p-Index From 2021 - 2026
14.007
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas penyembuhan luka bakar menggunakan salep ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) pada kelinci Cindy Marlina Tambunan; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.300

Abstract

Indonesian people have long used plants as medicine and for health maintenance, which is inherited from generation to generation. One plant that can be used in traditional medicine is the ciplukan plant (Physalis angulata L.), which is a small plant that can grow anywhere. It turns out not only has a unique taste but is also beneficial for health; ciplukan can be used to treat flu and sore throat, whooping cough, bronchitis, mumps, ulcers, and also Ayan or epilepsy. Empirically, the use of ciplukan plants functions as a cure for smallpox, which has been used by the community by bathing. Smallpox is shaped like a blistered burn and will be shaped like an ulcer. So, researchers are interested in developing in the form of ointment because it is more effective to use and can be taken anywhere. This research was conducted to determine that ethanol extract of ciplukan leaves can be formulated on the basis of absorbent ointment and to determine the healing effect of burns in rabbits from the preparation of ethanol extract ointment of ciplukan leaves (Physalis angulata L.). Ciplukan leaf extract is made from simplicial ciplukan leaves by maceration method and then tested for the effectiveness of healing burns on rabbits using ointment. The ointment is made in 4 formulations, namely F0, F1 (10%), F2 (15%), and F3 (20%) using white Vaseline as the ointment base. Evaluation of ointment preparations includes physical stability (shape, smell and colour, homogeneity, pH, dispersion, adhesion and viscosity. All formulas of ointment preparations are good in storage. In ointment preparations in the homogeneity test, all formulas are homogeneous. In pH inspection, dispersion, adhesion and viscosity all meet requirements according to predetermined or established standards. Ciplukan leaf extract can be formulated into an ointment dosage form. Ointment preparations with a high concentration are most effective in healing burns in rabbits.
Uji Aktivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Durian (Durio Zibethinus L.) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Riza Syafira; D Elysa Putri Mambang; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 3 (2023): Juli: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikg.v1i3.1513

Abstract

Durian leaves have secondary metabolites, namely flavonoids. Flavonoids have shown a wide range of bioactivity, one of which is an antipyretic effect which can be used as a febrifuge. This study aims to examine the antipyretic activity of the ethanol extract of durian leaves (Durio zibethinus L.) against male white rats (Rattus norvegicus) induced by DPT-HB-Hib vaccine. This study uses an experimental method. In this study, durian leaf extract was processed by maceration using 96% ethanol, then treated with secondary metabolites of simplicia and its ethanol extract. To pay for the antipyretic activity of durian leaves (Durio zibethinus L.) the test animals used were 25 and divided into 5 groups, namely negative control (CMC 0.5%), positive control (Paracetamol 1%) and the test dose group, namely the administration of leaf extract durian 200 mg/kg, 300 mg/kg and 400 mg/kg. Each rat was induced intramuscularly with the DPT-HB-Hib vaccine. Temperature measurements were carried out rectally with initial temperature measurements at 5 minute intervals 3 times, 1 hour after induction and 30 minutes for 3 hours. The data obtained were analyzed using the One-way ANOVA (Analysis of Variance) test and the Tukey HSD test. Based on the results of the study, it was shown that the results of the phytochemical screening of durian leaves contained flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, steroids/triterpenoids. Of the three doses that experienced a decrease in temperature that was not significantly different from paracetamol, namely at a control dose of 300 mg/kg, because this decrease in temperature was almost close to paracetamol which was positive.
Uji Aktivitas Antioksidan Teh Herbal Daun Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Dengan Menggunakan Spektrofotometri Visibel Syarifah Aulia; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Ridwanto Ridwanto
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 1 No. 2 (2023): Juli: USADA NUSANTARA
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/usd.v1i2.330

Abstract

Antioxidants are compounds that can counteract / reduce the negative effects of free radicals that cause damage to the body. Natural antioxidants are used as an alternative in an effort to minimize the use of synthetic antioxidants which can cause carcinogens. Utilization of melinjo leaves as herbal tea is one effort to use natural antioxidants to minimize the use of synthetic antioxidants which can cause carcinogens. The purpose of this study was to determine the content of secondary metabolites contained in melinjo leaf tea, the characteristics of melinjo leaf tea and the antioxidant activity of melinjo leaf tea. This research was conducted by making melinjo leaf herbal tea through a drying process in a drying cabinet at 40oC, phytochemical screening, examining the characteristics of the tea, and testing the antioxidant activity. The results of the Phytochemical screening examination showed that melinjo leaf herbal tea contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids/triterpenoids. As well as having the characteristics of water content 5.6866%, water extract 36.9740%, total ash content 5.7658%, water soluble ash content to total ash 7.7066, acid insoluble ash content 0.54%. While the antioxidant activity test of melinjo leaf herbal tea showed very weak antioxidant activity with an IC50 value of 501.7622 ppm
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Ekstrak Salep Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas (L.)) Lamk terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus pada Penyembuhan Penyakit Luka Bernanah niswa, khairun; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar; Nasution, Muhammad Amin
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2799

Abstract

Ubi jalar ungu jenis (Ipomoea batatas (L.)) Lamk ubi yang disebabkan oleh adanya pigmen ungu antosianin yang menyebar dari bagian kulit sampai dengan daging ubinya. Antosianin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk dapat dijadikan formulasi dapat dijadikan sebagai sediaan salep dan Untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan salep ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk terhadap bakteri Stapylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi: karakterisasi simplisia ubi jalar ungu, pembuatan ekstrak etanol ubi jalar ungu secara maserasi dengan pelarut etanol 96%, skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan ubi jalar ungu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode cakram dan sumuran, formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan salep terhadap bakteri Staphylococcus aureus berbagai konsentrasi, dan evaluasi sediaan (pemeriksaan organoleptis, homogenitas, penentuan pH, stabilitas fisik, daya sebar, daya lekat dan uji iritasi sediaan). Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokomia serbuk ubi jalar ungu yang memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, steroid, glikosida dan ekstrak memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, steroid. Ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk dapat dijdikan formulasi dalam sediaan bentuk salep yang baik dan memenuhi syarat mutu uji evaluasi organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, homogenitas, stabilitas fisik dan iritasi. Sediaan salep ubi jalar ungu memiliki aktivitas sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat (KUJU 20%) diameter 10,9 mm, (KUJU 25%) 15 mm, (KUJU 30%) 15,9 mm memiliki daya hambat paling tinggi
Formulasi dan Evaluasi Jelly Drink Sari Jeruk Sunkist (Citrus Sinensis (L.) Osbeck) dengan Kombinasi Isolasi Tepung Porang dan Karagenan Juwita, Sukma; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2801

Abstract

Jeruk Sunkist merupakan buah yang banyak disukai oleh semua kalangan masyarakat, agar mudah dalam mengonsumsinya maka dilakukan inovasi dengan membuat jeruk sunkist menjadi sediaan jelly drink. jelly drink yang ada dipasaran masih banyak menggunakan bahan-bahan sintetik sehingga perlu dilakukan modifikasi mengunakan bahan alami, sehingga semua lapisan masyarakat dapat menikmati minuman sehat sehingga terhindar dari minuman yang mengandung zat berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan minuman yang sehat dari sari jeruk sunkist dengan kombinasi karagenan dan tepung porang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pemeriksaan mutu fisik yang dilakukan meliputi organoleptik, kadar vitamin C, total asam, analisis sineresis, viskositas, homogenitas, pH, dan hedonik. Berdasarkan hasil peneletian diketahui bahwa jeruk sunkist dapat diformulasikan sebagai sediaan jelly drink dengan kombinasi karagenan dan tepung porang. Kosentrasi karagenan dan tepung porang mempengaruhi sifat fisikokimia sediaan jelly drink. Hasil evaluasi mutu fisik sediaan dan uji hedonik jelly drink jeruk sunkist menunjukkan bahwa formula F3 merupakan formula terbaik dan paling banyak disukai oleh panelis baik dari segi tekstur, rasa, aroma, warna dan daya hisap.
Formulasi Sediaan Deodoran Stick dari Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix Dc) sebagai Antiperspirant Riani, Nur Aslin; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2804

