Claim Missing Document
Check
Articles

KANDUNGAN TOTAL COLIFORM AIR SUMUR GALI DAN KONTRUKSI SUMUR DI DESA SINSINGON BARAT KECAMATAN PASSI TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Lumi, Christi Natalia; Josep, Woodford h B. S.; Sumampouw, Oksfriani Jufri
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumur gali merupakan salah satu sumber utama air bersih yang sangat penting bahkan sangat diperlukan bagai manusia digunakan baik untuk mandi-cuci-kakus maupun digunakan dalam hal lainnya. Oleh karena itu, air yang digunakan untuk keperluan setiap hari harus bersih. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kandungan total Coliform air sumur gali dan kontruksi sumur di Desa Sinsingon Barat Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain deskriptif berbasis laboratorium. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 53 sampel sumur gali yang menggunakan pompa listrik.Pemeriksaan sampel air di laboratorium menggunakan parameter total Coliform. Hasil pada penelitian yang dilakukan di Desa Sinsingon Barat dengan jumlah sampel 53,didapatkan yang memenuhi syarat total Coliform hanya 21 sampel dan yang tidak memenuhi syarat total Coliform yaitu 32sampel sedangkan pada bagian kontruksi sumur gali semuanya tidak memenuhi syarat. Kesimpulan pada penelitian ini, dari 53 sampel sumur gali yang diteliti terdapat 39,6% sumur gali memenuhi syarat total Coliform sedangkan yang tidak memenuhi syarat yaitu 60,4%. Bagian kontruksi dari 53 sumur yang di teliti 100% tidak memenuhi syarat. Saran untuk masyarakat agar memperbaiki bagian kontruksi sumur gali sehingga menghindari terjadinya pencemaran pada air sumur gali.Kata Kunci : Total Coliform, Kontruksi Sumur Gali ABSTRACT Dig well is one of the main sources of clean water is a very important even very necessary as humans used either for the bath-toilet-washing or use in other things. Therefore, the water used for the purposes of every day must be clean. The aim of this research is to find out how the content of total Coliform dig water wells and construction of wells in the village of Sinsingon West of the Subdistrict of East Bolaang Mongondow Regency Passi. This research are observational with descriptive design laboratory-based. The number of samples in this study is 53 samples well dig that uses electric pumps. Examination of water samples in the laboratory using a parameter of total Coliform. Results on a study conducted in West Sinsingon Village with a population of 53 samples, obtained the eligible total Coliform samples only 21 unqualified total Coliform and 32 samples while on the part of the construction of the well dig everything unqualified. Conclusion in this study, 53 of the dig wells sampled in carefully there is 39.6% dig wells qualified total Coliform while unqualified is 60.4%. Part of the construction of 53 wells in the meticulous 100% unqualified. Suggestions for people to fix part of the construction of the well digging them up thus avoiding the occurrence of pollution in water dig well. Key words: Total Coliform, Dig Wells Construction
ANALISIS KADAR KARBON MONOKSIDA (CO) UDARA DI TERMINAL BERIMAN KOTA TOMOHON TAHUN 2018 Pangerapan, Sinthia Brigyta; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Joseph, Woodford Baren Soleiman
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon Monoksida (CO) merupakan racun yang cukup lama dalam sejarah manusia. Sumber utama dari CO adalah asap knalpot kendaraan terutama mesin berbahan bakar bensin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur Kadar CO udara di Terminal Beriman Kota Tomohon tahun 2018. Jenis penelitian ini observasional dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi sampling dalam penelitian ini berada di Terminal Beriman Kota Tomohon, dalam penelitian ini ada tiga titik yang mewakili di Terminal Beriman Kota Tomohon, yaitu (i) titik 1 jalan keluar masuk terminal (ii) titik 2 tempat parkiran (iii) tempat jualan pedagang. Kadar CO di dapatkan dari hasil pengukuran dengan menggunakan alat CO Meter dengan menggunakan metode NDIR. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan kadar CO udara di terminal Beriman Kota Tomohon terendah terjadi di titik 3 sebesar 1.063 μg/Nm3. Nilai tertinggi terjadi di titik 1 pada pagi hari di hari libur minggu ke-2 sebesar 9.734 μg/Nm3 dan di titik 1 pada pagi hari di hari libur minggu ke-1 sebesar 7.558 μg/Nm3. Hasil penelitian mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Kesimpulan penelitian ini yaitu kadar CO di terminal Beriman Tomohon berkisar 1.063-9.734 μg/Nm3. Hal ini menunjukkan kualitas udara berdasarkan kadar CO masih baik sehingga dibutuhkan upaya untuk menjaga kualitas udara di terminal Beriman Tomohon.Kata Kunci: Kadar CO, CO Meter, Udara, TerminalABSTRACTCarbon Monoxide (CO) was poison in human history. The main source of CO is the exhaust fumes of vehicles, especially gasoline engines. The purpose of this study was to measure the ambient CO levels in Terminal Beriman Tomohon. The type of research was an observational with cross-sectional approach. The sampling location was located in Terminal Beriman Tomohon City. In this research, there are three points that represent at Terminal Beriman Tomohon City, it is (i) terminal exit (ii) parking place iii) place of merchant's selling. CO concentration obtained from the measurement using the tool CO Meter using NDIR method. The result of this study that the lowest ambient CO levels Terminal Beriman Tomohon city occurred at point 3 of 1,063 μg / Nm3. The highest levels occurs at point 1 in the morning of the 2nd week's holiday of 9,734 μg / Nm3 and at point 1 in the morning on the holiday of week 1 is 7,558 μg / Nm3. The results of the study refer to PP No. 41 Tahun 1999 on the Control of Air Pollution. The conclusion of this research was that the ambient CO levels of Terminal Beriman Tomohon City is about 1,063-9,734 μg / Nm3. This shows the air quality based on ambient CO levels was still good so it takes effort to maintain the air quality at Terminal Beriman Tomohon City.Keywords: CO level, CO Meter, City terminal, Air ambient
TREND KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA MANADO TAHUN 2009-2018 Butarbutar, Risca Natalia; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Pinontoan, Odi Roni
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi DBD diakibatkan oleh virus dengue. Faktor iklim seperti curah hujan, suhu dan kelembaban berpengaruh terhadap penyebaran DBD. Penelitian bertujuan untuk mengetahui trend kejadian DBD di Kota Manado tahun 2009-2018. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan data time series. Penelitian dilakukan di Kota Manado pada Mei-September 2019. Subjek penelitian yaitu prevalensi DBD tahun 2009-2018. Data diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Manado. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan microsoft excel. Data ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2009 prevalensi DBD sebesar 1045 dan tahun 2018 sebesar 294 kasus dengan rata-rata kasus sebesar 506 kasus. Kejadian DBD tertinggi yaitu pada tahun 2009 sebanyak 1045 kasus, terendah yaitu pada tahun 2011 sebanyak 134 kasus dan rata-rata kejadian per tahun sebesar 506 kasus. Secara umum, terlihat kecenderungan kejadian DBD mengalami penurunan. Kesimpulan penelitian ini yaitu kejadian DBD tahun 2009-2018 di kota Manado mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian DBD di kota Manado sudah berjalan dengan baik. Kata kunci: Prevalensi DBD, Kecenderungan, Kota Manado ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease transmitted by Aedes aegypti mosquitoes.  DHF infection is caused by dengue virus.  Climate factors such as rainfall, temperature and humidity affect the spread of DHF.  The study aims to know the trend of DHF prevalence in Manado in 2009-2018. This research was an descriptive study with a retrospective approach.  The study was conducted in the city of Manado with the time of research in May-September 2019. The research sample is the number of DHF events taken from the Manado City Health Office. Data was analyzed using microsoft excel. Data was displayed in graphical form. The results of this study showed that in 2009 the prevalence of DHF was 1045 and in 2018 it was 294 cases with an average of 506 cases. The highest prevalence of DHF in 2009 as many as 1045 cases, the lowest was in 2011 as many as 134 cases and the average prevalence per year was 506 cases. In general, there was a decrease tendency for the prevalence of DHF. The conclusion was a decrease tendency for the prevalence of DHF 2009-2018. Thus, the controlling program of DHF in Manado city were done well. Keywords: DHF Prevalence, Trend, Manado
KAPASITAS VITAL PARU BERDASARKAN LAMA BEKERJA DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PENAMBANG EMAS DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Rany, Pongkorung Desi; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Sekeon, Sekplin A.S
KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambang emas merupakan salah satu dari pekerjaan yang dekat dengan paparan bahan kimia, baik paparan debu, asap, maupun gas-gas beracun. Sulawesi Utara memiliki salah satu lokasi pertambangan emas yang berada di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara, yang dikenal sebagai wilayah pertambangan rakyat Tatelu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama bekerja dan penggunaan alat pelindung diri dengan kapasitas vital paru di tambang emas Desa Tatelu. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2018. Sampel penelitian sama dengan total populasi yaitu sebanyak 40 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan Spirometry pada Kapasitas Vital Paru. Analisi Bivariat menggunakan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% dan α=0,05. Hasil penelitian terdapat 32% pekerja memiliki KVP normal, 55% pekerja dengan gangguan KVP retriksi ringan, 13% pekerja gangguan KVP retriksi sedang. Terdapat 78% pekerja yang bekerja ≤8 jam, dan 22% pekerja yang bekerja >8 jam. Terdapat 68% pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri, dan 32% pekerja menggunakan alat pelindung diri. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara lama bekerja dan kapasitas vital paru, dan terdapat hubungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan kapasitas vital paru. Saran yang ditujukan kepada pekerja penambang Desa Tatelu agar lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan diri pada saat bekerja dengan menggunakan alat pelindung pernapasan untuk menjaga kesehatan paru tetap sehat.  Kata Kunci: Lama Bekerja, Penggunaan Alat Pelindung Diri, Kapasitas Vital Paru. ABSTRACTGold miners are one of the jobs that are close to exposure to chemicals, both exposure to dust, smoke, and toxic gases. North Sulawesi has one of the gold mining locations located in Tatelu Village, Dimembe District, North Minahasa Regency, which is known as the Tatelu people's mining area. This study aims to determine the relationship between length of work and the use of personal protective equipment with vital lung capacity in the gold mine in Tatelu Village. The method of this study is an observational study with a cross sectional approach. The research was conducted in August to December 2018. The study sample was the same as the total population of 40 people. Retrieving data using questionnaires and Spirometry at Lung Vital Capacity. Bivariate analysis uses the chi square test at a confidence level of 95% and α = 0.05. The results of the study showed 32% of workers had normal KVP, 55% of workers with mild retarded KVP disorder, 13% of workers with moderate retraction KVP. There were 78% of workers working ≤8 hours, and 22% of workers working> 8 hours. There were 68% of workers not using personal protective equipment, and 32% of workers using personal protective equipment. The conclusion in this study is that there is no relationship between duration of work and lung vital capacity, and there is a relationship between the use of personal protective equipment with vital lung capacity. Suggestions for mining workers in the Tatelu Village to pay more attention to health and safety when working with respiratory protective equipment to maintain healthy lung health. Keywords: Duration of Work. Use of Personal Protective Equipment, Lung Vital Capacity
FASILITAS SANITASI DAN PEMERIKSAAN ESCHERICHIA COLI PADA PERALATAN MAKANAN YANG DIGUNAKAN DI RUMAH MAKAN KOMPLEKS WANEA PLAZA KOTA MANADO Mandas, Grifith Vanesa; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Pinontoan, Odi Roni
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamanan makanan dan minuman menjadi salah satu upaya kesehatan yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan. Rumah makan adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keadaan fasilitas sanitasi dan keberadaan E. coli pada peralatan makan yang digunakan di rumah makan kompleks Wanea Plaza Kota Manado. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif observasional dan pemeriksaan laboratorium. Objek penelitian ini adalah semua rumah makan yang ada di Kompleks Wanea Plaza Kota Manado dengan sampel sebanyak 3 rumah makan. Penelitian ini dilaksanakan di Kompleks Wanea Plaza Kota Manado pada bulan Agustus sampai September tahun 2018. Penelitian ini menggunakan kuesioner checklist dan pemeriksaan di laboratorium BTKLPP Kelas I Manado dengan hasil fasilitas sanitasi semua rumah makan memenuhi syarat fasilitas untuk air bersih dan tempat cuci tangan. Dalam pemeriksaan E.coli ditemukan 2 rumah makan dari 3 rumah makan yang positif E.coli sedangkan 1 rumah makan negatif E.coli. Masih terdapat beberapa komponen dalam fasilitas sanitasi yang belum memenuhi syarat diantaranya toilet dan tempat mencuci peralatan. Dalam peralatan makan yang positif E.coli diharapkan penanganan yang tepat bagi rumah makan Kompleks Wanea Plaza Kota Manado agar dapat segera diatasi.Kata Kunci: Fasilitas Sanitasi, Peralatan Makanan, E.coliABSTRACTFood and beverage security is one of the health efforts carried out in the form of activities with promotive, preventive, curative and rehabilitative approaches carried out in an integrated, comprehensive and sustainable manner, A restaurant is any commercial place of business whose scope of activity provides food and drinks to the public at its place of business. The aim of this study was to determine the state of sanitation facilities and presence of E.coli germs on cutlery used in the restaurant of Wanea Plaza Manado. This type of research is observational descriptive research and laboratory examination. The objects of this study were all restaurants in the Wanea Plaza Complex of Manado City with a sample of 3 restaurants. The research was carried out at the Wanea Plaza Manado, from August to September 2018. This study used questionnaires checklist and laboratory examinations at BTKLPP Class I Manado with the results of sanitation facilities all restaurants fulfilled the facility requirements for clean water and hand washing facilities. In E.coli examination found 2 restaurants from 3 restaurants that were positive for E.coli while 1 restaurant had negative E.coli. There are still several components in sanitation facilities that do not meet the requirements including toilets and washing facilities. In Ecoli-positive food utensils, it is expected that proper handling of the Manado City Plaza Wanea Complex restaurant can be handled immediately.Keywords: Sanitation Facilities, Food Utensils, E.coli
KANDUNGAN Escherichia coli& COLIFORM DAN KUALITAS FISIK AIR SUMUR GALI DI JALAN SEA LINGKUNGAN II KELURAHAN MALALAYANG 1 BARAT KOTA MANADO Ester, Sangian; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Umboh, Jootje M.L.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAir adalah suatu elemen yang paling melimpah di atas bumi, yaitu meliputi 70% permukaannya dan berjumlah kira-kira 1,4 miliar kilometer kubik. Apabila dituang merata diseluruh permukaan bumi akan terbentuk lapisan dengan kedalaman rata-rata 3 kilometer. Namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97% ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kelayakan dalam keperluan rumah tangga. Dari 3% sisanya yanga ada hampir semuanya kira-kira 87% tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah  Metode Jenis penelitian obsevasional deskripstif Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan E.coli di Lingkungan II Kelurahan Malalayang 1 Barat 14,3% melebihi standar baku mutu sedangkan kandungan Coliform sebagian besar melebihi standar baku mutu Permenkes No.32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higine Sanitasi parameter E.coli yaitu 0 CFU/100ml dan Coliform 50 CFU/100ml. dan hasil untuk kualitas fisik menunjukkan bahwa air sumur gali yang berada di Lingkungan II Kelurahan Malalayang 1 Barat sebagian kecil yang berwarna dan berbau sedangkan keseluruhan air sumur gali tidak berasa.Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu kandungan E.coli (14,3%) memenuhi syarat dan (85,7%) tidak memenuhi syarat, kandungan Coliform (57,1%) memenuhi syarat dan (42,8%) tidak memenuhi syarat, kualitas air untuk uji warna (85,7%) memenuhi syarat (14,3%) tidak memenuhi syarat untuk pemeriksaan bau (92,8%) memenuhi syarat dan (7,14%) tidak memenuhi syarat dan untuk uji rasa semuanya (100%) memenuhi syarat. Kata Kunci : Escherichia coli, coliform, kualitas fisik air ABSTRACTWater is a most abundant element on earth, covering 70% of its surface and amounted to approximately 1.4 billion cubic kilometers. When poured evenly over the entire surface of the earth will form a layer with an average depth of 3 kilometers. However, only a small fraction of this amount which is actually utilized, which is approximately 0.003%. Most of the water, approximately 97% are in the ocean or sea, and the salt content is too high for eligibility in the household. Of the remaining 3% yanga there is almost everything approximately 87% is stored in very deep layer at the poles or undergroundMethod