Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN DOSEN DAN TEMAN SEBAYA DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Dian Lati Utami; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.551 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14939

Abstract

Efikasi diri akademik merupakan keyakinan individu dalam melakukan tuntutan akademik pada level kemampuan tertentu. Tuntutan akademik yang kerap dialami mahasiswa adalah memahami materi perkuliahan, menyelesaikan tugas, dan menghadapi ujian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan dosen dengan efikasi diri akademik pada mahasiswa tahun pertama dan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan efikasi diri akademik pada mahasiswa tahun pertama. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif dan signifikan antara dukungan dosen dengan efikasi diri akademik dan ada hubungan positif dan signifikan antara dukungan teman sebaya dengan efikasi diri akademik. Populasi penelitian adalah 186 mahasiswa tahun pertama Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, dengan sampel penelitian berjumlah 92 orang yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Dosen (31 aitem, α = .92), Skala Dukungan Teman Sebaya (35 aitem, α = .93) dan Skala Efikasi Diri Akademik (43 aitem, α = .96). Pengujian hipotesis pertama dengan analisis regresi ganda menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan dosen dengan efikasi diri akademik (r = .39; p< .001), artinya semakin tinggi dukungan dosen maka semakin tinggi efikasi diri akademik. Pengujian hipotesis kedua menunjukkan tidak ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan efikasi diri akademik (r = .31; p> .001), artinya dukungan teman sebaya tidak memberikan pengaruh yang nyata pada efikasi diri akademik. Dukungan dosen memberikan sumbangan efektif sebesar 15% terhadap efikasi diri akademik pada penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DAN KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA BIDIKMISI TAHUN KETIGA DI FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Muhammad Fikri Taufik Ardiaputra; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.275 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27701

Abstract

Kematangan karir merupakan kemampuan dari individu untuk menyelesaikan setiap tugas dalam perkembangan karir yang sesuai dengan usia dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui. Tidak semua mahasiswa dapat mencapai kematangan karir, karena terdapat beragam faktor yang berkontribusi terhadap terbentuknya kematangan karir. Kegigihan mahasiswa merupakan salah satu faktor yang diduga turut menentukan kematangan karir mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity intelligence dan kematangan karir pada mahasiswa bidikmisi tahun ketiga di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Beasiswa bidikmisi diperuntukan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berprestasi di sekolah asalnya. Beasiswa yang diberikan berupa uang kuliah dan uang bulanan. Mahasiswa bidikmisi dituntut untuk memiliki IPK minimal 2,75 per semester dan lulus dalam waktu empat tahun. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa penerima bidikmisi tahun ketiga yang berjumlah 115 mahasiswa. Sampel penelitian terdiri dari 82 mahasiswa yang diperoleh dengan metode convenience sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua alat ukur, yaitu Skala Adversity Intelligence (20 aitem, α= 0,863) dan Skala Kematangan Karir (34 aitem, α= 0,922). Hasil pengolahan data menggunakan uji non parametrik diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,524 dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara adversity intelligence dan kematangan karir. Adversity intelligence memberikan kontribusi yang bermakna terhadap kematangan karir mahasiswa bidikmisi.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI AKADEMIK DENGAN SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMP HANG TUAH 1 JAKARTA Fika Firmanila; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.793 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14919

Abstract

Kegiatan belajar yang berkualitas sangat tergantung pada guru, siswa, sarana pembelajaran, lingkungan kelas, dan budaya kelas. Siswa yang merasa nyaman, senang, dan berharga akan memiliki penilaian yang positif terhadap sekolah yaitu school well-being. Kesejahteraan siswa salah satunya ditentukan oleh efikasi diri akademik yaitu keyakinan diri individu dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan school well-being pada siswa SMP Hang Tuah 1 Jakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara efikasi diri akademik dengan school well-being pada siswa SMP Hang Tuah 1 Jakarta. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII, VIII, dan XI SMP Hang Tuah 1 Jakarta dengan total 448 siswa yang terdiri dari 12 kelas, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 150 siswa yang terdiri dari 4 kelas, yang diperoleh dengan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Efikasi Diri Akademik (36 aitem valid, α = .89) dan Skala School Well-Being (30 aitem valid, α = .88). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri akademik dan school well-being pada siswa SMP Hang Tuah 1 Jakarta (r = .59; p < .001). Semakin tinggi efikasi diri akademik, maka maka semakin tinggi pula school well-being, begitu juga sebaliknya. Efikasi diri akademik memberikan sumbangan efektif sebesar 35% pada school well-being. Ketika ingin meningkatkan school well-being, siswa harus pula meningkatkan efikasi diri akademiknya, dan untuk meningkatkan school well-being siswa, sekolah dapat memfasilitasi terbentuknya efikasi diri akademik.
HUBUNGAN ANTARA PERFEKSIONISME DAN MUSIC PERFORMANCE ANXIETY PADA MAHASISWA PEMAIN ORKESTRA Ade Syarifa Fathiawati; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.532 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27695

Abstract

Music performance anxiety(MPA) merupakan kecemasan yang dirasakan individu secara terus-menerus yang disebabkan oleh performa musikal, dan timbul melalui suatu pengalaman pengkondisian yang spesifik dan dimanifestasikan melalui kombinasi gejala afektif, kognitif, somatik dan perilaku.Sifat kepribadian yang penting dalam MPA adalah perfeksionisme yang dapat terjadi bersamaan dengan performance anxiety.Perfeksionisme didefinisikan sebagai trait kepribadian yang dicirikan dengan usaha keras individu dalam menetapkan standar kinerja yang sangat tinggi disertai evaluasi diri yang terlalu kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dan MPA pada mahasiswa pemain orkestra. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan nonmusik yang tergabung dalam orkestra di OSUI Mahawaditra, UKM Bersama Dalam Musik (BDM) Binus University, dan The Sound of Phoenix Universitas Prasetiya Mulya dengan jumlah 200 orang. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa anggota orkestra yang diperoleh dengan menggunakan teknik convenience sampling.Data diperoleh dengan menggunakan Skala Perfeksionisme dan Skala Music Performance Anxiety.Hasil analisis Rank Spearman menunjukkan hasil koefisien korelasi rxy = -0,128 dengan p = 0,289 (p>0,05) yang artinya terdapat hubungan negatif meski tidak signifikan antara perfeksionisme dan MPA. Mayoritas subjek penelitian berada pada kategori MPA sedang. Uji beda menggunakan analisis independent T-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat MPA yang signifikan antara laki-laki dan perempuan. 
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN KARIR DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 5 SEMARANG Farah Nugrahaini; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.35 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14897

Abstract

Psychological well-being (PWB) adalah penilaian individu terhadap dirinya yang menunjukkan bahwa dirinya berada pada kondisi sehat mental, yang meliputi sikap positif terhadap dirinya dan orang lain, kemampuan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya dan dimilikinya tujuan yang jelas untuk hidupnya. PWB dipengaruhi seberapa jauh individu mampu memenuhi tugas-tugas perkembangannya. Pada saat yang sama, remaja khususnya yang berada pada kelas XII SMA memiliki beberapa tugas perkembangan yang harus dilaluinya, dan salah satu tugas perkembangan yang mengemuka adalah mempersiapkan karir untuk masa depannya. Remaja yang mampu mempersiapkan karir dan mampu menguasai tugas karir sesuai tahap perkembangan karirnya maka memiliki kematangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan positif antara kematangan karir dan psychological well-being pada siswa kelas XII SMA Negeri 5 Semarang. Hipotesis awal yang diajukan adalah ada hubungan yang positif antara kematangan karir dan psychological well-being. Artinya, semakin tinggi kematangan karir pada individu maka semakin tinggi pula psychological well-being pada individu tersebut. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas XII SMA Negeri 5 Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling, sehingga sampel yang didapat berjumlah 118 siswa. Skala yang digunakan adalah skala psychological well being berjumlah 32 aitem dan skala kematangan karir berjumlah 37 aitem. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis regresi yang menunjukkan angka sebesar .55 dengan p = .000 (p < .05) yang artinya ada hubungan yang positif dan signifikan antara kematangan karir dan psychological well-being pada siswa kelas XII di SMA Negeri 5 Semarang.
SELF-REGULATED LEARNING DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO Windriya Sri Santika; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.019 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14946

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan suatu hal yang patut diwaspadai oleh seluruh siswa, salah satunya yaitu oleh siswa kelas XI, karena dapat berdampak pada penurunan prestasi akademiknya. Untuk mengurangi dampak tersebut, perlu adanya kontrol diri dalam belajar yang dapat menunjang dalam pencapaian tujuan belajarnya dengan cara mengatur dan mengendalikan sistem belajar yang dikenal dengan self-regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Purwokerto. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan negatif dan signifikan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Purwokerto. Populasi penelitian adalah 299 siswa kelas XI dan sampel penelitian berjumlah 162 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi akademik (30 aitem, α = .89) dan skala self-regulated learning (35 aitem, α = .90). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik (rxy = -.82 dengan p < 0.01), yang berarti bahwa semakin tinggi self-regulated learning maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Self-regulated learning memberikan sumbangan efektif sebesar 67% terhadap prokrastinasi akademik. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengadakan penelitian dengan topik yang sama disarankan agar lebih memperhatikan subjek penelitian dengan cara melakukan penelitian terhadap populasi yang lebih luas.
KONSEP DIRI DENGAN KECENDERUNGAN BULLYING PADA SISWA KELAS XI SMK Maretha Ayu Saraswati; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.335 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13553

Abstract

Siswa kelas XI berada pada usia remaja yang ingin mencoba banyak hal baru. Pengalaman yang siswa peroleh akan membentuk konsep diri pada diri siswa. Remaja yang memiliki konsep diri yang positif, akan mampu untuk menghargai diri dan juga lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kecenderungan bullying pada siswa kelas XI SMK Negeri 11 Semarang. Konsep diri adalah penilaian individu mengenai kemampuan dirinya serta  melakukan evaluasi dari lingkungan di sekitarnya. Kecenderungan bullying adalah keinginan yang mengarah pada keinginan untuk menyakiti orang lain yang lebih lemah, baik secara fisik maupun verbal dan non-verbal yang dilakukan secara berulang. Populasi penelitian terdiri atas 173 siswa kelas XI yang terdiri dari 6 kelas, dengan sampel penelitian adalah 84 siswa dari 3 kelas yang diperoleh dengan menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Konsep Diri (31 aitem; α= 0,91) dan Skala Kecenderungan Bullying (32 aitem; α=0,90). Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif dan signifikan antara konsep diri dan kecenderungan bullying. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara konsep diri dengan kecenderungan bullying(rxy= -0,30; p < 0,001). Konsep diri memberikan sumbangan efektif sebesar 9% terhadap kecenderungan bullying, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN EFIKASI DIRI BERWIRAUSAHA PADA KELOMPOK MAHASISWA UNDIP YOUNG ENTREPRENEUR Rebina Bilqis Antoxida; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28962

Abstract

Efikasi diri berwirausaha adalah keyakinan yang dimiliki individu bahwa ia mampu menjalankan peran dalam aktivitas wirausaha dengan berbagai risiko untuk mendapatkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan efikasi diri berwirausaha pada kelompok mahasiswa Undip Young Entrepreneur. Dukungan sosial pada penelitian ini merujuk pada perceived support yaitu segala bentuk bantuan dari orangtua yang dirasakan individu, sehingga membuat individu merasa diperhatikan, dicintai, dihargai, dan diandalkan. Dukungan yang paling dirasakan mahasiswa adalah guidance (bimbingan). Populasi penelitian ini adalah 285 mahasiswa wirausaha di Undip yang tergabung pada kelompok mahasiswa Undip Young Entrepreneur (UYE). Sampel sebanyak 155 mahasiswa diperoleh dengan convenience sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Skala Dukungan Sosial Orangtua (45 aitem, α = 0,952 ) dan Skala Efikasi Diri Berwirausaha (40 aitem, α = 0,943). Uji korelasi Spearman’s Rhomenunjukkan nilai r= 0,507 dengan p = 0,000 (p< 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan efikasi diri berwirausaha pada kelompok mahasiswa Undip Young Entrepreneur. Laki-laki memiliki efikasi diri berwirausaha yang lebih tinggi daripada perempuan. 
KEPUASAN PERNIKAHAN DITINJAU DARI KONFLIK PERAN PEKERJAAN-KELUARGA DAN FASE PERKEMBANGAN DEWASA PADA PERAWAT WANITA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROYO MAGELANG Fitriana Rahayu Pratiwi; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.564 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14353

Abstract

Kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jam kerja, jadwal kerja, kontrol jadwal keseluruhan, dan komitmen kerja. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengetahui kepuasan pernikahan pada perawat wanita di RSJ Prof.Dr.Soeroyo yang ditinjau dari konflik peran pekerjaan-keluarga dan fase perkembangan dewasa. Penelitian dilakukan kepada 100 orang perawat wanita di RSJS yang sudah menikah dan memiliki anak. Terdapat dua skala yang digunakan yaitu, Skala Konflik Peran Pekerjaan-Keluarga (25 aitem, α=.894) dan Skala Kepuasan Pernikahan (34 aitem, α=.937). Hasil analisis regresi sederhana menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran pekerjaan-keluarga dan kepuasan pernikahan. (r = -. 513; p < .001). Semakin tinggi konflik peran pekerjaan-keluarga maka kepuasan pernikahan semakin rendah, begitu juga sebaliknya. Konflik peran pekerjaan-keluarga memberikan sumbangan efektif 26,3% terhadap kepuasan pernikahan. Sementara hasil uji independent sample t test menunjukan terdapat perbedaan kepuasan pernikahan sebesar t = 5.76(p> .05) antara dewasa awal dan dewasa madya. Kepuasan pernikahan pada masa dewasa awal lebih tinggi daripada pada masa dewasa madya.
Jerat Narkoba dan Dinamika Keluarga:Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi pada Narapidana Wanita yang Memiliki Anak Gina Saraswati; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.315 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15389

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana dinamika keluarga yang mewarnai kehidupan seorang narapidana wanita yang memiliki anak sejak awal terjerat narkoba hingga masuk ke dalam penjara.Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang narapidana wanita dengan rentang usia 22-39 tahun, yang diambil dengan menggunakan metode teknik purposive. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan observasi. Hasilpenelitianmenunjukkan bahwa dari dinamika keluargaketiga subjek telah mempengaruhi warna kehidupan subjek, sejak awal terlibat narkoba hingga masuk ke dalam penjara. Subjek pertama merasakan kurang kasih sayang dari orang tuanya dan latar belakang dalam keluarga, ayahnya seorang pengedar narkoba, subjek kedua merasakan kesulitan ekonomi, dan subjek ketiga ikut serta bersama suaminya sebagai seorang pengedar narkoba.Ketiga subjek tidak pernah mendapat kunjungan dari anak-anaknya.Komunikasi via telepon umum yang disediakan oleh pihak Lapas dapat dirasakan ketiga subjek untuk menggantikan kunjungan dari anak-anaknya.Ketiga subjek memiliki harapan yang sama dalam hal untuk mengasuh anak setelah bebas dari penjara, yaitu subjek pertama belum memiliki rencana lainnya setelah keluar dari penjara selain hanya ingin mengasuh anak, subjek kedua ingin membuka sebuah usaha, dan subjek ketiga akan kembali bekerja, namun berencana tetap menjalankan perannya sebagai ibu dalam mengasuh anak.
Co-Authors Ade Syarifa Fathiawati Adelia Dyah Pratiwi Adzkia Ra’ida Salma Ainun Najib Febrya Rahman Amin Husni Amin Husni Ana Setyowati Andita Ayu Sartika Andita Ayu Sartika Apoina Kartini Apriyanto, Denny Aswendo Dwitantyanov Azna Hazlina Bagus Pambudi Bening Pangastuti Bherti Silawati Fiftyana Bonyta Ermintika Rizkiani Chelsea Sulastry Sianipar Christine Dessy Barita Christofan Dorry Steven, Christofan Dorry Corina D. S. Riantoputra Cornelia Tasya Paradita Costrie Ganes Widayanti Dea Putri Rachmadhani Debora Eflina Purba Devi Triana Putri Samosir Dian Lati Utami Dian Veronika Sakti Kaloeti Dika Resty Tri Ananda Dini Wulan Ndari Diyan Yuli Wijayanti Dwi Karunia Saputra Dwi Pudjonarko Dynasty Larasati Effa Hasnatul Hanifah Endang Sri Indrawati Erdidhah Putri Pinilih Erin Ratna Kustanti Etika Ratna Noer Farah Nugrahaini Farida Hidayati Fika Firmanila Fillah Fithra Dieny Fiska Nurzahra Susilo Fitri, Anindiyani Fitria Handayani Fitriana Rahayu Pratiwi Frieda N. R. Hidayati Galih Bhramantyo Gina Saraswati Gita Fedora Ramdhani, Gita Fedora Handayani, Fitria Haryandinny, Shadillah Ilhami Rez'qi Hastaning Sakti Hertanto Wahyu Subagio Hidayati, Frieda N. R. Hidayati, Zulfa Kumala I'anah, Noor Ika Zenita Ratnaningsih Irdiatika Damar Intani Iriantika Prihastyanti Jauharany, Firdananda Fikri Kalista Vidyadhara Kaloeti, D. V. S. Karina Aria Putri Kartika Sari Dewi Kholifah Umi Sholihah Komang Veni Widiyanti Kustanti, Erin R. Lucky Rianatha Mahendra, Pulkeria Aquaelin Riezky Pica Maretha Ayu Saraswati Martha Irene Kartasurya Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Meidiana Dwidiyanti MILLA FAUZIAH CANDRA Monica Vida Pratiwi Muhammad El Manurwan Muhammad Fikri Taufik Ardiaputra Munif, Badrul Mutiara Herin Nadia Shaliha Nadya Tiara Qur’ani Naibaho, Yael Febriany Kurnia Naibaho Kurnia Nancye, Pandeirot Marjory Nanda Yuarvani Qurnita Natasha Regita Wardani Ngadiran, Antonius Niken Fatimah Nurhayati Novi Qonitatin Novi Qonitatin Nur Rochmah Heditya Nurhayati, Niken F. Nurul Kusuma Dewi Pandeirot M. Nancye Qotrunnada Firdauz Raharjo, Alim Panggih Rahayu, Euis Rahimmatussalisa Rahimmatussalisa, Rahimmatussalisa Rahma Zahidah Pertiwi RAHMADANI, TIKA AMELIA Rahmawati, Ashri Maulida Raras Haryuningrum Rebina Bilqis Antoxida Rella Budhi Rahayu Rika Tri Ariani Rizka Putri Ayuningtyas Rizky Amalia Sholiha Selvani Ane Putri Setyowati Setyowati Sifa, Izka Aniyatul Manfaati Simon Simangunsong Sri Hartati Suparyatmo, J.B Taa, Stefanus Tri Rejeki Andayani Tunjung Inoe Kartikasari Uni Kuslantasi Vemita Sinantia Wettig Trisanti WIDYA PH, KHAIRINA Wijiati Kasari Windriya Sri Santika Woro Inten Sayekti Yohana Sondang Activa Hutabarat Yuke Hasnabuana