Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Pengorganisasian Personil Pada lembaga Kursus Pelatihan Bahasa Inggris Dan Komputer English Lovers Club Ayi Najmul Hidayat; Ida Rukhaida; Raden Yulyul Yuliana Hastuti
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol 1 No 1 (2023): Februari: Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.355 KB) | DOI: 10.55606/jbpi.v1i1.934

Abstract

Personil pada lembaga Kursus. Pengorganisasian personil adalah salah satu dari fungsi manajemen yang bertujuan untuk menentukan orang-orang yang memiliki kompetensi intelektual dan manajerial dalam mengemban organisasi kearah yang lebih baik dan sesuai dengan kemampuannya. Dewasa ini LKP banyak dikelola oleh yayasan pendidikan yang didalamnya banyak melibatkan keluarga dan kerabat sebagai bagian dari karyawan. Hal ini biasanya terjadi pada lembaga pendidikan yang bersifat Non profit dimana lembaga pendidikan tersebut bertujuan sosial. Rancu Apabila dipandang dari kacamata organisasi hal itu bukan suatu kesalahan, namun akan menjadi suatu masalah apabila dalam pelaksanaan pekerjaan tidak merinci tugas, fungsi dan tanggung jawabnya sehingga terlihat tidak profesional. Tugas dan fungsi yang tidak jelas dan sesuai akan menghambat pencapaian organisasi secara keseluruhan. Namun tentu saja tidak semua lembaga pendidikan yang berbasis keluarga memiliki kondisi di atas ada juga yang menerapkan manajemen secara profesional. Harapannya dengan Pengorganisasian personil program pendidikan yang berkualitas diselenggarakan secara terencana, terarah dan terpadu dalam suatu sistem pengorganisasian yang efektif dan lugas. Setiap bagian dalam organisasi memunculkan tugas dan fungsinya dengan jelas. Sehingga setiap jabatan memiliki tanggung jawab masing – masing. Dengan memiliki tugas dan tanggung jawab tertentu maka organisasi dengan mudah memperbaiki atau menambah fungsinya dalam rangka evaluasi dan perbaikan guna meningkatkan kualitasnya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan pengorganisasian di pada lembaga Kursus Pelatihan (LKP ) Bahasa Inggris Dan Komputer English Lovers Club ( ELC ) telah terlaksana dengan baik hal ini dilihat dari adanya Koordinasi, Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas dalam pengorganisasian lembaga.
PERAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI SISWA YANG KECANDUAN GAME ONLINE DI MADRASAH TSANAWIYAH YAPIDA TAMBI KABUPATEN INDRAMAYU Najmul Hidayat, Ayi; Mujaddid Syaikhul Islam, Ahmad; Sopandi, Sopandi; Ulfah, Ulfah
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.56

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, penetrasi internet dan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara anak-anak dan remaja menghabiskan waktu luang mereka. Bermain game online, yang sekarang mudah diakses melalui berbagai perangkat seperti komputer, tablet, dan smartphone, telah menjadi kegiatan populer yang tidak hanya menghibur tapi juga seringkali menuntut waktu dan perhatian yang signifikan. Fenomena global ini tentunya juga berdampak pada siswa tingkatan Madrasah Tsanawiyah, dimana peningkatan aksesibilitas terhadap game online menggiring sebagian dari mereka ke dalam pola bermain yang kompulsif, atau yang lebih dikenal dengan kecanduan game online. Guru Pembimbing memiliki peran yang sangat penting untuk mengatasi siswa-siswanya kecanduan bermain game online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran, cara dan strategi yang dilakukan guru pembimbing dalam mengatasi siswa-siswanya kecanduan bermain game online. Sehingga, harapannya penelitian ini dapat menjadi tulisan yang bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai pedoman bagi para guru pembimbing dalam melaksanakan perannya untuk mencegah siswa-siswanya kecanduan bermain game online. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dimana yang menjadi narasumber disini adalah guru pembimbing di MTs Yapida Tambi. Berdasarkan hasil penelitian yaitu guru pembimbing sangat penting untuk pertumbuhan siswa. Untuk itu guru pembimbing harus melakukan beberapa hal agar siswa tidak kecanduan game online diantaranya: dengan cara pendekatan, pengawasan dan menambahkan kegiatan siswa diluar jam belajar.
UPAYA GURU PEMBIMBING DALAM MEMBANTU PERENCANAAN KARIR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Najmul Hidayat, Ayi; Ma’arief, M. Syamsul; Jamaludin, Jamaludin; Ulfah, Ulfah
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.199

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih banyak lulusan SMA yang masih mengalami kesulitan dalam mewujudkan karir masa depannya. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa tindakan yang tepat, maka peserta didik lulusan SMA akan semakin banyak lagi yang menjadi pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara empiris bagaimana upaya guru pembimbing dalam membantu perencanaan karir siswa SMA Darul Hadits Lembang. Serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan dalam upaya guru pembimbing dalam membantu perencanaan karir siswa SMA Darul Hadits Lembang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan menggambarkan secara sistematis dan akurat, fakta dan karakteristik tertentu. Berdasarkan data hasil penelitian, bahwa setelah mendapatkan bimbingan dari guru pembimbing siswa dapat merencanakan karir setelah lulus sekolah, adapun siswa yang masih kebingungan guru pembimbing sebagai fasilitator tetap mengarahkan agar siswa tersebut dapat merencanakan karir dengan baik tidak hanya itu guru pembimbing memantau dengan baik siswanya dalam merencanakan karir. Faktor pendukung dalam kegiatan bimbingan karir ini terutama dukungan dari orangtua, guru dan semangat siswa untuk melanjutkan karirnya. Faktor penghambat yang sering terjadi mengenai perekonomian karena mayoritas siswa di SMA Darul Hadits Lembang ini standar perekonomian menengah kebawah tetapi antusias siswa untuk maju sangatlah bagus dengan begitu guru pembimbing memberikan arahan sampai siswa dapat mencapai karir yang sesuai. Berdasarkan temuan dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa guru pembimbing memiliki peran yang signifikan dalam upaya membantu perencanaan karir siswa SMA Darul Hadits Lembang.
KETERLIBATAN GURU KELAS DALAM MENJALANKAN BIMBINGAN UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA MIN 2 BANDUNG BARAT Najmul Hidayat, Ayi; Ulfah, Ulfah; Tuti Komala, Ade; Suryati, Yuli
Tahsinia Vol 5 No 2 (2024): Mei
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i2.200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih banyaknya siswa yang masih mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan tersebut disebabkan oleh adanya disfungsi neurologis, proses psikologis, dasar maupun sebab-sebab lain sehingga prestasi belajarnya rendah dan siswa tersebut beresiko tinggi gagal dalam belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan guru dalam membantu menghadapi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Adapun teknik penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kesulitan belajar pada siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal yang bersumber dari diri sendiri dan faktor eksternal yang bersumber dari luar diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan guru kelas dalam menjalankan bimbingan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa di MIN 2 Bandung Barat belum optimal. Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa perlu dilakukan peningkatan kapasitas guru kelas, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta penguatan kerjasama antara guru kelas dengan guru lain dan orang tua siswa. Dengan demikian, diharapkan guru kelas dapat menjalankan bimbingan dengan lebih efektif untuk membantu siswa mengatasi kesulitan belajar dan meningkatkan prestasi belajarnya.
ANALISIS DAMPAK PERAN AYAH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMPN 2 PASIRJAMBU KABUPATEN BANDUNG Najmul Hidayat, Ayi; Ulfah, Ulfah; Siti Nurapriani, Jihan; Liah Sapliah, Neng
Tahsinia Vol 5 No 3 (2024): Juni
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i3.234

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dampak peran ayah terhadap kepercayaan diri siswa SMPN 2 Pasirjambu Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya keterlibatan seorang ayah pada lingkungan di sekitar SMPN 2 Pasirjambu yang berdampak terhadap beberapa aspek dalam diri siswa, salah satunya yaitu kepercayaan diri. Kepercayaan diri seorang anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan keterlibatan peran orang tua terutama seorang ayah. Anak akan lebih memiliki daya juang yang kuat apabila ayahnya senantiasa memberikan pendidikan dan pengasuhan secara langsung kepada anaknya. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 15 Mei 2024 sampai 31 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil wawancara yang dilaksanakan bersama guru BK dan beberapa siswa yang memberikan keterangan terkait keterlibatan ayah pada siswa SMPN 2 Pasirjambu senantiasa terlibat dalam pendidikan dan pengasuhan baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun faktor yang mempengaruhi peran ayah dalam membangun kepercayaan diri siswa adalah keteladanan yang dapat memberikan gambaran kepercayaan diri, kedekatan dan komunikasi antara ayah dan anak, dan terlibatnya ayah dalam perkembangan sosial dan interpersonal. Dampak peran ayah terhadap kepercayaan diri anak yaitu keterlibatan ayah dalam kegiatan sehari-hari anak memiliki dampak yang baik terhadap kepercayaan diri anak. Dampak lain yang ditimbulkan dari peran ayah yaitu prestasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis dari dampak peran ayah terhadap kepercayaan diri siswa SMPN 2 Pasirjambu Kabupaten Bandung dapat dikatakan memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan kepercayaan diri siswa.
PERAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGEMBANGKAN PELAKSANAAN IBADAH SISWA DI MADRASAH Najmul Hidayat, Ayi; Komara, Budi; Kusman, E. Kusman; Ulfah, Ulfah
Tahsinia Vol 5 No 3 (2024): Juni
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i3.235

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah bahwa masih ada sebagian siswa madrasah yang kurang dalam melaksanakan ibadah shalat dhuhur dan shalat ashar berjamaah di madrasah, hal ini bisa dilihat dari kegiatan sehari-hari siswa dalam melaksanakan ibadah shalat secara berjamaah ketika berada dilingkungan madrasah. Dengan memperhatikan kenyataan, maka diperlukan peran guru pembimbing yang mampu melakukan berbagai upaya dalam bentuk bimbingan untuk mengembangkan pelaksanaan ibadah shalat dhuhur dan shalat ashar berjamaah di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara empiris bagaimana peran guru pembimbing serta dampaknya terhadap pelaksanaan ibadah shalat dhuhur dan shalat ashar berjamaah di madrasah. Serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat peran guru pembimbing dalam upaya mengembangkan pelaksanaan ibadah shalat dhuhur dan shalat ashar berjamaah di madrasah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan menggambarkan secara sistematis dan akurat, fakta dan karakteristik tertentu. Berdasarkan data hasil penelitian, peran guru pembimbing dalam upaya mengembangkan pelaksanaan ibadah shalat dhuhur dan shalat ashar berjamaah di madrasah, yaitu dengan memberikan arahan kepada siswa mengenai kewajiban pelaksanaan ibadah dengan baik dan benar, memberikan pemahaman tentang pentingnya melaksanakan ibadah secara baik dan benar, memberikan motivasi kepada siswa untuk senantiasa dapat meningkatkan pelaksanaan ibadah khususnya ibadah sholat dhuhur dan sholat ashar berjamaah, memberikan bimbingan bagaimana cara melakukan ibadah yang baik dan benar sesuai dengan syariat dan kaidah-kaidah fikih, dan menjadi teladan bagi siswa dalam meningkatkan pelaksanaan ibadah khususnya sholat dhuhur dan sholat ashar berjamaah secara baik dan benar.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SDN SUKAMAJU 04 KABUPATEN BANDUNG Najmul Hidayat, Ayi; Nurjaman, Dadan; Ruswandi, Ruswan; Ulfah, Ulfah
Tahsinia Vol 5 No 3 (2024): Juni
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i3.236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepala sekolah dalam meningkatkan layanan bimbingan dan konseling di SDN Sukamaju 04 Kabupaten Bandung. Layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar memegang peranan penting dalam membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan pribadi, sosial, dan akademik yang mereka hadapi. Oleh karena itu, peran kepala sekolah sangat krusial dalam memastikan layanan ini berjalan efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta beberapa siswa dan orang tua siswa di SDN Sukamaju 04. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah di SDN Sukamaju 04 memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan layanan bimbingan dan konseling. Beberapa peran tersebut meliputi: (1) penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk kegiatan bimbingan dan konseling, (2) pemberian dukungan dan pelatihan bagi guru bimbingan dan konseling, (3) pengembangan program-program bimbingan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa, serta (4) penguatan kerjasama dengan orang tua dan komunitas sekitar dalam mendukung layanan bimbingan dan konseling. Kesimpulannya, peran aktif kepala sekolah sangat berpengaruh dalam peningkatan kualitas layanan bimbingan dan konseling di SDN Sukamaju 04.
UPAYA GURU DALAM MENANGANI TEMPER TANTRUM PADA ANAK KELAS IV SDN BULANSARI KABUPATEN SUBANG Najmul Hidayat, Ayi; Hayati, Eli; Usmanti, Yanti; Ulfah, Ulfah
Tahsinia Vol 5 No 4 (2024): Juli
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i4.238

