Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PENGADAAN BAHAN PRAKTUKUM ZOOLOGI DAN BIOTEKNOLOGI BAGI GURU SMA DI KABUPATEN KLUNGKUNG N.I. Wiratmini; A.A.S. Sukmaningsih; I. Narayani; M. Pharmawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.349 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2022.v21.i03.p04

Abstract

Advances in molecular biology has brought a new branch of multidiscipline study named biotechnology. To comprehend the complex nature of concepts in biology, practical and hands-on approaches are often required. This activity was a collaboration between Biology Teachers Working Group (MGMP Biologi) in Klungkung Regency with university as the facilitator, and aimed to train senior high school biology teachers in compiling learning modules as well as supplying them with the appropriate materials required in simple practical sessions, such as those in animal physiology and reproduction, as well as biotechnology. The event was held successfully, attended by total of 20 biology teachers from six senior high schools (SMA) in Klungkung District, Klungkung Regency, started by introductory lectures and followed by practical sessions on how to perform mice vaginal and sperm smear, human blood smear, and DNA extraction of plant tissues. Keywords: practicals, zoology, biotechnology, senior high school students
KEANEKARAGAMAN TANAMAN UMBI – UMBIAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF DI KECAMATAN RENDANG DAN BEBANDEM, KABUPATEN KARANGASEM, BALI Indah Tria Hoky; Ida Ayu Astarini; Made Pharmawati
SIMBIOSIS Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Biologi Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.068 KB) | DOI: 10.24843/JSIMBIOSIS.2022.v10.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi jenis – jenis umbi, cara pengolahan, pemanfaatan, karakteristik morfologi dan kandungan gizi dari tanaman umbi umbian yang terdapat di Kecamatan Rendang dan Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan teknik wawancara, observasi lapangan, eksplorasi, koleksi dan dokumentasi. Dari hasil penelitan ditemukan 9 jenis umbi-umbian yaitu Manihot esculenta Crantz., Ipomoea batatas L., Colocasia esculenta L., Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott, Amorphophallus campanulatus BI., Dioscorea alata L., D. bulbifera L., D. hipsida Dennts, dan D. aculeata. Spesies Manihot esculenta terdapat tiga varian, Ipomoea batatas terdapat 5 varian, Xantosoma sagittifolium terdapat 4 varian, Colocasia esculenta 1 varian, Amorphophallus campalunatus 1 varian, Dioscorea alata 4 varian, Dioscorea aculeata 2 varian, Dioscorea hipsida 1 varian dan Dioscorea bulbifera 2 varian. Pemanfaatan setiap jenis umbi-umbian cukup bervariasi : ubi kayu, talas,dan ubi jalar, sebelum dikonsumsi diolah dengan cara direbus, dibakar, dikukus, digoreng, sedangkan 2 jenis lainnya yaitu gadung dan suweg memerlukan perlakuan khusus sebelum dikonsumsi karena jenis umbi-umbian tersebut dapat menyebabkan keracunan. Pemanfaatan organ-organ lain dari jenis umbi-umbian dapat digunakan sebagai sayuran (daun ubi kayu, daun ubi jalar, daun talas, tangkai daun talas), obat tradisional (uwi dan ubi jalar), pakan ternak (batang talas, daun ubi jalar) dan sebagai penunjang ekonomi keluarga. Deskripsi dan karakter morfologi setiap jenis umbi berbeda. Perbedaan karakter morfologi dilihat pada perawakan, umbi (bentuk, struktur, ukuran, warna), batang (bentuk, struktur, ukuran, warna), daun (bentuk, struktur, ukuran, warna). Semua tanaman umbi – umbian yang ditemukan bisa menjadi bahan pangan utama pengganti beras karena mempunyai kandungan gizi yang kompleks. Kata kunci: Manihot esculenta Crantz., Ipomoea batatas L., Colocasia esculenta L., Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott, Amorphophallus campanulatus BI., Dioscorea spp.
ANALISIS KERAGAMAN GENETIK VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) HIBRIDA MENGGUNAKAN MARKA RAPD (RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA) Viryanando Evan Rahardja; Made Pharmawati; Ni Made Gari
SIMBIOSIS Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Biologi Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.524 KB) | DOI: 10.24843/JSIMBIOSIS.2022.v10.i02.p09

