p-Index From 2021 - 2026
11.528
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Prosiding Seminar Nasional MIPA Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Wahana Matematika dan Sains Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Pendidikan IPA Indonesia JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Educational Research and Evaluation International Journal of Community Service Learning WIDYA LAKSANA Journal of Education Action Research DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI Unes Law Review JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu PROGRES PENDIDIKAN jurnal ilmu keolahragaan Jurnal Paedagogy Widya Accarya Jurnal Bali Membangun Bali Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Bivalen: Chemical Studies Journal Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Indonesian Gender and Society Journal Empiricism Journal NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Cultoure: Jurnal Ilmiah Pariwisata Budaya Hindu Education and Counseling Journal GANESHA MEDICINA International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Indonesian Journal of Instruction PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Comprehensive Science Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Yavana Bhasha: Journal of English Language Education Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu International Journal of Educational and Life Sciences (IJELS) Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis Veda Jyotih: Jurnal Agama dan Sains MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Journal of Gemilang Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Journal of Gemilang Journal of Constitutional, Law and Human Rights
Claim Missing Document
Check
Articles

Tri Hita Karana Values in Magebagan Tradition Adiwijaya, Pande Agus; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Numertayasa, I Wayan; Wedayanthi, Luh Made Dwi
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 5 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v5i1.340

Abstract

Purpose: This research is aimed at describing the values contained in the magebagan tradition in Bali in terms of the Tri Hita Karana philosophy. Design/methodology/approach: This research uses a qualitative approach which is explained descriptively. Research data was collected through observation, interviews and literature review. Data were analyzed and described qualitatively Findings: It was found that in the parhyangan aspect the value contained is respect and devotion to ancestors which is vertically the same as the relationship between humans and God through ancestors. In the pawongan aspect, the magebagan tradition is very full of meaning of solidarity, solidity and mutual cooperation. From the palemahan aspect, through the magebagan tradition, safe and comfortable conditions will be created for the bereaved family spiritually and materialistically. Implications: The magebagan tradition is not free from negative stereotypes but this tradition is also full of meaning. Negative practices that can reduce the meaning of this tradition need to be reduced so that later this tradition can remain the color of the noble Balinese culture.
Meningkatkan Pendidikan Karakter Gotong Royong Siswa SD dengan Pembiasaan PenerapanTri Hita Karana Wardani, Iwan Usma; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.683

Abstract

There are still many students who do not picket each other in class together. The students do not yet understand the meaning of the character value of mutual cooperation. The aim of this research is to improve the character of mutual cooperation through the habit of Tri Hita Karana. This research is classroom action research. The subjects in this research were 28 class IV students. This research was carried out using 2 cycles, each cycle consisting of four stages, namely: (1) Action Planning, (2) Action Implementation (3) Observation (4) Reflection. In this research, the data collection method used is the non-test method. And the data collection techniques in this research are observation and documentation techniques. Meanwhile, the data analysis techniques used in this research are qualitative and quantitative analysis techniques. In this research, researchers used several aspects of measuring the character of mutual cooperation which are guided by the Tri Hita Kirana, namely the concept of pawongan which is then explained through several indicators. The results of the implementation of actions in cycle I and implementation of cycle II showed that the average value of student character results in cycle I was 70% which was in the good category and the average value of student character results in cycle II was 85% which was in the very good category. . Based on this, it can be concluded that through Tri Hita Karana habituation, the character of mutual cooperation can improve and become a habit if given treatment and action repeatedly.
Konsep Harmoni Pata Dela Orang Bajawa: Implikasinya dalam Pembentukan Integritas Akademik di Perguruan Tinggi Bito, Gregorius Sebo; Hawali, Rebeka Filda; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Astawa, Ida Bagus Made
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1176

Abstract

This study aims to discuss the concept of harmony from the pata dela of the Bajawa people and its implications for forming academic integrity in higher education. In Indonesia's higher education context, technological advancements and changes in teaching methods have increased the potential for academic dishonesty. Pata dela, which consists of ancestral teachings from the Bajawa people, contains moral values that can contribute to supporting academic integrity. Through a qualitative approach, this research explores how the values from pata dela can be integrated into the higher education curriculum to create a supportive learning environment for academic integrity. The research findings indicate that values like honesty, trust, fairness, respect, and responsibility embedded in pata dela can help prevent academic misconduct and foster a culture of integrity among students and faculty. The research results can be implemented in higher education as a preventive effort to prevent academic disintegrity through habituation based on local wisdom.
Makna dari Ukiran Bermotif ’Itiak Pulang Patang’ dalam Budaya Minangkabau Afrianti, Desi; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12240