Abstract

Temper Tantrum merupakan ledakan emosi yang tidak terkendali, yang disertai tangisan keras, menjerit, berguling-guling di lantai, melempar barang, berteriak-berteriak, tidak mau beranjak dari tempat tertentu, memukul, membanting pintu. tantrum sebagai suatu ledakan emosi kuat sekali disertai rasa marah, serangan agresif, menangis, menjerit-jerit, menghentak-hentakkan kedua kaki, dan tangan pada lantai atau tanah. Tantrum sering ditemukan pada anak-anak yang terlampau dimanja atau orang tua yang terlampau mencemaskan anak, atau orang tua yang terlampau melindungi. Apabila frekuensi dan intensitas tantrum tidak berlebihan maka perilaku tersebut akan hilang dengan sendirinya sehingga dengan bertambahnya usia atau kemampuan anak untuk mengendalikan emosinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif merupakan penelitian dengan maksud memahami fenomena yang muncul pada subjek penelitian, seperti perilaku, pandangan, motivasi, dan hal-hal lainnya yang dipaparkan dalam bentuk deskripsi dengan kata-kata dan Bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian temper tantrum pada pola asuh otoriter. Pola asuh otoriter cenderung menuntut anak untuk patuh terhadap aturan tanpa ingin tahu alasan. Pola asuh ini cenderung tidak mendorong anak untuk mengambil keputusan secara mandiri dan tidak memberikan kepada anak untuk mengungkapkan perasaan. Dengan bimbingan yang terus menerus selama kurang lebih tiga bulan dan kerjasama antara peneliti, guru kelas, kepala sekolah dan orang tua, secara berkesinambungan dengan penuh kesabaran, diiringi ikhtiar dan doa dengan strategi merubah pola asuh di rumah, pendekatan yang lebih terhadap anak yang temper tantrum, secara bertahap dapat merubah perilaku yang lebih baik, seperti tidak mudah emosi, tidak mudah tersinggung, secara pribadi dapat mengendalikan dirinya lebih baik.
PERAN PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DALAM MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA DI DJ ARIE PUBLIC SPEAKING & BROADCASTING SCHOOL BANDUNG Ayi Najmul Hidayat; Hasbullah lau
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v2i1.789

