p-Index From 2021 - 2026
14.007
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS STADIUM V YANG MENJALANI HEMODIALISIS Saragih, Aqilah Mutmainnah; Wahyuni, Sri; Yuniarti, Rafita; Indrayani, Gabena; Peri, Peri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis disebabkan karena ginjal tidak berfungsi secara normal dan hal ini akan mempengaruhi kerja sistem tubuh. Gagal ginjal kronis stadium V ditandai dengan perburukan fungsi ginjal yang tidak dapat diperbaiki yang mengharuskan pengobatan dengan terapi pengganti fungsi ginjal berupa hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis di salah satu rumah sakit kota Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian retrospektif dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling dengan jumlah sampel 72 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien hemodialisis berdasarkan usia dominan berusia 55-65 tahun sebanyak 23 pasien (31,9%); berdasarkan jenis kelamin didominasi pasien laki-laki sebanyak 50 pasien (69,4%); berdasarkan tingkat pendidikan yaitu pendidikan sedang sebanyak 60 pasien (83,3%); berdasarkan pekerjaan didominasi oleh pasien yang bekerja sebanyak 40 pasien (55,6%); berdasarkan status pernikahan didominasi pasien yang sudah menikah sebanyak 65 pasien (90,3%); berdasarkan durasi hemodialisis didominasi kategori lama yaitu lebih dari 24 bulan sebanyak 41 pasien (56,9%) berdasarkan penyakit penyerta yaitu hipertensi disertai anemia sebanyak 70 pasien (97,2%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dominan berusia 56-65 tahun, berjenis kelamin laki-laki, pendidikan tamatan SMA, pasien bekerja dan sudah menikah, durasi hemodialisis di atas 24 bulan dan memiliki penyakit penyerta hipertensi dan anemia.
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP EFEK SAMPING OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS STADIUM V YANG MENJALANI HEMODIALISIS Samosir, Anzly Hasian; Wahyuni, Sri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Yuniarti, Rafita; Peri , Peri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis adalah keadaan yang menunjukkan turunnya fungsi ginjal selama lebih dari tiga bulan yang berpotensi yang dialami oleh berbagai macam karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pasien terhadap efek samping obat pada pasien gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis disalah satu Rumah Sakit di kota Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan accidental sampling sebanyak 73 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang paling banyak mengalami gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis adalah yang berusia 46-56 tahun sebanyak 24 pasien (32,9%), berjenis kelamin laki-laki 51 pasien (69,9%), jenjang pendidikan SMA sebanyak 61 pasien (83,6%), pasien yang bekerja sebanyak 40 pasien (54,8%) dengan durasi hemodialisis diatas dua tahun sebanyak 41 pasien (56,2%) dan dengan penyakit penyerta sebanyak 42 pasien (57,5%). Berdasarkan hasil penelitian ini nilai signifikansi hubungan usia dengan efek samping obat adalah p >0,05 (0,753), hubungan jenis kelamin dengan efek samping adalah p>0,05 (0,792), hubungan pendidikan dan efek samping yaitu p>0,05 (0,668), hubungan pekerjaan dengan efek samping p>0,05 (0,788), hubungan status pernikahan dengan efek samping p>0,05 (0,217), hubungan durasi hemodialisis dengan efek samping p>0,05 (0,571) dan hubungan penyakit penyerta dengan efek samping p>0,05 (0,388). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan karakteristik pasien dengan efek samping obat tidak memiliki hubungan yang signifikan (p >0,05).
Produksi Protein Sel Tunggal dari Kultur Bacillus cereus dengan Medium Limbah Cair Tahu Basaniah Basaniah; Yayuk Putri Rahayu; Haris Munandar Nasution; Gabena Indrayani Dalimunthe
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2024): April : Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v1i2.152

Abstract

Single Cell Protein (PST) is the term used for proteins derived from microbes such as fungi, yeasts and bacteria. One way to deal with the abundance of tofu liquid waste is by using microbiological methods, namely utilizing tofu liquid waste as a substrate for the growth of Bacillus cereus microbial growth for single cell protein production. The purpose of this study was to determine whether tofu liquid waste could produce single cell protein from B. cereus culture and to determine the difference in protein production by adding nutrients to the fermentation medium. The research method used was experimental research, with the independent variables being MFLT1 fermentation medium (Tofu Liquid Waste Fermentation Medium with the addition of KH2PO4 nutrients and sugar) and MFLT2 medium (Tofu Liquid Waste Fermentation Medium with the addition of nutrients KH2PO4; (NH4)2SO4 and sugar); and the length of fermentation on days 0, 2, 4 and 6. While the dependent variables were the analysis of protein content, cell dry weight, glucose content, pH and temperature. The result data in this study were statistically analyzed using the two way Anova method. The results of this study showed that the highest protein content was obtained in MFLT2 medium, namely 0.73% (day 4); cell dry weight 0.253 g; glucose level 1.3339%; pH 3.9 and temperature 29.2oC. Meanwhile, in MFLT1 medium, the highest protein content was 0.46% (4th day); cell dry weight 0.286 g; glucose level 1.3342%; pH 3.9 and temperature 28.8oC. From the research that has been carried out, it can be concluded that tofu liquid waste can produce single cell protein from B. cereus culture and there are differences in protein production results with the addition of nutrients, where the protein content in MFLT2 medium is higher than protein content in MFLT1 medium.
Penentuan Konsentrasi Terbaik Hidrogel Tongkol Jagung (Zea Mays L.) dengan Karbopol 940 Menjadi Penurun Panas: Determination of the Best Concentration Formation of Corn Cob Hydrogel (Zea Mays L.) With Carbopol 940 Become Heat Lowering Ummu Safura Sirait; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5iSE-1.2060

Abstract

Corn is called one of the leading commodities in the Jamin Ginting area, Medan Tuntungan, North Sumatra. This study was to determine whether hemicellulose can be used as a hydrogel base material and to obtain the best concentration of hydrogel formulation from the combination of hemicellulose on corn cobs (Zea mays L.) with carbopol 940 as a febrifuge preparation. Isolation of hemicellulose corn cobs was continued with hemicellulose characterization including organoleptic test, solubility test, and FTIR (Fourier Transform Infrared) test. The heat-reducing hydrogel preparations obtained were then tested for evaluation of preparations such as organoleptic tests, homogeneity, pH, weight uniformity and degree of development tests. For a good hydrogel formulation formula is formula 4. In the evaluation test of heat reducing hydrogel preparations for the homogeneity test results of all homogeneous formulas, the pH results, formulas F1 to F5 meet the requirements for the physiological pH range of the skin, namely 4.5-6.5. Conclusion: Corn cob hemicellulose gel can be used as a base or a combination of gel bases, and the best concentration is found in formulation 4, so that corn cob hemicellulose gel base is suitable as a hydrogel. Keywords: Hemicellulose, Hydrogel, carbopol 940, Corncob Abstrak Jagung disebut salah satu komoditas unggulan daerah Jamin Ginting, Medan Tuntungan, Sumatera Utara. Penelitian ini untuk mengetahui apakah hemiselulosa dapat digunakan sebagai bahan dasar hidrogel dan untuk mendapatkan konsentrasi formulasi hidrogel terbaik dari kombinasi hemiselulosa pada tongkol jagung (Zea mays L.) dengan karbopol 940 sebagai sediaan obat penurun panas. Isolasi hemiselulosa tongkol jagung dilanjutkan dengan karakterisasi hemiselulosa  meliputi uji organoleptik, uji kelarutan, dan uji FTIR (Fourier Transform Infrared). Sediaan hidrogel pereduksi panas yang diperoleh selanjutnya diuji evaluasi sediaan seperti uji orgnoleptik, homogenitas, pH, keseragaman bobot dan uji derajat perkembangan. Untuk formula sediaan hidrogel yang baik adalah formula 4. Pada uji evaluasi sediaan hidrogel pereduksi panas untuk hasil uji homogenitas semua formula homogen, Hasil uji pH, formula F1 hingga F5 memenuhi syarat rentang pH fisiologis kulit, yaitu 4,5-6,5. Kesimpulan: Hemiselulosa tongkol jagung dapat digunakan sebagai basa atau kombinasi basa gel, dan konsentrasi terbaik terdapat pada formulasi 4, sehingga basis gel hemiselulosa tongkol jagung cocok sebagai hidrogel. Kata Kunci: Hemiselulosa, Hidrogel, Karbopol 940, Jagung
Formulasi Dan Karakteristik Fisik Krim Nano Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas comosus (L) Merr) sebagai Anti-Aging Zahira Ahmad, Madani; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rani, Zulmai
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3505

Abstract

Penuaan atau aging terjadi karena adanya kerusakan pada sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Penuaan dapat diatasi dengan anti-aging, yang merupakan sediaan yang dapat memperlambat proses penuaan. Limbah bonggol nanas dapat berpotensi sebagai antioksidan sehingga mampu menghambat reaksi berantai pembentukan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan penuaan dini. Anti-aging biasanya banyak dijumpai pada produk kosmetika. Salah satu kosmetika yang banyak diminati oleh masyarakat yaitu krim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sediaan krim ekstrak, nano ekstrak dan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki karakteristik fisik yang baik dan apakah sediaan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki aktivitas sebagai Anti-aging. Penelitian ini menggunakan metode True Experimental. Pada penelitian ini bonggol nanas diekstraksi kemudian ekstrak dinano partikel dan diformulasikan menjadi sediaan krim anti-aging ekstrak bonggol nanas, nano ekstrak dan nano sediaan ekstrak bonggol nanas. Uji karakteristik fisik meliputi organoleptis, pH, homogenitas, tipe krim, daya sebar, dan daya lekat. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa ekstrak bonggol nanas dapat diformulasikan dalam sediaan krim anti-aging ekstrak bonggol nanas, nano ekstrak dan nano sediaan ekstrak bonggol nanas. Sediaan krim anti-aging memiliki karakteristik fisik yang baik. Sediaan krim yang terbaik yaitu pada formula 3 dan memiliki aktivitas anti-aging, baik dalam peningkatan kadar air, elastisitas dan nilai pigmen. Dilihat bahwa sediaan Krim ekstrak, nano ekstrak, dan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki karakteristik fisik yang baik dan Sediaan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki aktivitas sebagai anti-aging.
Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Nano Ekstrak Daun Kayu Putih (melaleuca leucadendra l.) sebagai Antibakteri Streptococcus mutans Rambe, Sitiapsah; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3507

Abstract

Teknologi nanopartikel saat ini telah berkembang pesat baik dalam pengembangan sistem penghantaran obat maupun sediaan kosmetika, karena nanopartikel memiliki kelebihan yaitu, mampu menembus ruang-ruang antar sel, dan absorpsi yang lebih cepat. Masalah kesehatan gigi yang banyak terjadi adalah karies gigi salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan terjadinya karies gigi adalah streptococcus mutans. daun kayu putih memiliki aktivitas antibakteri yaitu flavonoid, fenol, tanin dan terpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) dapat diformulasikan dalam sediaan pasta gigi gel yang baik dan untuk mengetahui sediaan pasta gigi gel ekstrak daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) efektif menghambat bakteri Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri pasta gigi gel daun kayu putih dilakukan dengan metode difusi agar modifikasi Kirby-Bauer. Dengan metode cakram yang dimana kertas cakram yang telah direndam pada sediaan pasta gigi gek ditempelkan pada media agar yang telah digoresi suspensi bakteri lalu di inkubasi selama 24 jam dengan suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai diameter zona hambat yang dihasilkan dari masing-masing formula yang berbeda. Diameter zona hambat pertumbuhan bakteri yang paling besar yaitu F3 (Formulasi dengan konsentrasi 12,5%) sebesar 20,4 mm dan yang paling kecil adalah F0 (Blanko tanpa ekstrak daun kayu putih) sebesar 10,7 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN ASETON DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) Fadillah, Nike; Pertiwi, Nia Novranda; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Daulay, Anny Sartika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32249

Abstract

Senyawa fenolik berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menghambat reaksi radikal bebas. Daun alpukat (Persea americana Mill.) memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri karena mengandung senyawa fenolik, daun alpukat merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai bahan obat tradisional yang memiliki aktivitas seperti analgesik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan aseton dari daun alpukat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimental. Pada penelitian ini, langkah awal yang dilakukan adalah uji karakterisasi terhadap serbuk simplisia daun alpukat dan dimaserasi dengan etanol 96% dan aseton. Maserat yang diperoleh ditetapkan kadar fenolik total menggunakan spektrofotometri visible pada panjang gelombang 744 nm. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat. Kadar fenolik total dinyatakan dalam mg equivalent asam galat (GAE) per gram simplisia. Kemudian ekstrak etanol dan aseton di uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun alpukat memiliki kadar fenolik total sebesar 6,948 ± 0,054 mg GAE/g. Hasil kadar rata-rata fenolik total ekstrak aseton sebesar 2,123 ± 0,011 mg GAE/g. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh zona hambat yang terbentuk terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan sampel ekstrak etanol konsentrasi 100% lebih besar dibandingkan dengan ekstrak aseton, dimana zona hambat yang terbentuk sebesar 27,78 mm dengan kategori sangat kuat. Sedangkan pada bakteri Escherichia coli sampel ekstrak etanol dengan konsentrasi 100%  yaitu 19,87 mm kategori kuat.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KUPU-KUPU (BAUHINIA PURPUREA L.) Nasution, Muhammad Amin; Asparyzha, Rhyzha; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Daulay, Anny Sartika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32256

Abstract

Senyawa fenolik diketahui memiliki efek biologis seperti antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) diketahui mengandung fenolik, dimana senyawa golongan fenolik juga diketahui sangat berperan terhadap aktivitas antioksidan, karena semakin besar kandungan senyawa golongan fenoliknya maka semakin besar aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dari daun kupu-kupu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pada penelitian ini dilakukan uji karakterisasi terhadap serbuk simplisia dan daun kupu-kupu dimaserasi dengan etanol 96%. Selanjutnya ekstrak etanol ditetapkan kadar fenolik total menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 744 nm. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu  dengan standar asam galat. Kadar fenolik total dinyatakan dalam mg equivalent asam galat (GAE)/g simplisia. Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakter terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar fenolik total ekstrak etanol daun kupu-kupu sebesar 209,56 ± 0,5398 mg GAE/g. Data hasil uji antibakteri dianalisa statistika menggunakan uji One Way Anova menunjukkan adanya pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan bakteri uji dilihat dari nilai P<0,005. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kupu-kupu mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi pada konsentrasi 100% terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat kategori kuat yaitu 19,12 mm sedangkan pada Escherichia coli termasuk kategori kuat dengan diameter zona hambat yaitu 13,57 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL, FRAKSI POLAR, SEMI POLAR DAN NONPOLAR DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida (L.) Kunth) DENGAN METODE DPPH Nurliansyah, Nurliansyah; Ridwanto, Ridwanto; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Yuniarti, Rafita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34627

Abstract

Daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) secara tradisional digunakan sebagai obat, untuk mengurangi nyeri rematik dan rematik gout. Sirih Cina memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan steroid. Terdapat senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal dan dapa menstabilkan radikal bebas. Antioksidan bekerja dengan melindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Senyawa antioksidan alami sering terdapat dari bagian-bagian tanaman seperti daun, bunga, dan buah. Metode yang paling sering digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan tanaman obat adalah metode uji dengan menggunakan radikal DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan esktrak etanol, dan fraksi polar, semi polar dan nonpolar daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dengan metode Dpph. Penelitian ini meliputi daun sirih cina dilakukan maserasi dengan methanol 96% selama 5 hari dan remaserasi 2 hari. Ekstrak kental dilakukan fraksinasi dengan pelarut air, n-heksan dan etil asetat .Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (1,1- diphenyl-2-picrylhydrazyl) Dengan mengukur aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas Dpph secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari uji aktifitas antioksidan fraksi daun sirih cina dengan metode dpph memilki kategori yang sangat kuat dengan aktivitas nilai IC50 pada fraksi air sebesar40,71525µg/ml, fraksi etil asetat memiliki kekuatan sangat kuat dengan kategorisebesar 6,17085µg/ml, dan fraksi n-Heksan memiliki kekuatan sangat kuat dengan kategori sebesar 23,8421 µg/ml. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) yang berasal dari kecamatan kota medan adalan flavonoid,alkaloid, saponin, tanin, glikosida dan steroid/terpenoid.
Edukasi Bahaya Konsumsi Makanan dan Minuman Berpengawet di SD 101812 Namo Tualang Deli Serdang Pulungan, Ainil Fithri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rani, Zulmai; Hermanto, Bambang; Miswanda, Dikki
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i1.58

Abstract

Perkembangan industri makanan dan minuman yang meningkat dalam beberapa dekade terakhir memunculkan problematika baru dalam kesehatan. Penambahan zat aditif pada makanan kemasan seperti pengawet makanan dan minuman yang tidak sesuai aturan, diduga menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif pada anak-anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada murid-murid SD 101812 Namo Tualang Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang yang pada umumnya mengkonsumsi makanan dan minuma kemasan yang tersedia di kantin sekolah. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Penilaian tingkat pengetahuan peserta dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil kuisioner menunjukkan ketertarikan peserta akan kegiatan sebesar 80,6%, pengetahuan peserta terhadap makanan berpengawet sebesar 70,3%, dan kewaspadaan terhadap pengawet makanan sintesis sebesar 89,7%. Kegiatan eduksai ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman murid mengenai bahaya konsumsi makanan dan minuman kemasan berpengawet.
Co-Authors Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adli Nuzula Rahmah Agustina, Meri Ahmad darwis Alma Dhita Shafira Andi Syahputra, Ricky Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Arianti, Sellin Arina Ashar, Diya Asparyzha, Rhyzha Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Bambang Hermanto Basaniah Basaniah Chairina Milda Chandra, Putra Cindy Marlina Tambunan Claudy Friesta Melanie Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Dewa, Fasca Dikki Miswanda Dina Sri Novita Dina Veranika Dinda Sari Utami Dison Silalahi, Alistraja Emmy Wiriandini Fadhilah M, Ihsan Fadillah, Nike Fathur Rahman Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Ginting, Ovalina Sylvia Br. Girsang, Raflika Azwanda Gita Dwi Puspa Fadillah Hamda, Haikal Handayani, Riska Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humairah, Dwina Angelina Husna, Miftahul husna, nadiatul Ilmi Widya Sari Isnaria, Vita Jurida, Wike Juwita, Sukma Karlina Butar Butar Kartika, Dinda Dwi Khairil Pahmi Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Sahara Pulungan Lestari, Amanda Putri Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisa Amalia Lubis, Aisyah Putri Lubis Lubis, Asira Lubis, Minda Sari M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Mambang, Elysa Putri Mauliza, Syarifah Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Tegar Tri Rizky Mutiara Rahmah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Shamila Sufi Aulia Nasution, Vevi Sarah Nasution, Wardah Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuraisyah Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nurmala, Dewi Nurul Haliza Lubis Nurul Hidayah Nurul Salsa Abya Ritonga Olita, Apen Peri , Peri Peri, Peri Puteri, Cut Intan Annisa Rafita Yuliarti Rahma Dona, Rahma Rahma Maulidia Fitri Rahmi , Ulfa Rambe, Robiatun Rambe, Sitiapsah Rangkuti, Cindy Rahayu Rawitri, Kiki Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rima Marwarni Rina Azhari Risnayanti Ritonga, Oktavia Riza Syafira Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga sahrianti, Hikmah Samosir, Anzly Hasian Samran, Samran Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis , Minda Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu Silvia Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Hikmatussabaria Siti Anisa Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Situmorang, Lusi Grasia Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Riadi Sulwiyatul K Sani Syahputri, Maulida Syarifah Aulia Tasya Ardana Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wardah Tulail Nadila Widya Sari Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Anisa Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani