Claim Missing Document
Check
Articles

Literature Review Terkait Faktor Yang Memengaruhi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Pada Tenaga Kesehatan Amalia Tirzaningrum; Bayu Anggileo Pramesona; Khairun Nisa Berawi; Sutarto Sutarto
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pasien telah menjadi isu global dan merupakan komponen penting dari mutu pelayanan kesehatan. Pelaporan insiden merupakan langkah pertama yang penting untuk meningkatkan keselamatan pasien. Sistem pelaporan Insiden keselamatan pasien memberikan informasi tentang terjadinya keselamatan pasien yaitu insiden untuk mengurangi risiko, memperbaiki sistem, belajar dari kesalahan, dan berbagai pembelajaran. Berdasarkan data pelaporan insiden keselamatanpasien di Indonesia periode 2006–2011 tercatat 877 insiden. Data tentang keselamatan pasien di Indonesia masih sulit diperoleh karena masalah pada sistem pelaporan, berdasarkan laporan tahunan untuk tahun 2011, hanya 132 insiden yang dilaporkan oleh 132 fasilitas pelayanan kesehatan, karena terdapat 2.267 fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia maka kurang dari 6% jumlah total fasilitas pelayanan kesehatan yang berpartisipasi dalam pelaporan. Hal ini menunjukkan tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien yang rendah. Pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan salah satu kendali mutu untuk dapat memecahkan masalah sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali serta harus ditingkatkan agar tercipta budaya keselamatan pasien, namun yang menjadi permasalahan besar adalah adanya  hambatan-hambatan terkait  pelaporan  insiden,  terdapat  beberapa  faktor  yang  memengaruhi pelaporan  insiden  keselamatan  pasien antara lain faktor individu yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, masa kerja dan status kepegawaian, faktor psikologi yaitu persepsi, sikap dan motivasi, serta faktor organisasi yaitu kepemimpinan. Kata kunci: Keselamatan pasien, pelaporan insiden
Laboratory Tests as an Indicator of Neonatal Sepsis Putu Karis Ayu Kirana; Tri Umiana Soleha; Bayu Anggileo Pramesona; Evi Kurniawaty
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp47-53

Abstract

Sepsis neonatotum adalah penyakit yang sangat kompleks dimana kelainan klinis penyakit sistemik disebabkan oleh bakteremia pada bayi berusia 28 hari atau kurang. Penegakkan diagnosis sepsis neonatorum masih sulit ditegakkan dan kita membutuhkan pemeriksaan laboratorium atau biomarker untuk diagnosis sepsis neonatorum yang cepat dan akurat. Baku emas dalam pengujian laboratorium untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri penyebab sepsis adalah kultur darah, namun hasil dari pemeriksaan ini baru dapat diketahui setelah beberapa hari sehingga diperlukan metode pemeriksaan penunjang yang lebih cepat untuk membantu diagnosis serta digunakan sebagai alat skring diagnosis dan predictor kematian sepsis pada bayi baru lahir. Pemeriksaan darah lengkap dan beberapa biomarker lainnya merupakan pemeriksaan sederhana yang umumnya tersedia di hampir semua fasilitas perawatan kesehatan, sehingga diagnosis sepsis neonatorum dapat segera ditegakkan dan tatalaksana dapat segera diberikan. Neonatal sepsis is a highly complex disease in which clinical abnormalities of systemic disease are caused by bacteremia in infants aged 28 days or less. The diagnosis of neonatal sepsis is still difficult to establish and we need laboratory tests or biomarkers for rapid and accurate diagnosis of neonatal sepsis. The gold standard in laboratory testing to detect and identify the bacteria that cause sepsis is blood culture, however the results of this examination can only be known after a few days, so a faster supporting examination method is needed to assist diagnosis and be used as a diagnosis screening tool and predictor of sepsis mortality in newborns. Complete blood tests and several other biomarkers are simple tests that are generally available in almost all health care facilities, so that the diagnosis of neonatal sepsis can be established immediately and management can be given immediately.
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan, Air yang Dikonsumsi, dan Kualitas Jamban terhadap Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Way Halim II Kota Bandar Lampung Lariza Serafina Tobroni; Oktadoni Saputra; Bayu Anggileo Pramesona; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp313-323

Abstract

Penyakit diare termasuk dalam kategori infeksi yang hingga kini masih menjadi isu kesehatan global, terutama pada balita. Faktor lingkungan, seperti pola mencuci tangan yang tidak benar, pemakaian air yang tidak layak konsumsi, dan kualitastoilet yang tidak sesuai dengan standar kesehatan bisa memperbesar kemungkinan terjadinya diare. Studi ini memiliki tujuanuntuk memahami keterkaitan antara pola mencuci tangan, air yang dikonsumsi, serta kualitas toilet mengenai kasus diare dan mengetahui faktor dominan yang berperan dalam kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Way Halim II, Kota Bandar Lampung. Studi dilakukan di Kelurahan Way halim permai yang merupakan wilayah kerja dari Puskesmas Way Halim II dan memakai rancangan cross-sectional dengan metode simple random sampling. Informasi diperoleh melaluiobservasi mandiri dam pengumpulan data lewat wawancara menggunakan kuesioner yang telah teruji keabsahan dan konsistensinya. Analisis data mencakup univariat, bivariat, dan multivariat dengan penerapan uji chi-square dan regresilogistik biner. Analisis univariat menunjukkan sebesar 40,7% responden mengalami diare, 37,7% responden memilikikebiasaan mencuci tangan tidak baik, 46,6% responden mengonsumsi air yang tidak bersih, 14,2% responden memilikikualitas jamban yang tidak bersih. Temuan analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan bermakna antara pola mencucitangan (nilai p = <0,001), jenis air yang dikonsumsi (nilai p = 0,036), dan mutu jamban (nilai p = 0,003) dengan kejadiandiare pada balita. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel mutu jamban adalah faktor paling dominan (OR: 5,138). Ada keterkaitan antara pola mencuci tangan, jenis air yang dikonsumsi, dan mutu jamban dengan kejadian diare pada balita, di mana kualitas jamban menjadi faktor utama penyebab diare di area kerja Puskesmas Way Halim II Kota Bandar Lampung. Kata kunci: air yang dikonsumsi, diare, kualitas jamban, mencuci tangan
Faktor Demografi yang Berhubungan dengan Burnout pada Tenaga Keperawatan: Sebuah Tinjauan Literatur Nurmalasari, Sinta; Pramesona, Bayu Anggileo
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp68-74

Abstract

ABSTRAK: Burnout merupakan sindrom psikologis yang timbul akibat stres kerja kronis yang tidak tertangani secara efektif dan banyak dialami oleh tenaga keperawatan. Kondisi ini ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, serta penurunan pencapaian pribadi. Perawat termasuk kelompok yang rentan terhadap burnout karena tingginya tuntutan kerja, tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien, serta intensitas interaksi emosional yang tinggi dalam pelayanan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor demografi dan tingkat burnout pada tenaga keperawatan berdasarkan penelitian terkini. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa usia dan masa kerja merupakan faktor yang paling konsisten berhubungan dengan tingkat burnout, di mana perawat berusia muda dengan masa kerja singkat memiliki risiko yang lebih tinggi. Sementara itu, tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan status perkawinan berperan dalam menurunkan risiko burnout melalui peningkatan rasa percaya diri dan dukungan sosial yang memadai. Pengaruh jenis kelamin masih menunjukkan hasil yang bervariasi antar studi. Kesimpulannya, faktor demografi memiliki peranan penting dan perlu dipertimbangkan dalam perumusan kebijakan serta intervensi yang bertujuan untuk mencegah burnout pada tenaga keperawatan. Kata kunci: burnout, demografi, tenaga keperawatan, usia, masa kerja ABSTRACT: Burnout is a psychological syndrome that arises from chronic occupational stress that is not effectively managed and is widely experienced among nursing professionals. It is characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and a reduced sense of personal accomplishment. Nurses are particularly vulnerable to burnout due to heavy workload demands, responsibility for patient safety, and the emotional intensity inherent in patient care. This literature review aims to identify the association between demographic factors and burnout levels among nursing staff based on recent empirical evidence. Articles were retrieved from PubMed and Google Scholar databases, limited to publications from 2021 to 2025. The findings indicate that age and length of employment are the most consistent factors associated with burnout, where younger nurses and those with shorter work experience exhibit higher risk. Meanwhile, higher educational attainment and being married appear to reduce the risk of burnout by enhancing self-confidence and social support. The influence of gender remains inconsistent across studies. In conclusion, demographic characteristics play an essential role and should be considered in developing policies and interventions aimed at preventing burnout among nursing professionals. Keywords: burnout, demographic factors, nursing staff, age, length of employment
CEK GULA DARAH SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT PERKOTAAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON, BANDAR LAMPUNG Pramesona, Bayu Anggileo; Kurniawan, Betta; Iqbal, Muhammad; Triyandi, Ramadhan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3658

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat, khususnya pada masyarakat perkotaan di Indonesia. Deteksi dini dengan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) menjadi langkah penting dalam menemukan kasus-kasus baru serta memantau risiko komplikasi lebih lanjut. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining GDS pada pada masyarakat perkotaan sebagai upaya preventif DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 di Aula Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung, dengan sasaran kelompok Prolanis DM kategori lansia sebanyak 60 orang. Metode pelaksanaan berupa pemeriksaan GDS menggunakan glukometer pada peserta yang memenuhi kriteria, dengan pencatatan hasil pemeriksaan untuk kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan masih adanya peserta dengan kadar gula darah di atas batas normal yang berisiko mengalami DM maupun komplikasinya. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan GDS secara rutin sebagai bentuk deteksi dini dan tindak lanjut medis yang tepat. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga upaya pencegahan dan pengendalian DM dapat berjalan lebih optimal.
DIFFERENCES IN BURNOUT AMONG NURSES WORKING IN OUTPATIENT, INPATIENT, AND EMERGENCY DEPARTMENT UNITS AT IMANUEL WAY HALIM HOSPITAL Evryna Sipahutar; Bayu Anggileo Pramesona; Septia Eva Lusina; Rika Lisiswanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burnout among nurses varies across hospital units, with emotional exhaustion particularly higher in the emergency department due to acute workload. This study compared burnout rates among nurses in the outpatient, inpatient, and emergency departments of Imanuel Way Halim Hospital. Using a comparative cross-sectional design, 115 nurses were selected proportionally from a population of 161 through stratified random sampling. Burnout was measured using the Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS; 22 items, three dimensions), analyzed using the Kruskal-Wallis test and post-hoc Bonferroni test after normality testing. Results showed a significant difference only in emotional exhaustion (H = 7.559, p = 0.023), with the highest score in ED nurses (mean = 41.00) versus inpatient (34.01) and outpatient (35.89); post-hoc analysis confirmed the inpatient-ER difference (p = 0.006). Depersonalization and personal accomplishment did not differ (p > 0.05). The conclusion emphasizes specific interventions for emotional exhaustion in the ED through staffing adjustments and psychosocial support, addressing unit-specific risks in Indonesian type B hospitals.
Prediction Model Of Organizational Factors Affecting Medical And Health Care Workers’ Performance At Rsud Jend. Ahmad Yani Metro Ahmad Farizan Radhitya; Bayu Anggileo Pramesona; Susianti Susianti; Betta Kurniawan; Jhons Fatriyadi Suwandi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54106

Abstract

The performance of medical and health care workers is a crucial indicator of hospital service quality. Performance is influenced by various factors, including individual characteristics, organizational conditions, and psychological and work-environment factors. This study aimed to analyze factors associated with the performance of medical and health care workers at RSUD Jend. Ahmad Yani Metro City and to develop a predictive model of performance based on these factors. This study employed a cross-sectional design and involved 205 medical and health care workers. The variables analyzed included sociodemographic characteristics, work motivation, workload, work stress, leadership style, and remuneration. Data were analyzed using bivariate analysis and multivariate logistic regression. A total of 80% of respondents demonstrated good performance. Bivariate analysis showed significant associations between performance and workload (p < 0.001), work stress (p < 0.001), leadership style (p < 0.001), and remuneration (p < 0.001). The predictive model indicated that respondents exposed to high workload, high work stress, poor leadership style, and low remuneration had a low probability of good performance (5.7%). These findings suggest a cumulative effect of the four factors, which interact and reinforce one another in contributing to decreased performance among medical and health care workers at RSUD Jenderal Ahmad Yani, Metro.
Proportion of medication error reporting and its associated factors among healthcare workers in Indonesia: A mixed-methods study Pramesona, Bayu Anggileo; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Ramdini, Dwi Aulia; Taneepanichskul, Surasak
Belitung Nursing Journal Vol. 11 No. 6 (2025): November - December
Publisher : Belitung Raya Publisher - Belitung Raya Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.3548

