Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS PUSKESMAS PECANGAAN JEPARA Muhammad Purnomo; Dewi Hartinah; Tri Suwarto
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i1.2025

Abstract

Kehidupan yang layak dan produktif bergantung pada kesehatan yang baik, sehingga diperlukan fasilitas pelayanan kesehatan yang terkendali anggaran dan kualitasnya. Menurut Undang – undang  No: 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan setiap orang mempunyai hak sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara aman, bermutu, dan  terjangkau. Harapan yang diinginkan pasien dalam kualitas layanan kesehatan adalah alat kesehatan dan tempat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, kompetensi dalam memberikan pelayanan kesehatan, tidak mendiskriminasi, untuk menghasilkan kebahagiaan pasien, penyedia layanan harus merespons dengan cepat, memberikan jaminan dan kepastian, serta mendorong pasien untuk menunjukkan empati, sedangkan realita yang didapatkan pasien adalah kurangnya kecepatan dalam memberikan pelayanan, kurang ramahnya petugas pelayanan, kurangnya empati dan jaminan biaya yang tidak sesuai. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan antara standar pelayanan medis dan kepuasan pasien dengan kunjungan B P J S ke Puskesmas. Metode digunakan adalah kuantitatif Cross Sectional Studies untuk mengetahui hubungan Antara variabel   bebas kualitas pelayanan kesehatan dan variabel terikat kepuasan pasien BPJS. HHasil penelitians adalah nilai kepuasan Pasien B P J S kurang puas sebanyak 7 orang (7%), cukup puas sebanyak 78 orang (78%), dan puas 15 orang (15%). Tangible (bangunan fisik) terhadap tingkat kepuasan kunjungan rawat jalan BPJS nilai p = 0,001. Reliability terhadap tingkat kepuasan kunjungan pasien BPJS nilai pp = 0,000. Responsiveness (daya tanggap) terhadap tingkat kepuasan kunjungan pasien BPJS rawat jalan nilai p = 0,001, Emphaty (empati) terhadap tingkat kepuasan kunjungan pasien B P J S rawat jalan nilai p = 0,001.
PENGARUH TEKNNIK MARMET TERHADAP PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM DI KUDUS Dwi Astuti; Dewi Hartinah; Atun Wigati
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v6i1.1482

Abstract

AbstrakLatar Belakang : ASI merupakan nutrisi yang paling baik bagi bayi usia 6 bulan. Keterlambatan dalam pemberian ASI pada bayi salah satu faktor karena produksi ASI kurang. Salah satu cara untuk memperlancar produksi ASI dengan teknik marmet. Teknik marmet merupakan kombinasi antara memijat dan memerah payudara untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap produksi ASI ibu post partum di Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy experimen. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu post partum di Kudus. Sempel digunakan adalah random sampling dalam penelitian ini sebanyak 22 responden, 11 kelompok intervensi dan 11 kelompok kontrol. Hasil Penelitian : Uji statistik menggunakan Paired T-test dengan nilai p=0,004 (p0,05. Kesimpulan : Ada efektivitas teknik marmet terhadap produksi ASI ibu post partum di Kudus
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI PERTUMBUHAN BAYI Noor Azizah; Dewi Hartinah; Sitta Hasanatin Sholihah; Agung Prihandono; Dika Anggara Putra
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1625

