Alifia Istnaini Jannah, Hanifah Raudhatul Jannah, Maulidyatul Kasmiyetti, Kasmiyetti Khoiron Khoiron Kinanthi, Citra Anggun Kiranti, Juwita Gian Krish Naufal Anugrah Robby Kuni Faizatal Laili Kurnia Suci Pratiwi Kusmita, indriyani kustin uds Kusumawardani, Devi Arine Lailatul Rahmawati laili, Ayik Nikmatul Laili, Ayik Nikmatul Laili, Kuni Faizatal Lailiyah, Eka Nur Leersia Yusi Ratnawati Leily Dita Sari Lestari, Yunita Dwi Lita Dwi Listyowati Lita Dwi Listyowati, Lita Dwi Luh Putu Ratna Sundari Madarina Julia Maghfira Adistiya Pramono Manik Nur Hidayati Manurung, Pebrina Mardiyanti Mardiyanti Mardiyanti Mardiyanti Marufi, Isa Maudy Adinda Revinadewi Maudy Chintania Ekyta Putri Mochammad Arif Hadi Maulana Mufidah, Afifatul Maulida Muhammad Dandi Kusuma Putra Mury Ririanty Mutiara Catra Wulansari Nadia Fransischa Ni'mal Baroya Ninna Rohmawati Nita Aprilia Utari Ni’mal Baroya Novita, Tri Liana Nugraha, Aulia Rachma Safa Nur Fitri Widya Astuti Nurhalisa, Siti Nurhansyah, Nimas Oktarisa Nuvahul Mustaqhfiro Ode, Taufan Asrisyah Oktafiani, Lirista Dyah Ayu Pangestuti, Reni Dwi Prasetyo, Aris Prastika, Sinta Yuli Pratama, Dikri Aulia Pratiwi, Cindik Pratiwi, Farika Nadiya Pratiwi, Rifa Salsabila Purwanti, Aisyah Tri Puspita, Surya Dewi Putri, Kristin Ampudan Anggi Putri Rachmad Gusti Irwansyah Ragil Ismi Hartanti Rahayu Titis Indrawati Rahma Fitri Fiamanatillah Rahmad, Ardhi Nur Ramani, Andre Ratnawati, leesia Yusi Ririn Agustini, Ririn Ristya Widi Endah Yani Sa'diyah, Holifatus Safitri, Delina Krisnauli Sari, Tyas Nirmala Sayyidatina Alfu Nuriyah sebastiana Viphindratin Selvi Irmayanti Septivita, Dian Simanjuntak, Tri Damayanti Sinaga, Maria Yohana Siska Wahyu Siska Wahyu Handayani Siti Nadiah Nurul Fadilah Sri Hernawati Srisurani Wiji Astuti, Ida Suandaru, Yusrizal Fatria Sugeng Winarso Sulistiyani S. SULISTIYANI SULISTIYANI Surya Dewi Puspita Syafrilia Fillaili syaiful Nur Hamzah Talitha Zulis iIslaamy Taufik Kurrohman Tima Rahayu Tri Candra Setiawati Utari, Nita Aprilia Videricka, Eryka Maryta Wahyu Muldayani Wahyuningsih, Sri Wahyuny, Aprillya Wenda, Novita Widowati, Nurihza Wiqodatul Ummah Yayi Suryo Prabandari Yuni Handayani Yunita Permata Sari Yunita Satya Pratiwi Zahroh, Fatimah Az Zain, Ridho Maulana Rozaqu Zulvita, Eva Andani