p-Index From 2021 - 2026
9.409
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BULETIN PENELITIAN SISTEM KESEHATAN Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Medula Jurnal Kesehatan Komunitas Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas JURNAL PengaMAS Jurnal Kreativitas PKM Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Promotif Preventif MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Abdimas Sangkabira Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Molucca Medica Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JUMANTIK (Scientific Journal of Health research) Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PAMERI : Pattimura Medical Review Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada MEDULA Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI TENTANG PERAWATAN KAKI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR PANTAI Asmin, Elpira; Simanjuntak, Agnice; Pattiasina, Jurgen A; Kailola, Nathalie; Sapteno, Lidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.25837

Abstract

Infeksi kaki diabetes atau Diabetic Foot Infections adalah salah satu komplikasi utama diabetes melitus (DM) yang paling sering dijumpai. Penderita diabetes memiliki risiko 10 kali lipat lebih tinggi untuk terjadinya infeksi kulit, jaringan lunak dan  tulang.  Hal  ini terkait dengan kerentanan terhadap luka oleh karena gangguan sensibilitas dan penurunan perfusi pada tungkai. Edukasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai DM dan Infeksi kaki diabetes serta untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah lagi. Metode kegiatan edukasi yang dilakukan berupa penyuluhan disertai pembagian leaflet. Penyuluhan dan leaflet memuat materi tentang definisi DM, gejala, faktor risiko, pencegahan, penanganan serta cara perawatan luka diabetik mandiri. Masyarakat pesisir pantai di Desa Toisapu telah mengetahui tentang DM dan cara perawatan luka kaki diabetes setelah diberikan edukasi.
Monitoring Glukosa Darah Sewaktu dan Tekanan Darah Sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Sindrom Metabolik pada Masyarakat Negeri Kamal, Kabupaten Seram Bagian Barat Mus, Rosdiana; Yunita, Melda; Asmin, Elpira; Abbas, Mutmainnah; Bension, Johan; Warella, Juen Carla; Husein, Anggun Lestari; Hursepunny, Valentine; Tamalsir, Dylan
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.942

Abstract

Sindrom metabolik (MetS) merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang memerlukan perhatian serius. Kadar glukosa darah dan tekanan darah yang meningkat menjadi indikator utama sindrom metabolik sehingga pemantauan sejak dini sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih berat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining kesehatan melalui pemantauan glukosa darah sewaktu dan tekanan darah pada masyarakat Negeri Kamal, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, khususnya dengan pihak puskesmas dan pemerintah desa setempat. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah menggunakan alat digital dan metode point of care testing (POCT), serta pemberian konsultasi medis kepada peserta yang memiliki riwayat diabetes melitus dan hipertensi. Tahap evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan sebagai bentuk umpan balik untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan 52 peserta dewasa yang didominasi oleh kelompok lanjut usia dan perempuan. Mayoritas peserta memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal, namun sebesar 5,8% teridentifikasi berisiko mengalami diabetes. Sementara itu, hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan adanya peserta dengan hipertensi hingga kategori hipertensi grade 3, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini faktor risiko sindrom metabolik.
Risk Factors for Acute Respiratory Infection in Toddlers: A Case Control Study Mira Juanita; Elpira Asmin; Vebiyanti Tentua
MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease that attacks the upper and lower respiratory tract caused by bacteria and viruses. ARI is one of the causes of high morbidity and mortality in under-fives. Purposes: This study aims to determine the relationship between toddler age, immunization status, smoking habits of family members, mother's knowledge, and residential density to the incidence of ARI in the working area of ​​the Namlea Health Center in 2021 Methods: This study is a research study quantitative analysis using a case control research design. The sample in the case group was taken using the simple random sampling method and the control group was taken using the accidental sampling method. Results: the age of toddlers who were 36 months (55.2%), incomplete immunization status (46.9%), smoking habits of family members (68.8%), low maternal knowledge (30.2%), and density of bedroom occupancy (60.4%). The results showed that the OR values for each variable were age (2.896), immunization status (3.182), room occupancy density (3.355), mother's knowledge (4.308), and smoking habits of family members (3.462). Conclusions: age, immunization status, room occupancy density, mother's knowledge and smoking habits are risk factors for the incidence of ARI in the working area of the Namlea Public Health Center
Correlation between Lymphocyte Count and RT-PCR Cycle Threshold Value in Patients with Corona Virus Disease-19 at RS Pelamonia Makassar Rosdiana Mus; Sasminiarti; Mutmainnah Abbas; Elpira Asmin; Titin Agustina
MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 2 (2023): April
Publisher : MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: COVID-19 caused by Coronavirus (CoV) attacks the human respiratory system. COVID-19 as an outbreak at the end of 2019 caused deaths all over the world. Diagnosis of COVID-19 through RT-PCR and laboratory test such as lymphocyte was count. Purposes: The aims of the research is the relationship between CT values and lymphocytes. Methods: This type of observational research with a cross sectional study. The sample technique in this study is purposive sampling. The data used is secondary during the July-December 2021 period at the TK II Pelamonia Makassar Hospital. The population in this study was all Covid-19 patients at TK II Pelamonia Makassar Hospital with inclusion criteria of positive RT PCR results, aged 25-50 years and without history of autoimmune disease. The results of lymphocyte and CT values used medical record data. The sample size was 130 subjects accordance theinclussion criteria. Results: The research subjects were 130 subjects consisting of 71 (54.6%) male and 59 (45.4%) female. The mean age of the research was 37.88 years. The average of lymphocyte count is 27.95 and average of CT values is 32.30. Conclusion: There is no relationship between lymphocytes and CT values with gender and there is no significant relationship between CT values with the lymphocytes counts.
KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI KOTA AMBON, 2019 Maskat, Samsyah Rony; Titaley, Christiana R.; Asmin, Elpira; Hutagalung, Johan B.
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i1.431

