Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

VISI PERDAMAIAN DALAM PENGAJARAN SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM (Studi Kritis Kurikulum Pendidikan) Rusydi, Ibnu
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 15 No 1 (2015): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v15i1.720

Abstract

THE VISION  OF PEACE  IN ISLAMIC  HISTORY  THOUGH (The  Critical  Study   Curriculum   Education):   Moslem  is  the religion that revelation from heaven and lives in human history. The interpretation of Islamic teachings spawned diverse thinking. The Islamic lecturers teach about the thought  of Islamic history in some institutions generation through generation. One problem appeared  when  the  teaching  of Islamic  doesn’t have the  basic peace basic. Then impact is the fanatic in young generation toward a certain though which leads to the anarchism and radicalism or blind fanatic  uncritical  point  of view. The  peace vision  in the Islamic point of view is an ideal philosophical bid for education on teaching methods.
Implementation of Minimum Exhaustion Criteria Based on Intelligence Quotient (IQ) in Islamic Religious Education Subjects to Increase Student Learning Motivation Nurjunaedah, Nida; Nurainiyah, Nurainiyah; Nurjanah, Nurjanah; Rusydi, Ibnu
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 3 (2025): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v6i3.1862

Abstract

The determination of Minimal Completion Criteria (KKM) based on intelligence often equates students with high and low intelligence levels, resulting in students with high IQs feeling bored and saturated due to the lack of targets that align with their intelligence capacity. This study aims to describe the implementation of intelligence-based KKM at Madrasah Aliyah Persatuan Islam Sindangkasih Ciamis, starting from the planning process, implementation, and the results of KKM implementation in Islamic Religious Education (PAI) subjects. The research findings show that: First, the planning for the implementation of IQ-based KKM at Madrasah Aliyah Persatuan Islam Sindangkasih Ciamis involves measuring students' IQ and talents by involving psychological institutions. The results of the IQ measurements are then converted into KKM scores. Second, the implementation of IQ-based KKM involves cooperation between all school stakeholders, including the principal, deputy head of the curriculum field, PAI teachers, BK teachers, and parents, as well as monitoring and evaluating the learning process and student learning outcomes. Evaluation is carried out through formative and summative tests. Some of the obstacles faced include the absence of IQ data for transfer students or those who have not taken the IQ test, as well as issues faced by students in studying that prevent the achievement of the set completion criteria, such as limited infrastructure. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN HOLISTIK DI PONDOK PESANTREN AMANATUL UMMAH MOJOKERTO Ma`arif, Muhammad Anas; Rusydi, Ibnu
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v18i1.598

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to describe and analize the implementation of holistic education in Amanatul Ummah Islamic Boarding School which is exploring in the terms of educational objectives, curriculum, learning methods, educators and evaluation. This study was uses qualitative approach research with the type of case study. That was describing and analyzing the implementation of holistic education in the Amanatul Islamic Boarding School. Implementation of holistic education in the Amanatul Ummah boarding school were carried out in a strict, responsible and disciplined manner while carrying out all things. The whole educational process from several elements includes: 1) Educational Objectives: the purpose of education in general is to form a whole human being with moral character while specifically covering. Becoming a cleric, a conglomerate, the nation's leader, and be a professional in every fields. 2) curriculum that implemented by using an integrative curriculum between the national curriculum and the standard of Al-Azhar Egypt’s curriculum. 3) Educators are demanded to be professional and has excellent personalities for being a role of models for santri. 4), the methods that applied was various, including traditional methods and contemporary methods. 5). Evaluation: the evaluation was carried out every week, monthly, semester, and yearly. All educational elements are evaluated to realize the Islamic Boarding School's vision and mission. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendidikan holistik pesantren Amanatul Ummah yang dieksplorasi dari segi tujuan pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, pendidik dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendidikan holistik di Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto. Hasil penelitian Implementasi pendidikan holistik di pesantren Amanatul Ummah Mojokerto dilaksanakan dengan ketat, bertanggung jawab dan disiplin dalam melaksanakan segala hal. Penerapan proses pendidikan secara utuh dari beberapa elemen meliputi: 1). Tujuan pendidikan secara umum adalah membentuk manusia utuh yang berakhlakul karimah sedangkan secara khusus meliputi. Menjadi ulama`, menjadi konglomerat, menjadikan pemimpin bangsa, menjadi profesional di bidangnya. 2) kurikulum yang diimplementasikan menggunakan kurikulum integratif antara kurikulum nasional dengan kurikulum muadalah berstandar Al-Azhar Mesir. 3) Pendidik dituntut untuk profesional dan memiliki kepribadian yang mantap agar menjadi teladan bagi santri. 4), metode yang diterapkan bervariasi meliputi metode tradisional dan metode kontemporer. 5). Evaluasi: pelaksanaan evaluasi dilakukan setiap mingguan, bulanan, per semester, dan tahunan. Semua elemen pendidikan dievaluasi untuk mewujudkan visi-misi pesantren.
Paradigma Pendidikan Agama Integratif-Transformatif Rusydi, Ibnu
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2012.11.105-120

Abstract

Education is the process of transforming knowledge to become mature human beings plenary. However, the knowledge that is released from religious values even bring adverse effects, in which the humanity of human demolished. Consequently, the process of transformation must involve two things at once: the knowledge and values. This is called integrative education. This type of education is not a utopian fantasy but a rational necessity that finds justification in philosophical and theological arguments.
Kesetaraan Gender dalam Pendidikan Islam (Studi atas Pemikiran Fatimah Mernissi) Hidayati, Al; Rusydi, Ibnu; Suhendrik, Suhendrik
Journal Islamic Pedagogia Vol. 2 No. 1 (2022): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.727 KB) | DOI: 10.31943/pedagogia.v2i1.76

Abstract

Kesetaraan gender merupakan pandangan bahwa semua orang harus menerima perlakuan yang setara dan tidak diskriminasi yang mengacu pada hak, tanggung jawab dan kesempatan yang sama antara perempuan dan laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis konsep dari kesetaraan gender dalam pendidikan Islam menurut Fatimah Mernissi. Hasil penelitian ini adalah Pendidikan merupakan kunci terbentuknya keadilan gender dalam masyarakat, kemampuan dan pengetahuan juga sebagai alat untuk mengkaji dan menyampaikan ide-ide baru. Pendidikan merupakan sebuah sarana strategis dalam melakukan perubahan khususnya pendidikan Islam
Konsep Etika Belajar Menurut Syeikh Az-Zarnuji (Studi Analisis Kitab Ta’lim Muta’allim) Ramadhan, Syahrul; Himmawan, Didik; Rusydi, Ibnu
Journal Islamic Pedagogia Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v3i2.92

Abstract

Pendidikan Islam adalah penataan individual dan sosial yang dapat menyebabkan seseorang tunduk taat pada islam dan menerapkannya secara sempurna didalam kehidupan individu dan masyarakat. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan yang didalamnya terdiri dari pendidik (Guru) dan Peserta didik (Murid). Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Murid adalah orang yang sedang mempelajari ilmu. Metodologi Pendidikan pada skripsi ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan objektif mengenai Bagaimana konsep Pendidikan Islam menurut Az Zarnuji dalam kitab Ta‟lim Muta‟allim dan RelevansinyaPendidikan islam saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau studi Pustaka (Library Research). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan Studi kepustakaan (Library Research). Dengan pendekatan studi tokoh. Menggunakan teknik pengumpulan data berupa: (1) Mencari kitab Ta’lim Al Muta’allim karya Syekh Az Zarnuji. (2) Mencari terjemahan kitab Ta’lim Al Muta’allim (bimbingan bagi penuntut ilmu pengetahuan) yang diterjemahkan oleh Drs. H. Aliy As‟ad,  M.M  terbitan  menara   kudus.  (3)   Mencari   kitab-kitab   dan   buku-buku   yang berkaitan dengan penelitian. (4) Mencari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian yang terdapat di aplikasi Ipusnas. (5) Mencari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian di perpustakaan uin, perpustakaan daerah, perpustakaan pasca sarjana uin su dan toko-toko buku. (6) Kemudian bertanya kepada kawan yang berada di pekan baru tentang kitab yang penulis teliti. (7) Kemudian mempelajari dan memahami kajian yang terdapat dalam buku-buku yang menjadi sumber data sekunder. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa etika menuntut ilmu menurut Syekh Az  Zarnuji  dalam  kitab  Ta‟lim  Al  Muta‟allim  ialah:  Berniat  ketika  Belajar, Berdoa, Mengahadap Kiblat, Bersifat wara’ dalam belajar, Tawakkal, Sabar, Kasih sayang, Musyawarah, Memilih ilmu, Memilih Teman, Memilih guru, Menghargai ilmu, Menghormati guru, Memuliakan kitab,dan Menghormati  teman.
Implementasi Metode Qira’ati dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an di TPQ Hidayatul Ihsan Perumahan Abdi Karya Terusan Indramayu Nasuha, Nasuha; Ibnudin, Ibnudin; Rusydi, Ibnu
Journal Islamic Pedagogia Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v3i2.95

Abstract

Metode Qira’ati merupakan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan ketepatan membaca, sehingga para pembaca mampu membaca Al-Qur’an secara baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid. Perlunya program pendidikan membaca Al-Qur’an untuk memberikan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi umat islam di Indramayu serta untuk menigkatkan generasi-generasi Qur’ani. Peneliti berusaha untuk meneliti tentang pembelajaran metode Qira’ati. Sehingga dalam kaitanya dengan penelitian ini, peneliti dapat merumuskan masalah yang akan dikaji dalam penyusunan skripsi ini. Pertama, bagaimana implementasi metode Qira’ati? Kedua, Seberapa besar pengaruh metode Qira’ati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ Hidayatul Ihsan Terusan Indramayu? Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode Qira’ati serta pengaruh metode Qira’ati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ Hidayatul Ihsan Terusan Indramayu. Adapun jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Lapangan (field research) jenis penelitian yang didasarkan pada data-data yang diperoleh langsung dari tempat penelitian. Dari hasil penelitian implementasi metode Qira’ati di TPQ Hidayatul Ihsan Terusan Indramayu menggunakan 4 jilid buku pembelajaran. Serta penerapan metode Qira’ati sangat berpengaruh dikarenakan banyak murid cepat memahami dan kemampuan membaca Al-Qru’an. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Penerapan metode Qira’ati yang di terapkan TPQ Hidayatul Ihsan Terusan Indramayu sangat berpengaruh pada pembelajaran membaca Al-Qur’an
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Novel Ayana Journey To Islam Karya Ayana Moon Alfina, Mahra; Rusydi, Ibnu; Wahidin, Wahidin
Journal Islamic Pedagogia Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v4i1.116

Abstract

Penelitian ini berjudul nilai-nilai Pendidikan agama islam dalam novel ayana nourney to islam karya ayana moon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi novel ayana journey to islam dan nilai-nilai Pendidikan agama islam yang terdapat dalam novel ayana journey to islam. Metode penelitian yang digunakan yaitu library research atau penelitian kepustakaan, dimana untuk mencari data-data yang diperlukan dengan cara mencari dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, skripsi terdahulu atau Pustaka-pustaka lainnya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isi novel ayana journey to islam adalah novel yang menceritakan tentang kisah perjalanan hijrah seorang mualaf korea yang memutuskan untuk memilih islam sebagai jalan hidupnya. Nilai Pendidikan agama islam yang terdapat dalam novel ayana journey to islam adalah ada 4 nilai yaitu: nilai Pendidikan tauhid (keimanan), nilai Pendidikan ibadah, nilai Pendidikan akhlak dan nilai Pendidikan sosial.
The Golden Age of Islamic Intellectuals and The Development of Science During The Abbasid Dynasty Rusydi, Ibnu; Saepudin, Didin; Murodi, Murodi
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 4 (2023): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v4i4.726

Abstract

This paper aims to examine the era of Islamic intellectual packaging during the reign of Caliph Harun al-Rashid during the Abbasid dynasty in Baghdad. History has recorded that during the reign of the Abbasid dynasty, Muslims were truly at the peak of their glory and led world civilization at that time. The reign of the Abbasid dynasty was a "golden age" in the history of Islamic civilization, especially during the reign of Caliph Harun al-Rashid and al-Ma'mun.  Harun al-Rashid is considered by historians to be the greatest and most brilliant caliph who brought the Abbasid dynasty to its golden age. He ruled for 23 years and made this dynasty achieve progress and glory in the fields of politics, economy, trade, science and Islamic civilization. This research concludes that the Abbasid Dynasty was the heyday of Islam in various fields, especially science and science. Islamic intellectual progress at that time was due to the caliph's love of science, the establishment of the Baitul Hikmah library, and the movement to translate various books and literature into and out of Arabic played a major role in shaping the Islamic intellectual world at that time.
The Concept of Holistic Hygiene In Islam: The Integration of Taharah And Nazafah Yono, Yono; Muslimin, JM.; Rusydi, Ibnu
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v6i2.1601

Abstract

The concept of cleanliness in Islam covers physical and spiritual aspects, with the integration of taharah (purity) and nazafah (cleanliness). This article explores the holistic hygiene approach in Islamic teachings, emphasizing the importance of maintaining overall cleanliness in everyday life. This study aims to analyze and formulate the concept of holistic hygiene in Islam. This study uses empirical normative legal research methods. Secondary sources used are the Qur'an, hadith books (al-kutub al-tis'ah), fiqh books written by scholars whose credibility is recognized, such as the Hashiyah book I'anat al- Talibin 'ala Hill Alfaz Fath al- Mu'in by Abu Bakr Ibn Muhammad Shata al-Dimyati, al-Tawjih al -Tashri'i al-Islamiy fi Nazafat al-Biah wa Sihhatiha by Abdullah Qasim al-Washli, Ri'ayat al-Biah fi Shari' at al-Islam by Yusuf al-Qardawi and Fiqh al-Bi'ah fil Islam by Mustafa Abu Sway. Data collection techniques are carried out by literature review. The findings of this study indicate that the integration of taharah and nazafah has a holistic hygiene concept in Islam includes cleanliness of faith, personal and environmental cleanliness and moral-spiritual cleanliness. Regarding environmental cleanliness, the paradigm that must be used is the anthroposophic paradigm by adhering to the 4 K principles, namely the principle of safety, the principle of cleanliness, the principle of purity and the principle of beauty. This study confirms that cleanliness carried out according to Islamic teachings directly impacts the community's physical health.