Claim Missing Document
Check
Articles

PREVALENSI ANEMIA PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 I Gusti Agung Ngurah Radhitya Wijaya Radhitya Wijaya; Ni Kadek Mulyantari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.156 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus sampai saat ini masih menjadi ancaman global, dengan jumlah penderita yang selalu meningkat di setiap negara. Terdapat 2 jenis Diabetes, dari kedua tipe tersebut yang memiliki prevalensi lebih tinggi adalah diabetes Mellitus tipe 2 dan jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahunnya. Diabetes Mellitus dapat menyebabkan banyak komplikasi, salah satunya adalah anemia. Penderita Diabetes lebih banyak mengalami kondisi anemia dibandingkan penderita penyakit lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi anemia pada penderita Diabetes tipe 2 di RSUP Sanglah pada tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan total sampling, dengan sampel yaitu data rekam medik pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUP Sanglah pada tahun 2014. Hasil penelitian ini yaitu dari 192 sampel, terdapat 80 sampel (41,67 %) yang menderita anemia. Dari 80 sampel tersebut, didapatkan anemia pada DM Tipe 2 pada laki – laki berjumlah 49 orang (61,25 %), dan perempuan berjumlah 31 orang (38,75 %). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa mayoritas penderita anemia pada Diabetes Mellitus tipe 2 berjenis kelamin laki – laki. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi penelitian selanjutnya. Kata kunci: Anemia, Diabetes Mellitus
HUBUNGAN ANTARA PROFIL LIPID DAN HIPERTENSI PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 Gde Ary Putra Kamajaya; AA Wiradewi Lestari; I Wayan Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.434 KB)

Abstract

Stroke is one of cerebrovascular diseases that categorized as a number one cause of long-term disability in the world. Dyslipidemia are risk factors for the formation of atherosclerosis. Atherosclerosis will make clogs and congested of fat or blood clots. That will cause a higher systemic vascular resistance and lead to increased blood pressure. Goal of this study to prove the existence of differences in levels of systolic and diastolic blood pressure in patients with ischemic stroke with normal lipid profile and dyslipidemia in Sanglah Hospital January - Desember 2014. This study is cross sectional and analytic observational study. There are 87 samples collected through consecutive sampling and data were analyzed with Mann Whitney test. There are 87 samples consist of 57.5% male, and 42.5% female; 25% samples <49 years old  and 75% samples ?49 years old. Fifty five percent patients showed BMI 18.50 to 24.90 kg/m2, 31% patients had history of heart disease, and 36.8% had history of diabetes mellitus. There is a significant mean difference of systolic blood pressure levels among patients wih normal lipid profiles compare with hyper-LDL (p=0.019) in Ischemic Stroke patients. There is also significant mean differences of diastolic blood pressure levels among patients with normal lipid profiles compare with hypercholesterolemia (p=0.015) in Ischemic Stroke patients. Our study highlight that there are significant differences of  systolic blood pressure levels in Ischemic Stroke patients with normal lipid profiles compare with hyper-LDL and significant differences of diastolic blood pressure levels in Ischemic Stroke patients with  normal lipid profiles compare with hypercholesterolemia (p<0.05). 
KORELASI KADAR GULA DARAH PLASMA DENGAN NILAI HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI Benny Supono; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i9.P18

