Claim Missing Document
Check
Articles

MINDFULNESS PADA POLWAN YANG MENANGANI KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK Ayu Sita Dewi Ariani; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41315

Abstract

Abstrak : Investigasi kasus yang melibatkan individu yang mengalami trauma seperti kasus pelecehan seksual terhadap anak memiliki resiko menyebabkan Secondary Traumatic Stress (STS). Mindfulness merupakan suatu cara coping yang dapat diaplikasikan secara personal sekaligus suatu keterampilan yang mampu mengurangi resiko individu mengalami STS. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji mengenai proses timbulnya keterampilan mindful serta faktor yang menumbuhkan keterampilan mindfulness pada Polwan yang menangani kasus kekerasan terhadap anak. Penelitian ini dilakukan pada tiga orang polwan yang merupakan penyidik kasus kekerasan seksual terhadap anak di unit PPA Polrestabes Surabaya & Polda Jatim. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan diolah menggunakan teknik analisis tematik. Penelitian ini menemukan dua tema besar yakni dampak dari penyidikan kasus kekerasan seksual terhadap anak serta proses keterampilan mindfulness dalam proses penyidikan. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya keunikan pada setiap partisipan dalam proses memiliki keterampilan mindfulnessyang didasari pada perbedaan orientasi sebagai acuan fokus saat menyidik serta perbedaan persepsi dari masing-masing partisipan terkait pengalaman korban. Ditemukan juga adanya beberapa faktor yang secara signifikan membantu menumbuhkan keterampilan mindfulness dalam proses penyidikan yakni menghindari keterlibatan emosional berlebih dengan cara mengontrol empati serta menetapkan boundary atau batasan antara hal-hal terkait penyidikan dan hal yang bersifat personal. Kata Kunci : Mindfulness, Kekerasan seksual anak, Polwan Abstract Investigation of cases involving individuals who have experienced trauma such as cases of child sexual abuse has the risk of causing Secondary Traumatic Stress (STS). Mindfulness is a way of coping that can reduce the risk of experiencing STS. This study aims to examine the process of achieving mindfulness and the factors that influence it. This study was conducted on three female police officers who are investigators of cases of sexual violence against children at the women and child unit (PPA) of Polrestabes Surabaya and East Java Regional Police (Polda Jatim). This research uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through semi-conducted interviews and processed using thematic analysis technique. This study found two major themes, the impact of investigating cases of sexual violence against children and the process of mindfulness skills in the investigation process. The results of this study found that there are there was a uniqueness in each participant in the process of mindfulness skills based on differences in orientation as a reference for focus when investigating and differences in perceptions of each participant regarding the victim's experience. It was also found that there were several factors that significantly helped foster mindfulness skills in the investigation process, namely avoiding excessive emotional involvement by controlling empathy and setting boundaries between things related to the investigation and personal matters. Keywords : Mindfulness, Sexual violence against children, Female police officers
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL COMPARISON DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWI PSIKOLOGI UNESA PENGGUNA INSTAGRAM Marcelline Eva Panjaitan; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41318

Abstract

RESILIENSI PADA LANSIA PENYINTAS COVID-19 DENGAN PENYAKIT BAWAAN Aryo Atha Rizaldi; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41320

Abstract

Abstrak Virus Corona adalah suatu virus kronis yang menyerang sistem pernafasan individu yang terjangkit maupun penyintas Covid-19, dimana keduanya membutuhkan perawatan medis, dan juga adanya resiliensi agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dapat membentuk resiliensi penyintas Covid-19 dengan penyakit bawaan yang mengalami dampak jangka panjang dari Covid-19 yaitu long covid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua subjek penyintas Covid-19 yang berusia 50 tahun keatas, dengan penyakit bawaan yang pernah dirawat secara intensif di suatu rumah sakit, dan mengalami dampak long covid. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara semi-terstruktur. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik. Penelitian ini menggunakan uji keabsahan dengan teknik triangulasi sumber data dan member-checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek tetap dapat resilien karena dari keempat faktor tersebut, kedua subjek telah memenuhi keempat faktor dari resiliensi, yaitu harga diri, dukungan sosial, spiritualitas, dan emosi positif dapat membentuk resiliensi dalam diri individu. Kata Kunci: resiliensi, penyintas covid-19, penyakit bawaan Abstract Coronavirus is a chronic virus that attacks the respiratory system of infected individuals and Covid-19 survivors, both of which require medical treatment, as well as resilience to speed up the healing process. This study aims to determine the factors that can shape the resilience of Covid-19 survivors with congenital diseases that experiencing long-term impacts from Covid-19, namely long covid. This research uses a qualitative approach with a case study method. The subjects used in this study were two Covid-19 survivors aged 50 years and over, with comorbid diseases who had been treated intensively in a hospital and experiencing the long-term impact of covid. Data collection techniques used are semi-structured interviews. The data analysis technique used in this research is thematic analysis. This study uses a validity test with triangulation of data sources and member-checking techniques. The results showed that the two subjects remained resilient because of the four factors of resilience, which both subjects had fulfilled, namely self-esteem, social support, spirituality, and positive emotions that could form resilience within individuals. Keywords: resilience, covid-19 survivor, comorbidity
GAMBARAN HARDINESS PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PANDEMI COVID-19 Ismi Achmri Apriliana; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41513

Abstract

Abstrak Individu yang mengalami PHK akibat pandemi COVID-19 berpeluang mengalami stres, tetapi bagi yang mampu mengelola stres dan melewati masa sulit tersebut dengan baik maka individu tersebut memiliki hardiness sebagaimana ditunjukkan oleh para subjek dipenelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika psikologis dan faktor yang membentuk hardiness pada individu yang mengalami PHK akibat pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan berjumlah dua orang yang memiliki karakteristik yakni : laki-laki berusia 40-60 tahun dan sedang mengalami PHK dikarenakan adanya kebijakan pengurangan karyawan akibat pandemi dan belum memiliki pekerjaan tetap hingga saat ini. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik dan melalui uji keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber data yang akan dibantu dari data significant others. Penelitian ini menemukan bahwa hardiness yang ada dalam diri para subjek terbentuk melalui serangkaian proses, dimulai dari penerimaan kondisi yang sedang mereka hadapi saat ini hingga proses menemukan alasan yang menjadi landasan hardiness yang terbentuk dalam diri mereka, dan dalam penelitian ini faktor support keluarga merupakan faktor terpenting setelah penerimaan diri dalam terbentuknya hardiness dalam diri subjek. Hardiness yang ada pada diri para subjek ini dapat dilihat dalam bentuk bagaimana cara mereka dapat bangkit dan menemukan hal baru untuk dilakukan demi kelangsungan hidup mereka dan keluarga kedepannya. Kata Kunci: hardiness, PHK, pandemi COVID-19 Abstract Individuals who have been laid off due to the COVID-19 pandemic have the opportunity to experience stress, but those who are able to manage stress and get through these difficult times well have hardiness as shown by the subjects in this study. The purpose of this study was to determine the psychological dynamics and factors that shape hardiness in individuals who experienced layoffs due to the COVID-19 pandemic. This research uses case study qualitative method. The research subjects were selected using a purposive sampling technique and consisted of two people who have characteristics, namely: men aged 40-60 years and currently experiencing layoffs due to the policy of reducing employees due to the pandemic and not having a permanent job until now. Data was collected by means of semi-structured interviews. The data obtained were analyzed using thematic analysis and through testing the validity of the data with the triangulation technique of data sources that will be assisted from the data of significant others. This study found that the hardiness that existed in the subjects was formed through a series of processes, starting from accepting the conditions they were currently facing to the process of finding the reasons that became the basis for the hardiness that was formed within them, and in this study the family support factor was the most important factor. after self-acceptance in the formation of hardiness in the subject. Hardiness that exists in these subjects can be seen in the form of how they can rise up and find new things to do for the sake of their survival and their families in the future. Keywords: hardiness, PHK, covid pandemic 19
Disregulasi Emosi pada Perempuan Dewasa Awal yang Melakukan Self injury Aldiah Rosa Hayuningtiyas Putri; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41524

Abstract

Abstrak Self injury dapat terjadi karena adanya ketidakmampuan individu dalam meregulasi emosinya. Ketidakmampuan individu dalam meregulasi emosinya dinamakan dengan disregulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran dinamika disregulasi emosi pada perempuan usia dewasa awal yang melakukan self injury dan mengetahui faktor yang mempengaruhi disregulasi emosi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penggunakan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini merupakan perempuan dewasa awal berjumlah 3 orang dengan rentang usia 21-22 tahun. Bentuk self injury dalam penelitian ini yaitu, menyayat tangan, menggesek kaki, dan memukul diri sendiri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil dari penelitian ini menemukan tiga tema: dinamika self injury, gambaran disregulai emosi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi disregulasi emosi. Ketiga partisipan memilih self injury sebagai cara untuk meregulasi emosi. Disregulasi emosi yang digambarkan dalam penelitian ini adalah tidak memperhatikan perasaan, tidak memahami emosi, sulit menerima peristiwa yang menimbulkan emosi negatif, merasa kesal pada diri sendiri, merasa lemah, merespon dengan cara maladaptif peristiwa yang menimbulkan emosi negatif, sulit berkonsentrasi, dan sulit menyelesaikan tugas. Faktor-faktor yang mempengaruhi disregulasi emosi yaitu kurang kelekatan dengan keluarga dan trauma akibat pelecehan seksual. Kata Kunci: self injury, perempuan dewasa awal, disregulasi emosi. Abstact Self-injury might occur due to an individual's inability to regulate their emotions. The failure of individuals to control their emotion is called emotional dysregulation. This study aims to see the portrayal of emotional dysregulation dynamics in early adult women who perform self-injury and understand the factors that affect emotional dysregulation. This study uses qualitative research using a case study approach. Participants in this study were three early adult women aged 21-22 years. The form of self injury in this study are salshing hands, rubbing feet, and hitting oneself. We use semi-structured interviews as a means of collecting data and analyze it using thematic analysis. The results show three themes: self-injury dynamics, the portrayal of emotional dysregulation, and factors affecting emotional dysregulation. All three participants chose self-injury as a means to regulate emotions. The emotional dysregulation described in this study are as follow, not paying attention to feelings, not understanding emotions clearly, difficulty in accepting events that cause negative emotions, feeling annoyed at oneself, feeling weak, responding in a maladaptive way to events that cause negative emotions, difficulty in concentrating, and difficulty in completing tasks. Factors that influence emotional dysregulation are lack of attachment to family and trauma from sexual abuse. Keyword: Self injury, adult women, emotion dysregulation.
HARDINESS PADA PERAWAT PEREMPUAN YANG MENANGANI PASIEN COVID-19 Rizky Dewantoro; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41525

Abstract

Abstrak Fokus dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui dampak serta faktor hardiness apa saja yang muncul pada perawat perempuan dengan peran ganda sebagai ibu serta perawat yang menangani pasien COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah dua perawat perempuan di Rumah Sakit Jiwa Menur (RSJ) berusia 51 dan 46 tahun, menjadi tim penangan COVID-19 dan menjadi ibu rumah tangga yang mempunyai anak. Pengambilan data pendukung juga dilakukan kepada dua significant other. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara semi-terstruktur serta studi dokumentasi data kepegawaian dari rumah sakit. Analisis data data penelitian ini menggunakan analisis tematik. Hasil dari penelitian ini ditemukan tiga tema utama yaitu pengalaman menangani pasien, dampak yang dialami partisipan selama menjadi perawat COVID-19, dan fakor penentu hardiness yang muncul. Kata Kunci: Hardiness, Perawat perempuan, COVID-19 Abstract The focus of this study is to find out what impact and hardiness factors appear in female nurses with dual roles as mothers and nurses who handle COVID-19 patients. This research uses qualitative research method with case study approach. Participants of this study were two female nurses at Menur Mental Hospital (MH) aged 51 and 46 years old, became a TEAM of COVID-19 handlers and became housewives who had children. The collection of supporting data is also done to two other significants. Data collection conducted using semi-structured interviews as well as documentation studies of staffing data from hospitals. Analysis of data of this research data using thematic analysis. The results of this study found three main themes, namely patient experience, the impact experienced by participants during their time as COVID-19 nurses, and the hardiness determinants that arise. Keywords: Hardiness, Female nursse, COVID-19
Hopelessness Pada Korban PHK Pandemi COVID-19 Yang Memiliki Ide Bunuh Diri Herik Dwi Irawan; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41701

Abstract

Abstrak Pemberlakuan physical distancing sebagai upaya mencegah perluasan Pandemi Covid-19 di Indonesia menyebabkan banyak perusahaan yang pada akhirnya merumahkan atau melakukan PHK terhadap para pekerjanya. PHK inilah yang menyebabkan permasalahan baru kepada karyawan yang mengalaminya, termasuk munculnya ide bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dimensi yang paling dominan pada karyawan korban PHK akibat dampak dari covid-19 sehingga dapat dilakukan pencegahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian berjumlah dua orang dengan usia 49 tahun dan 29 tahun yang menjadi korban PHK akibat covid-19. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakann teknik interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dimana peneliti melakukan proses kondensasi data dan interpretasi data setelah melakukan proses wawancara. Uji validitas dan realibilitas data dilakukan dengan teknik member checking dan proses traingulasi (significant other). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kedua subjek memiliki rasa putus asa atau hopelessness dan faktor dimensi hopelessness yang ada pada diri masing-masing individu yang memunculkan ide bunuh diri tidaklah sama. Hal tersebut dikarenakan dalam setiap permasalahan yang sedang dihadapi oleh seseorang dan seberapa berat permasalahan tersebut tergantung bagaimana seseorang menyikapinya. Kata Kunci: PHK, pandemi covid-19, hoppelessness, ide bunuh diri. Abstract The implementation of physical distancing as an effort to prevent the expansion of the Covid-19 pandemic in Indonesia has caused many companies to eventually lay off or lay off their workers. This lay off is what causes new problems for employees who experience it, which is suicidal ideation. The purpose of this study was to determine the most dominant dimension factor in employees who were laid off due to the impact of covid-19 so that prevention could be done. This research used a qualitative approach with a case study method. The research subjects were two people aged 49 years and 29 years who became victims of layoffs due to covid-19. Data were collected by conducting semi-structured interviews. Data analysis used the interactive technique of Miles, Huberman, and Saldana where the researcher carried out the data condensation process and data interpretation after conducting the interview process. The validity and reliability of the data were tested using techniques member checking and the training process (significant other). The results of the research that have been carried out show that both subjects have a sense of hopelessness and the dimensions of hopelessness that exist in each individual that lead to suicide ideas are not the same. This is because in every problem that is being faced by someone and how severe the problem is depends on how someone reacts to it. Key Words: Lay off, pandemic covid-19, hopelessness, suicidal idea
RESILIENSI IBU SINGLE PARENT DENGAN ANAK AUTISM Adela Alif Qintari; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41766

Abstract

Abstrak Resiliensi sangat dibutuhkan oleh ibu single parent dikarenakan terdapat stressor akibat perceraian dan kelelahan orang tua dalam mengurus anak tanpa pasangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses dan faktor resiliensi ibu single parent dengan anak autism. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dapat diperoleh melalui proses wawancara semi terstruktur dari dua partisipan ibu single parent yang memiliki anak terdiagnosis autism dan disebabkan karena perceraian. Data tersebut diperoleh dalam bentuk transkip wawancara menggunakan analisis tematik dengan proses triangulasi data dan member checking pada subjek. Hasil pada penelitian ini menemukan dua tema besar yaitu dinamika resiliensi pada ibu single parent dan faktor pelindung yang dapat mempengaruhi ibu single parent dengan memiliki anak autism. Pada dinamika itu sendiri ibu single parent mampu melewati kehidupan yang lika-liku baik dari permasalahannya, perjuangannya, dan pencapaiannya menjadi seorang ibu single parent mulai dari mengembangkan aspek-aspek positif dalam dirinya dan menjadikannya anaknya sebagai rem serta faktor yang mendukung adanya dukungan dari keluarga dan kerabat yang mencarikan solusi untuknya dan menganggap bahwa dibalik kejadian tersebut akan ada hikmah yang datang kepadanya. Kata Kunci: resiliensi, ibu single parent, autism Abstract Resilience is very much needed by single parent mothers because there are stressors due to divorce and parental fatigue in taking care of children without a partner. The purpose of this study was to determine the process and resilience factors of single parent mothers with children with autism. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data can be obtained through a semi-structured interview process from two single parent mothers who have children diagnosed with autism and caused by divorce. The data was obtained in the form of interview transcripts using thematic analysis with a data triangulation process and member checking on the subject. The results of this study found two major themes, namely the dynamics of resilience in single parent mothers and protective factors that can affect single parent mothers by having children with autism. In the dynamics itself, single parent mothers are able to go through life's twists and turns, both from their problems, struggles, and achievements to become a single parent mother starting from developing positive aspects in themselves and making their children as brakes and factors that support support from family and friends. relatives who find a solution for him and assume that behind the incident there will be wisdom that comes to him. Keywords: resilience, single parent mother, autism
PERBEDAAN TINGKAT KESEPIAN PADA SISWA KELAS X DAN XI DITINJAU DARI EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ORANGTUA Sridewi Murni Agriyanti; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41923

Abstract

Abstrak Kesepian pada remaja merupakan salah satu faktor dari munculnya berbagai perilaku negative yang ada pada remaja. Salah satunya penyebab munculnya kesepian ialah karena tidak terpenuhinya kebutuhan remaja untuk membangun relasi dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat perbedaan tingkat kesepian antara siswa kelas x dengan siswa kelas xi ditinjau dari efektivitas komunikasi orangtua. Jumlah sampel pada penelitian ini ialah 200 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini ialah random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kesepian yaitu Pandemic Loneliness Scale (Li & Wang, 2020) yang merupakan adaptasi dari English Longitudinal Study on Ageing (ELSA). Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel efektivitas komunikasi orangtua yaitu alat ukur yang disusun berdasarkan aspek efektivitas komunikasi menurut DeVito (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesepian siswa kelas X dengan siswa kelas XI, selain itu juga penelitian menunjukkan hubungan yang negatif antara efektivitas komunikasi orangtua dengan kesepian pada remaja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesepian pada siswa kelas X dan XI serta efektivitas komunikasi orang tua dapat berpengaruh secara signifikan pada kesepian yang dialami remaja. Kata Kunci: kesepian, remaja, efektivitas komunikasi orangtua. Abstract Loneliness in adolescents is one factor in the emergence of various negative behaviors that exist in adolescents. One of the causes of the emergence is due to the unfulfilled needs of adolescents to build relationships with others. The purpose of this study was to test whether there was a difference in the level of loneliness between class x students and class xi students in terms of the effectiveness of parental communication. The number of samples in this study found 200 students. The sampling technique used in this research is random sampling. The measuring instrument used to measure loneliness is the Pandemic Loneliness Scale (Li & Wang, 2020) which is an adaptation of the English Longitudinal Study on Aging (ELSA). Meanwhile, the measuring instrument used to measure the effectiveness of parental communication is a measuring instrument that is based on aspects of communication effectiveness according to DeVito (2011). The results showed that there was a significant difference between the level of loneliness of class X students and class XI students, besides that it also showed a negative relationship between the effectiveness of parental communication and loneliness in adolescents. So that it can be said that there are differences in the level of loneliness in grade X and XI students and the effectiveness of parental communication can have a significant effect on the loneliness experienced by adolescents. Keyword: loneliness, adolescents, effective communication between parents and child. Abstrak Kesepian pada remaja merupakan salah satu faktor dari munculnya berbagai perilaku negative yang ada pada remaja. Salah satunya penyebab munculnya kesepian ialah karena tidak terpenuhinya kebutuhan remaja untuk membangun relasi dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat perbedaan tingkat kesepian antara siswa kelas x dengan siswa kelas xi ditinjau dari efektivitas komunikasi orangtua. Jumlah sampel pada penelitian ini ialah 200 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini ialah random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kesepian yaitu Pandemic Loneliness Scale (Li & Wang, 2020) yang merupakan adaptasi dari English Longitudinal Study on Ageing (ELSA). Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel efektivitas komunikasi orangtua yaitu alat ukur yang disusun berdasarkan aspek efektivitas komunikasi menurut DeVito (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesepian siswa kelas X dengan siswa kelas XI, selain itu juga penelitian menunjukkan hubungan yang negatif antara efektivitas komunikasi orangtua dengan kesepian pada remaja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesepian pada siswa kelas X dan XI serta efektivitas komunikasi orang tua dapat berpengaruh secara signifikan pada kesepian yang dialami remaja. Kata Kunci: kesepian, remaja, efektivitas komunikasi orangtua. Abstract Loneliness in adolescents is one factor in the emergence of various negative behaviors that exist in adolescents. One of the causes of the emergence is due to the unfulfilled needs of adolescents to build relationships with others. The purpose of this study was to test whether there was a difference in the level of loneliness between class x students and class xi students in terms of the effectiveness of parental communication. The number of samples in this study found 200 students. The sampling technique used in this research is random sampling. The measuring instrument used to measure loneliness is the Pandemic Loneliness Scale (Li & Wang, 2020) which is an adaptation of the English Longitudinal Study on Aging (ELSA). Meanwhile, the measuring instrument used to measure the effectiveness of parental communication is a measuring instrument that is based on aspects of communication effectiveness according to DeVito (2011). The results showed that there was a significant difference between the level of loneliness of class X students and class XI students, besides that it also showed a negative relationship between the effectiveness of parental communication and loneliness in adolescents. So that it can be said that there are differences in the level of loneliness in grade X and XI students and the effectiveness of parental communication can have a significant effect on the loneliness experienced by adolescents. Keyword: loneliness, adolescents, effective communication between parents and child.
FORGIVENESS PADA ISTRI KORBAN PERSELINGKUHAN YANG MEMPERTAHANKAN PERNIKAHAN . Anisa; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.42318

Abstract

Co-Authors . Anisa Adela Alif Qintari Aghus Sifaq AINA, MUSFIATIN Aini, Almira Nur Ainur Rifqi, Ainur Aldiah Rosa Hayuningtiyas Putri Aldililla, Dinarayu Alfiyah Nahdah Kamilah Alip Purnomo Amirah Hanun Amrozi Khamidi Andhira Diffa Mauwi Maharani Anggara, Onny Fransinata Anlianna Anlianna ANNA QURROTUL AYUNI ANUGRAHANI SABILLIA NOOR PRATAMA Ardelia Nabilah Priyandoko Ardine, Khansa Reggina ARIF HIDAJAD Arma Andi Kusuma Arthantie, Shendiva Dinda Aryo Atha Rizaldi Atriska Dewi Kurniasari Ayu Citra Jalesveva Widyataqwa Ayu Sita Dewi Ariani BENIDHA ROOS FERI NISA Berda Asmara Berda Asmara Budi Purwoko Choirunnisa, Nadia Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi, Damajanti Kusuma Daniel Setia Budi Mulyono Dhyana Sulistyawati Dicky Hasbyallah Dwi Anindya Anandani Dwi Susi Miftakhul Jannah EKA AULIA, RISNANDA Eka Novitandari Evelyn Aprillia Ariska Pandjaitan Fadhillah Nur Lathifah Fahmi, Qoiri Febriati, Ervira Feby Pebriyanti Islami Firdaus, Najwa Aurelia Kamiilah Fitriana, Qurrota A’yuni Gusmaniarti, Gusmaniarti Halimah Sa’diyah Handaresta Dani Prabowo Hena, Estefania Boy Herik Dwi Irawan Hetti Sari Ramadhani, Hetti Sari Husni Abdillah Indartiningsih, Duhwi IRA DARMAWANTI Ismi Achmri Apriliana ISMI KHARIN ADRIANA Khairiyah, Ummu KHARIN ADRIANA, ISMI Khusnul Khotimah Larasati, Savira Aida Lestari Retnawati Lika Purnama Ning Wulan Linaria Arofatul Ilmi Uswatun Khasanah Ludfi Arya Wardana Maghfiroh, Fitrania Mahardika Darmawan Kusuma Wardana Marcelline Eva Panjaitan Mariati, Pance Maryam Isnaini Damayanti Maulid Yuni Sari Meita Santi Budiani, Meita Santi Miftahul Jannah MIFTAKHUL JANNAH Miftakhul Jannah Miftakhul Jannah Mochamad Nursalim Mochamad Nursalim MOHAMMAD NURSALIM Mohammad Syafiq Muhamad Nukman Muhamad Sani Rosyad Hasbillah Muhammad Rusli MUSFIATIN AINA Nadia Rucita Nadila Idzania Putri Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Nita Prinda Sari Nunuk Hariyati Nur Rahmah Ramadani Nur Rohmah Nilam Sari Nurchayati Nurchayati Nurul Mahruzah Yulia OKTAVIANA, MIMBAR OLIEVIA PRABANDINI MULYANA Pance Mariati Prasetyo, Kukuh Bayu Pujiyanti Catur Siwi Purwasih, Galuh Dwi PUTRI, RAFIKA Putri, Ria Alfian Rizkya Putri, Wanda Fa'adhihillah Heryadi Qurbani, Gemala QURROTUL AYUNI, ANNA Rabbani, Muhammad Burhannudin Rachman Widohardhono Rachmawati, Tasya Saecarya Raden Roro Putri Ayu Gayatri Ramadhan Maruta Pradana Ratna Candra Sari Raviika Widyasari Wowor RISNANDA EKA AULIA Rizka Ayu Febriani Rizky Dewantoro Robi'atul Adawiyah Roeskusmarsyela Sanjaya ROHMAWATI KUSUMANINGTIAS ROOS FERI NISA, BENIDHA Roosyanti, Anna Rosi Izzatul Ilmi Hamdiyah ROSINTA WINDASARI Rurky, Salma Nabila SABILLIA NOOR PRATAMA, ANUGRAHANI Salsabila, Fatkiyah Jihan Sari, Nur Rohmah Nilam Satiningsih Satiningsih Siti Ina Savira, Siti Ina Sridewi Murni Agriyanti Sulistyowati, Jane Aquamarin Widya Sunanto Sunanto Supardi Supardi Tasya Firly Febriana Tenny Yanuari Tenny Yanuari, Tenny Tsabita Huwaida Tyas Andarini Indarwati ULAYYA CAHYANI, YUMNA UMI ANUGERAH IZZATI Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati, Umi Anugerah Ummu Khairiyah Utomo, Annisa Azzahra Vivin Faizatul Marita Vrisaba, Nanda Audia Wibawa, Chanif Mulia WINDASARI, ROSINTA Wiryo Nuryono YATIM RIYANTO Yohanes Arief Widarsa YUMNA ULAYYA CAHYANI Yumna Ulayya Cahyani Yundari, Yundari Zain, Firosa Amalia