p-Index From 2021 - 2026
9.696
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BULETIN PENELITIAN SISTEM KESEHATAN Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Medula Jurnal Kesehatan Komunitas Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas JURNAL PengaMAS Jurnal Kreativitas PKM Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Promotif Preventif MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Abdimas Sangkabira Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Molucca Medica Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PAMERI : Pattimura Medical Review Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Jurnal Kesehatan Masyarakat MEDULA Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Socioeconomic Factors and The Use of Traditional Medicine in East Seram, Maluku Tahitu, Ritha; Asmin, Elpira; Titaley, Christiana Rialine; Malakauseya, Maxwell Landri Vers; Malawat, Healdatia R.; Wael, Bela M.; Pormes, Debora; Rahmadani, Gita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i2.25689

Abstract

Although modern medicine continues to develop, traditional medicine is still widely used in various parts of Indonesia, including the natural resource-rich Maluku Province. Socioeconomic conditions are thought to influence people’s dependence on traditional healing practices. This study aimed to analyze the relationship between socioeconomic status and the use of traditional medicine in East Seram District (ESD), Maluku Province. A cross-sectional household health survey was conducted in September-December 2023 among 253 respondents aged 18-65 years in eastern Seram Island. A quantitative-descriptive approach was used with structured interviews and multivariate logistic regression analysis. A total of 45.8% of respondents reported using traditional medicine, especially herbal concoctions. Individuals who do not pay for health insurance membership tend to use traditional medicine (aOR=2.87, 95% CI: 1.66-5.00, p<0.001). Similarly, respondents with low educational attainment (aOR=1.71, 95% CI: 1.00–2.92, p= 0.048) were more likely to use traditional medicine. These results suggest the importance of socioeconomic factors in the use of traditional medicine. Health promotion strategies need to be adapted to the local and cultural context to encourage rational and safe utilization of traditional medicine.
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN POLA PENYAKIT PADA NELAYAN TRADISIONAL DI DESA LATUHALAT KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON TAHUN 2023 Latumanase, Jossy Emillio Junior; Kailola, Nathalie E; Asmin, Elpira; Latuconsina, Vina Z
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.97

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara maritim yang Sebagian besar luas wilayahnya adalah perairan. Dengan demikian Sebagian besar masyarakat yang tinggal di pesisir pantai bekerja sebagai nelayan. Pekerjaan sebagai nelayan memiliki berbagai macam risiko mulai dari kecelakan akibat kerja hingga terpapar suatu penyakit akibat bekerja. penggunaan alat pelindung diri (APD) masih kurang digunakan oleh nelayan saat bekerja yang menjadi salah satu faktor utama sehingga terjadinya kecelakaan maupun terpapar suatu penyakit. Pola penyakit yang dihadapi oleh nelayan tradisional mulai dari gangguan mata, gangguan pendengaran hingga gangguan kulit, gigitan hewan atau biota yang ada di laut, lamanya bekerja di lautan dang kurangnya kesadaran penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi penggunaan alat pelindung diri dan hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan pola penyakit pada nelayan tradisional di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon tahun 2023, dengan desain penelitian cross sectional dan metode analitik observasional. Penelitian ini dilakukan pada nelayan tradisional di pesisir Pulau Ambon Kecamatan Nusaniwe, pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan total sampel 90 responden. Data diambil menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Hasil yang didapatkan menunjukan persentase pada nelayan tradisional kota Ambon Kecamatan Nusaniwe pola penyakit yang sering menyerang nelayan adalah dermatitis kontak dan vulnus/luka (85,6%) Persentase lainnya yaitu dari variabel penggunaan alat pelindung diri (APD), nelayan sering memakai APD kepala berupa topi (64,4%), diikuti oleh kacamata (46,7%). Ada hubungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan pola penyakit pada nelayan tradisional. Disarankan nelayan harus patuh menggunakan alat pelindung diri guna unutk mencegah dari paparan penyakit,kecacatan hingga kematian.
PERSONAL HYGIENE REMAJA DALAM PENCEGAHAN FLUOR ALBUS PATOLOGIS Leatemia, Vanessa; Asmin, Elpira; Resnawaldi, Arlen
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.119

