p-Index From 2021 - 2026
7.163
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik JURNAL KOLABORASI JAKPP : Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik Policy & Governance Review Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan Etika Demokrasi International Journal of Community Service Learning El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Jurnal Riset Pembangunan : Media Hasil Penelitian dan Kajian Pembangunan Daerah Jurnal Administrative Reform Jurnal Paradigma Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan jurnal syntax admiration Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Buletin Poltanesa Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional Jurnal Administrasi Publik dan Pembangunan (JPP) JPBM - Journal of Policy and Bureaucracy Management BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Action Research Literate (ARL) Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer (Rapik) Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Impresi Indonesia COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Administrasi Negara Jurnal Indonesia Sosial Sains Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Indonesian Research Journal on Education Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Social Science Academic JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Jurnal Sosial Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Regulatory Impact Analysis (RIA) terhadap Implementasi Pilar Smart Environment dalam Masterplan Smart City Kota Surabaya Irla Hadratan Iman irla; Nur Aini; Risca Amelia; Suryani; Fajar Apriani
Social Science Academic Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.10230

Abstract

Digital transformation in urban governance has encouraged local governments in Indonesia to adopt the Smart City concept as a sustainable development strategy. Surabaya City is one of the regions actively implementing the Smart City concept through Mayor Decree Number 100.3.3.3/282/436.1.2/2023 concerning the Surabaya Smart City Masterplan 2023–2026. One of the main pillars within this policy is Smart Environment, which focuses on improving environmental quality through information technology utilization, sustainable resource management, and community participation. This study aims to analyze the regulatory impacts of Smart Environment implementation on urban environmental management performance in Surabaya using the Regulatory Impact Analysis (RIA) approach. The research employs a qualitative descriptive method using regulatory documents, government reports, and scientific literature as data sources. The findings indicate that Smart Environment implementation has positively contributed to environmental governance, waste management systems, green open spaces, and environmental awareness. Nevertheless, challenges remain in terms of digital literacy disparities, institutional integration, and environmental technology infrastructure. Strengthening institutional coordination and human resource capacity is therefore essential to optimize Smart Environment implementation and support sustainable urban development.
Strategi Pengembangan Area Traffic Control System (ATCS) dalam Mendukung Smart Mobility di Kota Samarinda Zaqueena Prinanindya; Sri Sartika; Aldi Dinata Saputra; Faris Risyadi; Fajar Apriani
Social Science Academic Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samarinda faces increasingly complex urban mobility challenges, with over 1.01 million registered vehicles, only 881 kilometers of roads, and approximately 1,000 new vehicles added monthly. In response, the Samarinda City Government has implemented the Area Traffic Control System (ATCS) under the Smart City Plus Masterplan 2022–2025. This study analyzes ATCS implementation through SWOT analysis based on field data from interviews with the Head of Road Traffic Division, Samarinda Transportation Agency. Results show that of 41 mapped intersections, 26 have active ATCS cameras installed at strategic locations including Simpang Lembuswana and Fly Over Juanda. Key strengths include strong regulations and an operational control room, while weaknesses encompass insufficient human resources with no night shift rotation, inter-agency camera duplication, and lack of electronic traffic enforcement integration. The greatest opportunity lies in Samarinda’s role in the IKN Tri-City Development Plan and its AI Power City target. The recommended WO strategy prioritizes human resource development, infrastructure duplication resolution, and integrated public transport development.
Analysis of Vegetation Cover Fulfillment Strategy towards Achieving Land Quality Index in Bontang City suryadi suryadi; Cathas Teguh; Fajar Apriani
Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer (Rapik) Vol. 6 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rapik.v6i1.124

Abstract

This study examines the strategies, challenges, and collaborative efforts involved in fulfilling vegetation cover targets to support the achievement of the Land Quality Index (LQI) in Bontang City, an industrially dynamic region experiencing rapid urban growth. Using a qualitative descriptive research method, the study analyzes policy documents, spatial observations, stakeholder interviews, and secondary data to interpret how vegetation cover is managed and how governance practices influence land quality outcomes. The findings reveal that accelerated urbanization, industrial expansion, and shifting land-use patterns have contributed to fragmented vegetation cover and declining ecological connectivity across the city’s urban and peri-urban zones. Although government policies such as conservation zoning, green open space requirements, and industrial green buffer regulations formally support vegetation protection, their implementation remains inconsistent due to limited enforcement capacity, weak institutional coordination, and varied levels of compliance across stakeholder groups. The analysis also highlights significant disparities in stakeholder engagement, with farmer groups, environmental NGOs, and agricultural agencies showing high levels of involvement, while village governments and local communities demonstrate relatively low participation, indicating the need for improved environmental literacy and technical support. Results emphasize that the effectiveness of vegetation cover fulfillment and LQI improvement depends on cross-sector collaboration, ecological integration in spatial planning, and adaptive governance mechanisms. The study concludes that sustainable land management in Bontang requires not only strong regulatory frameworks but also more inclusive and coordinated stakeholder participation. A holistic, data-driven, and collaborative approach is essential for strengthening ecological resilience and ensuring long-term land quality amid ongoing urban and industrial development.
Upaya Pemajuan Kebudayaan Kalimantan Timur Oleh Pemerintah Daerah dan Pelaku Pemajuan Kebudayaan Lainnya Fajar Apriani; Bambang Irawan; Andi Nur Pratiwi Fatmala; Annisa Saskia Saputri; Rodiatul Jannah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i5.6528

Abstract

Pemajuan kebudayaan adalah upaya untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah-tengah peradaban dunia melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan. Kebijakan promosi budaya yang dirancang dan diimplementasikan oleh pemerintah regional dan nasional memainkan peran penting dalam memfasilitasi dan memperkuat pondasi budaya lokal. Kalimantan Timur, sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya, memiliki berbagai bentuk unik ekspresi budaya yang mencerminkan keharmonisan antara alam dan manusia, tradisi dan modernisasi. Upaya pemajuan kebudayaan Kalimantan Timur masih belum optimal dalam pelindungan dan pembinaan kebudayaan akibat belum adanya kolaborasi yang terjalin antar pihak secara sinergis. Pengembangan kebudayaan telah cukup terlaksana dengan baik, terkecuali pada pengayaan dimana belum adanya pelibatan Perguruan Tinggi oleh Pemerintah Daerah dalam upaya pemajuan kebudayaan yang sesungguhnya bukan mustahil untuk dilakukan. Selain itu, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan masih terhambat oleh keterbatasan anggaran dari Pemerintah Daerah. Pemajuan kebudayaan Kalimantan Timur seharusnya dilakukan melalui penguatan ekosistem pemajuan kebudayaan yang membutuhkan kolaborasi harmonis yang lebih baik antara Pemerintah Daerah dan non pemerintah, terutama para budayawan, seniman dan lembaga-lembaga kebudayaan. Hal itu dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur dengan lebih memperhatikan dan melaksanakan tugas-tugasnya dalam bidang kebudayaan sebagaimana tertuang di dalam Pasal 14 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 10 Tahun 2022.
Eskalasi Anak Berhadapan dengan Hukum Akibat Bullying di Indonesia: Sebuah Integrative Literature Review Fajar Apriani; Pipit Afrianti; Aryanti Situmorang
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8838

Abstract

Bullying pada anak tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan psikologis, tetapi juga dapat berkembang menjadi rangkaian eskalasi kekerasan yang berujung pada keterlibatan anak dalam tindak pidana atau menjadi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Penelitian ini menggunakan pendekatan integrative literature review dengan menelaah berbagai studi nasional dan internasional periode 2020–2025 untuk mengidentifikasi pola eskalasi dan faktor-faktor yang memperkuat risiko keterlibatan anak dalam tindak kriminal setelah mengalami atau melakukan bullying. Metodologi ini memperkuat validitas temuan melalui triangulasi data dari jurnal ilmiah, laporan resmi KPAI, BPHN, JPPI, SIMFONI PPA, dan pemberitaan nasional terpercaya yang dianalisis menggunakan teknik thematic analysis untuk menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme eskalasi kekerasan.  Hasil kajian mengungkap dua jalur utama eskalasi. Pertama, korban bullying berpotensi berubah menjadi pelaku kekerasan melalui mekanisme trauma aggression, yaitu akumulasi rasa takut, marah, dan tekanan emosional yang tidak tersalurkan sehingga memunculkan perilaku agresif sebagai bentuk kompensasi atas pengalaman traumatis. Kedua, anak yang sejak awal menjadi pelaku bullying menunjukkan pola agresi proaktif yang semakin menguat ketika lingkungan keluarga dan sekolah gagal memberikan batasan atau intervensi yang efektif. Faktor keluarga, dinamika sekolah, paparan konten kekerasan di ruang digital, serta normalisasi agresi dalam lingkungan sosial memainkan peran penting dalam mempercepat kedua jalur eskalasi tersebut. Kajian ini menegaskan bahwa keterlibatan anak dalam tindak pidana bukanlah fenomena instan, melainkan hasil dari kegagalan sistemik dalam memberikan perlindungan emosional, pendampingan psikososial, dan pengawasan perilaku sejak fase awal bullying. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi terpadu berbasis keluarga, sekolah, pekerja sosial, dan literasi digital untuk memutus rantai eskalasi kekerasan pada anak
PERILAKU INSES PADA GRUP FACEBOOK “FANTASI SEDARAH”: ANALISIS DISFUNGSI KELUARGA DI INDONESIA (PENDEKATAN FENOMENOLOGIS) Fajar Apriani; Pipit Afrianti; Diah Rahayu
Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera Vol. 23 No. 2 (2025): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jkss.v23i2.70131

Abstract

Incest is a serious form of sexual violence within the family because it occurs in the home, where the victim and the perpetrator live together, placing the victim in a powerless position when facing a family member. This study aims to examine the impact of incest as a sexual crime on victims and its effects on family functioning. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach and focuses on the online phenomenon of the Facebook group ‘Fantasi Sedarah’ (Incest Fantasy). Data were collected through document analysis of secondary sources, including media reports, publications from organizations working on the protection of women and children, and academic studies on sexual violence within families. The analysis combines perspectives from feminism, family sociology, psychology, and child and family social welfare. The findings show that perpetrators view victims as sexual objects and develop distorted sexual perceptions, which damage their role and responsibilities as parents. Incest leads to the breakdown of family relationships, weakens protective functions, and has wider negative social impacts. This study highlights that Indonesia’s response to incest cases remains limited, particularly in linking legal processes with victim-centered social support. So, stronger structural and cultural actions by the government are urgently needed to restore family functioning, ensure justice, and protect women and children from sexual violence
Implementasi Strategi Disperindagkop UKM Provinsi Kalimantan Timur dalam Mengoptimalkan Digitalisasi UMKM Kota Samarinda di Era Pandemi Covid-19 Sarai, Melsy Vanesa; Apriani, Fajar
Jurnal Paradigma Vol 15, No 1 (2026): JURNAL PARADIGMA
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jp.v15i1.13029

Abstract

The aim of this research is to determine the implementation of strategies for optimizing digitalization in MSMEs in Samarinda City by the East Kalimantan Province UKM Disperindagkop UKM and identify inhibiting factors in the implementation of the East Kalimantan Province UKM Disperindagkop SME strategy. The research approach used is descriptive qualitative with interactive model analysis data analysis techniques. The research results show that the implementation of the strategy by the East Kalimantan Province Disperindagkop UKM has run optimally. Digitalization is a step for the East Kalimantan Province Disperindagkop UKM in empowering MSME players in the era of the Covid-19 Pandemic. However, in its implementation there were several obstacles found in the implementation process, namely MSME players who experienced problems with the unstable internet network in certain places, there were still MSME players who chose to sell conventionally, and there were still MSME players who did not understand how to use digital technology.
DEEPFAKE-ENABLED ONLINE GENDER-BASED VIOLENCE: EVALUATING NATIONAL DIGITAL LITERACY MODULES WITH GENDER EVALUATION METHODOLOGY Suci Fitrah Syari; Fajar Apriani; Gusti Naufal Rizky Perdana
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 22(1), 2026
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v22i1.52733

Abstract

Abstract. Deepfake AI has enabled new forms of Online Gender-Based Violence (OGBV) through the manipulation of women’s images and videos into non-consensual pornographic content. This study evaluates the gender responsiveness of four 2021 National Digital Literacy Movement (GNLD) presentation modules: Digital Skills, Digital Safety, Digital Culture, and Digital Ethics, in addressing deepfake-enabled OGBV. Using directed qualitative content analysis, 279 slides were examined through four dimensions adapted from the Gender Evaluation Methodology (GEM): gender representation, response to gender-related risks, participation, and language and visuals. Findings show uneven gender responsiveness. Digital Skills provides the strongest explicit representation of women and vulnerable groups, while the other modules mainly use generalized user categories. The modules recognize several digital harms, but not as gender-specific risks; none directly addresses deepfake AI or provides gender-sensitive prevention, protection, and reporting guidance. Participation remains largely general, while neutral language and some inclusive visuals do not ensure substantive gender responsiveness. The study recommends integrating deepfake recognition, gender-sensitive safety guidance, and women’s agency. Its scholarly contribution lies in operationalizing GEM to identify gaps between general digital literacy and the gender-responsive competencies needed to address deepfake-enabled OGBV.   Abstrak. Deepfake AI telah memunculkan bentuk baru Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) melalui manipulasi gambar dan video perempuan menjadi konten pornografi nonkonsensual. Penelitian ini mengevaluasi responsivitas gender empat modul presentasi Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) tahun 2021: Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital, dalam merespons KBGO berbasis deepfake. Dengan analisis isi kualitatif terarah, 279 slide dianalisis menggunakan empat dimensi yang diadaptasi dari Gender Evaluation Methodology (GEM): representasi gender, respons terhadap risiko terkait gender, partisipasi, serta bahasa dan visual. Hasil menunjukkan responsivitas gender yang tidak merata. Cakap Digital memberikan representasi paling eksplisit terhadap perempuan dan kelompok rentan, sedangkan modul lainnya terutama menggunakan kategori pengguna yang bersifat umum. Modul-modul tersebut mengenali sejumlah risiko digital, tetapi belum membingkainya sebagai risiko spesifik gender; tidak satu pun membahas deepfake AI secara langsung atau menyediakan panduan pencegahan, perlindungan, dan pelaporan yang responsif gender. Partisipasi masih bersifat umum, sementara bahasa netral dan beberapa visual inklusif belum menjamin responsivitas gender substantif. Penelitian merekomendasikan integrasi pengenalan deepfake, panduan keamanan responsif gender, dan agensi perempuan. Kontribusi ilmiah terletak pada operasionalisasi GEM untuk mengidentifikasi kesenjangan antara literasi digital umum dan kompetensi responsif gender yang dibutuhkan untuk menghadapi KBGO berbasis deepfake.  
SURVEI PERSEPSI ORANG TUA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS MENGENAI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF: STUDI IMPLEMENTASI PERATURAN GUBERNUR KALTIM NOMOR 17 TAHUN 2023 PADA SDN DI KECAMATAN SAMARINDA KOTA Helga Gitta Belda; Fajar Apriani
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1221

Abstract

Perception is the process of receiving, interpreting, assessing, or understanding information received through the five senses. This study aims to determine the perceptions of parents of students with special needs regarding the implementation of inclusive education in Samarinda City based on East Kalimantan Governor Regulation Number 17 of 2023, using a simple quantitative descriptive method and a Likert scale with a research focus on three indicators of Walgito's perception theory, namely, indicators of absorption of stimuli, understanding, and evaluation. Respondents were randomly selected with a total of 38 people from six elementary schools in Samarinda City District and a 10 percent error rate. Data collection through questionnaires, document research, and observation. The results of the study show that parents of students with special needs have a positive perception of the implementation of inclusive education. The results of the absorption indicator for stimuli are good, but information receipt still tends to come from the environment rather than existing information media. The understanding indicator shows a very good understanding of educational development and the benefits of inclusive education. The evaluation indicator is very good, namely, the suitability of the environment and the tendency of positive perceptions from parents of students with special needs towards the implementation of inclusive education in Public Elementary Schools.
Co-Authors Adam Idris Aditya, Dina Yuni Ahmad Luthfi Aini, Ina Yatul Alamsyah, Andi Alaydrus, Anwar Aldi Dinata Saputra Ali, Zezen Zainul Andi Nur Pratiwi Fatmala Andi Rifat Andi Tenri Rawe Andini, Puspa Angreni, Dyah Kuntorini Dwi Annisa Saskia Saputri Ansyari, Herry Aryanti Situmorang Aulia Suhesty Bambang Irawan Bayu Febrianto Cathas Teguh Christin Elisabeth Simorangkir Dan Buntu Paranoan Darmawan, Ady Daryono Diah Rahayu Diana Diana Dini Zulfiani Djumadi . Ema Karisma Wati Erhandi, Trisna Fagbamila, Akinwumi Samuel Faris Risyadi Fitri Adi Ghazlina, Sonya Soraya Gusti Naufal Rizky Perdana Habhibulla, Asmara Hariati Hariati Hariati, Hariati Helga Gitta Belda Herdawati, Herdawati Hilwa, Nur Iman Surya Indarto, Kus Irla Hadratan Iman irla Izar, Miftahul Izhar, Fahri Haqqani Al Jubaidah, Jubaidah Juleha, Titin Junaidy Junaidy juraidah, juraidah Karmilasari , Vina Karmilasari, Vina Marsudi Marsudi Masjaya Mohammad Jamal Amin Muhammad Ardi, Muhammad Muhammad Yusuf Muhtadi, Rizal Ningrum, Erna Yulia Ningsih, Julia Noor, Muhadjir Nur Aini Nurani, Juli Nurhayati Nurhayati Nurrahman, Muhammad Arif Nurul Ramdanis, Sapril Octavianne, Helena Oktovianus Kondorura Paliran, Anastasia Parintik, Yan Parizudin, Parizudin Pawar , Tejaswini Permata, Cindera Pipit Afrianti Pipit Afrianti Prakoso , Cathas Teguh Pramono, Hoky Dwi Pratiwi Fatmala, Andi Nur Rahma, Ukik Aisya Rahmah Daniah Rahman, Ramadhan Aunur Raihani, Shafia Ramly, Ramly Rande, Santi Regina . Rinaldy, Muhammad Risca Amelia Rizka, Romy Ri’fat, Andi Rodiatul Jannah Rohmadi Rohmadi Rungarun Boonsayan Sabaria, Sabaria Saidi, Arbainah Sandy Dwi Prasetyo Saprudin Saida Panda Sarai, Melsy Vanesa Sari, Eka Nofia Sari, Novalin Delvia Selamet, Sutrimo Selviana Selviana Setiawan, Rivan Setyawati , Rinda Sri Hayati, Sri Sri Sartika Suci Fitrah Syari Sugiansyah, Muliady Supriadi Supriadi Suraya, Rizky Suryadi Suryadi suryadi suryadi Suryani Susi Ratnawati Susilo Utomo , Heryono Sutadji Sutadji Thalita Rifda Khaerani Widiarsih, Sunyk widya astuti Yan Malissa, Alfius Yuliana Yulita Kusuma Lestari Yusuf Yusuf Zaqueena Prinanindya