Abstract

Di Indonesia, proporsi kurang energi kronik (KEK) tahun 2018 pada ibu hamil sebesar 17,3%.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kecamatan Leitimur Selatan dan Teluk Ambon, Kota Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan bulan Agustus-September 2019. Analisis regresi logistik digunakan untuk mengidentifikasi faktor yang behubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Dari 260 responden yang diwawancarai, prevalensi KEK adalah 20,8%. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian KEK adalah status anemia, paritas, dan penyedia layanan antenatal care. Odds kejadian KEK lebih tinggi pada ibu dengan anemia dibandingkan ibu yang tidak mengalami anemia (aOR=2,27; 95% CI: 1,12-3,93; p=0,022). Akan tetapi, odds kejadian KEK lebih rendah pada ibu dengan kehamilan pertama dibandingkan ibu dengan yang telah memiliki satu sampai tiga anak (aOR=0,35; 95% CI: 0,15-0,81; p=0,015) dan pada ibu yang memeriksakan kehamilan ke tenaga bidan atau perawat, dibandingkan ibu yang memeriksakan kehamilan ke tenaga dokter/spesialis (aOR=0,49; 95% CI: 0,24-0,99; p=0,050). Penelitian ini menunjukkan perlunya intervensi promosi kesehatan termasuk saat periode pre-konsepsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mengkonsumsi makanan yang variatif dengan gizi seimbang, mendorong kepatuhan minum tablet tambah besi terutama selama kehamilan sampai pemberian makanan terfotifikasi bagi masyarakat. Selain itu, diperlukan juga upaya untuk meningkatkan kemampuan seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kehamilan yang berkualitas untuk mendeteksi dini kejadian KEK, meningkatkan status gizi kehamilan, serta edukasi tentang keluarga berencana untuk merencanakan jumlah anak secara baik.
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH PADA ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI BEKAL KESELAMATAN DIRI Elpira Asmin; Rosdiana Mus; Sulfiana Sulfiana; Mutmainnah Abbas; Lidya Saptenno; Dominique Mayliana Lewedalu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.36320

Abstract

Tes golongan darah dilakukan dengan pengujian sampel darah untuk menentukan keberadaan antigen dan antibodi tertentu yang menentukan golongan darah seseorang. Golongan darah yang diketahui secara umum adalah A, B, AB dan O. Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk memeriksa golongan darah pada anak sekolah dasar sebagai bekal keselamatan diri. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di MIT Mutiara Bangsa Kota Ambon. Peserta kegiatan sebanyak 107 anak dari kelas 1 sampai kelas 6. Hasil pemeriksaan golongan darah murid yaitu terbanyak mereka bergolongan darah O  (46,88% laki-laki dan 37,21% perempuan). Sedangkan golongan darah murid paling sedikit adalah AB (3,12% laki-laki dan 11.63% perempuan). Golongan darah O dan A dominan pada murid perempuan (37.21% dan 34.88%) sedangkan murid laki-laki dominan bergolongan darah O (46,88%). Sebagian besar murid laki-laki dan perempuan memiliki golongan darah O. Manfaat mengetahui golongan darah di usia dini sangat banyak untuk keselamatan dan kesehatan di masa depan. Saran bagi petugas kesehatan di puskesmas atau tenaga kesehatan lainnya untuk dapat membuat kegiatan serupa di masyarakat.
SKRINING KESEHATAN DAN KEBERSIAHAN TELINGA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sella Nadilla; Dicky Julistyo Payung; Elisa Melinia; Della Agustin; Maghfiqih Rizqi Tri Fitrianto; Elpira Asmin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43791