Abstract

Data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan remaja putri yang rentan mengalami keputihan adalah 31,8%. Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu 30,8%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, keterpaparan informasi dan peran ibu dengan perilaku personal hygiene remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April 2022. Jumlah sampel sebanyak 181 responden menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian ditemukan remaja memiliki perilaku personal hygiene yang baik (69%), namun memiliki pengetahuan yang kurang (53,6%). Remaja mendapat informasi tentang fluor albus dari media massa dan orang lain (51,4%) serta tidak mendapatkan informasi atau dukungan dari ibu (51,9%). Simpulan penelitian adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahun dan keterpaparan informasi dengan personal hygiene remaja sedangkan peran ibu berhubungan dengan personal hygiene remaja.
Skrining Gangguan Kesehatan Mental pada Masyarakat Pesisir di Kota Tual Latuheru, Grace; Asmin, Elpira; Noya, Farah C; Warella, Juen Carla; Yunita, Melda; Mus, Rosdiana; Sulfiana, Sulfiana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15644

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental menjadi salah satu perhatian masyarakat baik secara nasional maupun global akhir-akhir ini. Menurut data dari Riskesdas  tahun 2018 bahwa lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi. Sementara itu, di Maluku Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Maluku melaporkan merawat 9.637 pasien gangguan jiwa pada tahun 2023. Individu dikatakan sehat secara mental jika ia terbebas dari berbagai gejala gangguan mental. Hal tersebut dapat diketahui melalui skrining gangguan mental. Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan skrining gangguan kesehatan mental pada masyarakat kota Tual. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability propotional to size dengan jumlah responden sebanyak 153 responden. Instrumen yang digunakan adalah Self Reporting Quetionare-20 (SRQ-20). Penelitian ini dilakukan selama bulan Oktober 2023 di Gugus Pulau Kei yaitu Kota Tual. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami masalah penurunan energi dengan gejala dominan yaitu sering merasa sakit kepala (41,83%), merasa sulit tidur (38,56%), merasa mudah lelah (28,76%), tidak memiliki napsu makan (24,84%) dan merasa tegang, dan merasa cemas atau kuatir (20,92%). Masalah yang ditemukan pada responden ialah penurunan energi dan kecemasan. Perlu peningkatan fungsi layanan kesehatan mental di setiap puskesmas. Selain itu psikoedukasi terkait kesehatan mental dapat dilaksanakan secara rutin sebagai Upaya peningkatan kesadaran serta peningkatan pemahaman menjaga Kesehatan mental. Kata Kunci: Skrining Kesehatan Mental, Gangguan Kesehatan Mental  ABSTRACT Mental health is currently one of the significant concerns of society both nationally and globally. According to Basic Health Research (RISKESDAS) data from 2018, more than 19 million adults over the age of fifteen have emotional mental problems, and over 12 million have depression. Furthermore, statistics from the Maluku Regional Special Hospital (RSKD) indicates that by 2023, it will have attended to 9,637 people with mental illnesses. An individual is said to be mentally healthy if he is free from various symptoms of mental disorders. This can be known through screening for mental disorders. This study aimed to detect mental health problems in the people of Tual City early. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. One hundred and fifty-three (153) respondents consented to the interview using the Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) during October 2023 in the Kei Island Cluster, Tual City. The mental health assessment revealed that respondents experienced problems with decreased energy, with the dominant symptoms being frequent headaches (41.83%), difficulty sleeping (38.56%), feeling tired quickly (28.76%), loss of appetite (24.84%) and feeling tense, anxious or worried (20.92%). The problems found in respondents were decreased energy and anxiety that required further treatment. Enhancing the smooth running of mental health services in every Community Health Center (Puskesmas) is a critical task. Mental health counselling and education can be carried out regularly to increase public awareness and understanding of mental health. Keywords:  Early Detection, Mental Health, Anxiety, Decreased Energy
EDUKASI TENTANG PERAWATAN KAKI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR PANTAI Asmin, Elpira; Simanjuntak, Agnice; Pattiasina, Jurgen A; Kailola, Nathalie; Sapteno, Lidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.25837