Abstract

Background: Medication errors (MEs) are among the most prevalent healthcare-related incidents. However, many institutions do not report these incidents. Objective: This study aimed to investigate the proportion of medication error reporting and the associated factors of medication error reporting among healthcare workers (HCWs) in the hospital settings. Methods: This mixed-methods study used a sequential explanatory design. The quantitative phase involved 122 HCWs, including physicians, nurses, midwives, and pharmacists/pharmacist assistants, and the qualitative phase purposively included 15 of these participants. Data were collected from June to July 2024 at a public hospital in North Lampung, Indonesia, using a self-administered questionnaire and face-to-face in-depth interviews. Quantitative data were analyzed using logistic regression, and qualitative data were analyzed using thematic analysis. Results: The proportion of medication error reporting among HCWs was found to be 64.7%. Lack of a readily available system for reporting medication errors and fear of being blamed were considered as two of the most common causes of HCWs being hindered from reporting MEs. The logistic regression analysis showed that having experienced any medication administration error and having discovered medication error cases that others committed were significantly associated with medication error reporting. From qualitative data, eight themes emerged: 1) monitoring and evaluation, 2) teamwork, 3) self-motivation, 4) organizational culture, 5) rewards and penalties, 6) lack of facilities, 7) lack of understanding about MEs, and 8) fears. Conclusion: The study found a relatively high rate of medication error reporting, indicating that HCWs have an intrinsic motivation to report. However, systemic barriers, such as the lack of a supportive infrastructure and fear of retribution, remain major challenges. Developing a user-friendly, digital medication error reporting system with an anonymous option is recommended to mitigate fear and providing institution-wide training on patient safety culture and reporting procedures to address knowledge gaps.
PELATIHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN MOKANUSA COOKIES CHEWY BERBASIS MOCAF DESA MERAK BATIN, KECAMATAN NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN sutarto sutarto; Ratna Dewi Puspita Sari; Irma Lusi Nugraheni; Bayu Anggileo Pramesona; Ramadhana Komala; Andi Eka Yunianto; Rebecca A F Saragih; Niam Musadad; Farid Kahar; Wijaya Kesuma; Ihsan Fajar Indriansyah Valian; Najwa Zaskia Suryadi; Kevina; Arina Dima Fasya; M Anugrah Arbi; Faras Raditia Maulana; Tamara Adela; Murni Kurniawati; Alvika Zahra
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v6n1.3379

Abstract

This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing mocaf flour as an alternative to wheat flour through training on producing MokaNusa Chewy Cookies in Merak Batin Village, South Lampung. The method applied a participatory approach involving education, hands-on practice, and continuous assistance. A total of 27 participants were involved, mostly aged over 40 years. The evaluation results showed an increase in average knowledge scores from 68.15 to 84.81, with an improvement of 16.66 points, and 70.4% of participants experienced increased knowledge. Participants were also able to independently apply the processing skills. This program proved effective in enhancing community capacity, promoting local food diversification, and creating opportunities for home-based businesses to support food security and economic empowerment.
Burnout Perawat di Rawat Jalan, Rawat Inap, dan IGD di Indonesia: Tinjauan Pustaka: Evryna Sipahutar, Bayu Anggileo Pramesona , Septia Eva Lusina, Rika Lisiswati Evryna Sipahutar; Bayu Anggileo Pramesona
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp1-15