Abstract

Peningkatan jumlah pasien diabetes mellitus terjadi tiap tahun dan in terjadi di seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes terbanyak. Indonesia menempati peringkat ke tujuh dengan jumlah 10 juta pasien diabetes mellitus di tahun 2015 dan diperkirakan akan tetap terjadi peningkatan jumlah pasien diabetes mellitus pada tiap tahunnya. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi yang beragam dari yang ringan sampai yang berat bila pasien tidak melakukan penatalaksanaan yang baik. Pemeriksaan gula darah plasma tidak cukup untuk memandu penatalaksanaan pada pasien karena tidak bisa memberikan gambaran dua sampai tiga bulan yang lalu sehingga diperlukan pemeriksaan HbA1c untuk memandu penatalaksanaan pasien dengan diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk melihat korelasi antara tingkat gula darah plasma dengan tingkat HbA1c pada pasien diabetes mellitus. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Data didapatkan dari rekam medis pasien RSUP Sanglah dari Februari 2016 sampai Oktober 2016. Hasil penelitian mendapatkan korelasi yang signifikan antara gula darah plasma puasa dengan HbA1c dengan nilai korelasi(r) sebesar 0,603. Korelasi yang signifikan juga didapatkan antara gula darah plasma 2 jam postprandial dengan HbA1c dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,517. Dapat di simpulkan bahwa semakin tinggi tingkat gula darah plasma berhubungan dengan semakin tinggi tingkat HbA1c, jika terdapat perbedaan maka bisa dijadikan sebagai dasar dalam evaluasi penatalaksanaan pada pasien. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Gula darah plasma, Gula darah Puasa, Gula darah 2 jam postprandial, HbA1c
UJI TUBEX UNTUK DIAGNOSIS DEMAM TIFOID DI LABORATORIUM KLINIK NIKKI MEDIKA DENPASAR Ida Bagus Verry Kusumaningrat; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.444 KB)

Abstract

Typhoid fever is one of the endemic diseases that commonly occur in rural and urban communities. It spreads through food and drink contaminated bySalmonella typhi bacteria. In 2008, detection of typhoid fever was carried out usingthe tubex test in which it principally detects the IgM antibody that specific forSalmonella typhi O9 present in serum by employing the method of InhibitionMagnetic Binding Immunoassay (IMBI).  The present study was aimed to evaluateresults of blood sample examination of suspected typhoid fever patient using thetubex test, in order to confirm the typhoid fever diagnose. This research wasretrospective study by analyzing 1.266 data of suspected patients obtained from NikkiMedika Clinic Laboratory. The samples were delivered to the Clinic Laboratory forlaboratory examination since 2008 till October 2012. Each sample was examinedusing the tubex test. The results showed that 11.6 – 27.8% of the blood samples werepositive for typhoid fever while 70 – 88.7% was negative.
PREANALITIC AND INTERPRETATION BLOOD GLUCOSE FOR DIAGNOSE DIABETIC MELITUS Ida Bagus Wayan Kardika; Sianny Herawati; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.331 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder disease which has been characterised by chronic hyperglycemia as well as abnormalities in the metabolism of carbohydrates, fats and proteins caused by abnormalities of insulin secretion, insulin resistance or both. The Diagnoses of diabetes mellitus in addition based on the clinical aspects of which include anamnesis, physical examination and diagnoses is required in the form of investigations the laboratory examination. The simplest laboratory examination is the examination of blood sugar. The stages of preanalitic and the interpretation of results examination of the blood sugar is worth noting in order to obtain meaningful results so that a diagnosis of diabetes mellitus can be enforced and for monitoring treatment outcomes.
Diagnosis, Diagnosis Differensial dan Penatalaksanaan Immunosupresif dan Terapi Sumsum Tulang pada Pasien Anemia Aplastik Thaha ..; AA Wiradewi Lestari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.12 KB)

Abstract

Anemia aplastic is anemia with bone marrow failure characterized by pancytopenia and at themost case with hypoplasia bone marrow. The incidence of anemia aplastic is 3 -6 case per 1million persons per year. Clinical presentations of anemia aplastic are anemia syndrome,leukopenia will cause infection, and thrombocytopenia will cause bleeding. Diagnosis of anemiaaplastic is based on bicytopenia and pancytopenia without malignancy, infiltration, andsuppression to bone marrow. Treatments for anemia plastic are main therapy, supportive therapyand long-term therapy. Main therapy is avoiding the caustic agent. Supportive therapy giveswhen there is a symptom from anemia, neutropenia and thrombocytopenia. Long-term therapy isimmunosuppressive therapy and bone marrow therapy.
GAMBARAN HbA1c PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI ULKUS KAKI DIABETIK DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL-SEPTEMBER 2014 I Made Dwikayana; A A Ngurah Subawa; I W P Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.032 KB)