Abstract

Gangguan pendengaran merupakan suatu masalah yang banyak dialami populasi global. Adanya sumbatan kotoran telinga atau serumen obsturan di Indonesia merupakan penyebab utama dari gangguan pendengaran pada sekitar 9,6 juta orang. Pengerasan serumen atau kotoran telinga ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa atau remaja. Siswa usia sekolah dasar dapat terganggu proses belajarnya apabila terdapat permasalahan di bidang THT. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeteksi gangguan telinga dini dan untuk mencegah serta menangani masalah kesehatan telinga pada anak usia sekolah dasar terkhususnya serumen obstruksi serta diharapkan para siswa lebih mengerti mengenai pentingnya kebersihan telinga. Metode penelitian yang digunakan observasional analitik. Kegiatan skrining pendengaran yang dilakukan adalah pemeriksaan telinga dan aksi langsung membersihkan telinga dengan total siswa SD yang berjumlah 234 orang dengan rentang usia 7-12 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 142 memiliki telinga yang bersih dan tanpa kelainan, 44 siswa ditemukan mengalami, dan 3 siswa lainya mengalami kelainan telinga berupa otitis media. Kasus penyumbatan akibat serumen obstruksi merupakan salah satu kondisi yang paling sering ditemukan pada anak-anak usia sekolah.
Relationship Between Elderly Perception of Posyandu Service Quality and Elderly Satisfaction Level in Air Besar Public Health Center Work Area In 2025 Mufidah Mufidah; Elpira Asmin; Genevieva E. Tanihatu; Ritha Tahitu; Grace Latuheru; Lidya B. E. Saptenno
PROMOTOR Vol. 9 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i3.1753

Abstract

Posyandu for the elderly is a community-based primary health care service aimed at improving the quality of life of the elderly through routine health monitoring, education, and basic check-ups. In the Air Besar Community Health Center working area, this program has been running, but the participation rate is still low. Of the 1,275 elderly registered, only 120 (9.4%) were recorded as utilizing this service. This low number of visits indicates the need to evaluate the elderly's perceptions of the quality of Posyandu services and their relationship with their level of satisfaction. This study aims to determine the relationship between the elderly's perceptions of service quality and their level of satisfaction. This study design was quantitative analytical with a cross-sectional approach and used a consecutive sampling technique on 98 elderly respondents. The instrument was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that the elderly's perception of service quality was in the good category. The empathy dimension had the highest correlation with satisfaction (r = 0.535), followed by assurance (r = 0.428), reliability (r = 0.420), responsiveness (r = 0.415), and tangible (r = 0.394). In conclusion, the quality of integrated health post (Posyandu) services is positively related to elderly satisfaction. Recommendations include increased promotion, personalized approaches to reach male elderly, training new cadres, and mobile Posyandu visits for elderly with physical or geographical limitations.
Pencegahan, Pengendalian Kecacingan dan Deteksi Dini Anemia Anak di Dusun Hurnaladua dan Rupaitu Negeri Tulehu Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2025 Theresia Natalia Seimahuira; Elpira Asmin; Nathalie Elischeva Kailola; Ritha Tahitu; Christiana Rialine Titaley; Josepina Mainase; Michelle Wilda Pattiwaellapia; Anggita Rumata; Tiara Dewi Prawira; Zechaniah Marciela Maelissa; Thristy Tandililing; Ayu Lestari; Siti Nur Aisyah Sehol; Mahajum Tuakia; Muhammad Uly Algiffari Hasibuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 2 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.2.99-107

Abstract

Penyakit kecacingan dan anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia dini. Kedua kondisi ini saling berkaitan karena infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan zat besi, yang berujung pada anemia. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada ibu yang memiliki anak mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit kecacingan dan anemia, serta melakukan deteksi dini anemia pada anak di Dusun Hurnaladua dan Rupaitu, Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah. Metode: Kegiatan dilakukan pada 23 September 2025 dengan sasaran 47 anak (bayi 0–11 bulan dan balita 12–59 bulan). Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan mengenai sanitasi, kebersihan diri, pencegahan infeksi kecacingan pada ibu, serta pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) menggunakan alat Hemocue. Ibu yang memiliki anak dengan anemia ringan mendapat konseling gizi, sedangkan anemia sedang–berat dirujuk ke puskesmas. Hasil: Dari 47 anak, 20 (42,55%) laki-laki dan 27 (57,45%) perempuan; 38 (80,43%) berusia 12–59 bulan. Hasil pemeriksaan menunjukkan 21 anak (44,68%) mengalami anemia ringan, dan 26 anak (55,32%) memiliki kadar Hb normal. Kegiatan edukasi memberikan informasi kepada ibu-ibu mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kesimpulan: Program edukasi, pemeriksaan anemia, dan pemberian obat cacing massal efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kecacingan dan anemia. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala untuk menurunkan prevalensi kedua penyakit ini di wilayah endemikWorm infections and anaemia remain public health issues in Indonesia, particularly among young children. These two conditions are interlinked because worm infections can interfere with iron absorption, leading to anaemia. Objective: This initiative aims to provide education and information to mothers with children regarding the prevention and control of parasitic worm infections and anaemia, as well as to conduct early detection of anaemia in children in the hamlets of Hurnaladua and Rupaitu, Tulehu Village, Central Maluku Regency. Methods: The activity was conducted on 23 September 2025, targeting 47 children (infants aged 0–11 months and toddlers aged 12–59 months). The implementation methods included health education on sanitation, personal hygiene, and the prevention of worm infections in mothers, as well as haemoglobin (Hb) level testing using the Hemocue device. Mothers with children suffering from mild anaemia received nutritional counselling, whilst those with moderate–severe anaemia were referred to the community health centre. Results: Of the 47 children, 20 (42.55%) were male and 27 (57.45%) were female; 38 (80.43%) were aged 12–59 months. The examination results showed that 21 children (44.68%) had mild anaemia, and 26 children (55.32%) had normal Hb levels. The educational activities provided information to mothers regarding clean and healthy living practices, as well as the importance of regular health check-ups. Conclusion: The educational programme, anaemia screening, and mass deworming were effective in raising community awareness of the importance of preventing intestinal worm infections and anaemia. Similar activities need to be carried out periodically to reduce the prevalence of these two diseases in endemic areas.
Upaya Pencegahan Rabies pada Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi Edukasi Di Tawiri Laha, Ambon Asmin, Elpira; Adreansyah, Ikbar; Muliati, Muliati; Makasale, Ariel Sousii
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1098

