Claim Missing Document
Check
Articles

Health Beliefs and Skills for Early Detection of Dengue Hemorrhagic Fever in Adolescents Muhamad Jauhar; Dewi Hartinah; Fitriana Kartikasari; Ilham Syarochman Putra
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 21 No. 1 (2025): NJK Volume 21, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v21i1.222

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a public health threat, especially in tropical countries like Indonesia. The increase in morbidity and mortality rates due to dengue fever, especially in the adolescent group, indicates that this problem needs more attention. This is due to a lack of health confidence and early detection skills for dengue fever. Teenagers, families, communities, and even countries feel the burden of disease. The research aims to analyze the relationship between health beliefs and early dengue detection skills in adolescents. The research design uses correlation analysis with a cross-sectional approach. Variable independent, namely Health beliefs, and variable dependent, namely early detection of dengue fever skills. The research was conducted at a state high school in Jepara Regency in January 2025. The research sample was 93 students selected using a purposive sampling technique based on predetermined criteria. Data analysis used the chi-square test. The results of the study showed that there was a statistically significant relationship between health beliefs in the dimensions of perceived vulnerability (p=0.048), perceived severity (p=0.025), perceived benefits (p=0.028), cues to action (p=0.020) and self-efficacy (p=0.002). However, there was no statistically significant relationship on the dimension of perceived barriers (p=0.467). Health beliefs related to early detection skills. There needs to be a collaboration between schools and community health centres in making efforts to prevent dengue fever by increasing health confidence and early dengue detection skills in students.
Faktor yang Mempengaruhi Periode Penyapihan Ventilator Pasien Post OP Laparotomi di Ruang ICU Muttaqim, M; Hartinah, Dewi; Masithoh, Anny Rosiana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus laparotomi di Indonesia merupakan kasus bedah 3 besar. Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 28 Juni 2024 di dapatkan data pasien yang menjalani operasi laparotomi dari bulan Januari 2024 sampai bulan Juni 2024 sebanyak 32 pasien yang menggunakan ventilator. Berdasarkan catatan rekam medis pasien terdapat 3 pasien menggunakan ventilator selama 5-7 hari, 5 pasien menggunakan ventilator selama 3-5 hari dan 17 pasien menggunakan ventilator selama 2 - 3 hari dan 3 pasien mengunakan ventilator selama 3 jam. Tujuan Penelitian adalah menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi periode penyapihan venbtilator pasien pos op laparotomi di ruang ICU. Metode Penelitian : Jenis penelitian menggunakan desain penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien post op laparotomy yang menggunakan ventilator yang telah di rawat di ruang ICU. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 79 responden, sampel di ambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji statistic Chi Square dan Fisher’s Exact test. Hasil penelitian menunjukkan dari 79 responden post op laparotomy di ruang ICU, didapatkan hasil hubungan yang signifikan hanya usia dengan lama penggunaan ventilator sebesar 0,017 (>0.005), sedangkan untuk faktor lainnya tidak ada hubungan yang signifikan terhadap lema penggunaan ventilator pada pasien post op laparotomy di ruang ICU. Kesimpulan, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, diagnose medis dan penyakit penyerta dengan lama penggunaan ventilator pada psien post op laparotomy di ruang ICU.
Asuhan Keperawatan pada Nn. A dengan Kasus Acute Myeloid Leukimia di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Putri, Aristya Vika Aprilia; Hartinah, Dewi; Rusnoto, R
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leukemia Myeloid Akut (AML) adalah salah satu jenis kanker darah yang ditandai dengan proliferasi sel myeloid yang tidak normal di sumsum tulang, sehingga dapat mengganggu produksi sel darah normal dan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Di Indonesia, AML merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker darah, terutama pada pria dewasa. Penulisan ini bertujuan untuk mendokumentasikan asuhan keperawatan secara komprehensif pada pasien AML di Ruang Fresia RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, meliputi proses pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan proses keperawatan lima langkah, berdasarkan pengumpulan data primer dan sekunder dari pasien, keluarga dan rekam medis. Didapatkan data pasien mengalami nyeri, kelelahan dan gangguan pernafasan. Diagnosa keperawatan yang muncul antara lain intoleransi aktivitas, gangguan pertukaran gas, risiko perdarahan. Intervensi keperawatan fokus pada manajemen energi farmakologis dan nonfarmakologis, termasuk kegiatan pengajaran secara bertahap. Evaluasi menunjukkan perbaikan subjektif dalam kenyamanan pasien. Asuhan keperawatan yang tepat dan terpadu sangat penting dalam menunjang proses penyembuhan pasien AML. Intervensi nonfarmakologis seperti berlatih beraktivitas secara bertahap dapat menjadi alternatif yang efektif untuk manajemen energi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Post Orif Fraktur Neck Femur Aziz, Muhammad Nur; Siswanti, Heny; Hartinah, Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur femur adalah kondisi di mana tulang femur tidak lagi utuh. Secara klinis, fraktur femur dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fraktur terbuka yang melibatkan kerusakan pada jaringan lunak seperti otot, kulit, saraf, dan pembuluh darah, serta fraktur tertutup yang biasanya disebabkan oleh cedera langsung pada femur Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana penerapan Asuhan Keperawatan secara komprehensif pada pasien dengan Post Orif Fraktur Neck Femur di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan metode Wawancara, Observasi, Dokumentasi, Studi Keperawatan. Hasil pengkajian menggambarkan perlunya implementasi manajemen nyeri, latihan ROM, edukasi pasien dan keluarga, serta perawatan luka dengan teknik steril untuk menurunkan intensitas nyeri dan mencegah komplikasi infeksi. Hasil pengkajian pasien setelah dilakukan perawatan secara efektif menunjukkan adanya perbaikan kondisi fisik dan psikologis pasien secara bertahap.
Asuhan Keperawatan pada Tn. E dengan Post Operasi Cholesystectomy Hari ke 2 di Ruang Kana RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Asna, Lutfi Yuhan; Siswanti, Henny; Hartinah, Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cholangitis merupakan sebuah keadaan di mana infeksi terjadi pada saluran empedu. Saluran empedu memiliki fungsi penting dalam mengalirkan cairan empedu dari hati menuju usus dan kantong empedu. Penyebab utama dari kolangitis adalah bakteri. Keadaan ini biasanya muncul ketika saluran empedu terhalang oleh berbagai hal, seperti batu empedu atau tumor. Infeksi yang mengarah pada kondisi ini juga berpotensi menyebar ke hati. Secara umum, cholangitis dapat dikenali melalui gejala demam, mual, dan nyeri di bagian atas perut atas sebelah kanan. Tujuan: untuk mendokumentasikan proses asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi cholesystectomy hari ke 2 Di Ruang Kana RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Metode: Kasus ini menggunakan metode proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Hasil: Dari pengkajian terhadap klien didapatkan 3 diagnosa yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pecedera fisik, resiko infeksi dibuktikan dengan efek procedure invasive, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan progam pembatas gerak Setelah dilakukan Asuhan Keperawatan sesuai intervensi dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi sebagian. Kesimpulan: Dalam melakukan asuhan keperawatan ini kerja sama yang baik dengan pasien dan tim medis diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan.
Hubungan Periode Sakit, Spiritualitas, dan Efikasi Diri dengan Fatigue Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Juwana Kabupaten Pati Fatmawati, Diah; Lestari, Diana Tri; Hartinah, Dewi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.384

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat gangguan produksi insulin yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu masalah yang sering dialami penderita adalah fatigue dimana penderita merasa cepat lelah. Fatigue disebabkan oleh perubahan metabolisme energi yang dapat menurunkan produksi ATP sehingga menyebabkan beberapa faktor seperti periode sakit, spiritualitas dan efikasi diri. Periode sakit yang lama dapat menyebabkan gula darah tidak stabil, gangguan tidur dan penurunan energi. Spiritualitas membantu penderita menerima penyakitnya, mengurangi stres dan meningkatkan motivasi diri. Sedangkan efikasi diri dapat membantu penderita lebih percaya diri dalam mengelola penyakitnya sehingga dapat mengurangi fatigue. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara periode sakit, spiritualitas.dan efikasi diri dengan fatigue pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di bulan Mei 2025 menggunakan rumus slovin didapatkan sampel berjumlah 67 responden teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi adalah penderita diabetes melitus tipe 2 ≥18 tahun sedangkan kriteria eksklusi adalah penderita yang dengan komplikasi akut dan mengalami gangguan kognitif yang memengaruhi kemampuan memberikan jawaban kuesioner secara mandiri. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang periode sakit, spiritualitas menggunakan Spiritual-Self CarePractice Scale (SSCPS) dan efikasi diri menggunakan The Diabetes Management Self Efficacy Scale for tipe 2 DM (DMSES) dengan fatigue menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS) pada variabel dependen yaitu fatigue dan variabel independent yaitu periode sakit, spiritualitas dan efikasi diri. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil penelitian memiliki hubungan yang signifikan dengan fatigue, periode sakit memiliki hubungan yang lemah (r= -0,355, p= 0,003), sedangkan spiritualitas (r= -0,277, p= 0,023), kemudian efikasi diri (r= -0,292, p= 0,016). Puskesmas dapat memperhatikan aspek spiritualitas, dan efikasi diri dalam penanganan fatigue pada penderita diabetes melitus tipe 2.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA PURWOGONDO KALINYAMATAN Indah Ayu Sundari; Dewi Hartinah; Edi Wibowo
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1601

Abstract

This study aims to identify personal hygiene in housewives; identify the incidence of vaginal discharge in housewives; and analyze the relationship between personal hygiene and the incidence of vaginal discharge in housewives. Most housewives, 71.6% of respondents, reported poor personal hygiene. This indicates that personal hygiene, particularly genital hygiene, is still not optimal. While 59.1% of respondents experienced normal vaginal discharge, the incidence of abnormal vaginal discharge remained quite high at 40.9%. This suggests that vaginal discharge remains a reproductive health issue that requires greater attention. A significant correlation was found between personal hygiene and vaginal discharge among housewives in Purwogondo Kalinyamatan Village, with a p-value of 0.003 and a correlation value of r = -0.314. This indicates a low-moderate negative correlation, meaning that better personal hygiene reduces the likelihood of abnormal vaginal discharge.
Pengaruh Stabilitas Sampel Darah EDTA Terhadap Pemeriksaan Hemoglobin dan Hematokrit pada Karyawan Puskesmas Kedung II Metode Otomatis Anjani, Anisa Ayu; Hartinah, Dewi; Kurnia, Shinta Dwi; Rusidah, Yunita; Saputro, Arief Adi
Jaringan Laboratorium Medis Vol. 7 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v7i1.12872

Abstract

This study aims to determine the effect of EDTA blood sample stability on hemoglobin (Hb) and hematocrit (Ht) examination results using an automatic method. EDTA blood samples from 38 employees of Kedung II Public Health Center were examined immediately (0 hours), after a 1-hour delay at room temperature (17–210C), and after a 1-hour delay in a refrigerator (2–80C). The results were analyzed using a Two-Way ANOVA test. The study showed no significant differences in hemoglobin and hematocrit levels between the three storage conditions (ρ > 0.05). The average hemoglobin levels were 12.834 g/dL at 0 hours, 12.797 g/dL after 1 hour at room temperature, and 12.829 g/dL after 1 hour in the refrigerator. The average hematocrit levels were 38.484% at 0 hours, 38.321% after 1 hour at room temperature, and 38.434% after 1 hour in the refrigerator. The conclusion of this study is that storing EDTA blood samples for 1 hour, whether at room temperature or in the refrigerator, does not significantly affect hemoglobin and hematocrit examination results.
Family Support and Self-Efficacy in The Management of Diabetes Mellitus Among The Elderly Faressya, Dessinnta; Hartinah, Dewi; Rahmawati, Ashri Maulida
Journal of Bionursing Vol 7 No 3 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.3.16355

Abstract

Elderly individuals with diabetes mellitus often face challenges in managing their disease, which requires a high level of self-efficacy to consistently maintain a healthy lifestyle. Self-efficacy is crucial in managing diabetes treatment among elderly patients. Family support plays a significant role in helping elderly individuals with diabetes improve their self-efficacy or confidence in performing self-care activities. The aim of this study was to determine the relationship between family support and self-efficacy in managing diabetes mellitus among the elderly at Health Center A. This research used a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 114 respondents selected through purposive sampling. The instruments used were validated and reliable questionnaires, namely the Family Support Questionnaire and the Diabetes Management Self-Efficacy Scale. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The cross-tabulation results between family support and self-efficacy showed that among those who received good family support, the majority—45 respondents (69.23%)—had good self-efficacy, and half—24 respondents (50%)—had moderate self-efficacy.Meanwhile, among those who received poor family support, nearly half—20 respondents (30.77%)—had good self-efficacy, half—24 respondents (50%)—had moderate self-efficacy, and one respondent (100%) had low self-efficacy.Based on the Spearman’s rho test, a p-value of 0.024 (< 0.05) was obtained, indicating a significant relationship between family support and self-efficacy in elderly individuals managing diabetes mellitus at Health Center A in 2025.It is expected that families will continue to provide support to patients, thereby improving their self-efficacy.
Combination Foot Care and Massage Reducing Peripheral Neuropathy Symptoms in Clients With Diabetes Mellitus Auliya, Arida; Hartinah, Dewi; Jauhar, Muhamad; Lasmini, Lasmini
Journal of Bionursing Vol 7 No 3 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.3.17375

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is the most challenging public health problem in the 21st century. This disease is classified as chronic, and its treatment is a challenge for the global health care system. The increasing prevalence of DM is a side effect of the transformation of life. The rise in DM complications has a serious impact on the quality of life of DM clients. Complications of this disease continue to worsen the client's condition if they do not receive appropriate intervention, leading to dysfunction in almost every organ of the body. DM complications account for the largest portion of the National Health Insurance (JKN) program's medical expenses. The aim of this study was to analyze the effect of a combination of foot care and massage on symptoms of peripheral neuropathy in DM clients. The research design used a quasi-experimental pre-posttest with a control group. The independent variable is a combination of foot care and massage, while the dependent variable is the symptoms of peripheral neuropathy. This study was conducted on diabetes mellitus in April 2025. The study sample consisted of 14 DM clients for each intervention and control group, using a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument used was 10 g monofilament. Combination therapy foot care and massage are given 3 times per week for 2 weeks, with a duration of 25-30 minutes per session. Data analysis used the Wilcoxon test and the Mann-Whitney test. The results of the study showed that there was a combined effect of foot care and massage on symptoms of peripheral neuropathy in DM clients with a p-value of 0.000 (p<0.05). Combination therapy/foot care and massage has a positive effect in reducing symptoms of peripheral neuropathy in DM clients. Follow-up is needed to integrate this combination therapy with community health activities, especially for DM clients.
Co-Authors Afifah, Siti Nur Agung Prihandono Ali Solikin Amalia Rahmawati Andriani, Diah Anik Wiyarni Anjani, Anisa Ayu Annisah, Yuni Anny Rosiana M Anny Rosiana Masithoh anny Rosiana Masitoh Arief Adi Saputro Asmawati, Dwi Asna, Lutfi Yuhan Asrinie, Rina Auliya, Arida Aziz, Muhammad Nur Blacius Dedi David reveindra Afif permana David Rivaindra Afif Permana Deni Ristiawan Dhita Wulan Prabandari Diah Andriani Diah Andriani Kusumastuti Diah Fatmawati, Diah Dian Heni Susanti Diana Tri Lestari Dika Anggara Putra Djauhar Arif Dwi Astuti Dwi Astuti Edi Wibowo Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Eko Winarto Faressya, Dessinnta Farida, Naimatul Faridah, Umi Fauziyah, Aulia Faza Ilya Fitriana Kartikasari Hastoro D Hastoro Hastoro henny Siswanti Heny Siswanti Holyness Nurdin Singadimedja Ida Ayu Putu Sri Widnyani ika tristanti Ika Widyawati Ilham Syarochman Putra indah ayu sundari Iswatun Qasanah Iswatun Qasanah Iwan Sulis Setiawan Junariah Junariah Kurdiningsih Kurdiningsih L, Nur Rochma Hestu Lasmini Lasmini, Lasmini Leonny Vega Maharani Luluk Ulya Luluk yuliatin Mardiana, Sri Siska Masitoh, anny Rosiana Muhamad Jauhar Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muttaqim, M Naimatul Farida Nanang Prabowo Nasriyah - Nasriyah Nasriyah Nindiawaty, Nuning Noor Azizah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Cholifah Nor Himawati Nuning Nindiawaty Nuning Nindiawaty Nur Rochma Hestu L Nur Setyawati Anjayani Nur Setyawati Anjayani Nurhefi Nurhefi Nurhefi, Nurhefi Paksi, Dewi Purwanti Kartika Eka permana, David reveindra Afif Permana, David Rivaindra Afif Permatasari, Inggit Dyah Prabandari, Dhita Wulan Prabowo, Nanang Puji Krisbiantoro Putra, Ilham Syarochman Putri, Aristya Vika Aprilia Rahmawati, Ashri Maulida Rahmawati, Rahmawati Ramadin, Fariza Ainur Rina Asrinie Rita Dewi Sunarno Rokhani, Siti Rona Fahrida Rusnoto - rusnoto rusnoto Rusnoto, R S Sukarmin Setiawan, Iwan Sulis Setyaningrum, Yuli Setyawan, Indra Bagus Shinta Dwi Kurnia Sigit Yuliardi Cahyo Siti Nur Afifah Siti Rokhani Sitta Hasanatin Sholihah Solly Aryza Sri Karyati Suarmin Sukarmin Suciatun Suciatun Suciatun, Suciatun Sukarmin, S Susanti, Dian Heni Suwarto Suwarto Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Teguh Umbarsemi Teguh Umbarsemi Tri Suwarto Tristanti, Ika Tutuk Wizariah Ulil Ni’am Ulil Ni’am Ni’am Umi Faridah umi faridah Umi Faridah Widaningsih Widaningsih Widiyaningsih Widiyaningsih Wigati, Atun Wiyarni, Anik Y Yulistyaningrum Yuli Susanti Yuli Susanti Yulisetyaningrum Yulistyaningrum, Y Yunita Rusidah Zumrotun Nisak, Ana