Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA TEKNISI DI PT. EQUIPORT INTI INDONESIA BITUNG Yunus, Yasero Lazarus; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Maramis, Franckie R.R.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja dan stres kerja merupakan masalah dalam kesehatan kerja. Kelelahan kerja dan stres kerja dapat menyebabkan terjadinya penyakit dan kecelakaan kerja. Banyak faktor yang mempengaruhi Kelelahan kerja dan stres kerj. Beberapa faktor tersebut ialah lingkungan kerja, beban kerja, jenis kelamin, usia, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara kelelahan kerja dengan stres kerja pada teknisi di PT. Equiport Inti Indonesia Bitung. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian obeservasional. PT. Equiport Inti Indonesia Kota Bitung adalah tempat penelitian ini dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan pada Febuari-Oktober 2020. Terdapat 36 pekerja yang dipilih untuk jadi responden di penelitian ini. Dalam penelitian ini memliki 2 variabel yaitu kelelahan dan stres kerja. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Subjective Self Rating Test (SSRT) dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Jepang dalam pengukuran kelelahan kerja dan kuisioner NIOSH Generic Job Stress dalam mengukur tingkat stres kerja, kamera, dan alat tulis menulis. Penganalisisan data akan dilaksanakan secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: Penelitian ini memaparkan hasil bahwa para responden semuanya laki-laki, sebagian besar berumur < 30 tahun, dan berpendidikan SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para responden sebagian besar terdistribusi pada kelelahan kerja sedang dan stress kerja rendah. Penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson dengan nilai signifikan (p value) sebesar 0,000 (p< 0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan kerja dengan stres kerja. Selain itu diperoleh nilai kekuatan hubungan (angka koefisien korelasi) sebesar 0,682 yang artinya kedua variabel ini memiliki hubungan yang kuat dan arah hubungan positif dimana semakin tinggi kelelahan kerja maka akan diikuti dengan semakin tingginya stres kerja atau sebaliknya. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan kerja memiliki hubungan dengan stress kerja dimana semakin tinggi kelelahan kerja maka akan diikuti oleh tingginya stres kerja atau sebaliknya yang tedapat pada teknisi di PT. Equiport Inti Indonesia Bitung. Oleh karena itu, perlu diadakannya upaya pengendalian dan pencegahan kelelahan kerja dan stres kerja oleh pekerja maupun pihak manajemen perusahaan. Kata Kunci: Stres Kerja, Kelelahan Kerja, Teknisi ABSTRACTBackground: Fatigue and work stress are problems in occupational health. Fatigue and work stress can cause occupational diseases and accidents. Many factors influence work fatigue and work stress. Some of these factors is the work environment, workload, gender, age, and others. The purpose of this study was to analyze the relationship between work fatigue and work stress on technicians at PT. Equiport Inti Indonesia Bitung. Research Methods: This study used an obeservational research design. PT. Equiport Inti Indonesia Bitung is where the research was conducted. The research was conducted in February and October 2020. There are 36 workers were selected to be the respondents in this study. In this study, there are 2 variables, namely fatigue and work stress. The instruments used were questionnaires Subjective Rating Self Test (SSRT) of the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Japan in the measurement of fatigue and NIOSH questionnaire Generic Job Stress in measuring the level of work stress, camera, and stationery. Analyzing data will be carried out using univariate and bivariate. Research Result: This study describes the results that respondents were all male, mostly aged <30 years, and high school educated. The results showed that the respondents mostly distributed moderate work fatigue and low work stress. This study using Pearson correlation test with significant values (Sig. 2-tailed) of 0.000 and is smaller than the p-value (p <0.05), which means there is a significant relationship between work fatigue with job stress with strong ties power level (figure The correlation coefficient is 0.682 **) and the two variables are unidirectional (value towards a positive relationship), which means the higher the fatigue it will be followed with higher job stress or vice versa. Conclusin: This study concludes that work fatigue has a relationship with work stress where the higher the work fatigue will be followed by high work stress or vice versa which is found in technicians at PT. Equiport Inti Indonesia Bitung. Therefore, it is necessary to carry out efforts to control and prevent work fatigue and work stress by workers and company management. Keywords: Work Fatigue, Job Stress, Technician.
PSIKOANALISIS TOKOH SUZUHARA NAO DALAM DRAMA “MOTHER” KARYA SAKAMOTO YUJI Dwi Istanti; Rianna J Sumampouw; Jusuf D Ondang
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 1 No. 3 (2021): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.928 KB) | DOI: 10.36582/soculijrccsscli.v1i3.2637