Abstract

Uncontrolled diabetes mellitus type 2 causes complication of diabetic foot ulcers. HbA1c can be used as a parameter DM because of a strong correlation with blood glucose. This study determines the characteristic HbA1c in type 2 diabetes mellitus patient with complications of diabetic foot ulcer at Internal Medicine Policlinic Sanglah Hospital from April to September 2014 based on age, sex, body weight, blood glucose level 2 hours post prandial, and the degree of foot ulcers. This study was an observational with cross sectional descriptive study and sample were taken by total sampling. The data obtained from secondary data from medical record of patients. The results showed 32 samples from most of the patients are between 55-59 years of age with bad HbA1c status as many as 6 people. Based on sex, men with bad HbA1c status as many as 12 people. Patients with normal weight with bad HbA1c status as many as 10 people. Patients with blood glucose control 2 hours post prandial bad with bad HbA1c status as many as 18 people. Patient with stage I of diabetic foot ulcers with bad HbA1c status as many as 9 people and stage IV with bad HbA1c status as many as 8 people. It can be concluded that the control of diabetes based on HbA1c overview of each variable tends to lead to bad control of diabetes mellitus. This results are expected to be the basis for further research to seek treatment and prevention of complications diabetes mellitus more effectively.
ANALISIS PERBEDAAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN (HB) DAN MEAN CORPUSCULAR VOLUME (MCV) DENGAN TOTAL IRON BINDING CAPACITY (TIBC) DAN SERUM IRON (SI) PADA PENDERITA ANEMIA DENGAN GANGGUAN METABOLISME BESI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR Made Dyah Khrisnadewi; A.A. Wiradewi Lestari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.995 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P11

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kadar hemoglobin dan MCVdengan TIBC dan SI pada penderita anemia dengan gangguan metabolisme besi di RSUP SanglahDenpasar. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional analytic menggunakan data sekunder rekammedis. Dari 85 sampel yang diteliti, didapatkan sebanyak 44 orang adalah laki-laki dan sebanyak 41 orangadalah perempuan dengan usia Penderita anemia lebih banyak didapatkan pada usia di atas 30 tahun sekitar50,6%. Dari hasil analisis didapatkan tidak terdapat perbedaan antara kadar hemoglobin dengan TIBC >360µg/dl, kadar hemoglobin dengan TIBC 300-360 µg/dl dan kadar hemoglobin dengan TIBC <300 µg/dl padapasien anemia dengan gangguan metabolisme besi. Tidak terdapat perbedaan antara kadar hemoglobindengan SI <50 µg/dl dan SI ?50 µg/dl pada pasien anemia dengan gangguan metabolisme besi. Terdapatperbedaan antara TIBC dengan MCV <70 fl dan TIBC dengan MCV ?70 fl pada pasien anemia dengangangguan metabolisme besi. Terdapat perbedaan antara SI dengan MCV <70 fl dan SI dengan MCV ?70fl pada pasien anemia dengan gangguan metabolisme besi. Dapat disimpulkan bahwa kadar hemoglobintidak bisa digunakan untuk memprediksi status besi di dalam tubuh. Sedangkan Mean Corpuscular Volume(MCV) dapat digunakan untuk mengetahui status besi pada pasien anemia dengan gangguan metabolismebesi. Kata Kunci : kadar hemoglobin, MCV, TIBC, SI
GAMBARAN PEMERIKSAAN SEROLOGI IgM-IgG ANTIDENGUE PASIEN TERINFEKSI VIRUS DENGUE DI RUMAH SAKIT SURYA HUSADA DENPASAR BALI PADA PERIODE DESEMBER 2013 SAMPAI MEI 2014 I Gst Agung Dwi Mahasurya; Anak Agung Wiradewi Lestari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.961 KB)

