Claim Missing Document
Check
Articles

Pollen Viability and Microspore Culture in Three Broccoli Cultivars (Brassica oleracea L. var. italica Plenck) Septarini Dian Anitasari; Ida Ayu Astarini; Made Ria Defiani; Made Pharmawati .; Dian Catur Prayantini
Biota Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Biota 2019
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v5i2.3340

Abstract

Broccoli is a high value vegetable crop in Indonesia, however production is low due to limited number of suitable cultivars, so, breeding hybrid broccoli for warm climate is important. The first step in hybridization is providing homozygote parent plants which can be done efficiently via microspore culture. The objectives of this study were to determine 1) bud size that produce uninucleate microspore stage appropriate for culture; 2) pollen viability, 3) microspore development, in three broccoli cultivars (‘BL 10001’, ‘Royal Green’ and ‘Green Magic’). Various bud size (1 – 5 cm) was squashed and observed microscopically to determine bud size containing uninucleate microspore. Pollen viability was determined by IKI staining and pollen germination method. Chromosome number was counted on root tips using squash method with aceto-orcein stain. Various heat treatment schemes were conducted to induce microspreo development. Result showed uninucleate microspore derived from 2-3 mm and 3-4 mm bud length of ‘BL-10001’ and ‘Royal Green’ was responsive for microspore development in culture. Pollen viability varied among cultivars, 78-87% on IKI method and 15-16% on germination test. Microspore culture showed different embryogenesis response; pollen-like structure was produced by ‘BL 10001’.
PENGOMPOSAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN ECOLITERACY DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA M. Pharmawati; L.P. Wrasiati; I.M.A.S. Wijaya; M.R. Defiani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1430.472 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p04

Abstract

Pengelolaan sampah yang baik dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga atau sekolah. Untuk mengurangi masalah sampah organik, sampah tersebut dapat diolah menjadi kompos, sehingga sampah tidak hanya dibuang tetapi dapat memiliki nilai guna. Pengetahuan tentang teknik pengomposan dapat diberikan kepada siswa sekolah yang nantinya dapat menjadi agen penyebar pengelolaan sampah organik di lingkungan terdekatnya. Kemampuan siswa yang berhubungan dengan lingkungan alam sekitarnya disebut ecoliteracy atau kecerdasan ekologi. SMAN 1 Bangli memiliki Pokja Sampah yang diketuai oleh seorang guru dan beranggotakan siswa SMA wakil dari tiap kelas, namun teknik pengomposan sederhana dengan metode keranjang Takakura belum dikuasai. Kegiatan ini bertujuan melatih siswa SMAN 1 Bangli melakukan pengomposan sederhana dengan teknik keranjang Takakura serta menumbuhkan jiwa wirausaha melalui pengomposan. Kegiatan berlangsung lancar dan dihadiri oleh 8 siswa, kepala sekolah SMAN 1 Bangli, 1 guru pembina Pokja Sampah, dan 2 orang guru lainnya. Kegiatan terdiri dari penyampaian teori dan praktik pengomposan. Dari hasil kegiatan diperoleh kompos dengan kualitas cukup baik, bertekstur gembur seperti tanah dan tidak berbau.
PELATIHAN HIDROPONIK DI SMAN 1 DENPASAR, BALI M. Pharmawati; N. N. Wirasiti; I.G.A.S. Wahyuni; R. Kawuri
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.003 KB)

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu teknik budidaya tanaman khususnya sayuran yang memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak memerlukan lahan yang luas, nutrisi seimbang, bebas gulma serta produksi yang tinggi. Teknik budidaya sayuran secara hidroponik dapat memanfaatkan pekarangan rumah atau halaman sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengenalan bertanam sayuran secara hidroponik. Tujuan kegiatan in adalah memperkenalkan dan melatih bertanam sayuran secara hidroponik bagi siswa SMAN 1 Denpasar. Metode yang digunakan terdiri dari metode ceramah, praktek dan diskusi yang meliputi pengenalan jenis-jenis tanaman sayuran, pengenalan berbagai teknik hidroponik serta teknik bertanam mulai dari persemaian, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan. Sistem hidroponik yang dipilih adalah sistem hidroponik statis sederhana dengan menggunakan wick (sumbu). Kegiatan pertama di SMAN 1 Denpasar diikuti oleh 18 siswa dan dua guru pendamping. Evaluasi dilakukan melalui antusias dan keaktifan murid serta pertumbuhan tanaman yang dipraktekkan. Sumbu yang terbuat dari kain flannel mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan sumbu kompor. Kegitan kedua merupakan pengenalan teknik hidroponik aktif diikuti oleh 8 orang siswa dan 2 guru pendamping.
PEMBIBITAN TANAMAN HIAS UNTUK PENINGKATAN LIFE SKILL ANAK-ANAK PANTI ASUHAN SOS DESA TARUNA, TABANAN, BALI M. Pharmawati; A.A. Sukmaningsih; I.W. Arnata; I. Setyawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.339 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i04.p22