Abstract

Burnout pada perawat merupakan masalah kesehatan kerja yang berdampak pada kesehatan mental/fisik individu, mutu asuhan, dan kinerja organisasi. Kajian ini menelaah perbedaan tingkat burnout antar-setting pelayanan (rawat jalan, rawat inap, dan IGD) di Indonesia serta faktor determinan, dampak, dan strategi mitigasinya. Artikel ini adalah tinjauan pustaka sistematik yang dirancang menggunakan kerangka PICOS. Pencarian literatur dilakukan pada basis data ilmiah utama dengan kombinasi kata kunci terkait burnout, perawat, setting layanan, dan Indonesia. Proses seleksi meliputi skrining judul/abstrak, full-text review independen, dan ekstraksi data terstruktur; total studi yang memenuhi kriteria tercatat pada tahap akhir tinjauan. Analisis studi yang diikutsertakan menunjukkan heterogenitas prevalensi dan keparahan burnout antar-unit: beberapa penelitian melaporkan skor burnout tertinggi pada IGD, sedangkan studi lain menemukan proporsi moderat/tinggi lebih besar pada perawat rawat inap. Faktor risiko bersifat multikausal, meliputi demografi, masa kerja, kapasitas koping, beban kerja kuantitatif/kualitatif, kompleksitas tugas klinis, konflik peran, iklim organisasi, dan dukungan sosial, dengan tekanan tambahan selama pandemi. Dampak meliputi gangguan mental/fisik, penurunan fungsi kognitif, penurunan kualitas pelayanan, dan konsekuensi organisasi seperti turnover. Burnout perawat bervariasi antar setting dan memerlukan respons multipronged.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abda Abda Abdurrouf, Muhammad Adiputra, I Made Sudarma Agusta Saraswati Agustine Sesunan, Dyah Surya Ahmad Farizan Radhitya Ahmad Veda Yudanto Aila Karyus Akbar, Muhamad Farhan Akbar, Muhammad Farhan Alvika Zahra Amalia Tirzaningrum Amallia, Rizka Dina Ananda Fitriliani Andhini, Friska Arina Dima Fasya Asep Sukohar Asep Sukohar Azhar, Hafidz Sirojudhin Baehaqi Betta Kurniawan betta kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Cantika, Diana Helen Catur Ariwibowo Clara Sylvia Agustin Dayu Laras Wening Defri, Carisa Nabila Dewi Nur Fiana Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Diana Helen Cantika Dwita Nurmumpuni Dwita Nurmumpuni Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eka Nur Sejati Eka Putri Rahmadhani Elsye Maria Rosa Endro Prasetyo Wahono Ety Apriliana Evi Kurniawaty Evryna Sipahutar Exsa Hadibrata Faras Raditia Maulana Farid Kahar Fatwa, Zahra Ramadhani Firdausy, Daniatul Fitria Saftarina Galih Prayogo Ginting, Sadar Hadibrata, Exsa Hafizh, Ahmad Fauzan Hasmal, Aditia Leo Heru Santosa I Nyoman Asdiwinata I Wayan Dika Aditia Darma Ihsan Fajar Indriansyah Valian Indirawati, Sri Malem Intanri Kurniati Irma Lusi Nugraheni Issroviatiningrum, Retno Jhons Fatriyadi Suwandi Joko Apriyono Kevina Khaironi Fitriany Khairun Nisa Larasati, Ratri Mauluti Lariza Serafina Tobroni Larrassati, Vanesya Naya Leni Ervina Liestya Risnawati Lintang Lestari Cahya Sawitri M Anugrah Arbi M. Fauzan Abdillah Rasyid M. Ridho Ulya Maria Ulfa Maya Dwi Yustini Maya Ganda Ratna Mela Liberti Octoriani Simaremare Momoyo Azuma Muhamad Arif Rianto Muhammad Iqbal Murni Kurniawati Najwa Zaskia Suryadi Nasution, Rizqiani Astrid Niam Musadad Nopryan Ekadinata Nurmaini Nurmaini Nurrahma, Alya Nabila Nurwijayanti Oktadoni Saputra Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktoba, Zulpakor Otta Nur Kirana Puspitasari, Dyah Wiji Putra, Pandya Fisatama Putu Karis Ayu Kirana Rahayu, Anis Dwi Rahayu, Anisa Dwi Ramadhan Triyandi Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Rebecca A F Saragih Reni Zuraida Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Pratama Ronalda Budyantara Salsabila Nurislami Salsabila Nurislami Salwa Alina Faza Sari, Dewi Keumala selvi rahmawati Septia Eva Lusina Setiawan, Gigih Shaffa Aulia Shabrina Shinta Nareswari Sihaloho, San Maulina Sinta Nurmalasari Siti Husna Siti Zahara Nasution, Siti Zahara Sofyan Musyabiq Wijaya Sormin, Merris Hartati Suharmanto Suharmanto Suharmanto Susianti Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutyarso TA Larasati Tamara Adela Taneepanichskul, Surasak Theresia Anita Pramesti Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Tugiyono Tugiyono Wardani, Dyah Wulan Wardani, Ika Novianna Wido Gamani Wijaya Kesuma Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Yulizar Yulizar Yunianto, Andi Eka Yuviana, Yuviana Zakiah Zakiah Zefanya Angie Zulfikar