Abstract

Kader posyandu berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berperan dalam mensosialisasikan sebagai bentuk sosialisasi tentang kegiatan posyandu kepada penduduk sekitar. Kader sebagai relawan dalam meningkatkan kesehatan bayi dan anak perlu pengetahuan dan ketrampilan dalam mendeteksi pertumbuhan bayi dan balita serta status gizi sehingga didapatkan pertumbuhan yang optimal. Pelatihan ini diberikan kepada kader untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mendeteksi pertumbuhan serta status gizi melalui cara mengukur, cara mengisi dancara membaca grafik pertumbuhan di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Dihadaprkan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi kader. Kesimpulan pelatihan ini adlaah terjadi peningkatan pengaetahuan dan letrampilan kader dalam mengukur berat badan, Panjang badan melalui demonstrasi langsung, menuliskan hasil ke grafik dan mampu membaca interpretasi dari grafik pertumbuhan sehingga dapat menentukan status gizi bayi/balita. Kemampuan dalam mendeteksi ini sehingga intervensi tepat sasaran pada bayi yang memang perlu treatment.
PENDIDIKAN KESEHATAN MAKANAN SEHAT DAN GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PIJI KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH Dewi Hartinah; Suarmin Sukarmin; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1510

Abstract

Stunting menjadi salah satu manifestasi malnutrisi yang paling umum pada anak-anak, terutama di negara miskin dan berkembang. Indonesia menempati peringkat ketiga dengan kasus stunting tertinggi mencapai 36,4% di Asia Tenggara. Di Kudus sebanyak 2.871 balita ditemukan menderita stunting dimana salah satu desa yang mengalami kejadian stunting tertinggi adalah desa Piji di kecamatan Ndawe. Salah satu faktor yang paling menyebabkan terjadinya stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu terkait gizi anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian makanan sehat dan gizi seimbang untuk mencegah terjadinya stunting pada 1000 hari kehidupan pertama anak. Melalui pemberian edukasi makanan sehat dan gizi seimbang pada Ibu dapat memberikan pemahaman, peningkatan motivasi dan mengubah pola pikir tentang makanan sehat dan gizi seimbang pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Berdasarkan hasil evaluasi banyak peserta yang antusias untuk bertanya dan mengalami peningkatan pengetahuan terkait makanan sehat dan gizi seimbang.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Kelainan Genetik Pada Remaja Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Dewi Hartinah; Iswatun Qasanah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 1 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i1.2476

Abstract

Penyakit kelainan genetika yaitu penyakit kelainan pada gen seseorang, dimana penyakit ini pada umumnya diturunkan kepada keturunannya dan mempunyai sifat tidak menular. Penyebabnya yaitu bakteri, virus, radiasi, zat kimia, asaprokok, makanan awetan serta minuman beralkohol yang berpotensial menyebabkan mutasi gen. Sekarang ini makin banyak bermunculan berbagai penyakit genetika yang di akibatkan agen-agen penyebab mutasi gen. Pengetahuan pada masyarakat khususnya remaja terkait penyakit kelainan genetika masihsangat kurang, kebiasaan gaya hidup yang tidak teratur, kebiasaan merokok, lingkungan yang kotor, makan makanan yang tidak bergizi dan minum minuman beralkohol sering terpapar zat beracun di lingkungan sekitar karena polusi. Pendidikan kesehatan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SMA N 1 Mejobo Kudus dengan sasaran siswa kelas IX sejumlah 36 siswa. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang penyakit kelainan genetika pada remaja. Metode kegiatan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Siswa terlibat aktif dan antusias dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Kata Kunci: Penyakit kelainan genetik, Remaja AbstractThe Genetic disorders are disorders in a person’s gene, where these diseases are generally passed on to their offspring and are not contagious. The causes are bacteria, viruses, radiation, chemicals, cigarette smoke, alcoholic drinks and preserved foods which have the potential to cause gene mutations. Currently, more and more genetic diseases are emerging due to the large number of agents that cause gene mutations. The public, especially teenagers, have very little insight into genetic disosders, they have irregular lifestyles, have a dirty environment, eat non-nutritious food,  have the habit of smoking and drinking alcoholic beverages and are often exposed to toxic substances around them due to pollution. Health education as a from of the community service is carried out at SMAN 1 Mejobo Kudus targeting focuses on increasing kwowledge about genetic disorders in adolescents. The activity methode is lecture, discussion and question and answer. Students are actively involved and enthusiastic in carrying out community service activities.Keywords: Genetic disorders, Adolescent.
PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING DENGAN MEDIA SENAM DI DESA SADANG, KECAMATAN JEKULO, KUDUS Kharisma Aprilita Rosyidah; Hasriyani Hasriyani; Dewi Hartinah; Atun Wigati; Khamid Khanafi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2275

