Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISIK PENDERITA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT KOTA TUAL Mus, Rosdiana; Noya, Farah; Asmin, Elpira; Yunita, Melda; Latuheru, Grace; Warella, Juen Carla; Rahawarin, Halidah; Agustin, Rachmawati Dwi; Sulfiana, Sulfiana; Bandjar, Fitri Kadarsih; de Lima, Filda V. I.
Molucca Medica Vol 17 (2024): VOLUME 17, NOVEMBER 2024 : EDISI KHUSUS PENELITIAN GAMBARAN POLA PENYAKIT MASYARAKAT
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.ik.11

Abstract

Hipertensi sebagai faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan menyebabkan sebagian besar kematian dini. Pemahaman empiris tentang karakteristik dasar subjek hipertensi penting dalam mengembangkan strategi pencegahan dan pengendalian yang efektif dan juga penting dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik subjek hipertensi pada masyarakat di Kota Tual, Ambon. Desain penelitian ini yaitu cross sectional dengan melibatkan 122 subjek penelitian berusia 18-65 tahun. Data yang dikumpulkan diantaranya, tekanan darah, jenis kelamin, umur, status perkawinan, pendidikan terakhir, pendapatan, pekerjaan, IMT, GDS, kadar kolesterol, AU dan Hb. Pemeriksaan GDS, Kolesterol, AU dan Hb dengan metode POCT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek adalah perempuan 69,7%, dengan kategori usia terbanyak adalah dewasa 45,1%, pra-lansia 38,5% dan lansia 16,4%. Status IMT obesitas sebanyak 54,1% dengan status menikah 73,0%, sebagian besar pendapatan <UMR 77,0% dengan status pekerjaan IRT 60,7%. Pendidikan dasar dan pendidikan lanjut masing-masing 47,5 dan 52,5%. Hasil pemeriksaan GDS dan AU sebagian besar normal, masing-masing 92,6% dan 82,8%. Hasil pemeriksan kolesterol tinggi sebanyak 62,3% dan kadar hb rendah sebnayak 32,8%. Karakeristik penderita hipertensi di Kota Tual sebagian besar adalah perempuan status menikah dengan kategori usia dewasa dan pendapatan kurang dari UMR. Selain itu, subjek banyak yang obesitas dengan hasil pemeriksaan GDS, AU dan Hb sebagian besar normal sedangkan kolesterol sebagian besar tinggi.
PENGETAHUAN STROKE DAN FAKTOR RISIKONYA PADA PENDERITA HIPERTENSI-NON HIPERTENSI Asmin, Elpira; Mus, Rosdiana; Noya, Farah; Yunita, Melda; Latuheru, Grace; Warella, Juen Carla; Sulfiana, Sulfiana; Bandjar, Fitri Kardasih; Rahawarin, Halidah; Agustin, Rachmawati Dwi; de Lima, Filda V.I.
Molucca Medica Vol 17 (2024): VOLUME 17, NOVEMBER 2024 : EDISI KHUSUS PENELITIAN GAMBARAN POLA PENYAKIT MASYARAKAT
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.ik.20

Abstract

Seseorang yang mengalami hipertensi menyebabkan rusaknya dinding pembuluh darah sehingga pembuluh darah di otak tersumbat atau bahkan pecah. Faktor risiko stroke antara lain merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan serta konsumsi alkohol yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko dan pengetahuan stroke pada penderita hipertensi dan non hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampelnya adalah penderita hipertensi dan non hipertensi berusia 18 tahun sampai usia 60 tahun yang berdomisili di Kota Tual. Sampel sebanyak 96 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden yang mengalami hipertensi (93,75%) lebih banyak dibandingkan yang tidak hipertensi. Responden yang mengalami hipertensi mengaku pernah mendengar stroke sebanyak 92,4%, sedangkan yang tidak pernah mendengar stroke lebih banyak yaitu 96,7%. Penderita hipertensi sebagian besar memiliki faktor risiko seperti rendahnya pengetahuan tentang stroke, mengonsumsi minuman beralkohol, merokok dan obesitas. Rekomendasi dari penelitian ini dapat menjadi informasi bagi masyarakat terkait faktor risiko stroke dan dapat termotivasi untuk menghindari rokok serta konsumsi alkohol yang berlebihan. Sosialisasi terkait stroke sangat diperlukan untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
KAJIAN ETNOBOTANI DAN ETNOFARMAKOLOGI TANAMAN OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT PESISIR GUGUS KEPULAUAN KEI, KOTA TUAL, MALUKU Agustin, Rachmawati Dwi; Noya, Farah Christina; de Lima, Filda Vionita Irene; Asmin, Elpira; Rahawarin, Halidah; Sulfiana, Sulfiana; Bandjar, Fitri Kadarsih; Mus, Rosdiana; Latuheru, Grace; Warella, Juen Carla; Yunita, Melda
Molucca Medica Vol 17 (2024): VOLUME 17, NOVEMBER 2024 : EDISI KHUSUS PENELITIAN GAMBARAN POLA PENYAKIT MASYARAKAT
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2024.v17.ik.27

Abstract

Masyarakat Kota Tual, Gugus Kepulauan Kei, Maluku merupakan salah satu kelompok masyarakat yang saat ini masih memanfaatkan tanaman sebagai bahan baku obat tradisional. Namun, pengetahuan lokal tersebut belum terdokumentasikan dengan baik hingga saat ini dan hanya bersifat empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan melaporkan tanaman obat yang digunakan sebagai pengobatan empiris di Kota Tual sehingga tanaman obat dapat digunakan sebagai bahan baku pengembangan obat tradisional yang diolah secara modern. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik probabilitas proporsional terhadap besarnya populasi. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara dan penyajian data dengan cara kuantitatif yang dilakukan dengan mengukur persentase sitasi (FC). Data etnobotani diperoleh dari 64 informan lokal. Hasil menunjukkan diperoleh 14 spesies tanaman yang termasuk dalam 12 famili telah diidentifikasi. Famili yang paling banyak teridentifikasi adalah Apocynaceae, diikuti oleh Myrtaceae, dan Lamiaceae. Sebagian besar obat herbal dikonsumsi dalam bentuk rebusan. Daun (79,69%) merupakan bagian tanaman yang paling banyak digunakan, diikuti oleh batang (9,37%), akar (7,81%), dan buah (3,13%). Alstonia beatricis, Tinospora cordifolia, dan Orthosiphon aristatus memiliki nilai FC tertinggi. Sebagian besar tanaman digunakan untuk pengobatan diabetes, kolesterol, dan demam. Metode pengolahan yang paling sering digunakan adalah dengan merebus (67,18%). Berdasarkan hasil tersebut diperoleh kesimpulan bahwa terdapat beragam tanaman obat yang digunakan di masyarakat Kota Tual yang dapat berkontribusi pada pengembangan obat-obatan tanaman baru. Pengetahuan lokal tentang terapi herbal dapat digunakan sebagai pengobatan komplementer dan sebagai panduan untuk studi farmakologis di masa mendatang. Tanaman yang kurang dikenal dengan skor FC tinggi dapat diselidiki secara fitokimia dan farmakologis dalam penelitian di masa mendatang.
Stunting dan Indeks Massa Tubuh Anak Usia 0-5 Tahun Elpira Asmin; Sri Wahyuni Djoko; Josepina Mainase
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.690

Abstract

Introduction: Indonesia is one of the countries in Asia with the percentage of short toddlers besides Myanmar and Vietnam. Although Malaysia, Thailand, and Singapore have stunting cases, the stunting prevalence is less than 20 percent. Objective: To determine the prevalence of stunting and malnutrition in the work area of the Rumah Tiga Health Center. Methods: This study used a cross-sectional design with a total sample of 954 children under five. Result: the prevalence of stunting in children under five is 17.9 percent. The Body Mass Index of toddlers with a below-normal category is 4.82 percent. Conclusion: Toddlers who experience stunting occur at the age of 1-3 years and are dominated by males. Toddlers who have a body mass index below normal are also at the age of 1-3 years and are male.
Tingkat Depresi dan Ansietas Pada Usia Produktif Aldo Evan Wijaya; Elpira Asmin; Lidya B.E. Saptenno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.916

Abstract

The most influential mental disorders are depression and anxiety disorders (anxiety), a major cause of the world's disease burden. The pandemic caused a 27.6% increase in cases of major depressive disorder and a 25.6% increase in cases of anxiety disorders globally. This study aims to find or screen the level of depression and anxiety of productive age. This research method is a descriptive cross-sectional approach by presenting data as a table frequency distribution. The sample in this study used an accidental sampling technique of 27 respondents. The results showed that 25.9% of respondents had mild depression, 14.8% had moderate depression, and the rest were normal. The level of anxiety shows that 11.1% of respondents experience very severe anxiety, 18.5% are in the normal category, and the rest are distributed in the mild to severe anxiety category. In early adulthood, there were 57.1% who experienced depression. The same thing at the age of the early adult respondents was found to experience mild to severe anxiety. It can be concluded that the depression levels of men and women have almost the same percentage. However, the level of mild to very severe anxiety is more experienced by women
Pelayanan kesehatan di wilayah terpencil Buru Selatan, Maluku Asmin, Elpira; Tahitu, Ritha; Yunita, Melda; Mainase, Josepina; Hataul, Is Asma’ul Haq; Mus, Rosdiana; Ramla, Razita; Nahumarury, Salmin; Hasibuan, Andrian Bayo Arif; Metekohy, Meilani
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i1.2389

Abstract

The prevalence of non-communicable diseases in South Buru Regency is in the high category in the Maluku Province. Based on the 2018 Riskesdas data, the prevalence of non-communicable diseases in South Buru that have been diagnosed by doctors are diabetes mellitus (0.09%), heart disease (2.07%), hypertension (24.46%), stroke (9.2%) and joint disease (7.15%). The prevalence data for DM is 0.09% of the 382 residents examined, higher than Ambon City 1.93% of the 3,329 residents. Another thing that was found was that only 0.95% had ever been diagnosed with hypertension by a doctor in South Buru Regency. This community service activity aims to conduct screening as an initial step in early case detection and patient education. This activity was carried out in Waesama District, South Buru Regency. The activities in the form of health checks include anthropometric measurements, blood pressure, blood sugar levels and cholesterol. The results of the examination activities obtained that most participants had hypertension, almost half of the participants had high cholesterol. The conclusion was that many new cases of hypertension and cholesterol were found. Participants of the activity were given education during consultations with doctors and they were recommended to health facilities to check their health regularly.Keywords:  Hypertension, disease, health check
The Relationship Between Fruit and Vegetable Consumption with The Incidence of Anemia Among Adolescent Girls in Three High Schools In Central Maluku Mailera, Damara Herlis; Asmin, Elpira; Abbas, Mutmainnah; Tahitu, Ritha; Titaley, Christiana Rialine; Seimahuira, Theresia
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i2.1591

Abstract

Background: Anemia is a global health problem common in both developed and developing countries, often caused by nutritional deficiencies, including low intake of fruits and vegetables. Adolescent girls are particularly at risk due to monthly menstrual blood loss. Objective: This study aimed to analyze the relationship between fruit and vegetable consumption and the incidence of anemia among adolescent girls in three high schools in Central Maluku in 2024. Methods: This was a quantitative analytical study using a cross-sectional design. The population consisted of students from SMA Negeri 15, SMA Negeri 44, and SMA Negeri 48 Central Maluku. A total of 102 respondents were selected using a total sampling technique. Anemia status was measured using the Hemocue device, and data on fruit and vegetable consumption were collected using the Commcare application. Data analysis was performed using the Spearman test. Results: The prevalence of anemia among respondents was 36.3%. Meanwhile, 63.7% reported regularly consuming fruits and 55.9% regularly consumed vegetables. Conclusion: There was no statistically significant relationship between fruit (p = 0.504) and vegetable (p = 0.587) consumption and the incidence of anemia in adolescent girls in the selected Central Maluku high schools in 2024.
LALOSI (LANSIA KLINIK ONE STOP SERVICE) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT TIDAK MENULAR LANSIA NUSA INDAH HUTUMURI Asmin, Elpira; Wulandari, Puput; Rahawarin, Haikal Eko F; Seimahuira, Theresia; Kailola, Nathalie; Tuharea, Mahusein
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25950