Abstract

Drama adalah bentuk seni yang bercerita melalui percakapan dan tindakan tokoh-tokohnya yang berdasarkan atas konflik batin dan dapat dipentaskan. Drama Mother adalah drama dari negara Jepang yang ditayangkan pada tanggal 14 April 2010 – 23 Juni 2010, drama ini menceritakan tentang tokoh Suzuhara Nao yang ingin menyelamatkan Michiki Rena dari siksaan ibu kandungnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang meliputi tema, tokoh-penokohan dan juga mendeskripsikan struktur kepribadian Suzuhara Nao dengan menggunakan teori psikologi sastra milik Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan teknik analisis data yang menggunakan metode dramatik. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Suzuhara Nao memiliki kepribadian yang dingin, pendiam, dan keras kepala. Dan analisis psikologi yang dimilikinya yaitu memiliki kedudukan id, ego dan superego yang seimbang.
THE ANALYSIS OF THE MAIN CHARACTER'S QUARTER-LIFE CRISIS FROM THE MOVIE "SOUL" BY PETE DOCTER Rianna Jona Sumampouw
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 1 No. 4 (2021): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.822 KB) | DOI: 10.36582/soculijrccsscli.v1i4.2895

Abstract

The Analysis of the Main Character’s Quarter-Life Crisis from the Movie “Soul” by Pete Docter Rianna Jona Sumampouw Elisabet Natalia Umbas Abstract The presence of the film "Soul" by Pete Docter has been momentous for the portrayal of the quarter life crisis. Disney Pixar definitely had an impact on the perceptions of those who had gone through that phase. The purpose of this study is to dig deeper into how we can understand what Pete Docter wants to convey a message of not only achieving one’s dream but also feeling you lost a part of yourself. Besides that, it also demonstrates how humans tend to forget the good people that helped them achieved their dream resulting them in being selfish and visualizes an interesting way of quarter life crisis that could clear up some doubts of the afterlife. It will shed light on the science and reasons behind such influence in their personal lives and determine how they view the characters who are facing a quarter life crisis. In turn, conceptualizing the level of care in understanding characters will help gain a better understanding of how the film industry can work and the role it plays in sending messages to its audiences is beneficial. In doing this research, the researcher used qualitative method and collected the data by watching the movie “Soul” to analyze the main character’s quarter-life crisis. Some of the data has been taken from internet and books. Based on the analysis in the previous chapter, the researcher would like to conclude on how to solve the quarter life crisis from the hit Pixar movie “Soul” by Pete Docter. The exploration and development of Joe's character did not feel forced because Joe is portrayed as an ordinary man who is learning to live, the audience can most definitely relate to this experience. The story that focuses on Joe’s character who is depicted as flat has an interesting balance as the character named 22 adds a bit of flavor to the storyline, giving it a contradictory flavor. The characters Joe Gardner and 22 offer important advice to those who are still confused on their purpose of life. In addition, the director and scriptwriter Peter Docter seemed to want to invite the audience to participate in questioning the purpose of life through scene by scene. It may seem simple, but it's actually very meaningful
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TOYOTOMI HIDEYOSHI DALAM NOVEL “TAIKO” Bryan Rawung; Jos Narande; Rianna Sumampouw
KOMPETENSI Vol. 2 No. 10 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang keduanya saling berhubungan karena berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra. Novel Taiko Eiji Yoshikawa karya Eiji Yoshikawa merupakan novel yang menceritakan tentang Toyotomi Hideyoshi, satu dari tiga tokoh pemersatu Jepang dan seorang daimyo terkuat di zaman Azuchi Momoyama. Dua lainnya adalah Oda Nobunaga dan Tokugawa Ieyasu. Rumusan masalah pada penelitian ini yakni bagaimana karakter tokoh utama pada novel Taiko karya Eiji Yoshikawa Pada novel Taiko, bagaiamanakah Nilai Pendidikan karakter tokoh Toyotomi Hideyoshi. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data pada penelitian ini yaitu novel “Taiko” karya Eiji Yoshikawa, alih bahasa Hendarto Setiadi dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, 2003. Hasil dari penelitian ini yaitu Toyotomi Hideyoshi merupakan pemimpin jepang di zaman Azuchi Momoyama (1573-1603) yang berhasil didirikan pemerintahan pusat setelah berhasil mempersatukan provinsi-provinsi di Jepang.Toyotomi Hideyoshi yang memiliki nama panggilan kanak-kanak yaitu Hiyoshi. Ia terkenal dengan panggilan Monyet. Nilai-nilai pendidikan karakter Toyotomi Hideyoshi Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, bertanggung jawab. Toyotomi memiliki karakter yang religius, kejujuran, toleransi, tidak pernah menyerah, bekeja keras, membahagiakan ibu dan kakak perempuannya, kreatif, rasa ingin tahunya besar, tidak lupa dengan orang-orang yang selalu baik dengannya, mudah bergaul, bersahabat dengan siapa saja, cinta damai.