Abstract

Analisis keragaman genetik sangat penting dalam perakitan tanaman jagung (Zea mays L) hibrida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keragaman genetik dari enam varietas jagung menggunakan teknik PCR-RAPD (Polymerase Chain Reaction- Random Amplified Polymorphic DNA). Varietas jagung hibrida yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas jagung Srikandi, Arumba, Mira, Magenta, dan Simba. Varietas jagung lokal yang berasal dari Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur digunakan sebagai pembanding. Benih ditanam untuk pengamatan karakteristik morfologi dan sampel ekstraksi DNA. DNA diekstraksi dengan metode CTAB dan PCR-RAPD dilakukan menggunakan 3 primer. Ukuran produk PCR ditentukan menggunakan kertas semilog. Keragaman genetik antar varietas dianalisis menggunakan program MVSP (Multi-Variate Statistical Package) dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean). Hasil PCR-RAPD memberikan jumlah pita DNA sebanyak 28 dengan ukuran 310 bp hingga 1550 bp bp dan menghasilkan 23 pita polimorfik. Berdasarkan dendrogram yang dihasilkan dari PCR-RAPD, terdapat satu klaster yang terdiri atas varietas Rote, Srikandi, Arumba, Mira, dan Magenta, serta satu klaster lain yang terdiri atas varietas Simba. Varietas lokal Rote dan varietas hibrida Srikandi memiliki jarak genetik terdekat, sementara varietas Simba memiliki jarak genetik terjauh.
Produksi Rekombinan Bovine Lactoferrin pada Sistem Ekspresi Eschericihia coli Ni Luh Wayan Yulia Mirayanti; I Gusti Ngurah Kade Mahardika; Made Pharmawati
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.111 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.1.105

Abstract

Lactoferrin is an 80 kDa glycoprotein which has advantages in biological activity as an antimicrobial, antibacterial, antiviral, antiparasitic, and immunomodulatory agent. Advances in recombinant technology have made it possible to produce lactoferrin proteins on a large scale, the production of recombinant lactoferrin can be carried out in various expression systems. Escherichia coli is one of the hosts in expression systems that are widely used in the production of recombinant proteins. The recombinant protein lactoferrin is produced by insertion of the bovine lactoferrin gene in the plasmid pET 11-a. The bovine lactoferrin gene that has been inserted into the plasmid pET, transformed and expressed in the cell host of E. coli BL21. The bovine lactoferrin protein expression was induced by the addition of a chaperone one of the coexpressions, which accompanied the E. coli synthesis system to achieve the desired protein expression. The expression of pET11a - Bovlacto plasmid in E. coli was supported by the inducer L-arabinose and IPTG. The bovine lactoferrin gene embedded in the recombinant plasmid pET-11a was able to be well expressed in E. coli BL21 with the hybridization signal in the dot blot method test and the target specific band, namely in the 80-85 kDa position range of SDS-PAGE electrophoresis results.
PCR-RFLP and Sequencing of trnS/trnfM Fragment of Enhalus acoriodes from Sanur Coastal Waters, Bali, Indonesia: A Preliminary Study Made Pharmawati; Eka Fibayani Imaniar
Journal of Tropical Life Science Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.06.02.10

Abstract

This study aimed to evaluate the resolution of PCR-RFLP and sequencing of trnS/trnfM in detecting genetic diversity of seagrass Enhalus acoroides at Sanur Beach, Sindhu Beach and Semawang Beach. This research used six samples E. acoroides from each location. DNA extraction method followed Doyle and Doyle. PCR amplifications were done using primers P672/P673, P674/P675 and ITS4/ITS5 followed by digestion using restriction enzymes EcoRI, PstI, HindIII, BamHI, Rsa, Mva and HinfI. Sequencing analysis used PCR products of primers trnS/trnfM. Testing of DNA sequences of E. acoroides were conducted using BLAST (Basic Local Alignment Search Tool). DNA sequences were further analyzed using MEGA 5.2 software (Molecular Evolutionary Genetic Analysis) to evaluate variations of DNA. The sequence alignments were done using ClustalW software to determine the homology between the DNA sequences. The results showed that 18 samples of E. acoroides from Sanur, Sindhu and Semawang Beach have no polymorphism based on restriction enzyme analyses. Furthermore, sequencing of trnS/trnfM region of 18 samples E. acoroides showed that the sequences were identical.   
Optimasi formula krim body scrub ekstrak lamun (Enhalus acoroides) terenkapsulasi Made Pharmawati; Luh Putu Wrasiati
AGROINTEK Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i1.14041