Abstract

Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil dari kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku, kondisi ini sering dikaitkan dengan kelompok usia tua, namun bukti menunjukkan bahwa 17 juta kematian PTM terjadi sebelum usia 70 tahun. Dalam penanganan PTM di Negeri Hutumuri dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan sebagai salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan lansia tentang penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, kanker dan PPOK. Kegiatan Lansia Klinik One Stop Service (LALOSI) yang agendanya terdiri atas Aktivitas senam pagi, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dilakukan di Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Kegiatan diikuti oleh kelompok Lansia Nusa Indah Hutumuri yang berjumlah 42 orang pada tanggal 18 Mei 2024. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengendalikan penyakit tidak menular pada lansia. Kegiatan ini berjalan baik dengan partsipasi aktif para lansia dalam mengikuti kegiatan Lansia Klinik One Stop Service (LALOSI). Pada akhir kegiatan dilaksankan evaluasi berupa tanya jawab dan observasi, hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan. Sekitar 90% lansia mengetahui tentang penyakit tidak menular dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan secara rutin pada jadwal berikutnya.Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) are diseases that tend to last a long time and are the result of a combination of genetic, physiological, environmental, and behavioral factors, this condition is often associated with the elderly, but evidence shows that 17 million NCD deaths occur before the age of 70 years. In handling NCDs in Negeri Hutumuri, health education activities are carried out as one of the efforts made to increase the understanding and knowledge of the elderly about non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, dyslipidemia, cancer and COPD. The Elderly One Stop Service Clinic (LALOSI) activity, whose agenda consists of morning exercise activities, education, health checks and free treatment, was carried out in Negeri Hutumuri, South Leitimur District, Ambon City, Maluku Province. The activity was attended by the Nusa Indah Hutumuri Elderly group totaling 42 people on May 18, 2024. This activity was carried out as a promotive and preventive effort in controlling non-communicable diseases in the elderly. This activity went well with the active participation of the elderly in participating in the Elderly One Stop Service Clinic (LALOSI) activities. At the end of the activity, an evaluation was carried out in the form of questions and answers and observations, the results showed an increase in knowledge. Around 90% of the elderly know about non-communicable diseases and are enthusiastic about participating in activities routinely on the next schedule. 
Psikoedukasi Peningkatan Motivasi Ibu Rumah Tangga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga Latuheru, Grace; Asmin, Elpira; Yunita, Melda
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.933

Abstract

One factor that could help a family's economy is the significant number of housewives still in their prime working years. Housewives lack the bravery to launch their businesses due to their lack of entrepreneurship expertise and their continued lack of inventiveness in developing new products. Through instruction in fish floss production, this program aims to promote an interest in entrepreneurship while educating and inspiring participants about successful housewives. The approach involves the resource person delivering information to productive housewives to boost their motivation, followed by QA sessions and discussions. As a result of this program, participants gain an understanding of the challenges faced by housewives and different mental health disorders, develop a desire to be productive and cultivate an interest in entrepreneurship among housewives.ABSTRAKBanyaknya jumlah Ibu Rumah Tangga yang berada di usia produktif menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung perekonomian sebuah keluarga. Adanya keterbatasan pengetahuan tentang berwirausaha serta daya kreativitas yang masih minim untuk menciptakan suatu produk yang baru, membuat Ibu Rumah Tangga tidak memiliki keberanian untuk memulai usahanya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan motivasi tentang ibu rumah tangga produktif dan menumbuhkan minat berwirausaha melalui pelatihan pembuatan abon ikan. Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi guna meningkatkan motivasi ibu rumah tangga yang produktif oleh narasumber disertai dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta memahami tentang masalah ibu rumah tangga dan berbagai permasalahan mental yang dihadapi, menumbuhkan minat untuk produktif serta menumbuhkan minat berwirausaha kepada Ibu Rumah Tangga.
Upaya Pencegahan Rabies pada Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi Edukasi Di Tawiri Laha, Ambon Asmin, Elpira; Adreansyah, Ikbar; Muliati, Muliati; Makasale, Ariel Sousii
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1098

