Articles
PEMIKIRAN SISWA KETIKA MENYELESAIKAN SOAL-SOAL TEXTBOOK DAN REAL-WORLD
Yeyehn Dwi Sugara;
Sutopo Sutopo;
Eny Latifah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 11: November 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.892 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i11.10227
The study aimed to find students’ ideas in solving oscillation harmonic motion, spesifically frequence of mass-spring system. The study conducted on 36 students in one of Malang state high school. Multiple choice with reason were used as instrument. The result show that most of students were more expert on solving texbook problem than real-world problem. Most of students’ argument on real world problem were not relevant. The dificculty was not caused by students’ blank slate but by recalling failed.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran-pemikiran siswa dalam menyelesaikan persoalan terkait gerak osilasi, khususnya pada topik frekuensi sistem pegas-massa. Penelitian dilakukan di salah satu SMA Negeri di Malang dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Penelitian dilakukan dengan memberikan soal-soal pilihan ganda beralasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih mahir dalam menyelesaikan soal textbook dibandingkan soal-soal real-world. Argumen yang dipaparkan siswa pada soal-soal real-world kebanyakan tidak relevan dengan persoalan yang diberikan. Kesulitan siswa ini bukan karena siswa tidak memiliki pengetahuan terkait dengan persoalan, namun karena gagal memanggilnya.
Analisis Penguasaan Konsep Siswa pada Materi Fluida Statis
Muhamad Bahar Sofiuddin;
Sentot Kusairi;
Sutopo Sutopo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 7: JULI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (525.321 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i7.11369
Abstract: This study aims to describe mastery of high school students concept on static fluid material. The method used is descriptive analysis. Data were taken from 69 students of MAN 1 Tulungagung 12th grade. The instrument consists of nine items of multiple choice test with reason. The result of the analysis shows that the students' mastery of concept on static fluid material is good with average value of 63.45. Students have some difficulty especially at the hydrostatic pressure of a system that has different room. Almost students are difficult when comparing the bouyant force an object under different conditions.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan konsep siswa SMA pada materi fluida statis. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Data diambil dari 69 siswa MAN 1 Tulungagung kelas XII. Instrumen berupa sembilan butir soal tes berbentuk pilihan ganda disertai dengan alasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa pada materi fluida statis tergolong baik dengan nilai rata-rata 63,45. Siswa memiliki kesulitan pada bahasan tentang tekanan hidrostatis suatu sistem yang memiliki ruangan berbeda. Serta banyak siswa mengalami kesulitan saat membandingkan gaya angkat yang dialami suatu benda pada kondisi yang berbeda.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Fluida Statis
Silvi Rosiva Rosdiana;
Sutopo Sutopo;
Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.751 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12484
Abstract: Static fluid is one of the daily life applied concept. When learn about static fluid, students needs the Critical Thinking Skills. This research was aimed to measure students’ Critical Thinking Skills on static fluids concept. This study was conducted to 11th grade students in Senior High School. The measurement methods used the Critical Thinking Assessment Test (CAT). The analysis was carried out by looking at the CTS average score. The result of the study indicate that the CTS are still relative medium. The lowest skill was found in the skill category to make a conclusion as a problem solution. Misconception became one of the low students’ CTS factor. Further research is needed to find out how to reduce misconceptions in order to enhance the students’ CTS.Abstrak: Fluida statis merupakan salah satu konsep yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mempelajari fluida statis, siswa di sekolah membutuhkan penguasaan Kemampuan Berpikir Kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Kemampuan Berpikir Kritis siswa pada materi fluida statis. Penelitian ditujukan kepada kelas XI SMA. Metode pengukuran menggunakan tes penilaian kemampuan berpikir kritis. Analisis dilakukan dengan melihat nilai rata-rata KBK. Hasil penelitian menunjukkan adanya hasil KBK yang tergolong sedang. Kemampuan paling rendah terdapat pada kategori kemampuan merumuskan masalah. Rendahnya kemampuan tersebut disebabkan oleh adanya miskonsepsi pada siswa. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui bagaimana cara mengurangi miskonsepsi agar Kemampuan Berpikir Kritis siswa dapat berkembang dengan baik.
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Materi Optika Geometri
Zidni Ansori;
Wartono Wartono;
Sutopo Sutopo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (673.061 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i9.11536
Abstract: The purpose of this study is to determine to what extent students' problem solving skill on geometric optical topic. The method used was survey on 34 students of XI graders at SMA Negeri 9 Malang who have obtained optical geometry lesson. The average score of problem solving skill of students was 61,12, with the highest score was 184 and the lowest score was 34. The result of the research shows that students problem solving ability in the novice category is bigger than expert category,thus it needs to implement learning which improves students problem solving ability.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampaun pemecahan masalah siswa pada materi optika geometri. Metode yang digunakan dengan survei pada 34 siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang yang telah memperoleh pelajaran optika geometri. Nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 61,12 dengan nilai tertinggi adalah 184 dan nilai terendah 34. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa dalam kategori novice lebih besar daripada kategori expert, sehingga perlu diterapan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Peningkatan Penguasaan Konsep Siswa Kelas XI IPA pada Materi Suhu dan Kalor melalui Modeling Instruction
Daniar Pangastiningasih Etikamurni;
Sutopo Sutopo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.938 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i2.11935
Abstract: This research was aimed to determine the magnitude of the increase in student’s conceptual understanding through modeling instruction on temperature and heat material. The subjects of this study were students of SMAN 2 Batu in XI grade which amounted to 65 students. The research design used one group pretest - posttest design which was analyzed quantitatively. Data obtained from the pretest and posttest values are then presented in percentage and statistics. Data was presented through calculation of the average number of students in each indicator, then it was calculated statistically by using the Kolmogorov – Sminorv as normality test, Wilcoxon signed rank for difference test, then followed by N-gain test and effect size to determine the magnitude of increase and influence on variables. The results showed that there was an increase of 0.24 (low category) at the posttest value of students after modeling instruction in the class. The magnitude of the influence of modeling instruction on increasing student’s conceptual understanding is equal to 0.69 which falls into the sufficient category.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan penguasaan konsep siswa melalui modeling instruction pada materi suhu dan kalor. Subjek penelitian ini adalah para siswa SMAN 2 Batu kelas XI yang berjumlah 65 siswa. Design penelitian menggunakan one group pretest – posttest design yang dianalisis secara kuantitatif. Data diperoleh dari nilai pretest dan posttest yang kemudian disajikan dalam bentuk persentase dan statistik. Penyajian data dalam bentuk persentase didapatkan melalui perhitungan rata-rata jumlah siswa pada tiap indikator soal dan penyajian data dalam bentuk statistik diperoleh melalui beberapa pengujian, seperti uji normalitas Kolmogorov – Sminorv, uji beda Wilcoxon signed rank, kemudian dilanjutkan uji N-gain dan effect size untuk mengetahui besarnya peningkatan dan pengaruh terhadap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan sebesar 0.24 (kategori rendah) pada nilai posttest siswa setelah dilakukan modeling instruction di kelas. Besarnya pengaruh modeling instruction terhadap peningkatan penguasan konsep siswa adalah sebesar 0.69 yang masuk ke dalam kategori cukup.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA TOPIK SUHU DAN KALOR MELALUI PEMBELAJARAN COGNITIVE APPRENTICESHIP
Imam Maksum Al Maliki;
Arif Hidayat;
Sutopo Sutopo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.2, Februari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.055 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v2i2.8554
Problem solving ability is one of the necessary abilities of students in studying physics. Therefore, these capabilities need to be taught to students in a variety of topics. This study aims to explore the students’ problem solving ability on heat and temperature through cognitive apprenticeship learning. Subjects in this study were 19 students of class C2 XMIPA SMAN 9 Malang academic year 2015/2016. The research method used was embedded mixed-method experimental models. The results showed: (1) The students’ problem solving ability has increased significantly with the average N-Gain score of 0.53 (medium category), and the value of the effect size was -2.57 (very strong category); (2) The students’ problem solving ability in general have a positive change in phase useful description, physics approach, mathematical procedures, and logical progression.Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan siswa dalam mempelajari fisika. Oleh karena itu, kemampuan tersebut perlu diajarkan kepada siswa dalam berbagai topik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah siswa pada topik suhu dan kalor melalui pembelajaran cognitive Apprenticeship. Subjek dalam penelitian ini adalah 19 siswa kelas XMIPA C2 SMAN 9 Malang tahun akademik 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method embedded experimental design. Hasil penelitian menunjukkan (1) kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan signifikan dengan N-Gain skor rata-rata sebesar 0,53 (kategori sedang), dan nilai effect size sebesar -2.57 (kategori sangat kuat); (2) Kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami perubahan positif pada tahap useful description, physics approach, mathematical procedure, maupun logical progression.
Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Jurnal Belajar terhadap Penguasaan Konsep IPA Siswa
Asni Wati;
Herawati Susilo;
Sutopo Sutopo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 1: JANUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.731 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i1.10411
This study aims to examine the effect students’ mastery of science concepts that learned using guided inquiry learning aided with learning journal. This is a quasi-experimental research using the pretest-posttest control group design. The students’ mastery of science concept is increased of from the pretest to the posttest. ANCOVA test results p-value = 0.261 is greater than α = 0.05. it can be concluded that there is not difference on mastery of science concepts between students the who are taught using guided inquiry learning aided with learning journals and the students who are taught only using guided inquiry learning.Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penguasaan konsep IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan jurnal belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest-posttest control group design. Penguasaan konsep IPA siswa mengalami peningkatan dari pretes ke postes. Hasil uji ankova diperoleh p-value = 0,261 lebih besar dari α = 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tidak ada perbedaan penguasaan konsep IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan jurnal belajar dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing.
DEEP LEARNING QUESTION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA
Ismi Laili Afwa;
Sutopo Sutopo;
Eny Latifah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (625.239 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i3.6170
Design and implementation of the program Deep Learning Question DLQs for kinematics has been done. The DLQs which is applied outside the classroom is necessary to facilitate student for comprehend the concept of kinematics and record the depth of the concept of long-term memory. DLQs programs created by adobe flash software. Data were collected from pre-post test in the form multiple choice questions along with the reason, which generate quantitative and qualitative data. The result of research DLQs programs enhance students conceptual understanding.Telah dilakukan desain dan implementasi program Deep Learning Question DLQs untuk materi kinematika. DLQs yang diaplikasikan diluar kelas diperlukan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memahamkan konsep kinematika dengan baik dan merekamkan konsep tersebut secara mendalam pada memori jangka panjang. Program DLQs dikemas dengan bantuan software Adobe Flash. Data diambil dari pre-post test berupa soal pilihan ganda beserta alasannya, yang menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa penggunaan program DLQs dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa.
Analisis Penguasaan Konsep dan Kesulitan Siswa pada Materi Teori Kinetik Gas
Mimi Rohazal Yaumi;
Sutopo Sutopo;
Siti Zulaikah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 10: Oktober 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i10.12839
Abstract: The purpose of this study was to analysed conceptual understanding and difficulties (misconceptions) of students in the kinetic theory of gases. Test consisted of 9 reasoned multiple choice questions administered after students study the material. From the results of the study, students get an average score of 7.1 from maximum score of 9. Students have mastered the concept of the relationship between ideal gas state quantities (pressure, volume, temperature) and kinetic energy of ideal gases. However, students still have difficulty in determining internal energy if the number of particles changing, the average speed of ideal gases, and the application of ideal gas law to the circulatory phenomena in the heart.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan konsep dan kesulitan (miskonsepsi) siswa pada materi teori kinetik gas. Soal tes terdiri dari sembilan soal pilihan ganda beralasan yang diberikan setelah siswa mempelajari materi tersebut. Dari hasil penelitian, siswa mendapatkan skor rata-rata 7,1 dari skor maksimal 9. Siswa telah menguasai konsep hubungan antar besaran keadaan gas ideal (tekanan, volume, suhu) dan energi kinetic gas ideal. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan energi internal dengan jumlah partikel gas yang berubah, kelajuan rata-rata gas ideal, dan aplikasi persamaan keadaan gas pada fenomena peredaran darah di jantung.
PENGUASAAN KONSEP MATERI KINEMATIKA PADA SISWA SMA KELAS X DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN MULTIREPRESENTASI
Agustini Purwanti;
Sutopo Sutopo;
Hari Wisodo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 4: April, 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.551 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i4.8980
This research is a mixed methods study aiming at discovering kinematics material concept mastery on X Graders of Senior High School. The subject of this study consisted of 35 students in SMA Negeri 1 Batu. The instrument of this study was multiple choice test amounted to 20 items comprised of three materials which include rectilinear motion, parabolic motion, and circular motion which are represented by representation format. The results showed that the conceptual mastery of the three materials is confirmed improving in the average category. It indicated that multi-representation learning could improve the conceptual mastery on kinematics material.Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods yang bertujuan mengungkap penguasaan konsep materi kinematika pada siswa SMA kelas X. Subjek penelitian terdiri atas 35 siswa di SMA Negeri 1 di Kota Batu. Instrumen tes berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 butir yang terdiri atas 3 materi, yaitu gerak lurus, gerak parabola, dan gerak melingkar yang disajikan dalam berbagai format representasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penguasaan konsep pada ketiga materi mengalami kenaikan dalam kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran multi representasi dapat meningkatkan penguasaan konsep materi kinematika.