ABSTRAK Hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang tidak dapat diubah dan yang dapat diubah. Faktor risiko yang dapat diubah diantaranya adalah pola makan. Masih kurangnya informasi mengenai pola makan untuk mencegah hipertensi membuat pengetahuan masyarakat tentang perbaikan pola makan masih rendah. Di Kabupaten Pesawaran jumlah penduduk yang berusia >55 tahun, yang merupakan golongan usia yang berisiko tinggi untuk menderita hipertensi, sebanyak 14,86%. Meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, mengenai pola makan untuk mengurangi risiko hipertensi. Kegiatan mencakup FGD yang bertujuan untuk penyusunan media informasi serta penyuluhan. Kegiatan diikuti oleh dua puluh orang perwakilan yang berasal dari semua dusun di Desa Sungai Langka. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan, diberikan pre dan post-test sebagai bentuk evaluasi. Pada pretest 30% peserta tidak paham, 35% peserta kurang paham dan 35% peserta paham mengenai pola makan untuk mencegah hipertensi. Pada post-test, pemahaman meningkat menjadi sebanyak 50% peserta paham dan 50% sangat paham. Kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Sungai Langka mengenai pola makan dalam mengurangi risiko hipertensi. Kata Kunci: Faktor Risiko, Hipertensi, Penyuluhan, Pola Makan ABSTRACT Hypertension is influenced by several risk factors, both modifiable and uncontrollable. Modifiable risk factors include diet. Due to the lack of information about diet to prevent hypertension, the public's knowledge about improving diet is still low. In Pesawaran Regency, the number of residents aged >55 years, an age group at high risk for hypertension, is 14.86%. To increase the knowledge of the people of Sungai Langka Village, Gedong Tataan District, about diet to reduce the risk of hypertension. Activities include FGDs aimed at compiling information media and counselling. The activity was attended by twenty representatives from all hamlets in Sungai Langka Village. Before and after the counselling, pre- and post-tests were conducted as a form of evaluation. In pre-test, 30% of the participants did not understand, 35% of the participants did not understand, and 35% of the participants understood about diet to prevent hypertension. In the post-test, the understanding increased to 50% of the participants understood and 50% understood very well. This outreach activity can increase the knowledge of the people of Sungai Langka village about dietary patterns to reduce the risk of hypertension. Keywords: Risk Factors, Hypertension, Counselling, Diet