Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN HISTOPATOLOGIS DAN KLINIS AYAM HERBAL SETELAH DIUJI TANTANG DENGAN VIRUS AVIAN INFLUENZA H5N1 Setiyono, Agus; Bermawie, Nurliani
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1252

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan histopatologis dan klinis ayam herbal setelah ditantang dengan virus avian influenza (AI) H5N1. Seluruh ayam dibagi atas 3 kelompok perlakuan Kelompok kontrol, Kelompok I (I-1, I-2, dan I-3), dan Kelompok II (II-1, II-2, dan II-3). Masing-masing kelompok terdiri atas 15 ekor ayam sehingga jumlah seluruh ayam yang digunakan adalah 105 ekor. Ayam Kelompok I dan II masing-masing diberi herbal I (sambiloto, temu ireng, adas bintang, sirih merah) dan herbal II (sambiloto, adas bintang, sirih merah) selama 3 minggu sebelum ditantang virus. Ayam kelompok perlakuan secara keseluruhan tidak ada yang hidup hingga hari ke-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 ekor ayam KII-3 (46,7%) masih hidup sampai hari ke-4 setelah uji tantang virus. Perubahan histopatologis sistem pernafasan ayam kelompok perlakuan menunjukkan pembendungan, edema, dan kerusakan sel epitel mukosa. Sistem limfoid juga menunjukkan pembendungan, deplesi folikel limfoid, dan fibrosis limpa dan bursa Fabrisius. Analisis imunohistokimia mengindikasikan partikel virus AI telah menyebar di organ atau jaringan sistem pernafasan dan sistem pertahanan.
Menjadi Guru Profesional: Pandangan, Harapan, dan Tantangan bagi Mahasiswa PPG Hardika, Hardika; Iriyanto, Tomas; Aisyah, Eny Nur; Maningtyas, Rosyidamyani Twinsari; Utamimah, Sri; Setiyono, Agus
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1826

Abstract

Guru yang profesional merupakan salah satu pilar penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Menjadi guru profesional tidak hanya menuntut penguasaan pengetahuan dan keterampilan pedagogis, tetapi juga menuntut komitmen terhadap pengembangan diri dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini berupaya mengeksplorasi pandangan, harapan, dan tantangan yang dihadapi oleh 34 mahasiswa dan alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam perjalanan mereka menuju profesi guru profesional. Berdasarkan hasil wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen, ditemukan bahwa mahasiswa PPG memiliki pandangan optimis terhadap peran guru dalam membentuk masa depan bangsa, namun juga menghadapi berbagai kendala, baik dari segi akademik, praktik lapangan, hingga sistem pendidikan itu sendiri. Hasil penelitian ini juga menyoroti harapan mahasiswa terhadap dukungan institusi pendidikan dalam membantu mereka menjadi guru yang kompeten, serta mengidentifikasi strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Melalui pendekatan humanis, hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya dukungan psikologis dan motivasi dalam proses pembelajaran menjadi guru, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan profesionalisme guru di masa depan.
PENINGKATAN KARAKTER PROFESIONAL PENDIDIK MELALUI WORKSHOP PELATIHAN DI GUGUS 8 KECAMATAN LOWOKWARU, KOTA MALANG Aisyah, Eny Nur; Hardika, Hardika; Iriyanto, Tomas; Maningtyas, Rosydamayani Twinsari; Setiyono, Agus; Utamimah, Sri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37156

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan karakter profesional pendidik di Gugus 8, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, melalui pelatihan berbasis workshop. Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan keterampilan komunikasi, manajemen kelas, serta kolaborasi antarpendidik. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, workshop ini berhasil meningkatkan pemahaman pendidik tentang komunikasi efektif, teknik pengelolaan kelas, dan pengembangan jejaring antarpendidik. Artikel ini memberikan analisis dampak pelatihan dan menyarankan aplikasi lanjutan dalam bentuk pelatihan terpadu di tingkat regional
Profil Hematologi, Kadar Besi (Fe), dan Rasio Mieloid: Eritroid Kuda Hiperimun yang digunakan dalam Produksi Plasma Antisera Arifianto, Dinar; Esfandiari, Anita; Wibawan, I Wayan Teguh; Amrozi, Amrozi; Maharani, Maharani; Darsono, Darsono; Setiadi, Hirawan; Setiyono, Agus
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.90681

Abstract

Kuda merupakan salah satu hewan yang penting dalam produksi plasma antisera sebagai bahan baku pembuatan serum. Akhir abad ke-19 kuda berperan krusial dalam pengembangan serum pertama terhadap penyakit difteri manusia. Hingga saat ini kuda masih digunakan untuk memproduksi berbagai serum anti-venom, anti-rabies, anti-tetanus, hingga anti-SARS CoV-2. Proses produksi plasma antisera diawali dengan injeksi imunogen pada kuda yang disebut dengan hiperimunisasi. Antibodi dalam jumlah besar yang terbentuk dikoleksi kemudian dipurifikasi untuk digunakan pada manusia. Hiperimunisasi menimbulkan berbagai efek samping, diantaranya adalah penimbunan fibril amiloid pada berbagai jaringan yang dapat mengganggu fisiologi dan fungsi organ tubuh. Sebanyak 12 ekor kuda digunakan dalam penelitian ini dan dibagi menjadi 4 kelompok. Kuda kontrol (n=3) terdiri atas kuda yang belum pernah mendapatkan perlakuan hiperimunisasi, sedangkan 9 kuda lainnya dikelompokkan berdasarkan lamanya waktu produksi plasma antisera dengan metode hiperimunisasi (masing-masing kelompok berjumlah 3 ekor). Kelompok I terdiri atas kuda dengan masa produksi 2-3 tahun, kelompok II terdiri atas kuda dengan masa produksi 4-5 tahun, dan kelompok III terdiri atas kuda dengan masa produksi 6-7 tahun. Sampel darah, serum, dan aspirasi sumsum tulang dianalisis utuk menghitung niali eritrosit, Hb, PCV, trombosit, profil besi (besi serum, UIBC, TIBC, saturasi transferin), rasio mieloid:eritroid (M:E) dan persentase retikulosit. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter eritrosit dan rasio M:E (P<0,05), sedangkan niali Hb, PVC, trombosit, prosentase retikulosit, dan profil besi tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (P>0,05). Data tersebut menunjukkan bahwa perlakuan hiperimunisasi menyebabkan penurunan eritrosit dan peningkatan nilai rasio mieloid:eritroid (M:E) pada kuda penghasil plasma antisera.
BERAS ANALOG SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DENGAN INDEKS GLIKEMIK RENDAH Noviasari, Santi; Kusnandar, Feri; Setiyono, Agus; Budijanto, Slamet
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.488 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.3.%p

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research was to produce rice analogue as functional food with low glycemic index. The rice was made from white corn and sorghum with additional soybean flour. The physicochemical properties of rice analogue being analysed were resistant starch content, total phenolic content, dietary fiber, color (L*, +a, +b values) and whiteness (oHue). Rice analogue was potentially used as functional food indicated by high level of resistant starch 2.59%-3.31%, total phenolic content 0.18-0.25 mg GAE/g sample and dietary fiber 5.35%-6.14%. Rice analogue from white corn with and without soybean flour was further tested for glycemic index. Rice analogue from white corn has 69 GI value, while rice analogue from white corn with 10% soybean flour addition has 50 GI value.Keywords: functional food, glycemic index, rice analogueABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan beras analog yang berpotensi sebagai pangan fungsional dan bernilai indeks glikemik rendah. Beras analog dibuat dari bahan baku jagung putih dan sorgum dengan penambahan tepung kedelai. Sifat fisiko kimia beras analog yang dianalisis adalah pati resisten, total fenol, serat pangan, warna (nilai L*, +a, +b) dan derajat putih (oHue). Beras analog berpotensi sebagai pangan fungsional, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar pati resisten yaitu sebanyak 2,59%-3,31%, total fenol sekitar 0,18-0,25 mg GAE/g sampel dan serat pangan antara 5,35%-6,14%. Beras analog berbahan baku jagung putih dengan dan tanpa penambahan kedelai dipilih untuk uji indeks glikemik. Beras analog dari jagung putih memiliki nilai IG 69 sedangkan beras analog dari jagung putih dengan penambahan tepung kedelai 10% memiliki nilai IG 50.Kata kunci: beras analog, indeks glikemik, pangan fungsional
Application of AI in the Creative Process: Case Study in the Design Industry Nugroho, Budi Sulistiyo; Annasit, Annasit; Hamid, Farid Alfalaki; Setiyono, Agus
Journal of Social Entrepreneurship and Creative Technology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jseact.v2i1.2053