Type of observational study deskripstifresult The results showed that the content of E. coli in the Environment II Sub Malalayang 1 West 14.3% exceeded the quality standards while Coliform content largely exceeded quality standards Permenkes No.32 of 2017 on Standards of Quality Standards Environmental Health and Health Requirements For Sanitary Purposes higine E.coli parameter is 0 CFU / 100ml and Coliform 50 CFU / 100ml. and the results for the physical qualityshows that the water wells are located in the Environment II West Village Malalayang 1 small part of overall color and smell while water wells tasteless.Conclusion The conclusion of this analysis, the content of E.coli (14.3%) were eligible and (85.7%) do not qualify, Coliform content (57.1%) were eligible and (42.8%) do not qualify , water quality for color test (85.7%) were eligible (14.3%) did not qualify for the examination of odor (92.8%) were eligible and (7.14%) did not qualify and to taste test everything ( 100%) qualify.. Keywords: Escherichia coli, coliform, Physical quality of water
GAMBARAN KUALITAS UDARA AMBIEN SULFUR DIOKSIDA DI KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO TAHUN 2018 Ponga, Fine Claudia; Akili, Rahayu H.; Sumampouw, Oksfriani Jufri
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian akibat polusi udara mencapai 90% berada di negara-negara dengan pendapatan rendah khususnya kawasan asia. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2016 korban tewas karena polusi udara mencapai 61 ribu orang terjadi di Indonesia. Kota-kota besar di Indonesia seperti Manado termasuk dalam kategori sedang untuk indeks pencemaran udara. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kualitas udara ambien sulfur dioksida di Kecamatan Tuminting. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tuminting pada lima titik pengambilan sampel yaitu pasar Tuminting, Sumompo, Sindulang, Maasing dan Tempat Pelelangan Ikan. Pengukuran sampel dilakukan dengan menggunakan spektofotometer berdasarkan acuan SNI 19-7119.7-2017 mengenai uji kadar sulfur dioksida (SO2) dengan metode Pararosanilin. Pengukuran dilakukan tiga kali pada rentang waktu antara pukul 10.00-14.00. Konsentrasi SO2 di kecamatan Tuminting tahun 2018 adalah 14,59- 34,31 μg/Nm3 sehingga masih tergolong baik. Keadaan ini diakibatkan karena masih adanya pepohonan hijau di wilayah Kecamatan Tuminting yang berfungsi menyerap polutan dan adanya jalan boulevard baru yang menghubungkan wilayah di Kecamatan Tuminting dan sekitarnya sehingga mengurangi penumpukan kendaraan dititik tertentu yang dapat menyebabkan peningkatan polutan SO2 di udara. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini yaitu melakukan promosi kesehatan terkait penggunaan pelindung bagi pengendara sepeda motor, melakukan perawatan mesin kendaraan dan uji emisi dan memperluas wilayah untuk pemantauan kualitas udara.Kata Kunci: Kualitas udara ambien, sulfur dioksida, ManadoABSTRACTDeath due to air pollution has reached 90% found in low-income countries, take place in Asia region on particular. According to 2016 data of World Health Organization (WHO), the amount of deaths caused by air pollution reached over 61 thousand people happened in Indonesia. Major cities in Indonesia such as Manado, is included in the medium category of air pollution index. The aim of this research is to find the ambient air quality of sulfur dioxide in Tuminting sub-district. This study uses descriptive research with a cross-sectional approach. The research is conducted in Tuminting sub-district, at five markets sampling points which are Tuminting, Sumompo, Sindulang, Maasing and the fish auction. The measurement of the sample are done using a spectrophotometer based on the reference of SNI 19-7119.7-2017 regarding the test of SO2 levels with the Pararosaniline method. The measurement made three times at range of time in between 10.00 – 14.00.The concentrations of sulfur dioxide (SO2) in Tuminting sub-district in 2018 are 14.59-34.31 μg / Nm3 so that it is still classified as good. This situation is caused due to still have the existence of green trees in Tuminting sub-district, which function to infiltrate pollutants and the new access of Boulevard Road that connects with Tuminting sub-district area and its around, so as to reduce the accumulation of vehicle in at a specific point which can cause an increase of SO2 pollutants in the air. The idea of suggestion that can be given based on this research is to undertake by making health promotion related to the use of protective gear for motorcyclist, maintenance of vehicle engine and emissions test, and expand the area for air quality monitoring.Key word: Ambient air quality, Sulfur dioxide, Manado
TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA 9-12 TAHUN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT Kaparang, Leticia Wulandari; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Sekeon, Sekplin Steven
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Penyakit DBD dapat menyebabkan kematian dan sering terjadi pada anak usia sekolah khususnya sekolah dasar. Penyuluhan kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai penyakit DBD. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur tingkat pengetahuan anak usia 9-12 tahun tentang DBD di Kecamatan Kawangkoan Barat. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Ranolambot Kecamatan Kawangkoan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2019. Jumlah responden yang digunakan yaitu sebanyak 35 orang anak. Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Tingkat pengetahuan anak dibagi menjadi 3 kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel.  Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan tingkat pengetahuan anak yang masuk kategori tinggi berjumlah 12 anak (34.3%.), pengetahuan sedang berjumlah 19 anak (54.3%) dan pengetahuan rendah berjumlah 4 anak (11.4%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan tentang DBD pada responden penelitian ini paling banyak masuk pada kategori sedang. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan tindakan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan anak. Hal ini bisa dilakukan melalui promosi kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Demam Berdarah Dengue (DBD). ABSTRACT Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the infectious diseases which is a health problem for the people of Indonesia. DHF can cause death and often occurs in school-age children, especially elementary schools. Health education needs to be done to increase children's knowledge regarding dengue disease. The purpose of this study is to measure the level of knowledge of children aged 9-12 years about dengue in Kawangkoan Barat District. Method: This type of research uses descriptive research. This research was conducted in Ranolambot Village, Kawangkoan Barat District. This research was conducted in April 2019. The number of respondents used was 35 children. The research instrument is a questionnaire. The level of children's knowledge is divided into 3 categories namely low, medium and high knowledge. The results of the study are presented in table form. Results: Based on the results of this study found the level of knowledge of children moderwho entered the high category amounted to 12 children (34.3%), moderate knowledge amounted to 19 children (54.3%) and low knowledge amounted to 4 children (11.4%). Conclusion: The conclusion of this study is that the level of knowledge about DHF in the respondents of this study is mostly included in the medium category. Based on this, intervention measures are needed to improve children's knowledge. This can be done through health promotion. Keywords: Knowledge, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).
UJI KUALITAS AIR BERSIH DARI PT. AIR MANADO BERDASARKAN PARAMETER BIOLOGI DAN FISIK DI KELURAHAN BATU KOTA KOTA MANADO Pontororing, Maria E.I; Pinontoan, Odi R.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk media air untuk keperluan higiene sanitasi meliputi parameter fisik, biologi, kimia yang dapat berupa parameter wajib dan parameter tambahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas air bersih dari PT. Air Manado berdasarkan parameter biologi dan fisik di Kelurahan Batu Kota Kota Manado. Penelitian ini merupakan observasional berbasis laboratorium. Jumlah sampel yang di ambil sebanyak 20 pelanggan yang diperoleh secara purposive sampling. Semua parameter dilakukan pemeriksaan laboratorium parameter yang diukur yaitu Bau, Rasa, Kekeruhan, Warna, E.Coli. Data dianalisis dan di tampilkan dalam bentuk tabel . Dalam 20 sampel air bersih yang diperiksa terdapat 19 sampel (95%) yang megandung  E.coli dengan jumlah berkisar 17- > 2400 MPN E.coli.  Parameter  bau, rasa, kekeruhan, semuanya memenuhi syarat yang. Parameter warna terdapat 1 sampel air bersih yang tidak memenuhi syarat . Keberadaan E.coli  pada penelitian ini yaitu  bahwa 19 sampel (95%) telah tercemar E.coli, dan pada kualitas fisik warna air bersih menunjukkan bahwa 1 sampel air bersih (5%) kualitas fisik air bersih tidak memenuhi syarat. Kata Kunci : Kualitas Air Bersih  ABSTRACT Clean water is a standard quality of environmental health for water media to sanitation hygienic needs which are physics, biology, chemisty that can be primary parameter and secandary parameter. The purpose of this research is to know the quality of a clean water of PT. Air Manado based on biology and physical parameter ini Batu Kota Manado City. This research is a laboratory observation. The amount of the sample that taleen is 20 customers which obtaind as purposive sampling. In parameter was checked in laboratory, the parameter has measured are smell, taste, turbidity, colour, E. coli. Data is analyzed and. Olisplayed in tabular form. On  20 sample of clean water was checked there is 19 sample (95%) that contained wirth E. coli. With the amounle around 17- > 2400 MPN E.coli. Smell, taste, turbidity parameter, all of that fuifill the required condition. Colour parameter there is 1 sample of clean water that doesnit fuifill the required conditions. The existence of  E.coli in this research is there are 19 sample (95%) has contaminated with E.coli, and on the physic quality of the clean waters colour shawed that 1 sample of clean water (5%) the physic quality of clean water doesnit fulfill the required conditions. Keywords: Clean Water Quality
KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PETANI DI KELURAHAN TOSURAYA SELATAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Punusingon, Axel Brayen; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Boky, Harvani
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculuskeletal disorders (MSDs) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit.Penyebab keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs yaitu Peregangan otot yang berlebihan, Aktivitas berulang, Sikap kerja tidak alamiah. Faktor Resiko terjadinya keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) yaitu Faktor penyebab sekunder, Penyebab kombinasi, dan Faktor individu.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keluhan musculoskeletal pada petani di Kelurahan Tosuraya Selatan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan desain cross sectional. Lokasi Penelitian di Kelurahan Tosuraya Selatan Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Mei-Juli 2017. Subjek penelitian yaitu 41 petani.keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) menggunakan Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) pada petani paling tinggi di tubuh bagian pinggang dan bokong pada umur 15-64 tahun (95,1%),dengan Masa kerja >10 tahun (85,4%) dan merokok sebanyak 11-20 batang/hari (53,7%).Kesimpulan penelitian ini yaitu keluhan musculuskeletal disorders (MSDs) pada petani di Kelurahan Tosuraya Selatan Kabupaten Minahasa Tenggara paling tinggi pada bagian tubuh pinggang dan bokong,berumur 15>64 tahun,masa kerja >10 tahun dan merokok 11>20 batang/hari.Kata kunci: Petani,Keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs),NBM, Minahasa Tenggara.ABSTRACT Complaints of musculuskeletal disorders (MSDs) are a complaint on the skeletal muscle sections felt by a person ranging from very mild to very painful complaints. Causes of musculoskeletal disorders (MSDs, excessive muscle stretching, repetitive activity, unnatural work attitude) Risk factors complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) are secondary causal factors, Causes of combination, and individual factors.This research was conducted to find out how musculoskeletal complaints to farmers in South Tosuraya Village South Minahasa Regency Type of research used is analytical survey with cross sectional design. in South Tosuraya village of Southeast Minahasa District in May-July 2017. Research subjects were 41 farmers with musculoskeletal disorders (MSDs) using Nordic Body Map (NBM) .The results showed that complaints of Musculoskeletal disorders (MSDs) were highest among farmers in the body the waist and buttocks at the age of 15-64 years (95.1%), with the working period> 10 years (85.4%) and smoking as much as 11-20 cigarettes / day (53.7%) .The conclusion of this study is complaint musculuskeletal disorders (MSDs) in farmers in South Tosuraya Village South Minahasa Regency is highest in waist and buttocks, aged 15> 64 years, tenure> 10 years and smoking 11> 20 cigarettes / day.Keywords: Farmers, Complaints Musculoskeletal disorders (MSDs), NBM, Southeast Minahasa.
