Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami peran sinematografi, khususnya teknik handheld camera, dalam membangun kekuatan dramatik pada film horor Indonesia. Film Trah dipilih sebagai objek kajian karena menghadirkan perpaduan tema budaya lokal dengan visualisasi horor yang intens. Teknik handheld dipandang memiliki kontribusi besar dalam menciptakan suasana realis, emosional, serta kedekatan penonton dengan karakter.Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis scene penting pada film Trah. Peneliti berperan sebagai Director of Photography (DoP) untuk mengamati perencanaan visual, penggunaan teknik handheld, serta implikasinya terhadap empat unsur dramatik, yaitu curiosity, suspense, conflict, dan surprise. Data dikaji dengan menghubungkan teori sinematografi dengan praktik produksi, serta membandingkannya dengan tren film horor Indonesia lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa handheld camera mampu memperkuat keterhubungan emosional penonton dengan karakter melalui gerakan kamera yang dinamis dan imersif. Adegan curiosity, suspense, conflict, dan surprise semakin hidup karena penggunaan handheld yang terencana, bukan sekadar gaya visual semata. Temuan ini menegaskan bahwa handheld dapat menjadi strategi artistik dalam memperkuat dramatik sekaligus membangun identitas film horor Indonesia. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sinematografi berbasis handheld memiliki potensi besar untuk terus dieksplorasi, baik dalam konteks akademik maupun praktik industri film