Claim Missing Document
Check
Articles

Harga Diri dan Religiusitas dengan Resiliensi Pada Remaja Madura Berdasarkan Konteks Sosial Budaya Madura Diana Rahmasari; Miftakhul Jannah; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.936 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n2.p130-139

Abstract

Madurese known by the sense of self-esteem "typical" as "œajina abha" as well as a strong religiosity and synonymous with Islam. Needed to strengthen the resilience of youth in the face of obstacles or problems. This study is a preliminary study aimed to examine the dynamics of the relationship between self-esteem and religiosity with resilience in adolescents. This research is using quantitative methods. Quantitative methods are used to examine the relationship between self-esteem and religiosity with resilience. The results showed that there is a relationship between self-esteem and religiosity with resilience in adolescents Madura with a value of 0.01. Self-esteem and religiosity together to give effect to the resilience of 16.9%. This means that 83.1% of resilience in adolescents Madura is influenced by other variables. Esteem gives greater influence with significant value 0,311. While religiosity effect of 0.264. It can be concluded that self-esteem and religiosity have an influence on adolescents resilience in Madura.
Peran Filsafat Eksistensialisme terhadap Terapi Eksistensial-Humanistik untuk Mengatasi Frustasi Eksistensial Diana Rahmasari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.897 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p141-148

Abstract

Existential-humanistic therapy helps people to achieve personal meanings of their existence by raising self-awareness and changing the deficient mindset in looking values and meanings of life. Existential philosophy gives an important contribution not only in providing conceptual basis of this therapy but also in determining the therapeutic techniques. Existentialism is a philosophical school that is more adequate than other schools of philosophy, such as empiricism, to understand of human beings as an individual. Meanwhile, humanism is highly valuing of human dignity in a way that of an individual occupies a central position in the theoretical-philosophical reflections as well as in the explanation of daily life practices. This article discusses the basic concepts of existential-humanistic therapy and describes how this approach places the self as the central focus in scientific inquiry and clinical practices.  Abstrak: Terapi humanistik eksistensial membantu manusia untuk mengenal kembali keberadan dan kesadaran dirinya. Terapi ini juga membantu manusia mengubah pola pikir yang salah dalam hal nilai-nilai dan makna hidup, yang merupakan sumber utama frustasi eksistensial. Pendekatan terapi ini dilandasi oleh filsafat eksistensialisme dan humanisme tidak hanya dalam konsep-konsep dasarnya tapi juga dalam berbagai langkah terapi. Eksistensialisme berupaya untuk memahami hakikat manusia sebagai individu. Sedangkan humanisme menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia sedemikian rupa sehingga manusia menempati posisi yang sentral dan penting baik dalam perenungan filsafati maupun dalam praktis hidup sehari-hari. Tulisan ini mengkaji konsep dasar terapi eksistensial humanistik dan mendeskripsikan bagaimana pendekatan humanistik eksistensial mengembalikan pribadi manusia sebagai fokus sentral dalam kegiatan ilmiah dan praktik terapi klinis.
Efektifitas Penerapan Outbound Training Dalam Meningkatkan Kemampuan Resolusi Konflik Interpersonal Pada Remaja Hetti Sari Ramadhani; Diana Rahmasari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.972 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p1-10

Abstract

This study aims to test the effectiveness of outbound training in improving interpersonal conflict resolution skills in adolescents. Subjects were adolescents outbound training participants with age ranges between 16-19 years old on the Team Survival Outbound Prigen Pasuruan. The design of this study was a true experiment, with 10 participants who were registered as outbound training participant was being assigned as experiment group and 10 participants who were not registered as outbound training participant was being assigned to control group Sampling technique used in this research was purposive sampling by selecting participants with low conflict resolution score. Data collecting method used was interpersonal conflict resolution questionnaire which resulting in an ordinal scale and was analysed using parametric statistic with t-test paired sample and independent t-test. Obtained score was t = 9.635 and p=0.000 (p<0.025), which means that the research hypothesis was accepted. In other words, there were a significant difference between adolescence interpersonal conflict resolution score prior- and post-intervention (outbound training) in α = 0.05%. Obtained score was t = 5.069 and p=0.000 (p<0.025), which means that the research hypothesis was accepted. It can be concluded, that there were a significant difference between adolescence interpersonal conflict resolution score prior- and post-intervention (outbound training) in α = 0.05%. Based on those results, it can be concluded that an effective implementation of outbound training can increase interpersonal conflict resolution skill in adolescence.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan outbound training dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal pada remaja. Subjek penelitian adalah peserta remaja outbound training dengan rentang usia 16-19 tahun The Survival Outbound Team Prigen Pasuruan. Penelitian ini menggunakan true experiment yaitu kelompok eksperimen adalah 10 remaja yang terdaftar sebagai peserta outbound training dan kelompok kontrol adalah 10 remaja yang tidak terdaftar sebagai peserta outbound training. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni mereka yang memiliki skor resolusi konflik interpersonal rendah. Pengumpulan data menggunakan angket resolusi konflik interpersonal yang dinyatakan dalam bentuk ordinal dan menggunakan statistik  parametrik dengan paired sampel t test dan independent t test. Hasil analisis data diperoleh nilai t sebesar 9,635 dan p=0,000 (p<0,025) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan terhadap skor resolusi konflik interpersonal remaja antara sebelum dan sesudah diberikan outbound training pada taraf α = 0,05%. Diperoleh nilai t sebesar 5,069 dan p=0,000 (p<0,025) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan terhadap skor resolusi konflik interpersonal antara remaja yang mendapat outbound training dan remaja yang tidak mendapat outbound training pada taraf α = 0,05%. Dari data analisis, dapat disimpulkan bahwa penerapan outbound training efektif dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal remaja.
HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN STRES PADA ANAK Tenny Yanuari; Diana Rahmasari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.391 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p46-57

Abstract

This research aimed intent on testing corelation between sibling rivalries stress on children at SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Work hypothesis that proposed is there is significant corelation between sibling rivalries with stress on children. Researcher using sample as big as 34 students from SD Muhammadiyah 15 Surabaya, that chosen using purposive sampling. Namely with children criterion that aged 10-12 year on fifth grade and have sibling. This research applying quantitative correlation method. There are two scale that applied on this research, namely sibling rivalry and stress. Data collection method done by applying Likert scale. Instrument validity obtained by using content validity technique with assist from professional judgment. Data analysis technique that used on this research is Pearson product moment correlation analysis test. The instrument reliability test done by using alpha Cronbach reliability. From the result of sibling rivalry reliability scale test, obtained score as big as 0.935. It means that the score of measure is very reliable. And stress scale, obtained score as big as 0.925 that means the sore is very reliable. Based on the data analysis test that done by using product moment correlation by using signification rate 1%, it find out that sibling rivalry  have significant relation with stress for children as big as 0.000 and the direction of relation as big as 0.778. So there is corelation between sibling rivalries with stress on children.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sibling rivalry dengan tingkat stres pada anak di SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Hipotesis kerja yang diajukan adalah ada hubungan yang signifikan antara sibling rivalry dengan stres pada anak. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 34 murid SD Muhammadiyah 15 Surabaya, yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria anak yang berusia 10-12 tahun, duduk di kelas 5 dan mempunyai saudara kandung. Terdapat dua skala yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala sibling rivalry dan skala stres yang disusun dengan menggunakan skala Likert. Validitas alat ukur diperoleh dengan menggunakan teknik validitas isi dengan bantuan profesional judgement. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji analisis korelasi product moment Pearson. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan reliabilitas alpha cronbachs. Uji reliabilitas skala sibling rivalry, mendapatkan hasil sebesar 0,935, sedangkan skala stres sebesar 0,925, yang berarti keduanya sangat reliabel. Berdasarkan uji analisis data yang dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dan dengan menggunakan taraf signifikansi 1%, maka diketahui bahwa sibling rivalry mempunyi hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada anak dengan besar korelasi sebesar 0,778. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sibling rivalry dengan stres pada anak.
Exploring the Risk-Taking Behavior of Student Athletes While Attending Education on Campus Miftakhul Jannah; Nurchayati Nurchayati; Diana Rahmasari; Damajanti Kusuma Dewi; Rachman Widohardhono
International Journal of Current Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): December
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.39 KB) | DOI: 10.53621/ijocer.v1i2.187

Abstract

Every student who attends lectures on campus is expected to have achievements as an academic member. This also applies to student-athletes excelling in sports and balancing it with academic achievement. Achievement is related to athletes' physical abilities and skills in performing techniques. The high level of physical activity that is carried out requires athletes' involvement in taking risks both during training and competitions. This study aims to determine the profile of risk-taking behavior in Surabaya State University students. A total of 230 student-athletes became the subject of the study, with an age range of 19-24 years, with 35 people in the categories of accuracy sports, 57 people in Pencak silat, 96 people in games, and 42 people in the competition. The instrument used is risk-taking behavior—data analysis techniques using descriptive statistics. The data analysis tool used the Jeffreys' Amazing Statistics Program (JASP) application version 0.14.1.0. The data analysis results showed that most subjects' risk-taking behavior was at a good level of 157 people or 86.3 percent. The dominant risk-taking behavior is at a high level of 73 people or 31.73 percent at a moderate level. The implications of this research are the data for campuses to promote sports activities so that students have good risk-taking behavior. Through good decision-making behavior, it is hoped that it will encourage the achievement of student-athlete's academic and sports achievements.
PERLUNYA BRAIN GYM UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA Ummu Khairiyah; Pance Mariati; Mochamad Nursalim; Diana Rahmasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i1.1262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan brain gym dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan jurnal pada google scholar. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis anotasi bibliografi Hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan bahwa konsentrasi belajar merupakan kemampuan siswa yang dapat ditingkatkan melalui latihan, latihan yang mampu meningkatkan konsentrasi salah satunya yakni dengan brain gym. Brain gym merupakan serangkaian gerak sederhana dengan menstimulasi kerja kedua belah otak sehingga bekerja secara sinegis. Brain gym efektif meningkatkan konsentrasi belajar siswa apabila rutin diterapkan setiap hari. Brain gym tidak akan bekerja secara optimal apabila subjek tidak serius melakukan gerakan brain gym. Upaya yang dapat dilakukan supaya Brain Gym bekerja optimal yakni dengan mengenalkan gerakan brain gym kepada siswa secara rutin minimal 10-14 menit sehingga siswa menguasai gerakan brain gym dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Problems Of Children With Intellectual And Mental Disabilities At School Anlianna Anlianna; Sunanto Sunanto; Mochamad Nursalim; Diana Rahmasari
Sentra Cendekia Vol 4 No 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v4i2.2655

Abstract

Tujuan Penelitian ini yaitu a) Untuk mendeskripsikan Problematika anak disabilitas intelektual di sekolah, dan b) untuk mendeskripsikan Problematika anak disabilitas mental di sekolah, dan c) Untuk mengetahui cara mengatasi Problematika anak Disabilitas Intelektual dan Anak Disabilitas Mental di Sekolah,. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang berupa studi literatur atau studi kepustakaan. Studi literatur/kepustakaan dapat ditempuh dengan jalan mengumpulkan referensi yang terdiri beberapa penelitian terdahulu dan pendapat ahli/pakar yang kemudian dikompilasi untuk menarik kesimpulan (Mardalis, 1999). Hasil kompilasi dari beberapa penelitian terdahulu digunakan untuk menyimpulkan: 1. permasalahan yang dihadapi anak disabilitas intelektual di sekolah, dan 2) problematika yang dihadapi anak disabilitas mental di sekolah. Hasil penelitian dengan kesimpulan yaitu: Problematika Disabilitas Intelektual yaitu a) pertama, tidak mampu membedakan perilaku mana yang dinilai benar atau salah, dan kedua, berdasarkan teori linguistic intelligence dan bodily/kinesthetic intelligence tidak berkembang sesuai dengan anak-anak normal seusianya atau mengalami perkembangan yang terhambat, dan b) selalu munculnya kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran serta kegelisahan pada setiap anak yang mengalami disabilitas intelektual, 2. Problematika Disabilitas Mental yaitu: Keterbatasan memahami pelajaran, tidak percaya diri (minder), kesulitan memakai baju, memakai sepatu, makan, menggosok gigi dan lain sebagainya, kesulitan menangkap pelajaran, kesulitan dalam berfikir, daya ingat yang lemah dan serta kesulitan dalam penyesuaian diri, dan 3. Mengatasi problematika anak Disabilitas Inteletual dan Disabilitas Mental di sekolah, yaitu: a) Intervensi dengan konseling keluarga berpengaruh dalam mengatasi problem emosi pada anak, b) Fungsi Sekolah sebagai lembaga Pendidikan dapat sangat penting, baik interaksi dengan teman sebaya, perancangan kurikulum sesuai kebutuhan anak tersebut, dan c) Penyusuan program Kesehatan mandiri dan menjalankan peran masyarakat sekitar.
Increasing Children's Intelligence through the STEAM Learning Model in Elementary School Gusmaniarti Gusmaniarti; Berda Asmara; Mochamad Nursalim; Diana Rahmasari
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol 7 No 1 (2023): September 2023
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STEAM, an acronym for Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics, represents an instructional approach closely linked to children's cognitive abilities. The combination of science, technology, engineering, mathematics, and arts in the learning process can prepare students with 21st-century skills. The objective of this study is to examine the STEAM learning model in primary education through a literature review, aiming to enhance students' intelligence. This research is qualitative in nature, utilizing a literature review to connect existing research and fill gaps in prior studies. The findings of this study reveal that the STEAM learning model for children can be implemented by creating a safe and enjoyable learning environment. It provides children with opportunities for exploration, discovery, construction, experimentation, prediction, seeking answers to complex questions, and connecting knowledge to real-life situations, thereby stimulating their intelligence.
Analisis Penguatan Kecerdasan Spiritual Mahasiswa PGSD FIP UNESA melalui Aktivitas Menulis Jurnal Syukur Maryam Isnaini Damayanti; Mochammad Nursalim; Diana Rahmasari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2024): DIDAKTIKA Februari 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.497

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil analisis implementasi Pendidikan karakter penguatan kecerdasan spiritual di PGSD FIP UNESA dengan menerapkan salah satu metode yang disebut Jurnal Syukur: Aku Orang Paling Beruntung di Dunia. Penelitian ini bertujuan memaparkan kecerdasan spiritual mahasiswa yang dapat dikuatkan melalui menulis jurnal syukur. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi jurnal syukur dan tulisan refleksi mahasiswa serta teknik mengkaji beberapa literatur terkait. Analisis data dengan identifikasi dan kategorisasi data tulisan refleksi mahasiswa sesuai 10 indikator kecerdasan spiritual yang ditetapkan, penyajian data, dan penarikan simpulan. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas 2020D jurusan S-1 PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya. Hasil analisis terhadap 31 tulisan refleksi mahasiswa atas implementasi menulis jurnal syukur menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual mahasiswa dapat dikuatkan melalui aktivitas ini. Dari 10 indikator kecerdasan spiritual yang ditetapkan, sebanyak 8 indikator yang dapat dikuatkan, yaitu indikator kemampuan: kesadaran diri, mengambil pelajaran berharga, melihat keterkaitan antara berbagai hal, merasakan motivasi diri untuk berubah, untuk selalu merasakan kehadiran Sang Pencipta, memiliki prinsip hidup, kemampuan untuk berjiwa besar/sportif, dan untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri. Dapat disimpulkan bahwa menulis jurnal syukur: Aku Orang Paling Beruntung di Dunia dapat menguatkan kecerdasan spiritual mahasiswa S-1 PGSD Universitas Negeri Surabaya.
SELF IDENTITY AND RELIGIOSITY OF MADURESE PEOPLE: INDIGENOUS CONCEPTS BASED ON THE PERSPECTIVE OF MADURESE YOUTH: religiousity Indigenous Concepts Based on the Perspective of Madurese Youth Rahmasari, Diana; Darmawanti, Ira
Psikis : Jurnal Psikologi Islami Vol 9 No 1 (2023): Psikis : Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v9i1.14583

Abstract

This study aims to explain the identity and religiosity of the Madurese based on the perspective of Madurese teenagers. The concept of identity and religiosity refers to the concept of indigenous or local wisdom of Madurese culture. This study uses a qualitative method with a descriptive approach in explaining the research study. The Sources of data used in this study are primary and secondary data sources. Sources of primary data were obtained directly from Madurese youth using FGD and semi-structured interviews with 7 students of class X in Pamekasan Regency. Each student meets the requirements of being born and raised in Madura and his parents are Madurese. While the secondary data sources are data obtained from the study of books, literature, and the results of previous research on the Madurese which have relevance to the focus of this research. Interviews with Madurese cultural observers were conducted to complete primary and secondary data as a triangulation of data sources, especially to obtain information on the concept of religiosity and identity indigenously or by referring to the local wisdom of Madurese culture. The analysis of the results of the study explains that being a Madurese is having high self-esteem, of course, self-esteem in the indigenous Madurese concept, namely ajina aba ", temperamental-tempered, hardworking, overly confident, and Muslim. If they are not Muslims, then they are not Madurese. Madurese teenagers are described as Islamic Religious with strong faith and devotion to Allah SWT and implemented in the implementation of the pillars of Islam. The factor of high religiosity in Madurese youth is seen in carrying out Islamic religious worship and practices. It can also be interpreted, many Madurese teenagers perform the five daily prayers, fast, pay zakat, and perform worship or ritual obligations in Islam. Empirical and theoretical studies explain the same finding, namely the Madurese are famous for their identity with Islam and uphold religious symbols as the embodiment of local wisdom values.
Co-Authors . Anisa Adela Alif Qintari Aghus Sifaq AINA, MUSFIATIN Aini, Almira Nur Ainur Rifqi, Ainur Aldiah Rosa Hayuningtiyas Putri Aldililla, Dinarayu Alfiyah Nahdah Kamilah Alip Purnomo Amirah Hanun Amrozi Khamidi Andhira Diffa Mauwi Maharani Anggara, Onny Fransinata Anlianna Anlianna ANNA QURROTUL AYUNI ANUGRAHANI SABILLIA NOOR PRATAMA Ardelia Nabilah Priyandoko Ardine, Khansa Reggina ARIF HIDAJAD Arma Andi Kusuma Arthantie, Shendiva Dinda Aryo Atha Rizaldi Atriska Dewi Kurniasari Ayu Citra Jalesveva Widyataqwa Ayu Sita Dewi Ariani BENIDHA ROOS FERI NISA Berda Asmara Berda Asmara Budi Purwoko Choirunnisa, Nadia Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi, Damajanti Kusuma Daniel Setia Budi Mulyono Dhyana Sulistyawati Dicky Hasbyallah Dwi Anindya Anandani Dwi Susi Miftakhul Jannah EKA AULIA, RISNANDA Eka Novitandari Evelyn Aprillia Ariska Pandjaitan Fadhillah Nur Lathifah Fahmi, Qoiri Febriati, Ervira Feby Pebriyanti Islami Firdaus, Najwa Aurelia Kamiilah Fitriana, Qurrota A’yuni Gusmaniarti, Gusmaniarti Halimah Sa’diyah Handaresta Dani Prabowo Hena, Estefania Boy Herik Dwi Irawan Hetti Sari Ramadhani, Hetti Sari Husni Abdillah Indartiningsih, Duhwi IRA DARMAWANTI Ismi Achmri Apriliana ISMI KHARIN ADRIANA Khairiyah, Ummu KHARIN ADRIANA, ISMI Khusnul Khotimah Larasati, Savira Aida Lestari Retnawati Lika Purnama Ning Wulan Linaria Arofatul Ilmi Uswatun Khasanah Ludfi Arya Wardana Maghfiroh, Fitrania Mahardika Darmawan Kusuma Wardana Marcelline Eva Panjaitan Mariati, Pance Maryam Isnaini Damayanti Maulid Yuni Sari Meita Santi Budiani, Meita Santi Miftahul Jannah MIFTAKHUL JANNAH Miftakhul Jannah Miftakhul Jannah Mochamad Nursalim Mochamad Nursalim MOHAMMAD NURSALIM Mohammad Syafiq Muhamad Nukman Muhamad Sani Rosyad Hasbillah Muhammad Rusli MUSFIATIN AINA Nadia Rucita Nadila Idzania Putri Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Nita Prinda Sari Nunuk Hariyati Nur Rahmah Ramadani Nur Rohmah Nilam Sari Nurchayati Nurchayati Nurul Mahruzah Yulia OKTAVIANA, MIMBAR OLIEVIA PRABANDINI MULYANA Pance Mariati Prasetyo, Kukuh Bayu Pujiyanti Catur Siwi Purwasih, Galuh Dwi PUTRI, RAFIKA Putri, Ria Alfian Rizkya Putri, Wanda Fa'adhihillah Heryadi Qurbani, Gemala QURROTUL AYUNI, ANNA Rabbani, Muhammad Burhannudin Rachman Widohardhono Rachmawati, Tasya Saecarya Raden Roro Putri Ayu Gayatri Ramadhan Maruta Pradana Ratna Candra Sari Raviika Widyasari Wowor RISNANDA EKA AULIA Rizka Ayu Febriani Rizky Dewantoro Robi'atul Adawiyah Roeskusmarsyela Sanjaya ROHMAWATI KUSUMANINGTIAS ROOS FERI NISA, BENIDHA Roosyanti, Anna Rosi Izzatul Ilmi Hamdiyah ROSINTA WINDASARI Rurky, Salma Nabila SABILLIA NOOR PRATAMA, ANUGRAHANI Salsabila, Fatkiyah Jihan Sari, Nur Rohmah Nilam Satiningsih Satiningsih Siti Ina Savira, Siti Ina Sridewi Murni Agriyanti Sulistyowati, Jane Aquamarin Widya Sunanto Sunanto Supardi Supardi Tasya Firly Febriana Tenny Yanuari Tenny Yanuari, Tenny Tsabita Huwaida Tyas Andarini Indarwati ULAYYA CAHYANI, YUMNA UMI ANUGERAH IZZATI Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati, Umi Anugerah Ummu Khairiyah Utomo, Annisa Azzahra Vivin Faizatul Marita Vrisaba, Nanda Audia Wibawa, Chanif Mulia WINDASARI, ROSINTA Wiryo Nuryono YATIM RIYANTO Yohanes Arief Widarsa YUMNA ULAYYA CAHYANI Yumna Ulayya Cahyani Yundari, Yundari Zain, Firosa Amalia