Claim Missing Document
Check
Articles

Found 60 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

KARAKTERISTIK THIN SURFACING HOT MIX ASPHALT DITINJAU DARI NILAI MARSHALL, KUAT TARIK LANGSUNG, KUAT TEKAN BEBAS, DAN PERMEABILITAS Prasetyo, Anang; Setyawan, Ary; Sarwono, Djoko
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.418 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37386

Abstract

Perkerasan jalan yang paling umum digunakan di Indonesia adalah perkerasan lentur, perkerasan lentur yang terbebani oleh volume lalu lintas yang tinggi dan berulang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas jalan atau kerusakan jalan. Metode yang umum digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan adalah overlay, namun perbaikan dengan metode overlay akan menimbulkan suatu masalah baik terhadap aspek lingkungan maupun aspek ekonomi. Penerapan Thin Surfacing Hot Mix Asphalt (TSHMA)merupakan salah satu metode perbaikan menggunakan lapis tipis yang dapat menghemat bahan dan biaya. Penelitian campuran TSHMAmenggunakan metode eksperimen di laboratorium. Gradasi campuran TSHMAditentukan berdasarkan nilai stabilitas tertinggi dengan cara melakukan pengujian Marshall kepada 5 jenis varian gradasi dari National Asphalt Pavement Association, North Carolina. Kadar aspal optimum didapat dengan melakukan pengujian Marshall terhadap 5 varian job mix dengan kadar aspal (Pb-1)%, (Pb-0,5)%, (Pb)%, (Pb+0,5)%, (Pb+1)%. Aspal yang digunakan adalah Aspal penetrasi 60/70. Pengujian kuat tarik tidak langsung / ITS (indirect tensile strength), kuat tekan bebas / UCS (unconfined compressive strength), dan permeabilitas (water permeability) dilakukan terhadap campuran TSHMA dengan kadar aspal optimum pada gradasi terbaik. Pengujian Marshallterhadap 5 varian gradasi menunjukkan bahwa gradasi medium memiliki stabilitas terbesar. Kadar aspal optimum yang didapat setelah pengujian Marshall kepada 5 varian kadar aspal adalah 5,66%. TSHMA dapat digunakan sebagai perkerasan di Indonesia karena telah memenuhi standart LASTON AC-WC Bina Marga 2010. Campuran TSHMA memiliki nilai stabilitas, ITS, regangan, modulus elastisitas, dan permeabilitas yang lebih besar dibandingkan dengan campuran panas AC.Campuran TSHMA memiliki nilai UCS yang lebih kecil dibandingkan dengan campuran panas AC.
ANALISIS PELAT PERKERASAN KAKU RUAS JALAN SONGGORUNGGI-MALANGSARI KECAMATAN NGUTER SUKOHARJO DENGAN APLIKASI ATENA 3D Wibowo, Wibowo -; Setyawan, Ary; Prasetyo, Handy
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3701.188 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i4.45792

Abstract

Menganalisis Pelat untuk mengetahui lendutan, tegangan dengan metode westergaard program Atena
STUDI BANDING KARAKTERISTIK BETON BERPORI ANTARA BENDA UJI DI LABORATORIUM DENGAN BENDA UJI DI LAPANGAN (STUDI KASUS PADA BAHU JALAN DI DESA KADOKAN, KECAMATAN GROGOL, KABUPATEN SUKOHARJO) Yudhi Prasetyo, Rhobertus Mahadi; Setyawan, Ary; Budiarto, Arif
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.646 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37079

Abstract

Perkerasan beton berpori merupakan bentuk perkembangan infrastruktur yang baik dalam pengelolaan air hujan dan efektif dalam menanggulangi permasalahan pembangunan yang berwawasan lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengaplikasikan rancang campur beton berpori, perbandingan nilai kuat tekan pada benda uji beton berpori, perbandingan nilai benda uji densitas/kepadatan (gr/cm3), dan perbandingan nilai benda uji porositas di lab dan pada bahu jalan. di Desa Kadokan, Kec. Grogol, Kab Sukoharjo.Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. Mix design perhitungan rencana menggunakan acuan Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton SNI T-15-1990-03, selanjutnya dibuat benda uji di lab. Pembuatan benda uji di lab menggunakan satuan berat sedangkan pada bahu jalan menggunakan satuan volume. Selanjutnya membuat job mix formula beton berpori untuk diaplikasikan di lapangan yaitu pada bahu jalan. Kemudian akan diuji densitas/kepadatan (gr/cm3), porositas, dan kuat tekan. Hasil analisis nilai densitas/kepadatan(gr/cm3) bahu jalan lebih kecil daripada nilai densitas di lab, penurunan nilai densitas antara 2-7%. Nilai porositas di bahu jalan lebih tinggi daripada nilai porositas di lab, kenaikan nilai porositas berkisar antara 5% sampai 16%. Nilai porositas terlalu tinggi yaitu >30%, sedangkan beton berpori adalah beton dengan nilai porositas sebesar 15 - 30 %. Hasil analisis benda uji kuat tekan pada bahu jalan lebih rendah dibanding dengan kuat tekan yang di lab. Penurunan nilai kuat tekan berkisar antara 20% sampai 34%. Adanya perbedaan satuan dalam komposisi campuran beton berpori di lab dan pada bahu jalan mengakibatkan perbedaan komposisi material yang tercampur sehingga terjadi perbedaan nilai kuat tekan.
PENGARUH PENGISIAN RONGGA PADA PERKERASAN BETON BERPORI TERHADAP PERMEABILITAS, KECEPATAN RESAPAN DAN KUAT TEKAN Rochim, Rochim; Setyawan, Ary; Sarwono, Djoko
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.947 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37325

Abstract

Pembangunan jalan secara umum menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang kedap air menyebabkan berkurangnya lahan hijau yang berdampak pada berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan beton berpori diharapkan dapat meresapkan air ke dalam tanah. Namun di lapangan aplikasi beton berpori seringkali terjadi penyumbatan oleh tanah maupun pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengisian rongga dengan pasir dan tanah terhadap permeabilitas, kecepatan resapan dan kuat tekan, serta untuk mengetahui perbandingan HSP beton berpori dengan HSP beton normal K225. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan mengurangi proporsi agregat halus pada mix desain beton normal. Agregat batu pecah yang dipakai yaitu ukuran seragam 1-2 cm. Proporsi Agregat halus yang dipakai 30% dari proporsi agregat halus beton normal. Setelah itu dilakukan pengisian rongga dengan pasir merapi, pasir sungai dan tanah. Kemudian diuji permeabilitas dan kecepatan resapan dengan metode falling head water permeabilitytest dan uji kuat tekan. Hasil pengujian beton berpori dengan variasi pengisi rongga yaitu pasir merapi, pasir sungai dan tanah didapat nilai permeabilitas vertikal tertinggi terjadi pada pengisi rongga dengan pasir sungai yaitu sebesar 0,38 cm/dt. Permeabilitas horisontal dicapai pada pengisi rongga dengan tanah sebesar 0,364 cm/dt. Sementara untuk kecepatan resapan di lapangan didapat nilai tertinggi sebesar 0,337 pada pengisi rongga dengan pasir sungai. Nilai kuat tekan tertinggi yaitu pada pengisi rongga dengan pasir merapi sebesar 5,71 MPa. Penghematan harga satuan pekerjaan beton berpori sebesar 6% bila dibandingkan dengan HSP beton normal K225. Beton berpori dalam penelitian ini sangat disarankan untuk digunakan pada perkerasan jalan dengan lalu lintas rendah seperti bahu jalan, taman, lahan parkir dan jalur pedestrian.
EVALUASI KONDISI JALAN SALATIGA-SRUWEN KM. SMG 57+050 - KM. SMG 59+050 TERHADAP KATEGORI RESIKO TERJADINYA KECELAKAAN Setyowati, Sutari; Setyawan, Ary; Djumari, Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.765 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37472