Abstract

Jeruk purut (Citrus hystrix DC) merupakan salah satu tanaman yang mudah dijumpai dan banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini tumbuh pada tempat yang cukup disinari matahari, daun jeruk purut terdapat metabolit sekunder steroid/triterpenoid, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) yang dibuat dalam bentuk sediaan deodorant stick dengan karakteristik yang baik dan untuk mengetahui kosentrasi dari sediaan deodorant stick tersebut dalam menghambat keluarnya keringat. Penelitian dilakukan meliputi pengumpulan sampel daun jeruk purut yang diambil secara purposif dari Kota Taluk Kuantan Riau, dibuat menjadi serbuk simplisia dan diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Simplisia di skrining untuk melihat kandungan senyawa metabolit sekunder pada daun jeruk purut, konsentrasi eksktrak etanol daun jeruk purut untuk pembuatan deodorant stick yang digunakan adalah 1%,2%,3%, kemudian blanko dan sediaan deodorant stick yang dijual dipasar. Evaluasi formulasi sediaan deodorant stick meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji waktu leleh, uji titik lebur, dan uji antiprespiran. Hasil uji sediaan deodorant stick ekstrak etanol daun jeruk purut terhadap antiperspirant dari 20 orang panelis hasil yang di dapat berbeda setiap formulasinya, formulasi yang paling sedikit terdapat terdapat keringat pada kapas yaitu formulasi f4 (+) produk pasar dan formulasi f3 sediaan deodorant stick daun jeruk purut dengan kosentrasi 3%, dimana pada panelis yang paling banyak terdapat keringat dikapas yaitu formulasi f0 (-) blanko . Deodorant stick ektrak etanol daun jeruk purut yang dihasilkan memenuhi persyartan uji pH, uji waktu leleh, uji titik lebur
Formulasi Tablet Hisap Buah Rimbang (Solanum Torvum Sw.) menggunakan Metode Kempa Langsung dengan Variasi Bahan Pemanis Hendraputra, Hardy Handoko; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2805

Abstract

Buah rimbang (Solanum torvum Sw.) mengandung metabolit sekunder alkaloid dan tanin yang dimana senyawa ini memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan tablet hisap buah rimbang variasi pemanis manitol dan stevia dengan rasa dan waktu hancur tablet yang baik. Tablet hisap dibuat dengan metode kempa langsung dengan konsentrasi pemanis manitol dan stevia F1 1:1 (25%;25%), F2 1:2 (16,7%;33,3%), dan F3 2:1(33,3%;16,7%). Kemudian uji mutu fisik tablet hisap meliputi keseragaman ukuran dan bobot, kekerasan, friabilitas, waktu disintegrasi in vitro, disintegrasi in vivo, dan hedonic test yang dilakukan oleh panelis dengan analisis deskriptif, dan analisis data waktu hancur in vitro secara statistik dengan SPSS versi 20 dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F1,F2 dan F3 memenuhi syarat sebagai tablet hisap berdasarkan pada hasil keseragaman bobot rata-rata 602 mg, kekerasan rata-rata 11,98 - 10,79 kg, friabilitas 0,50-0,75%, disintegrasi in vitro 5,11 - 2,08 menit, disintegrasi in vivo 3,48 - 1,44 menit, hedonic test pada panelis lebih menerima F3 dengan tingkat kesukaan hingga 83%, ANOVA pada in vitro diperoleh nilai Sig.<0,05 dengan hasil 0,000 kesimpulan H0 ditolak atau H1 diterima. Berdasarkan uji mutu fisik dan hedonic test Formula yang terbaik adalah F3 dengan konsentrasi 2:1(33,3%;16,7%).
Penentuan SPF (Sunprotecting Factor) Ekstrak Etanol Buah Balakka (Phyllanthus Emblica L) Yuni Sartika; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda sari lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2817

