Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Development of Shot Put Learning Media Using Sawdust Material for Grade V Students at Elementary School 003 Loa Janan Ilir, Samarinda City Andi Alif Tunru; Nurdin Arifin; Lisa Handayani; Rahmat Ilahi; Rachmat Hidayat; Musdalifah Ramli
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i3.28900

Abstract

The development of shot put learning media using sawdust as the base material represents an innovative approach in physical education aimed at addressing the limitations of shot put learning facilities and infrastructure in schools, particularly for elementary students. This study aims to provide a practical solution to the shortage of equipment in elementary schools and to enhance teachers' creativity in designing learning media that is affordable, easily accessible, and safe for students to use. The research employed a Research and Development (R&D) ADDIE model, which includes the stages of needs analysis, design, development, testing, and evaluation. Data were collected through observations, questionnaires, interviews, and student learning outcome tests conducted before and after the implementation of the media. Data analysis involved descriptive statistics and paired t-tests to measure the effectiveness of the sawdust-based shot put learning media on Grade V students at Elemntary School 003 Loa Janan Ilir. The study’s findings are as follows: 1) The media was developed using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) and proved effective in improving student learning outcomes, 2) The average post-test score significantly increased from 60.5 to 85.3 after using the media, indicating enhanced student understanding and skills, 3) The media was designed using lightweight, inexpensive, and environmentally friendly sawdust, replacing the standard shot put equipment, which is heavy and limited in number, thereby facilitating safe and enjoyable practice of basic shot put techniques, 4) Expert validation of content and media yielded an average feasibility score of 86%, with physical aspects, content relevance, and usability rated as safe, curriculum-aligned, and user-friendly for both teachers and students. Furthermore, the media fosters an active and inclusive classroom environment, boosting student motivation and participation in physical education learning.
Integrasi Teknologi Desain Grafis dalam Pelestarian Budaya: Peningkatan Kreativitas Mahasiswa Melalui Motif Batik Kalimantan Timur Muhlis, Muhlis; A, Sainal; Sultan, Muhammad; Ridwan; Irwanto; Galluci, Angga; Alif Tunru, Andi; Rachmadani, Andry; Aulia Rahman, Muhammad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i3.3508

Abstract

This community service program focuses on providing graphic design training to enhance the creativity of students in Biduk-Biduk Village, Berau Regency, East Kalimantan. The training utilizes CorelDraw and Photoshop as primary tools for developing decorative batik motifs that reflect local cultural heritage. In addition to improving technical skills, this activity aims to foster students’ awareness and active participation in preserving regional cultural identity. The program was implemented using an educational approach that combines lectures, interactive discussions, and hands-on practice to ensure comprehensive understanding. The implementation was structured into several stages, including preparation, execution, evaluation, and follow-up to ensure program sustainability. The training materials covered the introduction of design software features, understanding of East Kalimantan batik motifs, application techniques, and evaluation of participants’ design outputs. Through this activity, participants not only gained conceptual knowledge but also developed the ability to independently create graphic design products. Therefore, this program serves as a strategic effort to integrate digital technology with the preservation and development of local culture.
Pelatihan Permainan Tradisional Pada Peserta Didik dalam Upaya Melestarikan Budaya Lokal Rahmat Ilahi; Andi Alif Tunru; Yuni Ika Pratiwi; Siti Mutmainah; Rachmat Hidayat
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/tej0tr55

Abstract

Menurunnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap permainan tradisional merupakan salah satu tantangan dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus peningkatan aktivitas fisik masyarakat. Permainan modern dan aktivitas digital yang semakin dominan berkontribusi terhadap berkurangnya interaksi sosial dan aktivitas fisik berbasis kearifan lokal. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan dan implementasi permainan tradisional Gobak Sodor sebagai media edukatif, rekreatif, dan sosial. Tujuan pengabdian dilaksanakan untuk meningkatkan atau memberikan edukasi pada partisipasi dan kepuasan masyarakat dalam aktivitas fisik, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendukung pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif, melalui demonstrasi permainan, pendampingan langsung, dan evaluasi berbasis survei kepuasan peserta. Metode evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket kepuasan berskala Likert (1-5) yang melibatkan 10 responden. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata dan indeks kepuasan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan permainan tradisional Gobak Sodor memperoleh indeks kepuasan sebesar 81,1%, yang termasuk dalam kategori puas. Aspek kesenangan bermain, kerja sama tim, dan manfaat aktivitas fisik memperoleh skor tertinggi, sedangkan aspek fasilitas permainan masih memerlukan peningkatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai berhasil dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai model pengabdian masyarakat berbasis permainan tradisional dan kearifan lokal.
Penguatan Numerisasi Bagi Guru Sekolah Dasar untuk Mendukung Literasi Matematika Nurdin Arifin; Andi Alif Tunru; Annisa Qomariah; Enggar Prasetyawan; Putri Dian Fauziah; Retno Wahyuningrum
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6jggnv59

Abstract

Penguatan numerisasi bagi guru sekolah dasar menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan literasi matematika peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman guru tentang konsep numerisasi dan keterkaitannya dengan pembelajaran bermakna di tingkat dasar. Melalui pendekatan ceramah interaktif, diskusi kelompok, latihan soal, dan refleksi bersama, sebanyak 23 guru di SDN 034 Samarinda Ulu yang terlibat dalam program pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada pemahaman teoritis dan praktik numerisasi serta literasi matematika, sedangkan hari kedua diarahkan pada penyusunan soal berbasis konteks kehidupan nyata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas guru mengalami peningkatan signifikan dalam memahami esensi numerisasi dan menunjukkan kemampuan menyusun soal yang relevan dengan konteks peserta didik. Sebagian besar peserta juga menyatakan kesiapan menerapkan materi pelatihan di kelas dan mengusulkan perlunya pelatihan lanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi terstruktur dengan pendekatan kontekstual dan partisipatif dapat memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang literat dan aplikatif. Sehingga, kegiatan ini mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pendidikan berkualitas untuk semua.
SOSIALISASI MEMBANGUN KESADARAN ANTI BULLYING PADA SISWA DI SDN 021 DESA KARANG TUNGGAL Siska Oktaviani; Andi Alif Tunru; Ratna Khairunnisa; Samsul Adianto; Caecilia Aureanawati Tat
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku bullying merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap seseorang yang dianggap lebih lemah dalam berbagai bentuk. Masalah ini tergolong serius karena dapat memberikan dampak negatif bagi korban. Terdapat berbagai faktor yang memicu terjadinya bullying, di antaranya masalah dalam keluarga, kurangnya perhatian dari pihak sekolah terhadap siswa, lingkungan sekitar, serta pengaruh media. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai anti-bullying serta dampaknya di lingkungan sekolah, sehingga dapat membentuk karakter siswa yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Sosialisasi ini dilaksanakan di SDN 021 Desa Karang Tunggal pada pada 18 Oktober 2024 dengan metode penyuluhan dan dihadiri oleh 35 siswa serta 2 guru pendamping. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bullying dan upaya pencegahannya, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.
SOSIALISASI LITERASI DAN STEAM PADA GURU PAUD Mahkamah Brantasari; Rizqi Syafrina; Andi Aslindah; Reni Ardiana; Yuni Ika Pratiwi; Andi Alif Tunru
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi literasi dan STEAM bagi guru Paud merupakan upaya penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran anak usia dini. Guru Paud memiliki peran strategis dalam membangun fondasi kemampuan belajar anak, termasuk keterampilan literasi, numerasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara bermakna dalam konteks sosial dan budaya. Sementara itu, pendekatan STEAM mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika melalui pengalaman belajar yang eksploratif dan kontekstual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk webinar dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan studi kasus. Peserta kegiatan meliputi guru Paud, pengelola lembaga Paud, serta mahasiswa Program Studi PG PAUD. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran literasi dan STEAM yang berpusat pada anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep literasi dan STEAM serta strategi penerapannya dalam kegiatan pembelajaran sehari hari. Dengan demikian, sosialisasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi guru PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan anak abad ke dua puluh satu.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PRAMUKA ADAPTIF BERBASIS GAMIFIKASI AI UNTUK MITIGASI RISIKO KENAKALAN REMAJA Andi Alif Tunru; Lisa Handayani
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini mengembangkan kurikulum Perjusa adaptif berbasis gamifikasi AI untuk mitigasi kenakalan remaja mahasiswa PGSD FKIP UWGM Samarinda, melalui kegiatan rutin Perjusa dua hari (24-25 Oktober 2025, n=100 mahasiswa) di hutan mangrove Jl. Air Terjun Pinang Seribu RT 13, Samarinda Utara, guna meningkatkan engagement (skor Likert 2,8→4,3; durasi 25→68 menit), mengurangi risiko kenakalan (dropout 22%→4%), memperkuat kepemimpinan transformasional (skor 2,9→4,2), dan memvalidasi efektivitas konteks urban melalui personalisasi survival mangrove VR.Menggunakan model ADDIE dengan triangulasi mixed-methods (analisis tematik NVivo 14, FGD n=25, observasi partisipatif), implementasi mengintegrasikan TensorFlow Lite untuk algoritma adaptif, MIT App Inventor untuk leaderboard real-time, Unity Engine dan Oculus Quest 2 untuk simulasi VR banjir-abrasi pesisir, serta Google Firebase cloud replikasi ekosistem lokal Samarinda. Hasil menunjukkan reduksi prevalensi cyberbullying-tawuran virtual (korelasi r=0,68 dengan resiliensi), retensi pengetahuan 84% (unggul 12% atas benchmark Kwartir Kaltim 72%), efisiensi navigasi 3,7 kali lipat, transformasi kepemimpinan direktif→partisipatif, serta tema FGD dominan "pengendalian emosi", "adaptasi tekanan", "koneksi lokal-global" –konsisten studi Duolingo (2024) peningkatan engagement 47%. Inovasi mengisi kesenjangan PkM pramuka digital Kaltim (hanya 3% AI/Dikti 2025; 22% mahasiswa FKIP berisiko tinggi/UWGM 2025), berkontribusi SDGs 3 & 4 melalui integrasi wajib 2 SKS Metodologi Pengajaran Pramuka, komunitas "Pramuka Digital Leaders", dan replikasi bulanan ke 12 SD mitra Samarinda mentransformasi Perjusa rutin menjadi laboratorium kepemimpinan digital menuju Indonesia Emas 2045.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK KOTA SAMARINDA Pratiwi, Yuni Ika; Tunru, Andi Alif; Fariska, Dea
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62741

Abstract

Guidance and counseling services in early childhood education play an important role in supporting children’s social, emotional, behavioral, and self-adjustment development. However, the implementation of guidance and counseling services at the kindergarten level still faces several challenges, including the absence of professional counselors, limited teacher understanding regarding guidance and counseling services, and the lack of structured counseling programs. In addition, studies concerning the implementation of guidance and counseling services in local contexts, particularly in kindergartens in Samarinda, remain limited, as previous studies have primarily focused on conceptual discussions and program development. This condition indicates a research gap related to the actual implementation of guidance and counseling services for early childhood education in kindergarten settings. This study aimed to describe the implementation of guidance and counseling services for early childhood children in kindergartens in Samarinda City. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of kindergarten principals and teachers selected using purposive sampling techniques. Data were collected through observations, interviews, and documentation, while data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldaña model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of guidance and counseling services for early childhood children in kindergartens in Samarinda City had been integrated into learning activities and daily habituation programs. The services implemented included orientation services, information services, social and emotional development assistance, simple individual counseling, and collaboration with parents. Teachers served as facilitators, mentors, developmental observers, mediators, and liaisons between schools and parents. Nevertheless, the implementation still encountered several obstacles, such as limited teacher competencies, the absence of structured guidance and counseling programs, and the lack of professional counselors. This study concludes that guidance and counseling services in kindergartens in Samarinda City have been implemented through preventive and developmental approaches; however, their implementation still requires strengthening through the development of structured counseling programs and the enhancement of teacher competencies to optimize service delivery