Abstract

According to data released by UNICEF, the highest number of cases of stunting is in Africa and Asia, including Indonesia. Riskesdas Indonesia data shows that more than a third (30.8%) of the toddler population experiences stunting, which must be addressed immediately. This community service activity aims to increase the knowledge of the people of Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, where the activities carried out include several stages, namely the delivery of material related to what stunting is and its prevalence in Central Java, the characteristics of stunted toddlers and efforts that can be taken. community to prevent stunting, question and answer and evaluation of material with a post-test, joint exercise led by students to form the "ABCDE" movement to help the community remember efforts to prevent stunting, and ending with the provision of additional food (PMT) to stunted toddlers including formula milk and biscuits. The activity was carried out at Balai Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, with 70 participants.
Hubungan Kadar Gula Darah Puasa, Kapasitas Fungsional Kesehatan Fisik, Kesehatan Umum Dengan Fatigue Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Gribig Nadya Asyh Selvya; Diana Tri Lestari; Dewi Hartinah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa, kapasitas fungsional kesehatan fisik, dan kesehatan umum dengan tingkat fatigue pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Gribig Kudus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 orang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi pengukuran kadar gula darah puasa dengan alat glucometer, pengukuran kapasitas fungsional menggunakan metode 6 Minute Walk Test (6MWT), penilaian kesehatan umum menggunakan kuesioner SF-36, serta pengukuran tingkat fatigue menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hiperglikemia (90,2%), memiliki kapasitas fungsional dalam kategori buruk hingga sangat buruk, serta kondisi kesehatan umum yang tergolong rendah. Tingkat fatigue yang dialami juga didominasi oleh kategori fatigue berat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa dengan fatigue (p = 0,000; r = 0,396), antara kapasitas fungsional kesehatan fisik dengan fatigue (p = 0,002; r = -0,340), serta antara kesehatan umum dengan fatigue (p = 0,000; r = 0,413). Artinya, semakin tinggi kadar gula darah dan semakin rendah kapasitas fungsional serta kesehatan umum, maka tingkat kelelahan yang dirasakan pasien akan semakin tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa, kapasitas fungsional kesehatan fisik, dan kesehatan umum dengan fatigue pada pasien diabetes melitus tipe 2. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan kadar gula darah, peningkatan aktivitas fisik, dan perhatian terhadap kondisi kesehatan umum secara menyeluruh guna menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
The Relationship of Fiber Supplements and Cholesterol Levels in Hypercholesterolemia Patients at The Pati II Health Center in 2025 Wulandari, Risa; Hartinah, Dewi; Tri Lestari, Diana
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v6i1.517

Abstract

The phenomenon of hypercholesterolemia has become problematic both in the world and in Indonesia because high cholesterol levels (hypercholesterolemia) are the main risk factor for non-communicable diseases (NCDs) and have implications for an increase in mortality due to hypercholesterolemia, which is 73%. Hypercholesterolemia is closely related to risk factors such as age, gender, diet, smoking, lack of physical activity, BMI, and other related clinical conditions such as triglycerides, obesity, diabetes mellitus, and hypertension. The purpose of the study was to determine the relationship between fiber supplements and cholesterol levels in hypercholesterolemia patients at the Pati II Health Center in 2025. This research method is a correlation analytical research with a cross sectional approach. A sample was taken from a part of the research population with a sample of 56 respondents with a sampling formula using the slovin formula and the sampling criteria used was purposive sampling. The measuring tools used are observation sheets and GCU Easy Touch tools. The data analysis used univariate and bivariate analysis with a spearman rank correlation test with a significant value of a=0.05. The results showed that as many as 29 (51.8%) respondents consumed fiber supplements. High cholesterol levels were 22 (39.3%) of respondents. The results of the study concluded that there was a relationship between fiber supplements and cholesterol levels in patients at the Pati II Health Center in 2025 with a p value of 0.001.
The Relationship Between Health Belief and Self Acceptance and Self Management Behavior in Pulmonary Tuberculosis Clients in The Work Area of The Japan Kudus Health Center Aulia Chusna, Arda; Hartinah, Dewi; Jauhar, Muhamad
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v6i1.564

Abstract

The study discusses pulmonary tuberculosis as a chronic infectious disease that is still a global health problem, with Indonesia ranking third in the world. The increase in tuberculosis cases is influenced by drug resistance, limited access to health services, and poor environmental hygiene conditions. Kudus Regency, especially the work area of the Japanese Health Center, is an area with a relatively high number of tuberculosis cases. This disease not only has an impact on the physical condition, but also affects the mental and social aspects of the patient, so that self-management skills are an important factor in the success of treatment. The Health Belief Model explains that an individual's perception of susceptibility, disease severity, benefits, and barriers to health measures plays a role in shaping health behavior. In addition, good self-acceptance can improve treatment adherence and coping ability of patients. Self-management includes medication adherence, symptom management, and lifestyle changes influenced by social support, education level, and understanding of disease.  This study used a correlational design with a cross sectional approach and involved 53 respondents who were selected through purposive sampling techniques. The research instruments include the Health Belief Model questionnaire, self acceptance, and self-management. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the chi square test. The results showed that most of the respondents had a high health belief of 79.2 percent and a high self-acceptance of 75.5 percent. The majority of respondents' self-management was in the good category, namely 94.3 percent. The bivariate test showed a significant relationship between health belief and self-management with a p value of 0.044 and an odds ratio of 9.111. In addition, there was a significant relationship between self acceptance and self-management with a p value of 0.02 and an odds ratio of 1.193. The conclusion of this study shows that health belief and self acceptance are meaningfully related to the self-management behavior of tuberculosis clients, so education and psychosocial support need to be improved on an ongoing basis.
Gender, Occupation, Family Support and Self Care Behavior in Diabetes Mellitus Patients Widiawati, Endang; Hartinah, Dewi; Rahmawati, Ashri Maulida
Journal of Bionursing Vol 8 No 1 (2026): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2026.8.1.16353

Abstract

It is estimated that cases of diabetes mellitus will continue to increase between 2030 and 2045. To prevent serious complications, good self-care behavior is essential, including maintaining a balanced diet, engaging in physical activity, conducting regular blood sugar checks, consistently taking medication, practicing proper foot care, and avoiding smoking. The purpose of this study was to determine the relationship between gender, age, and family support with self-care behavior among diabetes mellitus patients at A Kudus Health Center. This research used a correlational analytic method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 61 respondents selected through purposive sampling.The data collection instruments included a demographic questionnaire, the Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), and the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) questionnaire—all of which had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, with the Spearman rank correlation test.The results showed a significant relationship between family support and self-care behavior among diabetes mellitus patients (p = 0.003; p < 0.05). However, there was no correlation between gender, occupation, and self-care behavior with p value; > 0.05. .
Co-Authors Abdul Mannan, Siti Sofiyah Afifah, Siti Nur Agung Prihandono Ali Solikin Amalia Rahmawati Andriani, Diah Anik Wiyarni Anjani, Anisa Ayu Annisah, Yuni Anny Rosiana Anny Rosiana M Anny Rosiana Masithoh anny Rosiana Masitoh Ardiansyah, Yusuf Arief Adi Saputro Arsyitha, Fella Hanna Ashri Maulida Rahmawati Asmawati, Dwi Asna, Lutfi Yuhan Asrinie, Rina Aulia Chusna, Arda Auliya, Arida Aziz, Muhammad Nur Blacius Dedi Cahyani, Emi Catur Chandiq, Noor David reveindra Afif permana David Rivaindra Afif Permana Deni Ristiawan Dewi Nuraini Dhita Wulan Prabandari Diadara, Dwi Diah Andriani Diah Andriani Kusumastuti Diah Fatmawati, Diah Dian Heni Susanti Diana Tri Lestari Dika Anggara Putra Dika Anggara Putra Djauhar Arif Dwi Astuti Dwi Astuti Edi Wibowo Edi Wibowo Suwandi Edita Pusparatri Edy Soesanto Eko Winarto Eswanti, Noor Evita Dian Lestari Fadilah, Luluk Nailil Faressya, Dessinnta Farida, Naimatul Fauziyah, Aulia Faza Ilya Fina Oktafiani Fitriana Kartikasari Hasriyani Hasriyani Hastoro D Hastoro Hastoro henny Siswanti Heny Siswanti Herlina Julia Rahmawati Holyness Nurdin Singadimedja Ida Ayu Putu Sri Widnyani ika tristanti Ika Widyawati Ilham Syarochman Putra Ilyana Sari indah ayu sundari Iswatun Iswa Qasanah Iswatun Qasanah Iswatun Qasanah Iwan Sulis Setiawan Jelita, Monica Artha Junariah Junariah Khamid Khanafi Kharisma Aprilita Rosyidah Kurdiningsih Kurdiningsih L, Nur Rochma Hestu Lasmini Lasmini, Lasmini Leonny Vega Maharani Lisa Tiyansi Luluk Ulya Luluk yuliatin Mardiana, Sri Siska Masitoh, anny Rosiana Mohammad Andhika Setyawan Muhamad Jauhar Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muttaqim, M Nadya Asyh Selvya Naimatul Farida Nanang Prabowo Nasriyah - Nasriyah Nasriyah Natalia, Desi Ayu Nindiawaty, Nuning Noor Azizah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Hidayah Nor Himawati Novi Tiara Nuning Nindiawaty Nuning Nindiawaty Nur Rochma Hestu L Nur Setyawati Anjayani Nur Setyawati Anjayani Nurhefi Nurhefi Nurhefi, Nurhefi Paksi, Dewi Purwanti Kartika Eka permana, David reveindra Afif Permana, David Rivaindra Afif Permatasari, Inggit Dyah Prabandari, Dhita Wulan Prabowo, Nanang Puji Krisbiantoro Putra, Ilham Syarochman Putri, Aristya Vika Aprilia Putri, Dwi Dyah Putri, Kanza Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ramadin, Fariza Ainur Rina Asrinie Risa Wulandari Rita Dewi Sunarno Rizka Himawan Rokhani, Siti Rona Fahrida Rusnoto - rusnoto rusnoto Rusnoto, R S Sukarmin Sari, Sri Wulan Setiawan, Iwan Sulis Setyaningrum, Yuli Setyawan, Indra Bagus Shinta Dwi Kurnia Sigit Yuliardi Cahyo Siti Nur Afifah Siti Rokhani Sitta Hasanatin Sholihah Sofia Nur Halisa Solly Aryza Sri Karyati Suarmin Sukarmin Suciatun Suciatun Suciatun, Suciatun Sukarmin, S Susanti, Dian Heni Suwarto Suwarto Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Teguh Umbarsemi Teguh Umbarsemi TRI LESTARI, DIANA Tri Suwarto Tristanti, Ika Tutuk Wizariah Ulil Ni’am Ulil Ni’am Ni’am Umi Faridah Umi Faridah Widaningsih Widaningsih Widiawati, Endang Widiyaningsih Widiyaningsih Wigati, Atun Wiyarni, Anik Y Yulistyaningrum Yuli Susanti Yuli Susanti Yulisetyaningrum Yulistyaningrum, Y Yunita Rusidah Zumrotun Nisak, Ana Zunia Khairunnisa