Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Jurnal HIDROPILAR

Pengolahan Dan Penyajian Data Arus Pasang Surut Hasil Pengukuran Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) Sontek Argonout-Xr Menggunakan Perangkat Lunak T_Tide_V1.3beta Arifiyanto, Arifiyanto; S. Pranowo, Widodo; Imam Fatoni, Khoirol; Tisiana Dwi K, Anastasia Rita
Jurnal Hidropilar Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL HIDROPILAR
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.47 KB) | DOI: 10.37875/hidropilar.v2i1.43

Abstract

ABSTRAK Pengamatan arus laut/ pasang surut merupakan bagian dari pengumpulan data yang dilaksanakan oleh Dinas Hidro-Oseanografi. Banyaknya kesulitan dalam pengambilan data secara manual yang diantaranya disebabkan oleh pengaruh cuaca buruk, ombak laut yang tidak menentu dan juga personil yang dibutuhkan lebih dari 1 orang. Seiring dengan perkembangan teknologi survei dan pemetaan, banyak alat pengukuran arus otomatis serta multilayer yang tersedia saat ini untuk pengambilan data arus yang lebih mudah, efektif dan akurat. Salah satu alat otomatis yang digunakan adalah Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) SonTek Argonaut-XR yang dimiliki Dishidros. Dalam penelitian ini data yang digunakan merupakan data primer hasil akuisisi Acoustic Doopler Current Profiler (ADCP) SonTek Argonaut-XR selama 29 piantan dengan interval 30 menit di Muara Sungai Seputih Lampung. Pengolahan data arus pasang surut menggunakan metode Least Square dengan perangkat lunak “t_tide_v1.3beta” terhadap data time series di setiap layer (total 6 Layer) untuk mendapatkan arus harmonik. Rata-rata kecepatan pasang = 28.7 Cm/s dan rata-rata kecepatan surut 24.1 Cm/s dengan arah pada saat pasang ke-Barat dan arah surut ke-Timur berikut 9 konstantanya. Harian Ganda (M2, S2, N2, K2), Harian Tunggal (K1,O1, P1). Perairan dangkal (M4), dan Perairan dangkal (MS4).
Perbandingan Konstanta Harmonik Antara Suhu Permukaan Laut dan Pasang Surut di Perairan Tanimbar Koswara, Koswara; Monang S, Sahat; Setiyadi, Johar; S. Pranowo, Widodo
Jurnal Hidropilar Vol. 3 No. 2 (2017): JURNAL HIDROPILAR
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.659 KB) | DOI: 10.37875/hidropilar.v3i2.80

Abstract

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan tugas akhir ini adalah komparasi (perbandingan) dengan tujuan untuk mendapatkan karakteristik berdasarkan analisis konstanta harmonik dan mawar arahnya, serta untuk mengetahui tipe pasutnya. Sehingga dapat dicari kemungkinannya apakah tipe pasut dari konstanta harmonik hasil pengolahan data Suhu Permukaan Laut tersebut dapat digunakan sebagai alternatif untuk prediksi pasang surut ataukah tidak. Adapun data pasang surut diperoleh dari Stasiun Pasang Surut di Saumlaki milik Badan Informasi Geospasial. Proses pengolahan data Suhu Permukaan Laut dan Pasang Surut dilaksanakan dengan menggunakan perangkat lunak t_tide-v1.3beta sampai dengan mendapatkan 9 (sembilan) konstanta harmonik yang biasa dipakai dalam survei Pushidrosal, yang terdiri dari konstanta Harian Ganda (M2, S2, N2, K2), konstanta Harian Tunggal (K1,O1, P1) dan konstanta Perairan Dangkal (M4, MS4). Secara umum berdasarkan analisis harmonik, 9 konstanta harmonik diperoleh dari hasil pengolahan kedua data utama. Namun, untuk konstanta harmonik K2 dari data SPL adalah tidak signifikan, sedangkan konstanta harmonik M4 dari data pasang surut adalah yang tidak signifikan. Kedua konstanta harmonik tersebut tidaklah berpengaruh terhadap penentuan tipe pasut. Secara eksperimental, dengan asumsi nilai amplitudo konstanta harmonik adalah sebagai nilai indek tidak bersatuan, berdasarkan selisih indeks konstanta pasang surut dikurangi indeks elevasi suhu permukaan laut maka tipe pasang surut di Tanimbar adalah campuran condong ke harian ganda. Tipe tersebut sama dengan tipe pasut yang dihasilkan oleh konstanta harmonik berdasarkan data pasut.
Rezim Horisontal dan Vertikal Arus Monsun di Selat Sunda Purmono, Purmono; Monang, Sahat; Mustika Alam, Tasdik; S. Pranowo, Widodo
Jurnal Hidropilar Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL HIDROPILAR
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.043 KB) | DOI: 10.37875/hidropilar.v4i1.93

Abstract

Penggambaran pola arus secara horisontal dan vertikal dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ODV V.4.5.3, untuk menentukan pola arus horisontal dan vertikal di Selat Sunda. Penelitian ini dilakukan dengan dengan tujuan melakukan proses pengolahan dan menampilkan pola sirkulasi arus secara horisontal dan runtut waktu, melakukan proses pengolahan dan menampilkan pola sirkulasi arus vertikal dan runtut waktu, menentukan zonasi pola arus secara horisontal, dan menentukan zonasi pola arus secara vertikal. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengolahan telah terlaksana dengan baik dan menampilkan pola sirkulasi arus secara horisontal ( 3 layer utama : layer 1 untuk permukaan, layer 18 untuk pertengahan, dan layer 21 untuk dekat dasar). Hasil ditampilkan pula secara runtut waktu (rerata bulanan mewakili musim, bulan Januari (musim barat), bulan April (musim peralihan pertama), bulan Juli (musim timur), dan bulan Oktober (musim peralihan kedua). Total telah dihasilkan 171 gambar grafik ( terdiri dari 144 dua dimensi horisontal dan 27 grafik mawar arus). Dilakukan pula proses pengolahan dan menampilkan pola sirkulasi arus penampang vertikal berdasarkan potongan melintang (per 2 grid dengan total 24 penampang) dan membujur (per 1 grid dengan total 32 penampang). Berdasarkan 56 gambar grafik (yang terdiri dari 24 penampang melintang dan 32 penampang membujur), teridentifikasi antara 2 hingga 3 zonasi pola arus secara horisontal. Dua zonasi pola arus utama secara horisontal di lapisan permukaan adalah alur arus yang menyusur di tenggara Sumatra dan alur arus yang menyusur barat laut Jawa. Sedangkan satu zonasi lagi terkadang muncul, dimana pada alur arus yang menyusur barat laut Jawa terkadang terbagi menjadi 2 sub zona arus yang bergerak berlawanan arah. Pola arus secara per lapisan vertikal teridentifikasi 2 zonasi. Dua zona pola arus utama tersebut adalah alur arus yang menyusur lapisan permukaan (layer 1), dan alur arus yang menyusur lapisan bawah permukaan(mulai dari layer 18 hingga layer dekat dasar) . Dimana pada alur arus lapisan permukaan dominan arah arus dari Selat Sunda menuju ke Samudra Hindia, sedangkan pada lapisan di bawahnya arah arus di Selat Sunda ada yang masuk dari Samudra Hindia dan ada yang masuk dari arah mulut utara Selat Sunda.
Pembangunan Ekoregion Laut Provinsi Jawa Timur (Level-3) Berdasarkan Parameter Hidrooseanografi: Building Up Marine Ecoregion of East Java Province by Hydro-Oceanography Parameters Fathurrahman K., M.; Fuad, M. Arif Zainul; Pranowo, Widodo Setiyo
Jurnal Hidropilar Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v9i1.277

Abstract

Potensi serta keanekaragaman hayati yang tinggi di Provinsi Jawa Timur memerlukan perlindungan dari berbagai macam ancaman serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Salah satu acuan yang dapat digunakan dalam perencanaan PPLH adalah pembuatan wilayah ekoregion. Pembangunan ekoregion laut memiliki peran dalam pembuatan kategori wilayah berdasarkan ciri dan karakteristik perairan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan agar dapat mempermudah dalam menentukan langkah yang tepat dalam penetapan PPLH, terutama di Provinsi Jawa Timur. Pembuatan Ekoregion Laut (E.L) Jawa Timur dilakukan melalui 2 tahap, yaitu tahap delineasi dan tahap deskripsi. Pada tahap delineasi, E.L Jawa Timur menghasilkan 11 sub-ekoregion level-3 baru di sekitar perairan Jawa Timur. Pada tahap deskripsi, Perairan Jawa Timur memiliki nilai kadar Oksigen terlarut 4,02-4,98 Mg/L, Klorofil 0,11-0,90 Mg/L, pH 8,01-8,51, Suhu 27,63-28,82 °C, Salinitas 32,65-34,01 ppt. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan berbentuk pengendalian terhadap kerusakan lingkungan, arahan dalam pemanfaatan sumberdaya alam maupun informasi mengenai karakteristik perairan serta menjadi unit analisis dalam menetapkan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Pola Arus dan Sebaran Fosfat di Perairan Selat Sunda: Ocean Current and Phosphate Distribution in The Sunda Strait Coastal Waters Rahayu, Shafira Primasty; Pranowo, Widodo Setiyo; Setiyadi, Johar; Sumardana, I Wayan Eka; Suprijanto, Jusup
Jurnal Hidropilar Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v9i1.280

Abstract

Selat Sunda adalah selat yang letaknya di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra yang menghubungkan antara Laut Jawa dan Samudra Hindia. Faktor angin mempengaruhi pergerakan arus permukaan di suatu perairan. Sebaran fosfat di perairan dipengaruhi oleh pola arus yang terjadi di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab terkait bagaimana pola dan sebaran fosfat di perairan Selat Sunda secara musiman. Metode penelitian menggunakan perangkat lunak ODV (Ocean Data View) versi 5.6.3. untuk menghasilkan gambaran pola arus secara horizontal, sebaran fosfat secara horizontal dan vertikal secara dua dimensi. Sumber yang didapatkan dari data sekunder melalui Marine Copernicus. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi spasial dan musiman dalam sebaran fosfat di perairan Selat Sunda secara runtut di mana setiap musim diwakili oleh bulan Januari (musim barat), bulan April (musim peralihan I), bulan Juli (musim timur), dan bulan Oktober (musim peralihan II). Alur arus paling dominan berasal dari Laut Jawa dengan melewati Selat Sunda kemudian berputar di Pulau Kalagian dan menuju Samudra Hindia. Berdasarkan sebaran fosfat secara horizontal, konsentrasi paling tinggi berada di sekitar perairan Banten dan Jakarta pada kedalaman yang rendah. Sedangkan sebaran fosfat secara vertikal, konsentrasi fosfat bertambah seiring bertambahnya kedalaman perairan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai karakteristik arus dan sebaran fosfat, serta pemahaman tentang sebaran fosfat dan variabilitas musiman yang terjadi.
Identifikasi Komponen Harmonik di Selat Larantuka Berdasarkan Data Arus Time Series : The Identification of Harmonic Component in Larantuka Strait Based on Ocean Current Time-Series Data Harmoko, Faiza; Pranowo, Widodo Setiyo; Malik, Kurnia; Handoko, Dadang
Jurnal Hidropilar Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v9i2.283

Abstract

Selat Larantuka merupakan salah satu selat sempit yang menghubungkan antara Laut Flores dan Laut Sawu.  Perpindahan masa air dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia, yang disebabkan oleh perbedaan ketinggian air laut berakibat arus dari Samudera Pasifik melintasi Selat Makasar menuju selatan, kemudian terbagi melewati selat-selat yang lebih kecil di perairan Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Pola arus tersebut dipengaruhi keadaan perairan setempat yang dilewatinya, sehingga arus memiliki karakteristik yang unik pada  masing-masing tempat. Selat Larantuka yang terhubung dengan Laut Sawu dimana Laut Sawu berhubungan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga fenomena oseanografi mempengaruhi karakter arus  di Selat Larantuka diantaranya adalah pasang surut dan internal wave yang terbentuk karena interaksi antara arus laut dalam yang berasal dari Samudera Hindia menuju Laut Flores melalui Laut Sawu dan Selat Larantuka . Arus pasut memiliki komponen harmonik seperti gaya pembangkitnya, namun terdapat perbedaan pada frekuensi dan fasa yang terbentuk. Komponen harmonik pasut dan arus pasut merupakan salah satu indikator      dalam penentuan karakteristik suatu perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh besaran komponen harmonik yang diturunkan dari arus di Selat Larantuka berdasarkan data survei Hidro Oseanografi Pushidrosal tahun 2019. Berdasarkan analisis harmonik pada studi ini  diketahui bahwa karakteristik arus di Selat Larantuka dipengaruhi komponen harmonik signifikan akibat pengaruh gerakan bulan antara lain M4 kecepatan 0.04 m/detik fase 125,24º dan M8 kecepatan 0,05 m/detik fase 293,61° sedangkan yang dipengaruhi interaksi antara gaya gravitasi bulan dan matahari di perairan dangkal adalah MS4 dengan kecepatan 0,035 meter/detik fase 176,05 °.
Distribusi Nitrat di Perairan Selat Sunda: Nitrate Distribution in Sunda Strait Waters Nurjumanis, Amanda; Pranowo, Widodo Setiyo; Setiyadi, Johar; Sumardana, I Wayan Eka; Sunaryo, Sunaryo
Jurnal Hidropilar Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v10i1.286

Abstract

Nitrat (NO­3) adalah bentuk utama dalam nitrogen di perairan alami dan zat hara yang penting bagi pertumbuhan tanaman dan alga. Nitrat nitrogen sangat mudah larut di dalam air dan bersifat stabil. Senyawa ini akan dihasilkan dari proses oksidasi yang sempurna di perairan. Senyawa ini didapatkan dari proses oksidasi yang sempurna pada perairan. Nitrifikasi merupakan proses oksidasi amonia menjadi nitrit dan nitrat dengan bantuan mikroorganisme yang penting dalam siklus nitrogen dan akan terjadinya pada kondisi aerob. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 9 – 27 Januari 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi nitrat di Selat Sunda dan mengetahui hubungan nitrat dan arus di Perairan Selat Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengolah data menggunakan ODV (Ocean Data View). Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan nitrat dengan arus, mendapatkan pola sebaran arus dan nitrat di Selat Sunda yang adanya perubahan kecepatan arus yang kompleks disebabkan dari gaya Coriolis. Kandungan nitrat di Selat Sunda mengalami penurunan dan kenaikan kadar nitrat. Nilai konsentrasi akan terus menurun apabila semakin menjauhi perairan sehingga menghasilkan suplai nitrat yang sedikit.
Karakteristik Arus Laut Berdasarkan Data Model Global di Perairan Benoa, Bali: Characteristics of Ocean Currents Based on Global Model Data in Benoa Waters, Bali Hirmawan, Agus; Azies, Ibnu Abdul; Pranowo, Widodo Setiyo
Jurnal Hidropilar Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v9i2.290

Abstract

Perairan Benoa Bali merupakan sebuah wilayah perairan yang terletak disekitar Selatan Pulau Bali, Indonesia yang memiliki keunikan lingkungan geografis dan memengaruhi kehidupan laut serta adanya aktivitas kapal yang keluar masuk ke pelabuhan di dalam Teluk Benoa. Oleh sebab itu diperlukan kajian-kajian yang dapat memberikan informasi terkait parameter oseanografi terutama arus laut guna menunjang keberlangsungan aktivitas laut tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis data arus model global untuk melihat karakteristik arus yang terdiri dari arus sirkulasi umum, arus pengaruh angin, arus pengaruh gaya pasang surut, arus yang dibangkitkan oleh gelombang, dan arus sirkulasi total pada rentan waktu 1 tahun yaitu tahun 2022. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan perangkat lunak atau program komputer Ocean Data View (ODV), untuk mengkonversi data netcdf menjadi data ASCII-txt. Selanjutnya data ASCII-txt ini kemudian diplot sebagai mawar arus kemudian dianalisis lebih lanjut. Data arus di Perairan Benoa menunjukkan kecepatan yang kuat (0,4–1,2 m/s) dari Juni hingga Oktober, dengan kecepatan maksimum arus sirkulasi umum (uo, vo) dan arus sirkulasi total (utotal, vtotal) yang mencapai lebih dari 1 m/s, sementara arus pengaruh pasut (utide, vtide) dan arus pengaruh gelombang (vsdx, vsdy) memiliki kecepatan maksimum di bawah 1 m/s. Arah arus maksimum dominan pada kecepatan maksimum menuju selatan dan baratdaya, dengan pengaruh pasut yang signifikan di depan perairan Teluk Benoa.  
Perumusan Karakteristik Gelombang Perairan Halmahera Utara dan Morotai: Characteristic Formulation of Waves in The North Halmahera and Morotai Coastal Waters Mudho, Hendrik Trio; azies, ibnu; Pranowo, Widodo Setiyo
Jurnal Hidropilar Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v9i2.294

Abstract

Halmahera Utara dan Morotai, dua pulau yang terletak di Kepulauan Maluku Utara, Indonesia, merupakan wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati laut dan memiliki potensi besar dalam sektor maritim, perdagangan, dan perikanan. Kedua pulau ini memegang peran strategis sebagai jalur penting dalam transportasi maritim dan perdagangan regional. Dinamika gelombang laut di wilayah ini dapat memiliki dampak signifikan pada berbagai aspek, mulai dari keselamatan pelayaran hingga kesejahteraan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang karakteristik gelombang laut di perairan ini menjadi esensial. Karakteristik gelombang laut mencakup tinggi, periode, dan panjang gelombang dominan, gelombang signifikan, gelombang alun, dan gelombang angin. Informasi ini tidak hanya penting untuk keselamatan pelayaran tetapi juga untuk pengembangan potensi ekonomi kelautan. Dalam konteks perubahan iklim global yang semakin meningkat, variasi dan perubahan dalam karakteristik gelombang dapat menjadi indikator penting untuk memahami kondisi perairan yang berubah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Marine copernicus  , sebuah platform data kelautan global, dalam rentang waktu dari tahun 2012 hingga 2021, untuk merumuskan karakteristik gelombang perairan di Halmahera Utara dan Morotai. Metodologi penelitian mencakup pemilihan lokasi penelitian, pengumpulan data, analisis statistik data gelombang, identifikasi pola musiman dan tahunan, serta pengolahan data menggunakan perangkat lunak ODV (Ocean Data View). Hasil menunjukkan variasi yang signifikan dalam tinggi gelombang selama 10 tahun. Tinggi gelombang signifikan berkisar antara 0,2 hingga 2,69 meter. Faktor seperti angin, arus laut, dan topografi laut memengaruhi tinggi gelombang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan ilmiah yang berharga dan rekomendasi praktis bagi berbagai pemangku kepentingan di sektor kelautan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik gelombang laut di wilayah ini, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran tetapi juga untuk pengembangan potensi ekonomi kelautan di Halmahera Utara dan Morotai.
Karakter Oksigen (O₂) Terlarut di Perairan Selat Madura Tahun 2022 : Characteristics of Dissolved Oxygen (O₂) in Madura Strait Coastal Waters in 2022 Wahyu, Inge Eka Nur; Prasita, Viv Djanat; Pranowo, Widodo Setiyo
Jurnal Hidropilar Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v10i1.331

Abstract

Selat Madura adalah perairan laut yang terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Madura di Indonesia. Letaknya strategis karena menghubungkan Laut Utara Jawa Timur dengan Laut Bali di sisi timur selat. Oksigen terlarut (DO) adalah oksigen (O2) yang terlarut dalam air laut. Oksigen terlarut dalam air sama halnya dengan tekanan parsial O2 di atmosfer. Selat Madura salah satu wilayah penangkapan ikan (fishing ground) komoditas pelagis besar maupun komoditas ikan pelagis kecil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar oksigen terlarut pada Selat Madura selama Januari, April, Juli dan Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan datasets yang diunduh dari CMEMS Marine copernicus dengan produk data yang diambil adalah dari arsip Global Ocean Blogeochemistry Hindcast. Penelitian ini menemukan informasi bahwa pada puncak musim barat (Januari) rata-rata kadar oksigen 8 mg/L, pada musim peralihan 1 (April) rata-rata kadar oksigen 9 mg/L, pada puncak musim timur (Juli) rata-rata kadar oksigen 9 mg/L dan pada musim peralihan 2 (Oktober) rata-rata kadar oksigen 7 mg/L. Jadi perairan di Selat Madura berdasarkan kondisi kandungan oksigen terlarut pada tahun 2022 dapat dikategorikan sebagai perairan yang sangat teroksigenasi, dimaan perairan di Selat Madura mengindikasikan bahwa lingkungan sangat mendukung kehidupan organisme laut yang membutuhkan oksigen untuk bernapas dan melakukan fungsi fisiologis biota laut dengan optimal. Kadar oksigen yang tinggi di laut sangat penting untuk menjaga ekosistem laut yang sehat dan beragam.
Co-Authors ., Kamija ., Ramawijaya A. Adi, Rizky ABIMANYU, ALIN Achmad Noerkhaerin Putra Adrianto, D Adrianto, Dian Adriyanto, Agus Adventari, Tara Agung Bimantara, Agung Agung Kurniawan Agung Kurniawan Agustina, Lisa Asyifa Agustinus Agustinus Ahmad Yusron, Ahmad Aida Sartimbul Akbar, Agya Muhammad Al Hakim, Buddin Alan Frendy Koropitan Alfahmi, Furqon Andi Rahman Andika Andika Anggara, Purry Djati Anggriawan Maydwika, Dhedy Anindya Wirasatriya Apriyanto, I Nengah Putra Aprizon Putra Arifiyanto Arifiyanto, Arifiyanto Armansyah, Dodik Arochim, Arochim Ashar Muda Lubis Asmoro, Nuki Widi Asryanto, Asryanto Awaluddin Awaluddin Ayi Tarya Ayuningsih, Tarisa Lestari Azhari, Ferian Azhari, Ferian Azhari azies, ibnu Azies, Ibnu A. Azies, Ibnu Abdul Budi Purwanto Budi Sukoco, Nawanto Budi, Nawanto Cahyono, Sigit Candrasa Choirul Umam, Choirul Christiani Somba, Devaky D. Cahyadi, Ferry D. Puspita, Candra Dedi Sugiyanto Defri Yona Denny Nugroho Sugianto Dewantono, L Dharma, Candrasa Surya Dirgantara, Octav Djati Anggara, Purry Dony Apdillah Dwi Haryo Ismunarti Dwi Heriyanto E. Diputra, Ardian Egaputra, Afif Arwin Eka Putra, I Wayan Sumardana Elis Indrayanti Engki Andri Kisnarti Erfan Rohadi Fa'u, Yosepine Cinta Tyas Gusti Fadhilah, Affan Fahim, Akhmad Faradiva Eka Putri, Destiana Fathurrahman K., M. Febriana, Azizah Feni Iranawati, Feni Fernandhy, Hangga Ferry Setiawan Fuad, M. Arif Zainul Gde Raka Angga Kartika Gentio Harsono Gultom, Feri Habibullah, Ahmad Dhuha Hanafi, Rahmat Handoko, Dadang Harahap, Syawaluddin Hariyadi, Hariyadi Harmoko, Faiza Hascaryo, Anom Hatmaja, Rahaden Bagas Hawati, Hawati Hendiari, I Gusti Ayu Diah Hendra Hendra Hendrawan Setiadi, Hendrawan Henry Munandar Manik Herho, Sandy Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Herunadi, Bambang Heryoso Setiyono Hidayat , Heru Syamsul Hirmawan, Agus Husrin, Semeidi I Made Jiwa Astika I Wayan Arthana Ilham, Ilham Imam Fatoni, Khoirol Indra Kusuma, Yohanes Irwanto, Bambang Iskandar Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jantarto, Dwi Jatmiko, Bagus Jusup Suprijanto Kamija, Kamija Kencono, Dolok Joko Khair, Deirus Rizki Koswara Koswara, Koswara Krisnanto, Wahyu Fajar Kurniawan, Edityo Dwi Kurniawan, Muhammad Azis Kusuma, Bayu Hendra Kusumah, Gunardi Kusumawardani, Anastasia R. T. D. L. Tobing, Christian Latifah, Laila Lelalette, Johanis Dominggus Lukman Hakim Lukman, Annisa Aulia Lumban-Gaol, Yustisi M. Furqon Azis Ismail Madawanto, Yanu Malik, Kurnia Mardi Wibowo Mario Putra Suhana Martin, Toufiq Melissa Bonauli, Melissa Monang S, Sahat Monang, Sahat Monang. S, Sahat Mudho, Hendrik Trio Muhammad Azis MUHAMMAD BAKRI Muhammad Helmi Muhammad Ramdhan Muhammad Zainuri Mulia Purba Mutiara Syah Putri, Khansa Napitupulu, Gandhi Novi Susetyo Adi, Novi Susetyo Nur Aini, Fikri Nurjumanis, Amanda Nurul Khakim Nurul Muslihah Oktavianto, Eka Arif Prasetyo, Irawan Pratama , Brachmantiyo Rachman Prihantoro, Andi Exyas Puliwarna, Tunggul Purba, Noir Purmono, Purmono Purwanto Purwanto Putra, I Wayan Sumardana Eka Putra, Iska Rahayu, Shafira Primasty Rahmatullah, Amri Ratnasari, Syarifah Leila Rawi, Sofyan Restu Wardani Retri Harito, Rusito Rikha Bramawanto Riyadi, Nur Rizki Khair, Deirus Ronaldy, Tomy Rosidah - Rudiastuti, Aninda W. Ryanto, Fauzan Novan Sabhan Sabhan Santosa, Yoyok Nurkaya Santoso, Agus Iwan Setiyadi, Johar Setyawan, Fahreza Okta Silalahi, Florence E. S. Solly Aryza Subekti Mujiasih Sukoco, N. Budi Sukoco, Nawanto Budi Sumardana, I Wayan Eka Sunarto Sunarto Sunaryo Sunaryo Supriatna Supriatna Supriyant, Taufiq Supriyanto, Taufiq Supriyono Susanto, Raden Dwi Susilo, Iwan Hendra Sutarto Sutarto Syarifah Hikmah Julinda Sari Tangeb, I. Gede Yussupiartha Sas Tanto, Try Al Tasdik Mustika Alam, Tasdik Mustika Tinus, Agus Tisiana Dwi K, Anastasia Rita Tonny Adam Theoyana Tri Aji Triatmojo, Yudha Putra Triono, Yoyok Umam, Choirul Umam Velly Asvaliantina, Velly Viv Djanat Prasita Wahyu, Inge Eka Nur Wibowo , Yusuf Wicaksono, Krias Ridho Widisanto, Harso Widjo Kongko, Widjo Widodo, Kukuh Suryo Winata, Victor Adi Winona Abigail Wirasantosa, Sugiarta Wisha, Ulung Jantama Yasra, Ezikri Yosef Prihanto, Yosef Yulianto Yulianto Yusuf Awaludin, Muhammad YUSUF WIBOWO