Abstract

The design industry has undergone significant transformations with the advent of Artificial Intelligence (AI), influencing the creative process in various ways. Despite its growing integration, the extent to which AI enhances creativity in design remains under-explored. This study aims to investigate the application of AI tools in the creative processes of designers, with a focus on identifying their impact on innovation, efficiency, and problem-solving. The research employs a qualitative case study approach, analyzing multiple design projects that incorporate AI tools, including generative design software and AI-driven prototyping systems. Data was collected through interviews with designers and observations of their workflows, supplemented by project outcome analyses. The results indicate that AI tools provide designers with new perspectives, automate repetitive tasks, and accelerate ideation, leading to increased productivity and innovative solutions. However, challenges such as the need for proper training and concerns about AI replacing human creativity were also noted. The study concludes that while AI enhances the creative process, it should be seen as a complement to human ingenuity rather than a replacement. Designers who effectively integrate AI tools into their workflows experience enhanced creativity, though a balance must be maintained between machine-driven processes and human judgment.
Emergency Response Workshop on Fire Prevention and Control Using Fire Blankets and Fire Extinguishers Nugroho, Budi Sulistiyo; Annasit; Nurrahman, Arif; Dharmawan, Aditya; Setiyono, Agus; Hamid, Farid Alfalaki; Handoko, Susilo; Widiyanto, Totok; Dewi, Astrie Kusuma; Indriani, Erdila
Civitas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/civitas.v2i4.1175

Abstract

Fire incidents continue to increase in various regions in Indonesia due to low public awareness of prevention and early response measures. This community service activity aims to improve students' knowledge, skills, and preparedness in using fire blankets and portable fire extinguishers through experience-based training. The implementation methods include interactive lectures, live demonstrations, and controlled firefighting simulations. Pre- and post-training evaluations were used to measure changes in knowledge, skills, and safety attitudes. A total of 180 participants (aged 15–18 years) attended the training and completed the entire evaluation series. The results showed an average increase in knowledge scores from 52.3 to 86.8 points (+66%). Practical competence increased from 14% to 81% of participants who were assessed as being able to use the tools correctly. Attitudes and confidence in emergency response also showed significant improvement, from a score of 2.4 to 4.1 on the Likert scale. Qualitative feedback confirmed that participants felt better prepared to deal with small fires and had a better understanding of the importance of a safety culture in the school environment. These findings indicate that practice-based training is effective in strengthening fire preparedness among secondary school-aged groups. This workshop model offers an educational approach that can be replicated by other educational institutions as a risk mitigation strategy and to strengthen community-based safety culture.
Antibreast Cancer Activity of Nanopropolis Indonesia on Induced Mammary Gland Tumor by DMBA in Virgin Sprague-Dawley Rats Hasan, Akhmad Endang Zainal; Mangunwidjaja, Djumali; Sunarti, Titi Candra; Suparno, Ono; Setiyono, Agus
BIOTROPIA Vol. 23 No. 1 (2016): BIOTROPIA Vol. 23 No. 1 June 2016
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.285 KB) | DOI: 10.11598/btb.2016.23.1.473

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of nanopropolis on DMBA-induced mammary tumors in rats. After the first tumor appearance, twenty-eight rats were divided into seven groups. Groups 1, 2, and 3 served as recipients of nanopropolis treatments at dosages of 8, 32, and 56 μg/mL, respectively. Group 4 received propolis at 233 μg/mL, Group 5 served as the treatment control, Group 6 received DMBA only, and Group 7 served as the normal control. The effects of nanopropolis at 32 μg/mL and propolis at 233 μg/mL were similar in reducing tumor size, healing wounds caused by the tumor, and eliminating cancer cells. Furthermore, the study suggested a relationship between particle size of the absorbent material and its effectiveness. Overall, nanopropolis was very effective in treating mammary gland tumors and breast cancer even at small concentrations.
Effects of Physalis angulata extracts on bleomycin-induced rat: analysis on lung inflammation and fibrosis Wibowo, Suryo Anggoro Kusumo; Rumende, Cleopas Martin; Isbagio, Harry; Setiyono, Agus; Setiabudy, Rianto; Rachmadi, Lisnawati; Kertia, Nyoman
Medical Journal of Indonesia Online First
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.oa.257875

Abstract

BACKGROUND Scleroderma is an immune-mediated connective tissue disease, with interstitial lung disease as one of its manifestations. Physalis angulata (P. angulata) or ciplukan has shown potential in treating fibrosis, but its role in preventing lung inflammation and fibrosis remains unknown. This study aimed to evaluate the effect of P. angulata extract in a bleomycin (BLM)-induced scleroderma rat. METHODS Sprague-Dawley rats were divided into 6 groups. For lung inflammation prevention, 3 groups received: (1) BLM only, (2) BLM+50 mg/kgBW P. angulata, and (3) BLM+100 mg/kgBW P. angulata. After 14 days, rats were sacrificed and bronchoalveolar lavage (BAL) leukocyte count, interleukin-6 (IL-6) levels, and lung injury score were assessed. For fibrosis prevention, another 3 groups received the same interventions and were sacrificed after 51 days. Fibrosis score, fibrosis area, hydroxyproline, transforming growth factor-beta (TGF-β), and matrix metalloproteinase-13 (MMP-13) levels were analyzed. BLM was administered subcutaneously, while P. angulata was given orally for 14 days. IL-6, TGF-β, and MMP-13 were measured by ELISA and hydroxyproline by colorimetric method. Mean differences and p-values were calculated using appropriate statistical tests. RESULTS P. angulata extract did not prevent lung inflammation, as there were no differences in BAL leukocyte count (p = 0.126), IL-6 levels (p = 0.173), or lung injury scores (p = 0.397) between the BLM-only group and those receiving P. angulata. The extract also did not prevent lung fibrosis, with no differences in fibrosis scores (p = 0.173), fibrosis area (p = 0.359), hydroxyproline (p = 0.295), TGF-β (p = 0.374), or MMP-13 (p = 0.088) levels among groups. CONCLUSIONS P. angulata extract did not prevent the development of lung inflammation or fibrosis.
Ekstrak Teh Hijau Mengurangi Luas Area Fibrosis Paru Tikus Desdiani; Iris Rengganis; Samsuridjal Djauzi; Agus Setiyono; Mohammad Sadikin; Sri Widia A. Jusman; Nurjati Chairani Siregar; Suradi; Putri C. Eyanoer
Majalah Patologi Indonesia Vol. 29 No. 1 (2020): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55816/mpi.v29i1.403

