Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pencegahan Penularan Covid-19 pada Tenaga Kesehatan: Literatur Review Khaironi Fitriany; Jhons Fatriyadi Suwandi; Suharmanto Suharmanto; Betta Kurniawan; Bayu Anggileo Pramesona
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 4 (2023): November 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i4.1924

Abstract

Covid-19 disebabkan coronavirus SARS-CoV-2 yang dapat dicegah dengan berbagai cara seperti menjaga kebersihan, menggunakan masker serta menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter. Tujuan review artikel ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pencegahan penularan covid-19 pada tenaga kesehatan. Tulisan ini merupakan artikel review dari jurnal nasional dan internasional 5 tahun terakhir dari database Google Scholar dan PubMed. Artikel yang digunakan dari tahun 2018-2023. Pencarian artikel menggunakan kata kunci “pencegahan penularan”, “covid-19” dan “tenaga kesehatan”. Peneliti mendapatkan 37 artikel dan 12 yang memenuhi kriteria. Analisis dilakukan dengan membuat resume dan kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil penelitian mendapatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan penularan covid-19 pada tenaga kesehatan antara lain adalah pengetahuan, sikap, tindakan, kesadaran, persepsi, penggunaan alat pelindung diri dan edukasi tentang covid-19.
Tuberkulosis Paru pada Balita Stunting Joko Apriyono; Aila Karyus; Bayu Anggileo Pramesona; Suharmanto Suharmanto; Jhons Fatriyadi Suwandi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2090

Abstract

Studi tentang tuberkulosis dan kekurangan gizi menemukan bahwa sampai dengan tahun 2018 mendapatkan bahwa efek defisiensi mikronutrien khususnya yang berkaitan dengan protein dan kalori serta dampaknya pada tuberkulosis. Review artikel ini memaparkan hubungan antara stunting dan TB paru pada balita menggunakan artikel nasional dan internasional yang terpublikasi 10 tahun terakhir. Database yang digunakan adalah Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci “stunting”, “TB paru” dan “balita”. Hasil penelusuran mendapatkan 15 artikel dan 4 artikel yang memenuhi syarat. Peneliti membuat ringkasan dan melakukan interpretasi dari masing-masing hasil penelitian. Hasil penelitian mendapatkan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor multidimensi. Umumnya, faktor-faktor ini diklasifikasikan menjadi tiga bagian besar yaitu faktor langsung, tidak langsung dan komunitas/lingkungan. Balita dengan status gizi stunting berisiko lebih tinggi untuk mengalami TB dibandingkan dengan balita yang mempunyai status gizi normal.
Kepemilikan Jamban Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Rizki Pratama; Endro Wahono Prasetyo; Bayu Anggileo Pramesona
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2336

Abstract

Kejadian stunting muncul sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama seperti kemiskinan, perilaku pola asuh yang tidak tepat, dan sering menderita penyakit secara berulang karena hygiene maupun sanitasi yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian stunting pada balita. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 0-59 bulan yang tinggal dan menetap di 17 desa berisiko stunting dengan jumlah sampel sebanyak 355 balita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian in menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel bebas yaitu kepemilikan jamban dan variabel terikat dalam kejadian stunting pada balita. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner WASH, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai alpha Cronbach 0,96. Analisis data menggunakan persentase dan uji Chi-Square. Analisis mendapatkan adanya hubungan antara kepemilikan jamban dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023 (p<0,001).
PELATIHAN IMPLEMENTASI FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Bayu Anggileo Pramesona; Muhammad Iqbal; Ramadhan Triyandi; Dwita Nurmumpuni; Siti Husna
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada program patient safety, penggunaan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dapat digunakan sebagai salah satu metode efektif untuk mencegah insiden keselamatan pasien (IKP) sebelum terjadi. Namun, pelatihan implementasi FMEA ini belum pernah dilakukan di RSUD HM Ryacudu Kotabumi. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tim peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP), manajemen RS, dan kepala instalasi/unit untuk mempraktikkan pembuatan FMEA sebagai salah satu metode yang dapat digunakan sebagai manajemen risiko sehingga keselamatan pasien dapat terwujud. Pelatihan menggabungkan metode ceramah, diskusi interaktif dan latihan pembuatan FMEA ini dilaksanakan di aula RSUD HM Ryacudu Kotabumi pada 24 Agustus 2023 dengan melibatkan total 52 peserta terdiri dari manajemen RS yaitu direktur, tiga kepala bidang, sembilan kepala seksi, lima orang tim PMKP, serta 34 petugas kesehatan yang terdiri dari kepala instalasi, kepala ruang rawat inap dan rawat jalan. Pre dan post-test dilakukan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta latih sebelum dan setelah pelatihan. Penilaian cara pembuatan FMEA dilakukan setelah latihan kasus. Hasil rata-rata skor pengetahuan peserta latih meningkat sebesar 72,8% setelah diberikan pelatihan. Peserta latih juga dapat mempraktikkan cara FMEA dengan benar. Pelatihan pembuatan FMEA terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan manajemen RS, tim PMKP, dan para kepala instalasi/unit untuk membuat FMEA di RS. Perlu dilakukan pelatihan FMEA secara berkala dengan melibatkan seluruh elemen terkait guna meningkatkan keselamatan pasien di RS.
Trends and Determinants of The Maternal Mortality Ratio Based on Healthcare Resources Eka Nur Sejati; Elsye Maria Rosa; Bayu Anggileo Pramesona
Unnes Journal of Public Health Vol 12 No 1 (2023): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v12i1.57020

Abstract

ABSTRACT Health resources play an essential role in realizing the unattainable Sustainable Development Goals targets in lowering maternal mortality ratio (MMR) globally. The study aimed to analyze trends and determinants of MMR based on the number of healthcare resources in Indonesia. This study was a descriptive retrospective study with a cross-sectional approach. Data on the health program achievements in Central Java province, Indonesia from 2016 to 2020 was analyzed using bivariate analysis with scatter plots, statistical analysis with Pearson correlation tests, and multiple linear analysis using Tableau software. Results showed that the MMR was decreased in 2016-2019, however it was increased in 2020. The ratio of obstetrics-gynecology specialists and nutritional personnel had impact on the maternal mortality ratio in 2016 (p-value <0.05). While the general practitioners and nutritional workers ratio also affected the maternal mortality ratio in 2017 and 2019 to 2020 with p-value <0.05. Our study concluded that the trend of MMR in Indonesia was affected by the number of healthcare personnel resources. It is recommended that the Indonesian government should fulfill the quantity and equalization of the distribution of healthcare personnel resources particularly the obstetrics-gynecology specialists, general practitioners, and nutritional workers so the MMR could be decreased.
ANALISIS PENYEBAB TERTUNDANYA KONVERSI SPUTUM SETELAH FASE INTENSIF PADA PASIEN TB PARU BTA POSITIF DI KOTA BANDAR LAMPUNG Clara Sylvia Agustin; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Bayu Anggileo Pramesona
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.10156

Abstract

Abstrak : Analisis Penyebab Tertundanya Konversi Sputum Setelah Fase Intensif Pada Pasien Tb Paru Bta Positif Di Kota Bandar Lampung. Konversi sputum merupakan salah satu indikator dari keberhasilan pengobatan TB. Pengobatan yang kuat akan memberikan hasil yang negatif pada pemeriksaan sputum penderita TB setelah masa pengobatan intensif atau 2 bulan pengobatan awal. Penderita tuberkulosis yang mengalami tertundanya konversi setelah masa intensif akan membawa risiko kegagalan pengobatan, resisten terhadap obat tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan konvesti sputum yang tertunda setelah fase intensif pada pasien TB baru BTA positif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan strategi penelitian Case Study Research dengan pendekatan Case Study  dengan cara indepth Interview. Data dikumpulkan menggunakan Register TB 03 yang ada dipuskesmas selanjutnya dilakukan wawancara mandalam. Hasil penelitian ini sebagian Informan tidak patuh dalam konsumsi obat karena kurangnya dukungan dari keluarga namun sebagian besar patuh dalam konsumsi obat, terdapat beberapa informan yang masing merokok aktif selama pengobatan berlangsung dan sebagian informan berhenti merokok selam terdiagnosa TB, terdapat beberapa informan yang masih mengonsmsi alkohol selama masa pengobatan berlangsung namun sebagian besar informan tidak mengonsumsi alkohol, terdapat beberapa informan yang memiliki penyakit penyerta selain penyakit tb yaotu diabetes mellitus dan HIV, tetapi sebagian besar juga tidak memiliki penyakit penyerta. hasil penelitian yang telah diperoleh, terdapat faktor tertundanya konversi sputum setelah masa intensif pada pasien TB paru BTA positif di Kota Bandar Lampung. Hasil kesimpulan yang diperoleh adalah Perilaku gaya hidup seperti kepatuhan minum obat, kebiasaan merokok konsumsi alkohol dan juga adanya penyakit penyerta berpengaruh terhadap konversi sputum yang tertunda setelah masa intensif pada pasien TB paru BTA positif di Kota Bandar Lampung.
Antiretroviral drug adherence among patients with HIV/AIDS based on socio-demographic characteristics Mela Liberti Octoriani Simaremare; Suharmanto Suharmanto; Bayu Anggileo Pramesona; Susianti Susianti; Betta Kurniawan
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i3.11649

Abstract

Background : The government has set a target for accelerating the prevention of HIV/AIDS in Indonesia, namely zero new infections, zero people dying from HIV/AIDS, and zero stigma and discrimination. Stigma against people living with HIV has a major impact on HIV/AIDS prevention and control programs, including the quality of life for people living with HIV. Good knowledge will reduce the stigma that appears. Adherence to the use of ARV (antiretroviral) is one of the factors that can significantly extend the life expectancy of people living with HIV (people living with HIV AIDS). ARVs work against infection by slowing the reproduction of HIV in the bodyPurpose: To identify the factors that influence the adherence of people living with HIV to taking ARVs. Method: This is an observational, descriptive, and quantitative research project with a cross-sectional approach. The research will be conducted at the Sukabumi Health Center in Bandar Lampung in 2021. The population in this project is 103 HIV patients. The sampling technique used is total sampling.Results: Meanwhile, there are more PLHIV patients from urban areas than from rural areas. People living with HIV usually need ARV if the CD4 level is 350 mm3.Conclusion: The univariate variables of age group, occupation, education, gender, and origin of residence did not affect whether people living with HIV were non-adherent to treatment.
Pielonefritis Akut: Diagnosis dan Tatalaksana Salsabila Nurislami; Exsa Hadibrata; Bayu Anggileo Pramesona; Rasmi Zakiah Oktarlina
MAJORITY Vol 11 No 2 (2023): MAJORITY
Publisher : Majority

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute pyelonephritis is a severe urinary tract infection (UTI) in the upper urinary tract. The incidence of acute pyelonephritis in the world has increased. Each year, it is estimated that 1 in 830 people in the UK develop pyelonephritis. Approximately 80-90% of cases of acute pyelonephritis are caused by Escherichia coli bacteria. Catheter insertion predisposes to infection with gramnegativebacteria such as Proteus, Klebsiella, Serratia, or Pseudomonas. The onset of symptoms can vary for each individual from hours to days and the severity of the disease also varies. Symptoms of acute pyelonephritis are flank pain, fever and nausea. The results of the physical examination of the patients also varied from looking sick and uncomfortable to looking healthy, there was bilateral costovertebral angle pain, and suprapubic pain with or without off pain. Examination to confirm the diagnosis is a urine culture with results showing the growth of uropathogens of 10,000 colony units per milliliter of urine. The management of pyelonephritis includes three pillars, namely supportive care with fluid and drug resuscitation, effective antibiotic therapy, and control with imaging in indicated patients.
Work Stress, Fatigue, Shift Work, Workload Intensity, and Patient Safety Incidents Among Nurses Lintang Lestari Cahya Sawitri; Bayu Anggileo Pramesona; Maya Ganda Ratna; Fitria Saftarina
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 13 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v13i1.138

Abstract

The prevalence of Patient Safety Incidents (PSIs) in Indonesia from 2015 to 2019 has increased. However, there have been limited previous studies addressing the correlation between work stress, fatigue, shift work, workload intensity, and patient safety incidents among nurses. This study aims to examine the correlation between work stress, fatigue, shift work, workload intensity, and patient safety incidents among nurses. The cross-sectional study was conducted from September to November 2023. The purposive sampling technique was used to obtain a sample of 157 respondents. Data collection used questionnaires and internal reporting of PSIs. Data analysis was performed using descriptive and Chi-Square tests. There was a significant correlation between work stress (OR=3.361, 95% CI=1.688-6.693), fatigue (OR=5.690, 95% CI=1.873-17.284), shift work (OR=1.062, 95% CI=0.560-2.015), workload intensity (OR=2.227, 95% CI=1.155-4.297), and patient safety incidents among nurses. Nurses need to be aware of their levels of stress and fatigue, and they should develop stress management and coping strategies to overcome these challenges, enabling them to work optimally. Hospital management should pay increased attention to the issues of stress and fatigue experienced by nurses, particularly those with heavy workloads and night shifts.
The Effectiveness of Providing Structured Education on Self-awareness as an Effort to SUKA-SUKA COVID-19 (One Family One COVID-19 Cadre) I Nyoman Asdiwinata; Theresia Anita Pramesti; I Made Sudarma Adiputra; Bayu Anggileo Pramesona
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.498 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1315

Abstract

The increase in the incidence of coronavirus infection, the number of news that is not yet clear the truth and even the emergence of a new type of variant of the corona virus adds to the difficulty of the public to receive well information that can increase awareness of themselves and their families. The method chosen to provide such education is with structured education. This study aims to find out the effectiveness of providing structured education toward self-awareness. This is a quasi-experiment with a pretest-posttest design with a control group design. 140 respondents participated in the study taken with the Purposive Sampling technique. Data collection uses valid and reliable self-awareness questionnaires. The results of this study showed the average value of self-awareness in the treatment group statistically decreased with the p-value. 000 (p less than 0.05), while in the control group there was no difference in p-value. 086. Different tests of the two groups obtained a p-value of 0.000, from these results there was a difference in self-awareness between the treatment and control groups. The provision of structured education to prospective COVID-19 cadres in the family is statistically proven to increase self-awareness so that the ability of community to understand the COVID-19. Abstrak: Peningkatan angka kejadian infeksi Virus Corona, banyaknya pemberitaan yang belum jelas kebenarannya dan bahkan munculnya jenis varian baru dari virus corona ini menambah kesulitan masyarakat untuk menerima dengan baik informasi yang dapat guna meningkatkan kesadaran diri sendiri maupun keluarga, sehingga diharapkan adanya sebuah cara yang tepat untuk dapat mengedukasi masyarakat terkait pemahaman yang baik tentang COVID-19. Metode yang dipilih untuk memberikan edukasi tersebut adalah dengan edukasi terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas pemberian edukasi terstruktur terhadap self-awareness sebagai upaya menciptakan satu keluarga satu kader covid-19. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Pretest-Postest with Control Group Design. 140 responden berpartisipasi dalam penelitian ini diambil dengan tehnik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner self-awareness yang sudah valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukan nilai rata-rata self-awareness pada kelompok perlakuan secara statistik mengalami penurunan dengan p-value .000 (p kurang dari 0.05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan p-value .086. Uji beda dua kelompok didapatkan hasil p-value 0.000, dari hasil ini terlihat ada perbedaan self-awareness antara kelompok perlakuan dan control. Pemberian edukasi terstruktur pada calon kader COVID-19 di keluarga secara statistik terbukti meningkatkan self-awareness, sehingga kemampuan masyarakat dalam memahami situasi COVID-19 dapat menjadi lebih baik.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdurrouf, Muhammad Adiputra, I Made Sudarma Agusta Saraswati Agustine Sesunan, Dyah Surya Ahmad Veda Yudanto Aila Karyus Akbar, Muhamad Farhan Akbar, Muhammad Farhan Amalia Tirzaningrum Amallia, Rizka Dina Ananda Fitriliani Andhini, Friska Asep Sukohar Azhar, Hafidz Sirojudhin Betta Kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Cantika, Diana Helen Catur Ariwibowo Clara Sylvia Agustin Dayu Laras Wening Defri, Carisa Nabila Dewi Nur Fiana Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dwita Nurmumpuni Dwita Nurmumpuni Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eka Nur Sejati Eka Putri Rahmadhani Elsye Maria Rosa Endro Prasetyo Wahono Ety Apriliana Evi Kurniawaty Exsa Hadibrata Fatwa, Zahra Ramadhani Firdausy, Daniatul Fitria Saftarina Fitria Saftarina Galih Prayogo Ginting, Sadar Hadibrata, Exsa Hafizh, Ahmad Fauzan Hasmal, Aditia Leo Heru Santosa I Nyoman Asdiwinata I Wayan Dika Aditia Darma Indirawati, Sri Malem Intanri Kurniati Issroviatiningrum, Retno Jhons Fatriyadi Suwandi Joko Apriyono Khaironi Fitriany Khairun Nisa Larasati, Ratri Mauluti Lariza Serafina Tobroni Larrassati, Vanesya Naya Leni Ervina, Leni Lia Puspitasari Lintang Lestari Cahya Sawitri M. Fauzan Abdillah Rasyid M. Ridho Ulya Maria Ulfa Maya Dwi Yustini Maya Ganda Ratna Mela Liberti Octoriani Simaremare Momoyo Azuma Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Nasution, Rizqiani Astrid Nopryan Ekadinata Nurmaini Nurmaini Nurrahma, Alya Nabila Nurwijayanti Oktadoni Saputra Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktoba, Zulpakor Otta Nur Kirana Puspitasari, Dyah Wiji Putra, Pandya Fisatama Putu Karis Ayu Kirana Rahayu, Anis Dwi Rahayu, Anisa Dwi Ramadhan Triyandi Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Reni Zuraida Rianto, Muhamad Arif Risal Wintoko Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Pratama Ronalda Budyantara Salsabila Nurislami Salsabila Nurislami Sari, Dewi Keumala selvi rahmawati Setiawan, Gigih Shaffa Aulia Shabrina Shinta Nareswari Sihaloho, San Maulina Siti Husna Siti Zahara Nasution, Siti Zahara Sormin, Merris Hartati Suharmanto Suharmanto Suharmanto Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutyarso TA Larasati Theresia Anita Pramesti Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Tugiyono Tugiyono Wardani, Dyah Wulan Wardani, Ika Novianna Wido Gamani Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Yulizar Yulizar Yuviana, Yuviana Zakiah Zakiah Zefanya Angie Zulfikar