p-Index From 2021 - 2026
13.494
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL BUNGA KAMBOJA (Plumeria acuminata L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTI ACNE Yuniarti, Rafita; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Arianti, Sellin Arina
Jurnal Farmanesia Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v8i1.3415

Abstract

Cambodian flower (Plumeria acuminata L.) contains antioxidant and antibacterial properties, namely flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, steroids and glycosides. Kanboja flower ethanol extract (EEBK) was formulated into cream preparations because it tends to be more desirable and more efficient in its use. The research objectives were to formulate frangipani flower ethanol extract as cream soap and to test its activity against acne-causing bacteria. The research methods included: phytochemical screening, simplicia characterization of frangipani flowers, maceration of ethanol extract of frangipani flowers with 96% ethanol solvent, test activity of extracts against acne-causing bacteria by agar diffusion, formulation of cream preparations, test activity of preparations against acne-causing bacteria by diffusion agar. , and evaluation of preparations included: organoleptic test, homogeneity test, pH test, physical stability test, emulsion type test, viscosity test, and irritation test on volunteers. Based on the research results, phytochemical screening of EEBK and frangipani flower simplicia powder has active compounds such as: alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids and glycosides. The results of the simplicia characterization of frangipani flowers have a water content of 7.99%, a water-soluble extract content of 26.22%, and an ethanol-soluble extract content of 10.57%. The cream evaluation results in the pH test ranged from 6.0 to 6.1, the viscosity test was between 208-226 mPas, and the physical stability test for 35 days did not change in color, smell, and shape. while the test results of antibacterial activity of the cream on the bacteria Propionibacterium acnes formula I with a concentration of 5% did not produce an inhibition zone, formula II with a concentration of 10% produced an inhibition zone of 8.95 mm -+ 3.79 and formula III with a concentration of 15% produced an inhibition zone of 15, 35 mm -+ 2.59. The conclusion of all the evaluation test results above meet the requirements according to the Indonesian National Standard (1994)
Optimasi Formula dan Evaluasi Sediaan Sabun Transparan dari Putik Saffron (Crocus Sativus L.) Gita Dwi Puspa Fadillah; Gabena Indrayani Dalimunthe
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 3 (2023): Mei : Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i3.1423

Abstract

Transparent solid soap, namely soap in the form of a bar with a transparent appearance, the resulting foam on the skin is softer. Saffron has been used as a food ingredient, treatment, and traditional medicine since ancient times. The content of saffron is like saponins which can be used in making transparent soap. This study aims to formulate a transparent soap from saffron essence as a skin protecting property. This research includes the manufacture of saffron extract, manufacture of transparent soap and transparent soap test parameters including organoleptic test, pH test, foam stability test, water content test and preference test by respondents. Based on research results, saffron extract can be formulated into transparent solid soap preparations that meet the requirements for water content in accordance with SNI, namely for F0 9.12 ± 0.56, FI 8.6 ± 0.42, F2 8.6 ± 0.43, F3 8.6±0.93. For the results of the foam height test, it was found that the foam results were quite stable. For the results of the irritation test, it can be concluded that soap preparations containing saffron essence are safe to use because they do not show any side effects after use.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS STADIUM V YANG MENJALANI HEMODIALISIS Saragih, Aqilah Mutmainnah; Wahyuni, Sri; Yuniarti, Rafita; Indrayani, Gabena; Peri, Peri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis disebabkan karena ginjal tidak berfungsi secara normal dan hal ini akan mempengaruhi kerja sistem tubuh. Gagal ginjal kronis stadium V ditandai dengan perburukan fungsi ginjal yang tidak dapat diperbaiki yang mengharuskan pengobatan dengan terapi pengganti fungsi ginjal berupa hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis di salah satu rumah sakit kota Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian retrospektif dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling dengan jumlah sampel 72 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien hemodialisis berdasarkan usia dominan berusia 55-65 tahun sebanyak 23 pasien (31,9%); berdasarkan jenis kelamin didominasi pasien laki-laki sebanyak 50 pasien (69,4%); berdasarkan tingkat pendidikan yaitu pendidikan sedang sebanyak 60 pasien (83,3%); berdasarkan pekerjaan didominasi oleh pasien yang bekerja sebanyak 40 pasien (55,6%); berdasarkan status pernikahan didominasi pasien yang sudah menikah sebanyak 65 pasien (90,3%); berdasarkan durasi hemodialisis didominasi kategori lama yaitu lebih dari 24 bulan sebanyak 41 pasien (56,9%) berdasarkan penyakit penyerta yaitu hipertensi disertai anemia sebanyak 70 pasien (97,2%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dominan berusia 56-65 tahun, berjenis kelamin laki-laki, pendidikan tamatan SMA, pasien bekerja dan sudah menikah, durasi hemodialisis di atas 24 bulan dan memiliki penyakit penyerta hipertensi dan anemia.
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP EFEK SAMPING OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS STADIUM V YANG MENJALANI HEMODIALISIS Samosir, Anzly Hasian; Wahyuni, Sri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Yuniarti, Rafita; Peri , Peri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis adalah keadaan yang menunjukkan turunnya fungsi ginjal selama lebih dari tiga bulan yang berpotensi yang dialami oleh berbagai macam karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pasien terhadap efek samping obat pada pasien gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis disalah satu Rumah Sakit di kota Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan accidental sampling sebanyak 73 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang paling banyak mengalami gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis adalah yang berusia 46-56 tahun sebanyak 24 pasien (32,9%), berjenis kelamin laki-laki 51 pasien (69,9%), jenjang pendidikan SMA sebanyak 61 pasien (83,6%), pasien yang bekerja sebanyak 40 pasien (54,8%) dengan durasi hemodialisis diatas dua tahun sebanyak 41 pasien (56,2%) dan dengan penyakit penyerta sebanyak 42 pasien (57,5%). Berdasarkan hasil penelitian ini nilai signifikansi hubungan usia dengan efek samping obat adalah p >0,05 (0,753), hubungan jenis kelamin dengan efek samping adalah p>0,05 (0,792), hubungan pendidikan dan efek samping yaitu p>0,05 (0,668), hubungan pekerjaan dengan efek samping p>0,05 (0,788), hubungan status pernikahan dengan efek samping p>0,05 (0,217), hubungan durasi hemodialisis dengan efek samping p>0,05 (0,571) dan hubungan penyakit penyerta dengan efek samping p>0,05 (0,388). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan karakteristik pasien dengan efek samping obat tidak memiliki hubungan yang signifikan (p >0,05).
Produksi Protein Sel Tunggal dari Kultur Bacillus cereus dengan Medium Limbah Cair Tahu Basaniah Basaniah; Yayuk Putri Rahayu; Haris Munandar Nasution; Gabena Indrayani Dalimunthe
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2024): April : Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v1i2.152

Abstract

Single Cell Protein (PST) is the term used for proteins derived from microbes such as fungi, yeasts and bacteria. One way to deal with the abundance of tofu liquid waste is by using microbiological methods, namely utilizing tofu liquid waste as a substrate for the growth of Bacillus cereus microbial growth for single cell protein production. The purpose of this study was to determine whether tofu liquid waste could produce single cell protein from B. cereus culture and to determine the difference in protein production by adding nutrients to the fermentation medium. The research method used was experimental research, with the independent variables being MFLT1 fermentation medium (Tofu Liquid Waste Fermentation Medium with the addition of KH2PO4 nutrients and sugar) and MFLT2 medium (Tofu Liquid Waste Fermentation Medium with the addition of nutrients KH2PO4; (NH4)2SO4 and sugar); and the length of fermentation on days 0, 2, 4 and 6. While the dependent variables were the analysis of protein content, cell dry weight, glucose content, pH and temperature. The result data in this study were statistically analyzed using the two way Anova method. The results of this study showed that the highest protein content was obtained in MFLT2 medium, namely 0.73% (day 4); cell dry weight 0.253 g; glucose level 1.3339%; pH 3.9 and temperature 29.2oC. Meanwhile, in MFLT1 medium, the highest protein content was 0.46% (4th day); cell dry weight 0.286 g; glucose level 1.3342%; pH 3.9 and temperature 28.8oC. From the research that has been carried out, it can be concluded that tofu liquid waste can produce single cell protein from B. cereus culture and there are differences in protein production results with the addition of nutrients, where the protein content in MFLT2 medium is higher than protein content in MFLT1 medium.
Penentuan Konsentrasi Terbaik Hidrogel Tongkol Jagung (Zea Mays L.) dengan Karbopol 940 Menjadi Penurun Panas: Determination of the Best Concentration Formation of Corn Cob Hydrogel (Zea Mays L.) With Carbopol 940 Become Heat Lowering Ummu Safura Sirait; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5iSE-1.2060

Abstract

Corn is called one of the leading commodities in the Jamin Ginting area, Medan Tuntungan, North Sumatra. This study was to determine whether hemicellulose can be used as a hydrogel base material and to obtain the best concentration of hydrogel formulation from the combination of hemicellulose on corn cobs (Zea mays L.) with carbopol 940 as a febrifuge preparation. Isolation of hemicellulose corn cobs was continued with hemicellulose characterization including organoleptic test, solubility test, and FTIR (Fourier Transform Infrared) test. The heat-reducing hydrogel preparations obtained were then tested for evaluation of preparations such as organoleptic tests, homogeneity, pH, weight uniformity and degree of development tests. For a good hydrogel formulation formula is formula 4. In the evaluation test of heat reducing hydrogel preparations for the homogeneity test results of all homogeneous formulas, the pH results, formulas F1 to F5 meet the requirements for the physiological pH range of the skin, namely 4.5-6.5. Conclusion: Corn cob hemicellulose gel can be used as a base or a combination of gel bases, and the best concentration is found in formulation 4, so that corn cob hemicellulose gel base is suitable as a hydrogel. Keywords: Hemicellulose, Hydrogel, carbopol 940, Corncob Abstrak Jagung disebut salah satu komoditas unggulan daerah Jamin Ginting, Medan Tuntungan, Sumatera Utara. Penelitian ini untuk mengetahui apakah hemiselulosa dapat digunakan sebagai bahan dasar hidrogel dan untuk mendapatkan konsentrasi formulasi hidrogel terbaik dari kombinasi hemiselulosa pada tongkol jagung (Zea mays L.) dengan karbopol 940 sebagai sediaan obat penurun panas. Isolasi hemiselulosa tongkol jagung dilanjutkan dengan karakterisasi hemiselulosa  meliputi uji organoleptik, uji kelarutan, dan uji FTIR (Fourier Transform Infrared). Sediaan hidrogel pereduksi panas yang diperoleh selanjutnya diuji evaluasi sediaan seperti uji orgnoleptik, homogenitas, pH, keseragaman bobot dan uji derajat perkembangan. Untuk formula sediaan hidrogel yang baik adalah formula 4. Pada uji evaluasi sediaan hidrogel pereduksi panas untuk hasil uji homogenitas semua formula homogen, Hasil uji pH, formula F1 hingga F5 memenuhi syarat rentang pH fisiologis kulit, yaitu 4,5-6,5. Kesimpulan: Hemiselulosa tongkol jagung dapat digunakan sebagai basa atau kombinasi basa gel, dan konsentrasi terbaik terdapat pada formulasi 4, sehingga basis gel hemiselulosa tongkol jagung cocok sebagai hidrogel. Kata Kunci: Hemiselulosa, Hidrogel, Karbopol 940, Jagung
Formulasi Dan Karakteristik Fisik Krim Nano Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas comosus (L) Merr) sebagai Anti-Aging Zahira Ahmad, Madani; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rani, Zulmai
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3505

Abstract

Penuaan atau aging terjadi karena adanya kerusakan pada sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Penuaan dapat diatasi dengan anti-aging, yang merupakan sediaan yang dapat memperlambat proses penuaan. Limbah bonggol nanas dapat berpotensi sebagai antioksidan sehingga mampu menghambat reaksi berantai pembentukan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan penuaan dini. Anti-aging biasanya banyak dijumpai pada produk kosmetika. Salah satu kosmetika yang banyak diminati oleh masyarakat yaitu krim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sediaan krim ekstrak, nano ekstrak dan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki karakteristik fisik yang baik dan apakah sediaan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki aktivitas sebagai Anti-aging. Penelitian ini menggunakan metode True Experimental. Pada penelitian ini bonggol nanas diekstraksi kemudian ekstrak dinano partikel dan diformulasikan menjadi sediaan krim anti-aging ekstrak bonggol nanas, nano ekstrak dan nano sediaan ekstrak bonggol nanas. Uji karakteristik fisik meliputi organoleptis, pH, homogenitas, tipe krim, daya sebar, dan daya lekat. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa ekstrak bonggol nanas dapat diformulasikan dalam sediaan krim anti-aging ekstrak bonggol nanas, nano ekstrak dan nano sediaan ekstrak bonggol nanas. Sediaan krim anti-aging memiliki karakteristik fisik yang baik. Sediaan krim yang terbaik yaitu pada formula 3 dan memiliki aktivitas anti-aging, baik dalam peningkatan kadar air, elastisitas dan nilai pigmen. Dilihat bahwa sediaan Krim ekstrak, nano ekstrak, dan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki karakteristik fisik yang baik dan Sediaan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki aktivitas sebagai anti-aging.
Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Nano Ekstrak Daun Kayu Putih (melaleuca leucadendra l.) sebagai Antibakteri Streptococcus mutans Rambe, Sitiapsah; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3507

Abstract

Teknologi nanopartikel saat ini telah berkembang pesat baik dalam pengembangan sistem penghantaran obat maupun sediaan kosmetika, karena nanopartikel memiliki kelebihan yaitu, mampu menembus ruang-ruang antar sel, dan absorpsi yang lebih cepat. Masalah kesehatan gigi yang banyak terjadi adalah karies gigi salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan terjadinya karies gigi adalah streptococcus mutans. daun kayu putih memiliki aktivitas antibakteri yaitu flavonoid, fenol, tanin dan terpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) dapat diformulasikan dalam sediaan pasta gigi gel yang baik dan untuk mengetahui sediaan pasta gigi gel ekstrak daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) efektif menghambat bakteri Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri pasta gigi gel daun kayu putih dilakukan dengan metode difusi agar modifikasi Kirby-Bauer. Dengan metode cakram yang dimana kertas cakram yang telah direndam pada sediaan pasta gigi gek ditempelkan pada media agar yang telah digoresi suspensi bakteri lalu di inkubasi selama 24 jam dengan suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai diameter zona hambat yang dihasilkan dari masing-masing formula yang berbeda. Diameter zona hambat pertumbuhan bakteri yang paling besar yaitu F3 (Formulasi dengan konsentrasi 12,5%) sebesar 20,4 mm dan yang paling kecil adalah F0 (Blanko tanpa ekstrak daun kayu putih) sebesar 10,7 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN ASETON DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) Fadillah, Nike; Pertiwi, Nia Novranda; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Daulay, Anny Sartika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32249

Abstract

Senyawa fenolik berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menghambat reaksi radikal bebas. Daun alpukat (Persea americana Mill.) memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri karena mengandung senyawa fenolik, daun alpukat merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai bahan obat tradisional yang memiliki aktivitas seperti analgesik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan aseton dari daun alpukat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimental. Pada penelitian ini, langkah awal yang dilakukan adalah uji karakterisasi terhadap serbuk simplisia daun alpukat dan dimaserasi dengan etanol 96% dan aseton. Maserat yang diperoleh ditetapkan kadar fenolik total menggunakan spektrofotometri visible pada panjang gelombang 744 nm. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat. Kadar fenolik total dinyatakan dalam mg equivalent asam galat (GAE) per gram simplisia. Kemudian ekstrak etanol dan aseton di uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun alpukat memiliki kadar fenolik total sebesar 6,948 ± 0,054 mg GAE/g. Hasil kadar rata-rata fenolik total ekstrak aseton sebesar 2,123 ± 0,011 mg GAE/g. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh zona hambat yang terbentuk terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan sampel ekstrak etanol konsentrasi 100% lebih besar dibandingkan dengan ekstrak aseton, dimana zona hambat yang terbentuk sebesar 27,78 mm dengan kategori sangat kuat. Sedangkan pada bakteri Escherichia coli sampel ekstrak etanol dengan konsentrasi 100%  yaitu 19,87 mm kategori kuat.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KUPU-KUPU (BAUHINIA PURPUREA L.) Nasution, Muhammad Amin; Asparyzha, Rhyzha; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Daulay, Anny Sartika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32256

Abstract

Senyawa fenolik diketahui memiliki efek biologis seperti antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) diketahui mengandung fenolik, dimana senyawa golongan fenolik juga diketahui sangat berperan terhadap aktivitas antioksidan, karena semakin besar kandungan senyawa golongan fenoliknya maka semakin besar aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dari daun kupu-kupu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pada penelitian ini dilakukan uji karakterisasi terhadap serbuk simplisia dan daun kupu-kupu dimaserasi dengan etanol 96%. Selanjutnya ekstrak etanol ditetapkan kadar fenolik total menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 744 nm. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu  dengan standar asam galat. Kadar fenolik total dinyatakan dalam mg equivalent asam galat (GAE)/g simplisia. Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakter terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar fenolik total ekstrak etanol daun kupu-kupu sebesar 209,56 ± 0,5398 mg GAE/g. Data hasil uji antibakteri dianalisa statistika menggunakan uji One Way Anova menunjukkan adanya pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan bakteri uji dilihat dari nilai P<0,005. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kupu-kupu mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi pada konsentrasi 100% terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat kategori kuat yaitu 19,12 mm sedangkan pada Escherichia coli termasuk kategori kuat dengan diameter zona hambat yaitu 13,57 mm.
Co-Authors Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adli Nuzula Rahmah Agustina, Meri Ahmad darwis Alma Dhita Shafira Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Arianti, Sellin Arina Ashar, Diya Asparyzha, Rhyzha Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Bambang Hermanto Basaniah Basaniah Chairina Milda Chandra, Putra Cindy Marlina Tambunan Claudy Friesta Melanie Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Dewa, Fasca Dikki Miswanda Dina Sri Novita Dina Veranika Dinda Sari Utami Dison Silalahi, Alistraja Emmy Wiriandini Fadhilah M, Ihsan Fadillah, Nike Fathur Rahman Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Ginting, Ovalina Sylvia Br. Girsang, Raflika Azwanda Gita Dwi Puspa Fadillah Hamda, Haikal Handayani, Riska Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humairah, Dwina Angelina Husna, Miftahul husna, nadiatul Ilmi Widya Sari Isnaria, Vita Jurida, Wike Juwita, Sukma Karlina Butar Butar Kartika, Dinda Dwi Khairil Pahmi Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Sahara Pulungan Lestari, Amanda Putri Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisa Amalia Lubis, Minda Sari M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Mambang, Elysa Putri Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Tegar Tri Rizky Mutiara Rahmah Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Shamila Sufi Aulia Nasution, Vevi Sarah Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuraisyah Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nurmala, Dewi Nurul Haliza Lubis Nurul Hidayah Nurul Salsa Abya Ritonga Olita, Apen Peri , Peri Peri, Peri Puteri, Cut Intan Annisa Rafita Yuliarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rahma Dona Rahma Maulidia Fitri Rahmi , Ulfa Rambe, Robiatun Rambe, Sitiapsah Rangkuti, Cindy Rahayu Rawitri, Kiki Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rima Marwarni Rina Azhari Risnayanti Ritonga, Oktavia Riza Syafira Robiatun Rambe Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga sahrianti, Hikmah Samosir, Anzly Hasian Samran, Samran Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis , Minda Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu Silvia Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Hikmatussabaria Siti Anisa Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Situmorang, Lusi Grasia Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Riadi Sulwiyatul K Sani Syahputri, Maulida Syarifah Aulia Syarifah Mauliza Tasya Ardana Ummu Safura Sirait Wardah Tulail Nadila Widya Sari Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Anisa Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani