p-Index From 2021 - 2026
14.007
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi orally disintegrating tablet dari serbuk kembang kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) dengan variasi konsentrasi sari tapai sebagai disintegrant Lestari, Sri Indah; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Nasution, Haris Munandar
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i1.773

Abstract

Cauliflower (Brassica oleracea var. botrytis L.) has a nutritional content consisting of calcium, magnesium, potassium, phosphorus, and low saturated fat. It has vitamin C, which helps increase body immunity. Orally Disintegrating Tablet preparations can dissolve quickly when placed on the tongue, formulated for ease of use of drugs for patients who have difficulty swallowing. Therefore, disintegrants are very important in ODT preparations. Tapai extract has a sweet, slightly sour taste and disintegrates immediately when placed on the tongue. This research aimed to determine whether cauliflower powder with tapai extract disintegrants can be formulated into ODT preparations and which formulation is the best.  This research included characterization of simplicia, making pre-formulation by mixing all ingredients, evaluating pre-formulation, and tablet printing by direct compression method. Then, the tablet evaluation was carried out. The disintegrant was tapai extract with 5%, 7.5%, and 10% concentrations. Data were analyzed using the One Way ANOVA method. The results of the formulation evaluation, the flow time test obtained <10 seconds, which is easy to flow; the angle of repose test obtained 26˚, the category is very good; and the compressibility test obtained 18-20%, which is quite good. The results of the tablet evaluation in the organoleptic test obtained round tablets, sweet taste, brownish-white color, and distinctive odor. The weight uniformity test on all formulas did not have any deviating weights; the size uniformity test met the requirements, the hardness test obtained 1-3 kg, the friability test obtained 0.4-0.7%, the petri dish disintegration time test obtained 44.07-52.48 seconds, and the mouth disintegration time test obtained 53.07-57.78 seconds and the wetting time test obtained 53.21-54.87 seconds. The best formula is formula 3, with a 10% tapai extract concentration.
Formulation And Evaluation Of The Preparation Of Hard Candy Source Of Sweet Orange (Citrus Sinensis (L.) Osbeck) As A Nutracetical Mauliza, Syarifah; Indrayani Dalimunthe, Gabena
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 3 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v3i5.611

Abstract

Candy is used as a source of high calories, so it is often eaten during activities such as work, studying, and exercise. In general, the candy that is widely circulated in the community is hard candy, which has a hard texture and a shiny appearance. The benefits of candy for the human body are that it adds nutrients, minerals, and other vitamin content because this candy is made from real fruit juice. The purpose of this study was to formulate hard candy with the main ingredient of sweet orange juice with a variety of sucrose in order to get a delicious formula in the form of taste that is expected to meet the nutritional requirements of both children and adults. formulated candy. Hard candy is made using the open pan method. The research is experimental and includes the processing of sweet orange ingredients, making sweet orange juice, making hard candy and hard candy test parameters including organoleptic tests, pH tests, weight uniformity tests, water content tests, ash content tests and tests of preference level (hedonic test) by the respondent. Based on the results of the study, sweet orange juice can be formulated into hard candy preparations with sucrose 1,5; 2 and 3 g. The obtained results with candy shape, taste, and hardness are quite good; they have a pH of 5, and they meet weight uniformity requirements with a coefficient of variation of 1.08, 1.30, and 1.11%, moisture content 2.4, 2.3 and 1.7%, ash content 1.0, 0.13 and 0%. The results of the organoleptic preference level test in terms of liking, taste, and texture showed that F3 was the most preferred formula. The sucrose levels have an effect on the level of liking.
Sosialisasi Penggunaan Obat dengan Cara Khusus di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara Rani, Zulmai; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar; Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Pulungan, Ainil Fithri; Kaban, Vera Estefania; Nasri, Nasri; Utami, Dinda Sari
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i1.107