Abstract

Infeksi kaki diabetes atau Diabetic Foot Infections adalah salah satu komplikasi utama diabetes melitus (DM) yang paling sering dijumpai. Penderita diabetes memiliki risiko 10 kali lipat lebih tinggi untuk terjadinya infeksi kulit, jaringan lunak dan  tulang.  Hal  ini terkait dengan kerentanan terhadap luka oleh karena gangguan sensibilitas dan penurunan perfusi pada tungkai. Edukasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai DM dan Infeksi kaki diabetes serta untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah lagi. Metode kegiatan edukasi yang dilakukan berupa penyuluhan disertai pembagian leaflet. Penyuluhan dan leaflet memuat materi tentang definisi DM, gejala, faktor risiko, pencegahan, penanganan serta cara perawatan luka diabetik mandiri. Masyarakat pesisir pantai di Desa Toisapu telah mengetahui tentang DM dan cara perawatan luka kaki diabetes setelah diberikan edukasi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tutukembong, Tanimbar Jekris Ens Luturmas; Haryana, Iman; Josepina Mainase; Elpira Asmin; Irwan, Irwan
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5488

Abstract

Hypertension is one of the most common diseases among adults and a leading cause of morbidity. This condition makes hypertension a significant health challenge in various countries, including Indonesia. Medication adherence is crucial for hypertensive patients in controlling their blood pressure. Research suggests that medication adherence can be influenced by a person's knowledge. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of hypertension patients and compliance in taking medication in hypertension patients at the Tutukembong Community Health Center, Tanimbar Islands Regency. This research is an analytical observational study using quantitative methods with a cross-sectional approach. The sample in this study consisted of 97 individuals (hypertension patients), selected using a purposive sampling technique. Test Chi-Square generate valuep0.036, while the contingency coefficient showed a figure of 0.253. These findings indicate a significant relationship with low strength between the level of knowledge and compliance in taking medication in hypertension patients at the Tutukembong Community Health Center, Tanimbar Islands Regency. There is a significant but weak relationship between the level of knowledge of hypertension patients and compliance with taking medication in hypertension patients at the Tutukembong Community Health Center, Tanimbar Islands Regency. These results indicate that increasing knowledge alone is not enough; other approaches such as motivation, family support, regular monitoring, and other factors are needed to improve compliance in hypertensive patients.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA NONPRODUKTIF MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ABON IKAN TATIHU Yunita, Melda; Asmin, Elpira; Latuheru, Grace; Ohiwal, Morgan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27844

Abstract

Abstrak: Produksi ikan tatihu di Maluku sangat dipengaruhi oleh musim, sehingga pada musim tertentu hasilnya melimpah yang berdampak pada rendahnya harga jual. Salah satu peluang yang dapat dilakukan yakni dengan mengolah ikan tatihu menjadi abon sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok ibu rumah tangga non produktif Desa Air Salobar Ambon dalam mengolah ikan tatihu yang secara ekonomi dapat meningkatkan penghasilan dan mendukung berkembangnya usaha skala rumah tangga. Kegiatan dilakukan dengan metode Participatory Action Research (PAR) kepada 15 orang ibu rumah tangga dengan pemberian pretest sebanyak 5 pertanyaan, edukasi, pelatihan, serta pendampingan dan evaluasi melalui pemberian posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kelompok IRT sebesar 65,33%. Testimoni 5 panelis terhadap abon ikan menunjukkan bahwa abon ikan tatihu memiliki rasa, aroma, tekstur, dan warna yang sesuai dengan abon ikan pada umumnya sehingga dapat diterima oleh panelis. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar dan abon ikan yang ditargetkan dapat diproduksi dengan baik.Abstract: The season has a significant impact on Tatihu fish production in Maluku which affects low selling prices. To increase the selling value of tatihu fish, one possibility is to turn it into fish floss. The aim of this activity was to improve the knowledge and skills of non-productive housewives in Air Salobar Village, Ambon in processing tatihu fish which will economically increase their income. The activity was conducted by the Participatory Action Research (PAR) method involving 15 housewives, and began with pretests using 4 questions, followed by providing the education, demonstrations, as well as mentoring and evaluation through the provision of posttests. The results showed an increase in the knowledge of the housewife group by 65.33%. The testimonies of 5 panelists regarding fish floss showed that fish floss had a normal taste, smell, texture and taste and was in accordance with common fish floss. It can be concluded that the activities ran smoothly and the targeted fish floss could be produced well.
Monitoring Glukosa Darah Sewaktu dan Tekanan Darah Sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Sindrom Metabolik pada Masyarakat Negeri Kamal, Kabupaten Seram Bagian Barat Mus, Rosdiana; Yunita, Melda; Asmin, Elpira; Abbas, Mutmainnah; Bension, Johan; Warella, Juen Carla; Husein, Anggun Lestari; Hursepunny, Valentine; Tamalsir, Dylan
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.942

