Claim Missing Document
Check
Articles

PROMOSI KESEHATAN TERKAIT BAHAYA POTENSIAL PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA POSISI ERGONOMIS KARYAWAN JAMUR TIRAM DI JATI AGUNG, LAMPUNG SELATAN Pramesona, Bayu Anggileo; Graharti, Risti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3368

Abstract

Penyakit akibat kerja dapat ditimbulkan oleh hubungan kerja atau yang disebabkan oleh pekerjaan dan sikap kerja. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini penilaian ergonomis lebih memfokuskan pada sikap pekerja dan penyakit akibat kerja yang ditimbulkan, misalnya Low Back Pain. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meminimalisir bahaya potensial kerja dan penyakit akibat kerja yang dapat terjadi melalui sosisalisi dan pelatihan. Kegiatan promosi kesehatan terkait bahaya potensial penyakit akibat kerja pada posisi ergonomis karyawan jamur tiram ini dilaksanakan pada 1 Juni 2024 di budidaya jamur tiram dan jamur janggel UD. Kharana Agro Mushroom II, Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan dengan total peserta sebanyak enam orang. Penilaian objektif tingkat pengetahuan pekerja dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan masih minimnya pengetahuan pekerja tentang posisi ergonomis. Setelah dilakukan promosi kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan. Selama sesi penyampaian materi, pekerja sangat antusias. Promosi kesehatan dan pelatihan tentang posisi kerja ergonomis efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya dengan aman dan nyaman. Kegiatan serupa diharapkan dapat lebih sering dilaksanakan agar para pekerja ataupun pemilik perusahaan mendapatkan wawasan tambahan mengenai posisi dan pelaksanaan kerja yang baik dan aman.
SOSIALISASI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PADA PEKERJA JAMUR TIRAM DI JATI AGUNG, LAMPUNG SELATAN Pramesona, Bayu Anggileo; Graharti, Risti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3370

Abstract

Sosialisasi penggunaan alat pelindung diri (APD) penting untuk meningkatkan keselamatan dalam bekerja, terutama pada sektor pertanian. Selain itu, sosialisasi penggunaan APD juga belum pernah dilakukan pada pekerja jamur tiram di UD.Khairana Agro Mushroom II Lampung Selatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pekerja jamur tiram di UD. Khairana Agro Mushroom II dalam mengimplementasikan penggunaan APD. Kegiatan sosialisasi penggunaan APD dilakukan pada 1 Juni 2024 dengan melibatkan total 6 peserta terdiri dari pemilik usaha dan pekerja. Pre dan post-test dilakukan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta latih sebelum dan setelah dilakukan sosialisasi. Hasil rata-rata skor pengetahuan peserta sosialisasi meningkat sebesar 33,34% setelah diberikan sosialisasi. Para pekerja juga dapat mempraktikkan cara pemakaian APD dengan benar. Sosialisasi penggunaan APD terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pemilik usaha dan pekerja. Perlu dilakukan sosialisasi dan monitoring secara berkala dengan melibatkan seluruh elemen terkait guna meningkatkan keselamatan pekerja jamur tiram.
EDUKASI ERGONOMI KERJA UNTUK MENCEGAH GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA HOME INDUSTRY PENGOLAHAN KOPI BUBUK DI KELURAHAN PINANG JAYA, BANDAR LAMPUNG Pramesona, Bayu Anggileo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3507

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang umum terjadi akibat postur kerja yang tidak ergonomis, terutama pada sektor home industry seperti pabrik pengolahan kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai prinsip ergonomi kerja kepada pekerja pabrik kopi Cap Jempol Supri di Bandar Lampung serta mengevaluasi dampak edukasi terhadap peningkatan pengetahuan mereka. Intervensi dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi postur kerja ergonomis, serta pembagian media edukatif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap enam peserta. Hasil menunjukkan bahwa seluruh responden telah memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik sebelum edukasi, ditunjukkan oleh skor pre-test dan post-test yang sama, yaitu 100%, tanpa adanya peningkatan nilai. Meskipun tidak terdapat perubahan kuantitatif, edukasi tetap penting sebagai penguat pemahaman dan pengingat dalam praktik kerja sehari-hari. Diperlukan evaluasi lanjutan menggunakan instrumen yang lebih kompleks serta observasi perilaku kerja untuk menilai dampak jangka panjang dari intervensi ergonomi ini.
Faktor Fibrilasi Atrium Dengan Kejadian Stroke Iskemik I Wayan Dika Aditia Darma; Bayu Anggileo Pramesona; Betta Kurniawan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fibrilasi atrium merupakan faktor yang dapat menyebabkan peningkatan risiko untuk terjadinya penyakit stroke dan meningkatkan persentase kematian menjadi lebih tinggi. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, menunjukkan di perkotaan terdapat 15,9%. Pada Riskesdas tahun 2018 menunjukan prevalensi stroke tertinggi di Indonesia terdapat di Provinsi Kalimantan Timur (14,7%), diikuti Provinsi Sumatera Selatan (10%), dan terendah di Provinsi Papua(4,1%). Diperkirakan 1 dari 5 penderita stroke iskemik merupakan stroke kardioemboli (dengan angka kejadian 12%-31% dari keseluruhan stroke iskemik). Setiap tahun, stroke kardioemboli dengan FA menyumbang hingga seperempat dari stroke iskemik di Amerika Serikat. Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui faktor fibrilasi atrium dengan kejadian stroke iskemik yang meliputi patofisiologi, faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Kata Kunci: Fibrilasi Atrium, Stroke Iskemik, Patofisiologi, Faktor Risiko, Diagnosis, Tatalaksana
Literature Review Terkait Faktor Yang Memengaruhi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Pada Tenaga Kesehatan Amalia Tirzaningrum; Bayu Anggileo Pramesona; Khairun Nisa Berawi; Sutarto Sutarto
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pasien telah menjadi isu global dan merupakan komponen penting dari mutu pelayanan kesehatan. Pelaporan insiden merupakan langkah pertama yang penting untuk meningkatkan keselamatan pasien. Sistem pelaporan Insiden keselamatan pasien memberikan informasi tentang terjadinya keselamatan pasien yaitu insiden untuk mengurangi risiko, memperbaiki sistem, belajar dari kesalahan, dan berbagai pembelajaran. Berdasarkan data pelaporan insiden keselamatanpasien di Indonesia periode 2006–2011 tercatat 877 insiden. Data tentang keselamatan pasien di Indonesia masih sulit diperoleh karena masalah pada sistem pelaporan, berdasarkan laporan tahunan untuk tahun 2011, hanya 132 insiden yang dilaporkan oleh 132 fasilitas pelayanan kesehatan, karena terdapat 2.267 fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia maka kurang dari 6% jumlah total fasilitas pelayanan kesehatan yang berpartisipasi dalam pelaporan. Hal ini menunjukkan tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien yang rendah. Pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan salah satu kendali mutu untuk dapat memecahkan masalah sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali serta harus ditingkatkan agar tercipta budaya keselamatan pasien, namun yang menjadi permasalahan besar adalah adanya  hambatan-hambatan terkait  pelaporan  insiden,  terdapat  beberapa  faktor  yang  memengaruhi pelaporan  insiden  keselamatan  pasien antara lain faktor individu yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, masa kerja dan status kepegawaian, faktor psikologi yaitu persepsi, sikap dan motivasi, serta faktor organisasi yaitu kepemimpinan. Kata kunci: Keselamatan pasien, pelaporan insiden
Laboratory Tests as an Indicator of Neonatal Sepsis Putu Karis Ayu Kirana; Tri Umiana Soleha; Bayu Anggileo Pramesona; Evi Kurniawaty
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp47-53

Abstract

Sepsis neonatotum adalah penyakit yang sangat kompleks dimana kelainan klinis penyakit sistemik disebabkan oleh bakteremia pada bayi berusia 28 hari atau kurang. Penegakkan diagnosis sepsis neonatorum masih sulit ditegakkan dan kita membutuhkan pemeriksaan laboratorium atau biomarker untuk diagnosis sepsis neonatorum yang cepat dan akurat. Baku emas dalam pengujian laboratorium untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri penyebab sepsis adalah kultur darah, namun hasil dari pemeriksaan ini baru dapat diketahui setelah beberapa hari sehingga diperlukan metode pemeriksaan penunjang yang lebih cepat untuk membantu diagnosis serta digunakan sebagai alat skring diagnosis dan predictor kematian sepsis pada bayi baru lahir. Pemeriksaan darah lengkap dan beberapa biomarker lainnya merupakan pemeriksaan sederhana yang umumnya tersedia di hampir semua fasilitas perawatan kesehatan, sehingga diagnosis sepsis neonatorum dapat segera ditegakkan dan tatalaksana dapat segera diberikan. Neonatal sepsis is a highly complex disease in which clinical abnormalities of systemic disease are caused by bacteremia in infants aged 28 days or less. The diagnosis of neonatal sepsis is still difficult to establish and we need laboratory tests or biomarkers for rapid and accurate diagnosis of neonatal sepsis. The gold standard in laboratory testing to detect and identify the bacteria that cause sepsis is blood culture, however the results of this examination can only be known after a few days, so a faster supporting examination method is needed to assist diagnosis and be used as a diagnosis screening tool and predictor of sepsis mortality in newborns. Complete blood tests and several other biomarkers are simple tests that are generally available in almost all health care facilities, so that the diagnosis of neonatal sepsis can be established immediately and management can be given immediately.
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan, Air yang Dikonsumsi, dan Kualitas Jamban terhadap Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Way Halim II Kota Bandar Lampung Lariza Serafina Tobroni; Oktadoni Saputra; Bayu Anggileo Pramesona; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp313-323

Abstract

Penyakit diare termasuk dalam kategori infeksi yang hingga kini masih menjadi isu kesehatan global, terutama pada balita. Faktor lingkungan, seperti pola mencuci tangan yang tidak benar, pemakaian air yang tidak layak konsumsi, dan kualitastoilet yang tidak sesuai dengan standar kesehatan bisa memperbesar kemungkinan terjadinya diare. Studi ini memiliki tujuanuntuk memahami keterkaitan antara pola mencuci tangan, air yang dikonsumsi, serta kualitas toilet mengenai kasus diare dan mengetahui faktor dominan yang berperan dalam kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Way Halim II, Kota Bandar Lampung. Studi dilakukan di Kelurahan Way halim permai yang merupakan wilayah kerja dari Puskesmas Way Halim II dan memakai rancangan cross-sectional dengan metode simple random sampling. Informasi diperoleh melaluiobservasi mandiri dam pengumpulan data lewat wawancara menggunakan kuesioner yang telah teruji keabsahan dan konsistensinya. Analisis data mencakup univariat, bivariat, dan multivariat dengan penerapan uji chi-square dan regresilogistik biner. Analisis univariat menunjukkan sebesar 40,7% responden mengalami diare, 37,7% responden memilikikebiasaan mencuci tangan tidak baik, 46,6% responden mengonsumsi air yang tidak bersih, 14,2% responden memilikikualitas jamban yang tidak bersih. Temuan analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan bermakna antara pola mencucitangan (nilai p = <0,001), jenis air yang dikonsumsi (nilai p = 0,036), dan mutu jamban (nilai p = 0,003) dengan kejadiandiare pada balita. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel mutu jamban adalah faktor paling dominan (OR: 5,138). Ada keterkaitan antara pola mencuci tangan, jenis air yang dikonsumsi, dan mutu jamban dengan kejadian diare pada balita, di mana kualitas jamban menjadi faktor utama penyebab diare di area kerja Puskesmas Way Halim II Kota Bandar Lampung. Kata kunci: air yang dikonsumsi, diare, kualitas jamban, mencuci tangan
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdurrouf, Muhammad Adiputra, I Made Sudarma Agusta Saraswati Agustine Sesunan, Dyah Surya Ahmad Veda Yudanto Aila Karyus Akbar, Muhamad Farhan Akbar, Muhammad Farhan Amalia Tirzaningrum Amallia, Rizka Dina Ananda Fitriliani Andhini, Friska Asep Sukohar Azhar, Hafidz Sirojudhin Betta Kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Cantika, Diana Helen Catur Ariwibowo Clara Sylvia Agustin Dayu Laras Wening Defri, Carisa Nabila Dewi Nur Fiana Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dwita Nurmumpuni Dwita Nurmumpuni Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eka Nur Sejati Eka Putri Rahmadhani Elsye Maria Rosa Endro Prasetyo Wahono Ety Apriliana Evi Kurniawaty Exsa Hadibrata Fatwa, Zahra Ramadhani Firdausy, Daniatul Fitria Saftarina Fitria Saftarina Galih Prayogo Ginting, Sadar Hadibrata, Exsa Hafizh, Ahmad Fauzan Hasmal, Aditia Leo Heru Santosa I Nyoman Asdiwinata I Wayan Dika Aditia Darma Indirawati, Sri Malem Intanri Kurniati Issroviatiningrum, Retno Jhons Fatriyadi Suwandi Joko Apriyono Khaironi Fitriany Khairun Nisa Larasati, Ratri Mauluti Lariza Serafina Tobroni Larrassati, Vanesya Naya Leni Ervina, Leni Lia Puspitasari Lintang Lestari Cahya Sawitri M. Fauzan Abdillah Rasyid M. Ridho Ulya Maria Ulfa Maya Dwi Yustini Maya Ganda Ratna Mela Liberti Octoriani Simaremare Momoyo Azuma Muhammad Iqbal Nasution, Rizqiani Astrid Nopryan Ekadinata Nurmaini Nurmaini Nurrahma, Alya Nabila Nurwijayanti Oktadoni Saputra Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktoba, Zulpakor Otta Nur Kirana Puspitasari, Dyah Wiji Putra, Pandya Fisatama Putu Karis Ayu Kirana Rahayu, Anis Dwi Rahayu, Anisa Dwi Ramadhan Triyandi Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Reni Zuraida Rianto, Muhamad Arif Risal Wintoko Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Pratama Ronalda Budyantara Salsabila Nurislami Salsabila Nurislami Sari, Dewi Keumala selvi rahmawati Setiawan, Gigih Shaffa Aulia Shabrina Shinta Nareswari Sihaloho, San Maulina Siti Husna Siti Zahara Nasution, Siti Zahara Sormin, Merris Hartati Suharmanto Suharmanto Suharmanto Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutyarso TA Larasati Theresia Anita Pramesti Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Tugiyono Tugiyono Wardani, Dyah Wulan Wardani, Ika Novianna Wido Gamani Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Yulizar Yulizar Yuviana, Yuviana Zakiah Zakiah Zefanya Angie Zulfikar