Abstract

Buah balakka (Phyllanthus emblica L) adalah salah satu buah yang mengandung flavonoid dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan. Kemampuan ini dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat merusak kulit. Penggunaan antioksidan pada kosmetik berperan sebagai tabir surya. Tabir surya merupakan sediaan yang dapat menyerap atau memantulkan sinar ultra violet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia metabolit sekunder yang terkandung dalam simplisia dan ekstrak etanol buah balakka, mengetahui nilai SPF ekstrak etanol buah balakka dan kemampuannya sebagai tabir surya. Metode yang digunakan buah balakka segar diuji makroskopik, simplisia buah balakka diuji karakteristik, uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak etanol buah balakka, penentuan nilai SPF mengunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah berbentuk bulat dan keras, bau khas, warna kuning kehijauan sampai kuning kecoklatan, karakteristik simplisia buah balakka mengandung kadar air 4%, kadar sari larut dalam air 21,5%, kadar sari larut dalam etanol 21,33%, kadar abu total 4,5% dan 0,88% kadar abu tidak larut dalam asam secara keseluruhan memenuhi standar MMI. Serbuk simplisia dan ekstrak etanol buah balakka mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponinn, tanin, dan steroid triterpenoid. Pengujian SPF pada konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15% dan 20% diperoleh hasil secara berturut-turut sebesar 33.57; 37.15; 37.66; 38.09; dan 38.53. Secara keseluruhan nilai SPF yang diperoleh dikategorikan ultra. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah balakka memiliki kemampuan sebagai tabir surya.
Penentuan Nilai Spf (Sun Protection Factor Ekstrak Etanol Buah Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Aiton) Hassk Siregar, Hikmatussabaria; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2819

Abstract

Buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) adalah salah satu buah yang mengandung senyawa fenolik sehingga memiliki aktivitas antioksidan dan berperan sebagai fotoprotektor karena memiliki kemampuan menyerap sinar UV. Kemampuan ini dimanfaatkan dalam kosmetik sebagai tabir surya. Sediaan tabir surya digunakan untuk memantulkan atau menyerap sinar UV dari sinar matahari sehingga dapat mencegah kerusakan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa kimia metabolit skunder yang terkandung pada simplisia dan ekstrak etanol buah karamunting, mengetahui nilai SPF ekstrak etanol buah karamunting dan kekempuannya sebagai tabir surya. Metode yang digunakan pada penelitian metode eksperimental. Buah segar karamunting diuji makroskopis, simplisia buah karamunting di uji karakteristik, dilakukan uji skrinig fitokimia pada simplisia dan dan ekstrak etanol buah karamunting, penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah segar karamunting berbentuk bulat agak lonjong bau khas warna ungu tua. Karakteristik simplisia buah karamunting memiliki kadar air 6 %, kadar sari larut dalam air 14%, kadar sari larut dalam etanol 3,7%, kadar abu total 1,416%, kadar abu tidak larut asam 0,224%, secara keseluruhan memenuhi standar MMI. Skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol buah karamuting mengandung flavonoid, tanin, steroid dan saponin.Uji SPF ekstrak etanol buah karamunting pada konsentrasi 0,3%, 1%, 5 %, 10% ,15%,diperoleh hasil secara berturut-turut 32,2368266; 33,1123834; 36,0613081; 36,7274117; 37,5760051. Secara keseluruhan nilai SPF yang diperoleh dikategorikan ultra, dan dapat disimpulkan ekstrak etanol buah karamunting memiliki kemampuan tabir surya.
Formulasi Tablet Hisap Serbuk Rimbang (Solanum torvum Sw.) menggunakan Metode Granulasi Basah dengan Variasi Konsentrasi Bahan Pemanis Dewa, Fasca; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2831

Abstract

Buah rimbang (Solanum torvum Sw.) memiliki khasiat sebagai antioksidan, antimikroba, antiplatelet, aktivitas diuretik dan digesif. Pada buah rimbang terdapat banyak vitamin seperti A, B1, C, mineral, protein, solasonin, glukoalkoloid, lemak, asam folat, sterolin, dan flavonoid yang memiki sifat antioksidan Pemilihan tablet hisap sebagai salah satu inovasi untuk merintis jalan dalam mengembangkan obat-obatan tradisional, table hisap diharapkan disukai karena mudah disimpan, dikonsumsi dan kelebihannya yang memiliki rasa enak serta berbentukn permen. Metode yang digunakan pada proses pembuatan tablet ini adalah proses pembuatan tablet hisap dengan menggunakan metode granulasi basah yang didalamnya terdapat uji karakteristik fisik granul dan setelah menjadi tablet dilakukan uji mutu fisik sediaan tablet hisap dan selanjutnya dilakukan uji tingkat kesukaan pada para responden terhadap perbandingan konsentrasi variasi pemanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari mutu karakteristik fisik granul yaitu uji daya alir, sudut diam dan indeks tap mendapatkan hasil yang baik, namun ditiap uji didaptkan hasil terbak pada formula yang berbeda-beda. Mutu sediaan tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan dan waktu hancur juga memenuhi syarat pada tiap formula dan saat dilakukan uji kesukaan. Para finalis menyukai tablet hisap formula 1 yaitu dengan perbandingan manitol : sirplus (1 : 1). Kombinasi pemanis yang disukai para finalis adalah kombinasi 1 : 1 yang mana manitol dan sirplus memiliki kombinasi rasa yang pas untuk indra perasa responden.
Co-Authors Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adli Nuzula Rahmah Agustina, Meri Ahmad darwis Alma Dhita Shafira Andi Syahputra, Ricky Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Arianti, Sellin Arina Ashar, Diya Asparyzha, Rhyzha Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Bambang Hermanto Basaniah Basaniah Chairina Milda Chandra, Putra Cindy Marlina Tambunan Claudy Friesta Melanie Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Dewa, Fasca Dikki Miswanda Dina Sri Novita Dina Veranika Dinda Sari Utami Dison Silalahi, Alistraja Emmy Wiriandini Fadhilah M, Ihsan Fadillah, Nike Fathur Rahman Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Ginting, Ovalina Sylvia Br. Girsang, Raflika Azwanda Gita Dwi Puspa Fadillah Hamda, Haikal Handayani, Riska Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humairah, Dwina Angelina Husna, Miftahul husna, nadiatul Ilmi Widya Sari Isnaria, Vita Jurida, Wike Juwita, Sukma Karlina Butar Butar Kartika, Dinda Dwi Khairil Pahmi Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Sahara Pulungan Lestari, Amanda Putri Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisa Amalia Lubis, Aisyah Putri Lubis Lubis, Asira Lubis, Minda Sari M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Mambang, Elysa Putri Mauliza, Syarifah Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Tegar Tri Rizky Mutiara Rahmah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Shamila Sufi Aulia Nasution, Vevi Sarah Nasution, Wardah Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuraisyah Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nurmala, Dewi Nurul Haliza Lubis Nurul Hidayah Nurul Salsa Abya Ritonga Olita, Apen Peri , Peri Peri, Peri Puteri, Cut Intan Annisa Rafita Yuliarti Rahma Dona, Rahma Rahma Maulidia Fitri Rahmi , Ulfa Rambe, Robiatun Rambe, Sitiapsah Rangkuti, Cindy Rahayu Rawitri, Kiki Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rima Marwarni Rina Azhari Risnayanti Ritonga, Oktavia Riza Syafira Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga sahrianti, Hikmah Samosir, Anzly Hasian Samran, Samran Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis , Minda Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu Silvia Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Hikmatussabaria Siti Anisa Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Situmorang, Lusi Grasia Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Riadi Sulwiyatul K Sani Syahputri, Maulida Syarifah Aulia Tasya Ardana Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wardah Tulail Nadila Widya Sari Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Anisa Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani