Articles
POLA ASUH OTORITATIF ORANG TUA DAN EFIKASI DIRI DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN KARIR PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA
Chelsea Sulastry Sianipar;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.636 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13391
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoritatif orang tua dengan efikasi diri dalam mengambil keputusan karir pada mahasiswa tahun pertama di Universitas Diponegoro Semarang. Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah adanya korelasi positif antara pola asuh otoritatif orang tua dengan efikasi diri dalam mengambil keputusan karir pada mahasiswa tahun pertama di Universitas Diponegoro Semarang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama Universitas Diponegoro sebanyak 7.542 orang. Sampel penelitian ini adalah 262 mahasiswa yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Metode pengambilan data yang digunakan adalah Skala Pola Asuh Otoritatif Orang Tua dan Skala Efikasi Diri dalam Mengambil Keputusan Karir. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dalam mengambil keputusan karir dengan pola asuh otoritatif orang tua (rxy = 0,40; p < 0,01). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Sumbangan efektif pola asuh otoritatif orang tua terhadap efikasi diri dalam mengambil keputusan karir sebesar 16% sedangkan sisanya 84% ditentukan oleh faktor lain.
PROKRASTINASI AKADEMIK DITINJAU DARI EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN LAMA STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
Adelia Dyah Pratiwi;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.917 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14355
Prokrastinasi akademik adalah kecenderungan individu secara sengaja untuk menunda memulai di awal atau menyelesaikan tugas-tugas akademik yang dianggap penting. Prokrastinasi akademik berdampak negatif bagi pelakunya diantaranya adalah menghambat proses pembelajaran. Individu yang melakukan prokrastinasi akademik cenderung tidak yakin akan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan prokrastinasi akademik serta mengetahui perbedaan prokrastinasi akademik ditinjau dari lama studi. Hipotesis penelitian ini yaitu adanya hubungan negatif dan signifikan antara efikasi diri akademik dengan prokrastinasi akademik serta adanya perbedaan prokrastinasi akademik ditinjau dari lama studi. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Dian Nuswantoro berjumlah 662 dan sampel berjumlah 227 mahasiswa, diperoleh melalui cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah Skala Efikasi Diri Akademik (41 aitem, α=.91) dan Skala Prokrastinasi Akademik (33 aitem, α=.92) yang telah diujicobakan pada 117 mahasiswa. Anareg sederhana menunjukkan nilai rxy = -.62 (p < .001) yang menunjukkan adanya hubungan yang negatif dan signifikan antara efikasi diri akademik dengan prokrastinasi akademik. Sumbangan efektif sebesar 38.6% yang menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh efikasi diri akademik sebesar 38.6%. Tidak terdapat perbedaan prokrastinasi akademik berdasarkan lama studi. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menyusun lagi Skala Efikasi Diri Akademik dengan lebih baik sehingga mendapatkan hasil yang representatif dan menggali lebih dalam informasi terkait lama studi.
HUBUNGAN ANTARA KOPING STRES DENGAN KEPUASAN KERJA PADA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMPN) DI KOTA TANGERANG
Azna Hazlina;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.206 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14911
Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinilai memiliki beban tersendiri karena dituntut untuk mendidik siswa remaja dengan berbagai karakterstik yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara koping stres dengan kepuasan kerja pada guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Tangerang. Kepuasan kerja merupakan penilaian positif individu terhadap pekerjaannya yang ditentukan oleh evaluasi kognitif dan afektif terhadap karakteristik pekerjaannya tersebut. Koping stres merupakan kemampuan individu untuk menguasai dan menghadapi situasi yang mengancam, menakutkan, atau menantang yang berasal dari external domain, student domain, school domain, dan personal domain dengan sumber daya yang dimiliki dengan tujuan mencegah dampak negatif yang akan muncul. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 999 guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dengan status Pegawai Negeri Sipil di Kota Tangerang dengan masa kerja minimal 2 tahun yang terdistribusi pada 24 Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Tangerang. Kepada sampel penelitian sebanyak 119 guru yang diperoleh melalui cluster random sampling diberikan Skala Kepuasan Kerja (34 aitem, α = .89) dan Skala Koping Stres (28 aitem, α = .87). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara koping stres dengan kepuasan kerja pada guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Tangerang (r = .49; p < .001). Semakin tinggi koping stres maka semakin tinggi kepuasan kerja. Koping stres memberikan sumbangan efektif sebesar 24% terhadap kepuasan kerja. Ketika guru ingin meningkatkan kepuasan kerja maka ia perlu meningkatkan kemampuannya dalam melakukan koping stres.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TERHADAP TEMAN SEBAYA DENGAN INTENSI MEROKOK PADA REMAJA PEREMPUAN DI SMA KESATRIAN 1 SEMARANG
Andita Ayu Sartika;
Endang Sri Indrawati;
Dian Ratna Sawitri
Psycho Idea Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.349 KB)
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v7i2.189
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas terhadap teman sebaya dan intensi merokok pada remaja perempuan di SMA Kesatrian 1 Semarang. Penelitian ini dilakukan terhadap 181 siswi tingkat X dan XI yang diambil dengan teknik Stratified Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Konformitas Terhadap Teman Sebaya yang terdiri dari 30 aitem (α=0,878), dan skala Intensi Merokok yang terdiri dari 29 aitem (α=0,930). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana, menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,404 (p
Positive parenting, career aspirations, and exploration: A study of third-year urban undergraduate students
Sawitri, Dian Ratna;
Kaloeti, D. V. S.;
Kustanti, Erin R.;
Qonitatin, Novi;
Nurhayati, Niken F.;
Hidayati, Frieda N. R.
Psychological Research on Urban Society Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Career exploration reflects activities conducted to collect information about oneself and potential occupations to become self-aware and understand the job market. Career exploration guides the realization of career aspirations and is thus crucial for young adults. It helps the youth make appropriate career-relevant decisions. However, it is unknown whether career aspirations mediate the links between positive parenting and career exploration activities undertaken by urban thirdyear undergraduate students. This study aimed to bridge this gap in the literature, and to this end, a survey was administered to 125 third-year undergraduate students attending a state university in Semarang, Central Java. The Career Exploration Scale, Career Aspirations Scale, Positive Parenting Subscale, and questions on demographic characteristics were employed for data collection. Structural equation modeling demonstrated that career aspirations fully mediated the path between positive parenting and career exploration. The findings of this study underline the importance of career aspirations in translating the effects of positive parenting into specific career exploration activities undertaken by college students. Finally, suggestions based on the study results are offered for third-year undergraduate students, parents, and practitioners.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN PERILAKU INOVATIF PADA KARYAWAN FINAL ASSAY DIVISI PRODUKSI PT. HARTONO ISTANA TEKNOLOGI SAYUNG DEMAK
Komang Veni Widiyanti;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.106 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20257
Globalisasi dan kemajuan teknologi yang cepat telah mengangkat situasi dimana organisasi menghadapi tantangan seperti berbagai tuntutan pelanggan dan meningkatnya persaingan. Ketatnya persaingan dalam pasar global membuat perusahaan-perusahaan harus mempersiapkan diri dalam bersaing. Salah satunya adalah dengan memunculkan perilaku inovatif karyawannya. Perilaku inovatif merupakan perilaku individu dalam organisasi yang meliputi inisiasi (permulaan) ide baru, pengembangan ide, promosi, hingga implementasi ide tersebut, yang bertujuan untuk memberikan manfaat dan keuntungan bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan perilaku inovatif karyawan final assay divisi produksi PT. Hartono Istana Teknologi Sayung Demak. Populasi penelitian adalah karyawan final assay divisi produksi berjumlah 116 karyawan. Sampel penelitian ini adalah 68 karyawan yang diambil dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Iklim Organisasi (39 aitem; α = 0,94) dan Skala Perilaku Inovatif (28 aitem; α = 0,93). Hasil analisis regresi sederhana yang dilakukan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara iklim organisasi dengan perilaku inovatif karyawan (rxy = 0,27; p < 0,05), yang berarti semakin positif iklim organisasi maka semakin tinggi perilaku inovatif yang ditunjukkan karyawan. Iklim organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 7% terhadap perilaku inovatif dan 93% ditentukan oleh variabel lainnya yang tidak diuji dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 SEMARANG
KHAIRINA WIDYA PH;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.074 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19995
The advancement of internet and technology developed rapidly in this digital era. 10th-grade of the senior high school students who are middle-aged adolescents begin to follow and use it as a contemporary trend that indirectly affects interpersonal competence. This study aims to determine the relationship between parents social support with interpersonal competence in 10th- grade students of Public Senior High School Two Semarang. The subject of this research is the 10th grade of Public Senior High School Two Semarang students. The sample of this research is 243 people, with cluster random sampling technique. The data were collected using Social Parental Support Scale (55 valid items; α = .94) and Interpersonal Competence Scale (25 valid items; α = .84) which have been tested on 61 students of 10th grade Public Senior High School Two Semarang. Simple regression analysis showed a significant positive correlation between parental social support and interpersonal competence, with correlation coefficient rxy = .46 (p <.001). That is, the higher the social support of parents, the higher the interpersonal competence, and vice versa. Social support of parents contributes 21.4% to interpersonal competencies. This research is expected to be a consideration for students, parents, and schools as well as supporting references for further researchers.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN STRES AKADEMIK PADA TARUNA TINGKAT II POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG
Selvani Ane Putri;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.279 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20100
Tuntutan akademik yang harus dihadapi peserta didik setiap harinya cenderung menjadi salah satu penyebab stres dalam kehidupan peserta didik. Stres yang berasal dari hambatan akademik yang di alami peseta didik disebut dengan istilah stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan stres akademik serta mengetahui besarnya dukungan efektif yang diberikan hardiness terhadap stres akademik. Populasi penelitian adalah taruna tingkat II di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang berjumlah 337 orang, sampel sejumlah 173 orang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Stres Akademik (31 item, α = .91) dan Skala Hardiness (48 item, α = .96). Analisis regresi sederhana menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dengan stres akademik dengan nilai koefisien korelasi rxy = -.63 dengan p = .000 (p < .001). Artinya, semakin tinggi hardiness, semakin rendah stres akademik. Hardiness memberikan sumbangan efektif sebesar 39% terhadap variasi kecenderungan stres akademik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi peserta didik, orang tua, dan sekolah maupun referensi pendukung bagi peneliti selanjutnya.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA OTORITER DENGAN AGRESIVITAS PADA REMAJA
Rika Tri Ariani;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.074 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7611
Persepsi pola asuh otoriter adalah enginteprestasian, pemberian makna terhadap cara pengasuhan anak yang di berikan oleh orang tua yang memiliki aturan-aturan ketat untuk diberikan kepada anaknya. Agresivitas adalah keinginan yang relatif melekat uuntuk menjadi agresif dalam berbagai situasi yang berbeda dengan tujuan menyerang orang lain atau objek lain dan dilakukan secara sengaja untuk menyakiti baik secara fisik maupun verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua otoriter dengan agresivitas remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah 366 siswa dan jumlah sampel penelitian 188 siswa. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Persepsi terhadap Pola Asuh Orang Tua Otoriter terdiri dari 33 aitem (α = 0,94) dan Skala Agresivitas terdiri dari 37 aitem (α = 0,94). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua otoriter dengan agresivitas pada remaja yang ditunjukkan oleh angka korelasi rxy = 0,32 dengan p= 0,000 (p
HUBUNGAN STRES DAN KECANDUAN SMARTPHONE PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 SURAKARTA
Simon Simangunsong;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (391.868 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19988
X grade students in the transition phase from junior high to high school are required to immediately adapt to the environment and master the lesson material that has never been before. With the sophistication of smartphones X-class students can solve problems they have to solve. This study aims to determine the relationship between stress with smartphone addiction in the class X students SMA Negeri 5 Surakarta. The hypothesis proposed is a significant positive relationship between stress with smartphone addiction in grade X students SMA N 5 Surakarta. The population of this study is the students of class X SMA Negeri 5 Surakarta as many as 300 students. A sample of 148 students consisting of 53 men and 95 women were obtained by cluster random sampling technique. The research instruments analyzed were Stress Scale (32 items; α = 0,88) and Smartphone Addiction Scale (29 items; α = 0,91). Simple regression analysis showed a positive and significant relationship between stress and subject matter smartphone addiction (rxy = 0.40; p <0.001). The results of this study indicate that the hypothesis proposed in this study accepted, ie there is a relationship between stress and addiction smartphones in the students of class X SMA Negeri 5 Surakarta. The data analysis shows R2 = 0.16 which explains that the contribution of stress to addiction of smartphone is 16% while the rest 84% is determined by other factor. Researchers provide suggestions for future researchers to conduct research into groups of subjects who have stress and high levels of smartphone addiction.