Abstract

Ukiran bermotif ‘Itiak Pulang Patang’ merupakah salah satu motif yang mengandung unsur kearifan lokal dan mengandung sebuah makna yang kuat dan berhubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam. Hanya saja, masih banyak orang yang belum paham tentang makna motif ini. Motif ini salah satu motif yang banyak digunakan tidak hanya di ukiran rumah gadang, songket dan sebagainya, tetapi juga pada ukiran lainnya. Tujuan dari artikel ini adalah ingin memperkenalkan lebih dalam tentang makna pada sebuah motif ‘Itiak Pulang Patang’. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data menggunakan studi literatur. Dari penelitian berdasarkan studi literature ini ditemukan hasil bahwa makna dari ukiran bermotif ’Itiak Pulang Patang,’ di antaranya keselarasan dan keharmonisan, kehidupan bersama, ketekunan dan kerja keras, dan filosfi alam. Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, motif Itiak Pulang Patang digunakan untuk menggambarkan hubungan sinergis, harmoni, dan nilai-nilai masyarakat yang memiliki agama Islam. Motif ini dapat ditemukan pada berbagai aspek, seperti rumah gadang, songket, museum, dan tangga.
Implementasi Tri Hita Karana (THK) pada Kearifan Lokal Lombok Maulid Adat di Desa Lendang Nangka Zahara, Laxmi; Mujiburrahman; Mahsup, Mahsup; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Astawa, Ida Bagus Made
MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 13 No 2 (2024): MOMENTUM NOVEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/momentum.v13i2.168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep Tri Hita Karana (THK) pada kearifan lokal masyarakat Desa Lendang Nangka melalui acara Maulid Adat sebuah tradisi penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sumber mata air desa yang terdiri dari serangkaian acara termasuk di dalamnya acara selametan Otak Aik dan Pandik Keris. Ritual ini juga mencakup kegiatan keagamaan, seperti zikir dan pembacaan kitab, serta simbolis bubur yang melambangkan asal-usul manusia. Tradisi ini diikuti oleh masyarakat lokal dan sekitarnya, termasuk kelompok pertanian yang menggunakan air sebagai irigasi. Filosofi acara ini mengandung tiga konsep utama: kehendak, Nur Muhammad, dan Zat Adam, yang melambangkan hubungan antara roh dan jasad manusia serta pentingnya menjaga alam. Melalui metode pengumpulan data dengan wawancara dan angket, penelitian ini menemukan bahwa konsep Tri Hita Karana yang meliputi hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan) terintegrasi dalam kehidupan masyarakat. Tradisi ini memperkuat nilai-nilai sosial dan ekologis di Desa Lendang Nangka.
Implikasi Sorong Serah Aji Krame dalam Mempererat Hubungan Keluarga di Masyarakat Sasak Sukroyanti, Baiq Azmi; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Astawa, Ida Bagus Made
MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 13 No 2 (2024): MOMENTUM NOVEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/momentum.v13i2.169

Abstract

This study examines the cultural significance of the Sorong Serah Aji Krame tradition, a Sasak traditional wedding ritual on Lombok Island, Indonesia. This tradition not only represents the transfer of material goods, but also serves as a mechanism to strengthen family cohesion. Through qualitative methods, including in-depth interviews and observations, this study explores how this ritual builds emotional connections, honors elders, and ensures continuity between generations in the Sasak community. The results show that Sorong Serah Aji Krame plays an important role in maintaining social harmony and family solidarity, especially amidst the challenges of modernization.
Meningkatkan Nilai Karakter Pada Siswa Sekolah Dasar dengan Melestarikan Budaya Gendang Beleq Berbasis Tri Hita Karana Fazalani, Runi; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Februari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i1.2253

Abstract

Education with low character causes a crisis of national identity among the younger generation. The purpose of this article is an attempt to improve. The method used in the article is to conduct a literature review of various previous studies (literature review). The purpose of writing this article is to analyze various relevant theories, the literature used is research or reviews that have existed in scientific works and are published in journals. The result of this research is implementing Tri Hita Karana in schools through the implementation of Education and Training (Soft Skills and Entrepreneurship) with a cultural content and encouraging students to always explore the knowledge and skills of successful people and collaborate with people who have great intelligence, guide and invites students to have faith and act exemplary by always living cleanly and keeping the environment clean. Implementing Tri Hita Karana in schools through the provision of Education and Training (Soft Skills and Entrepreneurship) with a cultural content and encouraging students to always explore the knowledge and skills of successful people and collaborate with people who have great intelligence, guiding and inviting students to believe and act exemplary by always living cleanly and keeping the environment clean.
Development of Augmented Reality Media using Gender-Based Tri Hita Karana to Facilitate Students' Liability towards Local Culture Indrawan, I Putu Eka; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan
Jurnal Paedagogy Vol. 11 No. 4 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v11i4.12945

Abstract

This study aims to develop Augmented Reality (AR) media using Gender-based Tri Hita Karana to facilitate students' liability towards local culture. This study utilized the Research and Development (R&D) approach with 48 fifth-grade students at SD Negeri 11 Denpasar as subjects. The instruments used in this research were expert validation questionnaires and student questionnaires, while the data analysis techniques include Aiken's V index for expert validation and descriptive analysis of student responses. With an average score of 0.992, the expert validation results using Aiken's V index demonstrate that this augmented reality media was quite legitimate. Furthermore, the study of the student questionnaire reveals a favorable reaction towards the enjoyment of local culture, as indicated by an average score of 3.137. This study determined that combining augmented reality (AR) technology with cultural knowledge-based learning could be a novel approach in contemporary education.
Mewujudkan Sekolah Berwawasan Tri Hita Karana Wisnu, I Komang Wisnu Budi Wijaya; Astiti, Kadek Ayu; Suryaningsih, Ni Made Ayu; Aryani, Luh Nitra; Poerwati, Christiani Endah; Nasar, Ismail; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Astawa, Ida Bagus Made
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis cara mewujudkan sekolah berwawasan Tri Hita Karana. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk memberikan referensi tentang gambaran lingkungan sekolah yang relevan untuk membangun karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Sumber data dari penelitian ini adalah segala referensi yang berkaitan dengan Tri Hita Karana. Syarat referensi yang digunakan adalah berupa jurnal, makalah, prosiding dan literatur lain baik skala nasional maupun internasional yang terbit dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahapan penelitian mulai dari pengumpulan literatur, seleksi literatur, analisis literature yang terpilih, sintesis dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menyatakan bahwa sekolah berwawasan Tri Hita Karana dapat diwujudkan dengan cara menerapkan berbagai program pendidikan yang sifatnya rutin dan terencana serta dimulai dari tahapan pembiasaan hingga pembudayaan. Peran keluarga dan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mensukseskan sekolah berwawasan Tri Hita Karana.
Pengembangan Modul Pembelajaran IPAS Berorientasi Tri Hita Karana Untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Kelas V Sekolah Dasar Alwi, Mijahamuddin; Sutajaya, Made; Suja, I Wayan
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/023572jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Berorietasi Tri Hita Karana untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa kelas V Sekolah Dasar.dalam kurikulum merdeka pembelajaran IPA dan IPS digabung menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), dengan harapan dapat memicu anak untuk dapat mengelola lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan. Jenis penelitian ini adalah Research and Developmen (R&D) dengan mengacu pada mode pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini meliputi susbjek uji validitas Ahli Tampilan dan Ahli Materi yaitu Dosen dan Guru, susbjek keefektifan modul 10 orang siswa untuk uji coba terbatas dan 25 orang siswa pada saat uji coba lapangan. Pengumpulan data menggunakan instrumen validasi untuk ahli media dan materi serta angket respon siswa untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Hasil pengembangan modul menunjukkan bahwa hasi uji validitas ahli tampilan berada pada kategori “baik” dan hasil validasi berada pada kategori “Baik”. Kemudian data hasil uji coba skala kecil berada pada kategori “Baik” dengan presentase berada pada 79,4% dan data hasil uji coba lapangan berada pada kategori “ sangat Baik” dengan presentase berada pada 85,6%.  Dari hasil validasi ahli tampilan, ahli media serta angket respon siswa, maka modul pembelajaran IPAS berorietasi Tri Hita Karana untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa kelas V Sekolah Dasar yang dikembangkan telah valid, praktis dan efektif.
Co-Authors A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Adiwijaya, Pande Agus Afrianti, Desi Agus Wijaksono Ahzan, Sukainil Anak Agung Istri Brahmani Prita Dewi Anak Agung Sri Yoni Antari, Wahyu Aryani, Luh Nitra Asri Fauzi Ayu Sadnyini, Ida B. Arnyana, I. Bagus Putu Arnyana, Ida Christian Tonyjanto CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Cordia, Grassiana Misseri Defa, Defa Desak Putu Reza Maylita Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewi, Komang Melina Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Diantari, Putu Eka Sukma Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ida Bagus Nyoman Sudria,M.Sc . Eka Junaidi Fatimah Millenia Fauziah Fazalani, Runi Fitri Aulia Frieda Nurlita Gede Jody Wikranta Kunde Gregorius Sebo Bito Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Hawali, Rebeka Filda I Dewa Ketut Sastrawidana I Gde Raju Sathya Murti I Gusti Ayu Karla Komala Dewi I Gusti Ngurah Bayu Sucitra I Gusti Ngurah Bayu Sucitra, I Gusti Ngurah Bayu I Kadek Ardyawan Putra I Ketut Iwan Swadesi I Ketut Lasia I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Sutajaya I Made Sutawijaya I Made Wirta I Nyoman Adi Susrawan I Nyoman Retug I Putu Eka Indrawan I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Yoga Laksana I Wayan Ade Yantika I Wayan Karyasa I Wayan Kertih I Wayan Lasmawan I Wayan Muderawan I Wayan Mudianta I Wayan Redhana I Wayan Widyastama I Wayan Wirjanata I. K. Sudiana Ida Bagus Made Astawa Ida Bagus Putu Arnyana Ida Ermiana Irma Mulyani Julhidayat Muhsam Kadek Ayu Astiti Kadek Ayu Astiti Kadek Idha Suarmayanti Ketut Suma Komala Dewi, I Gusti Ayu Karla Komang Melina Dewi Komang Wiratama, Gst. Ngurah Kunde, Gede Jody Wikranta Lalu Hamdian Affandi laxmi zahara Lestari, Ayu Putu Intan Yulia LUH MADE DWI WEDAYANTHI Luh Nitra Aryani Luh Putu Ratna Sundari Made Astawa, Ida Bagus Made Budiawan Made Kurnia Widiastuti Giri Made Sutajaya Mahsup, Mahsup Marthen Reda Boro Mijahamuddin Alwi Mujiburrahman Mulyani, Irma Nasar, Ismail Nasar, Ismail Nengah Kadek Selamet Ni Komang Astri Mahyuni Ni Komang Cindy Pratiwi Himawanti Ni Luh Yuni Ari Pratiwi Ni Made Ari Saputri Ni Made Ary Suparwati Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Meliyawati Ni Made Putri Dwi Apriliani Ni Made Wersi Murtini Ni Made Wiratini Ni Made Yuniari Ni Putu Dian Utami Dewi Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Ellys Sucitha Dewi Ni Putu Feni Sukmawati Ni Putu Winni Widiastuti Ni Putu Wulan Pratami Dewi Ni Wayan Sri Prabawati Kusuma Dewi Ni Wayan Sumartini Ntelok, I. F. Numertayasa, I Wayan Nurlita, Frieda Nyoman Ayu Putri Lestari Nyoman Retug Pangga, Dwi Pascalian Hadi Pradana Poerwati, Christiani Endah Pratiwi, Ni Luh Yuni Ari Putu Eka Sukma Diantari Putu Krisna Dewi Reda Boro, Marthen Rosmayuni, Anak Agung Ayu Putri Rosmita, I Gusti Ayu Agung Mas S. Haryani S.Pd. I Kd. Happy Kardiawan . S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Saraswati, Luh Putu Ananda Saraswati, Regina Sepnita Lestari Yanti, Ni Putu Sinta Javani Sofia Idawati Lubis Suardana, I. N. Suardiati Putri, Ni Sugiantara, I Putu EKa Sukroyanti, Baiq Azmi Supriani, Ni Made Sutaja, I Made Sutajaya, Made Suwadarma, K W Syamsiar, Syamsiar Tjokorda Gde Putra Wirama Wadi, Hairil Wahjoedi Wayan Eka Swarjawa, I Wisnu, I Komang Wisnu Budi Wijaya Wulan Pratami Dewi, Ni Putu Yoni, Anak Agung Sri