Abstract

Tanaman hias merupakan semua jenis tanaman yang bermanfaat untuk menambah keindahan baik di dalam maupun di luar ruangan. Minat masyarakat terhadap tanaman hias semakin meningkat, sehingga usaha tanaman hias merupakan usaha yang dapat meningkatkan penghasilan. Desa Taruna SOS adalah nama panti asuhan di Banjar Bunur Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Bali. Panti asuhan ini terdiri dari 12 rumah yang mengasuh anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua dan anak-anak yang miskin. Untuk meningkatkan skill anak-anak panti asuhan sehingga dapat membuka bisnis, maka dilakukan pelatihan pembibitan tanaman hias. Metode yang digunakan terdiri dari metode ceramah, praktek dan diskusi yang meliputi pengenalan jenis-jenis tanaman hias, pengenalan berbagai media tanam dan pemeliharaan. Kegiatan diikuti oleh pembina panti asuhan, tenaga sukarelawan di SOS dan anak-anak SOS Desa Taruna. Tanaman yang ditanam adalah tanaman hias daun Tradescantia sp, Calathea sp, Sansevieria sp., sirih gading belanda, serta tanaman bunga pukul sembilan (Portulaca sp) dan bunga ruwelia (Ruellia malacorperma).
PEMBIBITAN TANAMAN HIAS UNTUK PENINGKATAN LIFE SKILL ANAK-ANAK PANTI ASUHAN SOS DESA TARUNA TABANAN BALI M. Pharmawati; A.A. Sukmaningsih; I.W. Arnata; I. Setyawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.092 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i02.p15

Abstract

Tanaman hias merupakan semua jenis tanaman yang bermanfaat untuk menambah keindahan baik di dalam maupun di luar ruangan. Minat masyarakat terhadap tanaman hias semakin meningkat, sehingga usaha tanaman hias merupakan usaha yang dapat meningkatkan penghasilan. Desa Taruna SOS adalah nama panti asuhan di Banjar Bunur Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Bali. Panti asuhan ini terdiri dari 12 rumah yang mengasuh anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua dan anak-anak yang miskin. Untuk meningkatkan skill anak-anak panti asuhan sehingga dapat membuka bisnis, maka dilakukan pelatihan pembibitan tanaman hias. Metode yang digunakan terdiri dari metode ceramah, praktek dan diskusi yang meliputi pengenalan jenis-jenis tanaman hias, pengenalan berbagai media tanam dan pemeliharaan. Kegiatan diikuti oleh pembina panti asuhan, tenaga sukarelawan di SOS dan anak-anak SOS Desa Taruna. Tanaman yang ditanam adalah tanaman hias daun Tradescantia sp, Calathea sp, Sansevieria sp., sirih gading belanda, serta tanaman bunga pukul sembilan (Portulaca sp) dan bunga ruwelia (Ruellia malacorperma).
PELATIHAN BUDIDAYA DAN RINTISAN USAHA ANGGREK BAGI PEMUDA DI DESA BUDAGA, KABUPATEN KLUNGKUNG, BALI Made Pharmawati; Luh Putu Wrasiati; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Made Ria Defiani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.433 KB)

Abstract

Kegiatan pelatihan budidaya dan rintisan usaha anggrek bagi pemuda di Desa Budaga, Kabupaten Klungkung, Bali bertujuan memberikan ketrampilan teknik budidaya anggrek kepada pemuda Sekaa Teruna Panji Saraswati Desa Budaga, menumbuhkan motivasi dalam wirausaha khususnya wirausaha tanaman dan bunga potong anggrek serta memberikan pendampingan dalam rintisan usaha tanaman anggrek dan pengenalan kelompok usaha dan promosi produk anggrek. Sekaa Teruna Panji Saraswati merupakan salah satu ST yang memiliki banyak aktivitas, sehingga sesuai sebagai khalayak ssaran strategis pada kegiatan ini. Tanaman anggrek merupakan tanaman dengan nilai jual tinggi dan banyak digemari oleh masarakat sebagai penghias ruangan, perkantoran, rumah sakit, hiasan pesta maupun ucapan selamat. Budidaya anggrek memerlukan keterampilan dan pengetahuan mengenai syarat hidup tanaman anggrek. Kegiatan dibagi dalam tiga tahap, aitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan pada tanggal 7 Juli 2019 yang diikuti oleh 24.peserta serta 4 orang fasilitator. Kegiatan yang dilakukan adalah dalam bentuk ceramah dan praktek. Ceramah meliputi biologi anggrek, syarat-syarat tumbuh anggrek, media tanam anggrek, perkembangbiakan serta pemeliharaan anggrek. Kegiatan praktikum yang dilakukan berupa menyiapkan media tanam, mengeluarkan bibit anggrek dari botol, perendaman dengan fungisida dan memindahkan bibit anggrek ke media tanam dalam sistem pot serta pemeliharaan. Evaluasi terhadap penanaman anggrek dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2019. Hasil menunjukkan bahwa bibit anggrek yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.
PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN SECARA HIDRO-VERTIKULTUR DI DESA DATAH KARANGASEM SEBAGAI KEGIATAN MITIGASI BENCANA M. Pharmawati; Y. Ciawi; L.P. Wrasiati; I.M.A.S. Wijaya
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.626 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p02

Abstract

Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem termasuk ke dalam KRB (Kawasan Rawan Bencana) II akibat letusan Gunung Agung. Masyarakat tidak dapat merawat perkebunan dengan maksimal. Teknik hidro-vertikultur dapat menjadi solusi karena merupakan teknik bertanam tanpa tanah dan nutrisi dialirkan dalam bentuk larutan. Berbeda dengan pertanian konvensional, dimana unsur hara dalam tanah tidak diketahui, sehingga hidroponik cocok sebagai teknik bertanam di lahan tandus seperti Desa Datah. Pertanian hidro-vertikultur dapat dilakukan di tempat sempit, karena penanaman dilakukan pada wadah vertikal. Kegiatan ini bertujuan memberikan keterampilan bertanam sayuran secara hidro-vertikultur kepada petani dan pemuda STT yang ada di Banjar Tindih, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem. Kegiatan pertama dilakukan mulai bulan Juni 2018 meliputi persiapan alat dan bahan serta penjajagan lokasi. Kegiatan utama dilakukan tanggal 29 Juli 2018 yang diikuti oleh 26 orang yang dibagi dalam bentuk ceramah dan praktek. Ceramah mencakup pengertian hidroponik, alat dan bahan, cara pembibitan dan cara pembuatan nutrisi. Praktek yang dilakukan adalah membuat persemaian, membuat larutan nutrisi dan transfer bibit ke sistem hidroponik. Sebanyak 1 sistem hidro-vertikultur dipasang dan 3 sistem statis box juga dikerjakan. Kegiatan kedua dilakukan tanggal 30 September 2018.yang merupakan kegiatan evaluasi yang diikuti oleh 8 peserta. Pengamatan menunjukkan bahwa tanaman kangkung dapat tumbuh dengan baik, sedangkan tanaman selada pertumbuhannya tidak maksimal. . Kata kunci :hidroponik, Karangasem, sayuran, vertikultur
IDENTIFIKASI MAKROZOOBENTHOS DI TUKAD BAUSAN, DESA PERERENAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Ni Made Suartin; Ni Wayan Sudatri; Made Pharmawati; A. A. G. Raka Dalem
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 5 No 1
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A macrozoobenthos study was conducted at Bausan River, Pererenan village, Badung regency, Bali between September and December, 2006. There were six sampling stations were determined purposively. At each station, five unit of square plots of 40 cm x 40 (in maximum solum depth) samples were taken. The result showed that there were seventeen species of macrozoobenthos were found. There was no protected species found in this study. The macrozoobenthos had 2,28 level of index diversity. This indicated that the ecosystem at this area was in a stable condition with a medium level of macrozoobenthos diversity.
SUCCESSFUL GENETIC CHARACTERIZATION OF BULLET TUNA (Auxis rochei) USING MICROSATELLITE MARKERS IN KARANGASEM BALI Maya Agustina; Made Pharmawati; Ketut Junitha
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.17.3.%p

Abstract

Bullet Tuna (Auxis rochei) is classified under the neritic tuna group, which plays an essential role in small-scale fisheries in Karangasem Bali. The increasing catch of bullet tuna indicated its stock probably under threat. Therefore, genetic characterization is often required as the first step before building a conservation program. This study aims to categorize bullet tuna DNA using microsatellite. Of all five loci used, all were high polymorphism-type, with the number of alleles per locus varied between 18-27. Successful PCR (Polymerase Chain Reaction) created relatively high DNA concentration, ranging from 27.050 to 237.05 ng/ul, with a DNA purity level ranging from 2.073 to 2.239. Overall, the stock condition allegedly still in good condition, marked with high genes diversity (Ho=0.367-0.767 and He=0.934-0.966). All loci used can be amplified and well described.
Genetic Diversity and Population Structure of Bullet Tuna (Auxis rochei) from Bali and Its Adjacent Waters Maya Agustina; Bram Setyadji; Made Pharmawati; I ketut Junitha
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 29 No. 4 (2022): July 2022
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.29.4.507-514