Co-Authors Aaltje Ellen Manampiring Adam, Jeanne d’arc Zafera Anisa T Lubis Anneke Tahulending Anneke Tahulending Arlin Debora Tongkotou Awuy, Stiffany Clara B H. R. Kairupan Bawole, Belliani B. Blessy Ezra Dompas Boky, Harvani B. Bryan Rawung Budi Tamardy Ratag Butarbutar, Risca Natalia Cahya Kamila Sugiarta Cicilia Pali Cindy Meisy Kairupan Dajoh, Ireine Norma Damopoli, Apricillia Veronika Paulin Diane M. Tengker Dina Rombot Doda, Diana V.D. Duhupo, Dewinta Dwi Istanti Elshaday Mangembulude Ester, Sangian Farikah, Tetris Febi Kornela Kolibu Ferika Sumerah Fince L. Sambeka Fione, Vega Roosa Gebby Gabriele Tania Walujo Gidion Kolondam Grace Debbie Kandou Harvani Boky, Harvani Henry Palandeng Hitipeuw, Michelle Regina Christanty I Ketut Harapan Jacobs, Rivald Semuel Jeana Lydia Maramis Jeana Maramis Jeanne d’Arc Zafera Adam Jeanne d’arc Zafera Adam Jeineke Ellen Ratuela Jeineke Ellen Ratuela Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jos Narande Josefien Rolita Tiwow Josep, Woodford h B. S. Joseph, Woodford Baren Soleiman Juergen Geovane Rambing Jusuf Ondang Kaparang, Leticia Wulandari Karamoy, Youla Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kaunang, Wulan P.J Kawatu, Paul A.T Kesek, Mutiara Koch, Novarita Mariana Kolibu, Febi K. Kuhon, Frelly Valentino Lariwu, Jemima Kisy Olga Laura Wulandary Kaeng Lidya Streisand Leiwakabessy Linoe, Ribka Gloria Logor, Fione Vesty Lombogia, Orianly Lowing, Van Grayen Lumantow, Marfil Lumi, Christi Natalia Maddusa, Sri Seprianto Mamusung, Nicia Indira Manayang, Yubilarisa Mandas, Grifith Vanesa Manoppo, Jeannette I. Ch. Maramis, Franckie R.R. Maramis, Jeana Lydia Maria Sophia Muaja Mondoringin, Dyna C. Musa, Ester Candrawati Musfanto, Cheren P. Mutiara Kesek Nelwan, Ester Jeini Ni Wayan Dimkatni Nova Hellen Kapantow Novarita M. Koch Novie Homenta Rampengan Oddi R Pinontoan Odi Roni Pinontoan Odi Roni Pinontoan Odi Roni Pinontoan Pangau, Rianne Rollin Pangerapan, Sinthia Brigyta Pasolang, Gloriya Bida Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Pinontoan, Odi Pinontoan, Odi Roni Pinontoan, Odie Roni Pola, Priska Karla Ponga, Fine Claudia Pontororing, Maria E.I Powa, Veidi Punusingon, Axel Brayen Rabia Ani Ohoirat Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rany, Pongkorung Desi Ratuela, Jeineke Ellen Rengkung, Tammy Sinthya Ribka Elisabeth Wowor Ribka Gloria Linoe Ricky C. Sondakh Ronald Alexander Wenas Ronald Imanuel Ottay Ronald Immanuel Ottay Roya, Jisia Natasia Runtuwene, Kurviasni S. Sapulete, Ivonny Melinda Sapulete, Margareth Rosalinda Sapulete, Margaretha Rosalinda Sasiang, Evani Sekeon, Sekplin A.S Sekeon, Sekplin Steven Sindy Naomi Kasenda Sopacua, Victoria Greimar Sri Seprianto Maddusa Sri Seprianto Maddusa Sumual, Agatha E.G Syahlan, Vioni L. G. Syalom Mikha Tiwa Tahulending, Anneke A. Tangkilisan, Sharon Laurenzi Mariabie Ticoalu, Eliza Rolanda Ticoalu, Jansje Vera Ticoalu, Rosalin Tolondang, Andre Stif Trivena Mantow Tuda, Josef Sem Berth Vania Sartika Putri Lahinda Walewangko, Aprilia Anastasya A. Warouw, Finny Wenny Tilaar Wewengkang, Militia Christy Woodford B. S. Joseph Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Ribka Elisabeth Wulan Pingkan Julia Kaunang Yenni Wahani Yuliana, Ni made Yunus, Yasero Lazarus