ANALISIS YOKAI DALAM ANIME GEGEGE NO KITARO Juergen Geovane Rambing; Rianna Sumampouw; Yenni Wahani
KOMPETENSI Vol. 2 No. 9 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Yokai menurut pandangan orang Jepang dalam Anime Gegege no Kitaro. Anime Gegege no Kitaro merupakan Anime pertama yang menggambarkan ciri fisik Yokai itu. Menurut Kawase Shobo Shinsa dalam bukunya "Zusetsu Yokai-ga No Keifu" (2009) menerangkan bahwa karya yang mengisahkan Yokai Anime pertama oleh Mizuki Shigeru ini melahirkan sebuah genre baru yaitu genre Yokai dalam industri Anime. Gegege no Kitaro dengan pemeran utamanya Yokai itu sendiri, memperkenalkan mengenai asal usul dan petualangan di dunia Yokai disetiap episodenya. Anime Gegege no Kitaro sebagai salah satu cermin untuk mempelajari seperti apa ciri fisik Yokai itu. Mizuki Shigeru dan buku berjilidnya yang kembali memperkenalkan Yokai dari masa lalu ke Jepang modern, dimana Yokai terus menjadi aspek penting dari budaya populer Jepang. Pengaruh Yokai dapat dirasakan, dinikmati maupun dipelajari melalui buku, film, animasi, desain produk, video game Jepang dan lainnya. Pada zaman modern ini, budaya Jepang yang populer secara mendunia membawa Yokai semakin dikenal di seluruh dunia sebagai salah satu budaya populer Jepang.
Persepsi Masyarakat tentang Penerimaan Vaksinasi Covid-19 Josefien Rolita Tiwow; Oksfriani Jufri Sumampouw; Sri Seprianto Maddusa
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksinasi telah menjadi kegiatan utama dalam mengatasi pandemic Corona Virus Disease (Covid) 19. Salah satu faktor yang memengaruhi penerimaan vaksinasi yaitu persepsi. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan persepsi masyarakat tentang penerimaan vaksinasi Covid-19. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif yang menggunakan sebanyak 400 masyarakat sebagai subyek penelitian. Subyek penelitian dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel ini diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang pernah terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 12 responden (3,0%). Responden yang sudah 3 kali divaksin (booster) terdapat 84 responden (21,0%). Responden yang bersedia untuk menerima vaksin Covid-19 yaitu 6 responden (1,5%) dan yang tidak bersedia untuk menerima vaksin Covid-19 sebanyak 7 responden (1,7%). Responden yang sudah divaksin lengkap (2-3 kali) sebanyak 82,2%. Responden yang memiliki persepsi cukup baik sebanyak 57,3%. Kesimpulan penelitian ini yaitu masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan Barat Minahasa dominan memiliki persepsi yang cukup baik sehingga dibutuhkan upaya peningkatan persepsi masyarakat melalui edukasi dan promosi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD DALAM PEMBEBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JEPANG DI SMA NEGERI 1 SIAU TIMUR Elshaday Mangembulude; Fince L. Sambeka; Rianna J. Sumampouw
KOMPETENSI Vol. 2 No. 12 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media flash card dalam menunjang proses belajar dan mengajar merupakan salah satu strategi yang sangat efektif untuk digunakan dalam belajar bahasa Jepang, lebih khusus untuk meningkatkan kemampuan pelafalan kosakata pada siswa. Dengan adanya media flashcard dapat membantu para siswa untuk mengekspresikan dan mengembangkan daya ingat mereka tentang hal-hal yang baru dipelajari baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan kehidupan sehari-hari. Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen, serta ditindak lanjuti dengan teknik pengelolahan data berdasarkan uji-t. Yang didapat dari hasil pre-test dan post-test kemudian diperoleh rata-rata dari hasil belajar siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, untuk hasil pengujian hipotesis peneliti menggunakan statistik uji-t, untuk melihat hasil yang diperoleh setelah menggunakan media flashcard dan baik untuk diterapkan kepada siswa.
LOYALTY AS REFLECTED IN KOYOHARU GOTŌGE’S KIMETSU NO YAIBA COMIC Gidion Kolondam; Rianna R. J. Sumampouw; Diane M. Tengker
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 2 No. 6 (2022): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v2i6.7307