Abstract

Sindrom metabolik (MetS) merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang memerlukan perhatian serius. Kadar glukosa darah dan tekanan darah yang meningkat menjadi indikator utama sindrom metabolik sehingga pemantauan sejak dini sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih berat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining kesehatan melalui pemantauan glukosa darah sewaktu dan tekanan darah pada masyarakat Negeri Kamal, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, khususnya dengan pihak puskesmas dan pemerintah desa setempat. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah menggunakan alat digital dan metode point of care testing (POCT), serta pemberian konsultasi medis kepada peserta yang memiliki riwayat diabetes melitus dan hipertensi. Tahap evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan sebagai bentuk umpan balik untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan 52 peserta dewasa yang didominasi oleh kelompok lanjut usia dan perempuan. Mayoritas peserta memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal, namun sebesar 5,8% teridentifikasi berisiko mengalami diabetes. Sementara itu, hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan adanya peserta dengan hipertensi hingga kategori hipertensi grade 3, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini faktor risiko sindrom metabolik.
Upaya Pencegahan Rabies pada Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi Edukasi Di Tawiri Laha, Ambon Elpira Asmin; Ikbar Adreansyah; Muliati Muliati; Ariel Sousii Makasale
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1098

Abstract

Rabies atau disebut juga penyakit anjing gila merupakan penyakit zoonosis yang menginfeksi susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Rhabdoviridae, genus Lyssavirus. Data dari WHO memperkirakan bahwa rabies menyebabkan sekitar 55.000 kematian manusia setiap tahunnya, di mana lebih dari 99% kasus disebabkan oleh gigitan anjing yang telah terinfeksi virus rabies. Edukasi yang dilakukan oleh Dokter Muda pada kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan rabies untuk menurukan angka kejadian rabies. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan sosialisasi menggunakan media powerpoint terhadap 108 jemaat gereja Palungan Kasih. Hasil dari penyuluhan yang dilakukanadalah mendapat respon yang baik dari masyarakat disekitar yang di tandai dengan peserta yang antusias hingga selesai kegiatan penyuluhan tentang bahaya rabies. Adanya penyuluhan atau KIE (komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang dilakukan untuk dapat menambah wawasan masyarakat tentang bahaya rabies. Diharapkan juga segala elemen masyarakat menggerakan hatinya untuk berjuang bersama dalam mengurangi rabies.
Risk Factors for Acute Respiratory Infection in Toddlers: A Case Control Study Mira Juanita; Elpira Asmin; Vebiyanti Tentua
MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease that attacks the upper and lower respiratory tract caused by bacteria and viruses. ARI is one of the causes of high morbidity and mortality in under-fives. Purposes: This study aims to determine the relationship between toddler age, immunization status, smoking habits of family members, mother's knowledge, and residential density to the incidence of ARI in the working area of ​​the Namlea Health Center in 2021 Methods: This study is a research study quantitative analysis using a case control research design. The sample in the case group was taken using the simple random sampling method and the control group was taken using the accidental sampling method. Results: the age of toddlers who were 36 months (55.2%), incomplete immunization status (46.9%), smoking habits of family members (68.8%), low maternal knowledge (30.2%), and density of bedroom occupancy (60.4%). The results showed that the OR values for each variable were age (2.896), immunization status (3.182), room occupancy density (3.355), mother's knowledge (4.308), and smoking habits of family members (3.462). Conclusions: age, immunization status, room occupancy density, mother's knowledge and smoking habits are risk factors for the incidence of ARI in the working area of the Namlea Public Health Center