Abstract

Virus dengue merupakan arbovirus penting yang menyebabkan infeksi pada manusia. Di kawasan Asia, diperkirakan kematian yang disebabkan oleh virus dengue mencapai 0,5%-3,5%. Kejadian Luar Biasa di Indonesia menimbulkan 39.938 kasus dengan 498 kematian dan Incidence Rate 15/100.000 penduduk. Disamping melalui gejala klinis, diagnosis pasti perlu ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium, salah satunya adalah pemeriksaan serologi IgM-IgG Antidengue. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah mengetahui gambaran pemeriksaan serologi IgM-IgG antidengue pada pasien terinfeksi virus dengue. Studi cross sectional dilakukan di laboratorium Rumah Sakit Surya Husada Denpasar Bali dari bulan Desember tahun 2013 hingga Mei tahun 2014. Dari 343 sampel, proporsi yang diperoleh tiap bulannya yakni : Desember (8%), Januari (17%), Februari (15%), Maret (13%), April (21%), dan Mei (26%). Proporsi sampel laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, yaitu laki-laki sebanyak 179 sampel (53%) dan perempuan sebanyak 164 sampel (47%). Pada penelitian diperoleh proporsi kelompok usia 0-5 tahun sebesar 13%, kelompok usia 6-< 10 tahun sebesar 17%, kelompok usia 10-< 15 tahun sebesar 12%, serta paling banyak pada kelompok usia15 tahun sebesar 58%. Jumlah sampel dengan hasil IgM (+) IgG (+) paling banyak dibandingkan yang lainnya, yaitu sebesar 50,5%, hasil IgM (+) IgG (-) sebesar 24%, hasil IgM (-) IgG (-) sebesar 17,5%, serta hasil IgM (-) IgG (+) sebesar 8%. Hal ini menunjukkan proporsi infeksi sekunder lebih banyak dibandingkan dengan infeksi primer. Proporsi kelompok usia15 tahun paling banyak ditemukan dibandingkan dengan kelompok usia lainnya pada pemeriksaan serologi IgM-IgG Antidengue. Proporsi laki-laki lebih banyak ditemukan pada infeksi primer, sedangkan proporsi perempuan lebih banyak pada infeksi sekunder.
Hubungan kadar troponin t (TnT) dan creatinin kinase-myocardial band (CK-MB) pada pasien infark miokard akut (IMA) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Ni Gusti Ayu Putu Lestari Santika Dewi; AA Wiradewi Lestari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.371 KB)

Abstract

Acute Myocardial Infarction (AMI) is a condition of myocardial necrosis due to the imbalance between supply and demand of oxygen to the heart muscle. The increases level of cardiac biomarkers such as troponin T (TnT) and creatinin kinase-myocardial band (CK-MB) are important criteria in diagnosing patients with AMI particularly in patients with atypical chest pain and difficulty avoiding the bias of the recording and ECG reading. The purpose of this study is to determine the correlation between TnT and CK-MB levels in AMI patients. This study was a cross sectional observational analytic study that enrolled 153 patients with AMI by consecutive sampling period January 1st, 2014 – December 31th, 2014. The data that obtained in this research were secondary data of AMI patients who checks TnT and CK-MB from patient’s medical record and clinical pathology laboratories Sanglah Hospital, Denpasar. In this study showed that AMI is more common in men (85%) and most at the age of 55-64 years (37,3%) with elevated levels of TnT (77,8%) and CK-MB(73,9%). From the analysis of Spearman correlation test showed a significant correlation between TnT and CK-MB levels with p = 0.0001 and the correlation coefficient (r) is 0.622. Therefore, this study concludes that there is a significant correlation between TnT and CK-MB levels in patients with AMI at Sanglah Hospital, Denpasar. Keywords: Acute Myocardial Infarction, Troponin T (TnT), Creatinin Kinase-Myocardial Band (CK-MB)
Co-Authors Adhitya, Putu Gde Surya Agung Nova Mahendra Agung Wiwiek Indrayani Airin Que Ali Djamhuri Amaral, Meriana Barreto Anak Agung Gede Sudewa Djelantik Anak Agung Ngurah Subawa Anak Agung Wiradewi Lestari Anak Agung Wiradewi Lestari, Anak Agung Anom Suardika Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka Bagus Komang Satriyasa Bastianus Alfian Juatmadja Benny Supono Calvin Jonathan Cokorda Agung Wahyu Purnamasidhi Cokorda Istri Dewiyani Pemayun D.P.G. Jananuraga Maharddhika Desak Gde Diah Dharma Santhi Dewa Ayu Putu Rasmika Dewi Dewi, Ni Kadek Ari Kusuma Dharayani, Luh Anandita Dharma Santhi, Desak Gde Diah Dina Sophia Margina Divasta, I G Mahapraja Fatqur Rochman Feliciano Pinto, Feliciano Ferbian Milas Siswanto Gde Ary Putra Kamajaya Gede Agus Eka Tirta Putra Gede Agus Suwiryawan Gusti Ngurah Sutapa Hamsu Kadriyan Haneetha Yogarajah I A Putri Wirawati I Dewa Made Sukrama I Gde Raka Widiana I Gde Suranaya Pandit I Gede Juliarta I Gede Widhiantara I Gst Agung Dwi Mahasurya I Gusti Agung Dyah Ambarawati I Gusti Agung Ngurah Radhitya Wijaya Radhitya Wijaya I Gusti Kamasan Arijana I Gusti Made Aman I Kadek Arya Candra I Kadek Septiawan I Ketut Agus Somia I Ketut Suastika I Ketut Suwiyoga I Made Ady Wirawan I Made Bagus Cahya Wibawa I Made Bakta I Made Dwikayana I Made Jawi I Made Oka Adi Parwata I Made Sudarmaja I Made Tomik Nurya Wardana I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Wande I Nyoman Wande I W. Sudarsa I Wayan Gede Artawan Eka Putra I Wayan Niryana I Wayan Rosiana I Wayan Sumardika I Wayan Wita I. B. T. Wibawa Manuaba, I. B. T. Wibawa I. B. Tjakra Wibawa Manuaba I. K. Widiana, I. K. I.A.A. Widhiartini I.B.GDE ANANTA MAHESVARA IBN Dwipayana Manuaba Ida Ayu Kemala Wasita Manuaba Ida Bagus Made Suryatika Ida Bagus Ngurah Ida Bagus Putra Manuaba Ida Bagus Verry Kusumaningrat Ida Bagus Wayan Kardika Ida Kurniawati, Ida IGA Ayu Ratih Pradnyadewi Ignatius Ferdi Yuatmadja Indah Pramita Indradewa, Rhian Indrayani, Pande Kadek Putri Rahayu Intan Astariani Kamayoga, I Dewa Gede Alit Karta Sawenda Ketut Siki Kawiyana Ketut Suega Ketut Suryana Ketut Tuti Parwati Merati Ketut Widyani Astuti Lesmana, Cokorda Agung Bagus Jaya Luh Putu Sukma Diyanti Made Ayu Widyaningsih Made Dyah Khrisnadewi MADE RATNA SARASWATI . Manuaba, Ida Bagus Tjakra Wibawa Melania Antonia Barreto Cerqueira Michael Christian Widjaja Milaviwanda, Luh Komang Ayu N. K. Niti Susila, N. K. Naw, Sin War Ni Gusti Ayu Putu Lestari Santika Dewi Ni Kadek Mulyantari Ni Kadek Nita Utami Ni Ketut Susilawati Ni Ketut Susilawati Ni Luh Candra Mas Ayuni Ni Luh Wayan Pani Ambarasari Ni Made Dharma Laksmi Ni Made Linawati Ni Nyoman Mahartini Ni Nyoman Mahartini Ni Nyoman Mahartini Ni Putu Sriwidyani Ni Putu Widya Nandasari Ni Wayan Ari Anindita Sari Ocktaviana Saputri, Legis Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Pande Komang Gede Bayu Wikrama Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Poniman, S. Prabasari, Pande Visca Gayatri pradnya wibawa, komang budhi Pratiwi, Cokorda Agung Pujawan, I Made Naris Purnamawati, Susy Puspa Negara, Anak Agung Gede Angga Putu Angga Wiradana Putu Astawa Putu Budhiastra Putu Diani Wirayanti Raka-Sudewi A. A. Romdhoni, Achmad Chusnu Rudi Wisaksana S. Herawati, S. Sagung Novita Widyaningrat Santosa, I Gusti Ngurah Putra Eka Sianny Herawati Sri Maliawan Sri Wahyuni Suryawisesa, Ida Bagus Made Swari, Kadek Gyna Yadnya Thaha .. Tirtha Yasa, I Nyoman Wawan Tjokorda Gde Agung Suwardewa Tjokorda Gede Oka Tri Pramartha, I Nyoman Valari, Putu Kavita Krisnina Wayan Suardana Widiyanti, I Gusti Ayu Wijaya Kusuma Yasa, I Nyoman Wawan Tirtha Yayang Christian Yenny Kandarini