Articles
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA
., Ni Wayan Nopi Adnyani;
., Drs. I Ketut Gading,M.Psi;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5651
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran non kooperatif, (2) perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah, dan (3) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Subyek penelitian ini adalah kelas IV di SD Negeri 4 Manukaya tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 57 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner untuk mengukur motivasi berprestasi dan tes untuk mengukur hasil belajar IPS. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji Anava AB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas IV di SD Negeri 4 Manukaya, hal ini dibuktikan dengan nilai (F=4,393; p
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING (SRL) TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF IPA PADA SISWA KELAS IV SEMESTER II DI GUGUS I KECAMATAN BUSUNGBIU TAHUN PELAJARAN 2014/2015
., Putu Elsa Yulian Vitriani Giri;
., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5653
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan metakognitif antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 137 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 3 Busungbiu yang berjumlah 25 orang dan siswa kelas IV SD No. 4 Busungbiu yang berjumlah 25 orang. Data hasil pengetahuan metakognitif IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan metakognitif IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata pengetahuan metakognitif IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) adalah 33,2 lebih besar dari rata-rata pengetahuan metakognitif IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 26,04. Hal ini berarti penerapan model Self Regulated Learning (SRL) berpengaruh terhadap pengetahuan metakognitif IPA siswa kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : model Self Regulated Learning (SRL), pengetahuan metakognitif IPA This study aimed to know the differences of metacognitive between students who joined the learning process by using Self Regulated Learning (SRL) and students who joined the learning process by using conventional model at the second semester of grade four in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015. This study belonged to quasi experimental research. The population of this study was 137 students at the second semester of grade four in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015. The sample of this study was 25 students of grade four at SD No. 3 Busungbiu and 25 students of grade four at SD No. 4 Bususngbiu. The instruments used in collecting the data of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course was written test in the form of essay. The data were analyzed by using descriptive and inferential statistic (t-test formula). The results shows that there is significant difference between students who are taught by using Self Regulated Learning (SLR) and students who are taught by using conventional model. It is also obtained that the mean of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course that uses Self Regulated Learning (SLR) was 33. 2 and the mean of of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course that uses conventional model was 26.04. It means that Self Regulated Learning (SLR) affects the Natural Science (IPA) metacognitive knowledge of grade four students in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015.keyword : self regulated learning models, metacognitive knowledge, science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP SOSIAL SISWA KELAS V
., Gede Eva Ariska Putra;
., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5735
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep dan sikap sosial siswa pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI SD di desa Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di desa Busungbiu. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD No. 3 Busungbiu sebagai kelas eksperimen dan SD No. 4 Busungbiu sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dan lembar observasi untuk mengetahui sikap sosial siswa, yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif, SPSS uji-t dan manova.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (p < 0,05), (2) terdapat perbedaan sikap sosial antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (p < 0,05), (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan sikap sosial siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep dan sikap sosial siswa pada mata pelajaran IPA kelas V di SD Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : STAD, pemahaman konsep, sikap sosial This study aims to determine whether there are significant differences between the understanding of concepts and social attitudes of students in science subjects by using cooperative learning model type STAD (Student Team Achievement Division) and conventional learning models at six graders in Busungbiu village school year 2014 / 2015.This research is a quasi-experimental with a research design “post-test only control group design”. The populations in this research were all fifth grade primary school students in Busungbiu village. Samples were students of fifth grade in SD No. 3 Busungbiu as experimental class and SD No. 4 Busungbiu as the control class. Data collection techniques using test method to determine the students' understanding of concepts and observation sheets to determine the social attitudes of students, which were analyzed using descriptive statistics, spss t-test and manova.The results showed that: (1) there is a difference between understanding the concept of a group of students that learned by cooperative learning model type STAD and a group of students that learned with conventional learning models (sig = 0.001
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD DI GUDUS XV KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
., Ni Kadek Adnyani;
., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5798
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 272 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 2 Anturan yang berjumlah 31 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Kalibubuk yang berjumlah 37 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV di SD Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Dari rata-rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Lerarning (SRL) adalah 35,77 lebih besar dari rata-rata ( ) hitung, kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 27,68. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Self Regulated Learning berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas IV semester genap di Gugus XV Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : model Self Regulated Learning (SRL), pemahaman konsep IPA This research aimed at finding the difference of science concept understanding between fourth grade of students who followed self regulated learning method adn those who followed the conventional method in even semester in Gugus XV buleleng subdistrict in the academic year of 2014/2015 the tipe of the present research is apparent experiment. The population of this research were all of the fourth grade in gugus XV buleleng subdistrict with total number 272 people in academic year of 2014/2015. The sampels og this research were 31 students fourth grade at SD no. 2 Anturan and 37 students of fourth grade at SD No. 2 Kalibubuk. Data of students science concept understanding was collected by using instrument test inform of essay. The data was analyzed by using statistics descriptive and statistics inferential (t- test). The result showed that there was a difference of science concept understanding which was significant between students who followed self regulated learning method in even semester in gugus XV buleleng subdistrict in the academic year of 2014/2015. According to the result of average accumulation ( ), it was known that expriment group ( ) who followed self regulated learning (SRL) model was 35,77 higher than average accumulation ( ) of control expriment who followed conventional learning model which was 27,68. It means that expriment ( ) > control ( ) si it can be concluded that the implementation of self regulated learning model influences fourth gade students science concept understanding in even semester in gugus XV buleleng subdistrict. keyword : self regulated learning (SRL) models, understanding of science concepts
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS II KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN AJARAN 2014/2015
., Ni Putu Asih Rosalina;
., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5807
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi kemampuan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. (2) deskripsi kemampuan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SRL. (3) pengaruh model pembelajaran Self Regulated Learning terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa dengan kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis Penelitian adalah penelitian eksperimen semu, dilaksanakan di SD No. 3 dan 4 Penarukan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Desain penelitian menggunakan desain post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Buleleng dengan jumlah 144 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 3 Penarukan yang berjumlah 40 orang dan kelas V SD No. 4 Penarukan yang berjumlah 40 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kemampuan berpikir kritis IPA siswa dengan menggunakan tes essay berjumlah 12 butir soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Mean (M) atau rata-rata siswa pada kelompok kontrol sebesar 27,75 berada pada kategori sedang. (2) Mean (M) atau rata-rata siswa pada kelompok eksperimen sebesar 35,425 berada pada kategori tinggi. (3) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajarn SRL pada kemampuan berpikir kritis siswa dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajarn konvensional (thitung = 6,039> ttabel = 2,000).Kata Kunci : model pembelajaran SRL, model pembelajaran konvensional, kemampuan berpikir kritis This research aimed to identify (1) the description of students’ critical thinking ability in science who was taught using conventional learning model. (2) the description of students’ critical thinking ability in science who was treated using SRL learning model. (3) the effect of Self Regulated Learning model toward the students’ critical thinking ability in science who were taught using conventional learning model. This research was quasi experiment, which was conducted in SD No. 3 and SD No. 4 Penarukan on the even semester of academic year 2014/2015. The design of this study was post test only control group design. The population of this study was all 144 fifth grade students in Gugus II, Buleleng sub-district. Meanwhile, the sample was 40 fifth grade students in SD No 3. Penarukan and 40 fifth grade students in SD No. 4 Penarukan. The data collected in this current study were the data of the students’ critical thinking ability in science which obtained using essay test consisting of 12 items. The obtained data were analyzed using descriptive and inferential (t-test) statistical analysis. The result of this study can be concluded that (1) students’ mean score (M) in the control group was 27,75 which can be categorized as mediocre. (2) students’ mean score (M) in the experimental group was 35,425 which can be categorized as high. (3) there was a significant effect on the use of SRL learning model toward the students’ critical thinking ability compared to those who were taught using conventional learning model (tobserved = 6,039 > tcritical value = 2,000).keyword : SRL learning model, conventional learning model, critical thinking ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR SISWA
., Gede Elga Pranata;
., Dra. Desak Putu Parmiti,MS;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5808
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan sikap sosial antara kelompok siswa yang dibelajarkan model Group Investigation dan siswa dengan model konvensional; (2) mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation dan kelompok siswa dengan model konvensional; dan (3) untuk mengetahui perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa secara bersama-sama antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Group Investigation dengan kelompok siswa dengan model konvensional. Jenis penelitian adalah eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Klungkung tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian digunakan siswa kelas VA dan VB di SDN 1 Semarapura Klod. Data sikap sosial dikumpulkan dengan kuesioner dan data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah MANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap sosial antara siswa yang dibelajarkan dengan model Group Investigation dan kelompok siswa model konvensional (P < 0,05); (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Group Investigation dan kelompok siswa dengan model konvensional (P < 0,05); (3) terdapat perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa secara bersama-sama antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Group Investigation dan kelompok siswa dengan model konvensional (P < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Klungkung tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Model GI, Sikap Sosial, Hasil Belajar This study aims to: (1) know the social attitude difference between groups of students that learned model of Group Investigation and students with conventional models; (2) know the difference between the results of IPS studies between group of students that learned with learning model Group Investigation and groups of students with conventional models; and (3) to know differences in social attitudes and student learning outcomes IPS studies jointly between groups of students that learned with Group Investigation model with a group of students with the conventional model. This type of research is a quasi experimental. This study population are class V SD Cluster IV Klungkung District of the academic year 2014/2015. The research sample used VA and VB grade students at SDN 1 Semarapura Klod. Data were collected by questionnaire social attitudes and social studies student outcome data collected by the test. Data analysis technique used is MANOVA. The results showed that: (1) there are differences in social attitudes among students that learned with Group Investigation model and the conventional model student group (P
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS VI DI GUGUS IV KECAMATAN PETANG
., I Gede Yudi Setiawan;
., Drs. Nyoman Wirya;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6128
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quantum teaching dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain post test only with control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VI SD di gugus IV Kecamatan Petang yang berjumlah 162 orang. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik random sampling yang dilakukan dengan memberikan undian secara acak kepada setiap kelas yang ada di gugus IV Kecamatan Petang. Berdasarkan hasil undian tersebut, diperoleh SD N 1 Pelaga sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 37 orang siswa dan SD N 3 Pelaga sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 30 orang siswa. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA kelompok siswa dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran quantum teaching dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil analisisnya menunjukkan thitung = 7,461 dan ttabel = 2,000 untuk db = n1 + n2 – 2 = 65 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, karena t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi model pembelajaran quantum teaching berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VI SD di gugus IV Kecamatan Petang.Kata Kunci : : model pembelajaran Quantum Teaching, model pembelajaran konvensional, hasil belajar IPA The purposes of this research were to know the significant differences between students result in science who learnt by Quantum Teaching model and students who learnt using conventional learning model. The type of this research was a quasi experiment by using post test only with control group design. Population of this research was grade six student in cluster six, sub-district Petang which amounts to 162 people. The sample of this research determined by random sampling performed by giving the lottery randomly to each class in group IV District of Petang. Based on the results of the lottery, was obtained SD N 1 Pelaga consisted of 37 students as an experimental group and 30 students grade sixth of SD SD N 3 Pelaga as an control group. Science students learning outcome data were collected using the test method. Data analysis used descriptive statistics and inferential statistic (t-test). The result of this research show tvalue = 7.461 and ttable = 2.00 for db = n1 + n2 - 2 = 65 with a significance level of 5%. Based on testing criteria, for tvalue > ttable then H0 is rejected and Ha accepted. So quantum teaching model effect on learning outcomes IPA in sixth grade student in group IV District of Petang.keyword : Quantum Teaching model, conventional learning model, students result in science
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DENGAN PEMANFAATAN MEDIA BATANG CUISENAIRE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS III
., Kadek Hery Martin Edy Permana;
., Drs. Made Sumantri;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6599
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas III SD No. 6 Selat terhadap tindakan Penerapan Metode Demonstrasi dengan Pemanfaatan Media Batang Cuisenaire pada mata pelajaran Matematika Kelas III semester I SD No. 6 Selat. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD No. 6 Selat tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 22 orang yang terdiri dari 11 orang putra dan 11 orang putri. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif. Dari analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan Metode Demontrasi dengan Pemanfaatan Media Batang Cuisenaire dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD No. 6 Selat. Rata-rata hasil belajar pada siklus I mencapai 66 dan pada siklus II mencapai 76, mengalami peningkatan sebesar 10 poin, ketuntasan belajar sebelum tahap penelitian sebesar 52% meningkat setelah penerapan siklus I menjadi 85% ini berarti mengalami peningkatan sebesar 33%, dari siklus I ke siklus II ketuntasan belajar mencapai 100% ini berarti mengalami peningkatan 15%. Kata Kunci : metode demonstrasi, batang cuisenaire, hasil belajar This study aims to determine the improvement of student learning outcomes Class III SD No. 6 Strait to the action Implementation Method Demonstration by Utilization of Media Trunk Cuisenaire in Mathematics Class III first semester SD No. 6 Strait. The subjects were students of class III SD No. 6 strait academic year 2014/2015 as many as 22 people consisting of 11 male students and 11 female students. This classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and evaluation, and reflection data about student learning outcomes were collected by the method of achievement test. Data were analyzed descriptively. From the data analysis it can be concluded that the Application Method Demonstrations with Cuisenaire Rods Media Utilization can improve student learning outcomes Class III SD No. 6 Strait. The average results of learning in the first cycle reached 66 and the second cycle reached 76, an increase of 10 points, mastery learning before the research phase of 52% increase after the implementation of the first cycle to 85% this means an increase of 33%, from the first cycle the second cycle to achieve 100% completeness study this means an increase of 15%.keyword : methods of demonstration, Cuisenaire rods, learning outcomes
PENGARUH LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS IV PUPUAN
., Made Yuni Paramita;
., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6950
Rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Pupuan karena lemahnya proses pembelajaran yang diterapkan guru di SD. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E. (2) Mengetahui hasil belajar IPA siswa yang dibelajarakan dengan model pembelajaran konvensional. (3) Mengetahui perbedaan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Pupuan Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan quasi eksperiment dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas V di SD N 1 Karya Sari dan SD N 5 Belimbing. Instrumen penelitian ini adalah tes berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t sample independent). Simpulan dalam penelitian ini adalah (1) Hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 21,35. (2) Hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kategori kategori sedang dengan skor rata-rata 15,86. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thit=4,057 > ttab=2,011). Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran learning cycle 5E berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus IV Kecamatan Pupuan tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, learning cycle 5E The low outcomes in science Elementary School of fifth grade students in Cluster IV Pupuan district in academic 2015/2016 because the weakness of the learning process implemented by teacher in elementary school. As for the aim of this researched were: (1) Determine the learning outcomes of students which treated by 5E learning cycle model. (2) Determine learning outcomes of students which given with conventional learning model. (3) Determine the difference between the groups of students that learned 5E learning cycle model and a group of students that learned with conventional learning model for learning outcomes in science Elementary School of fifth grade students in Cluster IV Pupuan district in academic 2015/2016. In this study used quasi experimental design with non-equivalent post test only control group design. The sample research is fifth grade students of SD N 1 Karya Sari and SD N 5 Belimbing. The research instrument was a multiple choise test. The data analyzed in two stages, namely statistical analysis descriptive and inferential statistical analysis (independent sample t-test). Conclusions in this research is (1) The learning outcomes in science of students which treated by 5E learning cycle model at the high category with has average score of 21,35. (2) The learning outcomes in science of students which treated by conventional learning model at the moderate category with has average score of 15,86. (3) There are differences between learning outcomes in science the groups of students that learned 5E learning cycle model and a group of students that learned with conventional learning model (thit=4,057 > ttab=2,011. This proves that learning using 5E learning cycle model affects the science outcome of the students for fifth grade elementary students in Cluster IV Pupuan district in academic 2015/2016.keyword : learning outcomes, 5E learning cycle
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA
., Ida Ayu Kade Marta Adnyani;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.;
., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6951
Penelitain ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV semester genap SD Negeri 1 Penarukan Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe example non example. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Penarukan tahun pelajaran 2015/2016. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrumen tes pemahaman konsep. Data yang diperoleh dari tes dianalisis dengan menggunakan rumus persentase tingkat ketuntasan belajar yang selanjutnya dikonversikan ke dalam tingkat pemahaman konsep IPA berdasarkan PAP skala 5. Hal tersebut terlihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 71,84% atau berada pada kategori cukup pada siklus I, menjadi 81,36% atau berada pada kategori baik pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe example non example dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA dari siklus I ke siklus II sebesar 9,52%.Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, example non example This study was aimed at finding out the increase the understanding of concept science subject fourth grade students of SD Negeri 1 Penarukan District of Buleleng academic year 2015 / 2016 after applied by cooperative learning of type example the non example. This research type is research of class action which is executed in two cycle. This research subject is fourth grade students of SD Negeri 1 Penarukan academic year 2015 / 2016. Method data collecting use method of tes with instrument of tes the understanding of concept. Obtained data of tes analysed by using formula percentage of complete storey level learn is later on converted to in storey level of is understanding of concept science pursuant to PAP scale 5. The mentioned seen from complete improvement learn student from 71,84% or reside in at category enough at cycle of I, becoming 81,36% or reside in at good category at cycle of II. Result of research indicate that applying of cooperative learning of type example the non example can improve the understanding of concept science of cycle I to cycle II equal to 9,52%.keyword : cooperative learning, example non example