Abstract

Body scrub cream is used to clean and nourish the skin. Several illegal creams were reported to contain harmful chemicals. Some plant extracts can replace chemical compounds because they can lighten the skin. Enhalus acoroides is one of the seagrass species that is widely distributed in Indonesia. Leaf extract of E. acoroides was found to contain phenolic, tannin, and flavonoid. Due to the bioactive compounds in the E. acoroides extract can be added to cosmetic products such as body scrub cream. This study aimed to analyze the effect of the addition of encapsulated E. acoroides extract on the characteristics of the body scrub cream and determined the concentration of the encapsulated E. acoroides extract, which produced the best body scrub cream. The extraction was done using chloroform: ethanol (9:1) and encapsulation using maltodextrin and tween. The body scrub cream was made in two phases, the oil phase and the water phase. The concentrations of the encapsulated E. acoroides extract tested were 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, 2.5%. The characteristics evaluated were homogeneity, pH, viscosity, spreadability, stickiness, IC50, and organoleptic test for color and scent. The results showed that the body scrubs were homogenous. The pH values were 5.43-6.66, and viscosity was 34400-46400cp which are in the range of SNI for cosmetic products. The spreadability values were 4.03-5.5cm, and stickiness was 4.8-6.91sec. The antioxidant capacity (IC50) ranged from 147.38 to 157.64 ppm, and the overall acceptance scores were 5 to 6.80. Based on the effectivity index and statistical analyses of physical-chemical characteristics, the best concentration of encapsulated E. acoroides extract was 2%.  These findings indicate the potential of encapsulated E. acoroides extracts to improve skin health.
KERAGAMAN BEBERAPA KOLEKSI ANGGREK DI KEBUN RAYA EKA KARYA BALI BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN STOMATA Putu Apriliani; Made Pharmawati
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32556/floribunda.v7i2.2023.412

Abstract

Tanaman anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai komersial tinggi dan memiliki keunikan khas dalam estetika. Konservasi anggrek telah dilakukan di Kebun Raya Eka Karya Bali. Ada 265 anggrek yang dikumpulkan di Kebun Raya Eka Karya Bali. Koleksi anggrek membutuhkan karakterisasi morfologis dan stomata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik morfologi dan stomata delapan spesies anggrek yang dikumpulkan di Kebun Raya Eka Karya Bali. Karakter morfologi yang diamati meliputi karakter batang, daun, bunga dan habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan spesies anggrek, empat merupakan anggrek epifit, dan empat spesies dapat ditemukan hidup secara epifit dan terrestrial. Delapan spesies anggrek tersebut memiliki bentuk yang bervariasi secara morfologis dari ukuran daun, diameter batang, bentuk daun, warna daun, bentuk bunga, dan warna bunga. Berdasarkan karakteristik stomata, di antara delapan spesies anggrek, terdapat tiga spesies dengan tipe stomata parasitik dan lima spesies dengan tipe anomositik.
PENGENALAN TANAMAN UPACARA AGAMA HINDU BALI KEPADA MAHASISWA STMIK PRIMAKARA DI KEBUN RAYA EKA KARYA, TABANAN, BALI Made Pharmawati; A. A. Putri Ardyanti; I Putu Satwika; Rifky Firmansyah Anwar
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 1 No. 2 April, 2020
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v1i2.35

Abstract

Kegiatan pengenalan tanaman upacara Agama Hindu kepada mahasiswa STMIK Primakara dilaksanakan di Taman Panca Yadnya, Kebun Raya Eka Karya, Tabanan, Bali. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan melakukan pencatatan jenis-jenis tanaman yang digunakan dalam upacara Agama Hindu sehingga generasi muda dapat berperan serta dalam pelestarian tanaman tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh 72 orang mahasiswa dari Program Studi Informatika, STMIK Primakara, Denpasar Bali. Kegiatan dibagi menjadi dua tahap yaitu kuliah mengenai jenis-jenis tanaman uapacara Agama Hindu yang merupakan koleksi Taman Panca Yandya, kebun Raya Eka Karya Bali, dan dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan kedua yaitu peninjauan ke lokasi Taman panca Yandya, untuk melihat tanaman koleksi, mencatat nama lokal, memotret tanaman beserta bagian-bagiannya. Pencatatan dilakukan melalui google form yang dapat diakses oleh mahasiswa melalui handphone. Sebanyak 100% form diisi dan disubmit kembali oleh peserta. Sebanyak 46 spesies dari 130 tanaman koleksi berhasil ditemukan oleh peserta. Kurang informatifnya petak lokasi tanaman serta terdapat tanaman yang tidak dilabel menjadi kendala dalam mengamati tanaman upacara Agama Hindu di Taman Panca Yadnya, kebun Raya Eka Karya Bali.
Penentuan Jumlah Kromosom pada Tiga Kultivar Brokoli BL 10001, Royal Green, dan Green Magic Septarini Dian Anitasari; Ida Ayu Astarini; Made Pharmawati; Made Ria Defiani; Dian Catur Prayantini; Dwi Nur Rikhma Sari
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 2 No. 1 (2020): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v2i1.326

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica Plenck) merupakan sayuran yang memiliki nilai gizi tinggi dan popular di Indonesia. Produksi brokoli di Indonesia rendah karena umumnya kultivar yang ditanam di Indonesia adalah kultivar introduksi. Kultivar introduksi tidak cocok di lingkungan tropis Indonesia sehingga memerlukan upaya pemulian tanaman untuk perbaikan kultivar. Salah satu upaya perbaikan kultivar yang popular saat ini adalah kultur mikrospora. Kultur mikrospora dapat memproduksi tanaman homozigot atau galur murni sehingga nantinya dapat dijadikan tetua dalam program pemuliaan tanaman. Penentuan Jumlah kromosom sangat berguna dalam pengembangan kultur mikrospora dan pemuliaan tanaman hibrida. Kultur mikrospora menghasilkan variasi jumlah kromosom yang beragam sehingga pengetahuan jumlah kromosom penting dilakukan dalam kultur mikrospora. Penelitian ini menggunakan 3 kultivar brokoli Green Magic, Royal Green dan BL 10001. Penentuan jumlah kromosom menggunakan metode Squash dengan pewarna aceto-orcein pada ujung akar. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kromosom pada kultivar BL 10001 adalah 18 kromosom, pada kultivar Royal Green adalah 9 kromosom dan pada kultivar Green Magic adalah 14 kromosom.
PEMBENTUKAN KALUS, TUNAS DAN AKAR PADA KULTUR ANGGUR BALI (Vitis vinifera cv Alphonse Lavallee) DENGAN PEMBERIAN NAA dan BAP Made Pharmawati; Made Ria Defiani
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 3 No. 1 (2021): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v3i1.432

Abstract

Anggur Bali (Vitis vinifera L. cv Alphonse Lavallee) merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Buleleng, Bali. Kebutuhan akan bibit anggur Bali cukup tinggi, sehingga diperlukan teknik perbanyakan yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah besar. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon eksplan cabang yang masih muda terhadap zat pengatur tumbuh (ZPT) NAA dan BAP pada kultur Anggur Bali. Cabang tanaman anggur yang masih muda diambil dari salah satu perkebunan Anggur Bali di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Dilakukan sterilisasi eksplan dan ditanam pada medium MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP dalam beberapa kombinasi. Pengamatan dilakukan terhadap pembentukan kalus, tunas dan akar. Hasil menunjukkan bahwa pembentukan kalus, tunas dan akar Anggur Bali dengan teknik kultur jaringan dipengaruhi oleh zat pengatur tumbuh NAA dan BAP. Persentase tertinggi kultur yang membentuk kalus terjadi pada penambahan 1,5 mg/L NAA dan 2 mg/L BAP, tetapi skor kalus yang terbentuk tertinggi pada kombinasi 1 mg/L NAA dengan 4 mg/L BAP dan kombinasi 1,5 mg/L NAA dengan 4 mg/L BAP. Tunas terbentuk pada perlakuan 4 mg/L BAP tanpa NAA dan perlakuan 1 mg/L NAA dengan 4 mg/l BAP. Persentase kultur yang membentuk akar dan jumlah akar terbanyak terjadi pada pemberian kombinasi 1 mg/L NAA dengan 2 mg/L BAP. Perubahan kecil pada konsentrasi ZPT mengakibatkan perubahan respon tanaman, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan kombinasi dan konsentrasi ZPT yang tepat untuk menghasilkan plantlet dalam jumlah besar.
Co-Authors A. A. Putri Ardyanti A.A.S. A. Sukmaningsih Agriani Dewinta Anak Agung Ayu Putri Ardyanti Anak Agung Gde Raka Dalem Andi Bahtiar Batti Andrianus Sembiring, Andrianus Aziz, Alifya Ibnu Bayu Adjie Bayu Adjie Bayu Adjie Bram Setyadji Deny Suhermawan Yusup Dian Catur Prayantini Dwi Nur Rikhma Sari Eka Fibayani Imaniar Eka Fibayani Imaniar Ema Hendriyani Fransiska Nitti Fransiskus Jimmy Roga Gde Evayanti, Luh GUIJUN YAN Gusti Ayu Putri Arnila I Gde Suryadi I Gede Putu Ardhana I Gusti Agung Eka Saraswati I Gusti Ayu Agung Pradnya Paramitha I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketut Catur Wiguna I Ketut Junitha I Ketut Suada I Komang Adi Widyastama I MADE AGUS WIARTANA I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Murna I Putu Agus Tirta Cahyana I Putu Satwika I Wayan Arnata I Wayan Rosiana I. Setyawati I.G.A.S. Wahyuni I.M.A.S. Wijaya IAN JAMES MACFARLANE IDA AYU ASTARINI Ida Ayu Ratih Purnama Dewi Imaniar, Eka Fibayani Indah Tria Hoky Inna Narayani IRIANI SETYAWATI Joko Raharjo, Sentot Junita Hardini Ketut Queena Fredlina Luh Putu Wrasiati Made Ria Defiani Maharani, Rai Janaki Maliza Kurnia Maya Agustina Maya Agustina Mery Wintari Ngurah Intan Wiratmini Ni Kadek Dewi Rustini NI KADEK YUNITA SARI Ni LUH ARPIWI Ni Luh Ayu Jami Wistiani, Ni Luh Ayu Jami Ni Luh Putu Agustini Ni Luh Watiniasih Ni Luh Wayan Yulia Mirayanti NI MADE DIAN PRATIWI Ni Made Gari Ni Made Sastriyani Wiendra Ni Made Sastriyani Wiendra Ni Made Suartin Ni Nyoman Wirasiti Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Eka Krisnayanti Ni Wayan Ayu Wiartini Ni Wayan Karolina Ni Wayan Sudatri PATRICK FINNEGAN Putera, I Kadek Aridena Putu Angga Wiradana Putu Apriliani Putu Yunita Putri Aryani Retno Kawuri Rifky Firmansyah Anwar Satwika, I Putu Septarini Dian Anitasari Septarini Dian Anitasari Siddique, Kadambot.H.M. Tassanai Jaruwatanaphan Tassanai Jaruwatanaphan Tassanai Jaruwatanaphan, Tassanai Tiwi Wati Uslan UUL SHOVI NURKAMILA Vanesa Martida Vanesa Martida Viryanando Evan Rahardja WAHYU WIDOWATI Wawan Sujarwo WENNI SETYO LESTARI Wenni Setyo Lestari Wenni Setyo Lestari, Wenni Setyo Wiguna, I Ketut Catur Wijaya, Putu Austin Widyasari Wildan Mujahidul Basyar Yasuyuki Watano Yasuyuki Watano Yasuyuki Watano, Yasuyuki Yenni Ciawi Zaetuna, Hanifa Laila