Abstract

Rabies atau disebut juga penyakit anjing gila merupakan penyakit zoonosis yang menginfeksi susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Rhabdoviridae, genus Lyssavirus. Data dari WHO memperkirakan bahwa rabies menyebabkan sekitar 55.000 kematian manusia setiap tahunnya, di mana lebih dari 99% kasus disebabkan oleh gigitan anjing yang telah terinfeksi virus rabies. Edukasi yang dilakukan oleh Dokter Muda pada kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan rabies untuk menurukan angka kejadian rabies. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan sosialisasi menggunakan media powerpoint terhadap 108 jemaat gereja Palungan Kasih. Hasil dari penyuluhan yang dilakukanadalah mendapat respon yang baik dari masyarakat disekitar yang di tandai dengan peserta yang antusias hingga selesai kegiatan penyuluhan tentang bahaya rabies. Adanya penyuluhan atau KIE (komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang dilakukan untuk dapat menambah wawasan masyarakat tentang bahaya rabies. Diharapkan juga segala elemen masyarakat menggerakan hatinya untuk berjuang bersama dalam mengurangi rabies.
Co-Authors Abbas, Mutmainnah Abdullah, Mujahidah Rofifah Adreansyah, Ikbar Agung Sutiono Pontoh Aldo Evan Wijaya Alessandra F. Saija Ali Dabutar, Prezto Simon Amanda Gracia Manuputty Amanupunjjo, Graily Andris Noya Anggita Rumata Anugrah P.M.D. Kamoda Arif Anwar Armando Salulinggi Asni Asni Astina Astina ASTUTI, EKA Astuty, Eka Awan, Razana Ayu Betzia Mangosa Ayu Lestari AYU LESTARI Bandjar, Fitri Kadarsih Bandjar, Fitri Kardasih Bension, Johan Bertha J. Que Bertha Jean Que Bugis, Riansyah Bunga, Yeheskiel Holoaino Christiana R Titaley Christiana R Titaley Christiana R. Titaley Christiana Rialine Titaley de Lima, Filda V.I. de Lima, Filda Vionita Irene Della Agustin Dewi Aryanti M. Rusdin Dicky Julistyo Payung Djoko, Sri Wahyuni Djuhastidar Tando, Yudhie Dominique Mayliana Lewedalu Dylan Tamalsir Eka Astuti Eka Astuty Eka Astuty Elisa Melinia Ericka Mohty Septania Sely Erlin Kiriwenno Esmeraldine, Genevieva Fadila Maradjabessy, Nurul Farah Christina Noya Filda de Lima Genevieva E. Tanihatu Gofu, Neils Grace Latuheru Halidah Rahawarin Halidah Rahawarin Haq Hataul, Is Asma'ul Hasibuan, Andrian Bayo Arif Hataul, Is Asma’ul Haq Hetharie, Yitkel Hursepunny, Valentine Husein, Anggun Lestari Hutagalung, Johan B. Iman Haryana Imanuel Kilay, Levinus Thos Indrawanti Kusadhiani Intania Riska Putrie, Intania Riska Irwan Irwan Irwan Jekris Ens Luturmas Johan B. Hutagalung Johan Bension Johan Bension Hutagalung Josepina Mainase Josepina Mainase Joshua Jonatan Gonidjaya Juniler Rumahloine Kailola, Nathalie Kailola, Nathalie E Komul, Shiela Latuconsina, Vina Z Latuheru, Grace Latumanase, Jossy Emillio Junior Leatemia, Vanessa Leunupun, Delsony Gerson Lidya B. E. Saptenno Lidya Saptenno Lidya Saptenno Maghfiqih Rizqi Tri Fitrianto Mahajum Tuakia Mahusein Tuharea Mailera, Damara Herlis Mailoa, Joice Mainase, Josepina Makasale, Ariel Sousii Maria Nindatu Maskat, Samsyah Rony Meilisa Meita Kusdianto Melda Yunita Metekohy, Meilani Michelle Wilda Pattiwaellapia Mira Juanita Mira Juanita Mufidah Mufidah Muhammad Uly Algiffari Hasibuan Muhammad Zaid Wakano Mujahidah Rofifah Abdullah Muliati Muliati, Muliati Mus, Rosdiana Mutmainnah Abbas Nahumarury, Salmin Nathalie E Kailola Nathalie E. Kailola Nathalie Elischeva Kailola Nathalie Kailola Noija, Stazia Noya, Farah C Nurdin, Muhammad Akbar Nurdin, Sukmawati Octovina Toressy Octovina Toressy Oei, Marcietta Ohiwal, Morgan Pangestu, Juan Felix Pati, Diva Diah Pattiasina, Jurgen A Pelupessy, Thesia Rachmawati Dwi Agustin Rahanra, Sartika Riry Rahawarin, Halidah Raihan Alfisahrin Safran Ramla, Razita Resnawaldi, Arlen Rizki Ayu Roni, Syamsah Samsyah Rony Maskat Santi Aprilian Lestaluhu Sapteno, Lidya Sari Kistiana Sasminiarti Seimahuira, Theresia Sella Nadilla Shania Fanty Anggrek Siahaya, Presli Glovrig Simanjuntak, Agnice Siti Nur Aisyah Sehol Soumena, Rifah Zafarani Suay Anabella Wattimena Sukmawati, Sukmawati Sukmawaty, Eka Sulfiana Sulfiana SULFIANA, SULFIANA Sulfiani, Sulfiani Syamsah Roni Tahitu, Ritha Tamalsir, Dylan Tanamal, Rita Taufik Zuneldi Theresia Natalia Seimahuira Thesia Eflien Pelupessy Thesia Pelupessy Thristy Tandililing Tiara Dewi Prawira Titaley, Christiana R. Titaley, Christiana Rialine Titin Agustina Titin Agustina Tobing, Rezki Toding Allo Vebiyanti Tentua Vebiyanti Tentua Vina Z. Latuconsina Warella, Juen Carla Widya Putri Ramadhani Yanti Pesurnay Zechaniah Marciela Maelissa Zuneldi, Taufik