Abstract

Rabies atau disebut juga penyakit anjing gila merupakan penyakit zoonosis yang menginfeksi susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Rhabdoviridae, genus Lyssavirus. Data dari WHO memperkirakan bahwa rabies menyebabkan sekitar 55.000 kematian manusia setiap tahunnya, di mana lebih dari 99% kasus disebabkan oleh gigitan anjing yang telah terinfeksi virus rabies. Edukasi yang dilakukan oleh Dokter Muda pada kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan rabies untuk menurukan angka kejadian rabies. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan sosialisasi menggunakan media powerpoint terhadap 108 jemaat gereja Palungan Kasih. Hasil dari penyuluhan yang dilakukanadalah mendapat respon yang baik dari masyarakat disekitar yang di tandai dengan peserta yang antusias hingga selesai kegiatan penyuluhan tentang bahaya rabies. Adanya penyuluhan atau KIE (komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang dilakukan untuk dapat menambah wawasan masyarakat tentang bahaya rabies. Diharapkan juga segala elemen masyarakat menggerakan hatinya untuk berjuang bersama dalam mengurangi rabies.
Co-Authors Abbas, Mutmainnah Abdullah, Mujahidah Rofifah Adreansyah, Ikbar Agung Sutiono Pontoh Agustin, Della Aldo Evan Wijaya Alessandra F. Saija Ali Dabutar, Prezto Simon Amanda Gracia Manuputty Amanupunjjo, Graily Andris Noya Anugrah P.M.D. Kamoda Ardianto, Anggih Cipta Arif Anwar Armando Salulinggi Asni Asni Astina Astina ASTUTI, EKA Astuty, Eka Awan, Razana Ayu Betzia Mangosa AYU LESTARI Ayu, Rizki Bandjar, Fitri Kadarsih Bandjar, Fitri Kardasih Bertha J. Que Bertha Jean Que Bugis, Riansyah Bunga, Yeheskiel Holoaino Christiana R Titaley Christiana R Titaley Christiana R. Titaley Christiana Rialine Titaley de Lima, Filda V.I. de Lima, Filda Vionita Irene Dewi Aryanti M. Rusdin Djoko, Sri Wahyuni Djuhastidar Tando, Yudhie Dominique Mayliana Lewedalu Dylan Tamalsir Eka Astuti Eka Astuty Eka Astuty Ericka Mohty Septania Sely Erlin Kiriwenno Erlin Kiriwenno Esmeraldine, Genevieva Fadila Maradjabessy, Nurul Farah Christina Noya Filda de Lima Fitrianto, Maghfiqih Rizqi Tri Gofu, Neils Halidah Rahawarin Halidah Rahawarin Haq Hataul, Is Asma'ul Haryana, Iman Hasibuan, Andrian Bayo Arif Hataul, Is Asma’ul Haq Hetharie, Yitkel Hutagalung, Johan B. Imanuel Kilay, Levinus Thos Indrawanti Kusadhiani Intania Riska Putrie, Intania Riska Irwan Irwan Irwan Jekris Ens Luturmas Johan B. Hutagalung Johan Bension Johan Bension Hutagalung Josepina Mainase Josepina Mainase Josepina Mainase Joshua Jonatan Gonidjaya Juniler Rumahloine Kailola, Nathalie Kailola, Nathalie E Komul, Shiela Latuconsina, Vina Z Latuheru, Grace Latumanase, Jossy Emillio Junior Leatemia, Vanessa Leunupun, Delsony Gerson Lidya Saptenno Mahusein Tuharea Mailera, Damara Herlis Mailoa, Joice Mainase, Josepina Makasale, Ariel Sousii Malakauseya, Maxwell Landri Vers Malawat, Healdatia R. Maria Nindatu Maskat, Samsyah Rony Meilisa Meita Kusdianto Melda Yunita Melinia, Elisa Metekohy, Meilani Mira Juanita Muhammad Zaid Wakano Mujahidah Rofifah Abdullah Muliati Muliati, Muliati Mus, Rosdiana Mutmainnah Abbas Nadilla, Sella Nahumarury, Salmin Nathalie E Kailola Nathalie E. Kailola Nathalie Kailola Noija, Stazia Noya, Farah C Nurdin, Muhammad Akbar Nurdin, Sukmawati Octovina Toressy Octovina Toressy Oei, Marcietta Ohiwal, Morgan Pangestu, Juan Felix Pati, Diva Diah Pattiasina, Jurgen A Payung, Dicky Julistyo Pelupessy, Thesia Pormes, Debora Rachmawati Dwi Agustin Rahanra, Sartika Riry Rahawarin, Haikal Eko F Rahawarin, Halidah Rahmadani, Gita Ramla, Razita Ratu, Ricky N.D.C Ratu1 Resnawaldi, Arlen Roni, Syamsah Safran, Raihan Alfisahrin Samsyah Rony Maskat Santi Aprilian Lestaluhu Saptenno, Lidya Sapteno, Lidya Sara, Liyani S. Sari Kistiana Seimahuira, Theresia Shania Fanty Anggrek Siahaya, Presli Glovrig Simanjuntak, Agnice Soumena, Rifah Zafarani Suay Anabella Wattimena Sukmawati, Sukmawati Sukmawaty, Eka SULFIANA, SULFIANA Sulfiani, Sulfiani Syamsah Roni Tahitu, Ritha Tanamal, Rita Tando, Yudhie D. Taufik Zuneldi Thesia Eflien Pelupessy Thesia Pelupessy Titaley, Christiana R. Titaley, Christiana Rialine Titin Agustina Tobing, Rezki Toding Allo Tuharea, Mahusein van Affelen, Zadrach Vebiyanti Tentua Vina Z. Latuconsina Wael, Bela M. Warella, Juen Carla Widya Putri Ramadhani Wulandari, Puput Yanti Pesurnay Zawawi, Wa Ode Meutya Zuneldi, Taufik