Co-Authors , Ricky N.D.C Ratu Abbas, Mutmainnah Abdullah, Mujahidah Rofifah Agung Sutiono Pontoh Aldo Evan Wijaya Alessandra F. Saija Ali Dabutar, Prezto Simon Amanda Gracia Manuputty Amanupunjjo, Graily Andris Noya Anugrah P.M.D. Kamoda Ardianto, Anggih Cipta Ariel Sousii Makasale Arif Anwar Armando Salulinggi Asni Asni Astina Astina ASTUTI, EKA Astuty, Eka Awan, Razana Ayu Betzia Mangosa AYU LESTARI Ayu, Rizki Bandjar, Fitri Kadarsih Bandjar, Fitri Kardasih Bension, Johan Bertha J. Que Bertha Jean Que Bugis, Riansyah Bunga, Yeheskiel Holoaino Christiana R Titaley Christiana R Titaley Christiana R. Titaley Christiana Rialine Titaley de Lima, Filda V.I. de Lima, Filda Vionita Irene Della Agustin Dewi Aryanti M. Rusdin Dicky Julistyo Payung Djoko, Sri Wahyuni Djuhastidar Tando, Yudhie Dominique Mayliana Lewedalu Dylan Tamalsir Eka Astuti Eka Astuty Eka Astuty Elisa Melinia Ericka Mohty Septania Sely Erlin Kiriwenno Erlin Kiriwenno Esmeraldine, Genevieva Fadila Maradjabessy, Nurul Farah Christina Noya Filda de Lima Genevieva E. Tanihatu Gofu, Neils Grace Latuheru Halidah Rahawarin Halidah Rahawarin Haq Hataul, Is Asma'ul Haryana, Iman Hasibuan, Andrian Bayo Arif Hataul, Is Asma’ul Haq Hetharie, Yitkel Hursepunny, Valentine Husein, Anggun Lestari Hutagalung, Johan B. Ikbar Adreansyah Imanuel Kilay, Levinus Thos Indrawanti Kusadhiani Intania Riska Putrie, Intania Riska Irwan Irwan Irwan Jekris Ens Luturmas Johan B. Hutagalung Johan Bension Johan Bension Hutagalung Josepina Mainase Josepina Mainase Josepina Mainase Joshua Jonatan Gonidjaya Juniler Rumahloine Kailola, Nathalie Kailola, Nathalie E Komul, Shiela Latuconsina, Vina Z Latuheru, Grace Latumanase, Jossy Emillio Junior Leatemia, Vanessa Leunupun, Delsony Gerson Lidya B. E. Saptenno Lidya Saptenno Lidya Saptenno Maghfiqih Rizqi Tri Fitrianto Mahusein Tuharea Mailera, Damara Herlis Mailoa, Joice Mainase, Josepina Malakauseya, Maxwell Landri Vers Malawat, Healdatia R. Maria Nindatu Maskat, Samsyah Rony Meilisa Meita Kusdianto Melda Yunita Metekohy, Meilani Mira Juanita Mira Juanita Mufidah Mufidah Muhammad Zaid Wakano Mujahidah Rofifah Abdullah Muliati Muliati Mus, Rosdiana Mutmainnah Abbas Nahumarury, Salmin Nathalie E Kailola Nathalie E. Kailola Nathalie Kailola Noija, Stazia Noya, Farah C Nurdin, Muhammad Akbar Nurdin, Sukmawati Octovina Toressy Octovina Toressy Oei, Marcietta Ohiwal, Morgan Pangestu, Juan Felix Pati, Diva Diah Pattiasina, Jurgen A Pelupessy, Thesia Pormes, Debora Rachmawati Dwi Agustin Rahanra, Sartika Riry Rahawarin, Haikal Eko F Rahawarin, Halidah Rahmadani, Gita Ramla, Razita Resnawaldi, Arlen Roni, Syamsah Safran, Raihan Alfisahrin Samsyah Rony Maskat Santi Aprilian Lestaluhu Sapteno, Lidya Sara, Liyani S. Sari Kistiana Sasminiarti Seimahuira, Theresia Sella Nadilla Shania Fanty Anggrek Siahaya, Presli Glovrig Simanjuntak, Agnice Soumena, Rifah Zafarani Suay Anabella Wattimena Sukmawati, Sukmawati Sukmawaty, Eka Sulfiana Sulfiana SULFIANA, SULFIANA Sulfiani, Sulfiani Syamsah Roni Tahitu, Ritha Tamalsir, Dylan Tanamal, Rita Tando, Yudhie D. Taufik Zuneldi Thesia Eflien Pelupessy Thesia Pelupessy Titaley, Christiana R. Titaley, Christiana Rialine Titin Agustina Titin Agustina Tobing, Rezki Toding Allo Tuharea, Mahusein van Affelen, Zadrach Vebiyanti Tentua Vebiyanti Tentua Vina Z. Latuconsina Wael, Bela M. Warella, Juen Carla Widya Putri Ramadhani Wulandari, Puput Yanti Pesurnay Zawawi, Wa Ode Meutya Zuneldi, Taufik