Claim Missing Document
Check
Articles

Risk Factors Associated with Hypertension Among Adults Aged 19-64 Years in Ohoijang Watdek, Southeast Maluku Rahanra, Sartika Riry; Asmin, Elpira; Irwan; Kailola, Nathalie; Haq Hataul, Is Asma'ul
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 8 No. 2 (2025): Vol 8, No 2, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v8i2.334

Abstract

Hypertension is a serious condition that increases the risk of cardiovascular diseases such as coronary heart disease, heart failure, stroke, kidney failure, and other complications. This study aimed to identify risk factors associated with hypertension in the working area of the Ohoijang Watdek Public Health Center. A quantitative analytic method with a cross-sectional design was used. A total of 127 respondents aged 19–64 years, selected through convenience sampling, participated in the study. Univariate analysis described respondents' characteristics, and chi-square tests examined associations between variables. Most respondents had stage 1 hypertension (32.3%), were aged 36–45 (29.9%), female (59.1%), non-smokers (62.2%), non-alcohol consumers (73.2%), had type 1 obesity (26%), and engaged in moderate physical activity (35.4%). Significant associations were found between hypertension and age (p=0.001; r=0.402), family history (p=0.028; r=0.195), smoking (p=0.014; r=0.217), alcohol consumption (p=0.012; r=0.224), and physical activity (p=0.002; r=0.320). Gender (p=0.256) and nutritional status (p=0.440) showed no significant relationship. The study concludes that age, family history, smoking, alcohol consumption, and physical activity are significantly associated with hypertension, while gender and nutritional status are not.
Edukasi Pencegahan Digital Eye Strain dan Pemeriksaan Visus pada Remaja Imanuel Kilay, Levinus Thos; Ali Dabutar, Prezto Simon; Komul, Shiela; Fadila Maradjabessy, Nurul; Asmin, Elpira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22839

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan remaja semakin sering menggunakan perangkat elektronik, sehingga berisiko mengalami digital eye strain (DES) dan gangguan visus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan DES serta mendeteksi dini gangguan penglihatan melalui pemeriksaan visus. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 2 Ambon pada tanggal 10 September 2025 dengan melibatkan 84 siswa berusia 14–17 tahun. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui presentasi interaktif, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet, disertai pemeriksaan visus menggunakan Snellen chart. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai gejala, penyebab, serta langkah pencegahan DES, termasuk penerapan aturan 20-20-20 dan menjaga jarak pandang aman terhadap layar. Pemeriksaan visus menemukan 21 siswa mengalami penurunan ketajaman penglihatan, terutama kesulitan melihat jauh (miopia) yang sebelumnya tidak pernah diperiksakan ke fasilitas kesehatan. Edukasi yang dipadukan dengan pemeriksaan visus terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kesadaran, tetapi juga mendeteksi kasus gangguan refraksi sejak dini. Kegiatan edukasi kesehatan mata berbasis tatap muka yang disertai pemeriksaan visus merupakan strategi komprehensif untuk mencegah dampak jangka panjang penggunaan perangkat digital pada remaja. Peran sekolah dan orang tua sangat penting dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan, mengawasi penggunaan gadget, serta mendorong pemeriksaan mata lanjutan ke fasilitas kesehatan. Kata Kunci: Digital Eye Strain, Pemeriksaan Visus, Edukasi, Remaja  ABSTRACT The rapid development of digital technology has led teenagers to use electronic devices more frequently, increasing the risk of digital eye strain (DES) and visual disturbances. This study aims to enhance adolescents’ knowledge about DES prevention and to enable early detection of visual impairments through vision screening. The activity was conducted at SMK Negeri 2 Ambon on September 10, 2025, involving 84 students aged 14–17 years. The methods included health education through interactive presentations, group discussions, and leaflet distribution, combined with vision screening using a Snellen chart. The results showed an improvement in students understanding of the symptoms, causes, and preventive measures of DES, including the application of the 20-20-20 rule and maintaining a safe viewing distance from screens. Vision screening revealed that 21 students experienced decreased visual acuity, particularly difficulty seeing at a distance (myopia), which had not previously been examined at health facilities. Health education combined with vision screening proved effective not only in raising awareness but also in detecting refractive disorders at an early stage. In conclusion, face-to-face eye health education accompanied by vision screening is a comprehensive strategy to prevent the long-term impacts of digital device use among adolescents. The role of schools and parents is crucial in following up the screening results, supervising gadget use, and encouraging further eye examinations at healthcare facilities. Keywords: Digital Eye Strain, Visual Acuity Examination, Education, Adolescents
Socioeconomic Factors and The Use of Traditional Medicine in East Seram, Maluku Tahitu, Ritha; Asmin, Elpira; Titaley, Christiana Rialine; Malakauseya, Maxwell Landri Vers; Malawat, Healdatia R.; Wael, Bela M.; Pormes, Debora; Rahmadani, Gita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i2.25689

Abstract

Although modern medicine continues to develop, traditional medicine is still widely used in various parts of Indonesia, including the natural resource-rich Maluku Province. Socioeconomic conditions are thought to influence people’s dependence on traditional healing practices. This study aimed to analyze the relationship between socioeconomic status and the use of traditional medicine in East Seram District (ESD), Maluku Province. A cross-sectional household health survey was conducted in September-December 2023 among 253 respondents aged 18-65 years in eastern Seram Island. A quantitative-descriptive approach was used with structured interviews and multivariate logistic regression analysis. A total of 45.8% of respondents reported using traditional medicine, especially herbal concoctions. Individuals who do not pay for health insurance membership tend to use traditional medicine (aOR=2.87, 95% CI: 1.66-5.00, p<0.001). Similarly, respondents with low educational attainment (aOR=1.71, 95% CI: 1.00–2.92, p= 0.048) were more likely to use traditional medicine. These results suggest the importance of socioeconomic factors in the use of traditional medicine. Health promotion strategies need to be adapted to the local and cultural context to encourage rational and safe utilization of traditional medicine.
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN POLA PENYAKIT PADA NELAYAN TRADISIONAL DI DESA LATUHALAT KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON TAHUN 2023 Latumanase, Jossy Emillio Junior; Kailola, Nathalie E; Asmin, Elpira; Latuconsina, Vina Z
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.97

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara maritim yang Sebagian besar luas wilayahnya adalah perairan. Dengan demikian Sebagian besar masyarakat yang tinggal di pesisir pantai bekerja sebagai nelayan. Pekerjaan sebagai nelayan memiliki berbagai macam risiko mulai dari kecelakan akibat kerja hingga terpapar suatu penyakit akibat bekerja. penggunaan alat pelindung diri (APD) masih kurang digunakan oleh nelayan saat bekerja yang menjadi salah satu faktor utama sehingga terjadinya kecelakaan maupun terpapar suatu penyakit. Pola penyakit yang dihadapi oleh nelayan tradisional mulai dari gangguan mata, gangguan pendengaran hingga gangguan kulit, gigitan hewan atau biota yang ada di laut, lamanya bekerja di lautan dang kurangnya kesadaran penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi penggunaan alat pelindung diri dan hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan pola penyakit pada nelayan tradisional di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon tahun 2023, dengan desain penelitian cross sectional dan metode analitik observasional. Penelitian ini dilakukan pada nelayan tradisional di pesisir Pulau Ambon Kecamatan Nusaniwe, pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan total sampel 90 responden. Data diambil menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Hasil yang didapatkan menunjukan persentase pada nelayan tradisional kota Ambon Kecamatan Nusaniwe pola penyakit yang sering menyerang nelayan adalah dermatitis kontak dan vulnus/luka (85,6%) Persentase lainnya yaitu dari variabel penggunaan alat pelindung diri (APD), nelayan sering memakai APD kepala berupa topi (64,4%), diikuti oleh kacamata (46,7%). Ada hubungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan pola penyakit pada nelayan tradisional. Disarankan nelayan harus patuh menggunakan alat pelindung diri guna unutk mencegah dari paparan penyakit,kecacatan hingga kematian.
PERSONAL HYGIENE REMAJA DALAM PENCEGAHAN FLUOR ALBUS PATOLOGIS Leatemia, Vanessa; Asmin, Elpira; Resnawaldi, Arlen
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.119

Abstract

Data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan remaja putri yang rentan mengalami keputihan adalah 31,8%. Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu 30,8%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, keterpaparan informasi dan peran ibu dengan perilaku personal hygiene remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April 2022. Jumlah sampel sebanyak 181 responden menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian ditemukan remaja memiliki perilaku personal hygiene yang baik (69%), namun memiliki pengetahuan yang kurang (53,6%). Remaja mendapat informasi tentang fluor albus dari media massa dan orang lain (51,4%) serta tidak mendapatkan informasi atau dukungan dari ibu (51,9%). Simpulan penelitian adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahun dan keterpaparan informasi dengan personal hygiene remaja sedangkan peran ibu berhubungan dengan personal hygiene remaja.
Skrining Gangguan Kesehatan Mental pada Masyarakat Pesisir di Kota Tual Latuheru, Grace; Asmin, Elpira; Noya, Farah C; Warella, Juen Carla; Yunita, Melda; Mus, Rosdiana; Sulfiana, Sulfiana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15644

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental menjadi salah satu perhatian masyarakat baik secara nasional maupun global akhir-akhir ini. Menurut data dari Riskesdas  tahun 2018 bahwa lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi. Sementara itu, di Maluku Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Maluku melaporkan merawat 9.637 pasien gangguan jiwa pada tahun 2023. Individu dikatakan sehat secara mental jika ia terbebas dari berbagai gejala gangguan mental. Hal tersebut dapat diketahui melalui skrining gangguan mental. Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan skrining gangguan kesehatan mental pada masyarakat kota Tual. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability propotional to size dengan jumlah responden sebanyak 153 responden. Instrumen yang digunakan adalah Self Reporting Quetionare-20 (SRQ-20). Penelitian ini dilakukan selama bulan Oktober 2023 di Gugus Pulau Kei yaitu Kota Tual. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami masalah penurunan energi dengan gejala dominan yaitu sering merasa sakit kepala (41,83%), merasa sulit tidur (38,56%), merasa mudah lelah (28,76%), tidak memiliki napsu makan (24,84%) dan merasa tegang, dan merasa cemas atau kuatir (20,92%). Masalah yang ditemukan pada responden ialah penurunan energi dan kecemasan. Perlu peningkatan fungsi layanan kesehatan mental di setiap puskesmas. Selain itu psikoedukasi terkait kesehatan mental dapat dilaksanakan secara rutin sebagai Upaya peningkatan kesadaran serta peningkatan pemahaman menjaga Kesehatan mental. Kata Kunci: Skrining Kesehatan Mental, Gangguan Kesehatan Mental  ABSTRACT Mental health is currently one of the significant concerns of society both nationally and globally. According to Basic Health Research (RISKESDAS) data from 2018, more than 19 million adults over the age of fifteen have emotional mental problems, and over 12 million have depression. Furthermore, statistics from the Maluku Regional Special Hospital (RSKD) indicates that by 2023, it will have attended to 9,637 people with mental illnesses. An individual is said to be mentally healthy if he is free from various symptoms of mental disorders. This can be known through screening for mental disorders. This study aimed to detect mental health problems in the people of Tual City early. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. One hundred and fifty-three (153) respondents consented to the interview using the Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) during October 2023 in the Kei Island Cluster, Tual City. The mental health assessment revealed that respondents experienced problems with decreased energy, with the dominant symptoms being frequent headaches (41.83%), difficulty sleeping (38.56%), feeling tired quickly (28.76%), loss of appetite (24.84%) and feeling tense, anxious or worried (20.92%). The problems found in respondents were decreased energy and anxiety that required further treatment. Enhancing the smooth running of mental health services in every Community Health Center (Puskesmas) is a critical task. Mental health counselling and education can be carried out regularly to increase public awareness and understanding of mental health. Keywords:  Early Detection, Mental Health, Anxiety, Decreased Energy
EDUKASI TENTANG PERAWATAN KAKI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR PANTAI Asmin, Elpira; Simanjuntak, Agnice; Pattiasina, Jurgen A; Kailola, Nathalie; Sapteno, Lidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.25837

Abstract

Infeksi kaki diabetes atau Diabetic Foot Infections adalah salah satu komplikasi utama diabetes melitus (DM) yang paling sering dijumpai. Penderita diabetes memiliki risiko 10 kali lipat lebih tinggi untuk terjadinya infeksi kulit, jaringan lunak dan  tulang.  Hal  ini terkait dengan kerentanan terhadap luka oleh karena gangguan sensibilitas dan penurunan perfusi pada tungkai. Edukasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai DM dan Infeksi kaki diabetes serta untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah lagi. Metode kegiatan edukasi yang dilakukan berupa penyuluhan disertai pembagian leaflet. Penyuluhan dan leaflet memuat materi tentang definisi DM, gejala, faktor risiko, pencegahan, penanganan serta cara perawatan luka diabetik mandiri. Masyarakat pesisir pantai di Desa Toisapu telah mengetahui tentang DM dan cara perawatan luka kaki diabetes setelah diberikan edukasi.
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH PADA ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI BEKAL KESELAMATAN DIRI Asmin, Elpira; Mus, Rosdiana; Sulfiana, Sulfiana; Abbas, Mutmainnah; Saptenno, Lidya; Dominique Mayliana Lewedalu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.36320

Abstract

Tes golongan darah dilakukan dengan pengujian sampel darah untuk menentukan keberadaan antigen dan antibodi tertentu yang menentukan golongan darah seseorang. Golongan darah yang diketahui secara umum adalah A, B, AB dan O. Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk memeriksa golongan darah pada anak sekolah dasar sebagai bekal keselamatan diri. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di MIT Mutiara Bangsa Kota Ambon. Peserta kegiatan sebanyak 107 anak dari kelas 1 sampai kelas 6. Hasil pemeriksaan golongan darah murid yaitu terbanyak mereka bergolongan darah O  (46,88% laki-laki dan 37,21% perempuan). Sedangkan golongan darah murid paling sedikit adalah AB (3,12% laki-laki dan 11.63% perempuan). Golongan darah O dan A dominan pada murid perempuan (37.21% dan 34.88%) sedangkan murid laki-laki dominan bergolongan darah O (46,88%). Sebagian besar murid laki-laki dan perempuan memiliki golongan darah O. Manfaat mengetahui golongan darah di usia dini sangat banyak untuk keselamatan dan kesehatan di masa depan. Saran bagi petugas kesehatan di puskesmas atau tenaga kesehatan lainnya untuk dapat membuat kegiatan serupa di masyarakat.
SKRINING KESEHATAN DAN KEBERSIAHAN TELINGA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nadilla, Sella; Payung, Dicky Julistyo; Melinia, Elisa; Agustin, Della; Fitrianto, Maghfiqih Rizqi Tri; Asmin, Elpira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43791

Abstract

Gangguan pendengaran merupakan suatu masalah yang banyak dialami populasi global. Adanya sumbatan kotoran telinga atau serumen obsturan di Indonesia merupakan penyebab utama dari gangguan pendengaran pada sekitar 9,6 juta orang. Pengerasan serumen atau kotoran telinga ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa atau remaja. Siswa usia sekolah dasar dapat terganggu proses belajarnya apabila terdapat permasalahan di bidang THT. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeteksi gangguan telinga dini dan untuk mencegah serta menangani masalah kesehatan telinga pada anak usia sekolah dasar terkhususnya serumen obstruksi serta diharapkan para siswa lebih mengerti mengenai pentingnya kebersihan telinga. Metode penelitian yang digunakan observasional analitik. Kegiatan skrining pendengaran yang dilakukan adalah pemeriksaan telinga dan aksi langsung membersihkan telinga dengan total siswa SD yang berjumlah 234 orang dengan rentang usia 7-12 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 142 memiliki telinga yang bersih dan tanpa kelainan, 44 siswa ditemukan mengalami, dan 3 siswa lainya mengalami kelainan telinga berupa otitis media. Kasus penyumbatan akibat serumen obstruksi merupakan salah satu kondisi yang paling sering ditemukan pada anak-anak usia sekolah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tutukembong, Tanimbar Jekris Ens Luturmas; Haryana, Iman; Josepina Mainase; Elpira Asmin; Irwan, Irwan
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5488

Abstract

Hypertension is one of the most common diseases among adults and a leading cause of morbidity. This condition makes hypertension a significant health challenge in various countries, including Indonesia. Medication adherence is crucial for hypertensive patients in controlling their blood pressure. Research suggests that medication adherence can be influenced by a person's knowledge. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of hypertension patients and compliance in taking medication in hypertension patients at the Tutukembong Community Health Center, Tanimbar Islands Regency. This research is an analytical observational study using quantitative methods with a cross-sectional approach. The sample in this study consisted of 97 individuals (hypertension patients), selected using a purposive sampling technique. Test Chi-Square generate valuep0.036, while the contingency coefficient showed a figure of 0.253. These findings indicate a significant relationship with low strength between the level of knowledge and compliance in taking medication in hypertension patients at the Tutukembong Community Health Center, Tanimbar Islands Regency. There is a significant but weak relationship between the level of knowledge of hypertension patients and compliance with taking medication in hypertension patients at the Tutukembong Community Health Center, Tanimbar Islands Regency. These results indicate that increasing knowledge alone is not enough; other approaches such as motivation, family support, regular monitoring, and other factors are needed to improve compliance in hypertensive patients.
Co-Authors Abbas, Mutmainnah Abdullah, Mujahidah Rofifah Adreansyah, Ikbar Agung Sutiono Pontoh Agustin, Della Aldo Evan Wijaya Alessandra F. Saija Ali Dabutar, Prezto Simon Amanda Gracia Manuputty Amanupunjjo, Graily Andris Noya Anugrah P.M.D. Kamoda Ardianto, Anggih Cipta Arif Anwar Armando Salulinggi Asni Asni Astina Astina ASTUTI, EKA Astuty, Eka Awan, Razana Ayu Betzia Mangosa AYU LESTARI Ayu, Rizki Bandjar, Fitri Kadarsih Bandjar, Fitri Kardasih Bertha J. Que Bertha Jean Que Bugis, Riansyah Bunga, Yeheskiel Holoaino Christiana R Titaley Christiana R Titaley Christiana R. Titaley Christiana Rialine Titaley de Lima, Filda V.I. de Lima, Filda Vionita Irene Dewi Aryanti M. Rusdin Djoko, Sri Wahyuni Djuhastidar Tando, Yudhie Dominique Mayliana Lewedalu Dylan Tamalsir Eka Astuti Eka Astuty Eka Astuty Ericka Mohty Septania Sely Erlin Kiriwenno Erlin Kiriwenno Esmeraldine, Genevieva Fadila Maradjabessy, Nurul Farah Christina Noya Filda de Lima Fitrianto, Maghfiqih Rizqi Tri Gofu, Neils Halidah Rahawarin Halidah Rahawarin Haq Hataul, Is Asma'ul Haryana, Iman Hasibuan, Andrian Bayo Arif Hataul, Is Asma’ul Haq Hetharie, Yitkel Hutagalung, Johan B. Imanuel Kilay, Levinus Thos Indrawanti Kusadhiani Intania Riska Putrie, Intania Riska Irwan Irwan Irwan Jekris Ens Luturmas Johan B. Hutagalung Johan Bension Johan Bension Hutagalung Josepina Mainase Josepina Mainase Josepina Mainase Joshua Jonatan Gonidjaya Juniler Rumahloine Kailola, Nathalie Kailola, Nathalie E Komul, Shiela Latuconsina, Vina Z Latuheru, Grace Latumanase, Jossy Emillio Junior Leatemia, Vanessa Leunupun, Delsony Gerson Lidya Saptenno Mahusein Tuharea Mailera, Damara Herlis Mailoa, Joice Mainase, Josepina Makasale, Ariel Sousii Malakauseya, Maxwell Landri Vers Malawat, Healdatia R. Maria Nindatu Maskat, Samsyah Rony Meilisa Meita Kusdianto Melda Yunita Melinia, Elisa Metekohy, Meilani Mira Juanita Muhammad Zaid Wakano Mujahidah Rofifah Abdullah Muliati Muliati, Muliati Mus, Rosdiana Mutmainnah Abbas Nadilla, Sella Nahumarury, Salmin Nathalie E Kailola Nathalie E. Kailola Nathalie Kailola Noija, Stazia Noya, Farah C Nurdin, Muhammad Akbar Nurdin, Sukmawati Octovina Toressy Octovina Toressy Oei, Marcietta Ohiwal, Morgan Pangestu, Juan Felix Pati, Diva Diah Pattiasina, Jurgen A Payung, Dicky Julistyo Pelupessy, Thesia Pormes, Debora Rachmawati Dwi Agustin Rahanra, Sartika Riry Rahawarin, Haikal Eko F Rahawarin, Halidah Rahmadani, Gita Ramla, Razita Ratu, Ricky N.D.C Ratu1 Resnawaldi, Arlen Roni, Syamsah Safran, Raihan Alfisahrin Samsyah Rony Maskat Santi Aprilian Lestaluhu Saptenno, Lidya Sapteno, Lidya Sara, Liyani S. Sari Kistiana Seimahuira, Theresia Shania Fanty Anggrek Siahaya, Presli Glovrig Simanjuntak, Agnice Soumena, Rifah Zafarani Suay Anabella Wattimena Sukmawati, Sukmawati Sukmawaty, Eka SULFIANA, SULFIANA Sulfiani, Sulfiani Syamsah Roni Tahitu, Ritha Tanamal, Rita Tando, Yudhie D. Taufik Zuneldi Thesia Eflien Pelupessy Thesia Pelupessy Titaley, Christiana R. Titaley, Christiana Rialine Titin Agustina Tobing, Rezki Toding Allo Tuharea, Mahusein van Affelen, Zadrach Vebiyanti Tentua Vina Z. Latuconsina Wael, Bela M. Warella, Juen Carla Widya Putri Ramadhani Wulandari, Puput Yanti Pesurnay Zawawi, Wa Ode Meutya Zuneldi, Taufik