Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Kelainan Genetik Pada Remaja Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Dewi Hartinah; Iswatun Qasanah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 1 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i1.2476

Abstract

Penyakit kelainan genetika yaitu penyakit kelainan pada gen seseorang, dimana penyakit ini pada umumnya diturunkan kepada keturunannya dan mempunyai sifat tidak menular. Penyebabnya yaitu bakteri, virus, radiasi, zat kimia, asaprokok, makanan awetan serta minuman beralkohol yang berpotensial menyebabkan mutasi gen. Sekarang ini makin banyak bermunculan berbagai penyakit genetika yang di akibatkan agen-agen penyebab mutasi gen. Pengetahuan pada masyarakat khususnya remaja terkait penyakit kelainan genetika masihsangat kurang, kebiasaan gaya hidup yang tidak teratur, kebiasaan merokok, lingkungan yang kotor, makan makanan yang tidak bergizi dan minum minuman beralkohol sering terpapar zat beracun di lingkungan sekitar karena polusi. Pendidikan kesehatan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SMA N 1 Mejobo Kudus dengan sasaran siswa kelas IX sejumlah 36 siswa. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang penyakit kelainan genetika pada remaja. Metode kegiatan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Siswa terlibat aktif dan antusias dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Kata Kunci: Penyakit kelainan genetik, Remaja AbstractThe Genetic disorders are disorders in a person’s gene, where these diseases are generally passed on to their offspring and are not contagious. The causes are bacteria, viruses, radiation, chemicals, cigarette smoke, alcoholic drinks and preserved foods which have the potential to cause gene mutations. Currently, more and more genetic diseases are emerging due to the large number of agents that cause gene mutations. The public, especially teenagers, have very little insight into genetic disosders, they have irregular lifestyles, have a dirty environment, eat non-nutritious food,  have the habit of smoking and drinking alcoholic beverages and are often exposed to toxic substances around them due to pollution. Health education as a from of the community service is carried out at SMAN 1 Mejobo Kudus targeting focuses on increasing kwowledge about genetic disorders in adolescents. The activity methode is lecture, discussion and question and answer. Students are actively involved and enthusiastic in carrying out community service activities.Keywords: Genetic disorders, Adolescent.
PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING DENGAN MEDIA SENAM DI DESA SADANG, KECAMATAN JEKULO, KUDUS Kharisma Aprilita Rosyidah; Hasriyani Hasriyani; Dewi Hartinah; Atun Wigati; Khamid Khanafi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2275

Abstract

According to data released by UNICEF, the highest number of cases of stunting is in Africa and Asia, including Indonesia. Riskesdas Indonesia data shows that more than a third (30.8%) of the toddler population experiences stunting, which must be addressed immediately. This community service activity aims to increase the knowledge of the people of Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, where the activities carried out include several stages, namely the delivery of material related to what stunting is and its prevalence in Central Java, the characteristics of stunted toddlers and efforts that can be taken. community to prevent stunting, question and answer and evaluation of material with a post-test, joint exercise led by students to form the "ABCDE" movement to help the community remember efforts to prevent stunting, and ending with the provision of additional food (PMT) to stunted toddlers including formula milk and biscuits. The activity was carried out at Balai Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, with 70 participants.
Hubungan Kadar Gula Darah Puasa, Kapasitas Fungsional Kesehatan Fisik, Kesehatan Umum Dengan Fatigue Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Gribig Nadya Asyh Selvya; Diana Tri Lestari; Dewi Hartinah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa, kapasitas fungsional kesehatan fisik, dan kesehatan umum dengan tingkat fatigue pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Gribig Kudus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 orang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi pengukuran kadar gula darah puasa dengan alat glucometer, pengukuran kapasitas fungsional menggunakan metode 6 Minute Walk Test (6MWT), penilaian kesehatan umum menggunakan kuesioner SF-36, serta pengukuran tingkat fatigue menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hiperglikemia (90,2%), memiliki kapasitas fungsional dalam kategori buruk hingga sangat buruk, serta kondisi kesehatan umum yang tergolong rendah. Tingkat fatigue yang dialami juga didominasi oleh kategori fatigue berat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa dengan fatigue (p = 0,000; r = 0,396), antara kapasitas fungsional kesehatan fisik dengan fatigue (p = 0,002; r = -0,340), serta antara kesehatan umum dengan fatigue (p = 0,000; r = 0,413). Artinya, semakin tinggi kadar gula darah dan semakin rendah kapasitas fungsional serta kesehatan umum, maka tingkat kelelahan yang dirasakan pasien akan semakin tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa, kapasitas fungsional kesehatan fisik, dan kesehatan umum dengan fatigue pada pasien diabetes melitus tipe 2. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan kadar gula darah, peningkatan aktivitas fisik, dan perhatian terhadap kondisi kesehatan umum secara menyeluruh guna menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Puskesmas Pati 1 Putri, Dwi Dyah; Hartinah, Dewi; Kartikasari, Fitriana
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2180

Abstract

Hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat pada lansia merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada kualitas hidup dan komplikasi sistemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Pati 1. Desain penelitian ini adalah analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 38 lansia penderita asam urat, sampel 35 responden dipilih melalui total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan alat pengukur Easy Touch GCU. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 60% responden memiliki pola makan tidak baik dan 62,9% mengalami kadar asam urat tinggi. Uji Spearman Rank menghasilkan p-value 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,941, menunjukkan hubungan sangat kuat dan signifikan antara pola makan dengan kadar asam urat. Kesimpulannya, modifikasi pola makan merupakan strategi fundamental dalam pencegahan dan pengelolaan hiperurisemia pada lansia.
Hubungan Dukungan Sosial dan Kepatuhan OAT terhadap Kesembuhan Pasien TBC Purwodadi II Dewi Nuraini; Dewi Hartinah; Anny Rosiana
Jurnal Kesehatan dan Farmasi Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan dengan angka kejadian dan putus pengobatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan sosial dan kepatuhan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan tingkat kesembuhan pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas Purwodadi II. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional melibatkan 32 responden. Instrumen yang digunakan adalah MSPSS untuk dukungan sosial dan MARS untuk kepatuhan, sedangkan data kesembuhan diperoleh dari rekam medis. Hasil menunjukkan 90,6% responden memiliki dukungan sosial baik, 87,5% patuh minum OAT, dan 93,8% dinyatakan sembuh. Uji Spearman’s Rho menunjukkan hubungan sangat kuat antara dukungan sosial dan kesembuhan (r=0,830; p=0,000) serta hubungan kuat antara kepatuhan dan kesembuhan (r=0,683; p=0,000). Dukungan sosial dan kepatuhan minum OAT berperan signifikan dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien TBC.
Hubungan Jenis, Durasi, Frekuensi dan Intensitas Olahraga dengan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Puskesmas Juwana Sari, Sri Wulan; Lestari, Diana Tri; Hartinah, Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37230

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab utama kematian dini di dunia dan terus mengalami peningkatan prevalensi, termasuk di Indonesia. Data nasional dan daerah menunjukkan bahwa Puskesmas Juwana merupakan wilayah dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di Kabupaten Pati. Rendahnya aktivitas olahraga yang teratur dan terukur diduga berperan dalam buruknya pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Juwana.Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Juwana dengan rata-rata 180 penderita per bulan. Sampel sebanyak 124 responden diambil menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga, sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner IPAQ Short Form, kuesioner aktivitas olahraga, pengukuran intensitas dengan oximeter, serta pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis olahraga, responden paling banyak melakukan jalan kaki sebanyak 61 responden (49,2%), diikuti senam 17 responden (13,7%), bersepeda 10 responden (8,1%), jogging 7 responden (5,6%), renang 3 responden (2,4%), dan tidak berolahraga 26 responden (21,0%). Berdasarkan durasi, sebagian besar responden berolahraga >30 menit yaitu 79 responden (63,7%). Berdasarkan frekuensi, mayoritas responden berolahraga ≤3 kali per minggu sebanyak 80 responden (64,5%). Berdasarkan intensitas, sebagian besar responden melakukan olahraga dengan intensitas ringan sebanyak 71 responden (57,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga dengan tekanan darah penderita hipertensi (p < 0,05).Simpulan penelitian ini adalah bahwa olahraga yang dilakukan secara teratur, dengan jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas yang sesuai, berhubungan signifikan dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatan aktivitas olahraga terukur dan perlu menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian hipertensi di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Knowledge, Stress, and Treatment Compliance among Hypertension Clients in Rural Areas Lisa Tiyansi; Dewi Hartinah; Muhamad Jauhar; Novi Tiara
Journal of Bionursing Vol 8 No 2 (2026): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2026.8.2.17367

Abstract

Hypertension is a major risk factor for increasing mortality and morbidity rates. This is supported by the increasing prevalence of hypertension cases every year worldwide. If blood pressure cannot be controlled, it will lead to complications such as stroke, retinopathy, heart failure, heart attack, kidney failure, and disability. Therefore, adherence to treatment is crucial to prevent these complications. However, in the treatment of long-term diseases such as hypertension, which require lifelong treatment, barriers to medication adherence often occur. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and stress with medication adherence in hypertension patients in rural areas. The study design used correlation analysis with a cross-sectional approach. The independent variables were knowledge and stress, while the dependent variable was medication adherence. This study was conducted in two villages in Kudus Regency, which is the locus of hypertension, in April 2025. The study sample consisted of 97 respondents selected through a cross-sectional approach through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The instruments used include the Hill-Bone Compliance to High Blood Pressure Therapy Scale, the Hypertension Knowledge-Level Scale, and the Perceived Stress Scale (PSS-10). Data analysis using the chi-square test. The results of the study showed a significant relationship between knowledge (p=0.000) and stress (p=0.000) with medication adherence. Knowledge and stress are associated with medication adherence in hypertensive clients. Community health centers need to implement innovative programs to improve medication adherence through structured health education and stress management.
Health Literacy and Early Detection Skills of Dengue Hemorrhagic Fever in Adolescents Ilham Syarochman Putra; Dewi Hartinah; Muhamad Jauhar
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.5981

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a significant public health problem in Indonesia, especially in tropical areas such as Jepara Regency. The increase in DHF cases in adolescents is caused by low health literacy and a lack of confidence in early detection skills that play an important role in preventing DHF. The impact is the occurrence of complications to the economic impact of the community in the treatment phase. This study aims to analyze the relationship between health literacy with early detection skills for DHF in adolescents. This study aims to analyze the relationship between health literacy and health beliefs with early detection skills of DHF in adolescent groups at SMAN 1 Tahunan, Jepara Regency. This study used a correlational analytical design with a cross-sectional approach. Independent variables are health literacy Dependent variables are early detection skills of DHF. This study was conducted in November at SMAN 1 Tahunan, the number of samples was 93 students selected using purposive sampling techniques. The research instrument used health literacy instruments (HLS-12Q),), and early detection behavioral skills of DHF. Data analysis was carried out using the chi-square test. The results of the study showed that there was a significant relationship between health literacy and early detection skills of DHF with a p-value = 0.000, health literacy is related to early detection skills. With this, schools and health centers can collaborate in improve health literacy, skills and early detection of DHF.
Hubungan Riwayat Cedera Dan Obesitas Dengan Tingkat Keparahan Hernia Nukleus Pulposus : The Correlation between Injury History and Obesity with the Severity of Nucleus Pulposus Herniation SRI PURNAMAWATI; Dewi Hartinah; Indanah1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.349

Abstract

Latar Belakang: Insiden HNP adalah sekitar 5 sampai 20 kasus per 1000 orang dewasa setiap tahun dan paling sering terjadi pada orang-orang pada dekade ketiga hingga kelima kehidupan. Penyebab Hernia Nucleus Pulposus (HNP) bisa muncul karena adanya riwayat trauma, obesitas, dan salah postur tubuh dalam mengangkat beban berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan riwayat cedera dan obesitas dengan tingkat keparahan hernia nukleus pulposus di RSU Aisiyah Kudus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan jenis penelitian analitik korelasi. Populasinya yaitu pasien yang menderita hernia nukleus pulposus rata-rata tiga bulan terahir yaitu bulan Mei-Juli 2025. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan quota sampling . Sehingga jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 33 pasien. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner riwayat cedera, timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan. Analisa kedua variabel menggunakan uji statistik rank spearman. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa riwayat cedera (p = 0,005) dan obesitas (p = 0,049) dengan tingkat keparahan hernia nukleus pulposus di RSU Aisiyah Kudus. Kesimpulan: Ada hubungan antara riwayat cidra dan obesitas dengan tingkat keparahan hernia nukleus pulposus pasien.
The Effect Of Brisk Walking Exercise On Blood Pressure In Elderly Hypertension In The Working Area Of The Gajah Ii Community Health Center Cherlina Pramushinta; Dewi Hartinah; Muhamad Jauhar
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2026): Vol 5. No. 2 JULY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i2.907

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that often occurs in the elderly and can cause serious complications if not properly controlled. One non-pharmacological therapy that can be done is brisk walking exercise. This study aims to determine the effect of brisk walking exercise on blood pressure in elderly people with hypertension in the Gajah II Community Health Center work area. The study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach with a control group. The study sample consisted of 36 respondents who were divided into an intervention group and a control group using a total sampling technique. The intervention group was given brisk walking exercise for 20–30 minutes three times a week for two weeks, while the control group was only given health education. Blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer before and after the intervention. Data analysis used a paired sample t-test and an independent sample t-test. The results showed that the average systolic blood pressure in the intervention group decreased from 174.06 mmHg to 128.67 mmHg and diastolic from 101.39 mmHg to 83.11 mmHg. Statistical tests showed a significant effect of brisk walking exercise on reducing blood pressure, with a p-value of 0.001 for systolic and 0.011 for diastolic blood pressure. It was concluded that brisk walking exercise is effective as a non-pharmacological therapy to help control blood pressure in elderly hypertensive patients.
Co-Authors Abdul Mannan, Siti Sofiyah Afifah, Siti Nur Agung Prihandono Ali Solikin Amalia Rahmawati Andriani, Diah Anik Wiyarni Anisa Ayu Anjani Anjani, Anisa Ayu Annisah, Yuni Anny Rosiana Anny Rosiana M Anny Rosiana Masithoh anny Rosiana Masitoh Arief Adi Saputro Ashri Maulida Rahmawati Asna, Lutfi Yuhan Asrinie, Rina Auliya, Arida Aziz, Muhammad Nur Blacius Dedi Cherlina Pramushinta David reveindra Afif permana David Rivaindra Afif Permana Deni Ristiawan Desi Ayu Natalia Dewi Nuraini Dhita Wulan Prabandari Diah Andriani Diah Andriani Kusumastuti Diah Fatmawati, Diah Dian Heni Susanti Diana Tri Lestari Dika Anggara Putra Djauhar Arif Dwi Asmawati Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Diadara Edi Wibowo . Edi Wibowo Suwandi Edita Pusparatri Edy Soesanto Edy Soesanto Eko Winarto Emi Catur Cahyani Evita Dian Lestari Faressya, Dessinnta Farida, Naimatul Fauziyah, Aulia Faza Ilya Fella Hanna Arsyitha Fina Oktafiani Fitriana Kartikasari Hasriyani Hasriyani Hastoro D Hastoro Hastoro henny Siswanti Heny Siswanti Herlina Julia Rahmawati Holyness Nurdin Singadimedja Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Tristanti ika tristanti Ika Widyawati Ilham Syarochman Putra Ilyana Sari indah ayu sundari Indanah1 Iswatun Qasanah Iwan Sulis Setiawan Junariah Junariah Kanza Putri Khamid Khanafi Kharisma Aprilita Rosyidah Kurdiningsih Kurdiningsih L, Nur Rochma Hestu Lasmini Lasmini, Lasmini Leonny Vega Maharani Lisa Tiyansi Luluk Nailil Fadilah Luluk Ulya Luluk yuliatin Mardiana, Sri Siska Masitoh, anny Rosiana Mohammad Andhika Setyawan Monica Artha Jelita Muhamad Jauhar Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muttaqim, M Nadya Asyh Selvya Naimatul Farida Nanang Prabowo Nasriyah - Nasriyah Nasriyah Nindiawaty, Nuning Noor Azizah Noor Chandiq Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Eswanti Noor Hidayah Nor Himawati Novi Tiara Nuning Nindiawaty Nuning Nindiawaty Nur Rochma Hestu L Nur Setyawati Anjayani Nur Setyawati Anjayani Nurhefi Nurhefi Nurhefi, Nurhefi Paksi, Dewi Purwanti Kartika Eka permana, David reveindra Afif Permana, David Rivaindra Afif Permatasari, Inggit Dyah Prabandari, Dhita Wulan Prabowo, Nanang Puji Krisbiantoro Putra, Ilham Syarochman Putri, Aristya Vika Aprilia Putri, Dwi Dyah Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ramadin, Fariza Ainur Rina Asrinie Rita Dewi Sunarno Rizka Himawan Rokhani, Siti Rona Fahrida Rusnoto - rusnoto rusnoto Rusnoto, R Sari, Sri Wulan Setiawan, Iwan Sulis Setyaningrum, Yuli Setyawan, Indra Bagus shinta dwi kurnia Sigit Yuliardi Cahyo Siti Nur Afifah Siti Rokhani Sitta Hasanatin Sholihah Sofia Nur Halisa Solly Aryza Sri Karyati SRI PURNAMAWATI Suciatun Suciatun Suciatun, Suciatun Sukarmin Sukarmin Sukarmin, S Susanti, Dian Heni Suwarto Suwarto Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Teguh Umbarsemi Teguh Umbarsemi Tlaga Mustika Tri Suwarto Tristanti, Ika Tutuk Wizariah Ulil Ni’am Ulil Ni’am Ni’am Umi Faridah Umi Faridah Widaningsih Widaningsih Widiyaningsih Widiyaningsih Wigati, Atun Wiyarni, Anik Y Yulistyaningrum Yuli Susanti Yuli Susanti Yulisetyaningrum Yulistyaningrum, Y Yunita Rusidah Yusuf Ardiansyah Zumrotun Nisak, Ana Zunia Khairunnisa