Abstract

Bullet tuna (Auxis rochei) dominates the neritic tuna catch, especially from the purse seine fleet within the western and southern Indonesian waters. However, high catches can lead to stock depletion and lower genetic diversity due to possible inbreeding. Therefore, population genetic information is important in monitoring the sustainability of fish stocks and proposing an appropriate species-specific conservation strategy. This study aimed to analyze the genetic diversity, population structure, and kinship relationship of bullet tuna in Bali and its adjacent waters. Sampling was carried out in September 2020 at landing sites/ports representing the north, east, south, and west region, whereas at least 30 samples were acquired at each location. The result showed that the DNA concentration obtained could produce DNA bands with allele length ranged from 94-260 bp. Observed heterozygosity (Ho) was around 0.440-0.627. While the expected heterozygosity (He) was between 0.932-0.945. The genetic variation among population, within-population, and individuals was 0.36%, 41.04%, and 58.60%, respectively. The results of the analysis of genetic diversity between individuals in the population showed very high genetic diversity. The population structure of the bullet tuna landed in West Bali, East Bali, South Bali and North Bali is the same population stock. The kinship relationship indicates that the four populations are closely related genetically.
Co-Authors A. A. Putri Ardyanti A.A.S. A. Sukmaningsih Agriani Dewinta Anak Agung Ayu Putri Ardyanti Anak Agung Gde Raka Dalem Andi Bahtiar Batti Andrianus Sembiring, Andrianus Aziz, Alifya Ibnu Bayu Adjie Bayu Adjie Bayu Adjie Bram Setyadji Deny Suhermawan Yusup Dian Catur Prayantini Dwi Nur Rikhma Sari Eka Fibayani Imaniar Eka Fibayani Imaniar Ema Hendriyani Faukha Aisyatur Rahma Fransiska Nitti Fransiskus Jimmy Roga Gde Evayanti, Luh GUIJUN YAN Gusti Ayu Putri Arnila I Gde Suryadi I Gede Putu Ardhana I Gusti Agung Eka Saraswati I Gusti Ayu Agung Pradnya Paramitha I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketut Catur Wiguna I Ketut Junitha I Ketut Suada I Komang Adi Widyastama I MADE AGUS WIARTANA I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Murna I Putu Agus Tirta Cahyana I Putu Satwika I Wayan Arnata I Wayan Rosiana I. Setyawati I.G.A.S. Wahyuni I.M.A.S. Wijaya IAN JAMES MACFARLANE IDA AYU ASTARINI Ida Ayu Ratih Purnama Dewi Ida Bagus Made Suaskara Imaniar, Eka Fibayani Indah Tria Hoky Inna Narayani IRIANI SETYAWATI Joko Raharjo, Sentot Junita Hardini Ketut Queena Fredlina Luh Putu Wrasiati Made Ria Defiani Maharani, Rai Janaki Maliza Kurnia Maya Agustina Maya Agustina Mery Wintari Ngurah Intan Wiratmini Ni Kadek Dewi Rustini NI KADEK YUNITA SARI Ni LUH ARPIWI Ni Luh Ayu Jami Wistiani, Ni Luh Ayu Jami Ni Luh Putu Agustini Ni Luh Watiniasih Ni Luh Wayan Yulia Mirayanti NI MADE DIAN PRATIWI Ni Made Gari Ni Made Sastriyani Wiendra Ni Made Sastriyani Wiendra Ni Made Suartin Ni Nyoman Wirasiti Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Eka Krisnayanti Ni Wayan Ayu Wiartini Ni Wayan Karolina Ni Wayan Sudatri PATRICK FINNEGAN Putera, I Kadek Aridena Putu Angga Wiradana Putu Apriliani Putu Yunita Putri Aryani Retno Kawuri Rifky Firmansyah Anwar Satwika, I Putu Septarini Dian Anitasari Septarini Dian Anitasari Siddique, Kadambot.H.M. Tassanai Jaruwatanaphan Tassanai Jaruwatanaphan Tassanai Jaruwatanaphan, Tassanai Tiwi Wati Uslan UUL SHOVI NURKAMILA Vandi Dama Setiawan Vanesa Martida Vanesa Martida Viryanando Evan Rahardja WAHYU WIDOWATI Wawan Sujarwo WENNI SETYO LESTARI Wenni Setyo Lestari Wenni Setyo Lestari, Wenni Setyo Wiguna, I Ketut Catur Wijaya, Putu Austin Widyasari Wildan Mujahidul Basyar Yasuyuki Watano Yasuyuki Watano Yasuyuki Watano, Yasuyuki Yenni Ciawi Zaetuna, Hanifa Laila