Abstract

This research aims to describe the meaning, causes, and impacts of loyalty in Koyoharu Gotoge's Kimetsu No Yaiba comic. This type of research uses descriptive-qualitative research, with data collection techniques using note-taking techniques and data analysis techniques using objective literary theory. Based on the findings of the study, it was found that the meaning of loyalty in Kimetsu No Yaiba comics consists of 3 meanings: obedience, obedience, and determination. In Kimetsu No Yaiba comics there are 8 factors that become causes, namely admiration, anticipation, trust, happiness, love, hatred, optimism, terror, and submission. In addition to the factors that cause loyalty, there are also 4 impacts arising from loyalty: positive impacts on the subject, negative impacts on the subject, positive impacts on the object, and negative impacts on the object.
Apakah Beban Kerja, Stres Kerja dan Kualitas Tidur Mempengaruhi Kelelahan Kerja pada Perawat di Rumah Sakit? Ni Wayan Dimkatni; Oksfriani Jufri Sumampouw; Aaltje Ellen Manampiring
Sam Ratulangi Journal of Public Health Vol. 1 No. 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/srjoph.v1i1.27273

Abstract

Background: Work fatigue is a feeling of fatigue and a decrease in alertness. The word fatigue indicates a different state of the body but all of them result in a decrease in work power and a decrease in the body's resistance to work. Work fatigue factor, contributes 50% or more to work accidents. This study aims to determine the correlation between workload,  job stress and sleep quality with work fatigue on nurses in The Regional General Hospital of Bitung City and Budi Mulia Hospital Bitung City. Method: This study used cross sectional design. Respondents in this study were nurses who worked at Intensive Care Unit, Emergency Room and Inpatien Room in The Regional General Hospital of Bitung and Budi Mulia Hospital Bitung North Sulawesi Province. The instrument of this study used questionnaire. Results: The results showed there was correlation between workload (p = 0.000), job stress (p = 0.000) and sleep quality (p = 0.002)  with work fatigue. Multivariate analysis showed that the variable most correlated to work fatigue is job stress (β=0.370). Conclusion: The conclusion in this study there was a correlation between workload, job stress, sleep quality with work fatigue on nurses in the Hospital. Job stress was the most correlated factor to work fatigue on nurses in the Hospital.
Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Kwoor Kabupaten Tambrauw Papua Barat Lidya Streisand Leiwakabessy; Oksfriani Jufri Sumampouw; Wenny Tilaar
Sam Ratulangi Journal of Public Health Vol. 2 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/srjoph.v2i1.34450