Abstract

BackgroundPulmonary fibrosis is often found in infectious diseases and chemical exposure in the work environment. Antifibrotic effects can befibropreventive and fibrolysis. Bleomycin can cause inflammation and pulmonary fibrosis. Catechin is proven can repair liverdamages due to alcohol induction. The aim of this study is to examine the effect of antifibrotic green tea catechin on reducing thearea of rat lung fibrotic.MethodsThis research was carried out in vivo experimentally in the Laboratory Animal Management Unit at Faculty of Veterinary MedicineIPB in 4 groups of rat experiments, consisting of 3 rats in the negative control group, 3 rats in the positive control group, 3 rats in thegroup of rats given bleomycin on the 8th day and 28thwith green tea extract every day from day 0 to 49 days (fibropreventive), 3groups of rats given bleomycin days 0 and 21 with green tea extract every day from day 15 to 49 (fibrolysis). Histopathologicalexamination was performe for all groups of rats.ResultsThis study showed that administration of green tea extract in fibropreventive groups and fibrolysis groups could reduce the fibrosisarea in rat lungs based on Aschroft's modified scale.ConclusionBased on the results of this study it was found that the anti-fibrotic activity of green tea extract was proven to be able to suppressthe development of pulmonary fibrosis both by fibropreventive and fibrolysis
Co-Authors Aditya Dharmawan, Aditya Aditya Wahyu Nugraha Afifah, Amalia Aisjah Girinda Akhmad Endang Zainal Hasan Akterono D. Budiyati Allaily Allaily Alvin Jefry Amrozi Andre, Daniel Latief Andriyanto . Anggraini , Ninik Anita Esfandiari Annasit Annasit, Annasit Arif Yahya Arifianto, Dinar Ario Damar Astrie Kusuma Dewi, Astrie Kusuma Aulia Dina Kristina Bayu Sandi Chintia Ayu Puspita Cleopas Martin Rumende Darsono Darsono Desdiani Diah Nugrahani Pristihadi Dian Pratiwi DIMAS ANDRIANTO Djumali Mangunwidjaja Dwi Astuti E. Mulyati Effend Effend, E. Mulyati Eko Prasetyo Nugroho Eko Suryanto Ekowati Handharyani Elok Puspita Rini Elpita Tarigan Eny Nur Aisyah Evy Damayanthi Fachriyan Hasmi Pasaribu Feri Kusnandar Gani, Ainal Gatut Ashadi Hamid, Farid Alfalaki Handayu Untari Handayu Untari Handoko, Susilo Hanif Alamudin Manshur Hapsari Mahatmi Hardika Hardika, Hardika Harry Isbagio Hasim Hasim Hasim Hasim Hasim Hasim Hasim Hasim, . Hendry, Altaff Husnawati, . I Ketut Suada I Komang Gede Wiryawan I wayan Teguh Wibawan Idqan Fahmi Iftitah, Selfi Lailiyatul Ike Agustiani Imron Arifin Indriani, Erdila IPB, DGB Iris Rengganis Ismah Atika Salmah Japanis Permatasari, Retno Jusman, Sri Widia Azraki Kustiariyah Tarman Lala M Kolopaking Liesbetini Haditjaroko Lily Natalia Lisnawati Rachmadi M Agus Setiadi M. Aman Yaman M. Misbah, M. Ma'mun Sarma Maharani Maharani, Maharani Maningtyas, Rosydamayani Twinsari Maningtyas, Rosyidamyani Twinsari Masdiana C. Padaga Mega Safithri Miko Afrian Mochamad Alfinanda Santriagung Mohammad Irham Bagus Santoso Mohammad Sadikin Muhammad Daud Muhammad Ihsan Muhammad Ridla Muhammad Zuhdi Badruzzaman Muhammad Zulkifli Muharam Saepulloh Mutholaah Nahrowi Nahrowi Nahrowi Nathasia, Novena Neni Nuryani Nina Herlina Nugroho, Budi Sulistiyo Nurjati Chairani Siregar Nurliani Bermawie Nurliani Bermawie Nurliani Bermawie Nurrahman, Arif Nyoman Kertia Oktariza, Wawan Olive Wisepti Pratama Ono Suparno Permana, Nadine Hanifa Pramono Prastyo, Danang Pribadi, Yohanes Kusuma Purnamiharja, Tsulatsy Puspitasari Purwiyatno Hariyadi Putri C. Eyanoer Rachmat Nabib Rahman, Muhammad Luthfi Rahminiwati, Min Rayendra, Raendi Restu Librani Retno Damayanti Soejoedono Rianto Setiabudy Risa Tiuria Rudramurti, Win Satya Samsuridjal Djauzi Sandi, Bayu Sangko Sayuti Nasution Sangko Sayuti Nasution, Sangko Santi Noviasari Sekar Winahyu Ariadini Setiadi, Hirawan Shila Rahmafia Putri SILMI MARIYA Siti Zulaikhah Slamet Budijanto Sri Purwaningsih, Sri Sri Wahyuni Salam Sudradjat Sumiati Suradi Suria Darma Tarigan Syahruddin Said Syifa Khaerani Titi Candra Sunarti Tomas Iriyanto Tri Isyani Tungga Dewi Trioso Purnawarman Ulfah Juniarti Siregar Unang Patriana Upik Kesumawati Hadi Utami, Dian Maulia Utamimah, Sri Vetnizah Juniantito Wibowo, Suryo Anggoro Kusumo Widiyanto, Totok Winahyu Ariadini, Sekar Wiranda G Piliang Wiwin Winarsih Wiyono, W. WoroWiranti, Rahayu Yan, Teo Qin Yeni Kartika Sari, Yeni Kartika