Abstract

Traffic accidents is an event where the collision of vehicles moving on the road that led to humans or animals can be injured even to death. Salatiga-Sruwen STA 57+050 to STA 59+050 road is a primary arterial road that connects between Surakarta and Semarang. The road has hightraffic levels and thus potentially cause accidents on the road hence the need for an analysis of the risk category of traffic accidents. Evaluation ofroad conditions Salatiga-Sruwen over the risk of accidents need to be conducted to identify high risk situations or potential accidents that usuallycaused by human, road conditions, vehicle, weather, environment and unobstructed view. So the situation can be addressed to reduce the possibilityof accidents.This study aims to determine the category of the risk accidents level. this evaluation applies D checklist: Road Safety Audit operational road levelthat has been issued by the department of public works. Analysis focused on the answer yes or no and identified the other supporting infrastructurethat have not been technically meets the standards and requirements. Primary data obtained from the field observations and secondary data wereused in 2013 accidents that obtained from tengaran police sector and as built drawing.From the research in Salatiga-Sruwen road KM.SMG 57+050-KM.SMG 59+050 results the road conditions is good as they meet the technicalrequirements of airworthiness to provide safety for its users and administrative requirements that provide legal certainty for providers and users ofthe road that the road can be operated for the public. Salatiga-Sruwen road KM.SMG 57+050-KM.SMG 59+050 has a value risk category11 with a harmless risk and risk value 160 is quite dangerous with the risk category that should be repaired immediately to minimize the potentialfor accidents
PENGARUH PENGISIAN RONGGA PADA PERKERASAN ASPAL PORUS TERHADAP KECEPATAN RESAPAN, PERMEABILITAS, DAN SKID RESISTANCE Yhudianto, Bondan; Setyawan, Ary; Suryoto, Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.142 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36895

Abstract

Aspal porus didesain memiliki ruang pori tinggi sehingga dapat meloloskan air permukaan dengan baik. Namun ruang pori tinggi menyebabkan aspal porus mudah tersumbat oleh material berupa pasir. Penyumbatan tersebut menyebabkan kemampuan aspal porus menyerap air permukaan menurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengisian rongga terhadap kecepatan resapan, permeabilitas. Dan seberapa besar pengaruh jumlah pemadatan terhadap skid resistance. Benda uji lapangan berdimensi 5m x 1,5m., setiap 1,6 meter dilakukan 6 kali, 8 kali, dan 10 kali pemadatan. Pemadatan menggunakan baby roller dengan berat operasional 1,2 ton. Urutan pengujian yang pertama adalah uji skid resistance menggunakan alat rolling straightedge, selanjutnya pengujian kecepatan resapan dan permeabilitas dengan perlakuan tanpa pengisian dan pengisian rongga berupa pasir Progo dan Panca Darma. Pengujian permeabilitas menggunakan benda uji hasil bor pipa coredrill lalu diuji di laboratorium. Sedangkan pengujian kecepatan resapan dilakukan langsung di lapangan. Kemudian didapatkan data hasil uji laboratorium dan lapangan untuk dilakukan analisa hasil. Analisa hasil penelitian aspal porus dengan pengisi rongga menunjukkan terjadi penurunan nilai permeabilitas dan kecepatan resapan. Nilai koefisien permeabilitas dengan perlakuan tanpa pengisian berturut-turut yaitu hasil laboratorium 1,518 cm/dt, 6 kali pemadatan 0,962 cm/dt, 8 kali pemadatan 0,863 cm/dt, 10 kali pemadatan 0,651 cm/dt. Perlakuan pengisian pasir Panca Darma berturut-turut, laboratorium 0,442 cm/dt, 6 kali pemadatan 0,003 cm/dt, 8 kali pemadatan 0,002 cm/dt, 10 kali pemadatan 0,002 cm/dt. Perlakuan pengisian pasir Progo berturut-turut, laboratorium 0,321 cm/dt, 6 kali pemadatan 0,003 cm/dt, 8 kali pemadatan 0,002 cm/dt, 10 kali pemadatan 0,002 cm/dt. Nilai koefisien kecepatan resapan dengan perlakuan tanpa pengisian berturut-turut untuk 6 kali pemadatan 1,136 cm/dtk., 8 kali pemadatan 0,555 cm/dtk., 10 kali pemadatan 0,432 cm/dtk. Perlakuan pengisian pasir Panca Darma berturut-turut untuk 6 kali pemadatan 0,606 cm/dtk., 8 kali pemadatan 0,301 cm/dtk., 10 kali pemadatan 0,209 cm/dtk., Perlakuan pengisian pasir Progo berturut-turut untuk 6 kali pemadatan 0,420 cm/dtk., 8 kali pemadatan 0,225 cm/dtk., 10 kali pemadatan 0,171 cm/dtk. Nilai koefisien Profile Ride Index (PrI) aspal porus dengan 6 kali pemadatan, 8 kali pemadatan, dan 10 kali pemadatan berturut-turut adalah 23,85 mm/m, 15,38 mm/m, dan 13,85 mm/m.
SIFAT- SIFAT VOLUMETRIK DARI DASPAL MODIFIKASI GETAH DAMAR, FLY ASH, MINYAK GORENG, DAN LATEKS UNTUK APLIKASI LAPANGAN DIBANDINGKAN DENGAN BENDA UJI DI LABORATORIUM Fariza, Muhammad; Djumari, Djumari; Setyawan, Ary
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.169 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36917

Abstract

Terbatasnya jumlah aspal di alam menjadi masalah karena aspal merupakan komponen penting dalam pembangunan, perbaikan maupun pemeliharaan jalan. Inovasi diperlukan untuk mengatasi kelangkaan aspal yang mungkin terjadi di masa depan. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah daspal (damar aspal) yang diharapkan dapat menjadi substitusi aspal di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat volumetrik dari daspal untuk aplikasi lapangan. Sifat-sifat volumetrik yang diamati adalah densitas, porositas, rongga dalam agregat (VMA) dan rongga terisi bitumen (VFB). Penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu pembuatan benda uji pembanding di laboratorium, konversi job mix formula, dan aplikasi daspal di lapangan. Benda uji laboratorium dibuat dengan tujuan sebagai pembanding dari benda uji lapangan. Konversi job mix formula dilakukan dengan mengubah satuan berat pada komposisi campuran di laboratorium menjadi satuan volume di lapangan. Aplikasi daspal di lapangan dilakukan dengan menghamparkan daspal di atas lapis perkerasan jalan dan dipadatkan dengan mesin single drum roller. Dari hasil perhitungan, densitas dari laboratorium adalah sebesar 2,410 gr/cm3, sedangkan densitas dari lapangan adalah sebesar 2,179 gr/cm3, 2,199 gr/cm3, dan 2,254 gr/cm3 dengan peningkatan sebesar 0,91% - 3,45%. Porositas dari laboratorium adalah sebesar 2,371%, sedangkan porositas dari lapangan adalah sebesar 11,747%, 10,943%, dan 8,705% dengan penurunan sebesar 7,35% - 25,90%. VMA dari laboratorium sebesar 12,494%, sedangkan VMA dari lapangan adalah sebesar 20,898%, 20,177%, dan 18,171% dengan penurunan sebesar 3,45% - 13,05%. VFB dari laboratorium adalah sebesar 81,033% , sedangkan VFB dari lapangan adalah sebesar 44,654%, 46,256%, dan 53,690% dengan peningkatan sebesar 3,59% - 20,24%. Dari perbandingan antara sifat-sifat volumetrik lapangan dengan laboratorium, sifat-sfiat volumetrik laboratorium yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan adalah densitas dan VFB, sedangkan sifat-sifat volumetrik lapangan yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan adalah densitas dan VMA.
KINERJA PROPERTI SEMARBUT ASPAL TIPE I (PENAMBAHAN EKSTRAKSI ASBUTON EMULSI SEBAGAI MODIFIKASI BITUMEN) Eka Nugraha, Sadu Januar; Sarwono, Djoko; Setyawan, Ary
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.312 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37461