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, semakin banyak sediaan farmasi yang dikembangkan. Ini termasuk inhaler, pen insulin, suppositoria, obat mata, telinga, dan lain-lain.  Tetes mata (oculoguttae), salep mata (oculenta), pencuci mata (colyria), dan bentuk lain dari obat mata dikenal sebagai optalmika. Penggunaan obat dengan alat khusus ini dapat menimbulkan efek samping dan hal yang tidak diiinginkan jika tidak digunakan secara benar. Hal ini disebabkan kurangnya informasi tentang penggunaan obat, cara penyimpanan dan lama penyimpanan obat pada masyarakat di Desa Kolam. Penyuluhan mengenai penggunaan obat dengan alat khusus ini untuk mencegah terjadinya efek samping atau hal yang tidak diinginkan. Kegiatan pengabdian dilakukan di Dusun I Desa Kolam, masyarakat dilibatkan dalam kegiatan yang dibantu oleh Kader Posyandu Kamboja dan pihak terkait lainnya.  Penyuluhan ini menggunakan ceramah, diskusi, dan pemutaran video. Selain itu, untuk mengetahui seberapa puas masyarakat dengan materi yang disampaikan, dan kuesioner. Pengabdian masyarakat yang dilakukan tim diharapkan dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, serta cara penggunaan obat dengan alat khusus secara tepat dan benar. Informasi akan pentingnya penggunaan obat, cara penyimpanan obat dan lama penyimpanan obat setelah kemasan dibuka. Hal ini akan berhubungan dengan efek terapi yang diharapkan serta untuk mencegah terjadinya efek samping obat.
Formulasi Sediaan Hidrogel Dari Ekstrak Daun Afrika (Gymnanthemum Amygdalinum Del.) Sebagai Plester Penurun Panas Lubis, Aisyah Putri Lubis; Dalimunthe, Gabena Indrayani
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i1.862

Abstract

Demam adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh diatas normal, yaitu diatas 37,6°C. Pada prinsipnya demam dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan. Pada tingkat tertentu demam merupakan bagian dari pertahanan tubuh yang bermanfaat karena timbul dan menetap sebagai respon terhadap suatu penyakit, namun suhu tubuh yang terlalu tinggi juga akan berbahaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui Tumbuhan afrika (Gymnanthemum amygdalinumDel.) sebagai obat demam. Metode penelitian ini Ekstrak dibuat dalam tiga formulasi, komposisi setiap 30 g sediaan mengandung ekstrak daun afrika F1 untuk 3 g, F2 untuk 5 g, dan F3 untuk 10 g. Dari ketiga formula ini diananlisa sifat fisik hidrogel untuk melihat karakterisasi dari hidrogel yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan uji penurunan suhu pada hewan uji mencit. Dari hasil penelitian data dianalisis menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dengan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil dari ketiga formula hidrogel ekstrak daun afrika yaitu F1, F2, dan F3 memiliki karakterisasi yang sama yaitu bentuk semi padat, bau khas dan warna hijau kehitaman, Ph hidrogel yaitu 4,6-5,3 viskositas 3000-24.000 cP dan homogen. Pada uji penurunan suhu tubuh hewan uji mencit paling efektif pada F3 yaitu plester hidrogel dengan komposisi 10 g ekstrak dalam 30 g sediaan dapat menurunkan suhu tubuh mencit dalam waktu 60 menit.
Phytochemical Screening And Antioxidant Activity Testing Of Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Leaf Ethanol Extract From Kuta Buluh Region, North Sumatera Fithri Pulungan, Ainil; Ridwanto, Ridwanto; Indrayani Dalimunthe, Gabena; Rani, Zulmai; Dona, Rahma; Andi Syahputra, Ricky; Rambe, Robiatun
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 1 (2022): February 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.501 KB) | DOI: 10.51601/ijhp.v3i1.141

Abstract

Porang (Amorphallus muelleri Blume) is one type of tuber plant that has the potential to be developed in Indonesia. Porang plants have been reported to contain chemical compounds that have antioxidant activity. This research was conducted on the leaves of the porang plant with the aim of knowing the antioxidant activity, characterization, and phytochemical profile of the compounds contained therein. Compound identification and characterization were performed using standard methods, and antioxidant activity was determined using the DPPH (1,1- Diphenyl-2-picrylhydrazyl ) method. The results of the identification of chemical compounds showed that the ethanol extract of porang leaves contained chemical compounds of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. The results of the examination of the simplicia characterization of porang leaves included the soluble ethanol content of 33.93%, the water soluble extract content of 17.3%, the ash content of 5.58%, the acid insoluble ash content of 0.235% and the water content of 8%. From the results of the simplicia characterization, it shows that the results meet the specified requirements. The results showed that the ethanol extract of porang leaves had antioxidant activity with an IC50 value of 93.04 µg/mL, which in this case is included in the category of strong antioxidant activity. Meanwhile, as a comparison, Vitamin C was used, which has an IC50 value of µg/mL, which is included in the category of very strong antioxidant activity.
KARAKTERISASI SIMPLISIA, SKRINING FITOKIMIA, DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) Lubis, Asira; Rani, Zulmai; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6272

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu tanaman yang dikenal mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dengan potensi sebagai antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif serta berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor. Sampel daun kelor diperoleh dari Binjai, Sumatera Utara, kemudian diolah menjadi simplisia kering, diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan dilakukan skrining fitokimia serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada panjang gelombang 516 nm dengan spektrofotometer visible. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta steroid yang berperan sebagai antioksidan. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 122,6791 µg/mL, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC₅₀ sebesar 4,8253 µg/mL. Berdasarkan nilai IC₅₀, aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor termasuk dalam kategori sedang. Kesimpulannya, daun kelor mengandung metabolit sekunder dengan kemampuan antioksidan yang dapat berpotensi digunakan sebagai sumber alami penangka radikal bebas.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MARBOSI-BOSI (Tarenna polycarpa (miq.) koord. & Valeton) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Nasution, Wardah; Nasution, Haris Munandar; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Zulmai Rani
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6351

Abstract

Daun marbosi-bosi (Tarenna polycarpa (Miq.) Koord. & Valeton) memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai bahan minuman herbal, dan obat tradisional. Buah ini mengandung antioksidan dan nutrisi yang berpotensi sebagai agen antibakteri, terutama terhadap Staphylococcus aureus . Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menilai kemampuan antibakteri dari ekstrak etanol daun Marbosi-bosi (Tarenna polycarpa (Miq.) Koord. & Valeton) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman Marbosi-bosi mengandung beragam metabolit sekunder, antara lain flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid, yang dikenal memiliki aktivitas sebagai agen antibakteri alami. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan ekstrak sebagai pilihan terapi jerawat berbasis bahan herbal. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak dari simplisia daun Marbosi-bosi melalui teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, pengujian daya hambat antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri penyebab jerawat dan infeksi kulit, yaitu Staphylococcus aureus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak dengan konsentrasi 45% menghasilkan diameter zona hambat paling besar, yaitu sebesar 16,23 mm terhadap Staphylococcus aureus, yang tergolong ke dalam kategori aktivitas antibakteri kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Marbosi-bosi memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai komponen aktif alami dalam formulasi sediaan farmasi.
Co-Authors Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adli Nuzula Rahmah Agustina, Meri Ahmad darwis Alma Dhita Shafira Andi Syahputra, Ricky Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Arianti, Sellin Arina Ashar, Diya Asparyzha, Rhyzha Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Bambang Hermanto Basaniah Basaniah Chairina Milda Chandra, Putra Cindy Marlina Tambunan Claudy Friesta Melanie Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Dewa, Fasca Dewi Nurmala Dikki Miswanda Dina Sri Novita Dina Veranika Dinda Sari Utami Dison Silalahi, Alistraja Emmy Wiriandini Fadhilah M, Ihsan Fadillah, Nike Fathur Rahman Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Ginting, Ovalina Sylvia Br. Girsang, Raflika Azwanda Gita Dwi Puspa Fadillah Hamda, Haikal Handayani, Riska Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humairah, Dwina Angelina Husna, Miftahul husna, nadiatul Ilmi Widya Sari Isnaria, Vita Jurida, Wike Juwita, Sukma Karlina Butar Butar Kartika, Dinda Dwi Khairil Pahmi Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Sahara Pulungan Lestari, Amanda Putri Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisa Amalia Lubis, Aisyah Putri Lubis Lubis, Asira Lubis, Minda Sari M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Mambang, Elysa Putri Mauliza, Syarifah Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Tegar Tri Rizky Mutiara Rahmah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Shamila Sufi Aulia Nasution, Vevi Sarah Nasution, Wardah Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuraisyah Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nurul Haliza Lubis Nurul Hidayah Nurul Salsa Abya Ritonga Olita, Apen Peri , Peri Peri, Peri Puteri, Cut Intan Annisa Rafita Yuliarti Rahma Dona, Rahma Rahma Maulidia Fitri Rahmi , Ulfa Rambe, Robiatun Rambe, Sitiapsah Rangkuti, Cindy Rahayu Rawitri, Kiki Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rima Marwarni Rina Azhari Risnayanti Ritonga, Oktavia Riza Syafira Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga sahrianti, Hikmah Samosir, Anzly Hasian Samran, Samran Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis , Minda Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu Silvia Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Hikmatussabaria Siti Anisa Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Situmorang, Lusi Grasia Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Riadi Sulwiyatul K Sani Syahputri, Maulida Syarifah Aulia Tasya Ardana Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wardah Tulail Nadila Widya Sari Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Anisa Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani