Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Avatara

ANALISIS KELAYAKAN KUALITAS LEMBAR KERJA PERSERTA DIDIK (LKPD) MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X SEMESTER 1 DI SMA NEGERI KABUPATEN SIDOARJO NUR TARSILA, HANIF; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sistem pendidikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sering dijadikan guru sebagai penunjang pencapaian kompetensi peserta didik dan mencapai tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan suatu perangkat pembelajaran, salah satunya berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar yang efektif. Pemahaman tentang Lembar Kerja Peserta Didik yang diterbitkan penerbit swasta sangat penting dilakukan analisis kelayakan kualitasnya. Hal ini berarti LKPD yang digunakan sebagai pegangan wajib peserta didik saat ini, guru hendaknya mempertimbangkan analisis kelayakan kualitasnya sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana kelayakan kualitas kelengkapan komponen, kelayakan kualitas isi/materi, kelayakan kualitas fisik/kegrafisan, dan kelayakan kualitas bahasa LKPD Mata Pelajaran Sejarah yang dapat digunakan di SMA Negeri Kabupaten Sidoarjo.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, karena selain mendeskripsikan bagaimana kelayakan kualitas terhadap LKPD mata pelajaran sejarah Indonesia kelas X semester 1 di SMA Negeri Kabupaten Sidoarjo, kelayakan kualitas tersebut juga akan diprosentasikan dalam bentuk angka. Untuk mengetahui bagaimana kelayakan kualitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mata pelajaran sejarah Indonesia, peneliti menggunakan kuesioner sebagai instrumen serta wawancara dan dokumentasi untuk melengkapi hasil wawancara tersebut.Data diperoleh dari hasil wawancara, kuesioner dan dokumentasi ditiga sekolah yakni SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 4 Sidoarjo dan SMAN 1 Wonoayu dengan jumlah responden sebanyak 105 peserta didik pada jenjang kelas X semester 1. Analisis kelayakan kualitas LKPD dilakukan pada tiga penerbit yakni CV. Tuntas Graha Pustaka Surakarta, PT. Intan Pariwara Yogyakarta dan CV. Viva Pakarindo Klaten. Data diolah dengan melakukan pengelompokan menjadi tiga kelas yakni kurang baik, baik dan sangat baik. Hasil olah data kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan hasil berupa tabel prosentase.Hasil penelitian menunjukkan kelayakan kualitas LKPD terhadap Mata Pelajaran Sejarah Indonesia kelas X semester 1 yang digunakan di SMA Negeri Kabupaten Sidoarjo memiliki nilai rata- rata kelayalan kualitas yang di terbitkan CV. Viva Pakarindo Klaten sebesar 60,27% (kurang baik), berbeda dengan nilai rata- rata kelayakan kualitas terbitan CV. Tuntas Graha Pustaka Surakarta yakni sebesar 77,85% (baik) dan nilai rata- rata kelayakan kualitas terbitan PT. Intan Pariwara Yogyakarta yakni sebesar 99,9% (sangat baik). Selain itu juga dilihat dari penilaian keterbacaan materi LKPD oleh peserta didik dalam perolehan skor rata- rata sebesar 81,6% dan penilaian keterbacaan bahasa LKPD perolehan skor rata- rata sebesar 80,7% dari ketiga LKPD mata pelajaran sejarah Indonesia dinyatakan baik.Kata Kunci: Kualitas LKPD Sejarah Indonesia Kelas X Semester 1, Aspek kelengkapan komponen, Aspek isi/materi, Aspek fisik/kegrafisan, Aspek bahasa
ANALISA TINGKAT KESULITAN SOAL LATIHAN USBN 2019 MELALUI APLIKASI ANATES PUTRI HIDINIA, DELLA; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi telah memberikan dampak yang positif dan negative bagi setiap umat manusia. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi membuat tidak adanya batasan antar sesama manusia untuk berkomunikasi. Perkembangan ilmu dan teknologi membuat tidak adanya batasan antar sesama manusia untuk berkomunikasi. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi membawa manusia ke arah persaingan nasional maupun internaisonal. Salah satu cara yang ditempuh suatu negara dengan meningkatkan kualitas sumber daya menusia. Sumberdaya manusia yang berkualitas berakar dari kualitas pendidikan.Berdasarkan dokumentasi yang dilakukan penulis, penulis ingin menulis tentang Analisa Tingkat Kesulitan Soal Latihan USBN 2019 Melalui Aplikasi Anates ini adalah karena pada tahun kemarin beberapa media online memberitakan tentang bagaimana sulitnya soal UN maupun UNBK HOTS.Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data berupa dua paket berbeda latihan USBN. Serta teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. dimana peneliti mendapatkan soal latihan dari guru. Teknik triangulasi digunakan untuk menguji keabsahan data. Dari hasil penelitian, menurut siswa soal sulit merupakan soal yang tidak umum dan tidak diajarkan di kelas. Tentunya soal ini bukan soal yang bertipe hafalan. Serta soal-soal ini bukan materi kelas satu SMA yang bisa dihafal dengan mudah. Soal sulit ini menurutnya soal yang menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.Untuk kategori soal sedang, menurut siswa soal sedang disini soal yang tidak susah maupun tidak mudah. Jadi ditengah-tengah. Soalnya biasanya bukan yang bertipe hafalan maupun menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lain.Untuk kategori mudah, menurut siswa disini soal yang factual atau bisa dihafalkan serta bisa ditebak jawabannya. Bisa ditebak disini maksudnya soal ini soal-soal menjodohkan antara satu pernyataan dengan pernyataan lain.Kata Kunci : Kesulitan soal, Latihan Soal USBN.
PENGELOLAAN HUTAN DI JAWA DAN MADURA: KAJIAN TENTANG KEBIJAKAN EKSPLOITASI HUTAN TAHUN 1913-1932 NUR AFIFAH, IMROATUN; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama tahun 2000-2009, deforestasi yang terjadi di Jawa mencapai 60,64% dan merupakan yang tertinggi dibandingkan pulau lain di Indonesia. Selain mengganggu daur karbon, deforestasi dan degradasi hutan di Jawa dan Madura menyebabkan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi kritis. Pengelolaan hutan di Indonesia (Nusantara), terutama di Jawa dan Madura sebenarnya sudah mulai mendapat perhatian sejak masa pemerintahan Daendels, terutama dalam bidang rehabilitasi hutan. Namun karena masalah prioritas dan kondisi politik saat itu, program rehabilitasi hutan berjalan lambat. Dan pada tahun 1927, pemerintah kolonial mengeluarkan UU Kehutanan untuk Pulau Jawa dan Madura yang dinamakan Boschordonnantie voor Java en Madoera 1927 (Ordonansi Hutan untuk Jawa dan Madura 1927).Adapun masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Mengapa pemerintah kolonial Hindia Belanda mengganti Reglemen Hutan 1913 dengan Boschordonnantie voor Java en Madoera 1927 (Ordonansi Hutan untuk Jawa dan Madura 1927)? dan (2) Bagaimana efektivitas kebijakan eksploitasi hutan di Jawa dan Madura tahun 1927-1932?. Dalam menjawab rumusan tersebut, peneliti menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah pemerintah kolonial mengganti Reglemen Hutan 1913 karena dua masalah, yaitu terkait masalah konversi hutan dan akses masyarakat terhadap hutan. Sedangkan terkait efektivitas kebijakan eksploitasi hutan selama 1927-1932, Ordonansi Hutan untuk Jawa dan Madura 1927 dapat dikatakan tidak efektif karena pembatasan akses masyarakat terhadap hutan ternyata tidak berhasil mengurangi kasus pelanggaran hutan secara signifikan.Kata kunci: Pengelolaan Hutan, Eksploitasi Hutan.
STUDI DESKRIPTIF PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KHASANAH, ISWATIN; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Programme for International Student Assessment (PISA) menyebutkan bahwa hasil studi tahun 2009 menempatkan peserta didik Indonesia pada peringkat bawah 10 besar dari 65 negara peserta PISA. Sedangkan Global Institute menunjukkan hanya 5% peserta didik Indonesia yang mampu mengerjakan soal penalaran berkategori tingkat tinggi, sedangkan peserta didik dari Korea mencapai 71%. Perkembangan zaman, menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional untuk mewujudkan masyarakat yang mampu berdaya saing, salah satunya dapat dilakukan dengan pembelajaran yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah rancangan pembelajaran guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik; (2) Apakah pelaksanaan pembelajaran guru telah mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik; dan (3) Apakah evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru telah mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa rancangan pembelajaran dalam bentuk RPP sudah mengarah dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dengan persentase kelayakan RPP SMAN 13 Surabaya sebesar 74% dan SMAN 16 Surabaya sebesar 76%. Pelaksanakan pembelajaran telah mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis. Dan untuk soal evaluasi pembelajaran, keduanya dapat digunakan tanpa revisi dengan persentase kelayakan SMAN 13 Surabaya sebesar 80% dan SMAN 16 Surabaya sebesar 85,71 %. Meskipun begitu, secara keseluruhan substansi soal evaluasi keduanya belum mengarah pada berpikir kritis. Soal evaluasi SMAN 13 Surabaya, hanya memberikan stimulan sampai tingkat mengingat, memahami dan mengevaluasi dengan 26 soal pilihan ganda (74,28%) termasuk dalam aspek interpretasi berpikir kritis Facione. Sedangkan soal evaluasi SMAN 16 Surabaya, hanya memberikan stimulan sampai tingkat memahami dan menjelaskan dengan 16 soal pilihan ganda (64%) termasuk dalam aspek interpretasi, analisis, dan inferensi berpikir kritis Facione. Kata Kunci: Rancangan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, Berpikir Kritis
KONFLIK IDEOLOGI SOEKARNO DAN KARTOSOEWIRJO, 1923-1962 DZATIYAH HUDA, MAHBUB; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soekarno dan Kartosoewirjo adalah dua tokoh pergerakan yang sangat hebat. Kedua tokoh ini bahkan sama-sama pernah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun dengan ideologi yang berbeda. Yaitu, negara Indonesia Soekarno dengan asas nasionalisimenya dan negara Indonesia Kartosoewirjo dengan asas pan islamismenya. Namun jika dilihat dari sejarahnya, Soekarno dan Kartosoewirjo merupakan teman satu kos saat mereka tinggal di Rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Soekarno dan kartosoewirjo tidak hanya tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tetapi juga berguru pada H.O.S. Tjokroaminoto. Oleh karena itu muncul pertanyaan bagaimana Soekarno dan Kartosoewirjo bisa berbeda ideologi, dan bagaimana konflik diantara keduanya. Berdasarkan dengan latar belakang tersebut, maka diperoleh beberapa rumusan masalah yaitu 1). Bagaimana proses eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi Soekarno dan Kartosoewirjo dalam perkembangan ideologi di Indonesia. 2). Bagaimana dampak dari hasil proses eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi Soekarno dan Kartosoewirjo dalam perkembangan ideologi di Indonesia. Berdasarkan dengan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dan dampak dari hasil eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi Soekarno dan Kartosoewirjo dalam perkembangan ideologi pada masa itu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa meskipun pemikiran Soekarno dan Kartosoewirjo sama-sama dipengaruhi oleh H.O.S. Tjokroaminoto, namun ideologi yang dipegang berbeda. Perbedaan tersebut dikarenakan proses internalisasi yang mereka alami berbeda. Soekarno kemudian memilih memegang ideologi nasionalisme dan Kartosoewirjo memilih memegang ideologi Islam. Dalam konflik diantara mereka juga terdapat dramaturgi dibelakangnya. faktor pertemanan masalalu masih mereka bawa dalam konflik mereka.Kata Kunci: Konflik Ideologi antara Soekarno dan Kartosoewirjo, 1923-1964
RESPON GURU DAN SISWA SMA DI KABUPATEN TUBAN TERHADAP PENGELOLAAN MUSEUM KAMBANG PUTIH SEBAGAI SUMBER LITERASI SEJARAH DAN BUDAYA SERTA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER , INDARTI; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini masyarakat Indonesia kurang memiliki kesadaranterhadap pentingnya peranan museum sebagai pendidikan, padahal di dalam museum itu sendiri terdapatbenda-benda peninggalan sejarah yang dapat digunakan untuk mengetahui sejarah dan budaya bangsa kita sehinggabisa membentuk karakter yang baik bagi generasi penerus. Hal ini juga berlaku terhadap Museum Kambang PutihTuban yang kurang dimanfaatkan untuk sarana pendidikan, oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimanarespon guru dan siswa terhadap pengelolaan Museum Kambang Putih sebagai tempat literasi sejarah dan budayaserta penguatan pendidikan karakter.Penelitian ini termasuk dalam penelitian kulitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, karena selainmendeskripsikan bagaimana respon guru dan siswa SMA di Kabupaten Tuban terhadap pengelolaan museum respontersebut juga akan diprosentasikan dalam bentuk angka. Untuk mengetahui bagaimana respon guru dan siswa SMApeneliti menggunakan angket sebagai instrumen serta wawancara dan dokumentasi untuk melengkapi hasilwawancara tersebut.Dari hasil wawancara tersebut 123 siswa dari empat sekolah di Kabupaten tuban 122 siswa diantaranyamengatakan bahwa Museum Kambang Putih dapat digunakan sebagai tempat literasi dan pendidikan karakter,karena di museum sendiri terdapat banyak benda koleksi peninggalan sejarah mulai dari masa pra aksara sampaimasa kolonial. Selain itu juga terdapat koleksi alat musik tradisional dan batik serta alat untuk membuatnya.Sedangkan satu siswa lainnya mengatakan bahwa belajar sejarah bisa dilakukan dimana saja tidak hanya di museum.Untuk fasilitas juga sudah cukup baik, bersih dan penataan koleksi disesuaikan dengan masa untukmemudahkan siswa mempelajari sejarah, ruang pameran benda yang cukup luas. Walaupun belum sepertimuseum-museum di kota tetapi Museum Kambang Putih sudah nyaman jika digunakan sebagai tempat untukpembelajaran.Sedangkan respon daru guru, empat guru yang menjadi responden dua diantaranya memberikan responyang positif pula sedangkan dua lainnya ada yang megatakan kurang baik dan kurang tau bagaimana pengelolaanMuseum Kambang Putih kambang Putih. Untuk respon positif guru tersebut megatakan bahwa museum sudahmemiliki fasilitas yang baik serta koleksi yang mendukung untuk pembelajaran dan literasi. Sedangkan responnegatif karena menurut guru tersebut museum Kambang Putih koleksinya masih sedikit, padahal di museum sendirimemiliki lebih dari 5000 benda koleksi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembelajaran karena mewakili dariberbagai priode masa di Indonesia. Kata kunci : pengelolaan museum kambang putih, literasi, pendidikan
PERKEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN LAMONGAN : HISTORISITAS DARI WISATA SEKTORAL KE WISATA TERPADU TAHUN 2000 – 2010 YOGA YULIYANTO, AFIF; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pariwisata sektoral Kabupaten Lamongan yang kurang berkembang pada tahun 1999 ? 2000 membuat sektor ekonomi masyarakat sekitar daerah pariwisata tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Dua obyek pariwisata di pesisir pantai utara jawa, yakni Goa Maharani dan Tanjung Kodok merupakan potensi Kabupaten Lamongan dari sektor pariwisata yang seharusnya bisa lebih dikembangkan. Maka melalui Visi Misi Bupati Lamongan, H.Masfuk, salah satu sektor yang dikembangkan adalah pariwisata. Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Lamongan selama Bupati Masfuk menjabat tahun 2000 ? 2010, membawa dampak secara ekonomi,sosial,dan budaya bagi masyarakat sekitar daerah pariwisata maupun bagi Kabupaten Lamongan pada umumnya.Berangkat dari latar belakang tersebut, dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana historisitas pergeseran dari wisata sektoral menuju ke wisata terpadu tahun 2000 ? 2010 ?; (2) Bagaimana dampak pengembangan wisata terpadu pada Kabupaten Lamongan ?; (3)Bagaimana dampak pengembangan wisata terpadu terhadap kehidupan ekonomi,sosial,dan budaya masyarakat sekitar daerah pariwisata terpadu ? Berdasarkan rumusan masalah yang ada peneliti kemudian melakukan penelitian untuk mencari jawaban dari setiap rumusan masalah yang telah dikemukakan.Kata Kunci: Perkembangan, Pariwisata, Kabupaten Lamongan, Terpadu
PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO UNTUK PENGUATAN KEMAMPUAN FAKTUAL SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH NURHAMIDIN, FAUZAN; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan faktual siswa pada mata pelajaran Sejarah dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan yang menggunakan media interaktif permainan Kartu Domino. Penelitian ini dilakukan di MA Negeri 1 Kota Madiun pada siswa kelas XI IPS tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa desain penelitian Quasi Experimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Penilaian tingkat pengetahuan faktual siswa didapatkan melalui uji soal pre-test dan pos-test yang dilakukan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa penggunaan media permainan kartu Domino dalam pembelajaran. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penguatan pengetahuan faktual siswa kelas yang menggunakan kartu Domino sebagai media dalam pembelajaranKata Kunci: Pengetahuan Faktual, Kartu Domino
SEJARAH LOKALISASI SEMAMPIR KOTA KEDIRI TAHUN 1960 – 2016 HENDRA SUKMANA, RAHMADHANI; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prostitusi merupakan perilaku menyimpang dan dapat mengakibatkan penyakit sosial yang berada di masyarakat. Praktik prostitusi sering terjadi dan berada di negara se-dunia salah satunya berada di Indonesia. Profesi prostitusi di lingkungan masyarakat yang berada di Indonesia sudah sejak lama keberadaannya. Mulai sejak jaman kolonialisme Belanda hingga Indonesia Merdeka, prostitusi semakin berkembang. Perkembangan prostitusi di Indonesia telah menyebar di penjuru ? penjuru kota maupun desa. Perkembangan prostitusi di Indonesia ini salah satunya juga berada di kelurahan Semampir, kecamatan Kota, Kota Kediri.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah komplek prostitusi di lokalisasi semampir Kota Kediri tahun 1960?. (2) Bagaimana dampak penutupan komplek prostitusi di lokalisasi Semampir kota Kediri tahun 1998 hingga proses penggusuran tahun 2016? Dalam melakukan analisis terhadap data ? data yang sudah diperoleh digunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil dari penelitian ini ialah prostitusi di Kota Kediri berawal dari di taman hiburan alun ? alun Kediri. Seiring berjalannya waktu pada tahun 1960 terdapat kebijakan walikota Kediri untuk memindahkan para prostitusi liar di Kelurahan Semampir. Pada tahun 1960 keatas para prostitusi mengalami perkembangan di komplek lokalisasi Semampir. Perkembangan komplek pelacuran di kelurahan Semampir terjadi penutupan pada tahun 1998 oleh PERDA Kotamadya. Setelah penutupan komplek prostitusi di kelurahan Semampir, para warga lokalisasi Semampir secara illegal berdiri sendiri. Penutupan lokalisasi di kelurahan Semampir secara illegal itu mengalami perkembangan lagi seperti sebelumnya. Pada akhirnya walikota Kediri yang dijabat oleh Bapak Abdullah Abu Bakar. SE memperoleh kebijakan dengan menggusur komplek lokalisasi Semampir pada tahun 2016.Kata Kunci: Sejarah Komplek Lokalisasi Prostitusi di Semampir Kota Kediri.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING METODE BRAINSTORMING TERHADAP HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI IIS DI SMA MUHAMMADIYAH 10 SURABAYA NINDA LAILATUL FAIDA, PUTRI; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kualitas pendidikan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya inovasi metodepembelajaran disetiap mata pelajaran terutama mata pelajaran sejarah, mata pelajaran sejarah adalah salah satu matapelajaran yang paling tidak diminati oleh siswa, menurut survey infografik lembaga pendidikan online Zenius. Hal inidisebabkan karena mata pelajaran sejarah selama ini hanyabterfokus pada hafalan dan terkesan sangat membosankan. Halyang menarik untuk diteliti dari permasalahan tersebut adalah (1) Adakah perbedaan high order thinking skills kelaseksperimen dengan menggunakan model pembelajaran active learning metode brainstorming dengan high order thinkingskills pada kelas kentrol dengan menggunakan pendekatan saintifik? (2) Berapa besar perbedaan pengaruh penerapanmetode pembelajaran Brainstorming dalam kelas eksperimen dengan pendekatan saintifik dalam kelas kontrol terhadaphigh order thinking skills?. Adapun hasil dari penelitian tersebut adalah terdapat sebuah perbedaan yang diketahui melaluiuji t-test perbedaan tersebut dapat dilihat dalam aspek kognitif yang memperoleh sig 0.000, yang artinya terdapatperbedaan antara kelas eksperimen dengan metode brainstorming dan kelas kontrol dengan pendekatan saintifik denganperbedaan antara 4.30846 sampai 9.46077, perbedaan tersebut juga dapat dilihat melalui uji n-gain dimana kelaseksperimen mendapatkan skor 60% dan kelas kontrol mendapatkan skor 48%.Kata Kunci: Model Pembelajaran Active Learning, Metode Brainstorming, HOTS
Co-Authors , LINDRIASTUTI ., Sarmini A, Dhimas Adityasmara, Dhimas Ali Imron AMINUDDIN KASDI Anindita Surya Mahanani Anindya, Salsa Anis Nurhayati Annas Waladul Mufid, M. Khoirul Ariani Hesti Wulan Arif, Syahrizal Artatila, Mayangsari BAYU SEGARA PUTRA, GEDE Budi Utomo, Anang Damayanti, Tifani Aviva Defit Ekawati Dewi Saraswati Dhimas Adhityasmara Dias Alvy Pratama Djahilape, Sari R. DWI MEKARSARI, RIRIS Dyah Pratiwi, Arini DZATIYAH HUDA, MAHBUB Eka Susanti Eka Susanti Hanhadyanaputri EM, Uning Riningsih Ervina Halit Fahmi, Muhammad Qoiri Faiza, Maya Nurani GURNIWAN KAMIL PASYA, GURNIWAN KAMIL H.P., Eka Hanandi, Afwin Hanhadyanaputri, Eka Susanti Hanugalih Hanugalih, Hanugalih Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harni Pebriani, Tris Harni, Tris HENDRA SUKMANA, RAHMADHANI HENDRATNO Henri Perwira Negara, Henri Perwira Hesti W, Ariani Hesti Wulan S, A. Ariani Hesti Wulan S., A. Ariani Hesti Wulan, Hesti Hidayat, Rachmad Agus Indah Sulistyarini Indari INDARTI Indra Tejamukti Intan Martha Cahyani, Intan Martha Jacky, M Jacky, M Jon Abraham Lalang Yame Katon Galih Setyawan Ketut Prasetyo Khakim, Moh Lukman KHASANAH, ISWATIN Khasanah, Luthfiyatul Kresnawati, Yani Kurnia Imtichatus Sholichah Kusni Kusni Kusnul Khotimah Lina Roesmawati Luthfiyatin, Luthfiyatin M Jacky M Jacky M. Jacky M. JACKY M. Turhan Yani Maghsyuroh, Risdyah Khurum Mahanani, Anindita Surya MALIK HADI PRAJA, NUR Martha C, Intan Martha Cahyani, Intan Marzuqi, Muhammad Ilyas Maskur, Rini Maulana, Yudistira Rizki Maya Nurani Faiza Melisa Melisa Mohamad Sulthoni Mufid, M. Khoirul Annas Waladul Muhammad Qoiri Fahmi Muhammad Turhan Yani Muttaqien, Arif Rahman Na'imah, Zaidatun Nabilah, Shafa Rizqi Nandawati, Almania Nasution, Nasution Nia Dewi Kumalasari NINDA LAILATUL FAIDA, PUTRI Niswatin Nuansa Bayu Segara Nugroho Hari Purnomo NUR AFIFAH, IMROATUN NUR AINI, SHEERLY Nur Azizah Dwiyani Nur Habibah NUR TARSILA, HANIF Nur Zakiyatul Fakhiroh Nurasita, Putri Intan NURHAMIDIN, FAUZAN Nurhayati, Anis Pebriani, Tris Harni Prastiyono, Hendri Prastyono, Hendri Pratama, Cindy Arinda Diah PUJI RAHAYU, EGA Purwadi, Sarosa Purwantini, Dety PUTRI HIDINIA, DELLA Rachmad Agus Hidayat Raden Mohamad Herdian Bhakti Rendianto, Fakrul Aldi Rendy A.P, Dwi Bagus Rininingsih, Uning Roesmawati, Lina Roesminingsih Roesminingsih Roesminingsih, Roesminingsih Rusmi, Salsabila Rafidah Ulfah Salsa Anindya Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Selta Agatha Z, Vicky SEPTINA ALRIANINGRUM Setyawan, Achmad Dicky Setyawan, Katon Galih Setyawan, Katon Galih Setyo Trisnadi Sindy Dwi Jayanti Siti Masruroh Sugeng Harianto SUGENG HARIANTO Sukma Perdana Prasetya Sulistiani, Dian Sulthoni, Mohamad Sumarno . Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Supriadi, Andika Susanti Hanhadyanaputri, Eka Suwarmi Suwarmi Suwarmi, Suwarmi Syahrizal Arif Syamsul Arifin Syawaldi, Rizky Bilal Tejamukti, Indra Trisa, Yosi Trisa, Yosi W, Ariani Hesti Wahyu Setiawan Waspodo Tjipto Subroto Windika, Ivenna Salsa Wisnu Wisnu wisnu wisnu, wisnu Wisnu, Mr Wiwik Sri Utami Wulan S., A. A. Hesti YOGA YULIYANTO, AFIF Yosi Trisa Yosi Trisa Yudianto, Galang Rizqullah Yuliatin yuliatin Yuliatin Yuliatin Yullia Susilaningtyas