Abstract

This research was conducted at Dj Arie Public Speaking and Boardcasting School Bandung. The problem contained in the formulation of the problem is how the role of public speaking training in fostering student confidence at Dj Arie Public Speaking and Boardcasting School Bandung. The purpose of this study is to determine the role of public speaking training in fostering student confidence at Dj Arie Public Speaking and Boardcasting School Bandung. This research uses qualitative methods and is a field research. The research data was obtained through direct observation to the field, interviews involving students and tutors who became informants, and documentation studies from books and other materials related to the subject matter. The results of this study indicate that the role of public speaking training is very large in fostering students' confidence which is one of the supports and provisions when speaking in public such as appearing at events and can be a provision for students in carrying out certain public speaking activities.
Bimbingan Kegiatan Pembiasaan Keagamaan Dalam Meningkatkan Hasil Ujian Praktek PAI di SDN Perumnas 1 Subang Muiz Fahmi Septiana; Tri hendri herdiansyah; Ayi Najmul Hidayat; Ulfah
Asatidzuna | Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2024): September, 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/asatidzuna.v5i1.345

Abstract

This study aims to determine the influence of religious habituation activities on improving the results of Islamic Education (PAI) practice exams at SDN Perumnas 1 Subang. The research method used is a quantitative approach with a quasi-experimental design. The research sample consists of sixth-grade students selected randomly. The research instruments include a PAI practice test and observation sheets to measure the intensity and involvement of students in religious habituation activities. The results of the study show a significant improvement in the PAI practice exam results in the group of students who received guidance on religious habituation activities compared to the control group. This guidance has proven effective in forming consistent worship habits and enhancing students' understanding and skills in performing religious practices. The implications of this study highlight the importance of integrating religious habituation activities into the school curriculum to support the improvement of PAI learning outcomes.
Co-Authors Abin Syamsudin Agus Salim Chamidi Ahadiat Aisy Dzakiyyah Abidin Aji Fachrurroji, Fahmi Aljihad, Fuad Apriadi Manan Firman Asan Azhari Chamidi, Agus Salim Cucu Amirah Desemberi Trianugrahwati Edi Gunawan Efendi, Iyan Entang Rukman Enur Nurhayati, Enur Gatot Yusuf Effendi Gunawan, Deden Harahap, Fitri E Hasbullah lau Hayati, Eli Heri Heri, Heri Hery Widijanto Ida Rukhaida Iriantara, Yosal Ismail Hasim Jajang Rukmana Jamaludin . Khamim, Nur Kingking Muttaqien Kingking Muttaqien Komalasari, Nunung Komara, Budi Kusman, E. Kusman Liah Sapliah, Neng Lina Herlina Lina Herlina Lufi Ardiana Lusepi M Farid Yudha Bahari Ma’arief, M. Syamsul Mugiarto Mugiarto Mugiarto, Mugiarto Muhammad Eko Purwanto Muhammad Fajri Almusthafa Muhammad Waashil Arrohim Muhammmad Faiz Habibi Muhtad, Fauzi Al Muiz Fahmi Septiana Mujaddid Syaikhul Islam, Ahmad Mujiburrohman Mujiburrohman Mukti, Seni Nahdiyah Hidayah Nana Ismelani Nany Kusmiyati Narti Nurlaela Neneng Nurlaela Nia Kurniawati Nikmatul Khoiriyah Nur Hidayah Nurhayani nurhayani Nurhayati, Beti Nurjaman, Dadan Nuron Rhamdani Padila, Melia Nur Parid Abdul Hadi Prisna Defauzi Raden Dewangga Tresna Erawan Raden Riki Barkah Zulfikar Raden Yulyul Yuliana Hastuti Ridwanuloh, Asep Rismawan Rismawan Rivatul Mahmudah Rizka Andhika Putra Rohimat, Mamat Rudi Alam Rudiansah Sidik Permana Ruswandi, Ruswan Saofanita, Saofanita Sauri, R Supyan Siti Honiah Siti Makhmudah Siti Nurapriani, Jihan Sopandi, Sopandi Sri Haryani Sukmawati Kusnadi, Fitria Suryati, Yuli Sutisna - Syarifah, Sherina Zakiyah Teti Ratnawulan Teti Ratnawulan Titi Suwarni Toha Konidin Tri hendri herdiansyah Tuti Komala, Ade Ulfah Ulfah Ulfah Umi Mahmudah Usmanti, Yanti Yudianto Yuniawati Yusuf, Mochamad Ghiffari Yuyun Yuningsih Zulvia, Evi