Abstract

Background: The Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK) is one of the Puskesmas' efforts to increase target coverage and increase community access. PIS-PK is implemented based on 12 existing indicators. However, the implementation of PIS-PK has not been maximized and various problems are still found, including in the Tabrauw Regency, West Papua. The purpose of this study is to evaluate PIS-PK in the working area of the Kwoor Health Center, Tambrauw Regency, West Papua in 2020. Methode: The method used in this research is the mixed method. The research was carried out in the working area of the Kwoor Health Center, Tambrauw Regency, West Papua in 2020. The focus of this research is on policy factors, human resources and funds, infrastructure, the process of recording and data collection and the implementation of PIS-PK. This study involved 3 informants and 30 respondents. Informants obtained data based on interview guidelines through in-depth interviews. Respondent data obtained through questionnaires. Data analysis using content analysis method (qualitative) and univariate analysis (quantitative). Result: The results of this study indicate that the policy in implementing PIS-PK at the Kwoor Health Center has been implemented but still has shortcomings in determining the implementing team at the puskesmas level and there is no PIS-PK roadmap in Tambrauw Regency. Human resources and funds in the implementation of PIS-PK at the Kwoor Health Center are available but are still inadequate. The infrastructure facilities in the implementation of PIS-PK at the Kwoor Health Center are still not optimal because they are constrained by the RKA and ASPAK filling. The process of recording and collecting family health data in the implementation of PIS-PK at the Kwoor Health Center has not been carried out properly due to lack of manpower, funds, and unstable network constraints. Most of the 12 PIS-PK indicators have been implemented, but special attention needs to be paid to the indicators that no family has access to clean water facilities, families who are members of JK, family members who do not smoke, families who take family planning, and give birth in health facilities whose implementation still low. Conclusion: The conclusion of this study is that the implementation of PIS-PK in the working area of the Kwoor Health Center, Tambrauw Regency, West Papua in 2020 has not gone well so that efforts are needed to improve the implementation of PIS-PK.
Co-Authors Aaltje Ellen Manampiring Adam, Jeanne d’arc Zafera Anisa T Lubis Anneke Tahulending Anneke Tahulending Arlin Debora Tongkotou Awuy, Stiffany Clara B H. R. Kairupan Bawole, Belliani B. Blessy Ezra Dompas Boky, Harvani B. Bryan Rawung Budi Tamardy Ratag Butarbutar, Risca Natalia Cahya Kamila Sugiarta Cicilia Pali Cindy Meisy Kairupan Dajoh, Ireine Norma Damopoli, Apricillia Veronika Paulin Diane M. Tengker Dina Rombot Doda, Diana V.D. Duhupo, Dewinta Dwi Istanti Elshaday Mangembulude Ester, Sangian Farikah, Tetris Febi Kornela Kolibu Ferika Sumerah Fince L. Sambeka Fione, Vega Roosa Gebby Gabriele Tania Walujo Gidion Kolondam Grace Debbie Kandou Harvani Boky, Harvani Henry Palandeng Hitipeuw, Michelle Regina Christanty I Ketut Harapan Jacobs, Rivald Semuel Jeana Lydia Maramis Jeana Maramis Jeanne d’arc Zafera Adam Jeanne d’Arc Zafera Adam Jeineke Ellen Ratuela Jeineke Ellen Ratuela Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jos Narande Josefien Rolita Tiwow Josep, Woodford h B. S. Joseph, Woodford Baren Soleiman Juergen Geovane Rambing Jusuf Ondang Kaparang, Leticia Wulandari Karamoy, Youla Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kaunang, Wulan P.J Kawatu, Paul A.T Kesek, Mutiara Koch, Novarita Mariana Kolibu, Febi K. Kuhon, Frelly Valentino Lariwu, Jemima Kisy Olga Laura Wulandary Kaeng Lidya Streisand Leiwakabessy Linoe, Ribka Gloria Logor, Fione Vesty Lombogia, Orianly Lowing, Van Grayen Lumantow, Marfil Lumi, Christi Natalia Maddusa, Sri Seprianto Mamusung, Nicia Indira Manayang, Yubilarisa Mandas, Grifith Vanesa Manoppo, Jeannette I. Ch. Maramis, Franckie R.R. Maramis, Jeana Lydia Maria Sophia Muaja Mondoringin, Dyna C. Musa, Ester Candrawati Musfanto, Cheren P. Mutiara Kesek Nelwan, Ester Jeini Ni Wayan Dimkatni Nova Hellen Kapantow Novarita M. Koch Novie Homenta Rampengan Oddi R Pinontoan Odi Roni Pinontoan Odi Roni Pinontoan Odi Roni Pinontoan Pangau, Rianne Rollin Pangerapan, Sinthia Brigyta Pasolang, Gloriya Bida Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Pinontoan, Odi Pinontoan, Odi Roni Pinontoan, Odie Roni Pola, Priska Karla Ponga, Fine Claudia Pontororing, Maria E.I Powa, Veidi Punusingon, Axel Brayen Rabia Ani Ohoirat Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rany, Pongkorung Desi Ratuela, Jeineke Ellen Rengkung, Tammy Sinthya Ribka Elisabeth Wowor Ribka Gloria Linoe Ricky C. Sondakh Ronald Alexander Wenas Ronald Imanuel Ottay Ronald Immanuel Ottay Roya, Jisia Natasia Runtuwene, Kurviasni S. Sapulete, Ivonny Melinda Sapulete, Margareth Rosalinda Sapulete, Margaretha Rosalinda Sasiang, Evani Sekeon, Sekplin A.S Sekeon, Sekplin Steven Sindy Naomi Kasenda Sopacua, Victoria Greimar Sri Seprianto Maddusa Sri Seprianto Maddusa Sumual, Agatha E.G Syahlan, Vioni L. G. Syalom Mikha Tiwa Tahulending, Anneke A. Tangkilisan, Sharon Laurenzi Mariabie Ticoalu, Eliza Rolanda Ticoalu, Jansje Vera Ticoalu, Rosalin Tolondang, Andre Stif Trivena Mantow Tuda, Josef Sem Berth Vania Sartika Putri Lahinda Walewangko, Aprilia Anastasya A. Warouw, Finny Wenny Tilaar Wewengkang, Militia Christy Woodford B. S. Joseph Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Ribka Elisabeth Wulan Pingkan Julia Kaunang Yenni Wahani Yuliana, Ni made Yunus, Yasero Lazarus