Abstract

Asbuton merupakan aspal alam yang terdapat di pulau Buton dapat menjadi altenatif yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan aspal di Indonesia. Saat ini pemanfaatan asbuton belum optimal dikarenakan teknologi yang digunakan untuk mengolah asbuton kurang efisien dan relatif sulit pada pelaksanaannya. Berbagai penelitian dikembangkan untuk memanfaatkan asbuton murni, salah satunya adalah pembuatan Semarbut Aspal Tipe 1. Semarbut Aspal Tipe 1 adalah modifikasi bitumen dengan ekstraksi (pemisahan) asbuton emulsi. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang karakteristik ekstraksi asbuton emulsi sebagai modifikasi bitumen, untuk bisa dimanfaatkan di bidang pengembangan dan perkerasan jalan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental berdasarkan syarat Standar Nasional Indonesia (SNI 06-2456-1991) tentang uji properti bitumen. Asbuton emulsi yang akan diekstraksi dibuat dengan bahan yang digunakan adalah asbuton butir tipe 5/20, emulgator Texapon (CH3(CH2)10CH2 (OCH2CH2)nOSO3Na), Asam Klorida (HCl), Kerosin, dan air RO (reverse osmosis). Ekstraksi asbuton emulsi selanjutnya akan diuji karakteristik dari modifikasi bitumennya. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sifat fisik bitumen hasil modifikasi dari ekstraksi asbuton emulsi. Pengujian diperoleh nilai penetrasi, dan berat jenis bitumen semakin meningkat seiring ditambahannya ekstraksi asbuton emulsi. Untuk daktilitas, titik nyala dan titik bakar dan titik lembek bitumen semakin menurun seiring ditambahkannya ekstraksi asbuton emulsi. Pengujian kelekatan bitumen terhadap agregat memenuhi syarat dimana aspal dapat melapisi keseluruhan agregat. Berdasarkan pengujian, penambahan maksimum Ekstraksi Asbuton Emulsi yang memenuhi spesifikasi aspal 60/70 menurut SNI 06-2456-1991 adalah penambahan 27,5%.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Tora K., W. Alpha; Setyawan, Ary; Sarwono, Djoko
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.907 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37510

Abstract

Jalan merupakan fasilitas yang sangat penting bagi manusia. salah satu jenis perkerasan jalan yang sering dijumpai adalah perkerasan lentur (aspal). Penggunaan jalan yang terus-menerus mengakibatkan munculnya kerusakan jalan. Perawatan jalan yang biasa dilakukan adalah dengan overlay (pelapisan ulang) pada lapis perkerasan, namun hal ini berakibat tebal dari lapis tersebut menjadi tidak terkontrol, maka dari itu muncul gagasan untuk membuat lapis tipis campuran aspal panas. Lapis tipis berfungsi untuk mengontrol ketebalan lapis itu sendiri. Untuk meningkatkan kinerja dari lapis tipis tersebut muncul sebuah ide untuk memberikan bahan tambah pada lapis tipis ini, dan bahan tambah yang digunakan adalah limbah bubutan baja. Limbah bubutan baja merupakan bahan sisa yang jarang digunakan, sehingga penggunaannya akan membantu mengurangi limbah tersebut di lingkungan. Disamping variasi kadar aspal yang berkisar antara 4,5%-6,5%, penggunaan bahan tambah ini juga bervariasi antara 1-5% (dari total campuran benda uji) dan benda uji yang dibuat akan diuji menggunakan alat uji Marshall. Setelah dilakukan pengujian terhadap seluruh benda uji, didapatkan kadar penambahan limbah bubutan baja optimum sebesar 2,54% pada kadar aspal 5,25%. Dan dibandingkan dengan benda uji normal (tanpa penambahan limbah bubutan baja), benda uji tersebut mengalami peningkatan pada nilai stabilitas, pori dan Marshall Quotient, namun mengalami penurunan pada nilai flow dan bulk density.
SIFAT-SIFAT MARSHALL PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS DENGAN PENGGUNAAN RETONA BLEND55 Sukmana, Salvatore; Setyawan, Ary; Djumari, Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.515 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37373

Abstract

Lapis tipis campuran aspal panas (Thin Surfacing Hot Mix Asphalt) merupakan salah satu alternatif yang dapat mengantisipasi masalah ketebalan perkerasan jalan, salah satu teknologi yang sedang dikembangkan sebagai usaha ramah lingkungan untuk perkerasan jalan, namun penggunaan lapis tipis aspal dianggap masih belum maksimal dengan beberapa kelemahan yang masih terdapat pada lapisan ini. Penggunaan lapis tipis aspal, daya lekat aspal yang semakin sedikit juga harus dipertimbangkan. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas aspal adalah dengan menggunakan bahan modifikasi yang telah tersedia di pasaran, yang telah di usahakan dapat memperbaiki kekurangan aspal biasanya (pen.60/70). Suatu bahan baru yang tersedia di pasaran adalah Retona. Retona (Refined Buton Asphalt) merupakan hasil produksi ekstraksi aspal alam dari Pulau Buton (Indonesia) yang kemudian dikembangkan melalui proses penyulingan dan ekstraksi. Aspal retona blend 55 merupakan inovasi terbaru yang telah dikembangkan oleh PT. Olah Bumi Mandiri. Jadi perlu diadakan penelitian tentang berapa kadar aspal optimum lapis tipis aspal panas dan sifat karakteristik aspal dengan menggunakan retona blend 55 dan aspal penetrasi 60/70 optimum pada campuran aspal dengan metode Marshall. Dengan metode eksperimental menggunakan metode Marshall dapat ditentukan nilai stabilitas, kelelahan plastis (flow), berat volume (density), persen rongga, Marshall Quotient (MQ) pada campuran lapis tipis dengan retona blend 55 dan aspal penetrasi 60/70, selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan kadar aspal optimum, serta mengetahui sifat karakteristik marshall. Hasil test Marshall dari lapis tipis campuran aspal panas didapatkan kadar retona optimum sebesar 5,87%, dengan menggunakan gradasi yang sama didapatkan kadar aspal optimum aspal penetrasi 60/70 sebesar 5,80%. Pada tiap-tiap aspal pada kondisi kadar aspal optimum didapatkan perbedaan sifat-sifat dan karakteristik. Nilai stabilitas aspal retona blend 55 sebesar 525,61 Kg, dan aspal penetrasi 60/70 sebesar 651,16 Kg. Nilai densitas aspal retonablend 55 sebesar 2,06%, dan aspal penetrasi 60/70 sebesar 2,11%. Nilai pori aspal retona blend 55 sebesar 18,45%, dan aspal penetrasi 60/70 sebesar 15,18%. Nilai flow aspal retona blend 55 sebesar 2,11 mm, dan aspal penetrasi 60/70 sebesar 2,23 mm. Dengan demikian aspal penetrasi mempunyai ketahanan terhadap beban lalu lintas yang lebih kuat, dengan nilai densitas yang lebih padat, nilai pori yang lebih kecil dan nilai flow yang lebih tinggi dari pada aspal retona blend 55..
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdallh Lhwaint, Abdallh Abdulhakim Mustafa Elshawesh Abdurrohim, Yahya Aditya Martien Nugroho Aditya Permana Aditya Permana Aditya Permana AGUS SUMARSONO Agus Wahyudi Ahmad Alhashmi Salam Abuseta Ahmad Baihaqi Ahsan Musthafa Shidiq Akhmad, Amirudin Aloysius Ardy Widya Pradana Amirudin Akhmad Anang Prasetyo Andrean, Regi Andriani, Rizki Mega Andyas Nur Wicaksono Annissa Latifaturrohmah Ardhyanto, Dhani Aredha Putra, Himawan Nur Arif Budiarto Arya Surya Baskara Asep Yudha Wirajaya Baihaqi, Ahmad Baktiar Widhianto Bambang Setiawan Bima Wirawan Budi Widhiharjo Budi Yulianto Daryanto Ari Prabowo Dewi Ismoyowati, Dewi Dewi Widowati Diar Kurnia Sari Dicky Faisal Djoko Sarwono Djoko Sarwono Djumari Djumari Djumari Djumari Dyah Ratih Kusumastuti Edo Rizkiawan Efazeta Fazafaza Eka Nugraha, Sadu Januar Emha, Fieza Abraham Fadholah, Rusdi Faisal, Dicky Fajar Sri Handayani Fajar Srihandayani Fakhri Muhammad Fakhri Muhammad, Fakhri Faraj Muftah M Akash Fariza, Muhammad Febrianto, Nugroho Fieza Abraham Emha Florentina Pungky Pramesti Fouad M. Ali Bin Ghasheir Fouad M. Ali Bin Ghasheir, Fouad Gabriel Kusumo Hendrianto Galih Fajar Sujatmiko Hafid Riyan Purnomo Handayani, Fajar Sri Hanung Triyono, AR. Hendrianto, Gabriel Kusumo Hery Widijanto Hidayat, Haris Himawan Nur Aredha Putra Ibnu Setiadi Indra Iskandar Indradewa Andrianto Putra Irfansyah, Permana Adi Irvan Kusdiantoro Iskandar, Indra Isna Aulia Adzani Isna Aulia Salsabila Ivan Fadhila Izzudin Izzudin Jamhari Jamhari Jolis Nainggolan Koosdaryani Soeryodarundio Kusno Adi Sambowo Kusno Adi Sambowo Labib, Naufal Makarim Legowo, Slamet Jauhari Legowo, Slamet Jauhari Leny Noviani Maenkar, Verry Mafruhah, Izza Maharani, Devita Putri Maharani, Sita Maharani Mahardhika Yusuf Maharyono, Prima Anugerah Mamok Suprapto Manuel Simeon Marpaung Marpaung, Manuel Simeon Maulana Andhika Pratama Ilyas Michael Michael Miftahul Janah Mohammed A. A. Almahdi, Mohammed Mohammed Almahdi Mohmed Alshekh A. M. Hmade1, Mohmed Alshekh Muhammad Ardian, Muhammad Muhammad Caesayuda Wijaya Muhammad Fachri Nasution Muhammad Ilham Nur Fauzan Muhammad Wildan Ma’arif Mutia Ramadani Hidayah Nailina Safira Cinta Karinova Nandiwardhana, Dionisius Pramudita Nasution, Muhammad Fachri Naufal Akbar Muzaky Naufal Iman Adzhan Naufal Makarim Labib Niken Silmi Surjandari Nugraheni, Novia Ayu Nugraheni, Novia Ayu Nugroho Febrianto Nugroho, Aditya Martien Nurul Istiqomah Okta Valencia, Ramadhan Omar Muhamed Kabbash Omar Muhamed Kabbash1, Omar Muhamed P.Wulan, Cahya Esther Perdana, Dian Noor Citra Permana Adi Irfansyah Pinasthi Nugroho Prabowo, Daryanto Ari Pramesti, Florentina Pungky Pramesti, Florentina Pungky Pramesti, Pungky Pranolo, Sunu Herwi Prasetyo, Handy Pratama Ilyas, Maulana Andhika Pratama, Daniel Aviyanto Pratama, Wahyu Sanjaya Pratiwi, Sekar Arum Pratomo, Eko Putro Pratomo, Eko Putro Pungky Pramesti Purnomo, Hafid Riyan Putra, Heri Cahyono Putro, Firman Asto Raditya Dwi Anggara Ramadhana, Muhammad Regi Andrean Risal Rayhan Farihat Rizki Mega Andriani Rizkianto, Tito Rizkiawan, Edo Rochim, Rochim Rochmadi, Andi Rusadi, Indra Putra Rusadi, Indra Putra Rusdi Fadholah Ryan Kurniawan Ryan Kurniawan Santara, Satria Lima Sanusi Sanusi SANUSI SANUSI Sari, Diar Kurnia Sari, Fitria Munita Sari, Fitria Munita Sarjiyanto Satria Lima Santara SATRIYAS ILYAS Setiadi, Ibnu Setiono Setiono Setyowati, Sutari Setyowati, Sutari Shidiq, Ahsan Musthafa Sholihin As’ad Sistra, Mawid Dwi Slamet Jauhari Legowo Sobriyah Sobriyah Soniel Zai, Aroman Karsensyah Sri Widyastuti St Marisa Haq Stefanus Adi Kristiawan Sudarsana Sudiyono Sudiyono Sugiyarto Sugiyarto Sugiyarto Sugiyarto Sujatmiko, Galih Fajar Sukmana, Salvatore Sumarsono, Agus Sumarsono, Agus Supriadi, Andy Supriadi, Andy Suryoaji, Yusuf Suryoto Suryoto Syafina Anindiyasari Syukriyya Zuhrotul Endang Purwaningsih Thathit Bimo Luhung, Thathit Bimo Tito Rizkianto Tora K., W. Alpha Tuhana Verry Maenkar Wahyuningsih Tri Hermani, Wahyuningsih Tri Wibowo Wibowo Wibowo, Wibowo - Wicaksono, Andyas Nur Wicaksono, Anjar Wido Widhianto, Baktiar Widhiharjo, Budi Widya Pradana, Aloysius Ardy Wijaya, Muhammad Caesayuda Winny Astuti Wiranto, Edi Wiranto, Edi Wirawan, Bima Yahya Abdurrohim Yhudianto, Bondan Yhudianto, Bondan Yudhi Prasetyo, Rhobertus Mahadi Yudhi Prasetyo, Rhobertus Mahadi Yudi Rinanto Yusep Purwana Muslih Yusuf Suryoaji Yusuf, Mahardhika Zulianto, Yusuf Zulianto, Yusuf ⁠Arifin Irkham Wibawa ⁠Rifqi Afifan